Anda di halaman 1dari 34

LAPORAN OUTING CLASS ROAD TO JOGJA

EXPAND YOUR EXPERIENCE AND


CREATIVITY

DISUSUN SEBAGAI TUGAS MATA PELAJARAN :


IPA,IPS, BAHASA INDONESIA, SENI BUDAYA, BAHASA INGGRIS

DISUSUN OLEH :
KETUA KELOMPOK : CELSA INDRI PUTRI KELAS : 8B
ANGGOTA : 1.DAMAI YANTI MANALU KELAS : 8B
2.INDAH KARTIKA SARI KELAS : 8B
3.KHAIRINA ATHALIA ANDRIANI KELAS : 8B
4.RAISSA AVISA KELAS : 8B

SMP NEGERI 6 DEPOK


JL.MANDOR SAMIN NO.62 CILODONG KOTA DEPOK
TAHUN PELAJARAN 2016/2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan
karunia-Nya kita dapat menyelesaikan makalah ini. Tujuan pembuatan
makalah ini untuk memenuhi tugas mata pelajara IPA, IPS, Bahasa
Indonesia, Seni Budaya, B.Inggris.
Terima kasih kami sampaikan kepada teman teman yang telah
membantu dalam pembuatan makalah ini dan setiap orang yang membantu
menyelesaikan makalah ini. Kepada guru guru dan para siswa yang
membaca dan menilai maaf bila ada salah salah kata atau materi yang di
tulis kurang tepat.

DAFTAR ISI
Judul Laporan......................................................................................... 1
Kata Pengantar...................................................................................... 2
Daftar Isi................................................................................................. 3
Pendahuluan.......................................................................................... 4
Pembahasan........................................................................................... 6
a.Materi Pelajaran IPS...................................................................... 6
b.Materi Pelajaran IPA...................................................................... 6
c.Materi Pelajaran Seni Budaya........................................................ 8
d.Materi Pelajaran Bahasa Inggris.................................................... 9
Penutup.................................................................................................. 10

Bab I. Pendahuluan
I.1 Latar belakang
Karya wisata adalah kegiatan wisata yang dilakukan dengan tujuan untuk
menambah pengetahuan siswa serta menambah pengalaman. Setelah karya
wisata kami laksanakan, siswa diwajibkan untuk membuat karya tulis. Karya
tulis adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dilaksanakan.
Laporan karya tulis ini merupakan tugas bagi semua angkatan kelas VIII
SMP NEGERI 6 DEPOK. Dalam menyusun karya tulis ini, siswa diharapkan
dapat melaporkan segala pengetahuan dan pengalamannya yang diperoleh
selama menjalankan Outing Class selama 4 hari (dari tanggal 9-12 maret
2017)
Pengalaman dan pengetahuan selama mengikuti Outing Class ke
Yogyakarta diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam laporan karya tulis ini membahas tentang beberapa objek wisata dan
objek Outing Class yang berada diYogyakarta dan sekitanya.

I.2 Tujuan Penulisan


Tujuan yang hendak kami capai dalam pembuatan laporan ini serta
dalam pelaksanaan Outing Class adalah sebagai berikut :
1.Menyelesaikan tugas IPA, IPS, BAHASA INDONESIA, SENI BUDAYA,dan
BAHASA INGGRIS.
2.Untuk menambah pengetahuan dan pengalaman siswa
3.Untuk mengembangkan potensi, etika, estetika, dan pratika
4.Untuk memupuk rasa cinta terhadap tanah air
5.Mensyukuri keindahan alam
6.Dapat menerapkan ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat dalam
kehidupan sehari-hari
7.Bermanfaat bagi pembaca dalam menambah pengetahuan mengenai
seputar objek wisata

I.3 Tempat Objek Wisata


1. Candi Prambanan
2. Keraton Yogyakarta
3. SMSR
4. Malioboro
5. PYRAMID
6. Bakpia Djava dan Bakpia 25
7. Museum Gunung Merapi
8. Candi Borobudur

1.4 Waktu Pelaksanaan Karya Wisata


Dari tanggal 9 Maret-12 Maret 2017

1.5 Peserta Kegiatan Karya Wisata


Siswa Siswi SMP NEGERI 6 Depok kelas VIII

Bab II. Pembahasan


II. 1 Materi Pelajaran IPS & IPA
1. Candi Prambanan
a. Bagaimana menurut pendapatmu tentang cerita dongeng
berdirinya Candi Prambanan dan bandingkan dengan peristiwa
sebenarnya!
Jawab :

b. Jelaskan perbedaan Candi Hindu dan Candi Budha serta contoh


masing-masing nama candinya!
Jawab :

NO Kategori Candi Hindu Candi Budha


1 Fungsi Tempat memakamkan abu Tempat pemujaan dewa
jenazah Raja
2 Bagian 1.Svarloka (bagian atas), 1.Aruphadatu, (bagian atas),
Bangunan kehidupan para dewa kehidupan manusia yang sudah
meninggal
2.Bhurvaloka (bagian tengah),
lambang alam penantian. 2..Rupadhatu (bagian tengah)
lambang perjalanan hidup
3.Bhuloka (bagian bawah),
manusia.
lamabang kehidupan dunia.
3..Kamadhatu (bagian dasar),
gambaran hawa nafsu manusia.

3 Bangunan Meruncing dan disebut Ratna Tambun dan disebut Stupa


Puncak
Trimurti, yaitu Brahma, Budha, baik dalam kelompok
Wisnu, dan Siwa. dyani budha maupun dyani
4 Arca
bodhisatwa.
5 Bentuk Menjulang tinggi dan Agak datar
ramping.
6 Relief Sering menggambarkan Menampilkan cerita
cerita Ramayana dan Lelitavistara dan Avadana atau
Krisnayana Jataka.
7 Arah Pintu utamanya terletak di Pintu utamanya terletak di arah
arah barat candi timur candi
8 Contoh dan Candi Prambanan Candi Borobudur (Jawa
nama candi (Jogjakarta) Tengah)
Candi Gedong Songo Candi Sewu (Klaten, Jawa
(semarang) Tengah)
Candi Cangkuang Candi Mendut
(Garut, Jawa Barat) (Magelang, Jawa Tengah)
Candi Dieng (Dataran Candi Sanggrahan
Tinggi Dieng) (Tulungagung, Jawa
Timur)
Candi Panataran
(Blitar, Jawa Timur) Candi Jago (Malang)

