Anda di halaman 1dari 15

CHOLEDOCHOLITHIASIS Sebagian besar pasien dengan batu empedu relatif jarang terjadi pada usia dua dekade

tidak mempunyai keluhan. Risiko penyandang pertama. Namun, ada sumber menyatakan
I. PENDAHULUAN batu empedu untuk mengalami gejala dan bahwa jumlah wanita usia 20 - 50 tahun yang
komplikasi relatif kecil. Namun, sering menderita batu empedu kira-kira 3 kali lebih
Choledocholithiasis adalah adanya batu dalam menimbulkan gejala sumbatan sebagian (partial banyak dari pada laki-laki. Setelah usia 50
saluran empedu dan merupakan suatu kondisi obstruction), dan menimbulkan gejala kolik. tahun, rasio penderita batu empedu hampir
umum dan bisa menimbulkan berbagai Pada dasarnya dilatasi saluran empedu sangat sama antara pria dan wanita. Insidensi batu
komplikasi. Pada umumnya komposisi utama bergantung pada berat atau tidaknya obstruksi empedu meningkat sering bertambahnya usia.
batu adalah kolesterol.1,2,3 yang terjadi. Pada penderita-penderita yang Faktor ras dan familial tampaknya berkaitan
mengalami obstruksi parsial baik disebabkan dengan semakin tinggi pada orang Amerika
Letak batu di saluran empedu yaitu di : saluran oleh batu duktus choledochus, tumor papilla asli, diikuti oleh orang kulit putih, dan akhirnya
empedu utama atau di duktus choledochus vateri atau cholangitis sklerosis, kadang-kadang orang Afro-Amerika. Batu saluran empedu
(choledocholithiasis), di saluran sistikus tidak memperlihatkan pelebaran saluran primer lebih banyak ditemukan pada pasien di
(sistikolitiasis) jarang sekali ditemukan dan empedu sama sekali, tetapi mungkin saja wilayah Asia dibandingkan dengan pasien di
biasanya bersamaan dengan batu di dalam dijumpai pelebaran yang berkala. Bila negara barat.3,5,8
kandung empedu, dan di saluran empedu menimbulkan gejala sumbatan, akan timbul
intrahepatal (intrahepatolitiasis) atau tanda cholestasis ekstrahepatal. Di samping itu III. ETIOLOGI
hepatolitiasis.4 dapat terjadi infeksi, timbul gejala cholangitis,
dan cairan empedu menjadi kental dan Batu Empedu hampir selalu dibentuk dalam
berwarna coklat tua (biliary mud). Dinding dari kandung empedu dan jarang dibentuk pada
duktus choledochus menebal dan mengalami bagian saluran empedu lain. Etiologi batu
Sebagian besar batu yang terletak di duktus dilatasi disertai dengan ulserasi pada mukosa empedu masih belum diketahui. Satu teori
choledochus berasal dari kandung empedu, terutama di sekitar letak batu dan di ampula menyatakan bahwa kolesterol dapat
tetapi batu tersebut dapat bermigrasi melalui vateri.4,5,7 menyebabkan supersaturasi empedu di kandung
duktus sistikus ke dalam saluran empedu empedu. Setelah beberapa lama, empedu yang
menjadi batu saluran empedu dan disebut II. INSIDENS DAN EPIDEMIOLOGI telah mengalami supersaturasi menjadi
sebagai batu saluran empedu sekunder. mengkristal dan mulai membentuk batu. Akan
Choledocholithiasis biasanya disertai dengan Kasus batu empedu sering ditemukan di tetapi, tampaknya faktor predisposisi terpenting
kalkulus cholecystitis. Batu yang ada dapat Amerika Serikat yang mengenai 20% penduduk adalah gangguan metabolisme yang
tunggal atau ganda, berbentuk bulat atau oval. dewasa. Setiap tahunnya, beberapa ratus ribu menyebabkan terjadinya perubahan komposisi
Batu dapat terletak di ampula vateri.4,5 orang yang menderita penyakit ini menjalani empedu, stasis empedu, dan infeksi kandung
pembedahan saluran empedu. Batu empedu empedu.3,8
proksimal dari papilla. Kecuali distal, duktus sebagai komponen utama. Tipe pigmen
IV. ANATOMI DAN FISIOLOGI biliaris mempunyai jaringan elastik lain dari biasanya adalah akibat proses hemolitik atau
pada dinding otot. Di distal ada otot (oddis) infestasi Escherichia coli atau Ascaris
Kandung empedu normal berbentuk kista sphincter melibatkan duktus dalam area pendek lumbricoides ke dalam empedu yang dapat
berdinding tipis menempel pada bagian bawah tepat proksimal dari papilla.7 mengubah bilirubin diglukuronida menjadi
dan medial dari lobus kanan hepar. Kadang- bilirubin bebas yang mungkin dapat menjadi
kadang intrahepatik. Duktus sistikus Fungsi kandung empedu tempat penyimpangan kristal kalsium bilirubin.
berhubungan dengan kandung empedu dan dan pemekatan empedu. Kontraksi kandung 3) Batu pigmen hitam yang kaya akan residu
bersama duktus hepatikus membentuk duktus empedu dan relaksasi sphincter oddi hitam tak terekstraksi.
choledochus.7 diketengahi oleh hormon cholecystokinin yang
disebabkan oleh dinding duodenum sebagai Ada tiga faktor penting yang berperan dalam
reaksi dari lemak intramural dan asam amino.7 patogenesis batu kolesterol : 1) hipersaturasi
kolesterol dalam kandung empedu, 2)
V. PATOGENESIS DAN TIPE BATU percepatan terjadinya kristalisasi kolesterol dan
3) gangguan motilitas kandung empedu dan
Pada umumnya batu empedu dapat dibagi usus.5
menjadi 3 tipe, yaitu :10
1. Tipe kolesterol Patogenesis batu pigmen melibatkan infeksi
2. Tipe pigmen empedu saluran empedu, stasis empedu, malnutrisi, dan
3. Tipe campuran faktor diet. Kelebihan aktifitas enzim -
glucuronidase bakteri dan manusia (endogen)
Untuk batu saluran empedu dapat memegang peran kunci dalam patogenesis batu
diklasifikasikan menjadi tiga kategori mayor, pigmen pada pasien di negara timur. Hidrolisis
yaitu:5,10 bilirubin oleh enzim tersebut akan membentuk
1) Batu kolesterol di mana komposisi kolesterol bilirubin tak terkonjugasi yang akan
melebihi 70%. Terjadinya batu kolesterol mengendap sebagai calcium bilirubinate. Enzim
adalah akibat gangguan hati yang -glucuronidase bakteri berasal dari kuman E.
