Anda di halaman 1dari 6

Kelas Chilopoda

Contoh: kelabang : Lithobius forticatus dan Scolopendra morsitans

Ciri-ciri Chilopoda

- Tubuh agak gepeng, terdiri atas kepala dan badan yang beruas-ruas (15 173 ruas). Tiap ruas memiliki
satu pasang kaki, kecuali ruas (segmen) di belakang kepala dan dua segmen terakhirnya. Pada segmen di
belakang kepala terdapat satu pasang taring bisa (maksiliped) yang berfungsi untuk membunuh
mangsanya. Pada kepala terdapat sepasang antena panjang yang terdiri atas 12 segmen, dua kelompok
mata tunggal dan mulut. Hewan ini memangsa hewan kecil berupa insecta, mollusca, cacing dan
binatang kecil lainnya, sehingga bersifat karnivora.

- Alat pencernaan makanannya sudah sempurna artinya dari mulut sampai anus. Alat eksresi berupa
dua buah saluran malphigi.

- Respirasi (pernafasan) dengan trakea yang bercabang-cabang dengan lubang yang terbuka hampir
pada setiap ruas.

- Habitat (tempat hidup) di bawah batu-batuan/timbunan tumbuhan yang telah membusuk. Kelas ini
sering disebut Sentipede.

(Irnaningtyas, 2011)
Chilopoda adalah Ordo dari anggota hewan tak bertulang belakang yang termasuk dalam filum
Arthropoda, kelas Myriapoda. Hewan ini tergolong hewan pemangsa (predator), makanannya adalah
cacing dan serangga. Bentuk tubuhnya pipih, jumlah segmen bisa mencapai 177, setiap segmen
mempunyai sepasang kaki, kecuali pada satu segmen di belakang kepala dan dua segmen terakhir. Pada
bagian kepala terdapat sepasang mata. Masing-masing mata mengalami modifikasi menjadi cakar
beracun

Morfologi Chilopoda Berikut adalah morfologi Chilopoda:

1. Tubuh agak gepeng,

2. Terdiri atas kepala dan badan yang beruas-ruas (15-173 ruas).

3. Tiap ruas memiliki satu pasang kaki, kecuali ruas (segmen) di belakang kepala dan dua segmen
terakhirnya.

4. Pada segmen di belakang kepala terdapat satu pasang taring bisa (maksiliped) yang berfungsi untuk
membunuh mangsanya.

5. Pada kepala terdapat sepasang antena panjang yang terdiri atas 12 segmen, dua kelompok mata
tunggal dan mulut.

Habitat

Hewan ini banyak dijumpai di daerah tropis dengan habitat di darat. Terutama di tempat yang banyak
mengandung sampah, misalnya di kebun dan di bawah batu-batuan. Habitatnya juga di bawah batu-
batuan/timbunan tumbuhan yang telah membusuk. Kelas ini sering disebut Sentipedes. Bergerak cepat
dan predator. Adakalanya merayap ke dalam ruang di lokasi tersembunyi. Lebih menyukai tempat yang
lembab. Mudah kehilangan air jika mereka tidak memiliki kutikula lilin. Biasanya ditemukan di luar
ruangan, tapi dapat merayap ke dalam ruangan

Sistem organ

1. Sistem pernapasan Respirasi (pernafasan) dengan trakea yang bercabang-cabang dengan lubang yang
terbuka hampir pada setiap ruas, berupa satu pasang trakea berspirakel yang terletak di kanan kiri
setiap ruas.

2. Sistem pencernaan Alat pencernaan makanannya sudah sempurna artinya dari mulut sampai anus
dan mempunyai kelenjar ludah.. Alat eksresi berupa dua buah saluran malphigi. Chilopoda bersifat
karnivor dengan gigi beracun pada segmen I.

3. Sistem reproduksi Secara seksual, yaitu dengan pertemuan ovum dan sperma (fertilasi internal).

Makanan
Lipan adalah predator dan akan membunuh dan mengkonsumsi berbagai invertebrata lainnya seperti
laba-laba, moluska, serangga, slaters dan kelabang lainnya. Bila bertemu mangsanya, lipan akan
menyerang mangsanya dengan cara menggigit menggunakan kaki beracun yang berguna untuk
melumpuhkan mangsa. Mangsa biasanya bergerak kemudian racun disuntikkan melalui taring dan
kemudian dirobek-potong oleh rahang dan bagian-bagian lunak dimakan.