C. Dokumentasikan aktifitas yang kamu lakukan di Candi Prambanan


Jawab :
2. Candi Borobudur
a. Jelaskan sejarah berdirinya Candi Borobudur!
Jawab :
Misteri tentang adanya danau purba muncul ketika seorang seniman
belanda mengajukan sebuah teori bahwa dulunya dataran gedung tempat
borobudur berdiri merupakan sebuah danau, jika di lihat dari atas borobudur
melambangkan sebuah bunga teratai, teratai biasanya tumbuh di atas air
postur budha yang berada di puncak borobudur melambangkan sutra teratai
yang banyak di temui dalam naskah agama budha teori ini menimbulkan
pertentangan yang cukup pelik. Para arkeolog menemukan bukti-bukti
arkeologi yang membuktikan bahwa kawasan sekitar borobudur pada masa
pembangunan candi adalah dataran kering bukan dasar danau purba
sementara pakar geologi malah mendukung seniman Belanda ini. Mereka
menemukan endapan senimen lumpur di dekat candi penelitian ini di
lakukan tahun 2000 dan mendukung keberadaan danau purba di sekitar
borobudur bukti tersebut menunjukan bahwa dasar bukit dekat borobudur
pernah kembali terendam dan menjadi tepian danau sekitar abad ke-13 dan
ke-14. itulah penjelasan tentang candi borobudur yang membuktikan bahwa
nenek moyang kita mampu membuat karya megah sepanjang masa semoga
karya ini terjaga dari generasi ke generasi.

Relief Candi Borobudur dan kisah mahabarata

Didalam candi borobudur terdapat sebuah relief yang mengisahkan


tentang satu karya sastra yang cukup terkenal yaitu
MAHABARATA.maha barata ini sebenarnya bukan kisah nyata dan juga
bukan kitab agama karena penulisnya bukan Nabi tapi maha barata ini karya
sastra dalam kitab adi parwa itu maha barata kitab pertama nah ada kisah
mengenai pandawa dan kurawa keduanya leluhurnya sama yaitu bangsa kuru
tapi mempunyai sifat yang berbeda kurawa kususnya durya dana itu
mempunyai sifat yang licik dia penngen kuasai ini warisan kerajaan oleh
kelompoknya kurawa atau yang terwakili 100 orang dengan duryadana ini.
Maka durya dana mengundang kunti ibunya pendawa maka dengan anaknya
lima pendawa lima di undang untuk pergi ke suatu tempat untuk bermalam
dan bermain di sana nahh ketika mereka bermalam maka rumahnya tuh di
bakar untung kunti dan pandawa tidak terbakar hidup-hidup tapi bisa
meloloskan diri dan menyelamatkan di hutan di dekatnya. Dalam
perjalannya di tengah hutan maka pandawa sampai pada kerajaan yang
namanya pancala rajannya drupada,di kerajaan itu sedang ada sayembara
untuk memperebutkan banyak hal tapi di antaranya adalah memperebutkan
drupadi itu adalah drupadi ini putri kerajaan pancala ini lalu pandawa ini
menggunakan pakaian penyamaran pakaian brahmana mengikuti sayembara
dan tentunya arjuna yang mewakili dia mempunyai kehebatan dalam hal
memanah memenangkan sayembara ini. Sesampainya pandawa di rumah dia
menceritakan kepada ibunya kunti kemenangan tersebut, "kami
memenangkan sayembara kami dapat hadiah lalu ibunya dengan suara
berwibawa seorang ibu begini nak apapun yang kamu dapatkan kamu harus
adil itu hadiah harus di bagi lima tapi ibu, tetapi tidak alasan kamu harus
mendengar orang tua di bagi rata, tapi bu , tidak tapi-tapian. lalu sepakat di
bagi lima nah kunti ibunya baru tahu bahwa hadiahnya termasuk drupadi
seorang wanita karena tidak mau menjilat lidahnya dan kata-katanya maka
apa boleh buat drupadi harus menikahi 5 orang laki-laki
candi borobudur merupakan warisan budaya indonesia yang sudah
terkenal sampai ke seluruh dunia bangunan ini merupakan candi budha
terbesar didunia dan ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya dunia
oleh UNESCO.bentuknya yang megah dan detail arsitekturnya yang unik
membuat semua orang ingin mengunjungi borobudur yang penasaran
dengan ceritanya,borobudur mencuri perhatian dunia sejak HC cornelius
menemukan lokasinya atas perintah Sir Thomas Stamford Raffles pada
tahun 1814.pekerjaan menggali lokasi yang diduga monumen besar
kemudian dilanjutkan oleh hotman salah satu pejabat pemerintah belanda
yang saat itu para arkeolog berlomba lomba mencari tahu asal usul candi
budha terbesar didunia ini
Asal Usul Candi Borobudur
Candi borobudur diyakini merupakan peninggalan kerajaan Dinasti
Sailendra masa pemerintahan raja Samaratungga dari Kerajaan Mataram
Kuno dan selesai dibangun pada abad ke-8.banyak sekali misteri candi
borobudur yang belum terkuak ,apa sebenarnya nama asli candi borobudur
tidak ada prasasti atau buku yang menjelaskan dengan pasti tentang
pembanguan borobudur,ada yang mengatakan nama tersebut berasal dari
nama samara budhara memiliki arti gunung yang lerengnya terletak teras
teras ada juga yang mengatakan borobudur berasal dari ucapan para budha
yang mengalami pergeseran satu satu nya tulisan yang menyebutkan
borobudur pertama kali adalah thomas Sir Thomas Stamford Raffles dalam
bukunya yang berjudul sejarah pulau jawa .para ahli sejarah
memperkirakan Sir Thomas Stamford Raffles menyebut borobudur dari kata
bore dan budur ,bore artinya ialah desa sebuah desa yang terletak di dekat
lokasi letak candi borobudur ditemukan sedangkan budur artinya purba

sejarah berdirinya candi borobudur diperkirakan dibangun pada tahun


750 masehi oleh kerajaan syailendra yang pada waktu itu menganut agama
budha,pembangunan itu sangat misterius karena manusia pada abad ke 7
belum mengenal perhitungan arsitektur yang tinggi tetapi borobudur
dibangun perhitungan arsitektur yang canggih ,hingga kini tidak satu pun
yang dapat menjelaskan bagaimana cara pembangunan dan sejarah candi
borobudur ini

Sudah banyak ilmuan dari seluruh penjuru dunia yang datang namun
tidak satu pun yang berhasil mengungkapkan misteri pembangunan
borobudur. Salah satu pertayaan yang membuat para peneliti penasaran
adalah dari mana asal batu-batu besar yang ada di candi borobudur dan bagai
mana menyusunnya dengan presisi dan arsitektur yang sangat rapih. Ada
yang memperkirakan batu itu berasal dari gunung merapi namun bagaimana
membawanya dari gunung merapi menuju lokasi candi mengingat lokasinya
berada di atas bukit.

