Anda di halaman 1dari 29

GAYA SENTRAL

Pengerian Gaya Sentral


Gaya senral merupakan suau gaya yang berganung pada posisi
dan memiliki sifat : arahnya selalu menuju suatu titik tertentu .
Titik tersebut merupakan titik sentral dari arah gaya. Didalam
berbagai literatur terdapat dua versi definisi gaya sentral :

1. Gaya bergantung posisi dan arahnya menuju titik


sentral
2. Gaya yang bergantung posisi dan arahnya menuju
titik sentral dan besar gaya sebanding dengan
jaraknya terhadap titik sentral dan bersifat
konservatif. Catatan : gaya dialam umumnya bersifat
konservatif.

Perumusan matematis Gaya Sentral

Gambar 1. Gaya sentral


Dimana :
(1). c adalah titik sentral
(2). rc adalah posisi titik sentral
(3). r adalah posisi partikel yang mengalami gaya sentral F
(4). arah gaya senral sejajar dengan r-rc
Seri Mekanika (Gaya Sentral) 1

Sehingga , F r rc atau F f ( r ) r rc

(GS-1)
Dengan keentuan , bahwa jika :
1. f ( r ) f ( x, y, z ) 0 , maka F menjauhi titik sentral

2. f (r ) f ( x, y, z ) 0 , maka F mendekati titik


sentral
Atau jika c merupakan partikel lain yang berinteraksi dengan
parikel bermassa m yang kita tinjau melalui gaya sentral (lihat
gambar1), maka:
1. f ( r ) f ( x, y, z ) 0 , maka F merupakan gaya
tolak-menolak
2. f (r ) f ( x, y, z ) 0 , maka F merupakan gaya
tarik-menarik

Tinjau gaya Coulomb :

Gambar 2. Gaya Coulomb


Maka bentuk gaya sentralnya adalah sbagai berikut :
1 q1q2
Fq1 r1 r2
4 o r1 r2

dan,

Seri Mekanika (Gaya Sentral) 2


1 q1q2
Fq 2 r2 r1
4 o r2 r1
Sehingga berlaku Fq1 Fq 2

(GS-2)
Tinjau gaya Gravitasi :

Gambar 3 Gaya Gravitasi

Maka bentuk gaya sentralnya adalah sbagai berikut :

mm
Fm1 G 1 2 r1 r2
r1 r2

dan,
m m2
Fm 2 G 1 r2 r1
r2 r1

Seri Mekanika (Gaya Sentral) 3


Sehingga berlaku Fm1 Fm 2
(GS-3)


Jika Fg mg maka ada dua kemungkinan , jika g
konstan maka Fg bukan gaya sentral, dan jika g bergantung
posisi / fungsi posisi (tidak konstan) maka Fg merupakan gaya
sentral. Sedangkan untuk gaya pegas F=-kx adalah merupakan
gaya sentral dengan titik sentral adalah titik
kesetimbangannya.

Sifat-Sifat Gaya Sentral


Tinjau gaya sentral seperti pada persamaan (GS-1) , maka
berlaku :

(1). r rc Fc 0 sehingga N c r rc Fc 0 ,
momen gaya sentral terhadap titik sentralnya = 0.
dLc
(2). N c , momen gaya =deferensial momentum
dt
sudut , Lc yang besarnya adalah konstan.

Lc m r rc v

Dapat dilakukan pembuktian , bahwa : Lc Fc dan

Lc Fc 0

Tinjau gambar 1 :

Seri Mekanika (Gaya Sentral) 4


Terhadap titik
O:
Posisi r

Kecepatan v dr / dt

Lc m r rc v Terhadap titik c :

Posisi r rc

d (r rc )
vc
Kecepatan dt

dr / dt v


Sehingga jika, Lc ( r rc ) maka Lc v dan karena

Fc f ( r rc ) gaya sentral , maka Fc // r rc , dengan

demikian : Lc Fc (cek) !!!


Orbit sebuah parikel yang bergerak karena gaya sentral, selalu
ada pada bidang yang tegak lurus dengan momenum sudut
partikel .

Seri Mekanika (Gaya Sentral) 5

(r,)r
Gambar 4 Luas daerah lintasan

Luas daerah yang diarsir adalah :


1 S 1 2
S r r maka r
2 t 2 t
(GS-4)
Sehingga dengan menggunakan pendekatan limit , diperoleh :
dS S 1 2 d 1 2
lim it r r (GS-5)
dt t 0 t 2 dt 2

Dan momentum sudut : L mr v dapat ditulis dalam

koordinat polar r , , yaitu dengan r rer dan

v rer r e :

L mr 2 eL (GS-6)
Dan besarnya adalah :

L mr 2 tetap (GS-7)
(mahasiswa bisa cek untuk pembuktiannya) !!!

