Anda di halaman 1dari 84

GIZI DAN PENYAKIT DEGENERATIF

DASAR ILMU GIZI

DISUSUN OLEH KELOMPOK 11


Kelas A
Aliffa Widia Febriyani (1610713001)
Muthiya Harlingga (1610713016)
Nur Fitriyanti (1610713017)
Tri Hastuti (1610713019)
Marshela Arianty (1610713048)
Kelas B
Bagus Aryoseno Aji (160713063)
Ghaisani Khansa (1610713086)
Tubagus Saepul Rohman (1610713107)
Iqbal Maulana Syawal (160713132)
Kelas C
Qatrunnada Ramadanty (1610713021)
Salma Devita Oktavia (1610713040)
Syafira Annisa Ferdiani (160713067)
ViqoIqra (1610713102)

KESEHATAN MASYARAKAT S.1


FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAKARTA
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah
tentang GIZI DAN PENYAKIT DEGENERATIF dan juga kami
berterimakasih kepada :

1. Ibu Agustina,SKM, M.Kes selaku dosen pembimbing mata kuliah Dasar Ilmu
Gizi yang telah membantu penulis dengan penuh kesabaran dalam
penyusunan tugas makalah ini.
2. Orang Tua tercinta yang selalu memberikan dukungan dan doanya dalam
penyusunan tugas makalah.

Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kita mengenai gizi dan penyakit degeneratif. Kami
juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan
jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan
usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang,
mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.

Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri
maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenandan kami memohon kritik dan
saran yang membangun dari Anda demi perbaikan makalah ini di waktu yang
akan datang.

Depok, 10 Mei 2017

ii
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ......................................................................................................................... ii


Daftar Isi .................................................................................................................................. iii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .................................................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................................. 2
1.3 Tujuan ............................................................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Penyakit Degeneratif Secara Umum ................................................................................. 4
2.2 Penyakit Degeneratif di Indonesia ..................................................................................... 7
2.3 Hubungan Gizi dan Penyakit Degeneratif ........................................................................ 40
2.4 Upaya Pencegahan Penyakit Degeneratif ......................................................................... 44
2.5 Studi Kasus Diabetes Mellitus .......................................................................................... 47

BAB III PEMBAHASAN TEORI dan ARTIKEL


3.1 Dr. Tapan,Erik MHA. 2005 . Penyakit Degeneratif. Cetakan Pertama. Jakarta: Penerbit
Kelompok Gramedia-Jakarta. Hlm 66-67 ......................................................................... 71
3.2 Laporan Studi Kasus Diagnosa Gizi Diabetes Mellitus .............................................. 73

KESIMPULAN dan REKOMENDASI .............................................................................. 77

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................. 80

iii
BAB I
Pendahuluan

1.1 Latar Belakang


Penyakit degeneratif adalah penyakit yang sulit untuk diperbaiki yang ditandai
dengan degenerasi organ tubuh yang dipengaruhi gaya hidup. Gaya hidup sehat
menggambarkan pola perilaku yang berkaitan dengan upaya atau kegiatan seseorang
untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatannya (Notoatmodjo, 2010).
Penyakit degeneratif merupakan transisi epidemiologis dari era penyakit infeksi
(communicable disease) yang sempat mendominasi di negara-negara sedang
berkembang termasuk di Indonesia.Salah satu penyakit degeneratif yang prevalensinya
semakin meningkat yaitu diabetes mellitus.

Menurut World Health Organization (WHO) DM telah dikategorikan sebagai


penyakit global dengan jumlah penderita di dunia mencapai 199 juta jiwa pada tahun
2009. Di Indonesia, data Riskesdas menunjukkan bahwa terjadi peningkatan prevalensi
Diabetes di Indonesia dari 5,7% tahun 2007 menjadi 6,9% atau sekitar sekitar 9,1
juta pada tahun 2013. Data International Diabetes Federation tahun 2015 menyatakan
jumlah estimasi penyandang Diabetes di Indonesia diperkirakan sebesar 10 juta.
Seperti kondisi di dunia, Diabetes kini menjadi salah satu penyebab kematian terbesar
di Indonesia. Data Sample Registration Survey tahun 2014 menunjukkan bahwa
Diabetes merupakan penyebab kematian terbesar nomor 3 di Indonesia dengan
persentase sebesar 6,7%, setelah Stroke (21,1%) dan penyakit Jantung Koroner
(12,9%). Bila tak ditanggulangi, Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan
produktivitas, disabilitias, dan kematian dini.

DM ditandai dengan hiperglikemia karena gangguan sekresi insulin, kerja


insulin ataupun keduanya.Keadaan hiperglikemi kronis pada DM berhubungan dengan

1
kerusakan jangka panjang gangguan fungsi dan kegagalan fungsi berbagai organ
terutama mata, ginjal, syaraf, jantung, dan pembuluh darah.

Terdapat dua tipe utama diabetes melitus yaitu Diabetes Melitus tipe 1 dan
Diabetes Melitus tipe 2 (Baynes, 2003). Diabetes Mellitus tipe 2 atau yang sering
disebut dengan non-insulin dependent diabetes mellitus (NIDDM), merupakan jenis
diabetes mellitus yang jumlahnya meningkat secara signifikan di dunia.

Penanganan yang tidak adekuat pada Diabetes Melitus akan menimbulkan


komplikasi pada berbagai organ tubuh seperti mata, ginjal, jantung, pembuluh darah
kaki, dan syaraf. Pemantauan status metabolik pasien DM merupakan hal yang penting.
Pengendalian DM yang baik berarti menjaga kadar glukosa darah dalam kisaran
normal. Dengan pengendalian DM yang baik, diharapkan pasien terhindar dari
komplikasi DM.

Makalah ini disusun sehingga dapat digunakan sebagai acuan untuk melakukan
intervensi mencegah bertambahnya pasien baru penyakit diabetes mellitus, selain itu
diharapkan makalah ini dapat menginformasikan mengenai kandungan gizi apa saja
yang baik untuk dikonsumsi oleh masyarakat yang terdiagnosis diabetes mellitus
ataupun yang tidak, serta mengurangi terjadinya berbagai komplikasi yang disebabkan
penyakit diabetes mellitus tersebut.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa itu penyakit degeneratif?
2. Bagaimana penyebaran penyakit degeneratif di Indonesia?
3. Apa hubungannya penyakit degeneratif dengan gizi seseorang?
4. Apa saja yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit degeneratif?
5. Apa yang dimaksud dengan diabetes mellitus?

2
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi penyakit degeneratif
2. Untuk mengetahui bagaimana penyebaran penyakit degeneratif di Indonesia
3. Untuk mengetahui hubungan penyakit degeneratif dengan gizi seseorang
4. Untuk mengetahui usaha apa saja yang dapat dilakukan untuk mencegah
penyakit degeneratif
5. Untuk mengetahui apa itu diabetes mellitus

3
BAB II
Pembahasan

2.1 Penyakit Degeneratif Secara Umum

Penyakit degeneratif adalah suatu kondisi kesehatan yang menyebabkan


jaringan atau organ tubuh jadi memburuk dari waktu ke waktu yang
umumnya terjadi pada usia tua (Gustira, 2014).Namun ada kalanya juga
bisa terjadi pada usia muda karena ketidakstabilan dalam pola hidup, seperti
makan junk food dan jarangnya olahraga. Akibat yang ditimbulkan adalah
penurunan derajat kesehatan yang biasanya diikuti dengan penyakit. Akibat
yang paling bahaya dari penyakit ini adalah rasa sakit dan juga sangat menyita
biaya terutama saat masa tua, dan bisa juga akan berakhir dengan kematian.
Umumnya sebelum seseorang menderita atau mengelami penyakit
degeneratif, ada suatu gejala yang mengarah kepada penyakit tersebut namun
sering kali terabaikan.Kumpulan gejala itu dikenal dengan istilah sindrom
metabolik (Gustira, 2014).
Ada cukup banyak jenis penyakit generatif yang terkait dengan
penuaan umur.Tubuh mengalami defisiensi produksi enzim dan hormon,
imunodefisiensi, peroksida lipid, kerusakan sel (DNA), pembuluh darah,
jaringan protein dan kulit.Penyebab penyakit sering tidak diketahui, termasuk
diantaranya kelompok penyakit yang dipengaruhi oleh faktor genetik atau
paling sedikit terjadi pada salah satu anggota keluarga (faktor familial)
sehingga sering disebut penyakit heredodegeneratif.
Apabila dikategorisasi secara epidemiologis, Penyakit Degeneratif
adalah jenis penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung, diabetes
mellitus, obesitas, kardiovaskuler, osteoporosis, stroke dan 50 jenis penyakit
degeneratif lainnya.

4
Penyakit Degeneratif lebih banyak diderita oleh masyarakat perkotaan
dibanding masyarakat pedesaan. Penyebabnya, masyarakat kota lebih banyak
mengonsumsi makanan yang tergolong makanan yang memiliki nilai nutrisi
rendah (junk food). Kandungan Junk food mengandung lemak jenuh
(saturated fat), garam dan gula, serta bermacam-macam additive seperti
monosodium glutamate dan tartrazine dengan kadar yang tinggi.

2.1.1 Gambaran Klinis Penyakit Degeneratif Secara Umum

Penyakit degeneratif tergolong penyakit yang perjalanannya lambat


karena membutuhkan waktu yang lama untuk mengetahui gejala yang akan
timbul di masa yang akan datang. Gejala penyakit degeneratif disertai dengan
menurunnya fungsi saraf di organ yang diserang.
Pada umumnya penyakit degeneratif pada sistem saraf akan terjadi terus
menerus, tidak dapat diperbaiki oleh tindakan medis atau bedah, terkadang
penyakit ini ditandai dengan periode yang stabil untuk beberapa lama.
Beberapa gejala dapat dikurangi dengan penatalaksanaan yang baik, tetapi
penyakitnya sendiri tetap progresif. Penyakit degeneratif tidak hanya
menyerang ke satu organ saja, tetapi dapat terjadi komplikasi ke banyak organ
seperti pada penyakit diabetes mellitus.
Pada pemeriksaan laboratorium atau pemeriksaan
penunjang lain sering memberikan hasil yang negatif. Berbeda dengan
penyakit susunan saraf pusat progresif lain sepert tumor, infeksi, proses
inflamasi lain. Pemeriksaan neuroimaging dapat menunjukkan kelainan
tertentu, sehingga dapat membantu menyingkirkan golongan penyakit
lain (Gustira, 2014)

5
2.1.2 Faktor Penyebab Penyakit Degeneratif
Penyakit degeneratif dapat disebabkan oleh fungsi atau struktur dari
jaringan atau organ yang terkena mengalami perubahan lebih buruk dari
waktu ke waktu. Faktor-faktor penyebab penyakit degeneratif sudah banyak
dimiliki oleh masyarakat usia produktif (30-40 tahun). Ada beberapa faktor
yang dapat menunjang terjadinya penyakit degenaratif, faktor-faktor tersebut
antara lain adalah sebagai berikut :

a. Gaya hidup tidak sehat


Pola hidup tak sehat dapat menyebabkan penyakit degeneratif, contohnya
adalah minum-minuman beralkohol yang kadar glukosa dalam tubuh yang
bisa menyebabkan diabetes mellitus.

b. Pola makan yang tidak sehat


Makanan junk food yang sering dikonsumsi oleh warga perkotaan
mengandung lemak jenuh. Hal tersebut menyebabkan tingkat kolesterol dalam
tubuh yang mengkonsumsi junk food meningkat.

c. Makanan teroksidasi
Maksud dari makanan teroksidasi adalah makanan yang sudah dimasak
berkali-kali maupun dimasak melalui standar.Contoh makanan teroksidasi
adalah makanan yang digoreng memakai minyak jelantah, makanan yang
dimasak pada suhu sangat tinggi, makanan yang dibakar dan lainnya.

6
d. Genetik atau keturunan
Hereditas atau sifat yang diturunkan menjadi faktor lainnya.Penyakit diabetes
menjadi salah satu contohnya.Orang tua yang membawa ataupun berpenyakit
diabetes berpeluang besar memiliki anak yang terkena diabetes mellitus.

e. Obesitas
Faktor resiko ini adalah faktor yang timbul setelah terlalu lama menjalani pola
makan yang tidak sehat. Pada table IMT, orang yang termasuk obesitas adalah
orang yang memiliki angka indeks lebih dari 27.

f. Radikal bebas
Partikel radikal bebas terdapat di udara. Sumbernya bisa berasal dari asap
knalpot mobil, asap pabrik, sinar matahari dan sebagainya. Radikal bebas ini
menyerang radikal bebas yang ada di dalam tubuh.

2.2 Penyakit Degeneratif Di Indonesia


Penyakit degeneratif adalah penyakit yang mengiringi proses
penuaan pada seseorang seiring bertambahnya usia. Penyakit degeneratif
merupakan istilah yang secara medis digunakan untuk menerangkan
adanya suatu proses kemunduran fungsi sel saraf tanpa sebabyang
diketahui, yaitu dari keadaan normal sebelumnya ke keadaan yang
lebih buruk. Tubuh mengalami defisiensi produksi enzim dan hormon,
imunodefisiensi, peroksidalipid, kerusakan sel (DNA), pembuluh darah,
jaringan protein dan kulit. Penyebab penyakitsering tidak diketahui,
termasuk diantaranya kelompok penyakit yang dipengaruhi oleh
faktorgenetik atau paling sedikit terjadi pada salah satu anggota keluarga

7
(faktor familial) sehingga sering disebut penyakit heredodegeneratif. .
(Ramadhiah, 2015)

Pergeseran pola Morbiditas penyakit penyebab kematian di Indonesia saat


ini sedang berlangsung, di mana terdapat 3 penyebab kematian utama
yaitu: penyakit sistem sirkulasi (jantung dan Pembuluh darah), penyakit
sistem pernapasan dan TBC.

Menurut World Health Organization (WHO) DM telah


dikategorikan sebagai penyakit global dengan jumlah penderita di dunia
mencapai 199 juta jiwa pada tahun 2009. Di Indonesia, data Riskesdas
menunjukkan bahwa terjadi peningkatan prevalensi Diabetes di
Indonesia dari 5,7% tahun 2007 menjadi 6,9% atau sekitar sekitar 9,1
juta pada tahun 2013. Data International Diabetes Federation tahun 2015
menyatakan jumlah estimasi penyandang Diabetes di Indonesia
diperkirakan sebesar 10 juta. Seperti kondisi di dunia, Diabetes kini
menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia. Data
Sample Registration Survey tahun 2014 menunjukkan bahwa Diabetes
merupakan penyebab kematian terbesar nomor 3 di Indonesia dengan
persentase sebesar 6,7%, setelah Stroke (21,1%) dan penyakit Jantung
Koroner (12,9%). Bila tak ditanggulangi, Kondisi ini dapat
menyebabkan penurunan produktivitas, disabilitias, dan kematian dini.

2.2.1 Macam-Macam Penyakit Degeneratif


Dengan perubahan pola makan dan pola konsumsi saat ini resiko
penyakit degeneratif pada semua orang semakin meningkat. Banyak
yang jarang olahraga, menyukai makanan junk food yang secara
pelan-pelan akan menyebabkan resiko terkena penyakit degeneratif

8
akan semakin tinggi. Dibawah ini adalah penjelasan dari berbagai
macam penyakit degeneratif yang umumnya terjadi di Indonesia.

