Anda di halaman 1dari 50

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Melahirkan bayi yang sehat, lucu, dan menggemaskan sudah tentu

menjadi impian setiap perempuan. Tetapi bayangan kebahagiaan tersebut

terkadang terganggu karena perasaan cemas pra-melahirkan. Menjelang

proses melahirkan, tidak sedikit calon ibu yang mengalami rasa takut saat

proses kelahiran.

Perasaan takut ketika hendak melahirkan adalah hal yang wajar.

Apalagi bagi mereka yang baru pertama kali melahirkan. Rasa cemas itulah

yang justru memicu rasa sakit saat melahirkan. Rasa sakit muncul karena saat

mau melahirkan, mereka merasa tegang dan takut, akibat telah mendengar

berbagai cerita seram seputar melahirkan.

Perasaan ini selanjutnya membuat jalur lahir (birth canal) menjadi

mengeras dan menyempit. Pada saat kontraksi alamiah mendorong kepala

bayi untuk mulai melewati jalur lahir, terjadi resistensi yang kuat. Ini yang

menyebabkan rasa sakit yang dialami seorang wanita. Untuk melewati proses

itu, banyak hal yang perlu diperhatikan mulai dari kebutuhan fisik seperti gizi

dan nutrisi hingga kebutuhan mental atau kejiwaan. Kedua kebutuhan ini

harus seimbang karena berperan penting bagi setiap ibu saat melewati proses

kehamilan hingga persalinan.

Satu hal yang sering dilupakan tetapi sebenarnya sangat penting

adalah ketenangan pikiran. Padahal, bila ketenangan jiwa dan pikiran

tercapai, banyak keuntungan yang diperoleh ibu, mulai dari menghilangkan

1
keluhan ringan seperti mual muntah dan pusing, mengurangi rasa sakit saat

melahirkan, hingga pembentukan mental bayi sejak dalam kandungan.

Relaksasi kehamilan akan membantu ibu hamil untuk mencapai kondisi yang

senantiasa rileks dan tenang, dimana efek dari kondisi ini akan berpengaruh

pada ibu hamil dan lingkungannya hingga proses persalinan.

Dengan kondisi rileks, gelombang otak akan menjadi lebih tenang

sehingga dapat menerima masukan baru yang kemudian akan menimbulkan

reaksi positif pada tubuh, dan sangat memungkinkan jika tubuh ibu akan

mengikuti masukan baru yang diniatkan. Jadi jika ibu hamil telah melakukan

relaksasi dan meniatkan kelahirannya agar lancar, tidak sakit, sehat, sangatlah

mungkin jika proses kelahirannya akan sesuai dengan niat tersebut.

Di sinilah hypnobirthing berperan besar, membantu memberikan

kesiapan mental dan keyakinan untuk melahirkan secara alami dengan rasa

sakit yang minimal.

Teknik ini mudah dipelajari, melibatkan relaksasi yang mendalam,

pola pernapasan lambat dan petunjuk cara melepaskan endorfin dari dalam

tubuh (relaksan alami tubuh) yang memungkinkan calon ibu menikmati

proses kelahiran yang aman, lembut, cepat. Dengan perasaan nyaman dan

rasa sakit yang minimal, diharapkan ibu dapat berkonsentrasi mengejan demi

kelancaran proses persalinannya.

Sejak tahun 1920-an, usaha-usaha yang dilakukan oleh beberapa ahli

terkenal menyebabkan berkembangnya metode-metode yang saat ini

digunakan untuk meningkatkan relaksasi, mengurangi stress, meredakan

nyeri persalinan, meningkatkan perkembangan persalinan dan memperkuat

2
ikatan orang tua dan anak sejak dini, salah satunya adalah hypnobirthing

(Simkin, Whalley & Keppler, 2007).

Hipnotis diri (self hypnosis) dan penanaman sugesti adalah prinsip

dasar hypnobirthing, yang digunakan sebagai latihan selama masa kehamilan.

Petunjuk latihan relaksasi dalam persalinan menggunakan metode visualisasi.

Ketika ibu merasa lebih nyaman mengunakan metode visualisasi, selanjutnya

lakukan langkah pada bagian afirmasi (setelah mencapai kondisi rileks

dengan metode yang dipilih) (Andriana, 2010).

1.2 Tujuan

Untuk mengetahui pengertian hypnobirthing ?

Untuk mengetahui manfaat hypnobirthing ?

Untuk mengetahui cara melakukan hypnobirthing ?

Untuk mengetahui water birth ?

3
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Hypnobirthing

Sejarah Metode relaksasi dalam menjalani masa kehamilan

sebenarnya bukan metode yang baru, namun telah digunakan sejak tahun 50-

an di Amerika Serikat. Hanya saja akhir - akhir ini, banyak nama yang

muncul dan dijadikan sebagai merk dagang baru untuk metode relaksasi

kehamilan ini seperti HypnoBirthing, HypnoBabies, HypBirth dan

sebagainya.

Teknik relaksasi semacam ini dapat banyak membantu dalam

mengurangi rasa sakit dan tekanan emosi selama berlangsungnya proses

kelahiran tanpa perlu menggunakan obat bius. Semua nama baru tersebut

menggunakan dasar kata hipnosis, bukan berarti ibu hamil akan tertidur atau

tidak sadarkan dirinya saat praktik.

Namun hipnosis yang digunakan adalah metode penanaman sugesti

saat otak telah berada dalam kondisi rileks. Persalinan dengan hipnotis

merupakan salah satu merk dagang yang paling dikenal saat ini, berada

dibawah naungan HypnoBirthing Institute, USA.

Pelopornya adalah salah satu tokoh yang menyebar-luaskan metode

relaksasi kehamilan, yaitu seorang ahli hipnoterapi dari Amerika Serikat

bernama Marie F.Mongan yang awalnya dikenalkan oleh pakar ginekologi

Dr. Grantly Dick-Read, lewat buku Childbirth Without Fear yang ditulisnya

pada 1944.

4
Sejak 1993, metode hypnobirthing mulai diperkenalkan di Kanada,

yang disusul oleh Australia dan Inggris. Hingga saat ini sudah ada lebih dari

20 negara yang mempraktekkan hypnobirthing dalam proses persalinan alami

(Andriana, 2007).

Berdasarkan hasil penelitian Steer (1993, dalam Mander, 2003, hal.

152) mengatakan publikasi besar-besaran hypnosis berabad-abad sangat

berlawanan dengan penggunaanya yang jarang. Pada sampelnya hanya 4

wanita yang memilih metode ini (0,07%), walaupun berbeda dengan metode

induksinya, hipnosis merupakan cara lain Universitas Sumatera Utara dalam

mencapai relaksasi. Hal ini sejalan dengan penelitian Baram (1995, dalam

Mander, 2003, hal 153) menyatakan bahwa hanya 15% dari populasi umum

yang sangat mudah disagesti dan mudah dihipnosis, proposi yang sama sulit

di hypnosis, dan sisanya berfariasi.

Di Indonesia, metode ini mulai disebarluaskan pada tahun 2003 oleh

Lanny Kuswandi, yang mempelajari metode HypnoBirthing Marie Mongan di

Australia. Ia adalah seorang bidan yang kemudian mendalami ilmu

hipnoterapi spesifik pada bidang kehamilan.

Dalam bahasa Inggris Hypno birthing berasal dari kata hypno dari

hipnosis dan birthing atau melahirkan yang berarti keterampilan untuk

meningkatkan ketenangan pikiran guna mempersiapkan dan menjalani

kehamilan hingga menghadapi persalinan dengan nyaman.

Hypnobirthing berasal dari kata hypno (hypnos dari bahasa Yunani

yang artinya "tidur") dan birthing dari bahasa Inggris yaitu "proses

melahirkan". Hypnobirthing adalah science and art (ilmu pengetahuan dan

5
keterampilan dengan bahasan secara ilmiah). Jadi setiap ibu hamil dapat

belajar dan berlatih agar terampil untuk meningkatkan ketenangan diri selama

hamil dan pada saat melahirkan.