Seri Mekanika (Gaya Sentral) 6


Gambar 5 Koordinat Polar

Ingat untuk koordinat polar :


Berlaku :
er i cos j sin
er e dan

e i sin j cos e e
r

(buktikan !!!)

Dari persamaan (GS-7) , maka dapat ditulis bahwa :


L
v (GS-8)
2m
Dari gambar 4, maka luas daerah persatuan waktu yang disapu
oleh vekor posisi terhadap titik sentral selalu tetap, dA/dt =
tetap (hukum Kepller 3).

Seri Mekanika (Gaya Sentral) 7


Tinjau gaya sentral yang konservatif (F) ,

i j k

F 0 , yaitu :
x y z
Fx Fy Fz

Fx = x f(x,y,z)

Fy = y f(x,y,z)
F r f ( r ) r f ( x, y , z )

Fz = z f(x,y,z) (GS-9)

Persamaan Gerak Oleh Gaya Sentral


Mengingat orbit parikel yang dipengaruhi gaya
sentral selalu berada pada sebuah bidang maka pembahasan
dinamika parikel cukup dilakukan dalam ruang dimensi dua
saja (ruang dimana orbit partikel berada). Jadi persoalan 3-
dimensi dapat direduksi menjadi persoalan 2-dimensi.
Persoalan dinamika , untuk gaya sentral konservaif
F(r) = r f(r) dapa dibahas dengan lebih sederhana apabila
sisem koordinat polar yang digunakannya. Sehingga gaya
sentral (GS-9) dapat ditulis menjadi :

F r f (r ) rf ( r ) er Fr er F e (GS-10)
Dimana Fr adalah komponen gaya sentral arah radial dan F
komponen gaya sentral arah tangensial. Dari persamaan (GS-
10) tampak bahwa gaya sentral arah tangensial sama dengan

Seri Mekanika (Gaya Sentral) 8


nol untuk gaya senral, jadi yang eksis hanya gaya arah radial
(mendekai pusa aau menjauhi pusat).

Tinjau gaya sentral dan sistem koordinat polar ,


dimana :
(a). Gaya sentral , F Fr rf (r )

(b). Posisi parikel , r r er

(c). Kecepatan , v rer r e

(GS-11)

(d).


Percepatan , a r r er 2r r e
2

Sehingga komponen gaya dapat dinyatakan dengan (menurut


Newton) :



F ma m r r 2 er m 2r r e

Fr er F e
(GS-12)
Dengan demikian :


Fr m r r 2

F m 2r r
Sehingga persamaan dinamika parikel oleh gaya sentral , dapat
diformulasikan sebagai berikut :

Seri Mekanika (Gaya Sentral) 9


(1).
m r r 2 rf (r ) F (r )

(2).
m 2r r 0

(GS-13)

Persamaan Dinamika Gaya Sentral bentuk I

Dengan menggunakan persamaan (GS-8) dan pendekatan


koordinat polar maka persamaan (GS-13) dapat dituliskan
dalam bentuk formula baru yaitu :

2
L
(1). mr mr 2
rf ( r ) F ( r )
mr

L2
Atau, mr F (r ) 2
mr
dL
(2). Momenum sudut kekal : 0
dt
dan L mr 2 (GS-14)

Persamaan (GS-13) bagian pertama, mempunyai bentuk Pers.


Deferensial terhadap t dan ini adalah persoalan 1-D. Dengan
L
meninjau : L mr 2 2 , sehingga :
mr
t
L
(t ) (0) 2
dt maka posisi r(t) dan (t) dapat
0 mr (t )
diperoleh . Dan jika t dieliminasi maka akan diperoleh
persamaan orbit, r().

Seri Mekanika (Gaya Sentral) 10


1 1 1
Jika dilakukan modifikasi : r atau u dan r 2 ,
2

u r u
maka persamaan dinamika partikel oleh gaya sentral diatas
dapat dimodifikasi lagi , menjadi bentuk formula yang lain ,
yaitu :
1 d L du
r 2 u r
u dt m d
1 du d L d d du
2
u d dt m dt d d
du L d 2 u d
2
u d m d 2 dt
L du L L d 2u
2 2 2 2
mr u d m mr d
L du 2 2
Lu d u
m d
m d
2