1. Penyakit Jantung Koroner

Beberapa tahun lalu, penyakit jantung coroner sangat sering


membawa kematian. Namun akhir-akhir ini, dengan meningkatnya
kesadaran tentang gejala awal dan tanda-tandanya, serta perbaikan
dibidang penatalaksaan, telah banyak nyawa penderita yang dapat
diselamatkan. Serangan jantung biasanya terjadi jika bekuan darah
menutup aliran darah di coronaria, yaitu pembuluh darah yang
menyalurkan makanan ke otot jantung. Penghentian suplai darah
jantung akan merusak atau mematikan sebagian jaringan otot
jantung.

Koroner adalah arteri-arteri yang melingkari jantung seperti mahkota


(crown/coroner) yang berfungsi menyuplai nutrisi dan oksigen bagi
otot jantung. PJK timbul jika 1 atau lebih arteri koroner mengalami
penyempitan akibat penumpukan kolesterol dan komponen lain

9
(pembentukan plak) pada dinding pembuluh darah (aterosklerosis).
Akibat aliran darah terganggu, maka akan timbul nyeri atau rasa tidak
nyaman di dada (angina), terutama selama olahraga dimana otot
jantung banyak membutuhkan oksigen. Proses aterosklerosis dapat
mulai terbentuk mulai usia anak-anak, sehingga pencegahan PJK
harus diperhatikan sejak dini. Tanda-tanda awal PJK antara lain
adalah hipertensi dan kolesterol tinggi.

a. Tanda dan Gejala Penyakit Jantung Koroner

Gejala yang sering muncul pada serangan jantung dapat berupa rasa
tertekan, rasa penuh atau nyeri yang menusuk di dada dan
berlangsung selama beberapa menit. Nyeri tersebut juga dapat
menjalar dari dada ke bahu, lengan, punggung dan bahkan dapat juga
ke gigi dan rahang. kadang-kadang, gejala yang timbul berupa sesak
napas, berkeringat (dingin), rasa cemas, pusing, atau mual sampai
muntah. Pada perempuan, gejala-gejala tersebut dirasa kurang
menonjol.

b. Fakor Risiko Penyakit jantung Koroner

Beberapa faktor yang dianggap sebagai faktor risiko penyakit


jantung koroner meningkatkan kemungkinan terjadinya serangan
jantung. Faktor-faktor ini menyebabkan peningkatan timbunan
kolesterol yang mempersempit pembuluh diseluruh tubuh termasuk
pembuluh koroner. Akibat aliran darah terganggu, maka akan timbul
nyeri atau rasa tidak nyaman di dada (angina), terutama selama
olahraga dimana otot jantung banyak membutuhkan oksigen. Proses

10
aterosklerosis dapat mulai terbentuk mulai usia anak-anak, sehingga
pencegahan PJK harus diperhatikan sejak dini. Tanda-tanda awal
PJK antara lain adalah hipertensi dan kolesterol tinggi. Faktor-faktor
tersebut antara lain:

Asap Rokok

Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga


120 mmdengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun
tembakau yang telah dicacah dan dibakar pada salah satu ujungnya,
kemudian dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat
mulut pada ujung lain (Wikipedia;
http://id.wikipedia.org/wiki/Rokok, 2009). Merokok dan paparan
asap rokok berkepanjangan dapat merusak dinding pembuluh arteri,
yang menimbulkan endapan kolesterol dan zat lainnya di dalam tubuh
. Merokok juga meningkatkan resiko terbentuknya gumpalan darah
(embolus, trombus) Pembentukan trombus dimulai dengan
melekatnya trombosit-trombosit pada permukaan endotel pembuluh
darah atau jantung. Darah yang mengalir menyebabkan makin
banyak trombosit tertimbun pada daerah tersebut. Oleh karena sifat
trombosit ini, trombosis dapat saling melekat sehingga terbentuk
massa yang menonjol ke dalam lumen. Pada saat tertentu,terutama
jika aliran darah cepat seperti dalam arteri, massa yang terbentuk dari
trombosit akan terlepas dari dinding pembuluh, tetapi kemudian
diganti lagi oleh trombosit lain. Sedangkan, Embolus berasal dari
lepasnya trombus yang menempel pada dinding pembuluh
darah,setelah itu terbawa aliran darah dan menyebabkan
terganggunya system peredaran darah. Proses ini terjadi karena
tekanan darah yang melewati pembuluh darah meningkat dan

11
mendorong thrombus yang menempel pada dinding pembuluh darah.
Kejadian ini dapat berakibat fatal.

Hipertensi

Menurut Sylvia (2005), hipertensi adalah peningkatan tekanan darah


sistolik sedikitnya 140 mmHg atau tekanan diastolik sedikitnya 90
mmHg. Jumlah darah yang di pompa jantung dan resistensi yang
terbentuk di pembuluh-pembuluh darah tubuh merupakan penentu
tekanan darah seseorang. Semakin lama seseorang mengidap
hipertensi semakin cepat kerusakan pembuluh koroner yang terjadi
akibat aterosklerosis.

Obesitas
WHO (2015) mendefinisikan obesitas sebagai keadaan tubuh dengan
jumlah lemak berlebih atau tidak normal yang dapat menyebabkan
gangguan pada kesehatan tubuh. Menurut data WHO (2015), 600 juta
dari 1.9 milyar orang dewasa di dunia mengalami obesitas. Pada
anak-anak usia di bawah lima tahun meningkat menjadi 14% dari
11% pada tahun 2007 (Ghosh, 2012)

12
Pencegahan Obesitas

Kurangi makanan yang mengandung minyak dan lemak Banyak


makanan yang mengandung jenis ini seperti lemak hewan (sapi,
lembu, dan kambing), makanan, gorengan, dan macam makanan
yang diolah dengan menggunakan minyak. Dan kalau hewan bisa
ditemukan dalam bentuk hidangan sup atau sejenisnya.

Hindari stress/depresi/frustrasi/kebosanan karena dapat


meningkatan banyaknya jumlah porsi makan. Banyak makan sedikit
gerak inilah menjadi salah satu efek kegemukan. Ada kalanya kita
makan sesuai porsi dari kegiatan kita sehari-harinya. Jangan
mengkonsumsi nasi teralu berlebihan jika kita tidak melakukan
aktivitas berat, karena ini biasanya tidak seimbang antara makanan
yang dimakan dengan pergerakan 19 aktivitas yang dilakukan.
Makanlah makanan yang seimbang sesuai dengan aktivitas sehari-
hari

Olahraga menjadi bagian penting bagi tubuh, karena dengan


olahraga tubuh akan mengubah lemak menjadi karbohidrat yang
dijadikan sebagai sumber energi untuk beraktivitas. Semakin banyak
beraktivitas maka semakin banyak lemak yang akan dibakar menjadi
energi. Maka dari itu olahraga memang sangat baik untuk membakar
lemak dalam tubuh sehingga membuat tubuh menjadi lebih sehat dan
bugar

Individu dengan obesitas mempunyai proporsi lemak tubuh yang


sangat tinggi (indeks massa tubuh 30). Obesitas meningkatkan risiko
penyakit jantung coroner krena dapat menimbulkan peningkatan

13
kadar kolesterol darah, hipertensi dan diabetes. Selain indeks massa
tubuh, cara pengukurn yang paling sederhana untyk mengetahui
apakah seseorang tergolong obes atau tidak adalah dengan mengukur
lingkar pinggang, yang normalnya tidak melebiji 90 cm untuk pria
dan tidak melebihi 80cm untuk wanita.

Pemeriksaan Obesitas

Pemerikasaan fisik, Sistem kardiovaskuler untuk mengetahui


tanda-tanda vital, ada tidaknya distensi vena jugularis, pucat, edema,
dan kelainan bunyi jantung. Sistem respirasi untuk mengetahui ada
tidaknya gangguan kesulitan napas Sistem hematologi Untuk
mengetahui ada tidaknya peningkatan leukosit yang merupakan
tanda adanya infeksi dan pendarahan, mimisan. Sistem urogenital,
ada tidaknya ketegangan kandung kemih dan keluhan sakit pinggang.
Sistem muskuloskeletal untuk mengetahui ada tidaknya kesulitan
dalam pergerakkan, sakit pada tulang, sendi dan terdapat fraktur atau
tidak. Sistem kekebalan tubuh untuk mengetahui ada tidaknya
pembesaran kelenjar getah bening

Pemeriksaan penunjang, Pemeriksaan metabolik / endokrin


dapat menyatakan tak normal, misalnya hipotiroidisme,
hipopituitarisme, hipogonadisme, sindrom cushing (peningkatan
kadar insulin)

14
2. Osteoporosis
Osteoporosis adalah salah satu dari beberapa penyakit yang tidak
didasari oleh penderita dan tiba-tiba malah menunjukan gejala yang
fatal dan mirip dengan kejutan (Tjahjadi,2009).Pada penyakit
iniKalsium sangat dibutuhkan karena kalsium merupakan unsur
pembentukan tulang dan gigi. Maka, agar kepadatan tulang terus
terjaga, penting untuk mengkonsumsi kalsium yang banyak terdapat
dalam susu. Sayangnya, seiring bertambahnya usia, kemampuan
untuk menyerap kalsium semakin berkurang. Maka, sebaiknya
membiasakan diri untuk minum susu setiap hari sejak usia dini.
Karena penyebab osteoporosis adalah kurangnya asupan kalsium
pada usia muda.

Penyakit osteoporosis banyak terjadi pada wanita daripada pria


hal ini disebabkan karena pengaruh hormon estrogen pada
wanita yang turun sejak usia 35 tahun sedangkan pada pria
hormon testosteron menurun pada usia 65 tahun. Menurut
statistik dunia 1 dari 3 wanita rentan terkena penyakit
osteoporosis dimana di Indonesia 19,7% dari jumlah lansia atau
sekitar 3,6 juta orang diantaranya menderita osteoporosis.Lima
provinsi dengan risiko osteoporosis lebih tinggi adalahSumatra
Selatan (27,75%), Jawa Tengah (24,02%), Yogyakarta
(23,5%), SumatraUtara (22,82%), Jawa Timur(21,42%),
Kalimantan Timur (10,5%). Prevalensi wanita yang menderita
osteoporosis di Indonesia pada golongan umur 50-59 tahun
yaitu 24% sedang pada pria usia 60-70 tahun sebesar 62%.
(IKATAN MAHASISWA FISIOTERAPI INDONESIA, 2017)

15
Penyebab Osteoporosis

1. Faktor Sejarah Keluarga dan Reproduktif

Sejarah patah tulang dalam keluarga sangat penting untuk


menentukan resiko seseorang mengalami patah tulang. Anak
perempuan dari wanita yang mengalami patah tulang, rata-rata
memiliki massa tulang yang lebih rendah dari normal usianya.
Tingkat hormon estrogen turun setelah menopause, sehingga
menyebabkan tulang mengalami resorpsi lebih cepat. Wanita yang
mempunyai rentang reproduktif lebih pendek karena menopause dini
akan memiliki massa tulang yang rendah, dan efeknya tetap bertahan
sampai usia tua.

2. Faktor Gaya Hidup

Merokok, tembakau dapat meracuni tulang dan menurunkan


kadar estrogen. Perokok mempunyai kemungkinan dua kali lebih
besar mengalami patah tulang pinggul, pergelangan tangan serta
tulang punggung.
Penggunaan alkohol, konsumsi alkohol yang berlebihan dapat
mengubah metabolisme vitamin D atau penyerapan kalsium
terganggu yang dapat mengakibatkan tulang lemah dan tidak normal.
Aktivitas Fisik, seseorang yang terlalu lama istirahat di tempat
tidur atau tidak melakukan aktifitas fisik dapat mengurangi massa
tulang. Hidup dengan aktivitas fisik yang teratur dapat menghasilkan
massa tulang yang besar.

3. Faktor Pemakaian Obat Obat-obatan

Penggunaan beberapa jenis obat dalam jangka waktu yang lama,


dapat mengubah pergantian tulang dan meningkatkan resiko

16
osteoporosis. Berikut beberapa obat yang menyebabkan osteoporosis
meliputi: steroid, thyroid, Gonadotropin Relesing Hormone (GNRH
agonist), diuretik dan antasid.

4. Faktor Kondisi Medis

Kondisi medis dapat mempercepat proses berkurangnya massa


tulang. Kondisi ini seperti operasi perut, kelumpuhan, kanker, dll.
Operasi perut dapat menyebabkan massa tulang berkurang karena
penyerapan kalsium berkurang. Kelumpuhan pada salah satu anggota
tubuh menyebabkan tidak aktif bergerak, sehingga tulang menjadi
rapuh.

Pencegahan Osteoporosis

Mencegah osteoporosis dapat dilakukan dengan caramenambah


asupan kalsium yang adekuat dalam makanan atau minuman.
Perempuan pascamenopause memerlukan 1500 mg kalsium sehari.
Asupan kalsium dan vitamin D dalam jumlah yang tidak adekuat
dalam makanan akan menimbulkan osteoporosis pada manula.

Hubungan Osteoporosis dengan Zat Gizi

Banyak zat gizi yang diperlukan tulang dalam rangka mencegah


terjadinya keropos tulang atau osteoporosis, diantaranya adalah:

Kalsium

Total rata-rata banyaknya kalsium pada tubuh manusia dewasa


kurang lebih mencapai 1 kg, dimana 99% terdapat pada tulang dan
gigi, lalu 1% sisanya ada pada cairan tubuh dan aliran darah.
Dengan total tersebut dan merupakan pembentuk utama tulang,

17
kalsium sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya
osteoporosis, yaitu untuk menjaga kepadatan dan massa tulang.

Fosfor

Kurang lebih 85% fosfor di dalam tubuh terdapat sebagai garam


kalsium fosfat, yaitu bagian dari kristal hidroksiapatit di dalam
tulang dan gigi yang tidak dapat larut. Hidroksipatit memberi
kekuatan dan kekakuan pada tulang. Fosfor di dalam tulang
berada dalam perbandingan 1:2 dengan kalsium. Oleh karena
itulah, fosfor sangat penting untuk tulang.

Fosfor berungsi untuk klasifikasi tulang dan gigi yang diawali


dengan pengendapan fosfor pada matriks tulang. Kekurangan
fosfor menyebabkan peningkatan enzim fosfatase yang
diperlukan untuk melepas fosfor dari jaringan tubuh ke dalam
darah agar diperoleh perbandingan kalsium terhadap fosfor yang
sesuai untuk pertumbuhan tulang.

Vitamin D

Vitamin D merupakan prohormon steroid. Dalam sistem rangka,


vitamin ini berguna untuk metabolisme kalsium, yang menjadi
komponen utama pembentuk tulang. Kalsium yang diserap oleh
usus, apabila tersedia di dalam jumlah yang banyak akan langsung
diedarkan ke pembuluh darah melalui proses difusi. Namun,
apabila jumlah kalsium yang tersedia hanya sedikit maka
metabolisme kalsium akan dilakukan melalui proses transport
aktif. Di dalam proses transport aktif, kalsium harus dibantu oleh
vitamin D. Itulah mengapa kita memerlukan vitamin D untuk
kesehatan tulang.

18
Vitamin K

Vitamin K dapat meningkatkan kepadatan tulang sehingga


terbentuk struktur rangka tubuh yang kuat. Vitamin K juga dapat
menurunkan risiko terkena osteoporosis. Di dalam tulang, vitamin
K ini akan membantu senyawa osteokals yang berperan dalam
penyerapan mineral untuk membentuk stuktur tulang yang kuat.
Osteoklas sendiri diproduksi oleh osteoblas, kumpulan sel
pembentuk tulang.