Hypnobirthing adalah upaya alami untuk menanamkan niat positif ke

pikiran bawah sadar agar ibu dapat menjalani kehamilan dengan sehat dan

menghadapi persalinan dengan tenang, alami, nyaman, dan lancar dengan

upaya pemberdayaan pikiran bawah sadar dengan mengistirahatkan pikiran

sadar.

Kini, pengertian hypnosis adalah santainya otak, yang dapat

diperhatikan dari dominannya irama alfa 8-12 Hz pada EEG (Elektro-

Ensefalo-Grafi). Dasar yang digunakan adalah relaksasi. Namun pada

Hypnobirthing, ibu akan diajak untuk berkonsentrasi dalam memberikan

sugesti dan memprogram alam bawah sadar sesuai dengan tujuan latihan

tersebut.

Untuk mencapai keberhasilan penanaman sugesti ini, dibutuhkan

kondisi yang rileks dengan proses relaksasi. Meski mengandung kata

hypno(sis), caranya bukan menghipnotis si Ibu saat persalinan, lalu jabang

bayi keluar begitu saja.

Hypnobirthing sama sekali tidak akan tertidur karena tidak

menggunakan obat bius yang menyebabkan rasa kantuk, tetapi lebih ke arah

pendampingan dengan menanamkan sugesti positif kepada ibu, sehingga

selama proses persalinan, si ibu tetap nyaman, tenang dan bahagia. Ibu akan

100% terjaga dan dapat menikmati setiap detik proses persalinan hingga

kelahiran si buah hati.

6
Hypnobirthing adalah salah satu bagian dari hipnosis klinik khususnya

hipnosis kebidanan. Hipnosis klinik adalah suatu ilmu pengetahuan dan

keterampilan yang sudah lama digunakan dalam dunia kesehatan, dan saat ini

berkembang pesat karena banyak orang yang membutuhkan. Hal ini

disebabkan kondisi stres dalam menghadapi perubahan yang sangat cepat

pada proses persalinan. Hipnosis klinik mempunyai tujuan sebagai upaya

promosi, prevensi, terapi dan rehabilitasi (Kusuma, et al, 2009).

2.2 Manfaat Hypnobirthing

Untuk Ibu :

Ibu hamil bisa memanage atau mengurangi kadar rasa sakit

saat melahirkan, meminimalisir stress, depresi saat masa

melahirkan, karena ibu jauh lebih mudah mengontrol

emosinya. Ibu mendapatkan rasa nyaman, ketenangan dan

kebahagiaan karena persalinan yang lebih lancar.

Mencegah kelelahan yang berlebihan saat proses persalinan,

pada beberapa kasus walaupun habis mengejan namun wajah

menjadi jauh lebih segar.

Mengurangi komplikasi medis dalam melahirkan. Proses

menyusui dapat dengan cepat dilakukan karena bayi

umumnya lebih tenang dan waspada saat lahir.

Memungkinkan otot-otot syaraf dan badan di tubuh ibu

bekerja secara selaras dan alamiah selama proses kelahiran

terjadi.

7
Mendapatkan pengalaman melahirkan yang positif

(menyenangkan) karena terjadinya ikatan yang baik antara ibu

dengan bayi dan suami (pasangan hidup).

Membantu ibu untuk melahirkan bayinya dengan caranya

sendiri.

Dapat lebih fokus dan konsentrasi bekerja karena tidak perlu

menghadapi emosi labil ibu yang hendak melahirkan.

Mengurangi rasa takut, tegang, serta sakit ketika proses

melahirkan;

Proses persalinan akan terasa lebih nyaman serta lebih cepat;

Ibu hamil mampu mengontrol emosi dan perasaan ketika

proses persalinan; dan

Mencegah rasa lelah yang lebih setelah proses persalinan

Untuk Janin :

Janin merasa ada kedekatan emosi dan ikatan batin lebih

kuat, karena saat melakukan hypnobirthing ibu dan janin

menjalin komunikasi bawah sadar.

Janin juga merasa damai dan mendapatkan getaran tenang

serta pertumbuhan hormon melalui plasenta lebih

seimbang.

Tidak berdampak buruk pada janin tetapi justru

sebaliknya, latihan ini akan berpengaruh positif terhadap

8
janin karena ketenangan pikiran yang dirasakan ibu, akan

ikut dirasakan janin.

Ikatan batin ibu dan janin pun akan terasa lebih erat

karena latihan Hypnobirthing juga menyangkut adanya

getaran gelombang pikiran ibu kepada janin.

Jiwa janin akan lebih merasa tenang dibandingkan dengan

yang tidak melakukan Hypnobirthing;

Pertumbuhan janin akan lebih sehat dikarenakan hormon-

hormon positif memberikan keseimbangan terhadap janin;

Janin akan lebih merasakan kedekatan batin lebih kuat

yang disebabkan dari ketenangan jiwa ibunya melalui

komunikasi di alam bawah sadar

Bayi yang dilahirkan relative tidak kekurangan oksigen

Untuk Suami :

Merasa lebih tenang dalam mendampingi proses kelahiran,

emosi kehidupan suami istri lebih seimbang (karena ada

wanita hamil yang bawaanya lebih marah marah, lebih

egois dan lain-lain) bisa diseimbangkan dengan

hypnobirthing.

Jika suami melakukan hypnobirthing ke istri ada jalinan

lebih mesra ke istrinya dan bisa mendekatkan dengan sang

janin.

9
Keuntungan bagi Dokter dan Para Medis:

Pada saat memberikan asuhan kerja lebih ringan, karena

wanita yang masuk program hypnobirthing lebih stabil

emosinya, tidak banyak mengeluh.

Meminimalkan penggunaan obat, meminimalkan

penggunaan induksi, kemungkinan komplikasi

persalinan lebih kecil.

Proses pembukaan jalan lahir lebih singkat,

memperpendek tahap awal persalinan, proses persalinan

jauh lebih lancar dan cepat.

2.3 Cara Melakukan Hypnobirthing

Melakukan relaksasi Untuk mengikuti program yang diajarkan

Lanny, ada empat langkah yang harus dijalankan, relaksasi otot, relaksasi

pernafasan, relaksasi pikiran, afirmasi. Pada saat ketiga unsur jiwa (perasaan,

kemauan, dan pikiran) dan raga istirahat, masukkan program positif yang

akan terekam dalam alam bawah sadar. Contoh program positif, Saya dan

janin di dalam kandungan akan tumbuh sehat, dan saat persalinan akan

menghadapinya dengan tenang.

Proses HypnoBirthing bekerja berdasarkan kekuatan sugesti. Proses

ini menggunakan afirmasi positif, sugesti dan visualisasi untuk menenangkan

tubuh, memandu fikiran, serta mengendalikan nafasnya.

Pasien ibu hamil dapat melakukan ini sendiri (self hypnosis) atau

dengan pimpinan pendamping persalinan / bidan. Bisa dengan memberikan

10
afirmasi verbal yang membantu untuk memasuki kondisi tenang (calm state)

dari hypnosis. Bisa juga dilakukan melalui visualisasi (membayangkan bunga

yang bermekaran, melihat apa yang akan terjadi kepada seseorang) maupun

dengan mengunakan gerakan idio motor untuk mencapai relaksasi.

Teknik hypnobirthing sangatlah sederhana dan mudah. Dan kunci

untuk mencapai keberhasilan dari metode ini adalah praktek baik di kelas

antenatal maupun di rumah sehingga teknik-teknik dalam hypnobirthing bisa

menjadi kebiasaan bagi ibu untuk mencapai dan menciptakan kondisi

relaksasi selama kehamilan dan menghadapi persalinan.

Untuk mencapai keberhasilan yang lebih optimal, dalam

mempraktekkan metode ini, ibu memerlukan seseorang yang mampu

membimbingnya untuk selalu berlatih, disinilah perlunya peran pendamping.

Pendamping disini adalah mitra/patner ibu entah itu suami atau orang terdekat

ibu. Oleh karena itu sangat penting sekali untuk mengajak dan melibatkan

suami/ patner ibu saat memberikan pelatihan hypnobirthing selama antenatal.

