Anda di halaman 1dari 2

Menurut pendapat saya benar jika HTP hanya difokuskan terhadap tata laksana eksekutif tetapi

dengan adanya era modern saat ini membuat fungsi dari hukum eksekutif sendiri menjadi lebih
berkembang dan tidak terfokus pada pelaksanaan Undang-Undang. Mengapa bisa dikatakan begitu
karena dilihat dari fungsi terbentuknya sendiri untuk melaksanakan Undang-Undang atau yang
merupakan fungsi pemerintahan. Menurut, John Locke (1632-1704) seorang filosof Inggris yang pada
tahun 1690 menerbitkan buku Two Treties on Civil Government. Dalam bukunya itu John Locke
mengemukakan adanya tiga macam kekuasaan di dalam Negara yang harus diserahkan kepada badan
yang masing-masing berdiri sendiri, yaitu kekuasaan legislative (membuat Undang-Undang), kekuasaan
eksekutif (melaksanakan Undang-Undang atau yang merupakan fungsi pemerintahan) dan kekuasaan
federatif (keamanan dan hubungan luar negeri). Dimana pada teori sangat jelas dikatakan bahwasanya
setiap bagian mempunyai peran atau fungsi masinng-masing dalam pelaksanaan pemerintahan. Akan
tetapi dengan perkembangan era juga berpengaruh terhadap masing-masing peran.

Pengertian Eksekutif adalah merupakan salah satu cabang pemerintahan yang memiliki
kekuasaan dan bertanggungjawab untuk menerapkan hukum. Contoh paling umum dalam sebuah
cabang eksekutif disebut ketua pemerintahan. Eksekutif dapat merujuk kepada administrasi, dalam
sistem presiden, atau sebagai pemerintah, dalam sistem parlementer.
Pengertia Lain Tentang Kekuasaan Eksekutif adalah kekuasaan untuk menjalankan undang-
undang dan menyelenggarakan pemerintah negara. Kekuasaan ini dipegang oleh presiden sebagaimana
ditegaskan dalam Pasal 4 ayat (1) UUD 1945 yang menyatakan bahwa Presiden Republik Indonesia
memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-undang Dasar 1945.
Secara Umum Kekuasaan eksekutif adalah kekuasaan yang mengenai pelaksanaan undang-
undang. Dengan kata lain bahwa eksekutif menyelenggarakan kemauan negara. Dalam satu negara
demokrasi, kemauan negara itu dinyatakan melalui badan pembentuk undang-undang. Tugas utama
dari eksekutif, tidak mempertimbangkan, tetapi melaksanakan undang-undang yang ditetapkan oleh
badan legislatif.
Tetapi dalam negara modern, urusan eksekutif adalah tidak mudah oleh karena
beranekaragamannya tugas-tugas negara, dirasa perlu menyerahkan urusan pemerintahan dalam arti
luas kepada tangan eksekutif dan tidak dapat lagi dikatakan bahwa kekuasaan eksekutif hanya terdiri
dari pelaksanaan undang-undang. Dengan demikian Kekuasaan eksekutif sebagai kekuasaan dalam
negara yang melaksanakan undang-undang, menyelenggarakan urusan pemerintahan dan
mempertahankan tata tertib dan keamanan, baik di dalam maupun di luar negeri.
Pada saat ini fungsi kekuasaan eksekutif tidak lagi hanya sebagai pelaksana UU tetapi juga
sebagai "stabilisator", yaitu melakukan penertiban dalam wilayahnya, membentuk hubungan diplomatik
dengan negara-negara lain. Badan eksekutif juga salah satu bagian dari sistem politik yang menghasilkan
sejumlah keputusan-keputusan kebijaksanaan.