3. Diabetes Melitus

Diabetes Melitus merupakan kelainan metabolic dengan etilogi


multifaktorial. Penyakit ini ditnadai oleh hiperglikemia kronis dan
mempengaruhi metabolism karbohidrat, protein serta lemak.
Patofisiologi DM berpusat pada gangguan sekresi insulin atau
gangguan kerja insulin. Penyandang DM akan ditemukan dengan
berbagai gejalan seperti polyuria(banyak berkemih), polydipsia
(banyak minum) dan polifagia (banyak makan) dengan penurunan
berat badan.

19
Faktor Resiko Terjadinya Diabetes

DM tipe 2 merupakan penyakit multifaktorial dengan komponen


genetik dan lingkungan yang memberikan kontribusi sama kuatnya
terhadap proses timbulnya penyakit tersebut. Sebagian faktor ini,
dapat dimodifikasi melalui perubahan gaya hidup, sementara
sebagian lainnya tidak dapat diubah. Faktor Genetik dan Faktor
Risiko Lingkungan inilah yang menjadi salah satu faktor risiko
terjadinya diabetes

Diabetes Sebagai Permasalahan Kesehatan Masyarakat

Diabetes tipe 1

Umumnya DM tipe 1 terjadinya tiba-tiba dengan hiperglikemia yang


berat dan biasanya pada tipe ini terdapat ketonuria atau ketosis ketika
diagnosis ditegakkan titik omset on BM tipe 1 pada umumnya terjadi

20
pada usia kanak-kanak dan dewasa muda, Kendati dapat pula terjadi
pada segala usia penderita DM tipe 1 juga biasanya mengalami
ketergantungan seumur hidup pada insulin meskipun DM tipe 1
merupakan bentuk penyakit diabetes yang paling ekstrem, namun
penyakit ini tidak dapat dicegah dengan intervensi diet sehingga di
dalam bagian lain bab ini hanya akan dibahas tentang implikasi DM
tipe 2 pada kesehatan masyarakat peserta manajemennya.

Diabetes tipe 2

Epidemi DM di seluruh dunia kemungkinan terjadi dalam Kuartal


pertama abad ke 21 ini. Estimasi prevalensi DM pada populasi
dewasa di seluruh dunia akan mengalami kenaikan sebesar 35%,
yaitu dari angka prevalensi 4,0 pada tahun 1995 menjadi 5,4% pada
tahun 2025.

Komplikasi Diabetes

DM tipe 2 dan hipertensi merupakan dua keadaan yang umumnya


saling berkaitan. Keberadaan kedua keadaan tersebut secara
bersama-sama akan memperbesar risiko kardiovaskular, komplikasi
renal dan retina pada DM. Pemeriksaan skrining untuk retinopati dan
mikroalbuminuria harus dilakukan, pada saat diagnosis DM tipe 2
dibuat dan sesudah itu dilakukan, setiap tahun sekali.

Masalah Gizi Diabetes Melitus


Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia subjek penelitian
berkisar antara 38-68 tahun dengan rata-rata 567,13 tahun.

21
Lama menderita DM berkisar antara 1 bulan (0,08 tahun)
sampai dengan 32 tahun dengan rata-rata 66,08 tahun.
Jenis penyakit dalam penelitian ini dibedakan menjadi 2 yaitu tanpa
komplikasi dan dengan komplikasi mikrovaskuler. Untuk komplikasi
terdiri dari mikrovaskuler, makrovaskuler, dan komplikasi lain.
Sebagian besar subjek dengan komplikasi memiliki komplikasi
mikrovaskuler yaitu sebanyak 68,4%. Pada penelitian ini komplikasi
mikrovaskular yang dimaksud berupa neuropati, nefropati, kaki
diabetik, ulkus DM, dispepsia akibat gastroparesis, gastropati dan
kista ginjal/CKD stadium V; komplikasi makrovaskuler berupa
penyakit jantung, penyakit jantung koroner, dan stroke; dan untuk
komplikasi lain berupa kanker, anemia, hepatitis B, dislipidemia,
kolesterol, hipertensi, asam urat atau hiperurisemia, dan TB.
Sebagian besar subjek penelitian pada kelompok status gizi kurang
maupun status gizi baik adalah usia dewasa (18-59 tahun), jenis
kelamin perempuan, tingkat pendidikan rendah yaitu tidak sekolah,
SD dan SMP (terbanyak berpendidikan SMP) serta menderita
komplikasi. Pada karakterisik jenis pekerjaan dan lama menderita
DM terdapat perbedaan antara status gizi kurang maupun status gizi
baik. Pada status gizi kurang sebagian besar bekerja dan lama
menderita DM pendek (Indonesian Journal of Human Nutrition, Juni
2016, Vol.3 No.1 Suplemen : 9 - 19)

4. Stroke
Stroke adalah terjadinya gangguan fungsional otak fokal maupun
global secara mendadak dan akut yang berlangsung lebih dari 24 jam
akibat gangguan aliran darah otak (WHO). Terjadi saat aliran darah

22
ke otak terganggu atau berkurang secara hebat, sehingga otak tidak
mendapat oksigen dan makanan. Stroke terbagi terbagi menjadi dua:
Stroke Iskemik, disebabkan kurangnya aliran darah ke otak
karena sumbatan pada pembuluh darah otak. Merupakan jenis stroke
yang paling banyak dijumpai (80%).

Stroke Hemoragik, disebabkan pecahnya pembuluh darah dalam


otak, darah yang berkumpul dalam jaringan otak menyebabkan
penekanan dan kerusakan sel otak.

Tanda dan Gejala Stroke


Tanda dan Gejala stroke biasanya berlangsung secara mendadak,
berikut ini adalah tanda dan gejala stroke yaitu :

Baal, lemah atau lumpuh di wajah, kaki atau tangan, biasanya


pada satu sisi badan .
Sulit berbicara atau memahami pembicaraan (afasia).

23
Penglihatan buram, terganggu atau pandangan ganda
Kehilangan keseimbangan atau koordinasi badan
Sakit kepala hebat, dapat disertai leher kaku, nyeri wajah, nyeri
di daerah antara kedua mata, muntah atau gangguan kesadaran
Gangguan daya ingat, orientasi atau persepsi

Pencegahan Stroke

Agar tidak terkena stroke, ada beberapa hal yang harus diikuti dan
juga dihindari. Hal-hal tersebut yaitu :

Hindari atau kendalikan faktor risiko seperti usia, jenis kelamin,


ras, hipertensi, merokok, penyakit diabetes mellitus dan penyakit
obesitas.
Diet sehat untuk otak
Banyak makan buah dan sayur, yang banyak mengandung
kalium, folat dan antioksidan
Makanan kaya serat misalnya oatmeal atau kacang
Makanan kaya kalsium
Kedelai, seperti tempe, miso, tahu dan susu kedelai
Makanan kaya asam lemak omega-3 misalnya salmon, makerel
dan tuna

Faktor risiko penyakit stroke

Faktor resiko stroke disini diartikan sebagai faktor-faktor penyebab


stroke atau hal hal yang mendasari tejadinya stroke pada seseorang.
Berikut ini adalah faktor risiko penyakit stroke, yaitu

24
Riwayat stroke dalam keluarga
Usia, semakin lanjut usia, semakin tinggi risiko stroke
Jenis kelamin, lebih banyak wanita yang meninggal akibat
strokedibandingkan dengan pria.
Ras, ras kulit hitam lebih tinggi risiko stroke dibandingkan ras
lain.
Hipertensi
Hiperkolesterolemia
Merokok
Diabetes Mellitus
Obesitas, dll

5. Asam Urat

Asam urat adalah sisa metabolisme zat purin yang berasal dari
makanan yang kita konsumsi. Ini juga merupakan hasil samping dari
pemecahan sel dalam darah.

Purin sendiri adalah zat yang terdapat dalam setiap bahan makanan
yang berasal dari tubuh makhluk hidup. Dengan kata lain, dalam
tubuh makhluk hidup terdapat zat purin ini, lalu karena kita memakan
makhluk hidup tersebut, maka zat purin tersebut berpindah ke dalam
tubuh kita. Berbagai sayuran dan buah-buahan juga terdapat purin.
Purin juga dihasilkan dari hasil perusakan sel-sel tubuh yang terjadi
secara normal atau karena penyakit tertentu.

Normalnya, asam urat ini akan dikeluarkan dalam tubuh melalui


feses (kotoran) dan urin, tetapi karena ginjal tidak mampu
mengeluarkan asam urat yang ada menyebabkan kadarnya meningkat

25
dalam tubuh. Hal lain yang dapat meningkatkan kadar asam urat
adalah kita terlalu banyak mengkonsumsi bahan makanan yang
mengandung banyak purin. Asam urat yang berlebih selanjutnya
akan terkumpul pada persendian sehingga menyebabkan rasa nyeri
atau bengkak.

Penderita asam urat setelah menjalani pengobatan yang tepat dapat


diobati sehingga kadar asam urat dalam tubuhnya kembali normal.
Tapi karena dalam tubuhnya ada potensi penumpukan asam urat,
maka disarankan agar mengontrol makanan yang dikonsumsi
sehingga dapat menghindari makanan yang banyak mengandung
purin.

Gejala Asam Urat

Untuk mendeteksi apakah seseorang terkena asam urat, dapat


diperhatikan gejala-gejala sebagai berikut :

Kesemutan dan linu


Nyeri terutama malam hari atau pagi hari saat bangun tidur.
Sendi yang terkena asam urat terlihat bengkak, kemerahan,
panas dan nyeri luar biasa pada malam dan pagi.

Solusi Mengatasi Asam Urat

Solusi untuk mengatasi asam urat yaitu diantaranya dengan


melakukan pengobatan hingga kadar asam urat kembali normal.
Kadar normalnya adalah 2.4 hingga 6 untuk wanita dan 3.0 hingga 7
untuk pria.Selain itu Kontrol makanan yang dikonsumsi, Banyak
minum air putih, karena dengan banyak minum air putih, kita dapat

26
membantu membuang purin yang ada dalam tubuh. Ada beberapa
makanan yang harus dihindari karena mengandung purin, makanan-
makanan tersebut yaitu:

Lauk pauk seperti jeroan, hati, ginjal, limpa, babat, usus, paru
dan otak.
Makanan laut seperti udang, kerang, cumi, kepiting.
Makanan kaleng seperi kornet dan sarden.
Daging, telur, kaldu atau kuah daging yang kental.
Kacang-kacangan seperti kacang kedelai (termasuk hasil
olahannya seperti tempe, tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah,
kacang hijau, tauge, melinjo, emping.
Sayuran seperti daun bayam, kangkung, daun singkong,
asparagus, kembang kol, buncis.
Buah-buahan seperti durian, alpukat, nanas, air kelapa.
Minuman dan makanan yang mengandung alkohol seperti bir,
wiski, anggur, tape, tuak.

6. Kanker
Kanker adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh
pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal. Sel-
sel kanker akan berkembang dengan cepat, tidak terkendali,
dan akan terus membelah diri, selanjutnya menyusup ke
jaringan sekitarnya (invasive) dan terus menyebar melalui
jaringan ikat, darah, dan menyerang organ-organ penting
serta syaraf tulang belakang. Dalam keadaan normal, sel
hanya akan membelah diri jika ada penggantian sel-sel yang

27
telah mati dan rusak. Sebaliknya sel kanker akan membelah
terus meskipun tubuh tidak memerlukannya, sehingga akan
terjadi penumpukan sel baru yang disebut tumor ganas.
Penumpukan sel tersebut mendesak dan merusak jaringan
normal, sehingga mengganggu organ yang ditempatinya.
Kanker dapat terjadi diberbagai jaringan dalam berbagai
organ di setiap tubuh, mulai dari kaki sampai kepala. Bila
kanker terjadi di bagian permukaan tubuh, akan mudah
diketahui dan diobati. Namun bila terjadi didalam tubuh,
kanker itu akan sulit diketahui dan kadang - kadang tidak
memiliki gejala. Kalaupun timbul gejala, biasanya sudah
stadium lanjut sehingga sulit diobati.

Penyebab Kanker

Penyebab kanker biasanya tidak dapat diketahui secara pasti


karena penyebab kanker dapat merupakan gabungan dari
sekumpulan faktor, genetik dan lingkungan. Namun ada

28
beberapa faktor yang diduga meningkatkan resiko
terjadinya kanker, sebagai berikut :

Faktor keturunan

Faktor genetik menyebabkan beberapa keluarga memiliki


resiko lebih tinggi untuk menderitakanker tertentu bila
dibandingkan dengan keluarga lainnya. Jenis kanker yang
cenderung diturunkan dalam keluarga adalah kanker
payudara, kanker indung telur, kanker kulit dan kanker usus
besar. Sebagai contoh, risiko wanita untuk
menderita kanker meningkat 1,5 s/d 3 kali jika ibunya atau
saudara perempuannya menderita kanker payudara.

Faktor Lingkungan

Merokok sigaret meningkatkan resiko


terjadinya kanker paru - paru, mulut, laring (pita suara), dan
kandung kemih.
Sinar Ultraviolet dari matahari
Radiasi ionisasi (yang merupakan karsinogenik)
digunakan dalam sinar rontgen dihasilkan dari pembangkit
listrik tenaga nuklir dan ledakan bom atom yang bisa
menjangkau jarak yang sangat jauh. Contoh, orang yang
selamat dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada
Perang Dunia II, berisiko tinggi menderita kanker sel darah,
seperti Leukemia.

29
Faktor Makanan yang mengandung bahan kimia

Makanan juga dapat menjadi faktor risiko penting


lain penyebab kanker, terutama kanker pada saluran
pencernaan. Contoh jenis makanan yang dapat
menyebabkan kanker adalah makanan yang diasap dan
diasamkan (dalam bentuk acar) meningkatkan resiko
terjadinya kanker lambung, minuman yang mengandung
alkohol menyebabkan berisiko lebih tinggi terhadap kanker
kerongkongan. Zat pewarna makanan, Logam berat seperti
merkuri yang sering terdapat pada makanan laut yang
tercemar(kerang, ikan, dsb). Berbagai makanan
(manis,tepung) yang diproses secara berlebihan.

Virus

Virus yang dapat dan dicurigai menyebabkan kanker antara


lain:
Virus Papilloma menyebabkan kutil alat kelamin
(genitalis) agaknya merupakan salah satu penyebab kanker
leher rahim pada wanita.
Virus Hepatitis B dapat menyebabkan kanker hati
Virus Epstein-Bar (di Afrika) menyebabkan Limfoma
Burkitt, sedangkan di China virus ini
menyebabkan kanker hidung dan tenggorokan. Ini terjadi
karena faktor lingkungan dan genetik.
Virus Retro pada manusia misalnya virus HIV
menyebabkan limfoma dan kanker darah lainnya.

30
Infeksi
Parasit Schistosoma (bilharzia) dapat
menyebabkan kanker kandung kemih karena terjadinya
iritasi menahun pada kandung kemih. Namun penyebab
iritasi menahun lainnya tidak menyebabkan kanker.
Infeksi oleh Clonorchis yang
menyebabkan kanker pankreas dan saluran empedu.
Helicobacter Pylori adalah suatu bakteri yang
mungkin merupakan penyebab kanker lambung, dan diduga
bakteri ini menyebabkan cedera dan peradangan lambung
kronis sehingga terjadi peningkatan kecepatan siklus sel.

Faktor perilaku

Perilaku yang dimaksud adalah merokok dan


mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak
dan daging yang diawetkan juga peminum minuman
beralkohol.
Perilaku seksual yaitu melakukan hubungan intim
diusia dini dan sering berganti ganti pasangan.

