Anda di halaman 1dari 24

Laporan Akhir Pengawasan Pembangunan Embung Pertanian Tanaman Pangan

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 UMUM
Setiap pelaksanaan konstruksi fisik bangunan pemerintah yang dilakukan oleh kontraktor pelaksana
harus mendapatkan pengawasan secara teknis dilapangan, agar rencana dan spesifikasi teknis yang
telah disiapkan dan digunakan sebagai dasar pelaksanaan konstruksi dapat berlangsung operasional
efektif. Pelaksanaan pengawasan lapangan harus dilakukan secara penuh dengan menempatkan
tenaga-tenaga ahli pengawasan dilapangan sesuai kebutuhan dan kompleksitas pekerjaan.

Konsultan pengawas bertugas secara umum mengawasi pekerjaan konstruksi, dari segi biaya, mutu, dan
waktu kegiatan pelaksanaan. Konsultan Pengawas bertanggung jawab secara profesional atas jasa
pengawasan yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku.

Dengan adanya pekerjaan Peningkatan jalan dan jembatan ini dapat meningkatkan Sarana pelayanan
Jasa Transportasi Khususnya Transportasi darat baik dari segi mutu maupun Kualitas.

1.2 LATAR BELAKANG


Kabupaten Bogor layak dikatakan sebagai daerah yang strategis karena letak geografisnya. Namun
demikian Kota ini memilki faktor kendala yang berkaitan dengan luas wilayah Kabupaten Bogor yang
besarnya 657,33 km2 tetapi sebagian besar merupakan wilayah laut (61,84%) sisanya 38,16%
merupakan wilayah daratan. Untuk menyiasati keberlangsungan pembangunan terutama yang berkaitan
dengan kebutuhan lahan maka langkah-langkah yang perlu diambil sebagai kebijakan daerah dalam
rangka pembangunan berkelanjutan khususnya dalam memacu pertumbuhan ekonomi adalah tetap
menjaga keseimbangan lingkungan.

Seiring dengan berlakunya Otonomi Daerah berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 1999 secara serempak
diseluruh wilayah Indonesia sejak Januari 2000, membuka peluang bagi Pemerintah Kabupaten Bogor
yang pada saat itu belum genap 3 (tiga) tahun menjadi daerah otonom yang dimekarkan dari Kabupaten
asal, yaitu Kabupaten Bogor, untuk membangun infrastruktur yang sangat dibutuhkan baik dalam
menjalankan administrasi pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat. Infrastruktur yang
menjadi prioritas pembangunan diseleraskan dengan pencapaian 3 (tiga) pilar pembangunan Kabupaten
Bogor yang telah dicanangkan sebagai program strategis, yaitu : Pembangunan Sumber Daya Manusia,
Penegakkan Hukum (Low Emforcement) dan Pembangunan Ekonomi dalam arti luas.
Dalam hal ini bidang pariwisata dan lingkungan hidup Pemerintah Kabupaten Bogor telah memulai
program berupa pembangunan prasarana dan sarana yang menunjang program tersebut baik langsung
maupun tidak langsung. Pembangunan prasarana dan sarana pariwisata diwujudkan dalam program

CV. Rancang Alam Engineering 1


Laporan Akhir Pengawasan Pembangunan Embung Pertanian Tanaman Pangan

peningkatan jalan pada kegiatan Pengawasan Pembangunan Embung Pertanian Tanaman Pangan
Tahun Anggaran 2017 akan dilaksanakan ini akan dibiayai dana yang bersumber dari APBD Kabupaten
Bogor Tahun Anggaran 2017.

1.3 MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud dari pekerjaan ini adalah melakukan Pekerjaan Pengawasan Teknis melalui Kegiatan
Pengawasan Pembangunan Embung Pertanian Tanaman Pangan Tahun Anggaran 2017 sehingga
dapat terealisasi sesuai rencana dan spesifikasi yang telah ditetapkan.

Adapun tujuan pekerjaan ini adalah membantu Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura Dan Perkebunan
Kabupaten Bogor melalui Kegiatan Pengadaan Sarana Dan Prasarana Pertanian Terhadap Antisipasi
Pertanian Tahun Anggaran 2017 dalam Pengawasan Teknis sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil
pekerjaan sesuai rencana dan spesifikasi yang telah ditetapkan.

1.4 PEMILIK PEKERJAAN


Pemilik pekerjaan adalah Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura Dan Perkebunan Kabupaten Bogor
Kegiatan Pengawasan Pembangunan Embung Pertanian Tanaman Pangan Tahun Anggaran 2017.