Sehingga persamaan (GS-14) diformulasikan lagi dalam


bentuk lain, yaiu :
L2
mr F (r ) 2
mr
2 2
Lu d u L2u 3
m F ( r )
m d
2
m

Seri Mekanika (Gaya Sentral) 11


L2u 2 d 2u L2u 3
F ( r )
m d 2 m

d 2u m
2 2 F (r ) u
d 2
Lu
Atau
d 2u m 1
u 2 2 f
d 2
L u u
(GS-15)

Persamaan Orbit Partikel (deferensial) ; yang solusinya :


u u dan r r

Contoh Soal :
Tinjau sebuah parikel medan sentral bergerak dalam orbit
spiral r c 2 , tentukan gaya sentralnya dan fungsi orbitnya
dalam (t ) ,
Solusinya :
1 du 2
u 3
c 2
d c

d 2u 6 4
dan 6cu 2
d 2
c

Seri Mekanika (Gaya Sentral) 12


Persamaan deferensial orbit :
d 2u m 1
u 2 2 f
d 2
L u u

m 1
6cu 2 u f
L u2 u
2

L2

1
6cu 4 u 3 f
m
u

Jadi fungsi gaya sentral yang dialami oleh partikel adalah :


1
f
L2

6cu 4 u 3 atau
u m

L2 6c 1
f r 4 3
mr r

Momentum sudut: Konstan, yaitu :

L L 1
L mr 2 2 , sehingga :
mr m c 2 4

d L 1

dt mc 4

t
L
0 0 mc 2 dt ; jika pada t=0 , maka 0 ,
4
d

sehingga diperoleh :

Seri Mekanika (Gaya Sentral) 13


5L
(t ) t 1 / 5 dengan 5
mc 2

Persamaan Energi dari Gerak Orbit


Tinjau dalam koordinat polar :

v rer r e

v 2 v v r 2 r 2 2
Jika gaya sentral adalah gaya konservatif , maka T+V=E =
Konstan (hukum kekekalan energi mekanik). Dengan
demikian :


1 2
2

r r 2 2 V ( r ) E

(GS-16a)

1 2
2
L V (r ) E
r r 2 2
2 mr

(GS-16b)
Dengan melakukan subtitusi dengan persamaan
momentumsudut (L), maka diperoleh :
m L2
r E V ( r )
2 2mr 2

Atau,

Seri Mekanika (Gaya Sentral) 14


1/ 2
m L2
r E V ( r )
2 2mr 2

L

mr 2
Persamaan Energi Orbit (deferensial)
Persamaan (GS-17) dapat ditulis dalam bentuk lain :
deferensial fungsi u ( ) sebagai berikut :

2
du 2m 1
u 2 E V
2

d L u
(GS-18)
Persamaan
Energi Orbit (deferensial)

Dari hukum kekekalan energi mekanik diatas telah diperoleh,

2

1 2

r r 2 2 V (r ) E Diperoleh :

Ek Ep= Veff

(GS-19)

Seri Mekanika (Gaya Sentral) 15


1
Gaya Sentral yang sebanding dengan
r2
k k k
Tinjau : gaya sentral f r 2
F (r ) 2 er 3 r
r r r
dimana k adalah konstanta, contoh :
(1). Gravitasi Newton : k GMm , G=6,07 x 10-11 Nm2/kg2
1
(2). Gaya Coulomb : k Q1Q 2
4 o
Sehingga :
Persamaan Orbit Partikel dalam bentuk deferensial adalah :
d 2u m 1
u 2 2 f
d 2
L u u

d 2u
d 2
m

u 2 2 f ku 2
Lu

d 2u mk
u 2 , (~persamaan gelombang)
d 2
L
(GS-20)
maka solusi umumnya adalah :
mk
u A cos o (GS-21)
L2
1
Dan karena u , maka :
r
1 1 L2 / mk
2
r A cos mk L / mk
o
L2

Seri Mekanika (Gaya Sentral) 16


1
r 2
L (GS-22)
1 A cos o
mk
Untuk sederhananya , pilih o 0 , maka
1 A
r r
L 2
mk
1 A cos A cos 2
mk L
(GS-23)
the polar equation ot the Orbit

Tinjau untuk koordinat Polar, bentuk umum persamaan Orbit


(pada keadaan lain), yang formulasinya adalah :
ro 1 e
r (GS-24)
1 e cos
Dimana :
a. Untuk e < 1 bentuk lintasan Ellips
b. Untuk e = 1 bentuk lintasan Parabola
c. Untuk e > 1 bentuk lintasan Hiperbola
d. Untuk e = 0 brntuk lintasan Bola
2ro
Khusus lintasan bentuk ellips , sumbu mayor : 2a
1 e
dan sumbu minor adalah 2b 2a 1 e 2 .

