Anda di halaman 1dari 2

Kelangsungan hidup sel tumbuhan bergantung pada kemampuannya untuk

menyeimbangkan pengambilan dan pengeluaran air. Pengambilan atau pengeluaran netto air
oleh suatu sel terjadi melalui osmosis, yaitu transport pasif air melewati suatu membran. Air
akan bergerak akibat osmosis dari arah hipotonik ke arah hipertonik. Akan tetapi dalam kasus
sel tumbuhan, kehadiran dinding sel menjadi faktor kedua yang mempengaruhi osmosis
tersebut, adanya tekanan fisik merupakan faktor pertama. Pengaruh gabungan dari kedua
faktor ini yaitu konsentrasi zat terlarut dan tekanan yang disebut potensial air (water
potensial). Komponen potensial dalam potensi air mengacu pada energi potensial, yaitu
kapasitas untuk melaksanakan kerja ketika air bergerak dari daerah dengan yang lebih
tinggi ke daerah dengan lebih rendah. Keadaan ini adalah suatu kasus khusus mengenai
kecenderungan umum pada sistem untuk berubah secara spontan menuju pada keadaan energi
bebas terendah. (Campbell, 2002).
Proses pergerakan cairan atau transportasi air di dalam sel tumbuhan berlangsung
dengan cara osmosis. Osmosis merupakan difusi air melintasi membran semipermeable dari
daerah dimana jumlah molekul air lebih banyak ke daerah dengan jumlah molekul air yang
lebih sedikit. Proses osmosis ini sangat ditentukan oleh potensial kimia air atau potensial air,
yang menggambarkan kemampuan molekul air untuk dapat melakukan difusi (Ismail, 2014).
Tekanan osmosis cairan dapat ditentukan dengan cara mencari suatu larutan yang
mempunyai tekanan osmosis sama dengan cairan tersebut. Dalam cara ini kita dapat
mengambil patokan pada terjadinya peristiwa plasmolisis sel. Dalam keadan insipien
plasmolisis tekanan osmosis cairan sel adalah sama dengan tekanan osmosis larutan dalam
massa jaringan sel tersebut direndam. Plasmolisis dapat dilihat dibawah mikroskop sebagai
suatu percobaan (Lakitan, 2004).

Osmosis sangat ditentukan oleh potensial kimia air atau potensial air, yang
menggambarkan kemampuan molekul air untuk dapat melakukan difusi. Sejumlah besar
volume air akan memiliki kelebihan energi bebas daripada volume yang sedikit, dibawah
kondisi yang sama. Energi bebas suatu zat per unit jumlah, terutama per berat gram molekul
(energi bebas mol-1) disebut potensial kimia.potensial kimia zat terlarut kurang lebih
sebanding dengan konsentrasi zat terlarutnya. Zat terlarut yang berdifusi cenderung untuk
bergerak dari daerah yang berpotensi kimia lebih tinggi menuju daerah yang potensial
kimianya lebih kecil (Sasmitamihardja, 1996).

Osmosis dapat diukur dengan menggunakan potensial air (PA). Potensial air adalah
kemampuan air untuk melakukan pergerakan. Air berpindah dari larutan dengan potensial air
yang lebih tinggi ke larutan dengan potensial air dengan PA yang rendah. Air murni
mempunyai nilai potensial air 0, yang merupakan nilai potensial air tertinggi. Semua larutan
mempunyai potensial air kurang dari 0. Sehinga, semakin tinggi konsentrasil suatu larutan,
nilai potensial air semakin kecil (Ismail, 2014).
Konsep potensial air memiliki dua kegunaan yang prinsipil. Pertama, potensial air
mengatur banyaknya air yang mengalir melalui membran sel. Secara spesifik perbedaan
potensial air melalui sebuah membran menyebabkan terjadinya pergerakan air melalui proses
osmosis. Dengan beberapa batasan penting, perbedaan potensial air menyebabkan pergerakan
air melalui jaringan-jaringan multiseluler. Kedua, potensial air dapat digunakan untuk
mengukur status air dari sebuah tanaman (Charloq, 2005).

Lakitan, Benjamin. 2004. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. PT. Raja Grafindo Persada: Jakarta.

Sasmitamihardja, Dardjat, dan Arbayah Siregar. 1996. Fisiologi Tumbuhan. Jurusan Biologi .ITB :
Bandung.