Candi borobudur memiliki 72 stupa yang berbentuk lonceng ajaib, Stupa


terbesar terletak di puncak candi sementara yang lain mengelilingi stufa
hingga kebawah. Ketika ilmuan menggambar denah candi borobudur,
mereka menemukan pola-pola aneh yang mengarah pada fungsi borobudur
sebagai jam matahari, jarum jamnya berupa bayangan stupa yang besar dan
jatuh tepat di stupa lantai bawah namun belum di ketahui secara pasti
bagaimana pembagian waktu yang di lakukan dengan menggunakan candi
borobudur ada yang mengatakan jam pada candi borobudur menunjukan
tanda kapan masa bercocok tanam atau masa panen.

Misteri candi borobudur dan angka 1

Bagian dalam rangka arsitektur candi borobudur bila di amati secara


matematik ada misteri yang menarik yang mengarah dari angka satu,
beberapa bilangan yang berada di candi bila di jumlahkan angkanya akan
selalu menghasilkan angka satu bagaimana ceritanya, sebelum menceritakan
misteri angka satu perlu di ketahui tentang tingkatan ranas spiritual budha
yang ada di candi borobudur. Tingkatan yang pertama adalah Kamadhatu
yaitu dunia yang masih di kuasai oleh kama atau nafsu rendah bagian ini
sebagian besar tertutup oleh tumpukan batu yang di buat untuk memperkuat
konstruksi candi tingkatan kedua adalah rupadhatu yaitu dunia sudah bisa
membebaskan diri dari nafsu tetapi masih terikat rupa dan bentuk area
tersebut adalah 4 pundak teras yang membentuk korang kriling yang ada
pada dindingnya di hiasi galery relief lantai yang berbentuk persegi pada 4
lorong itu ada 1.400 gambar relif panjang relif seluruhnya 2 setengah
kilometer dengan 1.212 panel dekoratif tingkatan ketiga adalah Arupadatu
merupakan tingkatan tertinggi yang melambangkan ketiadaan wujud yang
sempurna pada area ini denah lantai yang berbentuk lingkaran yang
melambangkan bahwa manusia telah bebas dari segala keinginan dari ikatan
bentuk dan rupa namun belum mencapai Nirwana. Pertama candi borobudur
memiliki 10 tingkatan jika di jumlahkan 1 di tambah 0 hasilnya 1 angka satu
lainnya mucul pada area Arupadatu area ini adalah area 4 tingkat paling atas
candi, pada tingkat pertama terdapat satu candi tingkat kedua terdapat 16
candi tingkat ketiga terdapat 24 candi tingkat ke 4 terdapat 32 candi jumlah
candi yang berada di area arupadhatu adalah 73 buah jika di jumlahkan 7
dan 3 hasilnya adalah 10 dan jika di jumlahkan lagi 1 dengan 0 hasilnya 1.
angka satu yang terakhir muncul pada jumlah keseluruhan pada patung candi
borobudur ada 505 buah patung disana bila angkanya di jumlahkan hasilnya
juga angka satu

b. Ceritakan kesan dan pendapatmu tentang relief dan arca yang


ada di Candi Borobudur
Jawab : Kesan kami terhadap Relief dan Arca adalah sangat
mengagumkan. Kami sangat terpukau dengan peninggalan-peninggalan
zaman dahulu. Ya itu saja ya makasih
1. Kami dapat mengetahui peninggalan yang sangat bermakna itu
2. Arcanya dan reliefnya bagus. Saya si Yes
3. Mengetahui bentuk relief dan arca yang sesungguhnya
4. Menambah wawasan tentang budaya disana dengan apa kek yang enak
5. Its okay wae mas its ok wae aku rapopo aku rapopo aku rapopo
6. Beng beng cuman satu kita yang tak sama
7. Udah ya capek

Pendapat:
1. Pendapat kami terhadap Relief :
* Reliefnya sangat bagus
* Bangunannya banyak yang retak tetapi masih tetap bersatu
* Walaupun sudah di bangun beribu ribu tahun tetapi bangunannya tetap
berdiri kokoh
2. Pendapat kami terhadap Arca :
*
c. Lengkapi dengan dokumentasi

3. Kraton Yogyakarta
a. Buatlah silsilah raja-raja Yogyakarta dari Hamengkubuwono I X
b. Jelaskan masing-masing serta lengkapi dengan fotonya
Jawab :
Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat didirikan oleh Pangeran
Mangkubumi yang kemudian bergelar Sri Sultan Hamengkubuwono I pada
tahun 1755. Pemerintah Hindia Belanda mengakui Kasultanan
Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai kerajaan dengan hak mengatur rumah
tangga sendiri. Semua itu dinyatakan di dalam kontrak politik. Kontrak
politik terakhir Kasultanan tercantum dalam Staatsblad 1941, No. 47.

Berikut ini merupakan Sultan-sultan yang memerintah di Kasultanan


Ngayogyakarta Hadiningrat sejak awal didirikan hingga sekarang adalah :

1. Sultan Hamengku Buwono I


Sultan Hamengku Buwono I (6 Agustus 1717 24 Maret 1792) terlahir
dengan nama Raden Mas Sujana yang merupakan adik Susuhunan Mataram
II Surakarta. Sultan Hamengkubuwana I dalam sejarah terkenal sebagai
Pangeran Mangkubumi pada waktu sebelum naik tahta kerajaan
Ngayogyakarta, beliau adalah putra Sunan Prabu dan saudara muda
Susuhunan Pakubuwana II. Karena berselisih dengan Pakubuwana II,
masalah suksesi, ia mulai menentang Pakubuwana II (1747) yang mendapat
dukungan Vereenigde Oost Indische Compagnie atau lebih terkenal sebagai
Kompeni Belanda (perang Perebutan Mahkota III di Mataram).

