Anda di halaman 1dari 3

Nama: Helmy Daulat Tanggal: Kamis, 27 September 2017

Nama Asisten: Nabilla Dinantiar


Adelianoor

Praktikum ke-3
TAK CUKUP DEKLARASI DAMAI
Kompas, 24 Maret 2017

A. Resume
Perselisihan antara ojek daring dan angkot yang sempat memanas di Bogor namun
kini tidak berselisih lagi karena kedua belah pihak sepakat untuk saling menghormati dan
menghindari bentrok. Kesepakatan antara ojek daring dan pengemudi angkot untuk saling
menghormati dan menghindari bentrok dengan ditandai oleh munculnya deklarasi damai
dari kedua belah pihak. Namun deklarasi damai tersebut masih perlu ditindaklanjuti agar
kedua pihak mendapatkan haknya. Deklarasi ini dicetuskan di Bogor

Johan Wirawan, pengemudi ojek daring, menuturkan bahwa tidak pernah merebut
penumpang angkot karena penumpang dari ojek daring adalah orang orang yang paham
teknologi informasi atau kepepet waktu.

Haji, pengemudi angkot, juga mengatakan bahwa ia dan pengemudi angkot lainnya
tidak keberatan dengan keberadaan ojek daring asalkan ojek daring tidak mengambil
penumpang angkot dan tidak mengganggu rute atau area pengambilan penumpang angkot.

Nadia dan Mala, mahasiswa asal Jakarta yang tengah magang kerja di kota Bogor,
menuturkan kelebihan serta kekurangan masing-masing tipe transportasi dimana biaya
angkot jauh lebih murah daripada biaya ojek daring dengan jarak yang sama, keberadaan
ojek daring yang sangat membantu ketika kepepet dan lain-lain.

Kesepakatan informasi guna membantu deklarasi damai sedang dibangun dan


mulai disusun. Beberapa rencana yang akan mendukung deklarasi damai seperti terobosan
pembatasan jangkauan agar tidak mengambil daerah rute pengambilan penumpang
pengemudi angkot akan diterapkan agar kedua belah pihak lebih kondusif.
B. Analisis

1. Interaksi merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut


hubungan antara orang-perorangan, antara kelompok-kelompok, maupun antara
orang-perorangan dengan kelompok.

2. Bentuk-bentuk interaksi sosisal:


1) Kerjasama: Kerjasama antara kelompok ojek daring dan angkot bersepakat untuk
saling menghormati dalam mencari nafkah di jalan sekitar Bogor.
2) Akomodasi: Adanya deklarasi damai yang dicetuskan oleh ojek daring dan angkot
di Balai Kota Bogor.
3) Asimilasi: Adanya penggabungan antara kemajuan teknologi dengan transportasi
ojek sehingga menciptakan ojek daring.
4) Persaingan: Persaingan antara ojek daring dengan angkot dalam mencari
penumpang.
5) Kontravensi: Pergerombolan ojek daring di depan BJB di Jalan Kapten muslihat
yang mengganggu angkot yang ingin mengambil penumpang.
6) Konflik: Keributan yang disebabkan oleh kesalahpahaman antara ojek daring
dengan angkot.

3. Matriks
Antara
Bentuk Antar-
No Antar-perorangan perorangan dan
Interaksi kelompok
kelompok
(1)
Pengguna ojek
daring yang paham
teknologi informasi
Kerjasama
dengan tukang ojek
antara
daring yang
kelompok ojek
mengantarkan
daring dengan
penumpang sampai
kelompok
tujuan dan sebaliknya
angkot sepakat
1 Kerjasama ojek daring
untuk sama-
mendapatkan upah.
sama saling
menghormati
(2)
dalam mencari
Mahasiswi yang
nafkah di jalan
menggunakan jasa
sekitar Bogor.
angkutan umum,
interaksi antara
mahasiswi dengan
supir angkot.

SOSIOLOGI UMUM 2
Walikota Bima
Arya membuat
kesepakatan
Deklarasi damai
dan aturan-
antara ojek
2 Akomodasi aturan untuk
daring dan
menyelesaikan
angkot.
konflik antara
ojek daring
dengan angkot.
Penggabungan
antara kemajuan
teknologi
dengan
3 Asimilasi
transportasi
ojek sehingga
menciptakan
ojek daring
Persaingan
antara ojek
daring dengan
4 Persaingan
angkot dalam
mencari
penumpang.
Pergerombolan
ojek daring di
depan BJB di
Jalan Kapten
muslihat yang
5 Kontravensi
mengganggu
angkot yang
ingin
mengambil
penumpang.
Keributan yang
disebabkan oleh
kesalahpahaman
6 Konflik
antara ojek
daring dengan
angkot.

4. Dalam bacaan ini, derajat integrasi lebih tinggi daripada derajat disintegrasi karena
derajat interaksi kelompok lebih tinggi daripada perorangan. Bisa dilihat dari
banyaknya bentuk akomodasi antara ojek daring, angkot dan pemerintah setempat

SOSIOLOGI UMUM 3