Duktus choledochus berjalan ke arah kaudal mengekskresikan kolesterol berlebihan hingga coli dan kuman lainnya di saluran empedu.
akhirnya berhubungan dengan duktus kadarnya di atas nilai kritis kelarutan kolesterol Enzim ini dapat dihambat oleh glucarolactone
pankreatikus dan berakhir pada papilla vateri di dalam empedu. yang konsentrasinya meningkat pada pasien
dalam duodenum. Duktus pankreatikus 2) Batu pigmen coklat atau batu calcium dengan diet rendah protein dan rendah lemak.5
biasanya bergabung dengan duktus choledochus bilirubinate yang mengandung Ca-bilirubinate
Beberapa faktor risiko terjadinya batu empedu menjalar ke punggung dan di daerah scapula memberikan gejala sama sekali. Bila menimbulkan
antara lain jenis kelamin, umur, hormon wanita, kanan, sering disertai muntah. Pada palpasi teraba tanda sumbatan baru memberikan gejala ikterus
infeksi (cholecystitis), kegemukan, kehamilan, nyeri tekan di epigastrium dan perut kanan cholestatic. Pada umumnya ikterusnya ringan, dan
terapi hormon, kehilangan berat badan yang atas.4,5,8 sifatnya sementara, karena yang sering
cepat, penyakit crohn, trigliserida darah yang
menimbulkan sumbatan sebagian, jarang
meningkat serta faktor genetik.3,10
Penderita dapat berkeringat banyak atau berjalan menimbulkan sumbatan lengkap.4
mondar-mandir atau berguling ke kanan dan ke kiri
VI. DIAGNOSIS di atas tempat tidur. Pasien sering memiliki riwayat Gejala batu empedu yang dapat dipercaya adalah
VI.1. Gambaran Klinis dispepsia, intoleransi lemak, nyeri ulu hati, atau kolik bilier (cholecystitis akut sering disertai
flatulen yang berlangsung lama.8 sumbatan batu dalam duktus sistikus), suatu nyeri
Choledocholithiasis yang tanpa kelainan atau yang sangat spesifik. Sekitar penderita mengeluh
sebagai batu tersembunyi (silent stone) tidak nyeri yang letaknya di perut kanan atas
memberikan gejala sama sekali. Bila menimbulkan berlangsung lebih dari 30 menit dan kurang dari 12
tanda sumbatan baru memberikan gejala ikterus jam. Lokasi nyeri bisa juga di kiri dan prekordial.
cholestatic. Pada umumnya ikterusnya ringan, dan Pada saat serangan timbul kolik empedu yang
sifatnya sementara, karena yang sering intermiten, sehingga membuat gelisah penderita.
Beberapa faktor risiko terjadinya batu empedu
menimbulkan sumbatan sebagian, jarang Kadang-kadang sifat nyeri tersebut menetap yang
antara lain jenis kelamin, umur, hormon wanita,
menimbulkan sumbatan lengkap.4 menjalar ke punggung dan di daerah scapula
infeksi (cholecystitis), kegemukan, kehamilan,
kanan, sering disertai muntah. Pada palpasi teraba
terapi hormon, kehilangan berat badan yang cepat,
Gejala batu empedu yang dapat dipercaya adalah nyeri tekan di epigastrium dan perut kanan
penyakit crohn, trigliserida darah yang meningkat
kolik bilier (cholecystitis akut sering disertai atas.4,5,8
serta faktor genetik.3,10
sumbatan batu dalam duktus sistikus), suatu nyeri
yang sangat spesifik. Sekitar penderita mengeluh Penderita dapat berkeringat banyak atau berjalan
nyeri yang letaknya di perut kanan atas mondar-mandir atau berguling ke kanan dan ke kiri
VI. DIAGNOSIS
berlangsung lebih dari 30 menit dan kurang dari 12 di atas tempat tidur. Pasien sering memiliki riwayat
VI.1. Gambaran Klinis
jam. Lokasi nyeri bisa juga di kiri dan prekordial. dispepsia, intoleransi lemak, nyeri ulu hati, atau
Pada saat serangan timbul kolik empedu yang flatulen yang berlangsung lama.8
Choledocholithiasis yang tanpa kelainan atau
intermiten, sehingga membuat gelisah penderita.
sebagai batu tersembunyi (silent stone) tidak
Kadang-kadang sifat nyeri tersebut menetap yang Obstruksi aliran empedu juga akan mengganggu
absorbsi vitamin A,D,E,K yang larut lemak. Karena transhepatic cholangiography. mm dan bayangannya mungkin lebih sulit untuk
itu pasien dapat memperlihatkan gejala defisiensi Radiologi intervensional memiliki keakuratan yang didapatkan daripada batu pada kandung empedu.
vitamin-vitamin ini jika obstruksi biliaris sangat tinggi untuk mendeteksi Selain itu, harus curiga meningkatnya jumlah batu
berlangsung lama. Defisiensi vitamin K dapat choledocholithiasis dan sebagai akses dalam empedu khususnya jika multipel dan berukuran
mengganggu pembekuan darah yang normal. Di memberikan terapi. kecil.4,12
samping adanya regurgitasi gas berupa flatus dan Merupakan suatu tatacara yang invasif dengan
sendawa.3 risiko terjadinya pankreatitis, hemoragik dan Batu yang terletak di dalam saluran empedu utama
sepsis. yang mengakibatkan sumbatan, secara USG akan
VI.2. Pemeriksaan Fisik tampak pelebaran saluran empedu. Letak saluran
Pemeriksaan untuk menunjukkan lokasi batu dalam empedu secara anatomi di depan dan berjalan
Tanda murphy positif ditemukan pada pemeriksaan saluran empedu, antara lain:6 sejajar dengan vena porta, sehingga tampaknya
fisik. Kulit atau mata menguning merupakan suatu a. CT Scan Abdominal seperti ada dua saluran. Diameter saluran empedu
tanda penting untuk obstruksi biliaris. Dan pada b. Endoscopic retrograde cholangiography (ERCP) yang normal kurang dari 3 mm, dan diameter
choledocholithiasis atau pankreatitis sering c. Magnetic resonance cholangiopancreatography saluran empedu utama yang kurang dari 8 mm.
ditemukan pula adanya ikterus, feses yang tidak (MRCP) Saluran empedu yang melebar diameternya akan
lagi diwarnai oleh pigmen empedu akan tampak d. Percutaneous transhepatic cholangiogram melebihi ukuran normal. Untuk usia dekade di atas
kelabu, dan biasanya pekat yang disebut clay- (PTCA) 60 tahun dilatasi saluran empedu > 6 mm + 1 mm,
colored. Ekskresi pigmen empedu oleh ginjal akan dan > 10 mm post-cholecystectomy. Pada
membuat urin berwarna sangat gelap. Selain VI.3.a. Ultrasonografi choledocholithiasis, akan tampak pelebaran duktus
tanda-tanda tersebut, jika didapatkan demam dan choledochus dan juga tampak massa gema padat
menggigil, maka diagnosa yang dipertimbangkan Batu empedu yang terletak di dalam saluran dengan densitas meninggi disertai bayangan
adalah cholangitis ascendes.3,11 empedu utama (duktus choledochus) akan akustik. Selain daripada itu juga terlihat dilatasi
menyebabkan timbulnya sumbatan dengan segala saluran empedu intrahepatik dan pembesaran
VI.3. Pemeriksaan Radiologis gejala-gejalanya. Tetapi bila batunya kecil belum kandung empedu. Gambaran USG demikian
tentu menyebabkan sumbatan, oleh karena itu sulit merupakan tanda khas dari cholestacys
Manfaat pemeriksaan radiologi intervensional, dideteksi. Hanya saja batu kecil tersebut dapat ekstrahepatal.4,12
diantaranya :1 menimbulkan tanda peradangan, atau
Digunakan pemeriksaan endoscopic retrograde menimbulkan kolik. Visualisasi batu yaitu dikelilingi Pelebaran saluran empedu merupakan tabung
cholangiopancreatography dan percutaneous oleh echogenic, ukurannya antara 2 sampai > 20 (tubulus) yang anekoik (cairan) dengan dinding
hiperekoik yang berkelok-kelok dan sering lebih sering terlihat di saluran empedu. Oleh
berlobulasi. Kadang-kadang berkonfluensi karena itu, dilakukan ERCP yang tampak jelas Rata-rata 20% choledocholithiasis terjadi bersama
membentuk gambaran stellata yang tidak terdapat adanya batu di duktus choledochus. Demikian pula kasus-kasus ikterus obstruksi pada orang dewasa.
