Anda di halaman 1dari 35

LAPORAN KEMAJUAN

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

BIJI BUNGA MATAHARI (Helianthus annuus L.) MENTARI HARAPAN


UNTUK PEROKOK PASIF

BIDANG KEGIATAN:
PKM-PENELITIAN

Diusulkan oleh:
DESI RATNA PERMATASARI (20144258A/2014)
ZAINAB (20144235A/2014)
HILDA KHOIRUNNISA SHOLIQIN (20144157A/2014)
MUHAMMAD WAHYU ARIAWAN (21154539A/2015)
MUHAMMAD IMAM RISWANTO (21154530A/2015)

UNIVERSITAS SETIA BUDI


SURAKARTA
2017
i
PENGESAHAN LAPORAN KEMAJUAN PKM-PENELITIAN

1. Judul Kegiatan : Biji Bunga Matahari (Helianthus


annus L.) Mentari Harapan untuk
Perokok Pasif
2. Bidang Kegiatan : PKMPE-Kesehatan
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : DESI RATNA PERMATASARI
b. NIM : 20144258A
c. Jurusan : Farmasi
d. Universitas : UniversitasSetia Budi Surakarta
e. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Desa Sumberjo RT06/RW01,
Jombang, telp.-,hp085790777246
f. Email : desiratnapermatasari@yahoo.co.id
4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 4 orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar :WIWIN HERDWIANI M.Sc., Apt
b. NIDN : 0609028001
c. Alamat Rumah dan No Tel./HP :Jl.Arjuna I/C63 Solo elok, telp-,
hp 08523023400
6. Biaya Kegiatan Total
a. Dikti : Rp. 10.000.000,00
b. Sumber lain (sebutkan) : Rp. 0; Sumber lain:
7. Jangka Waktu Pelaksanaan : 3 Bulan

Surakarta, 20-Juni-2017
Menyetujui
Dosen Pendamping KetuaPelaksanaKegiatan,

(WiwinHerdwiani M.Sc., Apt) (Desi Ratna Permatasari)


NIDN. 0609028001 NIM. 20144258A
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan

Narimo, ST., MM
NIS. 001.96.025
ii
RINGKASAN
Asap rokok orang lain adalah polusi yang sangat berbahaya khususnya
bagi perokok pasif. Asap rokok mengandung radikal bebas, oksigen dan karbon
yang cukup reaktif dalam hitungan menit. Asap rokok juga dapat mempengaruhi
penurunan antioksidan pada serum yang memicu terjadinya stres oksidatif. Stres
oksidatif mempunyai peranan yang penting dalam etiologi terjadinya berbagai
penyakit kardiovascular, neurologis, obesitas, diabetes, kanker dan juga inflamasi.
Salah satu indikator yang dipakai untuk menentukan stres oksidatif pada manusia
adalah peningkatan kadar MDA yang merupakan hasil peroksidasi lipid di dalam
tubuh akibat radikal bebas. Antioksidan adalah suatu senyawa yang dapat
digunakan untuk mengatasi kerusakan oksidatif akibat radikal bebas atau senyawa
oksigen reaktif. Beberapa senyawa antioksidan dapat dihasilkan dari bahan
alam salah satunya adalah biji bunga matahari (Helianthus annuus L).
Kandungan kimia biji bunga matahari adalah vitamin E, vitamin B3
(niasin), asam klorogenik, phytin, 3,4-benzopirin, alkaloid, flavonoid, filosterol,
dan tanin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak biji
bunga matahari terhadap penurunan kadar MDA paru-paru tikus jantan wistar
yang terpapar asap rokok serta mengetahui dosis efektif antioksidan biji bunga
matahari yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar MDA. Jalannya
penelitian meliputi pembuatan serbuk, pembuatan ekstrak etanol biji bunga
matahari dengan metode soxhlet, identifikasi kandungan ekstrak, pemaparan asap
rokok, pengambilan organ paru-paru dan pengukuran kadar MDA. 30 ekor tikus
jantan wistar dibagi menjadi 6 kelompok yakni kontrol sehat, kontrol negatif,
kontrol positif, kelompok perlakuan 1, kelompok perlakuan 2 dan kelompok
perlakuan 3. Kelompok kontrol sehat hanya diberi minyak kelapa sedangkan
kelompok yang lain dipapar asap rokok selama 14 hari. Metode pengukuran kadar
MDA pada paru-paru tikus jantan wistar menggunakan metode TBARS
(Thiobarbituric acid reactive substance), yang menggunakan dasar reaksi MDA
terhadap asam tiobarbiturat dan selanjutnya diukur menggunakan
spektrofotometer dengan panjang gelombang () 532-534 nm.
Kata kunci : Perokok pasif, stres oksidatif, antioksidan, biji bunga matahari
(Helianthus annuus L.), MDA

