Anda di halaman 1dari 6

POAC DI RUMAH SAKIT

Rumah sakit sebagai salah satu subsistem pelayanan kesehatan menyelenggarakan


dua jenis pelayanan untuk masyarakat yaitu pelayanan kesahatan dan pelayanan administrasi.
Pelayanan kesehatan mencakup pelayanan medik, pelayanan penunjang medik, rehabilitasi
medik dan pelayanan perawatan. Pelayanan tersebut dilaksanakan melalui unit gawat darurat,
unit rawat jalan, dan unit rawat inap. Dalam perkembangannya pelayanan rumah sakit tidak
terlepas dari pembangunan ekonomi masyarakat. Perkembangan ini tercermin pada
perubahan fungsi klasik RS yang pada awalnya hanya memberikan pelayanan yang bersifat
penyembuhan (kuratif) terhadap pasien melalui rawat inap. Pelayangan RS kemudian
bergeser karena kemajuan ilmu pengetahuan khususnya ilmu kedokteran, peningkatan
pendapatan dan pendidikan masyarakat. Pelayanan kesehatan di RS saat ini tidak saja bersifat
kuratif (penyembuhan), tetapi juga bersifat pemulihan (rehabilitatif). Keduanya dilaksanakan
secara terpadu melalui upaya promosi kesehatan (promotif) dan pencegahan (preventif).
Dengan demikian, sasaran pelayanan kesehatan RS bukan hanya untuk individu pasien, tetapi
juga berkembang untuk keluarga pasien dan masyarakat umum. Fokus perhatiannya memang
pasien yang datang atau yang dirawat sebagai individu dan bagian dari keluarga. Atas dasar
sikap seperti itu pelayanan kesehatan di RS merupakan pelayanan kesehatan yang paripurna
(komperhensif dan holistik).

I. Planning (Perencanaan)

Perencanaan memusatkan perhatian pada masa yang akan datang. Menejemen


harus mempersiapkan rumah sakit dalam menghadapi hal-hal yang akan datang baik
sudah diramalkan maupun tidak terduga sebelumnya.

Perencanaan memprediksikan apa yang harus dicapai atau dilakukan dimasa


datang dan bagaimana hal tersebut dapat dilaksanakan. Atau dapat ditegaskan sebagai
berikut: fungsi perencanaan mencakup aktifitas-aktifitas manajerial yang menentukan
sasaran dan alat yang tepat untuk mencapai sasaran tersebut.

Beberapa faktor untuk perencanaan antara lain:

Sasaran sasaran
Tindakan tindakan
Sumber sumber daya yang diperlukan
Implementasi

Segi penting pada perencanaan diantaranya:

a. Dukungan direksi
b. Jenis perencanaan
c. Persiapan forecasting
d. Tujuan, target dan standart
e. Peningkatan operasional
f. Koordinasi
g. Persiapan sumber daya

Secara topikal rencana sederhana dibagi dalam:

a. Perencanaan jangka pendek


b. Perencanaan jangka menengah
c. Perencanaan jangka panjang
Perencanaan jangka pendek, menengah, panjang ini oleh perencanaan
tergantung pada sifat sasaran/target yang dilakukan dalam waktu yang
diperlukan untuk menyelesaikannya.
a. Perencanaan jangka pendek misalnya:
Renovasi kamar selama satu minggu
Perbaikan taman
Pembenahan jendela kamar
b. Perencanaan jangka menegah
Pembuatan ruang operasi
Pembuatan pagar rumah sakit
Pengadaan alat operasi
c. Perencanaan jangka panjang
Perluasan wilayah rumah sakit
Penggadaan
II. Organitation (Pengorganisasian)
Pengorganisasian (organizing), merupakan pengaturan setelah rencana,
mengatur dan menentukanapa tugas pekerjaanny, macam, jenis, unit kerja, alat-alat,
keuangan dan fasilitas
Penorganisasian suatu rumah sakit berdasarkan analisis SWOT.
a. Keuangan (Finance)
S :- Cadangan dana
- Backup perusahaan induk
- Asset rumah sakit berupa gedung dan ruang-ruang
W :-Untung/rugi
-gaji, motivasi untuk atasi inflasi
-peraturan-peraturan dalam pengendalian pengadaan
O :kredibilitas
T :inflasi/deviasi