Gangguan keseimbangan hormonal

Hormon estrogen berfungsi merangsang pertumbuhan sel


yang cenderung mendorong terjadinyakanker, sedangkan
progesteron melindungi terjadinya pertumbuhan sel yang
berlebihan. - Ada kecenderungan bahwa kelebihan hormon
estrogen dan kekurangan progesteron menyebabkan
meningkatnya risiko kanker payudara, kanker leher

31
rahim, kanker rahim dan kanker prostat dan buah zakar pada
pria.

Faktor kejiwaan, emosional

Stres yang berat dapat menyebabkan ganggguan


keseimbangan seluler tubuh. Keadaan tegang yang terus
menerus dapat mempengaruhi sel, dimana sel jadi hiperaktif
dan berubah sifat menjadi ganas sehingga
menyebabkan kanker.

Radikal bebas

Radikal bebas adalah suatu atom, gugus atom, atau molekul


yang mempunyai electron bebas yang tidak berpasangan
dilingkaran luarnya. Sumber-sumber radikal bebas yaitu:
1. Radikal bebas terbentuk sebagai produk sampingan
dari proses metabolisme.
2. Radikal bebas masuk ke dalam tubuh dalam bentuk
racun-racun kimiawi dari makanan , minuman, udara yang
terpolusi, dan sinar ultraviolet dari matahari
3. Radikal bebas diproduksi secara berlebihan pada waktu
kita makan berlebihan (berdampak pada proses
metabolisme) atau bila kita dalam keadaan stress
berlebihan, baik stress secara fisik, psikologis,maupun
biologis.

32
Mekanisme Perjalanan Kanker

Sel kanker dapat tumbuh berjalan untuk mencari pembuluh-


darah atau lymph untuk selanjutnya menyebar ke organ
tertentu didalam tubuh (metastasis).

Ada tiga tipe gen yang bertanggung jawab atas proses seperti
yang tersebut diatas, yaitu :

1. Gen-gen yang jahat (oncogenes);


2. Gen-gen yang baik (tumor suppressor genes); dan
3. Gen-gen yang berfungsi memperbaiki gen lain yang rusak
(mismatch-repair genes).

Terbentuknya sel kanker dan kemampuannya untuk


berjalan, metastasis, adalah suatu proses yang sangat
kompleks, yang melibatkan benyak gen didalamnya. Pada
perjalanannya, satu sel kanker harus melepaskan diri dari
kelompoknya (primary tumor) untuk mengadakan invasi
kedaerah sekitarnya, berusaha menembus pembuluh lymph
atau secara langsung mencari pembuluh darah, berjuang
melawan proses pertahanan tubuh (hos immune defense),
berhenti diorgan tujuannya dan memulai berkembang biak
di lingkungan barunya (secondary tumor).

Hubungan gizi dengan kanker


Istilah kanker berasal dari bahasa latin yang artinya adalah
kepiting. Penyakit keganasan, kanker, diibaratkan seperti
capit-capit lengan kepiting oleh seorang Hippocrates, yang
mengamati bahwa penyakit kanker dapat menyebar didalam
tubuh dan biasanya berakhir pada kematian. Kankeradalah

33
segolongan penyakit yang ditandai dengan pembelahan
sel yang tidak terkendali dan kemampuan sel-sel tersebut
untuk menyerang jaringan biologis lainnya, baik dengan
pertumbuhan langsung di jaringan yang bersebelahan
(invasi) atau dengan migrasi sel ke tempat yang jauh
(metastasis ).
Gizi adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk
melakukan fungsinyayaitu menghasilkan energi,
membangun dan memelihara jaringan, serta mengatur
proses-proses kehidupan (Yasin,2008).

Pengaruh asupan gizi terhadap pencegahan kanker

Kanker dan pengobatannya dapat menyebabkan efek


samping yang berkaitan dengan masalah gizi. Pola makan
merupakan bagian penting dalam pengobatan kanker.
Makanan-makanan yang tepat sebelum, selama dan setelah
pengobatan dapat membantu pasien lebih baik dan lebih
kuat.untuk memastikan nutrisi yang baik, orang harus
makan dan minum makanan yang mengandung nilai gizi
penting (Vitamin, mineral, protein, karbohidrat, lemak, dan
air) dan jumlah yang memadai.

Panduan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan


umum antara lain:

1. Makanlah makanan yang kaya gizi, dalam batasan


kalori yang tepat
2. Jagalah berat badan yang sehat
3. Olahraga teratur

34
4. Makanlah berbagai jenis buah-buahan, sayuran, padi-
padian, dan produk susu rendah lemak setiap hari
5. Kurangi konsumsi lemak dan hindari asam lemak jenis
trans
6. Kurangi konsumsi makanan yang mengadung banyak
garam, pilih makanan yang kaya potasium (seperti pisang,
bayam, dan kentang)
7. Menghindari minuman yang mengandung Alkohol
8. Jagalah keamanan makanan saat membuat,
menyimpan, dan menyajikan makanan (sanitasi makanan)

Pencegahan Kanker
Pencegahan kanker dapat dilakukan ddengan pemilihan
makanan yang sehat dan kegiatan fisik dapat membantu
mengurangi risiko kanker. Dua badan di AS telah
menyiapkan panduan dalam pencegahan kanker yang sama.
Panduan pola makan dan kebugaran berikut ini dapat
membantu pencegahan kanker yaitu :
1. Makanlah banyak sayuran, sekurangnya 5 sjian buah
dan sayuran setiap hari. Masukkan kacang-kacangan
dalam pola makan dan makanlah produk biji-bijian.
2. Pilihlah makanan yang rendah lemak.
3. Pilihlah makanan yang rendah garam.
4. Dapatkan dan pertahankan berat badan yang sehat.
5. Pastikan tubuh aktif setidaknya 30 menit setiap hari
dalam seminggu.
6. Batasi minum alkohol.
7. Buat dan simpan makanan dengan aman.

35
8. Jangan menggunakan tembakau dalam segala bentuk

Prevalensi penyakit kanker di Indonesia


Prelavalensi penyakit kanker adalah frekuensi (tingkat
keseringan) penyakit kanker terjadi pada masyarakat
tertentu dan dalam jangka waktu tertentu.
Di dunia, penyakit kanker merupakan salah satu penyebab
utama morbiditas (kondisi yang mengubah kualitas hidup
dan kesehatan) dan mortalitas (kematian). Menurut WHO,
organisasi kesehatan dunia, pada tahun 2012 diperkirakan
terdapat 14 juta kasus kanker baru, dan sekitar 8,2 juta
diantara dinyatakan meninggal dunia akibat kanker. Jenis
kanker yang banyak menyebabkan kematian diantaranya,
kanker paru-paru (1,59 juta kasus), kanker hati (745 ribu
kasus), kanker perut (723 ribu kasus), kanker kolon (694
ribu kasus), kanker payudara (521 ribu kasus), kanker
esopagus (400 ribu kasus), dan kanker lainnya sampai
mencapai angka 8,2 juta kasus kematian akibat kanker.
Untuk prevalensi penyakit kanker di indonesia, wilayah
Indonesia keseluruhan memiliki persentase 1,4 per seribu
penduduk sama dengan 330 ribu orang. Dengan perincian
menurut provinsi, posisi paling tinggi terdapat di DI
Yogyakarta dengan 4,1, lalu di Jawa tengah dengan
2,1, diikuti oleh bali dengan 2, dan DKI Jakarta serta
Bengkulu masing-masing 1,9. (Riskesdas 2013: Tabel
3.5.1).

Berikut tabel yang menjadi acuan prevalensi penyakit


kanker di indonesia, tabel tersebut merupakan kutipan dari

36
Riskesdas 2013, Riset Kesehatan Dasar tahun 2013. Data
untuk prevalensi penyakit kanker terletak di paling kiri,
untuk tabel 3.5.1 merupakan data prevalensi kanker menurut
provinsi dan wilayah Indonesia secara keseluruhan.

RISKESDAS 2013: Prevalensi penyakit kanker menurut


provinsi

Ditinjau menurut karakteristik-nya, prevalensi penyakit


kanker di Indonesia cenderung meningkat seiring
pertambahan umur, itu sebabnya penyakit kanker disebut
sebagai penyakit degeneratif. Pada bayi (< 1 tahun)

37
prevalensi penyakit kanker berada di angka cukup tinggi
yaitu 0,3 , namun pada umur lebih tinggi antara 1 - 14
tahun persentase menurun di angka 0,1 dan kembali
meningkat pada kisaran umur lebih besar sama dengan 15
tahun ( 15 tahun) pada angka 0,6 dan paling tinggi
berada pada umur lebih dari sama dengan 75 tahun (> 75
tahun) dengan persentase 5,0%

Bila ditinjau menurut jenis kelamin, prevalensi penyakit


kanker pada perempuan lebih tinggi dibanding pada laki-
laki, pada perempuan persentasenya mencapai angka 2,2
sedangkan pada laki-laki hanya berada pada angka 0,6
saja. Menurut tempat tinggal, prevalensi penyakit kanker
pada lingkungan pedesaan lebih rendah dari lingkungan
perkotaan, hal ini disebabkan pada lingkungan pedesaan
cenderung lebih ASRI dan polusi, radikal bebas yang rentan
me-mutasi gen seseorang cenderung lebih rendah dari
lingkungan perkotaan. Untuk persentase prevalensi
penyakit kanker menurut tempat tinggal, pada lingkungan
pedesaan berada di angka 1,1, sedangkan pada
lingkungan perkotaan persentsenya sedikit lebih tinggi pada
angka 1,7%

Bila kita simak tabel 3.5.2, Seseorang dengan pendidikan


tinggi (PT) memiliki persentase prevalensi penyakit kanker
yang paling tinggi yaitu 3,1, seragam dengan hal tersebut,
pada kelompok dengan status pekerjaan wiraswasta dan
kelompok kuintil kepemilikan teratas juga memiliki

38
persentase prevalensi penyakit kanker tertinggi, masing-
masing berada-pada angka 1,7 dan 1,8

RISKESDAS 2013: Prevalensi penyakit kanker menurut


karakteristik

Menurut Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2010,


Jumlah pasien kanker payudara merupakan yang paling
tinggi yaitu 12.014 orang, di susul oleh pasien kanker
serviks 5.349 orang, pasien kanker darah (Leukemia) 4.342
orang, pasien kanker lipoma 3.486 orang dan pasienkanker
paru-paru sebanyak 3.244 orang.

39
2.3 Hubungan Gizi Dan Penyakit Degeneratif

Salah satu penyebab terjadinya penyakit degeneratif adalah


karena perolehan zat gizi mikro dan makro yang tidak seimbang. Pola
makan yang salah meningkatkan resiko penyakit degeneratif ini.
(Nurannisa, 2014)

Makanan yang kita konsumsi akan membentuk Antioksidan


yang penting untuk melindungi tubuh. Antioksidan tubuh bisa
dikelompokkan menjadi 3 yakni:

a. Antioksidan Primer
Antioksidan primer bekerja untuk mencegah pembentukan senyawa
radikal bebas baru.
Contoh anti aksidan ini adalah enzim SOD yang berfungsi
sebagai pelindung hancurnya sel-sel tubuh serta mencegah proses
peradangan karena radikal bebas. Enzim SOD sebenarnya sudah ada
dalam tubuh kita.Namun bekerjanya membutuhkan bantuan zat-zat
gizi meneral seperti mangan, seng, tembaga. Selenuum (Se) juga
berperan sebagai antipksidan.Jadi, jika ingin menghambat gejala
penyakit degeneratif, mineral-mineral tersebut hendaklah tersedia
cukup dalam makanan yang dikonsumsi setiap hari. (Nurannisa,
2014)

b. Antioksidan Sekunder
Antioksidan sekunder berfungsi untuk menangkap senyawa serta
mencegah terjadinya reaksi berantai.Contoh anti oksidan sekunder
adalah vitamin E, vitamin C, beta karoten, asam urat, bilirubin, dan
albumin. (Nurannisa, 2014)

40
c. Antioksidan Tersier
Antioksidan tersier bertugas memperbaiki kerusakan sel-sel
jaringan yang disebabkan oleh radikal bebas.Contoh enzim yang
memperbaiki DNA.Enzim ini berguna untuk mencegah penyakit
kanker.Percobaan telah mendukung teori bahwa mengkonsumsi
antioksidanyang memadai dapat mengurangi berbagai penyakit
degeneratif. (Nurannisa, 2014)

2.3.1 Asupan Gizi

Asupan zat gizi adalah jumlah makanan yang dikonsumsi seseorang


untuk memperoleh energi guna melakukan kegiatan fisik sehari-hari
(Suharjo, 1999 dalam Wahyuni, 2008).

Pengaruh Mengonsumsi Bahan Makanan Non-Nabati terhadap


Penyakit Degeneratif. (Nurannisa, 2014)

Hubungan Daging Merah dengan Kanker

Ada empat alasan mengenai daging merah yang dapat


menyebabkan kanker,yakni sebagai berikut :

Proses memasak daging merah dapat menyebabkan pembentukan


senyawa pencetus kanker.
Mengonsumsi daging dapat menyebabkan reaksi antara NO dan
N2O3 dengan amine di saluran cerna.
Daging merah akan meningkatkan asupan lemak harian.
Zat besi (heme) dalam daging dapat menyebabkan pembentukan
oksigen radikal di saluran cerna.

41
Makanan atau Minuman Manis

Makanan atau minuman manis dikatakan sebagai penghasil


kalori. Sehingga makanan ini dikategorikan sebagai makanan
berisiko bagi munculnya penyakit degeneratif seperti hipertensi
dan diabetes melitus. Konsumsi makanan penghasil kalori dalam
jumlah besar berisiko terjadi penumpukan kalori yang pada
saatnya berpotensi menimbulkan obesitas. Bagi penyakit
hipertensi maupun diabetes melitus, obesitas merupakan faktor
risiko yang signifikan (Nuryati, 2009). Ada zat-zat gizi yang
mempengaruhi munculnya penyakit degeneratif yaitu :

Energi

Energi diperlukan manusia untuk bergerak dan melakukan


aktifitas fisik dan juga menggerakkan proses-proses di dalam
tubuh, misalnya sirkulasi darah, denyut jantung, pernafasan dan
pencernaan. Makanan merupakan sumber energi, namun tidak
semua energi yang terkandung didalamnya dapat diubah
(Suhardjo dan Kusharto, 1992 dalam Wahyuni, 2008).

Gula merupakan sumber makanan dan bahan bakar bagi tubuh


yang berasal dari proses pencernaan makanan. Pada pendertia
Diabetes Melitus, jaringan tubuhnya tidak mampu untuk
menyimpan dan menggunakan gula, sehingga kadar gula darah
akan naik hingga mencapai kadar yang tinggi dan akan menjadi
racun bagi tubuh.

Tingginya kadar gula darah dipengaruhi oleh tingginya asupan


energi dari makanan. Konsumsi energi melebihi jumlah yang bisa

42
dibakar oleh tubuh menyebabkan lebih banyak gula yang ada di
dalam tubuh (Hartono, 2002 dalam Wahyuni, 2008).

Protein
Dalam proses pencernaan, protein akan dipecah menjadi asam
amino, kemudian diserap dan dibawa oleh aliran darah ke seluruh
tubuh, dimana sel-sel jaringan mempunyai kemampuan
membangun dan memelihara jaringan tubuh (Suhardjo, 1999
dalam Wahyuni, 2008).

Menurut konsensus penggelolaan Diabetes Melitus di Indonesia


kebutuhan protein untuk diabetesi adalah 10-15% dari kebutuhan
energi. Dianjurkan untuk mengkonsumsi protein yang bernilai
biologis tinggi yaitu berasal dari protein hewani (Sukardji, 1995
dalam Wahyuni, 2008).