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL.......................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN ................................................................. ii
DAFTAR ISI ............................................................................... iii
RINGKASAN ............................................................................. iv
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................... 1
LATAR BELAKANG ................................................................. 1
RUMUSAN MASALAH. ........................................................... 2
TUJUAN KHUSUS .................................................................... 2
URGENSI. ................................................................................... 2
TARGET TEMUAN DAN KONSTRIBUSI IPTEK.................. 2
LUARAN. ................................................................................... 2
MANFAAT ................................................................................. 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................. 3
BUNGA MATAHARI ................................................................ 3
KERANGKA TEORI. ................................................................. 4
FLOWCHART PENELITIAN. .................................................... 5
BAB III METODE PENELITIAN.......................................................... 6
POPULASI DAN SAMPEL ....................................................... 6
ALAT ......................................................................................... 6
BAHAN ....................................................................................... 6
JALANNYA PENELITIAN. ...................................................... 6
METODE ANALISIS. ................................................................ 8
BAB IV BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ..................................... 9
ANGGARAN DANA ................................................................. 9
JADWAL KEGIATAN ............................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. 10
LAMPIRAN. ..........................................................................................

iv
1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Indonesia menduduki peringkat ketiga dengan jumlah perokok terbesar
didunia setelah Cina dan India. Prevalensi perokok di Indonesia terus
meningkat dari tahun ke tahun. Tingginya angka perokok di Indonesia
menyebabkan 97 juta orang Indonesia non perokok secara reguler terpapar
asap rokok orang lain, dan jumlah ini terus meningkat seiring dengan
peningkatan jumlah perokok. Tingginya jumlah perokokaktif berbanding
lurus dengan jumlah perokok pasifyang terpapar asap rokok.
Hak untuk menghirup udara bersih tanpa paparan asap rokok telah
menjadi perhatian dunia. WHO memprediksi penyakit yang berkaitan dengan
rokok akan menjadi masalah kesehatan di dunia. Setiap 10 orang dewasa
yang meninggal, 1 orang diantaranya meninggal disebabkan karena asap
rokok (WHO, 2009).Seseorang bukan perokok yang terekspos asap rokok
disebut sebagai perokok pasif. Asap rokok lebih berbahaya terhadap perokok
pasif daripada perokok aktif. Asap rokok yang dihembusan oleh perokok aktif
dan terhirup oleh perokok pasif, lima kali lebih banyak mengandung karbon
monoksida, empat kali lebih banyak mengandung tar dan nikotin (Wardoyo,
1996).
Asap rokok mengandung radikal bebas, oksigen dan karbon yang cukup
reaktif dalam hitungan menit (WHO, 2009). Rokok juga dapat mempengaruhi
penurunan antioksidan pada serum yang memicu terjadinya stres oksidatif
(Knight-Lozano et al, 2002). Stres oksidatif mempunyai peranan yang
penting dalam etiologi terjadinya berbagai penyakit kardiovascular,
neurologis, obesitas, diabetes, kanker dan juga inflamasi(Halliwell dan
Gutteridge, 2007).
Salah satu indikator yang dipakai untuk menentukan stres oksidatif pada
manusia adalah kadar MDA (Malondialdehid) yang merupakan hasil
peroksidasi lipid di dalam tubuh akibat radikal bebas. Peningkatan kadar
MDA dapat terjadi akibat adanya paparan asap rokok (Somwanshi et al,
2013). Antioksidan adalah suatu senyawa yang dapat digunakan untuk
mengatasi kerusakan oksidatif akibat radikal bebas dari paparan asap rokok.
Sehingga pengembangan antioksidan khususnya bagi perokok pasif
memberikan peluang yang sangat menjanjikan bagi kesehatan mereka.
Beberapa senyawa antioksidan dapat dihasilkan dari bahan alam,
seperti dari rempah-rempah, herbal, sayuran, polong-polongan, biji-bijian,
umbidanbuah. Salah satu biji yang dapat digunakan sebagai antioksidan
adalah biji bunga matahari. Selama ini kebanyakan masyarakat hanya
menggunakan biji bunga matahari sebagai makanan ringan yang disebut
kwaci, namun sebenarnya pada biji bunga matahari terdapat kandungan
2