pada vena porta. Pada dinding bawah bagian PTC dapat membantu menentukan diagnosis, yaitu 10% populasi didapatkan adanya batu empedu di
posteriornya mengalami penguatan akustik akan tampak batu radiolusen di duktus dalam kandung empedu, akan tetapi batu ini tidak
(acoustic enhancement). Bila kita ragu-ragu apakah choledochus. Sering pula ditemukan gambaran diartikan penyebabnya adalah obstruksi saluran.
suatu duktus choledochus melebar atau tidak, batu di kandung empedu. Sebagaimana diketahui Dalam keadaan tertentu, 1% sampai 3% pasien
maka pemeriksaan dilakukan setelah penderita sebagian besar di duktus choledochus berasal dari dengan choledocholithiasis tidak memiliki batu
diberi makan lemak terlebih dahulu. Pada keadaan kandung empedu yang mengalami migrasi.4,14 dalam kandung empedu.18
obstruksi duktus choledochus, maka setelah fatty
meal tersebut akan terlihat lebih lebar; sedangkan VI.3.c. Computed Tomography (CT) VI.3.d. Pemeriksaan Cholecystography
pelebaran fisiologik, misalnya pada usia tua, di
mana elastisitas dinding saluran sudah berkurang, CT sensitif dalam mendeteksi kalsifikasi, dilatasi Cholecystography sukar menemukan batu di
maka diameternya akan menjadi lebih kecil. biliaris, menentukan komposisi batu, dan kadang- duktus choledochus. Oral cholecystography
Prosedur ini akan memberikan hasil yang paling kadang kurang sensitif daripada US untuk kalkulus ditemukan pertama kali 70 tahun yang lalu dan
akurat jika pasien sudah berpuasa pada malam yang memiliki keuntungan visualisasi pada bagian banyak diadakan perubahan kontras nontoxic
harinya sehingga kandung empedunya berada distal biliaris ketika dikaburkan oleh US. CT bisa iodinated organic compound diberikan oral yang
dalam keadaan distensi.3,7 juga mendeteksi dengan akurat adanya tumor diserap di dalam usus kecil, diekskresi oleh hati dan
obstruktif.7,16 dipekatkan di dalam empedu memberikan
kesempatan untuk menemukan batu kandung
VI.3.b. Foto Polos Abdomen Gambaran CT untuk choledocholithiasis yaitu :12 empedu yang tidak mengapur sebelum operasi.4,7

Pada foto polos abdomen kadang-kadang Target sign, lebih rendah dan berada di sekelilingi Intravenous cholecystography dikerjakan sebagai
ditemukan batu yang radioopak. Batu radioopak empedu atau mukosa. pengganti oral cholecystography. Bahan kontras
merupakan batu pigmen hitam yang bisa dideteksi Rim sign : densitas batu berada diluar garis kulit dipergunakan adalah iodipamide (biligrafin yang
oleh x-ray, sedangkan batu pigmen coklat tampak yang tipis. mengandung iodine 50%).7
radiolusen dan tidak bisa dideteksi dengan sinar x- Crescent sign
ray. Batu berpigmen hitam biasanya ditemukan Kalsifikasi batu : sayangnya hanya 20% batu yang VI.3.e. Endoscopic Retrograde
pada kandung empedu dan batu berpigmen coklat memiliki densitas tinggi. Cholangiopancreatography (ERCP)
Pemeriksaan ERCP memerlukan waktu sekitar 30 fundamental untuk diagnosis pasien yang memiliki
ERCP terutama digunakan untuk mendiagnosa dan menit hingga 2 jam. Sebaiknya untuk prosedur yang kemungkinan kecil adanya choledocholithiasis,
mengobati penyakit-penyakit saluran empedu aman dan akurat, perut dan duodenum harus situasi ini sama seperti ERCP yang mengalami
termasuk batu empedu. Sampai saat ini, dikosongkan. Tidak boleh makan atau minum kegagalan untuk mendeteksi choledocholithiasis.
endoscopic retrograde cholangiopancreatography apapun setelah tengah malam sebelum malam Sebagai tambahan, MRCP juga memiliki peranan
(ERCP) menjadi kriteria standar untuk diagnosis dan melakukan prosedur, atau untuk 6 hingga 8 jam penting untuk mengkonfirmasi adanya eliminasi
terapi choledocholithiasis. Karena ERCP merupakan sebelumnya, tergantung dari waktu sesuai dengan choledocholithiasis yang spontan sesudah ERCP
pedoman tehnik diagnostik untuk visualisasi prosedur dan juga operator harus mengetahui dan sfingterotomi dan pasien suspek
lithiasis traktus biliaris. Bagaimanapun ini adanya alergi atau tidak, khususnya terhadap choledocholithiasis dengan pembedahan gastritis
merupakan teknik yang invasif dan dihubungkan iodine.20 atau kandung empedu.19
dengan kelahiran maupun kematian.3,19,20
VI.3.f. Magnetic Resonance VI.3.g. Percutaneous Transhepatic
ERCP merupakan kombinasi antara sebuah Cholangiopancreatography (MRCP) Cholangiography (PTC)
endoskopi (panjang,fleksibel, pipa bercahaya)
dengan prosedur fluoroskopi yang menggunakan MRCP adalah sebuah teknik pencitraan terbaru PTC mungkin merupakan pilihan untuk pasien yang
sinar X pada biliaris memberikan efek yang sama yang memberikan gambaran sama seperti ERCP tidak bisa menggunakan pemeriksaan ERCP
seperti MRCP, tetapi keuntungan yang didapatkan tetapi tanpa menggunakan zat kontras medium, (misalnya, dengan pembedahan gastritis atau
pada sesuai dengan prosedur terapi seperti instrument, dan radiasi ion. Pada MRCP saluran obstruksi batu CBD bagian distal atau kurang
sfingterotomi dengan pengangkatan batu dan empedu akan terlihat sebagai struktur yang terang berpengalamannya operator) dan juga pada pasien
penempatan biliaris. ERCP dikerjakan dengan karena mempunyai intensitas sinyal tinggi dengan penyakit batu intrahepatik yang ekstensif
menyuntikkan bahan kontras di bawah fluoroskopi sedangkan batu saluran empedu akan terlihat dan cholangiohepatitis. Maka diperlukan needle
melalui jarum sempit, gauge berada di dalam sebagai intensitas sinyal rendah yang dikelilingi yang panjang dan besar untuk dimasukkan ke
parenkim hati. Ini penting, keuntungannya empedu dengan intensitas sinyal tinggi, sehingga dalam duktus intrahepatik dan cholangiografi.