Usulan perbaikan

Menurunkan biaya efisiensi

Perhitungan biaya/unit tarif

Sistem gaji melalui prestasi

b. Gedung dan fasilitas kesehatan


S : -Lokasi strategis
-fasilitas cukup modern dan lengkap
W :-pembelian alat harus melalui peraturan
-BOR (Bed Occupacy Rate) tinggi/rendah
O :-tidak ada rumah sakit di wilayah tersebut
T :Di tahun-tahun mendatang akan banyak rumah sakit bermunculan di
tempat tersebut dengan fasilitas yang cukup baik

Usulan perbaikan

Bila memungkinkan prosedur anggaran dan penggadaan barang singkat

Swastanisasi
c. Marketing
S : perusahaan induk sebagai costumer yang cukup berat
W : tempat tidur terlalu penuh sehingga kadang kadang menyulitkan
O : tarif bersaing
T :ditahun-tahun mendatang akan muncul rumah sakit swasta yang cukup
modern.

Usulan perbaikan

Meningkatkan layanan bermutu, baik perawatan, mutu dokternya, pendidikan,


training yang berkesinambungan, perlu sistem yang mengarah ke arah
perbaikan mutu.

d. Sumber daya manusia


S :-dokter spesialis full time cukup lengkap
-stand by 24 jam
W :tidak mudah mencari tenaga dokter yang berkualitas untuk
peremajaan
Jumlah masih dirasa kurang
Motivasi sulit karena peraturan
O :gaji untuk tenaga perawat dan administrasi lebih besar dari rumah
sakit lain, sehingga tidak pindah ke rumah sakit lain.
T : motivasi di rumah sakit untuk dokter lebih baik

Usulan perbaikan

Bila peraturan memungkinkan perlu sistem motivasi, reward and punishment


yang jelas

Gaji disesuaikan dengan prestasi/kontribusi swastanisasi

SWOT ini tentunya sangat tergantung pada keadaan masing-masing rumah


sakit.

Ciri rendahnya pengorganisasian yang baik meliputi:


a. Seringnya perubahan rencana
b. Gagalnya pengumpulan keberhasilan pekerjaan
c. Lambatnya pengambilan keputusan
d. Informasi yang tidak tepat sasaran
e. Rendahnya pertanggung jawaban
f. Rapat dan komunikasi berlebihan
g. Dibiarkan hal yang tidak kompeten
h. Gaji dan honor yang tidak adil
i. Berharap yang berlebihan

III. Actuating /Directing (Pengarahan dan Pengembangan )

Pergerak (actuating), menggerakkan orang-orang agar mau / suka bekerja.


Ciptakan suasana bekerja bukan karena perintah, tetapi harus dengan kesadaran
sendiri, termotifasi secara interval.

Actuating/directing tidak lepas dari kemampuan menejer/atasan untuk bisa


mengarahkan staffnya ataupun bawahannya untuk meningkatkan fungsi masing-
masing dengan baik. Banyak yang harus diketahui oleh pimpinan/manajer untuk bisa
mengarahkan anak buah untuk bekerja sebaik mungkin sehingga rumah sakit yang
dipimpinnya berhasil dalam mencapai tujuan yang dikehendaki.

Pengertian motivasi atau memotivasi merupakan suatu proses dengan apa


seseorang manajer merangsang bawahan untuk bekerja dalam rangka upaya mencapai
sasaran organisatoris, sebagai alat untuk memuaskan keinginan pribadi mereka
sendiri.

IV. Controling (Pengendalian)


Pengendalian/pengawasan (controlliang), merupakan fungsi pengawasan agar
tujuan dapat tercapai sesuai dengan rencana, apakah orang-orangnya, cara dan
waktunya tepat. Pengendalian juga berfungsi agar kesalahan dapat segera diperbaiki.

Komponen pengendalian yang harus diperhatikan adalah:

Adanya standart penilaian


Adanya standart prosedur
Sistem informasi
Evaluasi dan deviasi yang terjadi
Tindakan koreksi

Bentuk kegiatan pengendalian antara lain:


1. Merumuskan tatalaksana dalam bentuk manual, standar, kriteria, norma,
instruksi dan prosedur lain.
2. Melaksanakan pengamatan (monitoring), evaluasi dan laporan, guna
mendapatkan gambaran dan informasi tentang penyimpangan dan jalannya
pelaksanaan dari rencana.
3. Melakukan kunjungan staff guna mengidentifikasi cara-cara pelaksanaan
dalam rangka penncapaian tujuan.
4. Melakukan superfisi.