(Susanti et al., 2012)

Bentuk Tubuh Kaki Seribu:

Kaki seribu memiliki tubuh yang terbagi atas dua bagian, kepala di sebelah depan dan bagian
tubuh yang panjang dibelakangnya. Tubuhnya terdiri dari segmen-segmen tubuh berbentuk
cincin (Gambar 6). Pada hampir setiap segmen tubuh dari kaki seribu dewasa terdapat dua
pasang kaki (Gambar 6,7). Segmen tubuh pertama setelah kepala disebut tengkuk (collum) dan
tidak berkaki (Gambar 6). Tiga segmen berikutnya (segmen 2 hingga 4) mengandung sepasang
kaki pada tiap segmennya (Gambar 6). Kaki seribu yang belum dewasa sering kali mempunyai
segmen terakhir yang tidak berkaki. Kaki seribu yang belum dewasa sulit sekali ditentukan
jenisnya. Oleh karena itu pilihlah kaki seribu dewasa, spesimen yang segmen terakhirnya
lengkap dengan kaki atau spesimen yang hanya mempunyai sedikit segmen tanpa kaki untuk
ditentukan identitasnya.
Alat mulut (Gambar 6) kaki seribu hanya memiliki dua pasang alat mulut, mandibula yang
digunakan untuk mengunyah dan suatu keping di sebelah belakang yang disebut
gnathochilarium (Gambar 6; Gambar 43, 44 pada kunci identifikasi). Untuk mengidentifikasi
bangsa tertentu, gambaran bagian bawah gnathochilarium sangat menentukan. Letakkan kaki
seribu terlentang dan carilah pasangan kaki yang pertama.
Organ Tmsvry: Ini adalah organ perasa yang terletak di kepala pada kebanyakan kaki seribu.
Organ ini umumnya berbentuk cincin yang agak menonjol, tetapi dapat juga berbentuk ladam
atau hanya sekedar berbentuk suatu lubang. Posisinya terletak di bagian belakang dasar sungut
(lihat gambar 11 pada kunci identifikasi). Tidak semua bangsa kaki seribu memiliki organ ini.
Ozopor: Organ ini pada kebanyakan bangsa kaki seribu terdapat pada sejumlah segmen tubuh,
yaitu lubang kelenjar yang menghasilkan bau tertentu. Bagian ini agak sulit untuk dilihat. Pada
kebanyakan hewan, ozopore terletak di sebelah samping tubuh dan dimulai pada segmen ke
enam (Gambar 7). Pada sebagian kecil kelompok hewan ini, lubang kelenjar terdapat di
sepanjang bagian tengah dorsal.
Paranota: Bagian dorsal setiap segmen cincin ditutupi dengan perisai yang kerat dan disebut
tergit. Pelebaran kearah samping tubuh dinamakan paranota (lihat gambar 14 pada kunci
identifikasi).
Kebanyakan kaki seribu memiliki bintik mata pada daerah sisi kepala. Mata demikian dapat
terdiri dari sejumlah bintik mata yang bersatu membentuk daerah penglihatan. Sejumlah kaki
seribu, misalnya Polydesmida, tidak pernah memiliki bintik mata
Kaki seribu dewasa umumnya mempunyai alat kelamin yang jelas dan dapat dengtan mudah
diamati di bawah mikroskop. Alat kelamin tentu terdapat pada kedua jenis kelamin, hanya lebih
nyata pada hewan jantan. Kaki yang berubah menjadi alat kelamin umumnya dapat ditemukan
di dua bagian, di daerah segmen cincin yang ke tujuh (Gambar 16, 34 dalam kunci identifikasi)
atau pada bagian ujung tubuhnya, meliputi pasangan kaki yang terakhir. Pasangan kaki yang
terakhir umumnya dinamakan telopod. Pasangan kaki ke tujuh yang termodifikasi kadang-
kadang tersembunyi pada suatu kantung. Pada kelompok hewan demikian hewan jantan terlihat
tidak punya pasangan kaki pada segmen ke tujuh (lihat petunjuk praktis di bawah ini). Pasangan
kaki ke tujuh yang mengalami modifikasi dikenal dengan gonopod. Organ ini sangat penting
untuk mengidentifikasi jenis. Hewan betina mempunyai alat kelamin (kadang-kadang disebut
cifopod) dapat ditemukan di sebelah belakang pasangan kaki kedua. Alat kelamin betina jarang
sekali digunakan dalam mengidentifikasi jenis.
(Musium, 2012)

Kelas Diplopoda

Contoh: kaki seribu (Julus nomerensis)

Ciri-ciri Diplopoda

- Tubuh berbentuk silindris dan beruas-ruas (25 100 segmen) terdiri atas kepala dan badan. Setiap
segmen (ruas) mempunyai dua pasang kaki, dan tidak mempunyai taring bisa (maksiliped). Pada ruas
ke tujuh, satu atau kedua kaki mengalami modifikasi sebagai organ kopulasi.

- Pada kepala terdapat sepasang antena yang pendek, dua kelompok mata tunggal.

- Hidup di tempat yang lembab dan gelap dan banyak mengandung tumbuhan yang telah membusuk. -
Respirasi dengan trakea yang tidak bercabang.

- Alat eksresi berupa dua buah saluran malphigi.

(Irnaningtyas, 2011)
DAPUS

Irnaningtyas (2011) Invertebrata - 2. Available at: http://digilib.itb.ac.id/files/disk1/624/jbptitbpp-gdl-


irnaningty-31177-1-inverteb-2.pdf.

Musium, F. (2012) Mengenal kaki seribu secara mudah, pp. 17. Available at:
https://www.fieldmuseum.org/sites/default/files/intromillipedindonesian.pdf.

Susanti, N., Sari, I. M., Wardani, D. W. and Rokhim, M. N. (2012) Chilopoda, pp. 17.