memungkinkan operator mengadakan drainage metode ini cocok untuk mendiagnosis batu saluran Kontraindikasi untuk PTC yaitu tidak terjadi
empedu, bila perlu biopsi jarum (needle biopsy). empedu. MRCP merupakan non-invasif dan tidak koagulopati dan ukuran duktus intrahepatik yang
Drainage dari kumpulan cairan dan menempatkan menyebabkan kematian, memberikan indikasi yang normal menyulitkan pemeriksaan ini. Antibiotik
eksternal dan internal drainage stents dapat terbatas terhadap yang diamati.5,19 propipaktik direkomendasikan untuk faktor risiko
dikerjakan secara perkutan.7,16,20 cholangitis. Angka kecacatan rata-rata 10 %, dan
MRCP memainkan peranan penting atau kematian 1%. Komplikasi PTC adalah perdarahan,
luka pada duktus, kebocoran kandung empedu, dan sebagai tanda adanya infeksi atau inflamasi, tapi menyebabkan peradangan hebat, sering
cholangitis. Keberhasilan pemeriksaan ini antara penemuan ini non-spesifik. menyebabkan terjadinya peritonitis, atau
75-85%.21 o Meningkatnya serum amylase/lipase, bila menyebabkan ruptur dinding kandung empedu.8
pankreas terlibat yaitu pankreatitis akut akibat
VI.4. Pemeriksaan Laboratorium komplikasi choledocholithiasis atau bila ada batu di VIII. PENATALAKSANAAN
duktus utama.
Tes laboratorium sangat membantu, tetapi o Kultur darah ; seringkali positif pada cholangitis. Penderita choledocholithiasis yang mengalami kolik
memberikan hasil yang tidak spesifik untuk perlu diberi spasmoanalgetik untuk mengurangi
diagnosis choledocholithiasis. Karena pasien VII. KOMPLIKASI nyeri atau serangan kolik. Bila memperlihatkan
dengan choledocholithiasis tidak menimbulkan peradangan, dapat diberi antibiotik.4
gejala atau sering asimptomatik sehingga hasil tes Choledocholithiasis paling sering disebabkan
laboratorium normal berarti tidak ditemukan adanya obstruksi traktus biliaris. Rata-rata 15% Selanjutnya batu perlu dikeluarkan, dapat secara
kelainan. Pada pasien dilakukan pemeriksaan darah pasien choledocholithiasis, ditemukan batu pada pembedahan atau endoskopi sfingterotomi.
yaitu bilirubin, tes fungsi hati, dan enzim salurannya. Komplikasi cholelithiasis kadang- Pembedahan pengangkatan batu dari duktus
pankreatik. Hasil yang diperoleh, diantaranya : kadang dalam bentuk cholangitis, abses hati, choledochus (choledocholitotomi), yang
3,4,5,6,21,23 pankreatitis atau sirosis biliaris. Ditegakkannya diharapkan dapat menyembuhkan sekitar 95%
sebuah diagnostik yang tepat merupakan penting kasus. Karena bila tidak dikeluarkan akan timbul
o Meningkatnya serum kolesterol sekali sebelum diusahakan terapi dalam bentuk serangan kolik dan peradangan berulangkali, yang
o Meningkatnya fosfolipid apapun.19 nantinya dapat memperburuk kondisi penderita.
o Menurunnya ester kolesterol Batu di dalam saluran empedu dikeluarkan dengan
o Meningkatnya protrombin serum time Batu empedu dapat berdiam dengan tenang dalam basket kawat atau balon-ekstraksi melalui muara
o Tes fungsi hati ; meningkatnya bilirubin total lebih kandung empedu dan tidak menimbulkan masalah, yang sudah besar menuju lumen duodenum
dari 3mg/dL, transaminase (serum glumatic-pyruvic atau dapat menyebabkan timbulnya komplikasi. sehingga batu dapat keluar bersama tinja atau
transaminase dan serum glutamic-oxaloacetic Komplikasi yang paling sering terjadi adalah infeksi dikeluarkan melalui mulut bersama skopnya.4,8
transaminase) meningkat pada pasien kandung empedu (cholecystitis) dan obstruksi
choledocholithiasis dengan komplikasi cholangitis, duktus sistikus atau duktus choledochus. Obstruksi Pengobatan paliatif untuk pasien ini adalah dengan
pankreatitis atau keduanya. seperti ini dapat bersifat sementara, intermiten, menghindari makanan yang kandungan lemak
o Menurunnya urobilirubin atau permanen. Kadang-kadang, batu dapat tinggi. Manajemen terapi : 3,8
o Jumlah darah ; meningkatnya sel darah putih menembus dinding kandung empedu dan Diet rendah lemak, tinggi kalori, tinggi protein.
Pemasangan pipa lambung bila terjadi distensi from :
perut http://www.expertconsulbook.com/expertconsult/ 7. Ekayuda Iwan. RADIOLOGI DIAGNOSTIK EDISI
Observasi keadaan umum dan pemeriksaan tanda ob/book.do? KEDUA. Jakarta : Balai Penerbit Fakultas
vital Kedokteran Universitas Indonesia. 2005.p.279;465-
Dipasang infus program cairan elektrolit dan 2. Verma D, Kapadia A, Eisen Glenn M, Adler D G. 466.
glukosa untuk mengatasi syok. EUS vs MRCP for detection of Choledocholithiasis.
Pemberian antibiotik sistemik dan vitamin K (anti the American Society for Gastrointestinal 8. Hartanto Huriawati, Susi Natalia, Wulansari Pita,
koagulopati) Endoscopy 2006;Vol.64,No.2:248-254. Mahanani DA,editors. PATOFISIOLOGI : Konsep
Klinis Proses-Proses Penyakit. Edisi 6, Volume 1.
IX. PROGNOSIS 3. Anonym (No Name). Kolelitiasis/Koledokolitiasis. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
[Cited 2/15/2011]. Available from: 2003.p.502-503.
