Anda di halaman 1dari 14

Bahan Ajar Fisika XII 2014

Handout 1 : GEJALA GELOMBANG


Standar : 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam
Kompetensi menyelesaikan masalah.
Kompetensi : 1.1. Mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang secara umum.
Dasar

Ringkasan : Pengertian Gelombang


Materi Gelombang adalah usikan/gangguan yang merambat. Sumber
gelombang adalah getaran. Jadi gelombang adalah energi getaran
yang merambat. Gelombang tidak memindahkan materi dari satu
tempat ke tempat lainnya, gelombang hanya memindahkan
energi getaran.

Pembagian gelombang menurut arah getar:


1. Gelombang Transversal
gelombang yang arah getarnya tegak lurus dengan arah
rambatnya.
Contoh : gelombang pada tali, gelombang cahaya

Arah getar gelombang

Arah rambat gelombang

2. Gelombang Longitudinal
gelombang yang arah getarnya sejajar (searah) dengan arah
arah rambatnya.
Contoh : gelombang pada per/pegas ketika ujungnya diberi
energi, gelombang bunyi
Arah rambat gelombang

rapatan renggangan

Arah getar gelombang

Pembagian gelombang menurut amplitudo:


1. Gelombang Berjalan
gelombang yang mempunyai amplitudo sama di tiap titik yang
dilaluinya.
1
2. Gelombang Diam (= stasioner = tegak = berdiri)
gelombang yang mempunyai amplitudo tidak sama di tiap titik
yang dilaluinya.

Rizki Donhery | SMAN 1 Sumatera Barat


Bahan Ajar Fisika XII 2014

Pembagian gelombang menurut medium:


1. Gelombang Mekanik
gelombang yang memerlukan medium untuk merambat.
Gelombang mekanik tidak dapat merambat dalam ruang hampa.
Contoh : bunyi (suara)
2. Gelombang Elektromagnetik
gelombang yang tidak memerlukan medium untuk merambat.
Contoh : cahaya, sinar-X

Besaran-besaran Gelombang
1. Panjang Gelombang ( )
Panjang gelombang merupakan besaran utama dalam gelombang.
Satu panjang gelombang terdiri dari satu bukit dan satu lembah
(untuk gelombang transversal) atau satu rapatan dan satu
renggangan (dalam gelombang longitudinal)

rapatan renggangan

2. Frekuensi ( f )
Frekuensi adalah banyaknya gelombang tiap detik. Satuan
frekuensi adalah hertz ( Hz )
f = n/t
3. Periode ( T )
Periode adalah waktu yang diperlukan untuk membentuk satu
panjang gelombang. Satuan periode adalah detik ( sekon )
T = t/n
4. Cepat rambat gelombang ( v )
Cepat rambat gelombang merupakan kelajuan gelombang dalam
menempuh jarak tiap satuan waktu.
v = s/t ,
s = jarak yang ditempuh gelombang, 2
t = waktu yang diperlukan gelombang untuk menempuh jarak s.
Hubungan antara v, f dan dituliskan :
v=.f

Rizki Donhery | SMAN 1 Sumatera Barat


Bahan Ajar Fisika XII 2014

Gejala-gejala Gelombang

Setiap gelombang bisa mengalami pemantulan (refleksi),


pembiasan/pembelokan arah (refraksi),
penggabungan/superposisi (interferensi), pelenturan (difraksi).
Akan tetapi tidak semua gelombang bisa mengalami polarisasi.
Gelombang yang bisa mengalami polarisasi hanyalah gelombang
transversal.