Dalam pertempurannya melawan kakaknya, Pangeran Mangkubumi


dengan bantuan panglimanya Raden Mas Said, terbukti sebagai ahli siasat
perang yang ulung, seperti ternyata dalam pertempuran-pertempuran di
Grobogan, Demak dan pada puncak kemenangannya dalam pertempuran di
tepi Sungai Bagawanta. Disana Panglima Belanda De Clerck bersama
pasukannya dihancurkan (1751). peristiwa lain yang penting menyebabkan
Pangeran Mangkubumi tidak suka berkompromi dengan Kompeni Belanda.

Pada tahun 1749 Susuhunan Pakubuwana II sebelum mangkat


menyerahkan kerajaan Mataram kepada Kompeni Belanda; Putra Mahkota
dinobatkan oleh Kompeni Belanda menjadi Susuhunan Pakubuwana III.
Kemudian hari Raden Mas Said bercekcok dengan Pangeran Mangkubumi
dan akhirnya diberi kekuasaan tanah dan mendapat gelar pangeran
Mangkunegara.

Pangeran Mangkubumi tidak mengakui penyerahan Mataram kepada


Kompeni Belanda. Setelah pihak Belanda beberapa kali gagal mengajak
Pangeran Mangkubumi berunding menghentikan perang dikirimkan seorang
Arab dari Batavia yang mengaku ulama yang datang dari Tanah Suci. Berkat
pembujuk ini akhirnya diadakan perjanjian di Giyanti (sebelah timur kota
Surakarta) antara Pangeran Mangkubumi dan Kompeni Belanda serta
Susuhunan Pakubuwana III (1755).

Menurut Perjanjian Giyanti itu kerajaan Mataram dipecah menjadi dua,


ialah kerajaan Surakarta yang tetap dipimpin oleh Susuhunan Pakubuwana
III dan kerajaan Ngayogyakarta dibawah Pangeran Mangkubumi diakui
sebagai Sultan Hamengkubuwana I yang bergelar Senopati Ing Ngalaga
Sayidin Panatagama Khalifatullah dengan karatonnya di Yogyakarta. Atas
kehendak Sultan Hamengkubuwana I kota Ngayogyakarta (Jogja menurut
ucapan sekarang) dijadikan ibukota kerajaan. Kecuali mendirikan istana
baru, Hamengkubuwana I yang berdarah seni mendirikan bangunan tempat
bercengrama Taman Sari yang terletak di sebelah barat istananya.

Kisah pembagian kerajaan Mataram II ini dan peperangan antara


pangeran-pangerannya merebut kekuasaan digubah oleh Yasadipura menjadi
karya sastra yang disebut Babad Giyanti. Sultan Hamengkubuwana I dikenal
oleh rakyatnya sebagai panglima, negarawan dan pemimpin rakyat yang
cakap. Beliau meninggal pada tahun 1792 Masehi dalam usia tinggi dan
dimakamkan Astana Kasuwargan di Imogiri. Putra Mahkota
menggantikannya dengan gelar Sultan Hamengkubuwono II.
Hamengkubuwana I dianugerahi gelar pahlawan nasional Indonesia pada
peringatan Hari Pahlawan pada 10 November 2006.

2. Sultan Hamengku Buwono II


Hamengkubuwono II (7 Maret 1750 2 Januari 1828) atau terkenal pula
dengan nama lainnya Sultan Sepuh. Dikenal sebagai penentang kekuasaan
Belanda, antara lain menentang gubernur jendral Daendels dan Raffles,
sultan menentang aturan protokoler baru ciptaan Daendels mengenai alat
kebesaran Residen Belanda, pada saat menghadap sultan misalnya hanya
menggunakan payung dan tak perlu membuka topi, perselisihan antara
Hamengkubuwana II dengan susuhunan surakarta tentang batas daerah
kekuasaan juga mengakibatkan Daendels memaksa Hamengkubuwono II
turun takhta pada tahun 1810 dan untuk selanjutnya bertahta secara terputus-
putus hingga tahun 1828 yaitu akhir 1811 ketika Inggris menginjakkan kaki
di jawa (Indonesia) sampai pertengahan 1812 ketika tentara Inggris
menyerbu keraton Yogyakarta dan 1826 untuk meredam perlawanan
Diponegoro sampai 1828. Hamengkubuwono III, Hamengkubuwono IV dan
Hamengkubuwono V sempat bertahta saat masa hidupnyaSri Sultan
Hamengku Buwono II.

Saat menjadi putra mahkota beliau mengusulkan untuk dibangun benteng


kraton untuk menahan seragan tentara inggris. Tahun 1812 Raffles menyerbu
Yogyakarta dan menangkap Sultan Sepuh yang kemudian diasingkan di
Pulau Pinang kemudian dipindah ke Ambon.

3. Sultan Hamengku Buwono III


Hamengkubuwana III (17693November 1814) adalah putra dari
Hamengkubuwana II (Sultan Sepuh). Hamengkubuwana III memegang
kekuasaan pada tahun 1810. Setahun kemudian ketika Pemerintah Belanda
digantikan Pemerintah Inggris di bawah pimpinan Letnan Gubernur Raffles,
Sultan Hamengkubuwana III turun tahta dan kerajaan dipimpin oleh Sultan
Sepuh (Hamengkubuwana II) kembali selama satu tahun (1812). Pada masa
kepemimpinan Sultan Hamengkubuwana III keraton Yogyakarta mengalami
kemunduran yang besar-besaran. Kemunduran-kemunduran tersebut yaitu :

1. Kerajaan Ngayogyakarta diharuskan melepaskan daerah Kedu, separuh


Pacitan, Japan, Jipang dan Grobogan kepada Inggris dan diganti kerugian
sebesar 100.000 real setahunnya.

2. Angkatan perang kerajaan diperkecil dan hanya beberapa tentara


keamanan keraton.

3. Sebagian daerah kekuasaan keraton diserahkan kepada Pangeran


Notokusumo yang berjasa kepada Raffles dan diangkat menjadi Pangeran
Adipati Ario Paku Alam I.