Pada choledocholithiasis sendiri tidak perlu http://www.forumsains.com/kesehatan/kolelitiasis
dihubungkan dengan meningkatnya kematian atau koledokolitiasis/?wap2 9. No Name. Bile duct. The Internet Encyclopedia of
ditandai dengan kecacatan. Bagaimanapun, bisa Science;[Cited 24/02/2011]. Available from :
disebabkan karena adanya komplikasi. Jadi 4. Hadi Sujono. GASTROENTERONOLOGI. Bandung : http//www.daviddarling.info/encyclopedia/B/bile_
prognosis choledocholithiasis tergantung dari Penerbit P.T. Alumni. 1999.p.778-781 duct.html
ada/tidak dan berat/ringannya komplikasi. Namun,
adanya infeksi dan halangan disebabkan oleh batu 5. Lesmana Laurentius A. Penyakit Batu Empedu. 10. Mansjoer Arif, Triyanti Kuspuji, Savitri Rakhmi,
yang berada di dalam saluran biliaris sehingga Dalam : Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi Wardhani Ika W, Setiowulan Wiwiek,editors.
dapat mengancam jiwa. Walaupun demikian, Keempat - Jilid I. Jakarta : Pusat Penerbitan KAPITA SELEKTA KEDOKTERAN, Edisi Ketiga Jilid
dengan diagnosis dan pengobatan yang cepat serta Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Pertama. Jakarta : Penerbit Media Aesculapius
tepat, hasil yang didapatkan biasanya sangat Kedokteran Universitas Indonesia. 2006.p.479-481. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
baik.6,21,23,24 2001.p.510.
6. Vorvick Linda, Zieve David. Choledocholithiasis.
DAFTAR PUSTAKA Washington ; U.S. National Library of Medicine NIH 11. No Name. Gallstone. Wikipedia, the free
(National Institutes of Health) [serial on the encyclopedia [serial on the internet]. [Cited
1. Gore-Levine. Choledocholithiasis. In : High-Yield internet]. 2008 [Cited 2/15/2011]. Available from : 24/02/2011]. Available from :
Imaging Gastrointestinal [serial on the internet]. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/ http://en.wikipedia.org/wiki/choledocholithiasis.
Elsevier Inc ; 2011 [Cited 2/15/2011]. Available 00274.htm
12. Gailard Frank. Choledocholithiasis. [Cited Choledocholithiasis [Serial on the internet]. [Cited System [Serial online on the internet]. 2007 [Cited
24/02/2011]. Available from : 2/24/2011]. Available from : 2/27/2011]. Available from :
http://radiopaedia.org/articles/choledocholithiasis www.ajronline.org/cgi/content/full/181/1/125 http://www.ceessentials.net/article41.html

13. Azman L, Aliabadi Piran, Holman Leonard B. 18. Brant W.E, Helms C.A. FUNDAMENTALS OF 23. Joe Dr. Common Bile Duct Stone
Choledocholithiasis. The BrighamRAD Teaching DIAGNOSTIC RADIOLOGY SECOND EDITION. (Choledocholithiasis, Cholangitis, Obstructive
Case Database [ Serial online in the internet ]. Charlottesville-Durham : Lippincott Williams & Jaundice) [serial on the internet]. [Cited
November,1995 [ Cited 5/03/2011 ]. Available from Wilkins. 2007.p.41-44. 2/24/2011]. Available from :
: http://www.virtualmedicalcentre.com/diseases.asp
http://brighamrad.harvard.edu/Cases/bwh/hcache 19. Calvo Mari M., Bujanda L, Calderon A, Heras I, ?did=191&title=Common-Bile-Duct-Stone-
/99/full.html. Cabriada J.L, Bernal A, Orive V, Capelastegi A. Role (Choledocholithiasis,-Cholangitis,-Obstructive-
of Magnetic Resonance Cholangiopancreatography Jaundice)
14. Chris. Types of Gallstones Cholesterol, in Patients With Suspected Choledocholithiasis.
Pigment and Mixed. Current Health Articles, Liver Mayo Clin Proc. 2002;77:422-428. 24. Gianawati Indah, Sulaiman Ali, Lesmana LA,
and Gallbladder [ serial online on the internet ]. Lalisang Toar JM, Abdullah Arman A. Diagnostic
[Cited 07/03/2011] Available from : 20. No Name. ERCP (Endoscopic Retrograde Approach and Treatment of Choledocholithiasis.
http://www.healthhype.com/types-of-gallstones- Cholangiopancreatography). In : Digestive Diseases The Indonesian Journal of Gastroenterology
cholesterol-pigment-and-mixed.html A-Z List. National Digestive Information Hepatology and Digestive Endoscopy;Vol.5,Number
Clearinghouse (The NIDDIC), NIDDK Health 2. 2004;71-75
15. No Name. X-ray opaque gallbladder stone Information;2004.p.1-3
[Serial on the internet]. 2006 [Cited 3/3/2011].
Available from : http://forsurgeons.net/general- 21. Dandan Imad S, Soweid Assaad M, Ablad Firass. DEFENISI
surgery/x-ray-opaque-gallbladder-stone. Choledocholithiasis. eMedicine Gastroenterology- Cholelithiasis adalah istilah medis untuk
Biliary [serial on the internet]. 2009 [Cited penyakit batu empedu. Batu empedu adalah
16. Conder G., Rendle J., Kidd S., Misra R.R. A-Z of 2/24/2011]. Available from : batu yang terbentuk di saluran empedu,
Abdominal Radiology. London : Cambridge http://emedicine.medscape.com/article biasanya di kantong empedu.
University Press. 2009.p.57-63 Batu empedu berkembang secara tersembunyi,
22. Joseph Nicholas. Percutaneous Transhepatic dan mereka dapat asimtomatik selama beberapa
dekade. Migrasi batu empedu ke dalam saluran
17. No Name. Contrast Enhanced Helical CT Cholangiography (PTC). Radiography of the Biliary
cystic dapat menghalangi aliran empedu selama kandung empedu ke dalam duktus biliaris penyakit batu empedu.
kontraksi kandung empedu. Hasil peningkatan komunis.
tegangan dinding kandung empedu Sebuah batu empedu di duktus biliaris komunis 2 zat utama yang terlibat dalam pembentukan
menghasilkan jenis karakteristik nyeri (kolik dapat mempengaruhi distal di ampula Vater, batu empedu adalah kolesterol dan kalsium
bilier). Obstruksi duktus sistikus, jika terus titik di mana saluran empedu dan saluran bilirubinate.
berlanjut selama lebih dari beberapa jam, dapat pankreas bergabung sebelum ke duodenum. Batu empedu kolesterol
menyebabkan peradangan kandung empedu Obstruksi aliran empedu oleh batu di titik kritis Lebih dari 80% dari batu empedu di Amerika
akut (kolesistitis akut). ini dapat menyebabkan sakit perut dan ikterus. Serikat mengandung kolesterol sebagai
Empedu stagnan di atas sebuah batu yang komponen utama mereka. Sel-sel hati
menghalangi saluran empedu sering menjadi mengeluarkan kolesterol dalam empedu
terinfeksi, dan bakteri dapat menyebar dengan bersama dengan fosfolipid (lesitin) dalam
cepat dari sistem duktus menuju hati untuk bentuk gelembung bermembran kecil yang
memproduksi infeksi yang mengancam jiwa sferis, disebut vesikel unilamellar. Sel-sel hati
yang disebut kolangitis. Obstruksi saluran juga mengeluarkan garam empedu, yang
pankreas oleh batu empedu di ampula Vater merupakan deterjen kuat yang diperlukan untuk
juga dapat memicu aktivasi enzim pencernaan pencernaan dan penyerapan lemak makanan.