Lemak
Tujuan utama pengurangan konsumsi lemak jenuh dan kolesterol
adalah untuk menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler. Oleh
karena itu asupan energi sehari seharusnya dari lemak jenuh dan
asupan kolesterol makanan hendaknya dibatasi tidak lebih dari
300 mg per hari (Sukardji, 1995 dalam Wahyuni, 2008).
Lemak merupakan sumber energi terbesar. Kelebihan konsumsi
lemak akan disimpan dalam jaringan adipose sebagai energi.
Makanan yang mengandung lemak dapat membuat seseorang
bertambah gemuk dan kegemukan dapat menyebabkan
terganggunya kerja insulin sehingga dapat meningkatkan kadar
gula darah (Moehyi, 1999 dalam Wahyuni, 2008).

43
Karbohidrat
Karbohidrat memegang peranan penting di alam karena
merupakan sumber energi yang utama bagi manusia dan hewan.
Semua karbihidrat berasal dari tumbuh-tumbuhan. Untuk
memelihara kesehatan, WHO menganjurkan 55-75% konsumsi
energi total berasal dari karbohidrat komplek dan paling banyak
10% berasal dari karbohidrat sederhana (Almatsir, 2001 dalam
Wahyuni, 2008).
Makanan yang mengandung gula sederhana tidak boleh
dikonsumsi oleh penderita Diabetes Melitus, karena cepat diserap
dan dicerna sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah.
Makanan bagi penderita Diabetes Melitus mengandung
karbohidrat dalam bentuk pati yang dapat memberikan
keseimbangan yang baik antara masukan karbohidrat dengan
insulin.

2.4 Upaya Pencegahan Penyakit Degeneratif

Rahasia umur panjang pada orang yang usia lanjut lebih dari 100
tahun, hidup teratur setiap hari, lebih cepat tidur di malam hari
dan lebih cepat pula bangun di pagi hari, istirahat satu jam di
siang hari. Makan lebih banyak buah dan sayur teratur tiga kali
sehari, aktif dalam kegiatan rumah tangga, menghindari rokok,
diet dengan makanan sederhana, kurang makan daging, lebih
banyak asupan sumber tanaman. Aktif secara fisik setiap hari,
hidup penuh ketenangan, rukun dan damai. (Oenzil, 2012)

Upaya Pencegahan Penyakit Degeneratif meliputi :

44
1. Mengatur pola makan aneka ragam setiap hari : kalori
secukupnya, dimulai dengan makan pagi, asupan buah-buahan
3 5 porsi/hari, asupan sayuran 2 3 porsi/hari, kurangi asupan
lemak jenuhdan kolesterol, kurangi asupan gula tebu, cukup air
putih, hindari alkohol, hindari rokok. Tanda asupan air cukup,
urin akan jernih.
2. Aktivitas fisik cukup dianjurkan olahraga ringan jalan pagi 20
30 menit setiap hari, termasuk aktivitas sedang, pekerjaan rumah
tangga seperti menyapu halaman, bercocok tanam, tetapi tentu
diakukan dengan senang hati.
3. Buang air besar (BAB). Penyebab kesulitan BAB : kurang
asupan serat, kurang asupan air, kurang aktivitas fisik.
Gangguan pasase usus.
4. Kadar kolesterol darah supaya dijaga tidak tinggi dianjurkan
kolesterol total 200 mg % kolesterol LDL 130 mg %,
kolesterol HDL 45 mg %. Supaya dapat mencapainya :
tingkatkan asupan serat makanan, kurangi asupan lemak jenuh
jeroan, daging berlemak, tingkatkan asupan lemak tidak jenuh
seperti ikan, olahraga teratur.
5. Gula (Glukosa) darah
Gula (Glukosa) darah meningkat tanda awal penyakit kencing
manis. Gejala kencing manis (Diabetes Melitus) pada manula :
menurun berat badan, tidak ada nafsu makan, sering buang air
kecil (BAK), gangguan tidur, gejala pikun, keluhan komplikasi.
Pesan sehat pada diabetes melitus : jaga kadar glukosa darah
normal (Glukosa darah puasa 120 mg %, meningkatkan asupan
serat makanan, pertahankan berat badan normal, cukup
olahraga, sering kontrol glukosa darah.
6. Asam urat

45
Kadar asam urat pria >7 mg % atau wanita >6 mg %. Tanda awal
akan muncul penyakit gout. Penyebab : tinggi asupan purin
sumber asam urat : jeroan, organ, makanan laut, sarden, ayam,
tape, alkohol. Gejala : rasa nyeri mendadak, merah, bengkak
pada sendi terutama pangkal ibu jari kaki. Mempertahankan
kadar asam urat normal : hindari makanan tinggi purin sumber
asam urat, hindari alkohol, cegah kegemukan, banyak minum
air.
7. Tekanan darah tinggi
Gejala : sakit kepala, rasa berat di tengkuk, cepat capek, lesu,
pandangan berkunang-kunang, telinga berdengung (pada
manula tekanan darah tinggi sering tanpa gejala). Supaya
tekanan darah normal dianjurkan asupan serat makanan kurangi
garam dapur, olahraga secara teratur, kendalikan stress, minum
obat penurun tekanan darah. Garam dapur (Natrium) dengan
tekanan darah berhubungan dengan asupan natrium, dianjurkan
asupan 11 15 gr/hari. Pada manula, tekanan darah tinggi
kadang-kadang tanpa gejala.
8. Massa tulang
Berkurang massa tulang tanda awal Osteoporosis, hanya dengan
benturan ringan tetapi tulang patah. Untuk mengatasi
oseteoporosis diperlukan terpapar sinar matahari 5 10 menit
setiap hari, cukup kebutuhan kalsium, vitamin D, tingkatkan
aktivitas fisik atau olahraga.
9. Aktivitas fisik diimbangi dengan kegiatan mental supaya dapat
dipertahankan, kemampuan memori dapat ditingkatkan melalui
latihan dan konsentrasi.
10. Manula harus menjaga penampilan diri supaya tetap kelihatan
bersemangat,meningkatkan kegiatan kesenangan bersama

46
keluarga, memperluas kesenangan pada berbagai kegiatan, hobi
yang dapat memberikan kepuasan pribadi dan diterima oleh
keluarga,memperkaya kehidupan rohani (agama dan falsafah
hidup dapat diperdalam ). (Oenzil, 2012)

2.5 Studi Kasus Hububungan Gizi Dan Penyakit Degeneratif

2.5.1 Definisi Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus (DM) didefenisikan sebagai suatu penyakit


atau gangguan metabolismeyang ditandai dengan tingginya kadar
gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid
dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Insufisiensi
insulin dapat disebabkan oleh gangguan atau defenisi produksi
insulin oleh sel-sel beta Langerhans kelenjar pankreasatau
disebabkan kurang responsifnya sel-sel tubuh terhadap insulin
(DitjenBina Farmasi & ALKES, 2005).

Diabetes adalahsuatu penyakit dimana metabolisme glukosa tidak


normal, suatu resiko komplikasi spesifik perkembangan
mikrovaskular dan ditandai dengan adanya peningkatan komplikasi
perkembangan makrovaskuler. Secara umum, ketiga elemen diatas
telah digunakan untuk mencoba menemukan diagnosisatau
penyembuhan diabetes (Mogensen, 2007).

Penyakit diabets militus disebut juga dengan penyakit kencing manis


atau kencing gula. Lebih kurang dua tahun yang lalu, dua ahli kesehatan
Yunani, yaitu Celcius dan Areteus, memberikan sebutan diabetes pada

47
orang yang banyak menderita banyak minum dan banyak kencing. Oleh
karena itu, sampai saat ini penderita banyak minum dan banyak
kencing tersebut, dalam dunia kedokteran, dikenal dengan istilah
Diabetes Militus (DM).

DM tergolong penyakit tidak menular yang penderitanya tidak dapat


secara otomatis mengendalikan tingkat gula (glukosa) dalam darahnya.
Pada tubuh yang sehat, kelenjar pankreas melepas hormon insulinyang
bertugas mengangkut gula melalui darah ke otot dan jaringan lain untuk
memasok energi. Penyakit kencing manis (Diabetes Militus) adalah
suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan
adanya pengangkatan kadar gula (glukosa) darah secara terus menerus
(kronis) akibat kekurangan insulin baik kuantitatif maupun kualitatif.

DM termasuk gangguan metabolisme (metabolisme syndrome) dan


distribusi gula oleh tubuh. Penderita DM tidak mampu memproduksi
hormon insulin dalam jumlah cukup atau tubuh tidak dapat
menggunakannya secara efektif sehingga terjadi kelebihan gula di
dalam darah. (Tapan,Erik MHA. 2005)

Kelebihan gula yang kronis di dalam darah (hiperglikema) ini justru


menjadi racun bagi tubuh. Sebagian glukosa yang tertahan yang di
dalam darah itu melimpah ke sistem urine untuk dibuang melalui
urineatau air kencing. Karena itu, air kencing penderita DM benar-benar
manis sehingga sering menarik bagi semut.

Gangguan ini terjadi bila insulin tidak diproduksi dalam jumlah


cukup oleh tubuh atau sel-sel tubuh tidak dapat meresponnya secara
normal (insulin resistence). Sebenarnya dalam kondisi normal, setiap
orang membutuhkan gula untuk kesehatannya, mengingat organ-organ
vital kita sangat membutuhkannya sebagai sumber energi gerak, sumber

48
energi spesifik bagi sel-sel otak dan jaringan saraf. (Tapan,Erik
MHA. 2005)

DM, berdasarkan penyebabnya, menrut American Diabets


Association/World Health Organitazion (ADA/WHO), diklasifikasikan
menjadi 4 macam, yaitu :

DM Tipe 1

Menurut Slamet Suyono, dokter dan Guru Besar dari Pusat


Diabets dan Lipid, Sub bagian Metabolik Endokrin, Bagian Ilmu
Penyakit Dalam FKUI, di Indonesia pasien tipe1 sangat jarang.
Demikian pula dinegara-negara tropis lain. Hal ini rupanya ada
hubunganya dengan letak geografis Indonesia yang terletak di daerah
katulistiwa. DM tipe 1 disebabkan oleh kerusakan sel pankreas aldbat
reaksi autoimun. Pada tipe ini hormon insulin tidak diproduksi.
Kerusakan sel beta tersebut dapat terjadi sejak anak-anak maupun
setelah dewasa. Penderita harus mendapatkan suntikan insulin setiap
hari selama hidupnya sehingga disebut dengan istilah Insulin
Dependent Diabets Militus (IDDM) atau DM yang tergantung pada
insulin untuk mengatur metabolisme gula dalam darah. Berdasarkan
kondisinya, tipe ini merupakan DM yang paling parah. (Slamet
Suyono, 2014)

Kebanyakan penderita Diabetes tipe ini sudah terdiagnosa sejak


usia muda. Umumnya pada saat mereka belum mencapai usia 30
tahun. Meskipun penyebab pasti dari Diabetes tipe 1 ini belum
diketahui namun ada beberapa faktor yang diketahui bisa
mempengaruhi terjadinya penyakit ini seperti : keturunan, respon

49
imunitas tubuh, virus, susu sapi dan radikal bebas. (Slamet Suyono,
2014).

DM Tipe 2

Disebabkan oleh resistensi hormon insulin, karena jumlah resptor


insulin pada permukaan sel bekurang, meskipun jumlah insulin tidak
berkurang. Hal ini menyebabkan glukosa tidak dapat masuk ke dalam
sel insulin, walaupu telah tersedia. Kondisi ini disebabkan oleh
obesitas terutama tipe sentral, diet tinggi lemak dan rendah
karbohidrat, kurang olahraga, serta faktor keturunan. Diabetes Militus
Tidak Tergantung Insulin (DMTTI) memang merupakan penyakit
yang umumnya kita kenal sebagai kencing manis atau diabetes militus.
DMTTI adalah jenis DM yang paling banyak ditemukan sekitar 90%
lebih. Timbul makin sering setelah usia 40 tahun. Pada keadaan gula
darah yang tidak terlalu tinggi atau beum ada komplikasi, biasanya
penderita belum akan mendatangi dokter untuk pemeriksaan penyakit
ini. (Wahyuni, Sri 2008)

50
DM Tipe Spesifik

Disebabkan oleh kelainan genetik spesifik, penyakit pankreas,


gangguan endokrin lain, efek obat-obatan, bahan kimia, infeksi virus
dan lain-lain. (Irianto, Koes. 2014)

DM Gestational Diabetes atau DM Kehamilan

Disebabkan oleh rusaknya pankreas akibat kurang gizi atau


Malnutrition Related DM (MRDM) yang di Indonesia sebagai
Diabetes Militus Terkait Malutrisi (DMTM). Karena ada
kencendrungan penyakit ini timbul dalam keluarga, maka dianggap
yang memegang peranan penting dalam penyakit ini adalah faktor
genetik (gen/keturunan), lingkungan, serta gaya hidup (cara makan,
aktivitas, dan lain-lain). Faktor-faktor lain yang mempengaruhi seperti
ras, negara dan kebudayaan (Irianto, Koes. 2014)

2.5.2 Tanda Dan Gejala Diabetes Mellitus

Penyakit diabetes adalah penyakit yang terjadi pada kadar insulin yang
di dalam darah tidak terkontrol pada bagian glukosanya. Dan penyakit
ini dapat terjadi pada wanita dan pria. Diabetes ini di bagi menjadi
beberapa jenis, ada tipe 1, 2 dan 3. Semakin angka yang menaik, berarti
tandanya diabetes tersebut semakin parah. dan ada juga yang kering
serta basah. penyebab diabetes adalah merokok, mengkonsumsi
makanan dan minuman yang manisnya tinggi, merokok, stress, kurang
tidur, penggunaan pil kontrasepsi, mengkonsumsi soda dan jarang
melakukan olahraga.

51
Berikut ini adalah tanda gejala diabetes secara umum dan kalian
harus mengetahuinya agar dapat menjalankan pengobatan dengan
cepat.

1. Buram penglihatan
Ketika melihat sesuatu apapun baik di dalam atau di luar lingkungan
akan terlihat buram atau tidak jelas, masalah yang sering di alami oleh
penderita penyakit mata. Penyakit mata ini bila tidak di obati dengan
segera, dapat memperburuk keadaannya. Banyak jenis penyakit mata
yang dapat menyerang oleh siapa pun, dari mata katarak, buta warna,
rabun dekat, rabun jauh, mata silinder dan mata minus. Pengobatan
yang di tawarkan beraneka ragam, ada yang menggunakan bahan
herbal dan ada juga yang memakai obat tetes mata. Jika ingin
penyembuhan yang alami, dapat mengkonsumsi wortel tiap hari, dan
lama lama mata yang sedang bermasalah akan berkurang. Tanda gejala
diabetes pun akan mengalami hal serupa seperti ini. mata ini
merupakan organ tubuh yang paling penting sekali untuk di jaga. Tidak
hanya mata saja, anggota badan lainnya pun harus selalu di perhatikan.

2. Nafsu makan tinggi


Nafsu makan yang tinggi itu tidak baik untuk kesehatan tubuh. karena
akan mudah sering merasakan lapar sehingga akan membuat badan
menjadi kelebihan berat badan. kita harus bisa menguranginya, agar
tidak memicu terjadinya penyakit lain. ada beberapa penyakit yang di
alaminya dengan masalah seperti ini, yaitu tanda gejala diabetes.
Diabetes ini atau penyakit kencing manis akan membuat kita
mengalami penyembuhan penyakit kulit yang lama dan timbulnya
kulit yang borokan. Dan yang lebih tragisnya lagi penderita diabetes

52
bisa mengalami lumpuh dan jika sudah terlalu parah dapat dilakukan
penindakan amputasi pada kakinya.