Pada tahun 1814 Hamengkubuwana III mangkat dalam usia 43 tahun

4. Sultan Hamengku Buwono IV


Hamengkubuwono IV (3 April 1804 6 Desember 1822) sewaktu kecil
bernama BRM Ibnu Jarot, diangkat sebagai raja pada usia 10 tahun,
karenanya dalam memerintah didampingi wali yaitu Paku Alam I hingga
tahun 1820. Pada masa pemerintahannya diberlakukan sistem sewa tanah
untuk swasta tetapi justru merugikan rakyat. Pada tahun 1822 beliau wafat
pada saat bertamasya sehingga diberi gelar Sultan Seda Ing Pesiyar (Sultan
yang meninggal pada saat berpes

5. Sultan Hamengku Buwono V


Hamengkubuwono V (25 Januari 1820 1826 dan 1828 4 Juni 1855)
bernama kecil Raden Mas Menol dan dinobatkan sebagai raja di kesultanan
Yogyakarta dalam usia 3 tahun. Dalam memerintah beliau dibantu dewan
perwalian yang antara lain beranggotakan Pangeran Diponegoro sampai
tahun 1836. Dalam masa pemerintahannya sempat terjadi peristiwa penting
yaitu Perang Jawa atau Perang Diponegoro yang berlangsung 1825 1830.

Setelah perang selesai angkatan bersenjata Kesultanan Yogyakarta


semakin diperkecil lagi sehingga jumlahnya menjadi sama dengan sekarang
ini. Selain itu angkatan bersenjata juga mengalami demiliterisasi dimana
jumlah serta macam senjata dan personil serta perlengkapan lain diatur oleh
Gubernur Jenderal Belanda untuk mencegah terulangnya perlawanan kepada
Belanda seperti waktu yang lalu.

Beliau mangkat pada tahun 1855 tanpa meninggalkan putra yang dapat
menggantikannya dan tahta diserahkan pada adiknya.

6. Sultan Hamengku Buwono VI


Sultan Hamengku Buwono VI (19 Agustus 1821 20 Juli 1877) adalah
adik dari Hamengkubuwono V. Hamengkubuwono VI semula bernama
Pangeran Adipati Mangkubumi. Kedekatannya dengan Belanda membuatnya
mendapat pangkat Letnan Kolonel pada tahun 1839 dan Kolonel pada tahun
1847 dari Belanda.

7. Sultan Hamengku Buwono VII


Nama aslinya adalah Raden Mas Murtejo, putra Hamengkubuwono VI
yang lahir pada tanggal 4 Februari 1839. Ia naik takhta menggantikan
ayahnya sejak tahun 1877.

Pada masa pemerintahan Hamengkubuwono VII, banyak didirikan


pabrik gula di Yogyakarta, yang seluruhnya berjumlah 17 buah. Setiap
pendirian pabrik memberikan peluang kepadanya untuk menerima dana
sebesar Rp 200.000,00. Hal ini mengakibatkan Sultan sangat kaya sehingga
sering dijuluki Sultan Sugih.

Masa pemerintahannya juga merupakan masa transisi menuju


modernisasi di Yogyakarta. Banyak sekolah modern didirikan. Ia bahkan
mengirim putra-putranya belajar hingga ke negeri Belanda.

Pada tanggal 29 Januari 1920 Hamengkubuwono VII yang saat itu


berusia lebih dari 80 tahun memutuskan untuk turun tahta dan mengangkat
putra mahkota sebagai penggantinya. Konon peristiwa ini masih
dipertanyakan keabsahannya karena putera mahkota (GRM. Akhadiyat)
yang seharusnya menggantikan tiba-tiba meninggal dunia dan sampai saat
ini belum jelas penyebab kematiannya.

Dugaan yang muncul ialah adanya keterlibatan pihak Belanda yang tidak
setuju dengan putera Mahkota pengganti Hamengkubuwono VII yang
terkenal selalu menentang aturan-aturan yang dibuat pemerintah Batavia.

Biasanya dalam pergantian tahta raja kepada putera mahkota ialah


menunggu sampai sang raja yang berkuasa meninggal dunia. Namun kali ini
berbeda karena pengangkatan Hamengkubuwono VIII dilakukan pada saat
Hamengkubuwono VII masih hidup, bahkan menurut cerita masa lalu sang
ayah diasingkan oleh anaknya pengganti putera mahkota yang wafat ke
Keraton di luar keraton Yogyakarta.
Hamengkubuwono VII dengan besar hati mengikuti kemauan sang anak
(yang di dalam istilah Jawa disebut mikul dhuwur mendhem jero) yang
secara politis telah menguasai kondisi di dalam pemerintahan kerajaan.
Setelah turun tahta, Hamengkubuwono VII pernah mengatakan Tidak
pernah ada Raja yang mati di keraton setelah saya yang artinya masih
dipertanyakan. Sampai saat ini ada dua raja setelah dirinya yang meninggal
di luar keraton, yaitu Hamengkubuwono VIII meninggal dunia di tengah
perjalanan di luar kota dan Hamengkubuwono IX meninggal di Amerika
Serikat. Bagi masyarakat Jawa adalah suatu kebanggaan jika seseorang
meninggal di rumahnya sendiri. Hamengkubuwono VII meninggal di
keraton pada tanggal 30 Desember 1931 dan dimakamkan di Imogiri.

Versi lain mengatakan bahwa Hamengkubuwono VII meminta pensiun


kepada Belanda untuk madeg pandito (menjadi pertapa) di Pesanggrahan
Ngambarukmo (sekarang Ambarukmo). Sampai saat ini bekas pesanggrahan
itu masih ada dan di sebelah timurnya dulu pernah berdiri Hotel Ambarukmo
yang sekarang sudah tidak ada lagi.

8. Sultan Hamengku Buwono VIII


Sri Sultan Hamengkubuwono VIII (Kraton Yogyakarta Adiningrat, 3
Maret 1880 Kraton Yogyakarta Adiningrat, 22 Oktober 1939) adalah salah
seorang raja yang pernah memimpin di Kesultanan Yogyakarta. Dinobatkan
menjadi Sultan Yogyakarta pada tanngal 8 Februari 1921. Pada masa
Hamengkubuwono VIII, Kesultanan Yogyakarta mempunyai banyak dana
yang dipakai untuk berbagai kegiatan termasuk membiayai sekolah-sekolah
kesultanan.

Putra-putra Hamengkubuwono VIII banyak disekolahkan hingga


perguruan tinggi, banyak diantaranya di Belanda. Salah satunya adalah
GRM Dorojatun, yang kelak bertahta dengan gelar Hamengkubuwono IX,
yang bersekolah di Universitas Leiden.