pankreas dalam pankreas itu sendiri, mengarah
ke pankreatitis akut. Garam empedu dalam empedu melarutkan
vesikel unilamellar untuk membentuk agregat
PATOFISIOLOGI larut disebut misel campuran. Hal ini terjadi
Pembentukan batu empedu terjadi karena zat terutama di kantong empedu, di mana empedu
tertentu dalam empedu yang hadir dalam terkonsentrasi oleh reabsorpsi elektrolit dan air.
konsentrasi yang mendekati batas kelarutannya. Dibandingkan dengan vesikel (yang dapat
Ketika empedu terkonsentrasi di kantong menyimpan hingga 1 molekul kolesterol untuk
empedu, dapat menjadi jenuh dengan zat ini, setiap molekul lesitin), misel campuran
yang kemudian mengendap dari larutan sebagai memiliki daya tampung kolesterol yang lebih
Gambar: Kolelitiasis dan Koledolitiasis kristal mikroskopis. Kristal terjebak dalam rendah (sekitar 1 molekul kolesterol untuk
Choledocholithiasis mengacu pada adanya satu mukus kandung empedu, kandung empedu setiap 3 molekul lesitin). Jika cairan empedu
atau lebih batu empedu di duktus biliaris memproduksi endapan. Seiring waktu, kristal mengandung proporsi kolesterol yang relatif
komunis (common bile duct). Biasanya, ini tumbuh, agregat, dan bersatu untuk membentuk tinggi, kemudian sebagai empedu
terjadi ketika batu empedu melewati dari batu makroskopik. Oklusi saluran oleh endapan terkonsentrasi, disolusi bertahap dari vesikel
dan / atau batu menghasilkan komplikasi dapat menyebabkan keadaan di mana kolesterol
pada misel dan yang tersisa di vesikel melebihi bilirubin presipitat untuk mengambil warna pada mukosa kandung empedu. Enzim litik dari
kapasitas. Pada titik ini, empedu sangat hitam pekat, dan batu yang terbentuk dengan bakteri dan leukosit menghidrolisis konjugat
tersaturasi dengan kolesterol, dan kristal cara ini disebut batu empedu pigmen hitam. bilirubin dan asam lemak. Akibatnya, dari
kolesterol monohidrat dapat terbentuk. Batu pigmen hitam mewakili 10-20% dari batu waktu ke waktu, batu kolesterol dapat
empedu di Amerika Serikat. menumpuk proporsi yang besar dari kalsium
Dengan demikian, faktor utama yang bilirubinate dan garam kalsium lainnya,
menentukan apakah batu empedu kolesterol Empedu biasanya steril, namun dalam beberapa memproduksi batu empedu campuran. Batu-
akan terbentuk adalah (1) jumlah kolesterol kondisi yang tidak biasa (misalnya, di atas batu besar dapat berkembang menjadi pinggiran
yang disekresikan oleh sel-sel hati, relatif striktur bilier), mungkin menjadi koloni oleh permukaan kalsium menyerupai cangkang telur
terhadap lecithin dan garam empedu, dan (2) bakteri. Bakteri menghidrolisis bilirubin yang dapat terlihat di dataran film x-ray.
tingkat konsentrasi dan tingkat stasis empedu di terkonjugasi, dan hasil peningkatan bilirubin
kandung empedu. tak terkonjugasi dapat menyebabkan ETIOLOGI
Batu empedu kalsium, bilirubin, dan pigmen pengendapan kristal kalsium bilirubinate. Batu empedu kolesterol, batu empedu pigmen
Bilirubin, pigmen kuning yang berasal dari Bakteri juga menghidrolisis lesitin untuk hitam, dan batu empedu pigmen coklat
pemecahan heme, secara aktif disekresi ke melepaskan asam lemak, yang juga dapat memiliki patogenesis yang berbeda dan faktor
empedu oleh sel-sel hati. Sebagian besar mengikat kalsium dan endapan dari larutan. risiko yang berbeda.
bilirubin dalam empedu adalah dalam bentuk Batu yang dihasilkan memiliki konsistensi Batu empedu kolesterol
konjugat glukuronida, yang merupakan cukup seperti tanah liat dan disebut batu pigmen Kolesterol batu empedu berhubungan dengan
larut dan stabil dalam air, tetapi sebagian kecil coklat. Tidak seperti kolesterol atau pigmen jenis kelamin perempuan, keturunan Amerika
terdiri dari bilirubin tak terkonjugasi. Bilirubin hitam batu empedu, yang membentuk hampir Eropa atau penduduk asli, dan bertambahnya
tak terkonjugasi, seperti asam lemak, fosfat, secara eksklusif di kandung empedu, batu usia. Faktor risiko lain meliputi: Obesitas,
karbonat, dan anion lainnya, cenderung empedu pigmen coklat sering membentuk de Kehamilan, Kandung empedu yang stasis, Obat,
membentuk endapan tidak larut dengan novo di saluran empedu. Batu empedu pigmen dan Keturunan.
kalsium. Kalsium memasuki empedu bersama coklat yang biasa di Amerika Serikat tetapi Sindrom metabolik pada obesitas trunkal,
dengan elektrolit lain secara pasif. cukup umum di beberapa bagian Asia resistensi insulin, diabetes mellitus tipe II,
Dalam situasi perputaran heme yang tinggi, Tenggara, kemungkinan berhubungan dengan hipertensi, dan hiperlipidemia berhubungan
seperti hemolisis kronis atau sirosis, bilirubin serangan cacing hati. dengan peningkatan sekresi kolesterol di hati
tak terkonjugasi dapat hadir dalam empedu dan merupakan faktor risiko utama bagi
lebih tinggi dari konsentrasi normal. Kalsium perkembangan batu empedu kolesterol.
bilirubinate kemudian dapat mengkristal dari Batu empedu mixed
larutan dan akhirnya membentuk batu. Seiring Kolesterol batu empedu dapat menjadi koloni Batu empedu kolesterol lebih sering terjadi
waktu, berbagai oksidasi menyebabkan oleh bakteri dan dapat menimbulkan inflamasi pada wanita yang telah mengalami kehamilan
kembar. Kemungkinan karena tingkat bakar, penggunaan nutrisi parenteral total, pembentukan batu baru pada pria dan wanita
progesteron yang tinggi pada kehamilan. kelumpuhan, perawatan ICU, dan trauma besar. berlanjut pada laju sekitar 0,4% per tahun
Progesteron mengurangi kandung empedu Hal ini disebabkan, secara umum, penurunan hingga akhir hidupnya.