3. Kesemutan
Sebut saja dengan mati rasa atau pada kesemutan. Kesemutan ini
dapat di alami oleh siapa pun, paling banyak terjadi di bagian kaki.
Dan dana mengobati mati rasa ini bisa dengan mengkonsumsi air putih
yang cukup. air putih atau mineral dapat di minum dalam satu hari
sebanyak 8 gelas atau sebanding dengan dua liter. Tanda gejala
diabetes adalah mengalami kesemutan. Gejala ini bukan termasuk
gejala yang berat, melainkan yang ringan. Dan penyakit ini termasuk
penyakit kambuhan yang terjadi dengan cara tiba tiba dan sembuh pun
juga hilang dengan sendirinya. Kesemutan ini seperti ada semut yang
menggerayang dan bila di tepuk akan sakit dan jika berjalan pun terasa
sulit.

4. Sering buang air kecil


Buang air kecil yang di lakukan pada normalnya kurang dari 10 dan
jika lebih dari itu, maka sedang mengalami penyakit. Penyakit tersebut
di namakan dengan anyang anyangan. Akan lemas jika terjadi hal
seperti ini, yang tidak di batasi oleh usia atau umur sekalipun. Dan
tanda gejala diabetes adalah sering buang air kecil. Bukan hanya
penyakit ini saja yang dapat di jadikan gejala, namun ada beberapa
penyakit lainnya yang harus kalian ketahui dan akan kami jelaskan
penjelasan di paragraf selanjutnya.

5. Haus yang sering


Merasakan haus itu hal yang wajar, dan akibat dari rasa haus ini karena
kegiatan olahraga yang menguras banyak tenaga. Tapi, jika kehausan

53
terjadi dengan sering tanpa penyebabnya itu merupakan tanda gejala
diabetes. Hal ini yang perlu di ketahui oleh semua orang. kita akan
mengalami kekurangan ion sehingga tubuh lemas. Cairan atau ion
penting sekali untuk di cerna oleh tubuh.

6. Lelah
Kelelahan yang mudah terjadi hal wajar untuk manusia. Dapat kita
tangani dengan menjalankan istirahat yang cukup. tanda gejala
diabetes adalah letih, lunglai, lesung dapat di alaminya. anak anak,
remaja, dewasa dan orang tua bisa juga merasakan hal ini. oleh sebab
itu, perhatikan kondisi kalian sebaik mungkin, agar diabetes ini tidak
mudah terjadi pada diri kalian. Yang penyakit ini mempunyai resiko
yang lumayan tinggi.

Selain itu, ada pula gejala penyakit diabetes mellitus secara


khusus, yaitu :

Gejala DM tipe 1 muncul scara tiba-tiba pada saat usia anak-anak,


sebagai akibat kelainan genetika sehingga tubuh tidak memproduksi
insulin dengan baik. Gejala-gejala yang dapat dijumpai adalah :

1. Sering kencing dan jumlah yang banyak.


2. Terus menerus timbul rasa haus (polidipsi) dan lapar (polifagi).
3. Berat badan turun, penderita semakin kurus.
4. Penglihatan kabur.
5. Meningkatnya kadar gula dalam darah dan air seni (urine).

Dm tipe 1 ini cenderung di derita oleh mereka yang ber-usia di bawah


20 tahun. Sedangkan DM tipe 2 timbul secara perlahan sampai menjadi
gangguan yang jelas. Pada tahap awal mirip seperti DM tipe 1, yaitu :

54
1. Sering kencing.
2. Terus menerus merasa haus dan laper.
3. Kelelahan yang berkepanjangan tanpa diketahui penyebab lain
secara pasti.
4. Mudah sakit yang berkepanjangan.

Gejala-gejala tersebut sering dianggap sebagai hal biasa sehingga


sering terabaikan.

Gejala lain yang dapat timbul antara lain :

1. Penglihatan kabur.
2. Luka yang lama atau bahkan tidak kunjung sembuh, sampai
membusuk.
3. Kaki terasa kebas, geli atau terasa terbakar.
4. Infeksi jamur pada saluran reproduksi wanita
5. Impotensi pada pria

DM tipe 2 biasanya terjadi pada mereka yang telah berusia di atas 40


tahun, meskipun saat ini pravelensinya pada remaja dan anak-anak
semakin tinggi. Secara umum gejala-gejala DM yang telah menahu
(kronis) antara lain sebagai berikut :

1. Gangguan penglihatan, berupa pandangan yang kabur sehingga


penderita sering ganti-ganti kacamata.
2. Gatal-gatal dan bisul. Gatal-gatal biasanya dirasakan pada lapisan
kulit di ketiak, payudara, dan alat kelamin.
3. Gangguan saraf tepi (perifer), berupa kesemutan, terutama pada
kaki dan terjadi malam hari.
4. Rasa tebal pada kulit, sehingga kadang-kadang penderita lupa
memakai sendal dan sepatu.

55
5. Gangguan fungsi seksual, berupa gangguan ereksi.
6. Keputihan pada penderita perempuan, akibat daya tahan menurun.

Gejala Diabetes saat Kambuh

Diabetes akan kambuh apabila ada peningkatan kadar gula darah


melampaui batas normal, sehingga keadaan perlu diatasi dengan
cepat. ada gejala diabetes kambuh yang merupakan tanda dari tubuh
untuk memberikan sinyal bahwa kesehatan menurun. Di bawah ini
beberapa gejala diabetes kambuh yang bisa terjadi :

Lemas dan mudah lelah, gejala diabetes kambuh yang bisa


dirasakan oleh penderitanya ketika tingginya kadar gula darah
ialah rasa ngantuk dan juga badan terasa tidak nyaman sebab
lemas, akibat dari energi yang hanya terbatas dihasilkan oleh
tubuh, karena hormon insulin yang juga hanya sedikit oleh karena
itu penderita penyakit diabetes yang sedang kambuh mudah lelah
juga karena hanya sedikit energi.

Mudah terinfeksi, yang terjadi pada saat gejala diabetes kambuh


ialah mudah terinfeksi, jadi tidak hanya tubuh yang terasa lemas
saja tetapi juga akan ada masalah pada imun tubuh. imun tubuh
yang lebih lemah dibandingkan pada saat normal sehingga
efeknya menyebabkan tubuh mudah terinfeksi. infeksi yang
paling sering terjadi pada penderita diabetes khususnya wanita
ialah infeksi saluran kambuh. Oleh karena itu perlu hati hati dalam
menjaga kesehatan tubuh.

56
Peningkatan buang air kecil, gejala diabetes kambuh yang bisa
dirasakan juga ialah peningkatan buang air kecil di saat malam
hari. Karena jika diabetes sedang kambuh tenggorokan dan mulut
terasa kering, sehingga banyak minum meningkatkan frekuensi
buang air kecil.

Terdapat kotoran di urine, urine atau air kencing yang


dikeluarkan pun mengandung kotoran di dalamnya. sebab dari itu
jika ingin mengetahui diabetes kambuh atau tidak bisa
membandingkan air kencing yang dikeluarkan.

Rasa lapar yang berlebihan, gejala diabetes kambuh lainnya


bisa menyebabkan rasa lapar, peningkatan rasa lapar yang bias
terlalu parah dikarenakan oleh gula darah tinggi dan insulin yang
hanya sedikit dihasilkan.

Penurunan berat badan, dampak dari penyakit diabetes pada


tubuh ialah penurunan berat badan. Pengaruh dari berat badan
yang lama kelamaan bisa menurun juga.

Gangguan penglihatan, gejala diabetes bisa semakin bertambah


parah jika tidak diatasi dengan baik yang ditandai dengan adanya
gangguan penglihatan.

Gejala diabetes kambuh bisa dihilangkan apabila mengatasi penyakit


diabetes dengan cepat atau menurunkan gula darah. ada obat gula
yang bisa digunakan agar bisa menurunkan gula darah kembali
normal. ada banyak jenis bahan alami yang bisa di gunakan seperti
daun brotowali, daun sambiloto dan juga daun kumis kucing. Dengan

57
mencampurkan tiga bahan tersebut untuk di rebus atau pun di ekstrak
dan di minum setiap harinya akan membantu menurunkan gula darah
dengan cepat. jaga gaya hidup juga agar bisa lebih cepat sembuh dari
penyakit diabetes, jauhi rokok, minuman yang mengandung alkohol
serta makanan yang memiliki glukosa tinggi.

2.5.3 Patofisiologi Diabetes Mellitus

Pada individu yang secara genetik rentan terhadap diabetes tipe 1,


kejadian pemicu yakni memungkinkan infeksi virus kan menimbulkan
produksi autoantibody terhadap sel-sel beta pankreas. Destruksi sel beta
yang diakibatkan menyebabkan penurunan sekresi insulin dan akhirnya
kekurangan hormon insulin. Defisiensi insulin mengakibatkan keadaan
hiperglikemia,peningkatan lipolisis(penguraian lemak) dan katabolisme
protein.karekteristik ini terjadi ketika sel-sel beta mengalami destruksi
melebihi 90%.
Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang disebabkan
oleh satu atau lebih factor berikut ini: kerusakan sekresi insulin,produksi
glukosa yang tidak tepat dalam hati atau penurunan sensivitas reseptor
insulin perifer. Faktor genetik merupakan hal yang disignifikan,dan
awitan diabetes dipercepat oleh obesitas serta gaya hidup sedentary
(sering duduk). Sekali lagi,stress tambahan dapat menjadi faktor penting
Diabetes gestasional terjadi ketika seorang wanita yang sebelumnya
tidak didiagnosis sebagai penyandang diabetes memperlihatkan
intoleransi glukosa selama kehamilanya. Hal ini dapat terjadi jika
hormon-hormon plasenta melawan balik kerja insulin sehingga timbul
resistensi insulin.diabetes kehamilan merupakan faktor resiko yang

58
signifikan bagi terjadinya diabetes melitus tipe 2 dikemudian hari.
(Komalasari, Renata 2014)
Dasar terjadinya kaki diabetik adalah adanya suatu kelainan pada
saraf, kelainan pembuluh darah dan kemudian adanya infeksi. Kelainan
saraf sensori akan terjadi hilang rasa yang menyebabkan penderita tidak
dapat merasakan rangsangan nyeri sehingga kehilangan daya
kewaspadaan proteksi kaki terhadap rangsangan luar. Akibatnya, kaki
lebih rentan terhadap benturan kecil. Bila sudah terjadi luka akan
memudahkan kuman masuk yang menyebabkan infeksi. Kelainan
pembuluh darah berakibat tersumbatnya pembuluh darah sehingga
menghambat aliran darah, menggangu suplai oksigen, bahan makanan
atau obat antiboitika yang dapat menggangu proses penyembuhan luka.
Bila pengobatan infeksi ini tidak sempurna dapat meyebabkan
pembusukan (gangren) bahkan dapat diamputasi (Tambunan, 1995).
Patofisiologi DM sangat rumit, dan masih terus diteliti. Fisiologi
pembentukan energi dan katabolisme glukosa. Semua sel dalam tubuh
memerlukan energi dan karenanya memerlukan substrat untuk
pembentukan energi. Glukosa adalah substrat yang paling 2 efisien dan
efektif, terutama untuk fungsi neuronal. Protein, asam amino, dan asam
lemak dapat digunakan sebagi substrat pembentukan energi. Glukosa
merupakan monosakarida yang berasal dari absorpsi makanan. Untuk
dapat digunakan sebagai energi, glukosa hams dapat masuk ke dalam sel.
Untuk masuk ke dalam sel memerlukan fasilitasi hormon insulin. Insulin
adalah hormon polipeptida yang dihasilkan oleh sel-sel B-pankreas. Di
dalam sel, glukosa mengalami katabolisme melalui jalur glikolitik dan
siklus Krebs, bersama dengan respirasi erobik membentuk molekul energi
dasar dari sel, yaitu adenosine triphosphate (ATP). Setiap hormon
mempunyai sel sasaran dan berikatan pada reseptor pada membran sel.
Sel sasaran insulin adalah sel di seluruh tubuh. Reseptor insulin berada

59
pada membrana plasma sel yang diperlukan agar insulin dapat aktif dan
menyediakan energi dari glukosa.

Patofisiologi DM berkaitan dengan kerjasama antara insulin dengan


reseptor spesifik. Adanya defisiensi, keduanya atau salah satu dari unsur
tersebut, adalah dasar timbulnya diabetes klinis dan merupakan dasar
paradigma klasifikasi yang digunakan untuk DM.

2.5.4 Kriteria Diagnosa Diabetes Mellitus

Standardisasi kriteria bagi pencegahan diagnosis, dan klasifikasi DM


yang diusulkan oleh the National Diabetes Data Group of the USA (
NDDG) dan komite pakar pada WHO menghasilkan keseragaman
hingga taraf tertentu bagi berbagai penelitian global terhadap

60
kelainan metabolik tersebut. Tes toleransi glukosa oral (TTGO)
dengan 75 gram glukosa digunakan untuk membedakan antara DM
dan bukan DM.

a. Cara penegakan diagnosis

Diagnosis DM ditegakkan atas dasar pemeriksaan kadar glukosa


darah. Diagnosis tidak dapat ditegakkan atas dasar adanya
glukosuria.Berbagai keluhan dapat ditemukan pada pasien
diabetes.Keluhan klasik DM ada seperti poliuria, polidipsia,
polifagia, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
sebabnya.Keluhan lain pula berupa lemah badan, kesemutan, gatal,
mata kabur, dan disfungsi ereksi pada pria, serta pruritus vulvae pada
wanita.

Gejala DM seperti rasa haus serta poliura dan hasil pemeriksaan


glukosa sewaktu 200 mg/dl (11,1 mmol/l)
Atau FPG ( kadar glukosa puasa) 126 mg/dl (7,0 nmol/l )
Atau glukosa plasma 2 jam setelah makan (2 jam pp) 200 mg/
dl (11,1 mmol/l) selama pelaksanaan TTGO
Untuk keperluan skrining pada populasi dapat digunakan kriteria
kadar glukosa puasa atau 2 jam pp sesudah pemberian per oral
75 gram glukosa.

Diabetes melitus dapat pula didasarkan pada :

retinopati diabetic pada pemeriksaan ofalmologi


tes diagnosis serta pemantauan lain,termasuk urinalisis
untuk mendeteksi aseton dan pemeriksaan hemoblobin

61
terglikosilasi/HbA1c (yang mencerminkan control
glikemia selama dua hingga tiga bulan terakhir)

b. Diagnosis

Pada dewasa dan wanita tidak hamil,penegakan diagnosis


diabetes melitus dilakukan berdasarkan dua dari sejumlah
criteria berikut yang diperoleh dengan slang waktu lebih dari 24
jam dengan menggunakan test yang sama sebanyak dua kali atau
kombinasi tes-tes ini :

Kadar glukosa plasma sebesar 126 mg/dl atau lebih


sedikitnya pada dua kali pemeriksaan
Gejala khas yang menunjukan diabetes melitus tak
terkontrol dan kadar gula darah sewaktu 200mg/dl atau
lebih
Kadar glukosa darah 200mg/dl atau lebih dari dua jam
sesudah mengkonsumsi 75gram dekstosa per-oral
c. Penanganan

Terapi yang efektif bagi semua tipe diabetes akan


mengoptimalkan kadar glukosa darah dan mengurangi
kompilasi,penanganan diabetes 1 meliputi :

terapi insulin,perencanaan makanan dan latihan fisik


lebih dari satu kali
transplantasi pankreas

Penanganan diabetes tipe 2 meliputi obat antidiabetik oral untuk


menstimulasi produksi insulin endogen,meningkatkan

62
sensitivitas terhadap insulin pada tingkat seluler, menekan
glukoneogenesis hepar dan memperlambat absospsi karbohidrat
dalam traktus GI.