Sehingga suami bisa menjadi motivator bahkan pembimbing bagi ibu untuk

selalu berlatih teknik relaksasi hypnobirthing.

Yang bisa Anda Ambil untuk mengawali latihan self hypnobirthing

adalah lakukan dengan niat yang kuat, dan ketika Anda melakukannya,

jadikan kegiatan ini adalah kegiatan yang menyenangkan dan merupakan

kebutuhan Anda. Kemudian cobalah untuk menyusun dahulu sugesti dan

affirmasi positif yang Anda inginkan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

1. Pilihlah kata-kata instruksi positif. Sugesti positif lebih

diterima oleh pikiran bawah sadar.

11
2. Ulangi sugesti secara teratur untuk memaksimalkan efeknya;

hindari kata-kata klise.

3. Buatlah sugesti sesuai kebutuhan anda agar berhubungan

langsung dengan tujuan anda.

4. Gunakan pendekatan terperinci dan logis dalam membuat

sugesti. jika tujuan anda dapat diukur, berikan tambahan

yang tepat.

5. Pastikan bahwa semua sugesti jelas, sederhana mudah

dimengerti, spesifik dan jika memungkinkan, dalam bentuk

waktu sekarang. Contoh: Setiap hari tubuh dan oikiran saya

bekerjasama menghilangkan keinginan makan gula.

Daripada, saya akan menjadi lebih kurus.

6. Gunakan penggambaran, dan tambahkan kata-kata yang

menggambarkan emosi, seperti bersemangat, bersinar,

gemetar, luarbiasa, hebat.

7. Berkesan meyakinkan

8. Nada rendah monoton tanpa dialek yang asing bagi pasien

9. Arti tunggal, sehingga tidak meragukan atau salah ditafsirkan

10. Untuk kasus-kasus yang terkait dengan permasalahan atau

nilai lainnya, maka penyelesaian harus dimulai dari

permasalahan atau nilai yang paling mendasar.

12
11. Pengulangan

Misalnya:

Baca berulang beberapa kali sugesti dan affirmasi

tersebut lalu atur posisi.

pastikan bahwa anda ada di posisi yang nyaman

sehingga anda dapat relax, jadi buatlah posisi tubuh

dan diri Anda senyaman mungkin dan bebas dari

tekanan serta bebaskan dari hal-hal yang mungkin

dapat mengganggu proses misalnya, bunyi Hp.

Lalu atur nafas dan focus di nafas yang keluar masuk,

lakukan dengan pelan-pelan dan lambat, dan ijinkan

perlahan-lahan mata Anda tertutup dengan nyaman.

Lalu focus ke nafas jika ada piriran yang datang dan

pergi coba abaikan.

Langkah kedua adalah mencoba menghadirkan

gambaran atau membayangkan saat ini Anda berada

di tempat favorit Anda lalu Pastikan bahwa rasa anda

aman dan yang nyaman

Setelah itu ikuti langkah demi langkah panduan yang

ada dalam cd panduan relaksasi. Rasakan apa yang

Anda rasakan dan nikmati serta terima sensasi apapun

yang Anda rasakan

Ibu dapat melatih hypnobirthing sendiri hanya perlu mencari

suasana yang nyaman dan cocok untuk melakukan relaksasi tanpa

13
gangguan, lalu mulailah bernapas untuk rileks. Saat kondisi rileks telah

dicapai, niatkan keinginan ibu dan konsentrasilah pada niat itu. Ibu dapat

menggunakan musik relaksasi dan aromaterapi yang aman bagi janin, untuk

melatih Hypnobirthing sendiri.

2.4 WATER BIRTH

Sejarah

Selama tahun 1960, peneliti Soviet Igor Charkovsky melakukan

penelitian yang cukup besar untuk keselamatan dan manfaat yang mungkin

lahir di air di Uni Soviet Pada akhir 1960-an, Perancis dokter kandungan

Frederick Leboyer mengembangkan praktek membenamkan baru lahir bayi

dalam air hangat untuk membantu memudahkan transisi dari rahim ke dunia

luar, dan untuk mengurangi dampak dari setiap kelahiran yang mungkin

trauma .

Dokter kandungan lain Perancis, Michel Odent , mengatakan bahwa

dengan menggunakan air hangat untuk kelahiran kolam penghilang rasa sakit

untuk ibu, dan sebagai cara untuk menormalkan proses kelahiran. Ketika

beberapa wanita menolak untuk keluar dari air untuk menyelesaikan

melahirkan, Odent mulai meneliti kemungkinan keuntungan bagi bayi yang

lahir di bawah air, serta masalah potensial dalam kelahiran tersebut. Pada

akhir 1990-an, ribuan wanita telah melahirkan di Odent's klinik bersalin di

Pithiviers , dan konsep melahirkan di air telah menyebar ke banyak lainnya

Barat negara.

14
Kelahiran Air pertama kali datang ke Amerika Serikat melalui

pasangan melahirkan di rumah , tapi segera diperkenalkan ke lingkungan

medis rumah sakit dan berdiri bebas pusat kelahiran oleh bidan dan dokter

kandungan. In 1991, New Hampshire mulai untuk membuat sebuah protokol

untuk melahirkan di air. Lebih dari tiga-perempat dari semua Kesehatan

Nasional Pelayanan rumah sakit di Inggris menyediakan opsi ini untuk

bekerja perempuan.

Pengertian Water Birth

Persalinan di air (Inggris: waterbirth) adalah proses persalinan atau

proses melahirkan yang dilakukan di dalam air hangat.

Melahirkan dalam air (water birth), adalah suatu metode melahirkan secara

normal melalui vagina di dalam air.

Konsep mengenai metode ini ternyata telah timbul sejak lama, sejak

tahun 1960-an dari pemikiran seorang peneliti Rusia, Igor Charkovsky.

Metode ini terus dikembangkan dan akhirnya mulai dibuat protokol medisnya

sejak tahun 1991 di Rumah Sakit Monadnock Community, New Hampshire,

Amerika Serikat. Kini, rumah sakit di Amerika dan Inggris telah banyak

menggunakan metode ini.

Di Indonesia metode ini juga telah digunakan, walaupun masih jarang.

Secara prinsip, persalinan dengan metode water birth tidaklah jauh berbeda

dengan metode persalinan normal di atas tempat tidur, hanya saja pada

metode water birth persalinan dilakukan di dalam air sedangkan pada

persalinan biasa dilakukan di atas tempat tidur. Perbedaan lainnya adalah

pada persalinan di atas tempat tidur, calon ibu akan merasakan jauh lebih

15
sakit jika dibandingkan dengan persalinan menggunakan metode water birth.

Ada yang mengatakan persalinan dengan water birth dapat mengurangi rasa

sakit hingga mencapai 40-70%.

Metodenya:

Ada dua metode persalinan di air, yaitu :

1. Water birth murni, yaitu metode persalinan water birth

dimana ibu masuk ke kolam persalinan setelah

mengalami pembukaan 6 sampai proses melahirkan

terjadi.

2. Water birth emulsion, yaitu metode persalinan water

birth dimana ibu hanya berada di dalam kolam hingga

masa kontraksi akhir. Proses melahirkan tetap dilakukan

di tempat tidur.

Selama proses persalinan dengan melalui metode water birth, diperlukan

beberapa instrumentasi esensial yang harus dipersiapkan, antara lain :

1. Termometer air

2. Termometer ibu

3. Doppler anti air

4. Sarung tangan

5. Pakaian kerja (apron)

6. Jaring untuk mengangkat kotoran

7. Alas lutut kaki bantal, instrumen partus set

8. Shower air hangat

9. Portable/permanent pool

16
10. Handuk,selimut

11. Warmer dan peralatan resusitasi bayi

Proses melahirkan melalui metode water birth sedikit berbeda

dengan metode melahirkan konvensional (di atas tempat tidur), hal ini

disebabkan perbedaan wahana melahirkan. Proses persalinan melalui

water birth dapat dirangkum sebagai berikut:

Selama berlangsungnya Persalinan

Ibu mengambil sikap yang dirasakan aman dan nyaman

untuknya. Keleluasaan gerakan yang mengijinkan ibu

mengambil posisi yang tepat untuk bersalin. Ibu masuk

berendam ke dalam air direkomendasikan saat pembukaan

serviks 4-5 cm dengan kontraksi uterus baik.