Gelombang mengalami pemantulan Gelombang mengalami pelenturan ( difraksi ) ketika


melalui celah sempit

1. Gelombang dapat mengalami pemantulan


Pemantulan (refleksi) adalah peristiwa pengembalian seluruh
atau sebagian dari suatu berkas partikel atau gelombang bila
berkas tersebut bertemu dengan bidang batas antara dua
medium. Suatu garis atau permukaan dalam medium 2 atau 3
dimensi yang dilewati gelombang disebut muka gelombang.
Muka gelombang merupakan tempat kedudukan titik-titik yang
mengalami gangguan dengan fase yang sama, biasanya tegak
lurus arah gelombang dan dapat mempunyai bentuk, misalnya
muka gelombang melingkar dan lurus. Semua gelombang dapat
dipantulkan jika mengenai penghalang.
Contohnya seperti gelombang
stationer pada tali. Gelombang datang
dapat dipantulkan oleh penghalang.
Contoh lain Ananda mungkin sering
mendengar gema yaitu pantulan
gelombang bunyi. Gema dapat terjadi
3
di gedung-gedung atau saat
berekreasi ke dekat tebing.

Rizki Donhery | SMAN 1 Sumatera Barat


Bahan Ajar Fisika XII 2014

2. Gelombang dapat mengalami pembiasan


Pembiasan dapat diartikan sebagai pembelokan gelombang yang
melalui batas dua medium yang berbeda. Pada pembiasan ini
akan terjadi perubahan cepat rambat, panjang gelombang dan
arah. Sedangkan frekuensinya tetap.
Hukum Snellius:
1 n1

n2
2

3. Gelombang dapat mengalami Interferensi


Interferensi adalah perpaduan dua gelombang atau lebih. Jika
dua gelombang dipadukan maka akan terjadi dua kemungkinan
yang khusus, yaitu saling menguatkan dan saling melemahkan.
Interferensi saling menguatkan disebut interferensi konstruktif
dan terpenuhi jika kedua gelombang sefase. Interferensi saling
melemahkan disebut interferensi destruktif dan terpenuhi jika
kedua gelombang berlawanan fase.

Interaksi antara dua gerakan gelombang atau lebih yang


mempengaruhi suatu bagian medium yang sama sehingga
gangguan sesaat pada gelombang paduan merupakan jumlah
vektor gangguan-gangguan sesaat pada masing-masing
gelombang merupakan penjelasan fenomena interferensi.
Interferensi terjadi pada dua gelombang koheren, yaitu
gelombang yang memiliki frekuensi dan beda fase sama.

4. Gelombang dapat mengalami difraksi


Difraksi disebut juga pelenturan yaitu gejala gelombang yang 4
melentur saat melalui lubang kecil sehingga mirip sumber baru.
Gelombang air dapat melalui celah sempit membentuk
gelombang baru.

Rizki Donhery | SMAN 1 Sumatera Barat


Bahan Ajar Fisika XII 2014

Besarnya difraksi bergantung pada ukuran penghalang dan


panjang gelombang. Makin kecil penghalang dibandingkan
panjang gelombang dari gelombang itu, makin besar
pembelokannya.

a b
Difraksi gelombang: (a). Pada celah lebar, (b) pada celah sempit

5. Gelombang dapat mengalami dispersi


Dispersi adalah peristiwa penguraian sinar cahaya yang
merupakan campuran beberapa panjang gelombang menjadi
komponen-komponennya karena pembiasan. Dispersi terjadi
akibat perbedaan deviasi untuk setiap panjang gelombang, yang
disebabkan oleh perbedaan
kelajuan masing-masing
gelombang pada saat melewati
medium pembias. Apabila sinar
cahaya putih jatuh pada salah satu
sisi prisma, cahaya putih tersebut
akan terurai menjadi
komponennya.

6. Gelombang dapat mengalami polarisasi


Polarisasi merupakan proses pembatasan getaran vektor yang
membentuk suatu gelombang transversal sehingga menjadi satu
arah. Polarisasi hanya terjadi pada gelombang transversal saja 5
dan tidak dapat terjadi pada gelombang longitudinal. Suatu
gelombang transversal mempunyai arah rambat yang tegak lurus
dengan bidang rambatnya. Apabila suatu gelombang memiliki

Rizki Donhery | SMAN 1 Sumatera Barat


Bahan Ajar Fisika XII 2014

sifat bahwa gerak medium dalam bidang tegak lurus arah rambat
pada suatu garis lurus, dikatakan bahwa gelombang ini
terpolarisasi linear.
Arah getar

Arah getar

Sebuah gelombang tali mengalami polarisasi setelah dilewatkan


pada celah yang sempit. Arah bidang getar gelombang tali
terpolarisasi adalah searah dengan celah.