kontraktilitas, yang menyebabkan retensi stimulasi enteral dari kantong empedu dengan
berkepanjangan dan konsentrasi yang lebih yang menghasilkan stasis empedu dan GEJALA
besar dari empedu di kandung empedu. pembentukan batu. Penyakit batu empedu dapat dianggap
Batu empedu pigmen hitam dan coklat smemiliki 4 tahapan sebagai berikut:
Batu empedu pigmen hitam terjadi tidak EPIDEMIOLOGI
proporsional pada individu dengan pergantian Prevalensi batu empedu adalah tertinggi pada - Keadaan lithogenic, di mana kondisi
heme yang tinggi. Gangguan hemolisis yang orang keturunan Eropa utara, dan pada populasi mendukung pembentukan batu empedu
berhubungan dengan batu empedu pigmen Hispanik dan penduduk asli Amerika. - Batu empedu asimtomatik
termasuk anemia sel sabit, sferositosis Prevalensi batu empedu lebih rendah di Asia - Batu empedu simtomatik, ditandai dengan
herediter, dan beta-thalassemia. Pada sirosis, dan Afrika Amerika. episode kolik bilier
hipertensi portal menyebabkan splenomegali. Wanita lebih cenderung untuk mengembangkan - komplikasi cholelithiasis
Hal ini, pada gilirannya, menyebabkan batu empedu kolesterol daripada laki-laki,
penyerapan sel darah merah, yang mengarah ke terutama selama tahun-tahun reproduksi Gejala dan komplikasi penyakit batu empedu
peningkatan dalam pergantian hemoglobin. mereka, ketika kejadian batu empedu pada akibat dari efek yang terjadi di dalam kantong
Sekitar setengah dari semua pasien sirosis wanita adalah 2-3 kali pada pria. Perbedaannya empedu atau dari batu yang lepas dari kandung
memiliki batu empedu pigmen. tampaknya terutama disebabkan estrogen, yang empedu menetap dalam saluran empedu.
Prasyarat untuk pembentukan batu empedu meningkatkan sekresi empedu kolesterol. Batu empedu asimtopmatik
pigmen coklat termasuk stasis intraductal dan Risiko pengembangan batu empedu meningkat Batu empedu dapat berada dalam kantong
kolonisasi kronis bakteri pada empedu. Di dengan usia. Batu empedu jarang terjadi pada empedu selama puluhan tahun tanpa
Amerika Serikat, kombinasi ini paling sering anak-anak dengan tidak adanya anomali menyebabkan gejala atau komplikasi. Pada
ditemui pada pasien dengan striktur bilier kongenital atau gangguan hemolitik. Dimulai pasien dengan batu empedu asimtomatik
pascaoperasi atau kista choledochal. saat pubertas, konsentrasi kolesterol dalam ditemukan secara kebetulan, kemungkinan
Penyakit Crohn, reseksi ileum, atau penyakit empedu meningkat. Setelah usia 15 tahun, berkembangnya gejala atau komplikasi adalah
lain dari ileum menurunkan reabsorpsi garam prevalensi batu empedu di wanita AS 1-2% per tahun. Dalam kebanyakan kasus, batu
empedu dan meningkatkan risiko pembentukan meningkat sekitar 1% per tahun; pada pria, empedu tanpa gejala tidak memerlukan
batu empedu. sekitar 0,5% per tahun. Batu empedu terus pengobatan apapun.
membentuk seluruh masa dewasanya, dan
Penyakit lain atau keadaan yang mempengaruhi prevalensinya terbesar pada usia lanjut. Insiden Karena mereka sering terjadi, batu empedu
pembentukan batu empedu termasuk luka pada wanita menurun pada menopause, tetapi sering hidup berdampingan dengan kondisi
pencernaan lainnya. Ada sedikit bukti untuk Gejala lain, sering dikaitkan dengan memberi kesan kolesistitis. Demam sering
mendukung hubungan sebab akibat antara batu cholelithiasis, termasuk gangguan pencernaan, hadir, tapi mungkin tertinggal di belakang
empedu dan sakit perut kronis, sakit maag, dispepsia, bersendawa, perut kembung, dan tanda-tanda atau gejala lainnya.
distress postprandial, perut kembung, flatulensi, intoleransi lemak. Namun, ini sangat spesifik Meskipun nyeri guarding yang volunter
konstipasi, atau diare. dan terjadi pada frekuensi yang sama pada mungkin ada, tanda-tanda peritoneal tidak ada.
Nyeri disebut kolik bilier terjadi bila batu individu dengan dan tanpa batu empedu; Takikardia dan diaforesis dapat hadir sebagai
empedu atau endapan kebetulan berdampak kolesistektomi belum terbukti untuk konsekuensi dari rasa sakit. Ini harus diatasi
pada duktus sistikus selama kontraksi kandung memperbaiki gejala-gejala ini. dengan manajemen nyeri yang tepat.
empedu, meningkatkan tegangan pada dinding Adanya demam, takikardia yang persisten,
kandung empedu. Dalam kebanyakan kasus, PEMERIKSAAN FISIK hipotensi, atau ikterus memerlukan penelusuran
nyeri sembuh lebih dari 30 sampai 90 menit Pasien dengan keadaan lithogenic atau batu untuk komplikasi cholelithiasis, termasuk
karena kantong empedu relaksasi dan obstruksi empedu tanpa gejala tidak memiliki temuan kolesistitis, kolangitis, pankreatitis, atau
mereda. abnormal pada pemeriksaan fisik. penyebab sistemik lainnya.
Episode kolik bilier adalah sporadis dan tak Untuk membedakan kolik bilier tanpa Dalam kasus kolesistitis akut, kolangitis, atau
terduga. Pasien melokalisasi nyeri pada komplikasi dari kolesistitis akut atau pankreatitis akut yang parah, bising usus sering
epigastrium atau kuadran kanan atas dan komplikasi lain sangat penting. Keduanya absen atau hypoactive. Choledocholithiasis
mungkin menggambarkan radiasi ke ujung sering hadir dengan konstelasi yang sama dengan obstruksi saluran empedu menghasilkan
scapular kanan (tanda Collins). Rasa sakit gejala, dan pemeriksaan fisik dapat membantu ikterus pada kulit dan scleral yang berkembang
mulai setelah makan (biasanya dalam waktu untuk membedakan keduanya. selama jam untuk hari karena bilirubin
satu jam setelah makan lemak), sering Karena kandung empedu tidak meradang di terakumulasi.
digambarkan sebagai intens dan tumpul, dan kolik bilier tanpa komplikasi, nyeri kurang Trias Charcot nyeri tekan yang parah pada
dapat berlangsung dari 1-5 jam. Dari awal, terlokalisasi; pemeriksaan abdomen pasien pada kuadran kanan atas dengan ikterus dan demam
meningkat rasa sakit terus-menerus selama dasarnya nyeri ringan tanpa nyeri rebound atau adalah karakteristik dari kolangitis.
sekitar 10 sampai 20 menit dan kemudian guarding. Demam tidak ada. Batu empedu pankreatitis akut sering ditandai
secara bertahap berkurang ketika kantong Dalam kolesistitis akut, radang kandung dengan nyeri epigastrium. Pada kasus yang
empedu berhenti kontraksi dan batu jatuh empedu dengan iritasi peritoneal mengarah ke berat, perdarahan retroperitoneal dapat
kembali ke dalam kandung empedu. Rasa sakit nyeri yang terlokalisasi dengan baik pada menghasilkan ekimosis dari panggul dan
adalah konstan secara alami dan tidak kuadran kanan atas, biasanya dengan nyeri ekimosis periumbilikalis (tanda Cullen dan
berkurang dengan emesis, antasid, defekasi, yang rebound dan guarding. Meskipun tidak tanda Grey-Turner).
flatus, atau perubahan posisi. Ini bisa disertai spesifik, tanda Murphy positif (jeda inspirasi
dengan diaforesis, mual, dan muntah. pada palpasi yang mendalam pada kuadran DIAGNOSIS BANDING
kanan atas selama inspirasi dalam) sangat Appendicitis
Bile Duct Strictures dan alanine), diikuti beberapa jam dengan obstruksi usus, perforasi viseral, batu ginjal,
Bile Duct Tumors kenaikan kadar serum bilirubin. Semakin tinggi atau kalsifikasi pankreatitis kronis.