Observasi dan monitoring antara lain :

1. Fetal Heart Rate (FHR) dengan doppler atau

fetoskop setiap 30 menit selama persalinan kala I

aktif, kemudian setiap 15 menit selama persalinan

kala II. Auskultasi dilakukan sebelum, selama, dan

setelah kontraksi.

2. Penipisan dan Pembukaan serviks dan posisi janin.

Pemeriksaan vagina (VT) dapat dilakukan di dalam

air atau pasien di minta sementara keluar dari air

untuk diperiksa.

17
3. Status Ketuban, jika terjadi ruptur ketuban, periksa

FHR, dan periksa adanya prolaps tali pusat. Jika

cairan ketuban mekonium, pasien harus

meninggalkan kolam.

4) Tanda vital ibu diperiksa setiap jam, dengan

suhu setiap 2 jam (atau jika diperlukan). Jika ibu

mengalami pusing, periksa vital sign, ajarkan ibu

mengatur napas selama kontraksi.

4. Hidrasi Ibu. Dehidrasi dibuktikan dengan adanya

takikardi ibu dan janin dan peningkatan suhu badan

ibu. Jika tanda dan gejala dehidrasi terjadi, ibu

diberi cairan. Jika tidak berhasil pasang infus ringer

laktat (RL).

5. Mengedan seharusnya secara fisiologis. Ibu

diperkenankan mengedan spontan, risiko

ketidakseimbangan oksigen dan karbondioksida

dalam sirkulasi maternal-fetal berkurang, dan juga

akan dapat melelahkan ibu dan bayi.

6. Persalinan, bila mungkin metode hand off. Ini

akan meminimalkan stimulasi.

7. Lahirnya kepala bayi difasilitasi oleh adanya

dorongan lembut kontraksi uterus. Sarung tangan

digunakan penolong untuk melahirkan bayi.

Sokong perineum, massage, dan tekan dengan

18
lembut jika diperlukan. Ibu dapat mengontrol

dorongan kepala dengan tangannya.

8. Manipulasi kepala biasanya tidak diperlukan untuk

melahirkan bayi karena air memiliki kemampuan

untuk mengapungkan. Walaupun demikian, pasien

perlu berdiri membantu mengurangi atau

memotong dan mengklem lilitan tali pusat.

Meminimalkan rangsangan mengurangi risiko

gangguan pernapasan.

9. Bayi seharusnya lahir lengkap di dalam air.

Kemudian sesegera mungkin dibawa ke permukaan

secara gentle. Pada saat bayi telah lahir kepala

bayi berada diatas permukaan air dan badannya

masih di dalam air untuk menghindari hipotermia,

mencegah transfusi ibu ke bayi. Sewaktu kepala

bayi telah berada di atas air, jangan merendamnya

kembali.

10. Sewaktu bayi lahir, kepala bayi dikendalikan

dengan gerakan yang lembut, muka ke bawah, dan

muncul dari dalam air tidak lebih dari 20 detik.

Janin dapat diistirahatkan di dada ibu sambil

membersihkan hidung dan mulutnya, jika

diperlukan. Penanganan ini sebaiknya melihat juga

19
panjang tali pusat agar tidak sampai putus.

Kemudian bayi diberi selimut, dan di monitor.

11. Idealnya, ibu dan bayi dibantu keluar dari air untuk

melahirkan plasenta. Tali pusat di klem dan

dipotong, dan bayi dikeringkan dengan handuk dan

diselimuti dan kemudian diberikan kepada

penolong lain, keluarga, atau perawat. Ibu dibantu

keluar dari kolam. Plasenta dapat dilahirkan di

dalam air atau di luar tergantung penolong

(Kitzinger, 2000). Ibu dianjurkan menyusui

sesegera mungkin setelah bayi lahir untuk

membantu kontraksi uterus dan pengeluaran

plasenta.

Risiko secara teori yang dihubungkan dengan efek

relaksasi air hangat terhadap otot-otot uterus

termasuk solusio plasenta, emboli air dan

peningkatan perdarahan.

Tindakan berikutnya adalah :

Manajemen aktif dan psikologi tetap

diberikan sampai ibu keluar kolam.

Saat manajemen aktif kala III, syntometrine

dapat diberikan.

Estimasikan perdarahan < atau > 500 ml.

20
Penjahitan perineum dapat di tunda

sekurang-kurangnya 1 jam untuk

menghilangkan retensi air dalam jaringan

(jika perdarahan tidak berlebihan).

Para ginekolog sepakat, studi mengenai

keamanan water birth, baik terhadap

keselamatan ibu maupun bayi perlu

dilakukan. Ini merupakan jaminan bagi ibu

yang memilih metode ini merasa aman atas

pilihannya. Sejauh ini, berdasarkan riset

belum ada kasus buruk yang menimpa ibu

yang melahirkan di dalam air. Seringkali,

cerita yang beredar hanya anekdot

berdasarkan pengalaman ibu atau petugas

medis yang pernah mengalaminya. Justru,

sejumlah penelitian menginformasikan

persalinan di dalam air layak dilakukan

(Danuatmaja, 2008), diantaranya adalah:

1. Sebuah penelitian di Liverpool, Inggris,

membandingkan 100 ibu yang

melahirkan di air dengan 100 ibu yang

melahirkan di darat. Hasilnya

menyebutkan, bayi yang dilahirkan di

air sama sehat dan baik kondisinya

21
dengan bayi yang lahir di darat. Tidak

satupun dari 100 bayi tersebut

memerlukan penanganan khusus.

2. Dua tahun kemudian, sebuah artikel di

British Medical Journal menyebutkan,

peluang bayi lahir bermasalah dan harus

dirawat di ICU sama besarnya antara

bayi yang lahir di air maupun di darat.

Jadi, penyebab bayi bermasalah bukan

persoalan tempatnya dilahirkan. Pada

artikel yang sama disebutkan, kasus lima

bayi yang meninggal dalam persalinan

di dalam air disebabkan karena hal-hal

sebagai berikut. Satu bayi meninggal

karena ibu bersalin di rumah tanpa

bantuan siapapun, satu bayi meninggal

sebelum ibu masuk ke kolam persalinan.

Dua bayi meninggal akibat memiliki

masalah pada organ tubuh, dan bayi

satunya meninggal akibat terkena infeksi

di rahim ibu pada masa kehamilan.

3. Sejumlah penelitian di Southend,

Inggris, dalam kurun waktu 1989-1994

menghasilkan temuan bahwa water birth

22
aman dilakukan sepanjang ibu dibantu

tenaga medis yang profesional dan

menguasai teknik pertolongan water

birth. Meskipun ada kasus dua bayi yang

meninggal akibat tenggelam dan

kemasukan air, hal ini dikarenakan bayi

tersebut terlambat diangkat dari air

setelah persalinan tersebut usai.

Keterlambatan dilaporkan mencapai satu

jam.

4. Penelitian menunjukkan, water birth

cenderung mempercepat keseluruhan

proses persalinan. Sebuah penelitian

menyebutkan, air membuat persalinan

tahap kedua atau tahap mengejan dan

melahirkan lebih cepat hingga 90 menit.

Waktu persalinan menjadi lebih singkat

lagi pada persalinan kedua

5. Dua studi penting lainnya

menyimpulkan, penggunaan kolam air

secara signifikan mengurangi

penggunaan obat pereda sakit dan

mengurangi penggunaan alat bantu

persalinan, seperti forsep. Riset juga

23
menyebutkan, water birth mengurangi

robekan perineum. Namun ini hanya

berlaku bagi ibu yang melahirkan

pertama kali.