antioksidan yang dapat digunakan untuk mengeluarkan racun didalam tubuh


terutama untuk orang yang terpapar asap rokok (perokok pasif).
1.2. Rumusan Masalah
Dari latar belakang tersebut maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
1. Apakah pemberian ekstrak biji bunga matahari dapat menurunkan kadar
MDA pada paru-paru tikus putih yang dipapar asap rokok?
2. Berapakah dosis efektif ekstrak biji bunga matahari terhadap penurunan
kadar MDA pada paru-paru tikus putih yang dipapar asap rokok?
1.3. Tujuan Khusus
Penelitian ini bertujuan untuk :
1. Mengetahui aktifitas ekstrak biji bunga matahari terhadap penurunan
kadar MDA paru-paru tikus yang terpapar asap rokok
2. Mengetahui dosis efektif ekstrak biji bunga matahari dalam menurunkan
kadar MDA pada paru-paru tikus putih yang dipapar asap rokok
1.4. Urgensi
Rokok menjadi salah satu ancaman kesehatan nasional bahkan dunia akhir-
akhir ini. Dengan semakin meningkatnya jumlah perokok aktif maka jumlah
perokok pasifpun juga meningkat. Oleh karena itu kami melakukan penelitian
tentang manfaat biji bunga matahari sebagai antioksidan yang bekerja
menurunkan kadar MDA untuk mengurangi bahaya yang didapat oleh para
perokok pasif.
1.5. Target Temuan dan Kontribusi pada Iptek
1. Meminimalisir efek bahaya yang diderita oleh para perokok pasif
2. Pemanfaatan lain biji bunga matahari
3. Pemakaian yang murah serta efektif
1.6. Luaran
1. Artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam Jurnal Ilmiah Nasional ber ISSN
2. Paten
1.7. Manfaat
Manfaat penulisan ini diharapkan dapat :
1. Memberikan informasi tentang pontensi antioksidan ekstrak biji bunga
matahari dalam menurunkan kadar MDA paru-paru tikus putih yang
dipapar asap rokok.
2. Memberikan pertimbangan lebih lanjut tentang pengaruh pemberian
ekstrak biji bunga matahari dalam menurunkan kadar MDA paru-paru
tikus putih yang dipapar asap rokok.
3. Meningkatkan pemanfaatan biji bunga matahari yang selama ini hanya
digunakan sebagai makanan ringan oleh masyarakat Indonesia.
4. Meningkatkan perekonomian masyarakat dengan membudidayakan
tanaman bunga matahari dan memanfaatkanya sebagai obat tradisional.
3