Jika kita bandingkan persamaan (GS-24) dan (GS-23) maka


diperoleh :

Seri Mekanika (Gaya Sentral) 17


AL2
e (GS-25a)
mk
L
ro (GS-25b)
mk 1 e

Catatan : e disebut eccentricity dan ro r ( 0)

Tinjau kasus untuk orbit ellips pada adalah :


1 e
r1 ro (GS-25)
1 e
Sebagai referensi , bahwa planet ber orbit ellips mengelilingi
matahari maka ro adalah jarak terdekat antara planet dengan
matahari (jarak perihelion) dan r1 adalah jarak terjauh antara
planet dengan matahari (jarak Aphelion).

Secara korespondensi orbit satelit terhadap suatu planet, bulan


mengelilingi bumi maka : ro adalah jarak terdekat antara bulan
dan bumi (perigee) dan r1 adalah jarak terjauh antara bulan
dan bumi (apagee).

Bentuk Ungkapan lain dari persamaan Orbit diatas


Dari persamaan (GS-22), maka dapa dimodifikasi menjadi

a
(misalnya) : r
1 b cos
Dimana :

Seri Mekanika (Gaya Sentral) 18


L2 L2
a dan b A (GS-26)
mk mk

Sehingga
a
r
1 b cos
r br cos a
x 2 y 2 bx a

x 2

y 2 a bx
2

x y a
2 2 2
2abx b 2 x 2

1 b x y
2 2 2
2abx a 2
( persamaan Orbit) (GS-27)

Dengan syarat :
1 b 0 bentuk Orbit Ellips
2

1 b 1 bentuk Orbit Lingkaran


2
(GS-28)

1 b 0 bentuk Orbit Parabola


2

1 b 0 bentuk Orbit Hiperbola


2

Tinjau kembali bentuk solusi diatas,

Seri Mekanika (Gaya Sentral) 19


1 mk
2 A cos o , (r>0) (GS-29)
r L
maka, jika :
1 mk mk
(1). A>0 dan k>0 , maka 0 2 A , A 2
r L L
mk 1 mk mk
(2). A>0 dan k<0 , maka 2
A 2 A , A 2
L r L L
1 mk mk
0 2 A , A 2
r L L
atau,
1
r mk
(1). A>0 dan k>0 , maka mk , A 2
A L
L2
1 1
r
(2). A>0 dan k<0 , maka mk mk ,
A A
L2 L2

1
mk r mk
A 2 mk , A 2
L A L
L2

Untuk :
1
r mk
A>0 dan k>0 , mk , A
A L2
L2

1
r mk
A>0 dan k<0, mk , A 2
A L
L2
Hiperbola/ Parabola Seri Mekanika (Gaya Sentral) 20
(rmax , rmin)
(GS-30)
Dan,
1 1
r mk
mk mk , A 2
A A L
L2 L2
Bentuk ellips (rmax , rmin)

(GS-31)

0 r rmin
Pada saat rmin dan rmax
r rmax keceoatan r 0

(GS-32)

Seri Mekanika (Gaya Sentral) 21


1 mk
Tinjau : 2 A cos ,maka :
r L
1 mk mk
rmin 2 A A 2
r1 L L

(GS-33a)
1 mk mk
rmax 2 A A 2
r2 L L

(GS-33b)

1
Dititk rmin dan rmak mr 2 0 , sehingga :
2
k L2
E Veff
r1, 2 2mr12, 2

(GS-34)

atau :
k L2
Veff 1
r1 2mr12
(GS-35a)
k L2
Veff 2
r2 2mr22
(GS-35b)
Persamaan (GS-34) dapat juga dinyatakan dalam r:

Seri Mekanika (Gaya Sentral) 22


2
1 1 2mE
2mk 0
r 2
L r1, 2 L2
1, 2
(GS-36)
Maka dengan rumus ABC :

1 mk 2mk 2 EL2
2 2 1
r1, 2 L L mk 2

(GS-37)
Sehingga :

1 mk 2mk 2 EL2
2 2 1
r1 L L mk 2
(GS-37a)

1 mk 2mk 2 EL2
2 2 1
r2 L L mk 2
(GS-37b)

mk 2 EL2
Diproleh : A 1
L2 mk
(GS-38)
Jadi amplitudo A bergantung pada :
mk
Gaya 2
L
Energi (E)
Momentum Sudut (L)