Gelombang Tsunami

Tsunami merupakan sebuah gelombang besar di


laut yang mempunyai panjang gelombang yang
besar, perioda, frekuensi, cepat rambat
gelombang dan energi yang disebabkan oleh
kejadian-kejadian seismik ataupun non-seismik
dengan membawa energi dalam perambatannya
menuju ke pantai.

Tsunami dapat terjadi karena adanya pergerakan massa air laut


yang disebabkan oleh aktivitas seismik dan non-seismik yang
terjadi di lautan. Aktivitas seismik dan non-seismik inilah yang
merupakan suatu gangguan (usikan) yang terjadi di dalam
medium perambatannya. Karena laut telah mendapat gangguan
yang cukup besar, maka terjadilah gelombang besar yang disebut
tsunami.
Sebuah tsunami menjalar keluar dari tempat awal ia timbul dalam
bentuk rangkaian gelombang. Kecepatan tsunami tergantung
pada kedalaman air. Di perairan dalam, seperti misalnya yang
berada jauh dari pantai, gelombang tsunami akan menjalar
dengan cepat. Ketika air mulai dangkal, yaitu ketika semakin
mendekati pantai, kecepatan gelombang tsunami juga akan
berkurang. Di laut dalam, gelombang tsunami dapat bergerak
dengan kecepatan 500 hingga 1.000 km/jam, sama cepatnya
dengan pesawat terbang. Mendekati pantai, kecepatan tsunami 6
akan berkurang hingga hanya beberapa puluh km per jam
(Gambar 14). Namun demikian, kecepatan air mendekati dan
menggenangi pantai masih lebih cepat dari kecepatan manusia

Rizki Donhery | SMAN 1 Sumatera Barat


Bahan Ajar Fisika XII 2014

untuk berlari.

Hubungan Ketinggian Tsunami dengan Kedalaman


Sumber: http://www.globalsecurity.org/eye/andaman-pix2.htm.

Ketinggian gelombang tsunami yang disebut dengan amplitudo


gelombang juga tergantung pada kedalaman perairan.
Gelombang tsunami yang hanya setinggi satu meter atau kurang
dari itu di laut dalam bisa menjadi puluhan meter ketika
menjangkau pantai. Tidak seperti gelombang laut yang didorong
oleh angin yang hanya merupakan gejolak di permukaan laut,
energi gelombang tsunami bisa menjalar dari permukaan hingga
ke dasar lautan. Ini bisa terjadi karena gelombang tsunami dipicu
oleh gempa bumi di dasar laut yang menggerakkan keseluruhan
tubuh air di seluruh lautan tersebut. Mendekati pantai, energi ini
terkonsentrasi pada arah vertikal karena berkurangnya
kedalaman air dan pada arah horisontal dengan memendeknya
panjang gelombang karena berkurangnya kecepatan gelombang.
Akibatnya, gelombang akan naik secara dramatis ketika mencapai
perairan dangkal.

Panjang gelombang tsunami lebih besar daripada panjang


gelombang laut secara normal. Panjang gelombang juga bisa
dijelaskan sebagai periode gelombang yang menunjukkan waktu
siklus satu gelombang tunggal, yaitu waktu yang diperlukan
mulai dari datangnya satu puncak gelombang hingga puncak
gelombang berikutnya. Karena panjang gelombang tsunami
sangat panjang, periode tsunami bisa berkisar mulai dari sekedar
hitungan menit hingga satu jam atau lebih. Hal lain yang sangat
penting diingat adalah bahwa tsunami bukan berupa satu
gelombang tunggal namun merupakan rangkaian gelombang. 7
Selain itu, ketika tsunami menjangkau pantai, dalam banyak
kasus biasanya gelombang yang pertama datang bukanlah
gelombang yang terbesar di antara rangkaian gelombang yang

Rizki Donhery | SMAN 1 Sumatera Barat


Bahan Ajar Fisika XII 2014

masih akan menghantam. Gelombang yang datang kemudian


jauh lebih besar dan jauh lebih merusak.