Pada persalinan dengan metode water birth, calon ibu akan

dimasukan ke dalam kolam berisi air hangat pada saat memasuki bukaan

ke-enam. Tujuannya agar kulit vagina menjadi tipis dan lebih elastis

sehingga akan lebih mudah untuk meregang saat kepala bayi keluar

melewati vagina, bahkan dikatakan jika persalinan berjalan lancar maka

tidak perlu sampai harus merobek perineum (bibir vagina. Selain itu, air

hangat pada kolam juga akan memberikan rasa nyaman, tenang dan rileks,

pada keadaan rileks ini tubuh akan melepaskan endorphin (semacam

morfin yang dibentuk oleh tubuh sendiri)untuk mengurangi rasa sakit.

Air hangat juga mampu untuk menghambat impuls impuls saraf

yang menghantarkan rasa sakit, sehingga membuat persalinan tidak begitu

terasa berat.

Pada persalinan dalam air ini, suami juga memiliki peran yang

sangat penting di dalam kelancaran persalinan, yaitu dengan melakukan

pemijatan pada punggung ibu yang bertujuan untuk memberikan rasa

rileks dan nyaman kepada ibu saat persalinan dilakukan di dalam kolam.

Persalinan dengan metode water birth ini berlangsung kurang

lebih 1-2 jam setelah bukaan keenam dimana pada persalinan biasa

membutuhkan waktu hingga 8 jam.

24
Kemudian setelah bayi lahir maka dokter akan mengangkat bayi ke

permukaan air untuk diberikan ASI pertama kali. Kebanyakan ibu kadang

merasa khawatir bayi mereka akan tersedak, tetapi sebenarnya hal tersebut

tidak akan terjadi karena pada saat bayi sudah berada diluar, bayi tersebut

masih bernafas melalui ari ari dan tali pusat yang masih tersambung ke

perut ibu, sehingga tidak akan menjadi masalah bagi bayi yang dilahirkan

di dalam air.

Alat yang digunakan dalam persalinan water birth

Persalinan dengan metode water birth ini juga sudah banyak

diterapkan di beberapa pusat kesehatan dan rumah sakit di Indonesia

seperti di Jakarta dan Bali. Beberapa peralatan yang diperlukan dalam

water birth adalah kolam plastik berukuran cukup besar (diameter 2 meter)

dengan benjolan benjolan dibagian bawahnya agar ibu tidak merosot

saat persalinan berlangsung. Ketinggian air di dalam kolam juga harus

diatur supaya berada di atas pusar baik saat ibu dalam posisi duduk,

jongkok atau tiduran.

Posisi saat melahirkan dapat dilakukan sebebas mungkin bisa

sambil duduk, menghadap ke belakang atau terserah nyamannya si ibu.

Selain itu juga diperlukan water heater dan termometer untuk

menjaga suhu air agar tetap dalam suhu 37C.

Hal ini bertujuan agar bayi tidak merasakan perbedaan suhu yang

ekstrem antara di dalam perut dengan di luar dan agar bayi tidak

mengalami hipotermia. Suhu air yang hangat juga menjadi sebab mengapa

bayi sesaat setelah dilahirkan di dalam air tidak akan menangis, karena

25
bayi masih merasa berada di dalam kandungan akibat suhu air yang tetap

hangat. Air yang digunakan juga air suling yang steril dan tidak

mengandung kuman sehingga tidak akan menimbulkan infeksi apabila

tertelan

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam persalinan water birth

Melahirkan di air juga ada batasan dan beberapa pertimbangan

medisnya. Berikut adalah beberapa kriteria calon ibu yang tidak

diperkenankan untuk melakukan water birth :

1. Calon ibu yang memiliki panggul sempit,

2. Bayi lahir sungsang atau melintang

3. Ibu yang sedang dalam perawatan medis

4. Ibu yang mempunyai penyakit herpes, sebab virus herpes tidak

mati dalam air dan dapat menular kepada bayi yang dilahirkan.

Persiapan persalinan dalam air :

1. Ada kemauan dan keyakinan untuk melahirkan di

dalam air

2. Mengikuti senam hamil saat kehamilan, agar proses

persalinan berjalan lancar

3. Pastikan kolam yang akan dipakai dalam persalinan

adalah kolam yang memenuhi standart untuk water

birth, dan yakinkan kebersihan serta sterilitas kolam.

26
4. Menyiapkan data lengkap, seperti pemeriksaan

laboratorium sebagai salah satu prasyarat mutlak dalam

pelaksanaan persalinan di dalam air.

Bagi para calon ibu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter

kandungan selama masa kehamilan untuk dapat mengetahui

metode persalinan apa yang paling sesuai dengan

kondisinya.

Tahap persalinan water birth

Proses persalinan di air memiliki tahapan yang sama seperti

melahirkan normal. Hanya saja dengan ibu berendam dalam air hangat,

membuat sirkulasi pembuluh darah jadi lebih baik. Akibatnya akan

berpengaruh pula pada kontraksi rahim yang jadi lebih efektif dan lebih

baik. Sehingga waktu tempuh dalam proses persalinan ini lebih singkat

daripada proses melahirkan normal biasa.

Berikut tahapannya:

1. Ibu masuk ke dalam air ketika akan melahirkan, ibu

mengalami fase pembukaan laten dan aktif. Saat fase aktif

pembukaan sudah mencapai 5cm, ibu baru bisa masuk ke

kolam air. Pada fase ini biasanya dibutuhkan waktu

sebentar saja, sekitar 1-2 jam untuk menunggu kelahiran

sang bayi.

2. Sikap rileks, biasanya begitu ibu masuk ke dalam kolam air

akan terasa nyaman dan hilang rasa sakitnya. Ibu dapat

27
duduk dengan relaks dan bisa lebih fokus melahirkan.

Dapat juga posisi lain seperti menungging.

3. Mengedan seiring kontraksi. Di dalam air, mengedan akan

lebih ringan, tidak menggunakan tenaga kuat yang biasanya

membuat terasa lebih sakit. Air akan memblok rangsang-

rangsang rasa sakit. Jadi, rasa sakit yang ada tidak

diteruskan, melainkan akan hilang dengan sendirinya.

Ditambah lagi kemampuan daya apung dari air yang akan

meringankan saat mengedan. Mengedan mengikuti irama

datangnya kontraksi. Bayi yang keluar juga tak perlu

bantuan manipulasi tangan atau lainnya, kecuali terlihat

agak seret keluarnya. Kontraksi yang baik akan

mempercepat pembukaan rahim dan mempercepat proses

persalinan. Apalagi dengan ibu berendam dalam air,

dinding vagina akan lebih rileks, lebih elastis, sehingga

lebih mudah dan cepat membukanya. Hal ini pula yang

menyebabkan tak perlunya jahitan setelah melahirkan,

kecuali bila memang ada robekan.

4. Pengangkatan bayi. Setelah keluar kaki bayi dan tubuh

seluruhnya, barulah bayi diangkat. Darah yang keluar tidak

berceceran ke mana-mana, melainkan mengendap di dasar

kolam, demikian pula dengan ari-ari bayi.Kontraksi rahim

yang baik menyebabkan perdarahan yang terjadi pun

sedikit.

28
5. Ketika bayi keluar dalam air, mungkin orang khawatir bayi

akan tersedak, namun, sebetulnya bila diingat prinsipnya,

bayi hidup sembilan bulan dalam air ketuban ibu. Jadi,

begitu dia lahir keluar ke dalam kolam, sebetulnya dia lahir

ke lingkungan dengan kondisi yang hampir mirip dalam

kandungan, yaitu ke dalam air dengan suhu yang sama

seperti halnya ketika dalam rahim. Ketika bayi keluar

dalam air, saat itu bayi belum ada rangsang untuk bernapas.

Setelah diangkat ke permukaan barulah terjadi perubahan,

timbul rangsangan untuk bernapas dan biarkan ia menangis.

Setelah stabil kondisi pernapasannya, barulah digunting tali

pusarnya. Mengingat melahirkan di air membuat sirkulasi

oksigen ke bayi lebih baik, maka ketika bayi lahir tampak

kulit yang lebih kemerahan.

6. Artinya, oksigenisasi ke bayi lebih baik dan membuat paru-

parunya pun jadi lebih baik. Bayi juga tampak bersih tak

banyak lemak di tubuhnya. Kemudian bayi dibersihkan

dengan disedot sedikit dan dibersihkan tali pusarnya.