1.5 LOKASI PEKERJAAN


1. Desa Kiara Sari Kecamatan Sukajaya ( Kontraktor CV. Dharma Usaha Persada)
2. Desa Cikutamahi Kecamatan Cariu (Kontraktor CV. Wiguna Karya)
3. Desa Sekarwanngi Kecamatan Tanjung Sari (Kontraktor CV. Adi Madani)
4. Desa Buana Jaya Kecamatan Tanjung Sari (Kontraktor CV. Nirwana Serosa)
5. Desa Tanjung Rasa Kecamatan Tanjung Sari (Kontraktor CV. Makmur HMC)

1.6 WAKTU PELAKSANAAN


Waktu pelaksanaan pekerjaan ini adalah 60 (Enam Puluh) hari kalender atau 2 (Bulan) bulan kalender
terhitung sejak diterbitkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). Mengingat waktu pelaksanaan cukup
terbatas, maka Konsultan akan mempersiapkan segala sesuatunya dengan program kerja yang
sistematis dan organisasi Kegiatan yang memadai. Untuk itu maka kepada konsultan diminta membuat
rencana kerja yang pasti dan terarah.

1.7 LINGKUP PEKERJAAN


a. Umum
Konsultan harus bekerjasama sepenuhnya dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura Dan
Perkebunan Kabupaten Bogor dalam melaksanakan Pengawasan Teknis serta bertanggung jawab

CV. Rancang Alam Engineering 2


Laporan Akhir Pengawasan Pembangunan Embung Pertanian Tanaman Pangan

sesuai dengan kebijaksanaan dan ketentuan-ketentuan yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah
Kabupaten Bogor.
b. Tugas-tugas Tim Pengawasan Teknis
Tugas dan kewajiban tim Pengawasan Teknis akan mencakup hal-hal sebagai berikut :
1. Membantu Pengguna Jasa dan Pemimpin Kegiatan dalam melaksanakan tugas dan
kewajiban untuk mengendalikan pelaksanaan pekerjaan agar pekerjaan dapat diselesaikan
sesuai dengan desain, persyaratan dan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam dokumen
kontrak serta jadwal waktu yang telah ditetapkan.
2. Membantu Pengguna Jasa dan Pemimpin Kegiatan dalam memahami dan melaksanakan
ketentuan-ketentuan hukum yang tercantum dalam dokumen kontrak, terutama sehubungan
dengan pemenuhan kewajiban Kontraktor terhadap kontrak.
3. Menyiapkan rekomendasi sehubungan dengan Contract Change Order dan Adendum,
sehingga perubahan kontrak yang diperlukan dapat dibuat secara optimal dengan
mempertimbangkan aspek dana yang tersedia.
4. Melaksanakan pengumpulkan data di lapangan yang diperlukan secara terinci untuk
mendukung peninjauan desain, membuat gambar redesain dan menyiapkan perintah-perintah
kepada kontraktor sehingga perubahan desain tersebut dapat dilaksanakan.
5. Melaksanakan pengecekan secara cermat terhadap semua hasil pengukuran, pemeriksaan
mutu/Job Mix Formula dan perhitungan volume pekerjaan yang akan dipakai sebagai dasar
pembayaran, sehingga semua pengukuran pekerjaan, perhitungan volume dan pembayaran
berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam dokumen kontrak.
6. Melaporkan kepada Pengguna Jasa dan Pemimpin Kegiatan semua masalah yang
berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan, termasuk keterlambatan pencapaian target
fisik, serta usaha-usaha penanggulangan dan tindakan turun tangan yang diperlukan dengan
terlebih dahulu mengkonsultasikannya dengan Pengguna Jasa dan Pemimpin Kegiatan.
7. Melakukan monitoring dan pengecekan terus menerus terhadap segala kegiatan yang
berhubungan dengan pengendalian mutu dan volume pekerjaan, serta menandatangi
Sertifikat Bulanan / Monthly Certificate (MC) apabila mutu dan pelaksanaan pekerjaan telah
memenuhi semua ketentuan dan persyaratan yang berlaku.
8. Melakukan pengecekan dan persetujuan atas gambar-gambar terlaksana (As-Built Drawing)
yang menggambarkan secara terinci setiap bagian pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh
Kontraktor, serta membantu Pengguna Jasa dan Pemimpin Kegiatan meneruskan gambar-
gambar tersebut kepada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bogor.
9. Menyusun Laporan Bulanan (Monthly Report) dengan Dokumentasi sebagai lampiran dan
Laporan Akhir (Final Report) yang mencakup laporan kemajuan pekerjaan dan laporan
keuangan serta masalah-masalah yang terjadi dilapangan.