BAB II
TARGET LUARAN
Target yang diharapkan adalah mampu meminimalisir bahaya asap rokok
serta memanfaatkan biji bunga matahari sebagai senyawa antioksidan yang
memiliki kemampuan untuk menurunkan kadar MDA (Malondialdehid) dari hasil
peroksidasi lipid di dalam tubuh akibat radikal bebas. Luaran yang akan dicapai
adalah mampu mempublikasikan hasil penelitian pada Jurnal Ilmiah Nasional ber
ISSN.
Nama jurnal : Jurnal Kefarmasian Indonesia
Alamat : Jl. Percetakan Negara No.23, Jakarta, 10560
Website : http://ejournal.litbang.kemkes.go.id/index.php/jki

BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Populasi Dan Sampel
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah biji bunga matahari
(Helianthus annuus L.) yang diperoleh dari Pasar Depok Solo. Sampel
diambil dari populasi secara random yaitu biji bunga matahari yang sudah
dikeringkan kemudian diserbuk dan dibuat ekstrak etanol biji bunga matahari.
3.2. Alat
Alat yang digunakan adalah rotary evaporator, oven, timbangan
analitik, desikator, erlenmeyer, tabung reaksi, beaker glass, sonde oral,
blender, rak tabung reaksi, spektrofotometer UV-Vis, blue tip, pisau scalpel,
kandang hewan uji, pipa PVC, wadah plastik, stirofoam, vortex, sentrifuge
dan smoking chamber.
3.3. Bahan
Bahan yang digunakan untuk penelitian ini adalah biji bunga matahari,
etanol 70%, vitamin E, rokok kretek, alumunium foil, HCl dingin, bahan
untuk analisis MDA adalah PBS pH 7.4, HCl 0.25 N, standar
tetraetoksipropana (TEP), trikloro asetat (TCA) 15 %, asam thiobarbiturat
(TBA) 0,37%, BHT, KCl, dan aquabidest.
3.4. Jalannya Penelitian
Pembuatan Serbuk Biji Bunga Matahari
Biji bunga matahari yang diambil secara acak dari Yogyakarta
ditimbang dan dibersihkan dengan airuntuk menghilangkan kotoran yang
masih menempel. Setelah itu dikeringkan dengan alat pengering (oven) pada
suhu 40-500C sampai diperoleh bobot tetap. Setelah kering biji bunga
matahari dibuat serbuk dan diayak dengan ayakan mesh nomor 40.
Pembuatan Ekstrak Etanol Biji Bunga Matahari dengan Metode Soxhlet
Ekstraksi pada penelitiaan ini menggunakan metode soxhlet, karena
dengan cara ini pelarut yang digunakan lebih sedikit dan pelarut yang
digunakan untuk mengekstraksi sampel selalu baru. Pada proses soxhlet
4

terjadi penarikan senyawa antioksidan (-tokoferol) lebih baik karena


senyawa tersebut tahan pemanasan. Pada proses penyarian digunakan etanol
70% karena merupakan pelarut kuat yang dapat menarik senyawa polar dan
non polar yang terdapat pada biji bunga matahari.
Identifikasi Kandungan Ekstrak Minyak Biji Bunga Matahari
Identifikasi kandungan ekstrak minyak biji bunga matahari dapat
dilakukan secara kualitatif. Analisis kualitatif kandungan vitamin E dalam biji
bunga matahari dianalisis dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT).
Eluen yang digunakan adalah n-heksan : etil asetat dengan perbandingan 9 : 1
v/v dan lempeng KLT yang digunakan adalah silika gel GF 254.
Pengujian Aktivitas Antioksidan Ekstrak Biji Bunga Matahari
Tikus jantan galur Wistar dengan
berat badan 200-300 gram

Randomisasi

Kontrol Kontrol Kontrol Perlakuan Perlakuan Perlakuan


sehat 5 negatif positif 5 satu 5 dua 5 tiga 5
ekor 5 ekor ekor ekor ekor ekor

Dipapar asap rokok 2 batang setiap hari

Minyak Minyak Vitamin Ekstrak Ekstrak Ekstrak


kelapa kelapa E dosis biji bunga biji bunga biji bunga
6,9 matahari matahari matahari
mg/kg dosis 15 dosis 30 dosis 45
BB mg/200g mg/200g mg/200g
BB tikus BB tikus BB tikus

