Anda di halaman 1dari 12

Pendahuluan

Alat ukur, pengukuran dan kalibrasi adalah suatu rangkaian proses


kegiatan yg saling berhubungan dan tidak bisa dipisahkan satu dengan yg
lainnya.

Alat ukur : suatu alat bantu yg digunakan untuk mendapatkan informasi data
dari sebuah obyek pengukuran.

Pengukuran : suatu kegiatan mengumpulkan data yg diinformasikan oleh alat


ukur. Setiap alat ukur yg digunakan belum tentu dapat memberikan nilai yg
benar, sehingga untuk mengetahui kebenaran nilai ukur maka alat tsb haruslah
mendapat jaminan kebenaran nilai, sedangkan jaminan kebenaran ini diperoleh
dari suatu proses pengukuran yg disebut proses kalibrasi.

Kalibrasi adalah suatu proses kegiatan untuk menentukan kebenaran


konvensional nilai penunjukan alat ukur dengan cara membandingkan terhadap
standar ukurnya (yg telah diketahui nilainya) yang mampu tertelusur ke standar
nasional atau internasional.
Tujuan Kalibrasi
Menentukan deviasi kebenaran konvensional nilai penunjukan suatu instrumen
ukur terhadap nilai nominalnya.

Menjamin hasil pengukuran sesuai dengan standar nasional atau internasional.

Alat ukur bisa memberikan nilai ukur yg dapat dipercaya, karena ketertelusuran
nilai yg jelas.

Dengan adanya jaminan kebenaran nilai yg ditunjukan suatu alat ukur akan
mempermudah seseorang menganalisa permasalahan yg ada.
Metode kalibrasi

Metode umum yg digunakan untuk mengkalibrasi alat ukur tekanan adalah metode
perbandingan langsung antara nilai ukur yang dibaca oleh alat ukur (UUT) dengan nilai
ukur yang dibaca oleh alat ukur standard yang mempunyai keakurasian atau ketelitian yg
lebih baik dari UUT.
Setiap alat ukur tekanan mempunyai prinsip kerja yg sama yaitu dengan cara
memanfaatkan sifat elastis dari sensor yg digunakannya; perubahan bentuk dari sensor
tekanan dibaca dengan 2 sistem, yaitu :

Sistem mekanik

Tekanan yg Deformasi Gerakan Jarum Analog Pressure


digunakan material sensor Penunjuk Gauge

Sistem elektrik

Tekanan yg Deformasi Digital Pressure


Sinyal listrik
digunakan material sensor Gauge
Hal-hal yg perlu diperhatikan sebelum melakukan kalibrasi
Persiapkan peralatan yg digunakan termasuk alat bantunya.
Perhatikan media perantara (fluida) yg digunakan.
Pilih standard yg sesuai, disarankan menggunakan standard berkapasitas :
2x kapasitas UUT atau
1.5x kapasitas UUT, atau
1x kapasitas UUT, dalam hal ini titik ukur UUT sebaiknya sampai 95%
dari skala maks.
Gunakan Instruksi Kerja yg sesuai.
Perhatikan teori dasar dari sistem pengukuran yg dilakukan.
Langkah kerja dalam pengambilan data (prosedur kalibrasi).
Proses analisa data.
Proses pelaporan akhir atau sertifikat kalibrasi.
Prinsip Kerja Dead Weight Tester
Tekanan didefinisikan sebagai gaya yang bekerja merata pada satuan luas permukaan
tertentu yang dirumuskan, sebagai :
P = F/A, dimana P : Tekanan
F : Gaya
A : Luas
Dead Weight Tester (DWT) adalah salah satu alat ukur tekanan, dimana pengukuran
dilakukan terhadap gaya dan luas yang menghasilkan tekanan untuk melakukan
kalibrasi terhadap instrument dengan accuracy yang tinggi.
Pada dasarnya DWT terdiri dari 3 komponen, yaitu :
a. Piston Silinder
b. Beban ( Weight)
c. Pompa penekan
Piston Silinder merupakan komponen terpenting, terdiri dari piston yg dimasukkan ke
dalam silinder secara pas sekali, sehingga fluida penghantar tidak dapat keluar melalui
rongganya, tapi piston dapat bergerak secara sangat bebas thd silinder dengan gesekan
yg sangat kecil sekali. Untuk memperkecil gesekan yg terjadi antara piston dan silinder
posisi Piston-Silinder harus betul-betul vertikal dan pada saat pengukuran piston selalu
diputar.
Cara mengoperasikan DWT Model 380 Budenberg

Pasang Standard Test Gauge pada Gauge Standard dan atur posisi , sehingga mudah
dibaca.

Buka valve A & B, putar penuh screw handle pump searah jarum jam dan berlawanan arah
jarum jam beberapa kali sampai tidak ada udara yg terjebak dalam oli.
Putar penuh screw handle pump berlawanan arah jarum jam.

Pasang beban (weight) pada piston carrier sesuai berat yg diinginkan.

Tutup valve B, putar screw handle pump searah jarum jam, sehingga piston terangkat dan
kepada piston mengambang di dalam pita biru (untuk tekanan rendah) dan pita merah
(untuk tekanan tinggi).

Putar Weight pada piston, dan segera catat nilai yg ditunjukkan oleh pointer pada skala Test
Gauge yg dikalibrasi. Beban diputar dengan perkiraan sehingga didapat tekanan yg
diinginkan secara benar. Tambahkan beban untuk mendapatkan skala yg lebih tinggi, dan
kurangi beban untuk mendapatkan skala yg lebih rendah.
Catat data yang didapat dari angka terendah sampai angka tertinggi, dan data dari
angka tertinggi ke angka terendah.
Ambil beberapa titik secukupnya ( sesuai dengan range Test Gauge yg dikalibrasi).

Setelah selesai melakukan kalibrasi, lepaskan semua sisa tekanan dengan membuka
valve B dan memutar screw handle pump berlawanan arah jarum jam sehingga alat
pada kondisi awal (tanpa tekanan).

Dead Weight Tester, Budenberg Hydraulic Gauge Tester, Budenberg


Cara mengoperasikan Hydraulic Gauge Tester Budenberg
Pasang Standard Test Gauge pada gauge stand disisi yang satu, dan Pressure Gauge
pada gauge stand disisi lainnya.

Atur posisi Standard Test Gauge maupun Pressure Gauge yang akan dikalibrasi sehingga
mudah dibaca.

Buka Gauge Connection Valve dan tutup Oil Reservoir Valve.

Berikan tekanan dengan memutar screw handle pump searah jarum jam sehingga dicapai
tekanan yang diinginkan, dan putar kembali screw handle pump berlawanan arah jarum jam
untuk menurunkan atau melepas tekanan.

Apabila untuk mencapai tekanan yang lebih tinggi tidak mencukupi, tutup Gauge
Connection Valve dan buka Oil Reservoir Valve, putar screw handle pump berlawanan
arah jarum jam sampai berhenti, kemudian tutup Oil Reservoir Valve dan buka Gauge
Connection Valve lalu putar screw handle pump untuk mendapatkan tekanan yang lebih
tinggi.

Setelah selesai melakukan kalibrasi, lepaskan semua sisa tekanan dengan membuka
perlahan-lahan Oil Reservoir Valve, kemudian putar screw handle pump searah jarum jam
hingga alat pada kondisi awal dan tutup Oil Reservoir Valve