Energi gelombang tsunami merupakan fungsi perkalian antara


besar gelombang dan kecepatannya. Besar gelombang ditentukan
oleh tinggi (amplitudo) dan panjang gelombang. Makin besar
amplitudo dan panjang gelombang, maka energi juga makin
besar. Nilai energi ini dianggap konstan, yang berarti besar
gelombang berbanding terbalik dengan kecepatan merambat
gelombang. Oleh karena itu, ketika gelombang mencapai daratan,
tingginya meningkat sementara kecepatannya menurun. Saat
memasuki wilayah pantai yang lebih dangkal, kecepatan
gelombang tsunami menurun sedangkan tingginya meningkat,
menciptakan gelombang yang berpotensi sangat merusak.
Karena kecepatan bergantung pada panjang gelombang, maka
makin lambat kecepatan rambat gelombang, panjang gelombang
juga makin pendek. Sementara itu, periode gelombang dianggap
konstan. Karena itu, energi gelombang sebanding dengan kuadrat
kecepatan rambat gelombang.

Berdasarkan teori-teori yang mendasari proses tsunami, maka


kita dapat menghitung kecepatan gelombang tsunami yang
datang melanda pantai. Gelombang tsunami mempunyai
amplitudo yang memperhitungkan kedalaman laut. Makin
dangkal kedalaman laut, makin lambat perambatan gelombang.
Gelombang tsunami bergerak dengan kecepatan yang setara
dengan akar kuadrat hasil perkalian antara percepatan gravitasi
Bumi dan kedalaman air laut. Dapat ditulis secara matematis
menjadi:

dimana:
v = kecepatan tsunami (m/s)
g = gravitasi (9,8 m/s2)
h = kedalaman laut (m)

Contoh Soal : 1. Sebuah gelombang menjalar pada air. Dalam waktu 2 s


gelombang dapat menempuh jarak 10 m. Pada jarak tersebut
8
terdapat 4 gelombang. Tentukan frekuensi, periode, panjang
gelombang, dan cepat rambat gelombang!

Rizki Donhery | SMAN 1 Sumatera Barat


Bahan Ajar Fisika XII 2014

Diket:
t = 2 s, s = 10 m, n = 4
a. frekuensi gelombang :
f = n/t
= 4/2
= 2 Hz
b. periodenya setara :
T = 1/f
=s
c. panjang gelombang memenuhi :
= s/n
= 10/4
= 2,5 m
d. cepat rambat gelombang :
v= f
= 2,5 . 2 = 5 m/s

2. Sebuah gempa terjadi di sebelah barat Aceh pada kedalaman


sekitar 2000 m dan diperkirakan menimbulkan terjadinya
tsunami beberapa saat kemudian, berapakah besar kecepatan
rambat gelombang tsunami yang terjadi dengan hanya sedikit
energi yang hilang?
Jawab:

Jika dikonversikan, akan menjadi 504 km/jam. Nilai kecepatan ini


setara dengan kecepatan sebuah pesawat terbang yang sedang
terbang menuju ruang angkasa. WAOOOOW !!!

Tugas : Tugas dikerjakan di kertas double folio dan dikumpulkan paling lambat
Terstruktur 1 minggu Terhitung Mulai Tanggal tugas diberikan.

1. Sebuah gelombang transversal yang mempunyai frekuensi


16 Hz merambat dengan kecepatan 40 m/s. Panjang
gelombang tersebut sebesar .
A. 0,2 m
B. 0,4 m
C. 0,6 m
D. 0,8 m
E. 2,5 m 9

2. Gelombang transversal merambat dari A ke B dengan cepat


rambat 12 m/s, frekuensi 4 Hz, dan amplitudo 5 cm. Jika jarak

Rizki Donhery | SMAN 1 Sumatera Barat


Bahan Ajar Fisika XII 2014

AB = 18 m, maka banyaknya gelombang yang terjadi


sepanjang AB adalah .
A. 4
B. 6
C. 7
D. 8
E. 9

3. Sebuah slinki menghasilkan gelombang longitudinal dengan


jarak renggangan dan rapatan berurutan 7,5 cm. Jika cepat
rambat gelombang pada slinki 3 m/s, maka frekuensi
gelombangnya adalah ....
A. 3 Hz
B. 7,5 Hz
C. 10 Hz
D. 20 Hz
E. 22,5 Hz