Dilakukan selama 14 hari

Diambil paru-paru tikus

Diukur kadar MDA menggunakan spektrofotometer


5

Gambar 4. Jalannya Penelitian


Pemaparan Asap Rokok dan Pemberian Ekstrak Biji Bunga Matahari
Rokok yang digunakan adalah rokok kretek tanpa filter. Setiap
kelompok perlakuan diberi paparan asap rokok sebanyak dua batang
rokok dalam satu hari. Proses pemaparan dilakukan pada pagi hari.
Proses pemaparan dilakukan selama 14 hari. Satu jam setelah pemaparan,
tikus diberikan ekstrak biji bunga matahari secara peroral sesuai kelompok
dosis dan berat badan tikus.
Pengambilan Paru-paru Tikus
Tikus dibunuh dengan cara dislokasi leher. Tikus diletakan di atas
stiroform posisi dorsal (terlentang) dengan menggunakan jarum pentul pada
keempat ekstremitasnya. Bagian abdomen dibasahi alkohol dan dibelah untuk
diambil paru-parunya dan dibungkus dengan alumunium foil diberi etiket dan
dimasukkan dalam wadah sesuai dengan kelompoknya lalu disimpan dalam
lemari pendingin.
Pengukuran Kadar MDA
Metode pengukuran kadar MDA yang digunakan dalam penelitian
adalah metode Thiobarbituric acid reactive substance (TBARs). Prinsip
metode ini berdasarkan kepada kemampuan pembentukan kompleks
berwarna merah muda antara MDA dan Asam Tiobarbiturat (TBA),
(Capeyron et al, 2002). Selanjutnya diukur menggunakan spektrofotometer
dengan panjang gelombang () 532-534 nm (Santun, 2010)
3.6. Metode Analisis
Data hasil skrining fitokimia disajikan secara kualitatif. Kadar MDA dan
berat badan tikus yang diperoleh dinyatakan sebagai mean dan standar deviasi
dari masing-masing kelompok. Analisis statistik dilakukan dengan
menggunakan program komputer Statistical Program Service Solution (SPSS)
versi 17 trial. Uji statistik dilakukan pada derajat kepercayaan 95%.

BAB IV
HASIL YANG DICAPAI
Hasil penelitian ini mencakup hasil identifikasi tumbuhan, perhitungan
jumlah rendemen ekstrak, identifikasi kandungan ekstrak, dan pengambilan paru-
paru tikus. Hasil identifikasi yang telah kami lakukan di Laboratorium
Sistematika Tumbuhan, Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada, menunjukkan
bahwa sampel yang kami pakai dalam penelitian ini merupakan biji bunga
matahari (Helianthus annus var. Lenticularis L).
Biji bunga matahari di ekstraksi menggunakan metode soxhlet sebanyak
tiga kali replikasi, rendemen yang dihasilkan pada tiap replikasi adalah sebagai
berikut :
berat ekstrak
Perhitungan rendemen = berat serbuk
x 100%
6

No Berat ekstrak Berat serbuk Rendemen


1. 9,9486 gram 50 gram 9,9486
x 100% = 19,8972 %
50
2. 11,5525 gram 50 gram 11,5525
x 100% = 23,105 %
50
3. 9,9905 gram 50 gram 9,9905
x 100% = 19,981 %
50
Rendemen rata-rata 20,9944%

Identifikasi kandungan ekstrak menggunakan metode KLT (Kromatografi


Lapis Tipis) dengan menggunakan fase diam lempeng silika gel GF 254 dan fase
gerak n-hexan : etil asetat (9:1).