CV. Rancang Alam Engineering 3


Laporan Akhir Pengawasan Pembangunan Embung Pertanian Tanaman Pangan

10. Membantu Pengguna Jasa dan Pemimpin Kegiatan dalam melaksanakan Serah Terima
Pertama Pekerjaan Fisik (Provisonal Hand Over / PHO) dan Serah Terima Kedua Pekerjaan
Fisik (Final Hand Over / FHO), terutama dalam menyusun daftar kerusakan dan
penyimpangan yang perlu diperbaiki.

1.8 KEBUTUHAN TENAGA AHLI


Tenaga Ahli yang menunjang untuk pelaksanaan pekerjaan ini adalah:
1. Koordinator Pengawas Lapangan
Berkedudukan ditempat yang berdekatan dengan lokasi pekerjaan yang menjadi tanggng jawabnya.
Tugas dan tanggung jawab Koordinator Pengawas Lapangan mencakup hal-hal sebagai berikut :
a. Mengikuti petunjuk-petunjuk dan persyaratan yang telah ditentukan, terutama sehubungan
dengan :
- Inspeksi secara teratur ke paket pekerjaan dan melakukan perbaikan-perbaikan agar pekerjaan
agar pekerjaan dapat direalisasikan sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang berlaku.
- Pengertian yang benar tentang spesifikasi yang tercantum dalam dokumen kontrak.
- Metode pengukuran volume pekerjaan yang benar sesuai dengan pasal-pasal dalam dokumen
kontrak tentang cara pengukuran dan pembayaran.
- Rincian teknis sehubungan dengan Contract Change Order (CCO)/Addendum yang diperlukan.
b. Membuat persyaratan penerima Accepptance atau penolakan Rejection bahan, material, alat
dan produk pekerjaan.
c. Melakukan pemantauan dengan ketat atas prestasi kontraktor.
Segera melaporkan kepada Pemimpin Proyek / Pemimpin Bagian Proyek apabila kemajuan
pekerjaan ternyata mengalami kelambatan lebih dari 15% dari rencana. Membuat saran - saran
penanggulangan serta perbaikan
d. Melakukan pengecekan secara cermat terhadap semua pengukuran pekerjaan dan secara khusus
harus ikut serta dalam proses pengukuran akhir pekerjaan.
e. Menyusun laporan bulanan tentang kemajuan fisik dan keuangan, serta menyerahkan kepada
Pengguna Jasa dan Pemimpin Kegiatan.
f. Menyusun Justifikasi Teknik terutama gambar dan perhitungan, sehubungan dengan usaha
perubahan kontrak.
g. Mengecek dan menandatangani dokumen-dokumen pengendalian mutu dan volume pekerjaan.
h. Koordinator Pengawas Lapangan adalah seorang sarjana teknik sipil (S1) yang telah
berpengalaman minimal 5 (lima) tahun di bidang pengawasan teknis jalan dan jembatan.

