Anda di halaman 1dari 3

REGULASI OJEK BERBASIS ONLINE

Azizah Hidayati, 55415120015


Magister Teknik Elektro,
Universitas Mercu Buana Jakarta
Azizahidayati63@gmail.com
Dosen : Dr Ir Iwan Krisnadi MBA

Abstract Meningkatnya jumlah populasi di kota-kota besar menyebabnya kepadatan dan kemacetan dimana-mana.
Hal ini juga membuat mobilisasi masyarakat juga semakin meningkat. Menyadari kebutuhan transportasi umum
semakin meningkat sedangkan ketersedian angkutan umum masih kurang efektif dan efisien maka muncullah beberapa
perusahaan angkutan umum khusus yang berbasis online. Angkutan khusus berbasis online ini lebih diminati masyarakat
karena si pengendara menjemput penumpang, bukan seperti selama ini penumpang yang harus menghampiri
pengendara. Selain itu dari segi harga lebih murah dibanding konvensional. Namun kelemahannya fenomena ini belum
tercantum pada Undang-Undang No. 22 Tahun 2009.

Kata kunci : Ojek Online, transportasi, angkutan khusus

I. PENGANTAR

Meningkatnya jumlah populasi manusia di kota kota


besar mengakibatkan kepadatan transportasi yang juga semakin
meningkat. Menyadari pentingnya peranan transportasi, maka
lalu lintas dan angkutan jalan harus ditata dalam suatu sistem
transportasi nasional secara terpadudan mampu mewujudkan
ketersediaan jasa transportasi yang sesuai dengan tingkat
kebutuhan lalu lintas dan pelayanan angkutan yang tertib,
nyaman, cepat, lancar dan berbiaya murah [1]

Indonesia memiliki banyak jenis angkutan umum yaitu roda


dua seperti ojek, roda empat seperti angkot atau taksi dan ada
pula bus, kereta api, kapal penumpang dan pesawat komersil.