Pada masa pemerintahannya, beliau banyak mengadakan rehabilitasi


bangunan kompleks keraton Yogyakarta. Salah satunya adalah bangsal
Pagelaran yang terletak di paling depan sendiri (berada tepat di selatan Alun-
alun utara Yogyakarta). Bangunan lainnya yang rehabilitasi adalah tratag Siti
Hinggil, Gerbang Donopratopo, dan Masjid Gedhe. Beliau meninggal pada
tanggal 22 Oktober 1939 di RS Panti Rapih Yogyakarta karena menderita
sakit.

9. Sultan Hamengku Buwono IX


Sri Sultan Hamengkubuwono IX (Yogyakarta, 12 April 1912-
Washington, DC, AS, 1 Oktober 1988) adalah salah seorang raja yang
pernah memimpin di Kasultanan Yogyakarta dan Gubernur Daerah Istimewa
Yogyakarta. Beliau juga Wakil Presiden Indonesia yang kedua antara tahun
1973-1978. Beliau juga dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia, dan
pernah menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Lahir di Yogyakarta dengan nama GRM Dorojatun, Hamengkubuwono


IX adalah putra dari Sri Sultan Hamengkubuwono VIII dan Raden Ajeng
Kustilah. Diumur 4 tahun Hamengkubuwono IX tinggal pisah dari
keluarganya. Dia memperoleh pendidikan di HIS di Yogyakarta, MULO di
Semarang, dan AMS di Bandung. Pada tahun 1930-an beliau berkuliah di
Universiteit Leiden, Belanda (Sultan Henkie).

Hamengkubuwono IX dinobatkan sebagai Sultan Yogyakarta pada


tanggal 18 Maret 1940 dengan gelar Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun
Kanjeng Sultan Hamengkubuwono Senopati Ing Alogo Ngabdurrokhman
Sayidin Panatagama Khalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Songo.
Beliau merupakan sultan yang menentang penjajahan Belanda dan
mendorong kemerdekaan Indonesia. Selain itu, dia juga mendorong agar
pemerintah RI memberi status khusus bagi Yogyakarta dengan predikat
Istimewa.

Sejak 1946 beliau pernah beberapa kali menjabat menteri pada kabinet
yang dipimpin Presiden Soekarno. Jabatan resminya pada tahun 1966 adalah
ialah Menteri Utama di bidang Ekuin. Pada tahun 1973 beliau diangkat
sebagai wakil presiden. Pada akhir masa jabatannya pada tahun 1978, beliau
menolak untuk dipilih kembali sebagai wakil presiden dengan alasan
kesehatan. Namun, ada rumor yang mengatakan bahwa alasan sebenarnya ia
mundur adalah karena tak menyukai Presiden Soeharto yang represif seperti
pada Peristiwa Malari dan hanyut pada KKN.
Minggu malam pada 1 Oktober 1988 ia wafat di George Washington
University Medical Centre, Amerika Serikat dan dimakamkan di
pemakaman para sultan Mataram di Imogiri.

10. Sultan Hamengku Buwono X


Sri Sultan Hamengkubuwono X (Kraton Yogyakarta Hadiningrat, 2 April
1946 sekarang) adalah salah seorang raja yang pernah memimpin di
Kasultanan Yogyakarta dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta sejak
1998. Hamengkubuwono X lahir dengan nama BRM Herjuno Darpito.

Setelah dewasa bergelar KGPH Mangkubumi dan setelah diangkat


sebagai putra mahkota diberi gelar KGPAA Hamengku Negara Sudibyo
Rajaputra Nalendra ing Mataram. Hamengkubuwono X adalah seorang
lulusan Fakultas Hukum UGM dan dinobatkan sebagai raja pada tanggal 7
Maret 1989 (Selasa Wage 19 Rajab 1921) dengan gelar resmi Sampeyan
Dalem ingkang Sinuhun Kanjeng Sri Sultan Hamengku Buwono Senapati
ing Alogo Ngabdurrokhman Sayidin Panatagama Khalifatullah ingkang
Jumeneng Kaping Dasa.

Hamengkubuwono X aktif dalam berbagai organisasi dan pernah


memegang berbagai jabatan diantaranya adalah ketua umum Kadinda DIY,
ketua DPD Golkar DIY, ketua KONI DIY, Dirut PT Punokawan yang
bergerak dalam bidang jasa konstruksi, Presiden Komisaris PG Madukismo,
dan pada bulan Juli 1996 diangkat sebagai Ketua Tim Ahli Gubernur
DIY.Setelah Paku Alam VIII wafat, dan melalui beberapa perdebatan, pada
1998 beliau ditetapkan sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta
dengan masa jabatan 1998-2003.

Dalam masa jabatan ini Hamengkubuwono X tidak didampingi Wakil


Gubernur. Pada tahun 2003 beliau ditetapkan lagi, setelah terjadi beberapa
pro-kontra, sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta untuk masa
jabatan 2003-2008. Kali ini beliau didampingi Wakil Gubernur yaitu Paku
Alam IX.Sejak menggantikan ayahnya, Sri Sultan Hamengku Buwono IX
yang meninggal di Amerika, 8 Oktober 1988, Ngersa Dalem, demikian ia
biasa disapa, dikenal sebagai sosok yang dekat dengan rakyatnya.
Dalam suatu kesempatan, ia pernah mengatakan, keberpihakan pada
rakyat itu tetap harus dilakukan sebagai suatu panggilan. Saya harus
membentuk jati diri untuk tumbuh dan mengembangkan wawasan untuk
keberpihakan itu sendiri sebagai suatu kewajiban yang harus dilakukan.
Selain itu, masyarakat juga agar mengetahui setiap gerak langkah saya
dalam membentuk jati diri, dan rakyat diberi kesempatan untuk melihat
bener atau tidak, mampu atau tidak, sependapat atau tidak, dan sebagainya,
ujuarnya.

Keberpihakannya pada rakyat ini memang terbukti. Pada 14 Mei 1998,


ketika gelombang demontrasi mahasiswa semakin membesar, Sultan
mengatakan, Saya siap turun ke jalan. Ia benar-benar tampil dan berpidato
di berbagai tempat menyuarakan pembelaan pada rakyat, sambil berpesan
Jogja harus menjadi pelopor gerakan reformasi secara damai, tanpa
kekerasan.Aksi turun ke jalan yang dilakukan Sri Sultan HB X itu bukan
tanpa alasan. Jika pemimpin tidak benar, kewajiban saya untuk
mengingatkan. Karena memang kebangetan (keterlaluan), ya tak pasani
sesasi tenan (ya saya puasai sebulan penuh), katanya.