Kelebihan dan Kelemahan Persalinan Water Birth

Manfaat persalinan secara Water Birth

Untuk bayi :

Melahirkan dapat menjadi pengalaman yang berat untuk bayi. Benar

air hangat membantu memudahkan transisi dari jalan lahir ke dunia luar

29
karena cairan hangat menyerupai akrab lingkungan intrauterin , dan

melembutkan cahaya, warna dan suara.

Sebetulnya, manfaat paling baik dari metode melahirkan dalam air ini

adalah bagi bayi. Air yang digunakan adalah air hangat dengan suhu 37oC

yang suhunya mirip dengan suhu dalam rahim ibu. Sehingga begitu keluar

dari rahim ibu, bayi merasakan keamanan dan kenyamanan seperti dalam

rahim ibu, sehingga ia bisa lebih beradaptasi.

Setelah dikeluarkan dari dalam air, barulah bayi tersebut menangis.

Bayi juga menjadi lebih bersih dari kotoran dan darah.

Untuk ibu

Ibu membuai bayi segera setelah lahir.

Harper melaporkan bahwa melahirkan di dalam air adalah bentuk efektif

manajemen nyeri selama persalinan dan persalinan (Harper 2000). kelahiran

Air adalah bentuk hidroterapi yang, dalam studi, telah terbukti efektif bentuk

manajemen rasa sakit untuk berbagai kondisi terutama nyeri punggung bawah

(keluhan umum perempuan dalam tenaga kerja) .

Dalam sebuah penilaian dari 17 percobaan acak, dua studi terkontrol,

12 studi kohort, dan dua laporan kasus, disimpulkan bahwa ada manfaat

"pasti dari hidroterapi kesakitan, fungsi, efikasi diri dan mempengaruhi,

mobilitas sendi, kekuatan, dan keseimbangan, khususnya di kalangan orang

dewasa, subyek dengan kondisi rematik dan nyeri punggung kronis rendah,

Pilihan lain untuk mengontrol nyeri selama persalinan dan melahirkan adalah

anestesi epidural dan opioid intravena.

30
Anestesi epidural mungkin terkait dengan insiden yang lebih tinggi

pengiriman instrumental dengan pinset.Namun, anestesi epidural tidak

meningkatkan kejadian operasi caesar dan telah terbukti menjadi alternatif

yang aman untuk analgesia tenaga kerja. perendaman lengkap dalam air

mempromosikan respon fisiologis pada ibu yang mengurangi rasa sakit,

termasuk redistribusi volume darah, yang merangsang pelepasan oksitosin

dan vasopressin (Katz 1990), yang terakhir yang juga meningkatkan kadar

oxytocin (Odent 1998).

Cochrane Database of Systematic Reviews telah menemukan bahwa

"pengurangan yang signifikan secara statistik dalam persepsi ibu sakit dan di

tingkat analgesia epidural menunjukkan bahwa perendaman air selama tahap

pertama dari kerja yang bermanfaat bagi beberapa wanita.

Tidak ada bukti ditemukan bahwa manfaat ini dikaitkan dengan hasil

yang lebih buruk untuk bayi atau tenaga kerja lagi. Ini juga telah menemukan

bahwa di waterbirths daya apung ibu dan bayi memungkinkan untuk tarik

gravitasi. Hal ini menarik tidak hanya membuka ibu panggul tetapi juga

memungkinkan bayi untuk turun lebih mudah.

Perineum Utuh / menurun episiotomi

Air kelahiran dipercaya untuk membantu peregangan perineum dan

mengurangi risiko air mata kulit. Dukungan dari air memperlambat penobatan

kepala bayi dan menawarkan dukungan perineum , yang mengurangi risiko

robek dan mengurangi penggunaan episiotomi , prosedur bedah yang dapat

menyebabkan sejumlah komplikasi.

31
Memang, ada angka nol episiotomi dalam literatur waterbirth (Harper

2000). Selain itu, "trauma perineum dilaporkan umumnya kurang parah,

dengan perineums utuh lebih untuk multips, tetapi dalam beberapa literatur

tentang frekuensi yang sama air mata untuk primips dalam atau keluar dari

air," (Harper 2000; juga melihat Burn 1993 dan Garland 1997).

Jadi, secara umum manfaat persalinan dalam air bagi ibu dan bayi adalah

sebagai berikut.

Bagi ibu

Ibu akan merasa lebih relaks karena semua otot yang berkaitan

dengan proses persalinan menjadi elastis.

Metode ini juga akan mempermudah proses mengejan.

Sehingga rasa nyeri selama persalinan tidak terlalu dirasakan.

Di dalam air proses pembukaan jalan lahir akan berjalan lebih

cepat

Bagi bayi

Menurunkan risiko cedera kepala bayi.

Meskipun belum dilakukan penelitian mendalam, namun pakar

kesehatan meyakini bahwa lahir dengan metode ini

memungkinkan IQ bayi menjadi lebih tinggi dibandingkan

bayi yang lahir dengan metode lain.

Peredaran darah bayi akan lebih baik, sehingga tubuh bayi

akan cepat memerah setelah dilahirkan.

Hal-hal yang harus dihindari dalam proses persalinan:

32
o Adanya kontra indikasi seperti pada kehamilan normal,

yaitu seperti bayi lahir sungsang

o Adanya penyakit menular seksual seperti herpes karena

virus herpes tidak dapat mati dalam air hangat

o Adanya perkiraan perdarahan berlebih, preeklampsia, atau

infeksi kehamilan

o Kehamilan kembar

o Adanya perkiraan bayi lahir prematur

o Adanya mekonium (feses bayi) yang berlebih.

Kelemahan persalinan secara Water Birth

Sebuah penelitian mengungkap kekhawatiran bahwa medium

air akan membuat tali pusat menjadi kusut atau terkompresi,

sehingga bayi kemungkinan akanterengah-engah dan menghisap

air ke dalam paru-paru mereka.

Studi tahun 2002 yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan

Pediatrics juga menyimpulkan bahwa persalinan dalam air

meningkatkan risiko bayi tenggelam.

Situs Live Science menambahkan bahwa kelahiran dalam air

tidak direkomendasikan oleh American College of Obstetricians

and Gynecologists sebagai pilihan proses melahirkan yang layak.

Persalinan dalam air dikhawatirkan memicu risiko pneumonia atau

infeksi pada otak, dan serangan kekuarangan oksigen.

33
Risiko dan keprihatinan

Sebuah studi skala besar waterbirth di Inggris

(1994-1996) menunjukkan penurunan angka kematian

perinatal (1,2 per 1.000 untuk waterbirth vs 4 per 1000

untuk kelahiran konvensional pada periode yang sama)

(Harper 2000; Gilbert 1999; London: Kantor Statistik

Nasional 2005).

Sedangkan dari 150.000 waterbirths tercatat di

seluruh dunia antara 1985 dan 1999 masalah dibandingkan

dengan non-air kelahiran tidak muncul, "tidak ada laporan

yang valid kematian bayi karena air aspirasi atau inhalasi " ,

meskipun setidaknya ada 4 kasus yang dilaporkan dekat-

tenggelam dalam literatur medis.

Sebuah tinjauan literatur tentang melahirkan di

dalam air menunjukkan bahwa setiap kontroversi dalam

komunitas medis berasal dari OBGYN dan penyedia

perawatan kelahiran pra-yang umumnya mendukung

melahirkan di air, di satu sisi, dan pediatrik spesialis yang

mengkritik melahirkan di air, di sisi lain (lihat Schuman

2006). Meskipun hal ini tidak berarti membagi universal,

tampaknya berkorelasi dengan " tidak merusak kredo ".

The American Academy of Pediatrics 2005

pernyataan pada kelahiran air menjelaskan bahwa karena

sampai saat ini belum ada penelitian secara acak terkontrol

34
cukup untuk menunjukkan manfaat apapun pada bayi baru

lahir (hanya kekhawatiran atas kemungkinan komplikasi),

ketika orang tua diberitahu tentang kelahiran air, risiko

(daripada manfaat ) harus ditekankan (Schuman 2006).