Kemajuan era modern ini memunculkan fenomena ojek


yang berbasis aplikasi. Ojek online ini lebih digemari oleh Gambar 1 Responden ojek berbasis online
masyarakat karena memiliki beberapa kelebihan seperti lebih
Adanya ojek online ini menimbulkan perdebatan karena
murah, efisiensi dalam hal waktu karena dapat dipesan melalui
belum memiliki payung hukum. Angkutan yang berbasis
aplikasi dan selanjutnya pengendara (driver) menghampiri
aplikasi ini belum secara eksplisit diatur dalam peraturan
penumpang bukan penumpang menghampiri pengendara.
perundang-undangan, karena angkutan berbasis aplikasi ini
belum termasuk dalam salah satu jenis moda angkutan umum
pada UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Angkutan C. STANDAR PELAYANAN MINIMAL ANGKUTAN
jalan. Sehingga diperlukan pembahasan yang lebih untuk UMUM
angkutan berbasis aplikasi ini. Standar Pelayanan Minimal adalah ketentuan tentang
jenis dan mutu pelayanan dasar dalam pelayanan angkutan
umum..7 UndangUndang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu
II LITERATUR
Lintas dan Angkutan Jalan menentukan bahwa perusahaan
A. KENDARAAN BERMOTOR DAN OJEK SEPEDA angkutan umum wajib memenuhi standar pelayanan
MOTOR minimal, yang diatur dalam Pasal 141, menyatakan bahwa
; Ayat (1) Perusahaan Angkutan Umum wajib memenuhi
Pasal 1 Ayat (7) Undang-Undang No. 22 Tahun 2009
standar pelayanan minimal yang meliputi : keamanan,
tentang LaluLintas dan Angkutan Jalan menyatkan bahwa:
keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan, kesetaraan, dan
"Kendaraan adalah suatu sarana angkut dijalan yang terdiri atas
keteraturan; Ayat (2) Standar pelayanan minimal
kendaraan bermotor dan kendaraan tidak bermotor." Pasal 1
sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) ditetapkan
Ayat (8) Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu
berdasarkan jenis pelayanan yang diberikan; Ayat (3)
Lintas dan Angkutan Jalan menyatkan bahwa: "Kendaraan
Ketentuan lebih lanjut mengenai standar pelayanan
bermotor adalah Setiap kendaraan yang digerakkan oleh
minimal sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) diatur
peralatan mekanik berupa mesin selain kendaraan yang
dengan peraturan Menteri yang bertanggung jawab di
berjalan diatas rel." Pasal 1 Ayat (10) Undang-Undang No. 22
bidang sarana dan prasarana Lalu Lintas dan Angkutan
Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan jo Pasal 1
Jalan.[3]
Ayat (5) Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2014 tentang
Angkutan Jalan menyatakan bahwa kendaraan Bermotor II. KONDISI INDONESIA SAAT INI
Umum adalah "Setiap kendaraan yang digunakan untuk Adanya kesenjangan antara regulasi undang-undang
angkutan barang dan/atau orang dengan dipungut bayaran." dengan lalu lintas dengan adanya fenomena penyedia jasa
Pasal 39 Ayat (3) Peraturan Kepala Kepolisian RI No. 5 Tahun transportasi umum berbasis online.
2012 menyatakan bahwa, "Tanda nomor kendaraan bermotor
Kendaraan bermotor dapat digunakan sebagai angkutan
umum adalah dasar kuning, tulisan hitam."[2]
umum tidak boleh berplat hitam dan lain-lain yang sudah
diatur pada Undang-Undang. Namun kondisi saat ini ojek
B. SYARAT PENYELENGGARA ANGKUTAN UMUM
online masih berplat hitam.
Pasal 138 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009
Adanya fenomena ini belum diantisipasi oleh pemerintah
tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyatakan
dari segi regulasi, sehingga dibutuhkan revisi tentang
bahwa: "Ayat (1) Angkutan umum diselenggarakan dalam
Undang-Undang regulasi yang mengatur keberadaan mode
upaya memenuhi kebutuhan angkutan yang selamat, aman,
baru transportasi berbasis online.
nyaman, dan terjangkau; Ayat (2) Pemerintah bertanggung
jawab atas penyelenggaraan angkutan umum sebagaimana III. STUDI KASUS
dimaksud pada ayat (1); Ayat (3) Angkutan umum orang
Usaha ojek online sebagai angkutan dijalan belum
dan/atau barang hanya dilakukan dengan kendaraan
memiliki regulasi yang jelas, karena belum tercantum
bermotor umum".
pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang
Angkutan jalan khusus. Sehingga kedudukan usaha ojek
online sebagai angkutan jalan tidak dapat diberikan izin. Nyatanya regulasi hukum untuk perusahaan angkutan
Karena belum adanya regulasi yang jelas mengatur umum khusus online ini belum jelas.
tentang hal ini menyebabkan ketidaksesuaian dan Angkutan umum khusus berupa ojek yang
mencederai Undang-Undang No 22 Tahun 2009 menggunakan sepada motor tidak tertulis adanya
sebagaimana yang dinyatakan di dalam Pasal 82, 138- larangan pengoperasian angkutan roda dua atau roda
139, 141 dan 173 serta Pasal 39 ayat (3) Peraturan tiga di dalam Undang-Undang Nompr 22 Tahun 2009,
Kepala Kepolisian Republik Indonesia Nomor 5 Tahun namun angkutan umum orang dan/atau barang hanya
2012. [andalas] dilakukan dengan Kendaraan Bermotor Umum.
Secara izin pendirian badan hukum, perusahaan Jika diamati aplikasi yang digunakan ojek
ojek online merupakan perusahaan yang bergerak pada online adalah untuk memasarkan produk. Produk yang
bidang Informasi dan Teknologi. Perusahaan ojek online dipasarkan harus sesuai regulasi yang ada. Perizinan
belum mengurus perizinan sebagai perusahaan untuk angkutan umum merupakan kebijakan gubernur
penyelenggaraan angkutan umum. masing-masing wilayah.
Angkutan umum khusus berupa ojek yang
menggunakan sepada motor yang mana tidak tertulis V. DAFTAR PUSTAKA
adanya larangan pengoperasian angkutan roda dua atau
roda tiga di dalam Undang-Undang Nompr 22 Tahun [1] Dwi Nur Aini Habibah, Npm. 121000284 (2016) Aspek
2009, namun pada pasal 138 ayat 3 menyebutkan Hukum Yang Timbul Dari Kegiatan Usaha Ojek
Berbasis Aplikasi Atau Online (Go-Jek). Fakultas
angkutan umum orang dan/atau barang hanya
Hukum Unpas.
dilakukan dengan Kendaraan Bermotor Umum.
Jika diamati aplikasi yang digunakan ojek [2] Fadhlur, Rahman (2016) Kedudukan Hukum Usaha
Ojek Online Sebagai Angkutan Jalan Di Jakarta (Studi
online adalah untuk memasarkan produk. Produk yang Pada PT.Go-Jek Indonesia). Diploma Thesis,
dipasarkan harus sesuai regulasi yang ada. Universitas Andalas.

Perizinan untuk angkutan umum merupakan [3] Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian
Perhubungan Republik Indonesia,
kebijakan pemerintahan daerah yang diturunkan oleh Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 65
Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan
gubernur seperti pada PERDA Provinsi DKI Jakarta dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal.
Nomor 5 Tahun 2014 dan peraturan terkait lainnya.
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
IV. KESIMPULAN
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945.
Kepadatan penduduk yang terus meningkat
Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas
membutuhkan angkutan umum yang juga semakin Angkutan dan Jalan.
banyak. Namun kondisi angkutan umum yang ada
masih belum efektif dan efisien. Hal ini menimbulkan
perusahaan ojek online membuat inovasi baru.