Puasa itu dimulai 19 April dan berakhir 19 Mei 1998 saat Sri Sultan HB
X dan Sri Paku Alam VIII tampil bersama menyuarakan Maklumat
Yogyakarta, yang mendukung gerakan reformasi total dan damai. Itu yang
dia sebut ngelakoni. Pada akhir puasa, ia mengaku mendapat isyarat kultural
Soeharto jatuh, manakala omah tawon sekembaran dirubung laron sak
pirang-pirang (sepasang sarang tawon dikerumuni kelekatu dalam jumlah
sangat banyak).

Bukan maksud saya mengabaikan peran mahasiswa. Saya hanya


mendukung gerakan itu dengan laku kultural. Itu maksud saya. Memang,
sehari setelah banjir massa yang jumlahnya sering disebut lebih dari sejuta
manusia di Alun-alun Utara Jogjakartamengikuti Aksi Reformasi Damai
dengan mengerumuni sepasang berigin berpagar (ringin kurung)Soeharto
pun lengser.

Sri Sultan HB X dengan Keraton Jogjakarta-nya memang fenomenal.


Kedekatannya dengan rakyat, dan karena itu juga kepercayaan rakyat
terhadapnya, telah menjadi ciri khas yang mewarisi hingga kini. Lihat saja,
misalnya, pada 20 Mei 1998, di bawah reksa Sultan, aparat keamanan berani
melepas mahasiswa ke alun-alun utara. Sebelum itu hampir setiap hari
mahasiswa bersitegang melawan aparat keamanan untuk keluar dari kampus.

Di pagi hari yang cerah di hari peringatan Kebangkitan Nasional 1998


itu, mahasiswa berbaris dengan amat tertib menyuarakan mantra sakti
reformasi menuju Alun-alun Utara. Mereka pergi untuk mendengarkan
maklumat yang akan dibacakan sebagai semacam pernyataan politik Sri
Sultan.

Di era reformasi, bersama Gus Dur, Megawati dan Amien Rais, Sultan
Hamengku Buwono X menjadi tokoh yang selalu diperhitungkan. Legitimasi
mereka berempat sebagai tokoh-tokoh yang dipercaya rakyat bahkan
melebihi legitimasi yang dimiliki lembaga formal seperti DPR.

Mereka berempat adalah deklarator Ciganjur, yang lahir justru ketika


MPR sedang melakukan bersidang. Mereka berempat, plus Nurcholis
Madjid dan beberapa tokoh nasional lain, diundang Pangab Jenderal TNI
Wiranto untuk ikut mengupayakan keselamatan bangsa, setelah pristiwa
kerusuhan di Ambon.Pada masa kepemimpinannya, Yogyakarta mengalami
gempa bumi yang terjadi pada bulan Mei 2006 dengan skala 5,9 sampai
dengan 6,2 Skala Richter yang menewaskan lebih dari 6000 orang dan
melukai puluhan ribu orang lainnya.

Pada peringatan hari ulang tahunnya yang ke-61 di Pagelaran Keraton 7


April 2007, ia menegaskan tekadnya untuk tidak lagi menjabat setelah
periode jabatannya 2003-2008 berakhir. Dalam pisowanan agung yang
dihadiri sekitar 40.000 warga, ia mengaku akan mulai berkiprah di kancah
nasional. Ia akan menyumbangkan pemikiran dan tenaganya untuk
kepentingan bangsa dan negara.
4.Museum Merapi
a. Jelaskan faktor-faktor penyebab terjadinya letusan Gunung Merapi
Jawab :
PENGERTIAN, FAKTOR PENYEBAB, dan DAMPAK TERJADINYA
LETUSAN GUNUNG MERAPI
Gunung Merapi adalah tempat atau lubang dimana batuan pijar dan
atau gas, biasanya kedua-duanya, keluar ke permukaan bumi, dan bahan
padat yang terakumulasi di sekeliling lubang membentuk bukit atau gunung
(Macdonald, 1972). Dengan demikian titik berat pengertian gunung
merapi adalah pada adanya lubang dan keluarnya magma, sedangkan
bentuk bentang alam berupa bukit atau gunung bukan merupakan keharusan,
karena banyak gunungapi yang tidak membentuk gunung. Namun karena di
Indonesia hampir seluruh gunungapi berbentuk gunung maka (secara salah
kaprah) orang menyebutnya sebagai gunungapi (gunung api) atau gunung
berapi. Letusan gunung merapi sendiri mengandung pengertian sebagai
peristiwa yang terjadi akibat endapan magma di dalam perut bumi yang
didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi.
Gambar Penampang gunung merapi (modifikasi dari krafft, 1989).

FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA LETUSAN GUNUNG MERAPI


Gunung merapi dapat meletus sebagai akibat dari peningkatan bouyancy
dan mobilitas tubuh magma. Hal tersebut terjadi di bawah, dalam, dan atas
magma chamber. Magma chamber yang terdesak oleh batuan
mengakibatkan volume magma bertambah dan akhirnya muncul sebagai
letusan. Pengetahuan tentang tektonik lempeng merupakan pemecahan
awal dari teka-teki fenomena alam termasuk deretan pegunungan, benua,
gempabumi dan gunungapi. Bumi mempunyai banyak cairan dan air di
permukaan. Kedua faktor tersebut sangat mempengaruhi pembentukan dan
komposisi magma serta lokasi dan kejadian gunungapi.