Di sisi lain, penelitian telah menunjukkan bahwa

bekerja di air memang menawarkan manfaat yang

signifikan kepada ibu (seperti dikutip di atas). sedangkan

pada 2006, American College of Obstetricians

Gynecologists dan tidak mengambil posisi resmi pada

kelahiran air (Schuman 2006), Royal College of

Obstetricians dan Gynaecologists dan Royal College of

Bidan secara eksplisit mendukung, "perendaman dalam air

selama persalinan dan kelahiran.

Studi yang sangat penting lahir air umumnya objek

atau mengutip bukti dari "tidak dikelola dengan baik" atau

un-dimonitor air lahir oleh penyedia layanan yang belum

berpengalaman.

Infeksi

kekhawatiran lain adalah bahwa air dapat meningkatkan

risiko infeksi. Dalam sebuah uji coba terkontrol secara acak

dari efek kerja air di Kanada , tidak ada perbedaan tercatat

pada tingkat rendah ibu dan bayi baru lahir tanda-tanda

infeksi pada wanita dengan ruptur membran .

35
Karena ketat protokol untuk membersihkan bak

persalinan antara buruh (terutama di rumah sakit), ada

sedikit (jika ada) risiko memindahkan bakteri dari bayi ke

ibu atau ibu ke bayi. Dalam sebuah penelitian 1999 dari

kultur bakteri dilakukan di Oregon Health Sciences

University Hospital, tidak ada kasus bakteri kultur dari

kolam kelahiran sendiri. Sedangkan Pseudomonas bakteri

(umum di air keran) yang hadir, bahkan mereka bayi yang

positif bakteri tidak membutuhkan pengobatan untuk

infeksi .

Dalam sebuah studi tahun 2004, dari air kolam

persalinan setelah lahir setelah lebih ketat membersihkan

prosedur dan filtrasi (yang telah diletakkan di tempat

sebagai hasil studi menemukan kontaminasi antara

kelahiran) yang dilembagakan, tinggi konsentrasi E. dan

koliform kontaminasi ditemukan, bersama dengan Staph

dan P. aeruginosa

tenaga kerja Diperlambat

Karena efek relaksasi didokumentasikan dari ,

bekerja dalam air kadang-kadang dikaitkan dengan

penurunan intensitas kontraksi , dan dengan demikian

dianggap memperlambat persalinan. Sementara ahli

melahirkan di rumah (misalnya Harper, RN) berpendapat

bahwa ini harus dievaluasi per kasus per kasus, beberapa

36
rumah sakit telah mengadopsi "5 centimeter" rule,

mengizinkan wanita untuk masuk bak mandi hanya sekali

dalam leher rahim telah diperluas ke 5 cm (Harper 2000).

Kehilangan darah Ibu

Bagi penyedia layanan yang tidak berpengalaman

dalam pengiriman dalam air, mungkin sulit untuk menilai

jumlah kehilangan darah ibu. Sementara-mengembangkan

metode serta menentukan kehilangan darah ibu dalam air

memang ada, [8] penyedia banyak yang memilih untuk

memberikan plasenta "di tanah" untuk alasan ini (misalnya

rumah sakit Michigan University).

Di sisi lain, beberapa dokter dan bidan melihat

bahwa waterbirths sebenarnya telah dikenal untuk

mengurangi jumlah kehilangan darah. Air di sekitar ibu

benar-benar menurunkan tekanan darah ibu dan detak

jantung. Ibu masih kehilangan sejumlah besar darah

melalui berlalunya plasenta

Secara garis besar prasyarat proses persalinan adalah

sebagai berikut :

o Kemungkinan air kolam tertelan oleh bayi

sangat besar. Kondisi ini menyebabkan

proses membutuhkan bantuan dokter

kebidanan dan kandungan, juga spesialis

37
anak yang akan melakukan pengecekan

langsung saat bayi lahir. Sehingga jika ada

gangguan bisa langsung terdeteksi dan

diatasi.

o Hipotermia atau suhu tubuh terlalu rendah

akan dialami ibu jika proses melahirkan

berlangsung lebih lama dari perperkiraan.

o Bayi berisiko mengalami temperature shock

jika suhu air tidak sama dengan suhu si ibu

saat melahirkan yaitu 37 derajat celcius.

o Tidak dapat dilakukan oleh ibu yang

memiliki panggul kecil , sehingga harus

melahirkan dengan bedah caesar.Bila bayi

beresiko sungsang lebih baik hindari

melakukan persalinan di air.

o Bila si ibu memiliki penyakit herpes, bisa

beresiko menularkan penyakit tersebut

melalui mata, selaput lendir dan

tenggorokan bayi, karena kuman herpes

dapat bertahan diair.

o Kolam plastik yang digunakan harus benar

benar steril agar tidak rentan terinfeksi

kuman dan virus lainnya.

38
Adapun risiko persalinan secara water birth

adalah :

1. Risiko Maternal

2. Infeksi.

Menurut European Journal of Obstetrics

and Reproductive Biology 2007, water

birth merupakan a valuable alternative

persalinan normal. Penelitian yang

dipimpin oleh Rosanna Zanetti-

Daellenbach menemukan tidak ada

perbedaan angka kejadian infeksi

maternal maupun neonatal atau

parameter laboratorium termasuk luaran

fetus dalam hal APGAR Score, pH

darah, dan keperluan perawatan intensif.

Ada pendapat yang menyatakan bahwa

water birth menyebabkan risiko infeksi

oleh karena berendam dalam air yang

tidak steril dan ibu dapat mengeluarkan

kotoran saat mengedan dalam kolam air.

Namun penelitian menunjukkan bahwa

traktus intestinal bayi mendapatkan

keuntungan dari paparan ini. Kelahiran

tersebut dan diri kita sendiri tidak steril.

39
Sekresi vagina, blood slim, cairan

amnion, dan feces ibu ketika bayi masuk

ke dalam rongga panggul,

keseluruhannya tidak steril. Jika ibu

dalam keadaan persalinan kala aktif, air

tidak akan masuk ke jalan lahir sewaktu

ibu ada dalam kolam. Air dapat masuk

ke vagina, namun tidak dapat masuk ke

vagina bagian dalam, ke serviks maupun

uterus. Penyakit infeksi tertentu, akan

mati segera ketika kontak dengan air .

Salah satu cara yang digunakan untuk

mencegah terjadinya infeksi adalah

menggunakan pompa pengatur agar air

tetap bersirkulasi dengan filter/penyaring

air sehingga jika air terminum tidak

berisiko infeksi. Kolam yang sudah

disterilkan kemudian akan diisi air yang

suhunya sekitar 32-370C disesuaikan

dengan suhu tubuh.

3. Perdarahan Postpartum

Risiko perdarahan pada ibu dan bayi

juga harus dipertimbangkan. Walaupun

comparative study di Swiss

40
menunjukkan suatu hal yang positif,

namun penelitian lain di Inggris tidak

menemukan adanya perbedaan yang

bermakna antara metode water birth

dengan metode persalinan lainnya .

Penyedia layanan water birth yang tidak

berpengalaman akan sukar menilai

jumlah perdarahan post partum,

sementara metode penanganannya telah

berkembang dengan baik. Hal ini

menyebabkan sejumlah penyedia

layanan lebih memilih melahirkan

plasenta di luar kolam seperti di The

University of Michigan Hospital.

4. Trauma Perineum

Penggunaan episiotomi pada water birth

8,3% tidak menunjukkan laserasi

perineum derajat tingkat III dan IV dan

25,7%, pada land birth menunjukkan

kejadian laserasi perineum derajat

tingkat III dan IV dengan angka

penggunaan episiotomi lebih tinggi ,A

Cochrane review oleh Cluett et al.,

membuktikan bahwa ada risiko terjadi

41
trauma perineum pada persalinan dengan

water birth, namun tidak terdapat

perbedaan yang bermakna pada luaran

klinik dalam hal trauma perineum.