Seri Mekanika (Gaya Sentral) 23


Untuk Orbit berbenuk ellips :
mk m k 2 EL2
A , maka haruslah 1 1
L2 L2 mk 2

2 EL2
atau 0E0
mk 2
Orbit partikel akan berbentuk ellip, jika energinya negatif
(E<0)

Tinjauan Secara Matematis Orbit Ellips

1 1
Syarat : r ' r tetap 2a , a sb mayor , b sb
2 2
minor , sehingga :
r '2 r 2 2 a 2r a cos
2

a 2 a b 2 b 2 a 2 1 2 b a 1 2
2

Dimana = eksentrisitas ; yang nilainya : 0 1 , dengan


menggunakan rumus cosinus pers :
Seri Mekanika (Gaya Sentral) 24
r '2 r 2a menghasilkan persamaan :

r

a 1 2
1 1 cos

1 cos r a 1 2
(GS-39)
Dan karena,
1 mk
2 A cos
r L
Maka :
mk 1 cos
A cos
L2
a 1 2
1
cos

a 1 2

a 1 2
(GS-40)

Sehingga diperoleh :

mk 2 EL2 mk
A 1 2
a 1
2
L2
mk 2
L
(GS-41)

2 EL 2
dimana : 1
mk 2
(GS-42)
1 k
dan a
2 E

(GS-43)

Seri Mekanika (Gaya Sentral) 25


Luas ellips : S a b a 2 1 2
(GS-44)

Uji Kompetensi Mahasiswa


1. Tunjukan bahwa persamaan defferensial Orbi partikel
karena pengaruh gaya senral adalah :
d 2u m 1
(a). u 2 2 f
d 2
L u u
2
du 2m 1
u 2 E V
2
(b).
d L u

Seri Mekanika (Gaya Sentral) 26


d 2 r 2 dr mr 4
(c). 2 r 2 F (r )
d r d L
2
dr 2mr 4
(d). r
2
E V r
d L2

2. Tunjukan bahwa persamaan defferensial Orbi partikel


karena pengaruh gaya senral adalah :
1/ 2
m L2
(a). r E V (r )
2 2mr 2

L
(b). 2
mr
t
dr m

(c). L 2
2
dt
E V
o 0

2mr 2
t
L
(d). o 2
dt
t 0 mr

3. Sebuah benda bermassa m bergerak melingkar dengan


jari-jari R sebagai akibat dari gaya sentral yang
bekerja padanya. Tentukanlah bentuk gaya sentral
tersebut apabila arah gaya sentral selalu menuju: (a)
pusat lingkaran, (b). suatu titik yang berada pada
lingkaran.
4. Untuk sebuah orbit ellips tunjukan bahwa : a). perigee
= (1 ) dan b). Apogee = (1 ) , dimana a
sumbu semi-mayor dan adalah eksentrisitas ellips.
Perigee adalah jarak terdekat sebuah partikel dari

Seri Mekanika (Gaya Sentral) 27


pusat gaya dan apogee adalah jarak terjauh sebuah
partikel terhadap pusat gaya.
5. Sebuah partikel bermassa m bergerak dengan orbit
elliptik dengan sumbu mayornya 2a dan
eksentrisitasnya . Luas daerah persatuan waktu yang
disapu oleh vektor posisi partikel terhadap pusat ellips
konstan : dS/dt = C. (a). Tentukanlah persamaan ellips
tersebut dalam sistem koordinat polar. (b). Periksalah
sentral tidaknya gaya yang bekerja pada partikel.
K
6. Jika diberkan gaya sentral : f (r ) ,K 0 .
r2
tentukan persamaan lintasan orbit partikel yang
bermassa m, yang dipengaruhi oleh gaya sentral
tersebut.
7. Dari soal no.6 diatas, Tunjukan bahwa untuk lintasa
berbentuk : (a). ellips jika E < 0, (b). parabola jika E
= 0, dan (c). hiperbola jika E> 0 .

8. Hukum Newton bagi sebuah partikel bermassa m yang


dipengaruhi oleh gaya sentral F(r) dapat dituliskan
dalam bentuk :
2
d 2r d
(i). m 2 m r F (r ) ,
dt dt

dr d d
2

(ii) .
2 2 0
r
dt dt dt

a. Tunjukan bahwa persamaan (ii) menjamin kekelan


momentum sudut.

b. Tunjukan bahwa persamaan diatas memberikan


persamaan orbit :

Seri Mekanika (Gaya Sentral) 28


d 2 m 1
u 2 2 u 3 2 F
dt L u

9. Tentukan gaya sentral bagi partikel bermassa m yang


bergerak dalam orbit :
a). Limason : r 1 2 cos

b). Rose : r 4 cos 2

c). Spiral archimides : r 2 , 0

d). x 2 y 2 4

e). y 2 4 x

Seri Mekanika (Gaya Sentral) 29