4. Jarak antara dua buah titik yang berdekatan dengan fase sama
adalah 8 m. Jika periode gelombang 2 sekon, maka cepat
rambat gelombang adalah ....
A. 2 m/s
B. 4 m/s
C. 8 m/s
D. 16 m/s
E. 32 m/s

5. Gelombang air laut menyebabkan permukaan air naik turun


dengan periode 2 detik. Jika jarak antara dua puncak
gelombang 5 meter maka gelombang akan mencapai jarak
10 meter dalam waktu .
A. 1 detik
B. 2 detik
C. 3 detik
D. 4 detik
E. 5 detik

6. Gelombang yang merambat dalam suatu medium


diungkapkan dalam bentuk grafik simpangan sebagai fungsi
10
jarak dan fungsi waktu yang masing-masing ditunjukkan
seperti pada gambar.

Rizki Donhery | SMAN 1 Sumatera Barat


Bahan Ajar Fisika XII 2014

Cepat rambat gelombangnya adalah...


A. 20 cm/s
B. 25 cm/s
C. 40 cm/s
D. 50 cm/s
E. 75 cm/s

7. Seorang nelayan merasakan perahunya dihempas gelombang


sehingga perahu bergerak naik-turun. Waktu yang diperlukan
untuk bergerak dari puncak ke lembah adalah 3 s. Nelayan
juga mengamati bahwa jarak antarpuncak gelombang adalah
12 m. Waktu yang diperlukan oleh gelombang untuk
mencapai pantai yang jauhnya 100 m adalah .
A. 3 s
B. 4 s
C. 8 s
D. 33 s
E. 50 s

8. Pada gelombang air laut terdapat dua buah gabus yang


terpisah satu dengan lainnya sejauh 200 cm. Keduanya turun
naik dengan periode s. Salah satu gabus berada di puncak
gelombang, yang satunya berada di puncak gelombang yang
lain. Di antara kedua gabus tersebut terdapat satu bukit
gelombang. Panjang gelombang dan cepat rambat gelombang
tersebut berturut-turut adalah .
A. 0,5 m dan 2 m/s
B. 2 m dan 0,5 m/s
C. 1 m dan 0,25 m/s
D. 1 m dan 4 m/s
E. 4 m dan 4 m/s

9. Dua buah gabus berada di puncak-puncak gelombang.


Keduanya bergerak naik-turun di atas permukaan air laut
sebanyak 20 kali dalam waktu 4 detik mengikuti gelombang 11
air laut. Jika jarak kedua gabus 100 cm dan di antaranya
terdapat dua lembah dan satu bukit, frekuensi gelombang dan
cepat rambat gelombang berturut-turut adalah .

Rizki Donhery | SMAN 1 Sumatera Barat


Bahan Ajar Fisika XII 2014

A. 0,2 Hz dan 2 m/s


B. 5,0 Hz dan 2 m/s
C. 0,2 Hz dan 2,5 m/s
D. 2,5 Hz dan 2,5 m/s
E. 5,0 Hz dan 2,5 m/s

10. Dua gabus berjarak 2 m mengapung di bukit dan lembah


gelombang laut yang berdekatan. Butuh waktu 1 sekon untuk
kedua gabus berubah posisi dari bukit ke lembah gelombang.
Panjang gelombang dan kecepatan rambat gelombang laut
tersebut adalah .
A. 2 m dan 2 m/s
B. 2 m dan 4 m/s
C. 4 m dan 2 m/s
D. 4 m dan 4 m/s
E. 8 m dan 4 m/s