Pada penelitian tahun 1991-1997

Obstetrics and Gynecology of Cantonal

Hospital of Frauenfeld, Switzerland

membandingkan 3 grup persalinan

pervaginam : water birth, Maia-birthing

stool, dan bedbirth mendapatkan angka

kejadian episiotomi 12,8% pada water

birth 27,7% pada Maia-birthing stool,

dan 35,4% pada bedbirth. Ini secara

statistik sangat bermakna. Disamping

angka episiotomi bedbirth terjadi paling

tinggi juga menunjukkan derajat laserasi

perineum III dan IV(4,1%) .

5. Risiko Neonatal

Terdapat risiko penting secara klinik

pada bayi, termasuk masalah

pernapasan, ruptur tali pusat disertai

perdarahan, dan penularan infeksi

melalui air. Laporan dari sejumlah kasus

menghubungkan water birth dengan

42
respiratory distress, hiponatremia,

infeksi, hypoxic ischemic

encephalopathy, ruptur tali pusat, kejang,

takikardia, demam (dihubungkan dengan

temperatur air), serta near drowning

pada bayi atau fetus.

1). Terputusnya Tali Pusat

Mekanisme terputusnya tali pusat ini

terjadi ketika bayi lahir sesegera

mungkin dibawa ke permukaan air tidak

secara gentle, jika tali pusat pendek

akan dapat mengakibatkan tegangan

yang berlebihan pada tali pusat .

2).Takikardi.

3). Infeksi

Risiko infeksi jarang terjadi pada water

birth. Infeksi saluran pernapasan pada

bayi yang dilahirkan secara water birth

jarang terjadi, namun risiko ini tetap

harus diperhitungkan. Sejumlah kasus

yang mungkin membahayakan bayi

antara lain infeksi herpes, perdarahan

luas, dan berbagai infeksi lainnya.

Metode water birth tidak

43
direkomendasikan pada bayi preterm.

Berdasarkan laporan kasus yang

dipublikasikan, infeksi P. aeruginosa

didapatkan pada swab telinga dan

umbilikus bayi yang lahir dengan water

birth).

Pada suatu Randomized Controlled Trial

dari akibat water birth di Kanada, tidak

menemukan perbedaan pada ibu risiko

rendah dan adanya tanda infeksi pada

ibu dengan ruptur membran ketuban.

Penelitian tahun 1999 tentang kultur

bakteri di Oregon Health Sciences

University Hospital, tidak menemukan

secara langsung bakteri pada kultur

kolam persalinan, sementara bakteri

Pseudomonas yang umumnya ada pada

kran air ditemukan, namun janin yang

terinfeksi bakteri tersebut tidak

memerlukan terapi antiinfeksi. Ini

mengkonfirmasi terhadap apa yang

ditemukan pada penelitian di Inggris

lebih dari 3 tahun.

Sebaiknya ada protokol ketat untuk

44
menjaga kebersihan kolam antara

persalinan satu dengan yang lain

(terutama di rumah sakit), karena ada

sedikit risiko perpindahan bakteri dari

bayi ke bayi atau ibu ke ibu. Selain itu

biasanya pada keran air terdapat bakteri

Pseudomonas. Pediatri menganjurkan

untuk mempertimbangkan adanya gejala

infeksi Pseudomonas pada bayi dengan

persalinan water birth

4). Hipoksia

Tali pusat secara terus menerus akan

menyediakan darah beroksigen, sambil

bayi merespon stimulasi baru yaitu

pertama kali mengisi paru-parunya

dengan udara. Penundaan pengkleman

dan pemotongan tali pusat sangat

bermanfaat dalam proses transisi bayi

untuk hidup di luar uterus. Ini akan

memaksimalkan fungsi perfusi jaringan

paru .

5). Aspirasi Air dan Tenggelam

Terdapat berbagai kritikan tentang water

birth, dimana adanya risiko tenggelam

45
jika bayi menghirup air atau bernapas

dalam air. Secara teoritis risiko

terjadinya aspirasi air pada water birth

sekitar 95%. Risiko masuknya air ke

dalam paru-paru bayi dapat dihindari

dengan mengangkat bayi yang lahir

sesegera mungkin ke permukaan air.

Pemanjangan fase berendam

mengakibatkan kekurangan oksigen,

emboli air, dan perdarahan. Air hangat

mencegah pembekuan darah setelah

persalinan, dan juga risiko infeksi.

Menurut British Medical Journal (BMJ)

bulan juni 2005, bayi-bayi dengan

sendirinya tidak akan bernapas sampai

terpapar udara, kecuali mengalami

asfiksia yang diakibatkan penekanan tali

pusat.

Indikasi dan Kontraindikasi pelaksanaan waterbirth

Beberapa indikasi dan kontraindikasi pelaksanaan metode water birth ini.

Beberapa indikasinya adalah sebagai berikut :

1. Merupakan pilihan ibu

2. Kehamilan normal 37 minggu

3. Fetus tunggal presentasi kepala

46
4. Tidak menggunakan obat-obat penenang

5. Ketuban pecah spontan < 24 jam

6. Kriteria non klinik seperti staf atau peralatan

7. Tidak ada komplikasi kehamilan (preeklampsia, gula darah tak

terkontrol, dll)

8. Tidak ada perdarahan

9. Denyut jantung normal

10. Cairan amnion jernih

11. Persalinan spontan atau setelah menggunakan misoprostol atau

pitocin

Sedangkan beberapa kontraindikasinya adalah sebagai berikut:

o Infeksi yang dapat ditularkan- melalui kulit dan darah

o Infeksi dan demam pada ibu

o Herpes- genitalis

o HIV, Hepatitis

o Denyut jantung abnormal

o Perdarahan- pervaginam berlebihan

o Makrosomia

o Mekonium

o Kondisi yang- memerlukan monitoring terus menerus.

47
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Metode relaksasi Hypnobirthing merupakan cara efektif

untuk menghilangkan seluruh perasaan cemas, takut, tegang.

Hypnobirthing merupakan pengobatan holistik dimana ibu hamil akan

dibantu untuk rileks, fokus, tenang dan dalam keadaan sadar

sepenuhnya sesuai dengan filosofi kebidanan bahwa kehamilan dan

persalinan itu normal dan bukan penyakit.

Waterbirth adalah proses persalinan yang dilakukan di

dalam air. Sang ibu yang akan melakukan proses persalinan

memasuki air kolam saat mulut rahim sudah tahap pembukaan.

3.2 Saran

Diharapkan dengan kerjasama dari semua pihak metode

hypnobirthing tidak hanya didengar tetapi dapat dinikmati oleh semua

ibu hamil baik yang berada dikota maupun didesa untuk

mempersiapkan persalinan dan mengasuh anaknya karena metode ini

adalah salah satu metode untuk mengurangi rasa sakit saat persalinan

yang sangat bermanfaat untuk ketenangan ibu dan bayi sesuai dengan

filosofi kebidanan.

Bagi Bidan diharapkan dapat meningkatkan dalam

memberikan pelayanan kebidanan dengan tetap memperhatikan

48
filosofi kebidanan sehingga angka kesehatan dapat mencapai derajat /

kualitas kesehatan yang tinggi.

49
DAFTAR PUSTAKA

Marie F Mongan. A celebration of life. 1992

Bony D, Mila Meilasari. Persalinan tanpa rasa sakit. 2006

Katharine graves. An inspiration guide for a calm. 2010

Lany K dkk. Melahirkan tanpa rasa sakit. 2007

Nia Nurdiansyah.Buku pintar ibu dan bayi. 2010

Michelle L. Hypnobirthing the original method. 2000

Hisyam A. The real art of hypnotis. 2002

Kelly O. Potential barriers to the as of hypnobirthing. 2005

Nadya M. The pregnancy handbook. 1997

Brenda J.L. Pregnancy guide. 2009

Marie F Mongan. Hypnobirthing. 2008

Andrea Engber. The complete single mother. 2010

Alfirevic, Z., et al.2006. Immersion in water during labour and birth (Royal

college of obstetricians and gynaecologists/Royal college of midwives joint

statement no.1). Available at:

http://www.rcm.org.uk/info/docs/RCOG_RCM_Birth_in_Water_

Final_Copy_1.pdf.

Cook, E. 2006. Alternative birthing methods. Available at:

http://www.americanpregnancy.org

50