Penanganan kedua tipe diabetes melitus meliputi:

pemantauan kadar glukosa darah secara cermat


perencanaan makanan yang dirancang secara perorangan
untuk memenuhi kebutuhan gizi,mengendalikan kadar
glukosa serta lipid darah dan mencapai berat badan yang
tepat serta mempertahankanya secara konsisten
penurunan berat badan atau diet tinggi kalori sesuai
tahap pertumbuhan dan tingkat aktivitas

Penanganan diabetes kehamilan meliputi :

terapi gizi medik


suntukan insulin jika kadar glukosa tidak bias dicapai
dengan diet saja
konseling pascapartum untuk menghadapi resiko tinggi
diabetes pada kehamilan berikut dan diabetes tipe 2
dikemudian hari
latihan teratur dan pencegahan kenaikan berat badan
untuk membantu mencegah diabetes tipe 2 (Michael,
Gibney 2012)

63
2.5.5 Siapa Yang Beresiko Terkena Diabetes Mellitus

Risiko tinggi DM termasuk dalam sekelompok sebagai berikut :


1. Kelompok usia dewasa tua (>45 tahun)
2. Kegemukan melebihi 120% dari berat badan idaman
3. Menderita tekanan darah tinggi lebih dari 140/90 mmHg
4. Mempunyai sanak saudara menderita DM
5. Mempunyai riwayat kehamilan dengan Berat Badan bayi pada
waktu lahir lebih besar dari 4 kg
6. Mempunyai riwayat menderita DM sewaktu hamil
7. Gangguan lemak darah dengan kadar HDL <35 mg/ dl atau
Trigliserida>250 mg/dl
8. Pernah mengalami TGT (Toleransi Glukosa Terganggu) atau
GDPT (Glukosa Darah Puasa Terganggu)

Pada pasien TGT atau GDPT merupakan tahapan sementara menuju


penyakit DM. Setelah 5-10 tahun kemudian,1/3 kelompok TGT akan
berkembang menjadi DM, 1/3 tetap TGT dan 1/3 lainnya kembali
normal.

Pemeriksaan Ulangan :

Untuk kelompok risiko tinggi yang hasil pemeriksaan


penyaringnya negatif, pemeriksaan penyaring ulangan dilakukan tiap
tahun, sedangkan bagi mereka yang berusia >45 tahun tanpa faktor
risiko di atas (nomor 2-8), pemeriksaan penyaring dapat dilakukan
setiap 3 tahun (Tapan, Erik, 2005).

64
2.5.6 Peran Vitamin Dan Mineral Dalam Mengendalikan Kadar Gula
Darah
Banyak di antara para penderita diabetes, terutama diabetes tipe
2 mengalami kekurangan mineral dan vitamin larut air. Pasalnya, kadar
glukosa yang tinggi dalam darah dapat menahan cairan sehingga
volume air di ginjal meningkat dan tidak bisa diserap ulang. Penderita
diabetes juga cenderung buang air kecil lebih sering sehingga vitamin
dan mineral banyak terbuang. Karena itulah pasien harus pintar-pintar
memenuhi kebutuhan vitamin dan mineralnya dengan menerapkan diet
sehat seimbang setiap hari. Meski demikian, ada kalanya kebutuhan
tersebut masih belum terpenuhi. Kekurangan ini dapat Anda penuhi
lewat suplemen tambahan. Beberapa suplemen juga dapat membantu
tubuh memaksimalkan penggunaan insulin sehingga kadar gula darah
tetap terkontrol.
Vitamin dan mineral juga merupakan mikronutrien penting untuk
penyerapan nutrisi. Defisiensi mikronutrien bisa menimbulkan
defisiensi nutrisi secara keseluruhan. Akibat yang ditimbulkan bisa
lebih serius, karena beberapa vitamin dan mineral bekerja sebagai
antioksidan. Metabolisme gula pada penyandang diabetes menyebabkan
produksi radikal bebas meningkat, sehingga diabetes memerlukan
asupan antioksidan lebih banyak.
Radikal bebas adalah atom atau molekul yang tidak memiliki pasangan.
Gerakannya labil dan tak terkendali sehingga merusak pembuluh darah
dan organ lain (stres oksidatif).

a. Vitamin
Vitamin adalah suatu senyawa organik yang terdapat di dalam
makanan dalam jumlah sedikit dan dibutuhkan jumlah yang besar

65
untuk fungsi metabolisme yang normal.Vitamin dapat larut di dalam
air dan lemak. Vitamin yang larut dalam lemak adalah Vitamin A,
D, E, dan K dan yang larut di dalam air adalah vitamin B dan C
(Dorland, 2006).Vitamin juga dapat membantu tubuh dalam
menyembuhkan penyakit seperti penyakit diabetes. Ada beberapa
vitamin yang mampu mengendalikan gula darah pada penyakit
diabetes yaitu :

Vitamin C
Vitamin C merupakan nutrisi yang bertindak sebagai antioksidan
yang mengenyahkan radikal bebas yang merusak sel-sel tubuh.
Pemakaian dalam jangka waktu panjang terbukti mampu membantu
mencegah munculnya komplikasi diabetes terutama yang berkaitan
dengan penyakit ginjal dan pembuluh darah. Sementara itu,
suplementasi vitamin untuk pengaturan gula darah telah terbukti secara
klinis. Dosis vitamin C yang dianjurkan bagi para diabetes adalah antara
1.000-2.000 mg/hari bergantung kondisi pasien. Upaya dalam merawat
penderita DM melalui suplementasi antioksidan atau makanan kaya
dengan antioksidan akan memberikan manfaat dalam memperkuat
enzim pertahanan dan menurunkan peroksidasi lipid. Hasil penelitian
Afkhami-Ardekani dan Shojaoddiny-Ardekani (2007) pada pasien
diabetes ditemukan, suplementasi 500 mg vitamin C, yaitu 2 kali sehari
selama 4 bulan dapat menurunkan plasma Low Density Lipoprotein
(LDL), total kolesterol, trigliserida dan insulin secara signifikan.
Vitamin C terutama yang bersumber dari bahan makanan alami, yaitu
sayur-sayuran dan buah-buahan apabila dikonsumsi sesuai dengan
kebutuhan akan memberikan manfaat dalam mencegah terjadinya
penyakit degeneratif.

66
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Azrimaidaliza,
Melva Diana dan Ramadani (2010) menunjukkanbahwa asupan vitamin
C berpengaruh padapenurunankadar gula darahpada orang dewasa di
Kota Padang Panjang. Pola yang ditunjukkan adalah semakin meningkat
asupan vitamin C (asupan makanan yang mengandung vitamin C dari
sumber alami) maka semakin menurunkan kadar gula.

Vitamin E

Vitamin E merupakan antioksidan larut lemak utama dalam


tubuh. Vitamin ini membantu mengontrol kadar glukosa darah
serta melindungi pembuluh darah dan saraf dari radikal bebas yang
dapat memperparah diabetes. Penelitian menunjukkan bahwa
vitamin E dosis tinggi diperkirakan dapat memperbaiki neuropati
diabetes serta melindungi dari katarak dan aterosklerosis.Selain
itu, vitamin E juga memeiliki beberapa manfaat lain seperti
meningkatkan toleransi gula, menghambat stress oksidatif
terhadap jaringan, meningkatkan aliran darah ke jaringan-jaringan
tubuh, memcegah penyakit jantung yang disebabkan oleh diabetes,
meningkatkan fungsi sel beta pancreas dan meningkatkan insulin
plasma. Vitamin E terdapat pada sayuran, buah-buahan dan biji
bijian seperti asparagus, buah bit, sawi swiss, biji bunga
matahari,cabai, alpukat dan kiwi.

Vitamin B-kompleks

Vitamin B6 dan B12 dapat membantu mengatasi neuropati


atau kerusakan saraf akibat komplikasi diabetes kronis. Biotin,
vitamin B-kompleks lainnya, diperlukan dalam proses

67
metabolisme dan pertumbuhan. Biotin juga digunakan untuk
pembentukan dan pemanfaatan protein, lemak, dan karbohidrat.
Dosis yang disarankan adalah 75 mg vitamin B6, 150 mkg B12,
dan 300 mkg biotin per hari. Makanan yang mengandung vitamin
B kompleks terdapat pada makanan yang mengandung protein,
buah-buahan, sayuran dan kacang kacangan seperti daging merah,
daging ayam, telur, kacang almond, bayam, asparagus, apel dan
alpukat.

Vitamin D

Vitamin D dapat mengaktifkan gen yang mempercepat produksi


cathelicidin, peptida antimikroba yang mampu menghancurkan
virus, bakteri, dan kuman lain. Karena penderita diabetes lebih
rentan terkena infeksi akibat ulkus diabetik dan penyakit
periodontal (gusi), pastikan tubuh Anda mendapatkan vitamin larut
lemak dalam jumlah optimal, setidaknya sebesar 2 ribu IU vitamin
D (dalam bentuk cholecalciferol atau D3) setiap hari. Vitamin D
dapat ditemui didalam makanan atau minuman seperti susu, udang,
ikan salmon, telur, tahu, keju, sereal dan kedelai.

b. Mineral
Mineral ialah zat gizi yang dibutuhkan manusia guna mendukung
proses tumbuh serta berkembang oleh tubuh dalam jumlah yang
sedikit atau kecil. Mineral mempunyai komposisi unsur murni dan
juga garam sederhana yang sangat kompleks dengan beberapa jenis
bentuk hingga ribuan bentuk (Muhammad Yovi,2014). Mineral juga

68
berfungsi untuk meringankan penyakit seperti diabetes mellitus.
Ada berbagai macam mineral yang berfungsi dalam mengendalikan
penyakit deiabetes mellitus, yaitu :

Magnesium
Magnesium penting untuk pemanfaatan tubuh terhadap insulin dan
karbohidrat, juga penting untuk syaraf dan tekanan darah. Pada
umumnya orang dewasa membutuhkan sekitar 300-400 mg perhari.
Magnesium dapat ditemukan pada bayam, chard, kacang hitam,
biji-bijian dan kacang-kacangan ( tiestrysna,2013).

Vanadium
Vanadium (atau vanadyl sulfate) bekerja dengan meniru insulin
dalam tubuh dan menjaga kadar gula darah tetap normal. Vanadium
juga diyakini sangat penting dalam pencegahan dan perawatan
diabetes. Meski demikian, mineral ini hanya diperlukan dalam
jumlah kecil oleh tubuh. Dosis yang dianjurkan adalah 100 mg per
hari.Vanadium ditemukan dalam beberapa bentuk di alam, seperti,
Vanadate dan perusak sulfat. Sumber makanan yang mengandung
mineral ini kerang, lada hitam, jamur, gulma dill, peterseli, gandum,
anggur, bir, minuman pemanis buatan dan produk biji-bijian. Kita
bisa mendapatkan Vanadium dalam diet kita dengan makan
gandum, kacang kedelai, telur dan apel.

Kromium
Kromium penting dalam membantu mengontrol metabolisme
lemak, karbohidrat dan gula dengan membantu kerja insulin.
Kebanyakan orang memenuhi kebutuhan mineral ini dengan

69
tambahan suplementasi kromium sebanyak 25 hingga 35 mg per
hari, tergantung umur dan jenis kelamin. Selain itu mineral ini bisa
diperoleh dari makanan seperti: bawang bombay, kentang dan tomat
( tiestrysna,2013).

Kalium

Kalium membantu glukosa masuk ke dalam sel tubuh. Mineral ini


juga membantu menjaga fungsi ginjal dan tekanan darah. Asupan
harian yang dibutuhkan untuk 1 orang dewasa adalah 4,700 mg.
Kalium dapat ditemukan pada berbagai buah dan sayuran seperti,
sayuran berdaun hijau, melon, ubi, asparagus, dan pisang.
Suplementasi kalium pada umumnya tidak disarankan (
tiestrysna,2013)

70
BAB III
PEMBAHASAN TEORI dan ARTIKEL

3.1 Tapan, Erik. 2005 . Penyakit Degeneratif. Cetakan Pertama. Jakarta:


Penerbit Kelompok Gramedia-Jakarta. Hlm 66-67.

Kasus: Diabetes Tipe II

Dokter Yth,

Saya ingin tahu apakah yang disebut dengan Diabetes Tipe II (Type Diabetic)

1. Memangnya ada berapa tipe diabetes?


2. Apa persamaan dan perbedaannya?
3. Bagaimana penanganan atau treatment untuk masing-masing tipe tersebut?
4. Apa resiko paling parah/ terburuk bagi penderita?
5. Mungkinkah disembuhkan total?

Atas jawabannya, saya haturkan terima kasih.

Toni- Jakarta

Bpk Toni, Yth.

Hal ikhwal mengenai diabetes mellitus atau penyakit kencing manis bisa dibaca pada
bab ini dan bab dua berikutnya.

1. Secara garis besar, diabtes mellitus dibagi atas dua tipe yaitu yang tergantung
pada insulin (Tipe satu dan sering terjadi pada anak-anak) dan diabetes mellitus
yang tidak tergantung pada insulin (Tipe dua yang pada umumnya terjadi pada
orang dewasa).

71
2. Persamaannya adalah gejala Hipoglikemi yang bisa terjadi pada kedua tipe
diatas, meskipun pada anak-anak gambaran klinisnya lebih akut, lebih berat dan
kadar gula darah yang sangat bervariasi (Labil).
3. Prinsip pengobatan pada penderita DM adalah menjaga kadar gula darah yang
normal dan stabil serta mencegah komplikasi lebih lanjut untuk menjaga
panjangnya.

Untuk DM Tipe 1, penatalaksanaannya dibagi menjadi :


a. Pemberian insulin
Berkonsultasi kepada dokter, dan harus dilakukan secara teratur/ tepat
waktu sesuai jadwal penyuntikan
b. Penatalaksanaan diet
Dengan membiasakan anak dalam pola hidup yang agak teratur
dioharapkan kadar glukosa darahnya dapat dikontrol. Oleh karena masih
dalam proses pertumbuhan, harus berhati-hati dalam membatasi makanan
dan kalau bisa penderita tidak harus berbeda dengan diet pada anak-anak
normal lainnya. Diet yang optimal adalah tiga kali makan disertai dengan
tiga kali snack.
c. Olahraga
Menghindari olahraga yang terlalu berat yang dapat menyebabkan
penderita mengalami keadaan Hipoglikemi
d. Edukasi
e. Home monitoring (pemantauan mandiri)
4. Risiko yang paling parah adalah terjadi Hipoglikemi dan koma diabetikum
(akut). Sedangkan jangka panjang bisa terjadi macam-macam komplikasi yang
mengenai organ seperti jantung, pembuluh darah, ginjal, saraf dan mata.
5. Biasanya diabetes militus adalah penyakit yang langsung seumur hidup.
Mudah-mudahan jawaban yang diberikan ini bisa bermanfaat.