11. Dua gabus berjarak 3 m terapung di puncak gelombang air


danau. Terdapat dua lembah antara keduanya dan energi
gelombang membutuhkan waktu 6 sekon untuk berpindah
dari gabus satu ke yang kedua. Kecepatan rambat dan panjang
gelombang air danau berturut-turut adalah .
A. 0,5 m/s dan 6 m
B. 1 m/s dan 3 m
C. 1 m/s dan 6 m
D. 0,5 m/s dan 3 m
E. 0,5 m/s dan 1,5 m

12. Seorang peselancar ketika mengayuh papan selancarnya


dengan kecepatan 2 m/s searah dengan gelombang laut akan
merasakan gelombang laut melaluinya setiap 12 s. Tetapi
ketika mengayuh papan selancarnya dengan kecepatan 3 m/s
berlawanan dengan gelombang laut akan merasakan
gelombang laut melaluinya setiap 8 s, Maka panjang
gelombang laut tersebut adalah ....
A. 20 m
B. 80 m
C. 100 m
D. 120 m
12
E. 200 m

Rizki Donhery | SMAN 1 Sumatera Barat


Bahan Ajar Fisika XII 2014

13. Pada pemantulan gelombang berlaku hukum III Newton


SEBAB
Lebar puncak gelombang disebut dengan muka gelombang

14. Sebuah gelombang, datang pada bidang batas antara dua


daerah yang memiliki kedalaman berbeda. Gelombang datang
dari daerah dangkal dengan sudut datang 600 dan dibelokkan
memasuki daerah dalam dengan sudut 450. Jika cepat rambat
gelombang yang datang 3 m/s, maka cepat rambat gelombang
pada daerah yang dalam adalah .
A. 9 m/s
B. 6 m/s
C. m/s
D. m/s
E. m/s

15. Sinar datang dari udara menuju air yang mempunyai indeks
bias 4/3. Sudut datang sinar membentuk sudut 300 terhadap
garis normal. Besarnya sinus sudut bias adalah .
A. 1/4
B. 1/3
C. 3/8
D. 1/6
E. 3/5

16. Pernyataan yang BENAR adalah .


1) Interferensi konstruktif amplitudonya saling menguatkan,
sedangkan interferensi destruktif amplitudonya saling
melemahkan
2) Interferensi terjadi pada dua gelombang koheren, yaitu
gelombang yang memiliki frekuensi dan beda fase sama
3) Ketika puncak dan lembah saling bertemu, maka akan
terjadi interferensi minimum
4) Interferensi gelombang sama maknanya dengan
superposisi gelombang

17. Gelombang tsunami adalah gelombang yang terjadinya


karena adanya pergerakan massa air di laut, yang salah
satunya dapat disebabkan oleh gempa yang terjadi di lautan 13
(gempa tektonik)
SEBAB
Ketika terjadi gempa bumi di kedalaman lautan tertentu,

Rizki Donhery | SMAN 1 Sumatera Barat


Bahan Ajar Fisika XII 2014

maka getaran yang diakibatkan dari gerakan lempeng bumi


yang bergeser akan merubah struktur bumi di permukaan
lautan.

18. Pernyataan yang BENAR adalah:


1) kecepatan sebuah gelombang yang mengalami pembiasan
dipengaruhi oleh kerapatan medium perambatannya
2) semakin besar kerapatan sebuah medium, maka cepat
rambat sebuah gelombang akan semakin besar pula
3) semakin mendekati pantai, kecepatan rambat gelombang
tsunami akan menurun
4) amplitudo gelombang tsunami selalu tetap

19. Sebuah gempa bumi sebesar 7,8 SR terjadi pada kedalaman


2500 m di bawah permukaan laut. Diperkirakan gempa bumi
menimbulkan tsunami. Maka besar kecepatan tsunami yang
terjadi adalah ....
A. 50 m/s
B. 150 m/s
C. 157 m/s
D. 163 m/s
E. 178 m/s

20. Besar energi gelombang tsunami yang merambat menuju


pantai dengan amplitudo 5 m dan panjang gelombang 100 m
sebanding dengan ....
A. 100 J
B. 500 J
C. 600 J
D. 1500 J
E. 2000 J

14

Rizki Donhery | SMAN 1 Sumatera Barat