Cholangiocarcinoma kadar bilirubin, semakin besar nilai prediktif USG
Cholecystitis untuk obstruksi CBD. Batu CBD hadir di Ultrasonografi adalah prosedur pilihan dalam
Gallbladder Cancer sekitar 60% dari pasien dengan kadar serum mecurigai penyakit kandung empedu atau
Gastritis and Peptic Ulcer Disease bilirubin lebih dari 3 mg / dL. empedu; itu adalah tes yang paling sensitif,
Gastroenteritis Foto Polos Abdomen spesifik, non-invasif, dan murah untuk
Pancreatic Cancer Radiografi abdomen tegak dan terlentang mendeteksi batu empedu. Selain itu, sederhana,
Pancreatitis, Acute kadang-kadang membantu dalam menetapkan cepat, dan aman dalam kehamilan, dan tidak
diagnosis penyakit batu empedu. mengekspos pasien kepada radiasi berbahaya
PEMERIKSAAN PENUNJANG atau kontras intravena.
Laboratorium
Pada pasien yang diduga komplikasi batu
empedu, tes darah harus mencakup sel darah
lengkap (CBC) menghitung dengan diferensial,
fungsi hati panel, dan amilase dan lipase. Gambar: Foto Polos Abdomen Kolelitiasis
Kolesistitis akut berhubungan dengan
leukositosis polimorfonuklear. Namun, hingga Hitam pigmen atau mixed batu empedu
sepertiga dari pasien dengan kolesistitis mungkin mengandung kalsium yang cukup
mungkin tidak memanifestasikan leukositosis. untuk tampil radiopak pada film polos. Temuan
Pada kasus yang parah, peningkatan ringan udara di saluran empedu pada film polos dapat
enzim hati dapat disebabkan oleh cedera menunjukkan perkembangan fistula
inflamasi hati yang berdekatan. Pasien dengan choledochoenteric atau ascending kolangitis
kolangitis dan pankreatitis memiliki nilai tes dengan organisme gas pembentuk. Kalsifikasi
laboratorium yang abnormal. Yang penting, pada dinding kandung empedu (yang disebut
satu nilai laboratorium yang abnormal tidak porselen kandung empedu) merupakan indikasi
memastikan diagnosis choledocholithiasis, kolesistitis kronis yang parah.
kolangitis, atau pankreatitis.
Peran utama dari film polos dalam Gambar: USG Kolelitiasis
Choledocholithiasis dengan obstruksi akut
mengevaluasi pasien dengan dugaan penyakit Ultrasonografi sangat berguna untuk
duktus biliaris komunis (CBD) awalnya
batu empedu adalah untuk menyingkirkan mendiagnosis kolesistitis akut tanpa
menghasilkan peningkatan akut pada kadar
penyebab lain dari nyeri abdomen akut, seperti komplikasi. Fitur sonografi dari kolesistitis akut
transaminase hati (aminotransferase aspartat
termasuk kantong empedu penebalan dinding
(> 5 mm), cairan pericholecystic, kandung - Kontak pelarutan stabilisasi dan untuk mengizinkan kemudian
empedu distensi (> 5 cm), dan tanda Murphy - Extracorporeal Shockwave lithotripsy kolesistektomi dalam keadaan elektif.
sonografi. Keberadaan beberapa kriteria Pada pasien dengan batu kandung empedu yang
meningkatkan akurasi diagnostik nya. Penatalaksanaan medis lebih efektif pada diduga bersamaan dengan batu duktus biliaris
Batu empedu muncul sebagai fokus echogenic pasien dengan fungsi kandung empedu baik komunis, ahli bedah dapat melakukan
di kandung empedu. Mereka bergerak bebas yang memiliki batu-batu kecil (<1 cm) dengan cholangiography intraoperatif pada saat
dengan perubahan posisi dan bayangan akustik. kandungan kolesterol tinggi. Terapi garam kolesistektomi. Saluran empedu dapat
CT Scan empedu mungkin diperlukan selama lebih dari dieksplorasi menggunakan choledochoscope.
Computed tomography (CT) scanning lebih 6 bulan dan memiliki tingkat keberhasilan Jika batu duktus biliaris komunis ditemukan,
mahal dan kurang sensitif dibandingkan kurang dari 50%. mereka biasanya dapat diekstraksi intraoperatif.
ultrasonografi untuk mendeteksi batu kandung Ursodeoxycholic acid (ursodiol) merupakan Atau, ahli bedah dapat membuat fistula antara
empedu. CT scan sering digunakan dalam agen pelarutan batu empedu. Pada manusia, saluran empedu distal dan duodenum yang
pemeriksaan nyeri abdomen, karena administrasi jangka panjang asam berdekatan (choledochoduodenostomy),
menyediakan gambar yang sangat baik dari ursodeoxycholic mengurangi kejenuhan memungkinkan batu untuk melewati tanpa
semua organ abdomen. CT scan lebih unggul kolesterol empedu, baik dengan mengurangi bahaya ke dalam usus.
ultrasonografi untuk demonstrasi batu empedu sekresi kolesterol hati dan dengan mengurangi
di distal duktus biliaris komunis. CT sangat efek deterjen garam empedu di kandung Sumber:
berguna untuk mendeteksi batu intrahepatik empedu (dengan demikian mempertahankan http://emedicine.medscape.com/article/175667-
atau kolangitis piogenik berulang. vesikel yang memiliki daya tampung kolesterol overview
tinggi). Desaturasi empedu mencegah kristal
PENATALAKSANAAN dan, pada kenyataannya, memungkinkan
Pengobatan batu empedu tergantung pada tahap ekstraksi bertahap kolesterol dari batu yang
penyakit. Idealnya, intervensi dalam kondisi ada.
lithogenic bisa mencegah pembentukan batu Pengangkatan kandung empedu
empedu, meskipun, saat ini, pilihan ini terbatas (kolesistektomi) umumnya diindikasikan pada
pada beberapa keadaan khusus. Batu empedu pasien yang mengalami gejala atau komplikasi
tanpa gejala dapat dikelola dengan penuh harap. batu empedu, kecuali usia pasien dan kesehatan
Perawatan medis untuk batu empedu, umum membuat risiko operasi menjadi
digunakan sendiri atau dalam kombinasi, penghalang. Dalam beberapa kasus kandung
meliputi: empedu empiema, drainase nanah sementara
- Terapi garam empedu oral (asam dari kantong empedu (cholecystostomy)
ursodeoxycholic) mungkin lebih disukai untuk memungkinkan