Panas bagian dalam bumi merupakan panas yang dibentuk selama


pembentukan bumi sekitar 4,5 miliar tahun lalu, bersamaan dengan panas
yang timbul dari unsur radioaktif alami, seperti elemen-elemen isotop K, U
dan Th terhadap waktu. Bumi pada saat terbentuk lebih panas, tetapi
kemudian mendingin secara berangsur sesuai dengan perkembangan
sejarahnya. Pendinginan tersebut terjadi akibat pelepasan panas dan
intensitas vulkanisma di permukaan. Perambatan panas dari dalam bumi ke
permukaan berupa konveksi, dimana material-material yang terpanaskan
pada dasar mantel, kedalaman 2.900 km dibawah muka bumi bergerak
menyebar dan menyempit disekitarnya. Pada bagian atas mantel, sekitar 7-
35 km di bawah muka bumi, material-material tersebut mendingin dan
menjadi padat, kemudian tenggelam lagi ke dalam aliran konveksi tersebut.
Litosfir termasuk juga kerak, umumnya mempunyai ketebalan 70-120 km
dan terpecah menjadi beberapa fragmen besar yang disebut lempeng
tektonik. Lempeng bergerak satu sama lain dan juga menembus ke arah
konveksi mantel. Bagian alas litosfir melengser di atas zona lemah bagian
atas mantel, yang disebut juga astenosfir. Bagian lemah astenosfir terjadi
pada saat atau dekat suhu dimana mulai terjadi pelelehan, kosekuensinya
beberapa bagian astenosfir melebur, walaupun sebagian besar masih padat.
Kerak benua mempunyai tebal lk.35 km, berdensiti rendah dan berumur 1 -
2 miliar tahun, sedangkan kerak samudera lebih tipis (lk. 7 km), lebih padat
dan berumur tidak lebih dari 200 juta tahun. Kerak benua posisinya lebih di
atas dari pada kerak samudera karena perbedaan berat jenis, dan keduanya
mengapung di atas astenosfir.
b. Jelaskan dampak positif dan negatif dari letusan Gunung Merapi bagi
penduduk sekitar!
Jawab :
DAMPAK POSITIF DARI LETUSAN GUNUNG MERAPI
Tanah yang dilalui oleh hasil vulkanis gunung berapi sangat baik bagi
pertanian sebab tanah tersebut secara alamiah menjadi lebih subur dan bisa
menghasilkan tanaman yang jauh lebih berkualitas, Material vulkanik berupa
pasir dan batu memiliki nilai ekonomis sehingga dapat menjadi alternatif
mata pencaharian baru penduduk setempat sebagai penambang pasir dan
batu, Meski ekosistem hutan rusak namun dalam beberapa waktu akan
tumbuh lagi pepohonan yang membentuk hutan baru dengan ekosistem yang
juga baru, Setelah gunung meletus biasanya terdapat geyser atau sumber
mata air panas yang keluar dari dalam bumi dengan berkala atau secara
periodik dan mengandung mineral tertentu yang baik bagi kesehatan kulit.

DAMPAK NEGATIF DARI LETUSAN GUNUNG MERAPI


Jatuhan piroklastik : Jatuhan piroklastik terjadi dari letusan yang
membentuk tiang asap cukup tinggi, pada saat energinya habis, abu akan
menyebar sesuai arah angin kemudian jatuh lagi ke muka bumi. Hujan abu
ini bukan merupakan bahaya langsung bagi manusia, tetapi endapan abunya
akan merontokkan daun-daun dan pepohonan kecil sehingga merusak agro
dan pada ketebalan tertentu dapat merobohkan atap rumah. Sebaran abu di
udara dapat menggelapkan bumi beberapa saat serta mengancam bahaya
bagi jalur penerbangan.

Aliran piroklastik (awan panas) : aliran piroklastik dapat terjadi akibat


runtuhan tiang asap erupsi plinian, letusan langsung ke satu arah, guguran
kubah lava atau lidah lava dan aliran pada permukaan tanah (surge). Aliran
piroklastik sangat dikontrol oleh gravitasi dan cenderung mengalir melalui
daerah rendah atau lembah. Mobilitas tinggi aliran piroklastik dipengaruhi
oleh pelepasan gas dari magma atau lava atau dari udara yang terpanaskan
pada saat mengalir. Kecepatan aliran dapat mencapai 150-250 km/jam dan
jangkauan aliran dapat mencapai puluhan kilometer walaupun bergerak di
atas air/laut.

Leleran lava : leleran lava merupakan cairan lava yang pekat dan panas
dapat merusak segala infrastruktur yang dilaluinya. Kecepatan aliran lava
tergantung dari kekentalan magmanya, makin rendah kekentalannya, maka
makin jauh jangkauan alirannya. Suhu lava pada saat dierupsikan berkisar
antara 800-1200 C. Pada umumnya di Indonesia, leleran lava yang
dierupsikan gunungapi, komposisi magmanya menengah, sehingga
pergerakannya cukup lamban, sehingga manusia dapat menghindarkan diri
dari terjangannya.

Lahar letusan : Lahar letusan terjadi pada gunung api yang mempunyai
danau kawah. Apabila volume air dalam kawah cukup besar akan menjadi
ancaman langsung saat terjadi letusan dengan menumpahkan lumpur panas.
Gas vulkanik beracun : Gas beracun umumnya muncul pada gunungapi
aktif berupa CO, CO2, HCN, H2S, SO2, dll, pada konsentrasi di atas
ambang batas dapat membunuh.
Banjir bandang : banjir bandang terjadi akibat longsoran material
vulkanik lama pada lereng gunungapi karena jenuh air atau curah hujan
cukup tinggi. Aliran Lumpur disini tidak begitu pekat seperti lahar, tapi
cukup membahayakan bagi penduduk yang bekerja di sungai apabila dengan
tiba-tiba terjadi aliran lumpur.

Lahar hujan : lahar hujan terjadi apabila endapan material lepas hasil
erupsi gunungapi yang diendapkan pada puncak dan lereng, terangkut oleh
hujan atau air permukaan. Aliran lahar ini berupa aliran lumpur yang sangat
pekat sehingga dapat mengangkut material berbagai ukuran. Bongkahan batu
besar berdiameter lebih dari 5 m dapat mengapung pada aliran lumpur ini.
Lahar juga dapat merubah topografi sungai yang dilaluinya dan merusak
infrastruktur.
Longsoran vulkanik : longsoran vulkanik dapat terjadi akibat letusan
gunungapi, eksplosi uap air, alterasi batuan pada tubuh gunungapi sehingga
menjadi rapuh, atau terkena gempabumi berintensitas kuat. Longsoran
vulkanik ini jarang terjadi di gunungapi secara umum sehingga dalam peta
kawasan rawan bencana tidak mencantumkan bahaya akibat Longsoran
vulkanik.

c. Sebutkan dan jelaskan letusan Gunung Merapi yang pernah terjadi di


Yogyakarta!
Jawab : Pada tahun 2002 terjadi letusan yang sangat besar dimana
penduduk pada pindah ke tempat pengungsian

d. Lengkapi dengan dokumentasinya!