1 1 1 1

2 2

A B A B

(lamda 254 nm) (lamda 366 nm) (penampakan langsung)


Keterangan :
A : Baku vitamin E
B : Sampel

jarak tempuh noda


Perhitungan Rf = jarak tempuh fase gerak
Lamda 254 nm =
2,7
Rf A1 = = 0,54
5
2,9
Rf B1 = = 0,58
5
1
Rf B2 = 5 = 0,2

BAB V
POTENSI HASIL
1. Penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan penelitian selanjutnya
mengenai pontensi antioksidan ekstrak biji bunga matahari dalam
menurunkan kadar MDA paru-paru tikus putih yang dipapar asap rokok.
2. Berpotensi meningkatkan pemanfaatan biji bunga matahari yang selama
ini hanya digunakan sebagai makanan ringan oleh masyarakat Indonesia.
7

3. Berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat dengan


membudidayakan tanaman bunga matahari dan memanfaatkanya sebagai
obat tradisional.

BAB VI
RENCANA TAHAPAN BERIKUTNYA
1. Pengukuran kadar MDA
2. Pembuatan laporan akhir
3. Mengirimkan artikel ke Jurnal Ilmiah Nasional ber ISSN yaitu Jurnal
Kefarmasian Indonesia ( The Indonesian Pharmaceutical Journal)

DAFTAR PUSTAKA
Halliwell, B., and Gutteridge, J. M. C. 2007. Free Radicals in Biology and
Medicine. New York : Oxford University Press.p.19-633.
Knight-Lozano, Cynthia A, Christal G Young, David L Burow, Zhao Yong Hu,
Dale Uyeminami, Kent E Pinkerton, Harry Ischiropoulos, Scott W
Ballinger. 2002. Cigarette smoke exposure and hypercholesterolemia
increase mitochondrial damage in cardiovascular tissues.Cirkulation.
105(7):849-54
LDUI-WHO, 2009, Dampak Tembakau dan Pengendaliannya di Indonesia.
Jakarta : Lembar Fakta untuk Masukan Kebijakan.
Santun BR, Herri S. Sastramihardja, Trully Detty Sitorus. 2010. Efek Antioksidan
Jamur Tiram Putih pada Kadar Malondialdehid dan Kepadatan Permukaan
Sel Paru Tikus yang Terpapar Asap Rokok.MKB,Volume 42 No. 4
Somwanshi, Sachin D, Mahesh B Madole, Sandeep Ghuge, Mahendra Bikkad,
Sachin B Ingle. 2013. Effect of cigarette smoking on lipid peroxidation in
semen. International Journal of Basic and Applied Medical Sciences.
JMS.3(2):49-59
Wardoyo, S.T.H. 1996. Bahaya Perokok Pasif.Bandung : Departemen Kesehatan
8

LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1. Penggunaan Dana
no Justifikasi pemakaian Total

1 Bahan habis pakai Rp 3,155,700

2 Peralatan penunjang Rp 2,147,300

3 Perjalanan Rp 1,288,000

4 Lain lain Rp 1,492,400

Total Rp. 8.083.400

BAHAN HABIS PAKAI

justifikasi harga
No material jumlah total
perjalan satuan
biji bunga pemilihan
1. Rp18,000 0,5 kg Rp 9,000
matahari sampel 1
biji bunga pemilihan
2. Rp 16,000 0,5 kg Rp 8,000
matahari sampel 2
biji bunga pemilihan
3. Rp 20,000 0,5 kg Rp 10,000
matahari sampel3
biji bunga
4. bahan ekstrak Rp 19,900 12 kg Rp 238,800
matahari
tanaman
sampel 1
5. bunga Rp 50,000 Rp 50,000
determinasi tanaman
matahari
6. alkohol 70% pelarut Rp 40,000 9 liter Rp 360,000
4
Kertas saring penyaring Rp 6,000 Rp 24,000
lembar
alat
7. spon Rp4,000 1 buah Rp 4,000
pembersih
pembersih
sunligt Rp 12,000 1 buah Rp 12,000
alat
8. Spritus pembakar Rp 20,000 6 liter Rp 120,000
pelarut
9. VCO Rp 25,000 10 buah Rp 250,000
sediaan
10. Tikus (DP) hewan uji Rp300,000 Rp 300,000
11. tikus lunas hewan uji Rp 600,000 30 ekor Rp 750,000
12. rokok induksi Rp 168,000 3 dus Rp 504,000
pelarut
13. minyak kelapa Rp 25,000 6 buah Rp 150,000
sediaan
9