72
3.2 Laporan Studi Kasus Diagnosa Gizi Diabetes Mellitus

May Anggraini Safitri

Gambaran Umum Pasien

A. Identitas Pasien

a. Nama Pasien : Ny. Aminatus


b. Jenis kelamin Pasien : (P) Perempuan
c. Umur Pasien : 48Th
d. Berat Badan Pasien : 50 Kg
e. Tinggi Badan Pasien : 140 Cm
f. Pekerjaan Pasien : Ibu Rumah Tangga
g. Alamat Pasien :-
h. Diagnosa Pasien : Jantung dan Diabetes Millitus
i. Recall : Tingkat konsumsi makanan Energi: 867,1
kalori , Protein : 45,6 gr, Lemak : 30,4 gr, Karbohidrat : 100,4 gr. Pasien makan 2-
3x sehari, makan dengan lauk seadanya seperti tempe dan tahu, sering ngemil
indomie dan bakso serta sering makan sayur dan buah.
j. Riwayat Penyakit Dahulu :-

B. Keadaan Umum Pasien

Seorang wanita bernama Ny.Aminatus, umur 48 tahun, Berat badan : 50 kg,


Tinggi Badan : 140 cm, jenis kelamin perempuan, pekerjaan ibu rumah tangga. Pasien
makan 2-3x sehari, makan dengan lauk seadanya seperti tempe dan tahu, sering ngemil
indomie dan bakso serta sering makan sayur dan buah. Pasien merasakan bandannya
lemas , pasien pernah MRS dengan keluhan jantung, keluarga pasien ada yang
menderita DM juga.

C. Data Antropometri

IMT = BB / (TB)2 dalam meter


= 50 / (1,40)2
= 25,51 kg/m 2
Klien memiliki status gizi Kelebihan Berat Badan Tingkat Ringan. (Menurut
Depkes,1994)

73
BBI = TB - 100
= 140 100
= 40 Kg
Klien memiliki berat badan 52 Kg sehingga pasien dikatakanObesitas Tingkat
Berat. (Menurut anggreani,adisty.asuhan gizi nutrutional care process.2012 ).

D. Biochemical (Data Lab)


Pemeriksan Lab
No. Pemeriksaan Hasil Pasien Normal Kategori
1. Gula Darah Puasa 153 mg/dl <110 mg/dl Tinggi
2. Gula Darah 2jam PP 329 mg/dl <145 mg/dl Tinggi

(Menurut anggreani,adisty.asuhan gizi nutrutional care process.2012 ).

E. Clinic

Pemeriksaan fisik
Keadaan Umum klien ; badan lemas

F. Dietary History

Kebiasaan makan klien;

Pasien makan 2-3x sehari,


Makan dengan lauk seadanya seperti tempe dan tahu,
Sering ngemil indomie dan bakso
Sering makan sayur dan buah
Hasil recall menunjukan bahwa ; Energi: 867,1 kalori , Protein : 45,6 gr, Lemak : 30,4
gr, Karbohidrat : 100,4 gr.

Bedasarkan kebutuhan energi yang diperlukan klien yakni ;


Kebutuhan Energi (brocca) ;
Kebutuhan kalori basal = 40 Kg x 25 Kkal/Kg BB = 1000 Kkal
Koreksi faktor usia = 5% x 1000 Kkal = 50 Kkal
= 950 Kkal
Koreksi faktor aktifitas = 10% x 1000 Kkal = 100 Kkal +
= 1050 Kkal
Koreksi stress = 10% x 1000 Kkal = 100 Kkal +
= 1150 Kkal
Koreksi status gizi = x 100 % = 125 %

74
= 10 % x 1000 Kkal = 100 Kkal -
Total = 1050 Kkal

Sedangkan dilihat dari kebutuhan gizinya;


Audit Gizi :
Protein = x 100 = 115,82 % (Lebih)

Lemak = x 100 = 130,30 % (Lebih)

Karbohidrat = x 100 = 58,84 % (kurang)

Berdasarkan tingkat asupan gizi klien yang didapatkan dari hasil recall yakni ;
% Tingkat Asupan Gizi = x 100 %

= x 100 %

= 82,58 %

Maka disimpulkan bahwa tingkat asupan gizi klien terbilang Defisit Ringan yakni
80-89% , atau asupan gizi yang dikonsumsi klien kurang dari kebutuhan yang
seharusnya dikonsumsi sehari.(standar % asupan menurut Depkes RI tahun 1996)

Nutrition Diagnosis

A. DOMAIN INTAKE
(NI- 1.4) Kekurangan Intake Energi , berkaitan dengan faktor patologis maupun
fisiologis yang menghasilkan peningkatan kebutuhan energi atau penurunan
kemampuan untuk mengkonsumsi energi secara mutlak, dibuktikan dengan nilai audit
gizi dari energi hanya sebesar 82,58% .
(N.I-5.8.1) Kekurangan intake Karbohidrat , berkaitan dengan asupan karbohidrat yang
kurang dari kebutuhan dibuktikan dengan nilai audit gizi yaitu karbohidrat 40,67 %.
(N.I-5.6.2)Kelebihan intake Lemak , berkaitan dengan kepercayaan atau sikap yang
salah atau peningkatan asupan sumber lemak, dibuktikan dengan nilai audit gizi
berlebih dari lemak yaitu sebesar 130,30%.

75
(N.I 5.7.2) Kelebihan intake Protein , berkaitan dengan kepercayaan atau sikap yang
salah atau peningkatan asupan sumber protein, dibuktikan dengan nilai audit gizi
berlebih dari protein yaitu sebesar 115,82%.

B. DOMAIN KLINIS
(NC- 2.2) Perubahan Nilai Laboratorium Terkait Zat Gizi Khusus , Asupan Makanan
yang menurun berasal dari kondisi klien yang lemas dibuktikan dengan metabolisme
Karbohidrat yang disebabkan gangguan fungsi endokrin dan metabolik yang ditandai
dengan hasil lab kadar GDP 153 mg/dl GD2JPP 329 mg/dl yang tinggi.
(NC- 3.3) Kelebihan Berat Badan , Berkaitan dengan aktifitas klien yang kurang dan
kelebihan pada intake lemak dan protein ditandai dari data antropometri hasil IMT
klien 25,51 kg/m2 yang menyatakan bahwa klien memiliki status gizi Overweight
Tingkat Berat dan nilai audit gizi untuk lemak yakni 130,30% dan protein 115,82%.

C. DOMAIN PRILAKU
(NB- 1.1) Pengetahuan yang kurang dikaitkan dengan pangan dan gizi , yang
disebabkan oleh keyakinan/perhatian yang salah mengenai makanan, zat gizi dan
masalah-masalah lain berhubungan dengan makanan/zat gizi. Dibuktikan dengan Ny
aminatus sangat sering ngemil indomie dan bakso .
(NB- 1.5) Kekeliruan pola makan , Disebabkan oleh kebiasaan makanan pasien yang
buruk sejak dulu tidak diubah karena kurangnya edukasi tentang makanan sehat
dibuktikan dengan hasil recall dari tingkatan asupan gizi didapati klien defisit ringan
yakni sekitar 82,58% dan sekarang tergolong buruk.

76
KESIMPULAN dan REKOMENDASI

Penyakit degeneratif adalah kondisi kesehatan yang menyebabkan


jaringan atau organ memburuk dari waktu ke waktu yang umumnya terjadi
pada usia tua. Namun ada kalanya juga bisa terjadi pada usia muda, akibat yang
ditimbulkan adalah penurunan derajat kesehatan yang biasanya diikuti dengan
penyakit. Akibat yang paling bahaya dari penyakit ini adalah rasa sakit dan juga
sangat menyita biaya terutama saat masa tua, dan bisa juga akan berakhir dengan
kematian.

Apabila dikategorisasi secara epidemiologis, Penyakit Degeneratif adalah


jenis penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung, diabetes mellitus, obesitas,
kardiovaskuler, osteoporosis, stroke dan 50 jenis penyakit degeneratif lainnya.
Penyakit Degeneratif menghinggapi hampir semua manusia yang memasuki usia
tua. Dalam istilah medis, Penyakit Degeneratif adalah suatu penyakit yang muncul
akibat proses kemunduran fungsi sel tubuh yaitu dari keadaan normal menjadi
lebih buruk.

Gambaran klinis penyakit degeneratif secara umum meliputi perjalanan


penyakit yang lambat; bersifat familial; penyakit degeneratif pada sistem saraf
akan terjadi terus menerus; Bilateral simetris; hanya mengenai daerah anatomis
atau fisiologi susunan saraf pusat secara selektif; secara histologis yang hilang
termasuk dendrit, axon, selubung mielin yang tidak berhubungan dengan reaksi
jaringan dan respon selular; pada likuor serebrospinalis kadang-kadang terdapat
sedikit peningkatan protein; laboratorium atau pemeriksaan penunjang lain sering
memberikan hasil yang negatif; serta pemeriksaan neuroimaging yang dapat
menunjukkan kelainan tertentu.

77
Beberapa faktor yang dapat menunjang terjadinya penyakit degenaratif
seperti gaya hidup tidak sehat; pola makan yang tidak sehat; makanan teroksidasi;
genetik atau keturunan; obesitas atau kegemukan; paparan zat kimia; polusi udara
dan faktor lingkungan yang terakumulasi selama bertahun-tahun; serta radikal
bebas.

Di Indonesia penyakit degeneratif diklasifikasikan menjadi tiga kelompok


utama, yaitu: kardiovaskular, neoplastik, dan sistem saraf. Penyakit kardiovaskular
yang paling umum adalah hipertensi, penyakit koroner dan infark miokard.
Penyakit neoplastik termasuk tumor dan kanker. Penyakit yang mempengaruhi
sistem saraf termasuk Parkinson dan Alzheimer.

Hubungan Gizi Dan Penyakit Degeneratif dikelompokan menjadi tiga


yaitu Antioksidan Primer, Sekunder dan Tersier. Ada sepuluh pencegahan
penyakit degenerative. Rahasia umur panjang pada orang yang usia lanjut lebih
dari 100 tahun, hidup teratur setiap hari, lebih cepat tidur di malam hari dan lebih
cepat pula bangun di pagi hari, istirahat satu jam di siang hari. Makan lebih banyak
buah dan sayur teratur tiga kali sehari, aktif dalam kegiatan rumah tangga,
menghindari rokok, diet dengan makanan sederhana, kurang makan daging, lebih
banyak asupan sumber tanaman. Aktif secara fisik setiap hari, hidup penuh
ketenangan, rukun dan damai.

Studi kasus hubungan gizi dan penyakit degeneratif membahas tentang


penyakit Diabetes Mellitus. Diabetes mellitus (DM) didefenisikan sebagai
suatu penyakit atau gangguan metabolisme yang ditandai dengan tingginya
kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan
protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Insufisiensi insulin dapat
disebabkan oleh gangguan atau defenisi produksi insulin oleh sel-sel beta

78
Langerhans kelenjar pankreas atau disebabkan kurang responsifnya sel-sel tubuh
terhadap insulin.

Diabetes mellitus diklasifikasikan menjadi DM tipe 1, DM tipe 2, DM


tipe spesifik serta DM Kehamilan. Pada risiko tinggi DM termasuk dalam
Kelompok usia dewasa tua (>45 tahun); Kegemukan melebihi 120% dari berat
badan idaman; Menderita tekanan darah tinggi lebih dari 140/90
mmHg;Mempunyai sanak saudara menderita DM; Mempunyai riwayat kehamilan
dengan Berat Badan bayi pada waktu lahir lebih besar dari 4 kg; Mempunyai
riwayat menderita DM sewaktu hamil; Gangguan lemak darah dengan kadar HDL
<35 mg/ dl atau Trigliserida>250 mg/dl; serta Pernah mengalami TGT (Toleransi
Glukosa Terganggu) atau GDPT (Glukosa Darah Puasa Terganggu). Beberapa
vitamin dan mineral dalam mengendalikan kadar gula darah seperti vitamin C,
vitamin E, vitamin B-kimpleks, vitamin D, Magnesium, Vanadium, Kromium,
Kalsium, Kalium, Seng, L-Carnitin serta Taurin.

Supaya terhindar dari berbagai penyakit degeneratif seperti diabetes militus


kita harus memperhatikan tanda dan gejalanya sedini mungkin. Selain itu asupan
gizi yang berkualitas juga mempengaruhi kesehatan kita. Kita juga perlu
melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyakit degeneratif seperti materi
yang telah di bahas pada makalah ini.

Demikianlah makalah yang kami buat ini, semoga bermanfaat dan


menambah pengetahuan para pembaca. Kami mohon maaf apabila ada kesalahan
ejaan dalam penulisan kata dan kalimat yang kurang jelas dimengerti dan kurang
lugas. Karena kami hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. Kami
sangat mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca demi kesempurnaan
makalah ini. Sekian dan kami ucapkan terima kasih. Wassalamualaikum Wr. Wb

79
DAFTAR PUSTAKA

Azrimaidaliza. 2011. ASUPAN ZAT GIZI DAN PENYAKIT DIABETES


MELLITUS. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Universitas Andalas vol. 6 no. 1.
Hlm 40-41

Balitbangkes Kementrian Kesehatan RI: Riset Kesehatan Dasar RISKESDAS 2013,


pages 85-87. Accessed on Dec 01, 2015: http://www.depkes.go.id/ (PDF -
4.50 MB).

Cancer Help.kanker.diperoleh 10 mei 2017. http://www.cancerhelps.com/kanker.htm

Cankhop, 2008, Nutrisi Dalam Pengobatan


kanker,http://www.parkwaycacerrentre.com

Corwin, Elizabeth J. 2000. PATOFISIOLOGI. Jakarta: EGC

Gibney J, Michael ,dkk. 2012. Gizi Kesehatan Masyarakat Jakarta : Buku


Kedokteran EGC.

Irianto, Koes. 2014. Epidemologi Penyakit Menular dan Tidak Menular Panduan
Klinis. Alfabeta : Bandung

Komalasari, Renata. 2014. Buku Ajar Patofisiologi. Jakarta: Buku


Kedokteran

N,N. https://www.webkesehatan.com/12-suplemen-penting-untuk-penderita-
diabetes/. Dikunjungi tanggal 15 April 2017.

Nurannisa, Risty, dkk. 2014. Bahan Ajar Patologi Umum. Palembang: FKM UNSRI

80
Nuryati, Siti. 2009. GAYA HIDUP DAN STATUS GIZI SERTA HUBUNGANNYA
DENGAN HIPERTENSI DAN DIABETES MELITUS PADA PRIA DAN
WANITA DEWASA DI DKI JAKARTA. Tesis tidak dipublikasikan.
Program Magister Sains. Institut Pertanian Bogor

Oenzil, Fadil. 2012. Gizi Meningkatkan Kualitas Manula. Jakarta: Buku Kedokteran
EGC

Ramadhiah. Patologi Umum Penyakit Degeneratif. 2015


https://www.scribd.com/doc/245611326/Makalah-Penyakit-Degeneratif.
Dikunjungi tanggal 14 April 2017.

Safitri, May Anggraini. 2013. Laporan Studi Kasus Diagnosa Gizi Diabetes
Mellitus . Surabaya: SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
SURABAYA, PRODI S-I ILMUGIZI

Semijurnal farmasi & kedokteran. 2015: ETHICAL DIGEST.

Tapan, Erik. 2005. Penyakit Degeneratif. Gramedia : Jakarta

Tiestrysna.http://familinia.com/penyebab-dan-gejala-kanker-payudara/. Dikunjungi
tanggal 15 Maret 2017.

Wahyuni, Sri. 2008. GAMBARAN ASUPAN ENERGI, ZAT GIZI MAKRO,


KADAR GULA DARAH DAN PERKEMBANGAN KESEMBUHAN
LUKA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DENGAN
KOMPLIKASI GANGREN DI BANGSAL MELATI 1 RSUD Dr.
MOEWARDI SURAKARTA. Karya Tulis Ilmiah. Program Studi Diploma III
(Tiga) Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Hlm 6

81