pelarut
14. minyak kelapa Rp 30,000 2 buah Rp 70,000
sediaan
Ever-e Vitamin E Rp 26,500 1 dus Rp 26,500
15. sarung tangan pengaman Rp 40,000 1 dus Rp 40,000
sarung tangan 5
pengaman Rp 9,500 Rp 47,500
kain pasang
/;p- alumunium Rp
pembukus 1 buah Rp 27,500
16. foil 27,500
Rp
serbet 2 buah Rp 7,600
membersihkan 3,800
Rp
tissu 1 buah Rp 29,800
membersihkan 29,800
masker pengaman Rp 31,300 1 dus Rp 31,300
17. Ever-E Vitamin E Rp 26,500 1 dus Rp 26,500
18. Minyak kelapa pelarut Rp 30,000 2 buah Rp 60,000
TOTAL Rp 3,155,700

BAHAN PENUNJANG

justifikasi harga
No material jumlah total
perjalan satuan
memperkecil Rp
1. blender 1 buah Rp 400,000
serbuk 400,000
tempat Rp
baskom 2 buah Rp 60,000
serbuk 30,000
untuk solder Rp
2. solder 1 buah Rp 69,900
box 69,900
tempat Rp 0.5
3. gelas Rp 18,000
ektrak 18,000 lusin
tempat Rp 0.5
gelas Rp 8,000
ekstrak 8,000 lusin
tempat Rp
box 1 buah Rp 140,000
ekstrak 140,000
Rp
4. staples 1 Rp 25,000
25,000
Pembuatan Rp
Isi staples 1 Rp 17,000
laporan, dll 17,000
Double tip Rp 5,000 2 Rp 10,000
solasi Rp 2,500 4 Rp 10,000
5. n-hexan Fase gerak Rp 38,600 1 liter Rp 38,600
Etil asetat Fase gerak Rp 45,400 1 liter Rp 45,400
Wadah
Pot salep Rp 6.000 6 buah Rp 36,000
ekstrak
Lempeng
Fase diam Rp 140.000 5 lbr Rp 700,000
silika
10

pembuatan
selang Rp 1
6. smooking Rp 10,000
timbang 10,000 meter
chamber
pembuatan
selang Rp
smooking 1 meter Rp 8,000
timbang kecil 8,000
chamber
pembuatan
Rp
lemfox smooking 1 buah Rp 10,000
10,000
chamber
pembuatan
Rp
kawat ram smooking 1 meter Rp 20,000
20,000
chamber
7. Steroform Rp 44,500 2 meter Rp 89,000
Bendrat pembuatan Rp 5,000 2 meter Rp 10,000
Galon kosong smooking Rp 35,000 5 buah Rp 175,000
Obeng chamber Rp 14,700 2 buah Rp 29,400
tang Rp 31,000 2 buah Rp 62,000
Rp
8. keranjang tempat tikus 6 buah Rp 156,000
26,000
TOTAL Rp 2,147,300

PERJALANAN

justifikasi harga
No. material jumlah total
perjalan satuan
pembelian biji Rp
1. akomondasi 1 Rp 20,000
bunga matahari 20,000
2 akomondasi Mengantar surat Rp 8,000 2 orang Rp 16,000
akomondasi determinasi ke Rp 25,000 PP Rp50,000
akomodasi UGM Rp 8,000 2 orang Rp16,000
3 akomondasi Melengkapi surat Rp 8,000 2 orang Rp16,000
akomondasi determinasi ke Rp25,000 pp Rp50,000
akomondasi UGM Rp 8,000 2 orang Rp 16,000
4 akomondasi Melengambil Rp 8,000 2 orang Rp16,000
akomondasi surat determinasi Rp25,000 pp Rp50,000
akomondasi ke UGM Rp 8,000 2 orang Rp16,000
5 akomondasi Mengatar surat Rp 8,000 2 orang Rp16,000
akomondasi peminjaman lab Rp25,000 pp Rp 50,000
akomondasi gizi di uGM Rp 8,000 2 orang Rp 16,000
6 akomondasi Melengkapi Rp 8,000 2 orang Rp16,000
akomondasi peminjaman lab Rp25,000 pp Rp 50,000
11

akomondasi gizi di UGM Rp 8,000 2 orang Rp 16,000


7 akomodasi Rp600,000 Rp 600,000
Mengantar tikus
sewa sopir Rp 150,000 Rp 150,000
9 akomondasi Rp 8,000 3 orang Rp 24,000
akomondasi Perlakuan Rp 25,000 PP Rp 50,000
akomodasi Rp 8,000 3 orang Rp 24,000
TOTAL Rp 1,288,000

LAIN-LAIN

Harga
No Keterangan Keperluan Jumlah total
satuan

Administrasi Pembayaran
1. 3 lab Rp 60,000
lab USB sewa lab

Identifikasi
Biaya Rp
2. biji bunga 1 Rp 45,000
identifikasi 45,000
matahari

Pembayaran Rp Rp
3. Biaya kode etik 1
kode etik 150,000 150,000

Administrasi Pembayaran 2
4. Rp 325,000 Rp 650,000
lab UGM sewa lab kelompok

5. Kesekertariatan (Fotokopi, print dll)

map Rp 4,000 2 bauh Rp 8,000


Penyimpanan
amplop Rp 300 5 buah Rp 1,500
nota2
kwitansi Rp 4,500 3 buah Rp 13,500
Log book
buku folio Rp 12,500 2 buah Rp 25,000
sementara
pena menulis Rp 2,500 2 bauh Rp 5,000

print Rp 250 32 lembar Rp 8,000


Proposal untuk
klip dosen Rp 1,000 2 buah Rp 2,000
pembimbing
jilid Rp 2,000 1 Rp 2,000

print Rp 250 28 lembar Rp 7,000


Syarat
determinasi
jilid Rp 2,000 1 buah Rp 2,000
12

map Rp 1,000 3 buah Rp 3,000

klip Rp 1,000 2 buah Rp 2,000

FC Rp 100 25 lembar Rp 2,500

print Rp 200 20 lembar Rp 5,200

jilid Syarat kode etik Rp 2,000 2 buah Rp 4,000

map Rp 1,000 1 buah Rp 1,000

FC Rp 100 42 lembar Rp 4,200


Syarat
Jilid peminjaman lab Rp 2,000 1 buah Rp 2,000
UGM
map Rp 1,000 1 buah Rp 1,000
Pembuatan
HVS Rp 38,500 1 rim Rp 38,500
Laporan
Mempermudah
6. Sewa kos 1 bulan melakukan 3 orang Rp 450,000
penelitian
TOTAL Rp 1,492,400

Bukti Pembayaran

Bahan habis pakai


13
14
15

Bahan Penunjang 25%


16

(1) (2)

(4)
17

Perjalanan 25%
18
19
20
21
22
23
24

Lain-lain maksimal 15%


25
26
27
28
29

(6)

(7)

Bukti Pendukung Kegiatan

Biji bunga matahari Proses sortasi Pencucucian


30

Pengeringan Penyerbukan Penghalusan dengan blender

Pengayakan Alkohol untuk soxhletasi Soxhletasi

Ekstrak Rokok kretek Minyak kelapa

Pengadaptasian Pemaparan asap rokok Pemberian secara peroral


31

Pembedahan tikus di hari ke 15 Paru-paru tikus