CV. Rancang Alam Engineering 4


Laporan Akhir Pengawasan Pembangunan Embung Pertanian Tanaman Pangan

2. Pengawas Lapangan
Tugas utama Pengawas Lapangan adalah melaksanakan pengawasan terhadap kegiatan harian
Kontraktor agar pelaksanaan pekerjaan dilakukan dengan benar oleh Kontraktor sehingga akan
dihasilkan mutu dan produk pekerjaan Konstruksi yang memenuhi spesifikasi yang disyaratkan.
Tugas dan tanggung jawab Pengawas Lapangan mencakup hal-hal sebagai berikut :
a. Melaksanakan kegiatan pengawasan pelaksanaan fisik secara terus menerus di lokasi pekerjaan
agar mengikuti spesifikasi pekerjaan.
b. Setiap hari meringkas semua kegiatan konstruksi, mencatat data, material yang dikirim kelapangan,
tenaga kerja, peralatan, pekerjaan yang selesai, jumlah jam kerja efektif, permasalahan yang timbul
serta cara penyelesaiannya dituangkan dalam laporan harian.
c. Membuat foto dokumentasi terhadap semua aspek menyangkut pelaksanaan dan bahan serta
produk konstruksi maupun lainnya yang dirasakan perlukan.
d. Mengecek bahan yang dikirim kelapangan apakah sudah sesuai dengan speksifikasi atau belum.
e. Menolak bahan atau produk konstruksi yang tidak sesuai dengan persyaratan dalam gambar dan
speksifikasi teknis.
f. Menyiapkan laporan dan mengkonsultasikannya dengan koordinator pengawas lapangan.
g. Meneliti Back Up data produk konstruksi yang dibuat kontraktor pelaksana sebagai pendukung
laporan.
h. Menguasai speksifikasi teknis agar dapat memberikan pengarahan, petunjuk maupun perintah
kepada kontraktor sehubungan dengan pelaksanaan fisik dilapangan dan tidak menyimpang dari
kontrak.
i. Mengawasai kebenaran dimensi, kwalitas bahan maupun produk konstruksi dan peralatan yang
dipakai selama pelaksanaan dilapangan.
j. Mengawasi secara kontinyu kemajuan pelaksanaan pekerjaan serta mengambil tindakan-tindakan
yang tepat dan cepat agar batas waktu yang tercantum dalam kontrak terpenuhi.
k. Memberikan informasi kepada koordinator Pengawas Lapangan atas semua hasil pelaksanaan
secara rutin, kecuali terjadi pekerjaan yang tidak sesuai dokumen kontrak harus dilaporkan pada
hari itu juga, semua dilaksanakan secara tertulis.
l. Dapat bekerjasama dengan semua unsur proyek dalam melaksanakan tugasnya.
m. Pengawas Lapangan adalah sarjana teknik sipil (S1) berpengalaman minimal 3 (tiga) , diploma III
teknik sipil berpengalaman minimal 5 (lima) tahun, dan atau lulusan STM Bangunan dengan
pengalaman 7 (Tujuh) tahun di bidang pengawasan teknis jalan dan jembatan sebayak 4 (empat)
orang
3. Tenaga Penunjang
Tenaga penunjang yaitu administratur yang diperlukan dalam rangka membantu tenaga ahli dan
tenaga teknik untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan teknis jembatan. Tugas yang dibebankan

CV. Rancang Alam Engineering 5


Laporan Akhir Pengawasan Pembangunan Embung Pertanian Tanaman Pangan

meliputi antara lain; mengoperasikan komputer, pengetikan baik data maupun surat menyurat dan
lainlain, pembuatan laporan dan pengarsipan data dan lain-lain.

1.9 BIAYA.
Untuk pelaksanaan kegiatan ini dialokasikan Pagu dana kurang lebih Rp. 120.000.000,- (Seratus Dua
puluh Juta Rupiah,-) yang bersumber dari dana APBD Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2017.
1.10 DASAR PELAKSANAAN.
a. Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah yang terakhir diubah bengan peraturan Presiden No. 70 Tahun 2012 beserta
petunjuk teknisnya
b. Peraturan dan standar-standar teknis / seperti PBI, SKBI, SNI.
c. Dan lain-lain.

CV. Rancang Alam Engineering 6


Laporan Akhir Pengawasan Pembangunan Embung Pertanian Tanaman Pangan

BAB II
KONTRAK KONSULTAN SUPERVISI

2.1. LINGKUP PEKERJAAN


Dalam pelaksanaan Kontrak yang telah dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen Paket Kegiatan
Pengawasan Pembangunan Embung Pertanian Tanaman Pangan .

2.2. DOKUMEN KONTRAK


- Dokumen Syarat Syarat Umum Kontrak Pelaksaanaan meliputi antara lain sebagai berikut :
A. Ketentuan Umum
B. Pelaksanaan, Penyelesaian, Adendum dan Pemutusan Kontrak
C. Hak dan Kewajiban Penyedia Jasa
D. Hak dan Kewajiban PPK
E. Personil dan / Atau Peralatan Penyedia Jasa
F. Pembayaran Kepada Penyedia Jasa
G. Pengawasan Mutu
H. Penyelesaian Perselisihan

- Dokumen-dokumen lain yang di tandatangani oleh kedua belah pihak.


Semua Dokumen diatas merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dan setiap artikel dari
tiap dokumen harus diartikan dalam hubungannya dengan artikel lain dari seluruh dokumen yang
saling berhubungan.

CV. Rancang Alam Engineering 7


Laporan Akhir Pengawasan Pembangunan Embung Pertanian Tanaman Pangan

BAB III
KONTRAK KONTRAKTOR PELAKSANA
3.1.
2.3. DOKUMEN KONTRAK
- Dokumen Syarat Syarat Umum Kontrak Pelaksaanaan dari masing-masing paket Kegiatan meliputi
antara lain sebagai berikut :
A. Ketentuan Umum
B. Pelaksanaan, Penyelesaian, Adendum dan Pemutusan Kontrak
C. Hak dan Kewajiban Penyedia Jasa
D. Hak dan Kewajiban PPK
E. Personil dan / Atau Peralatan Penyedia Jasa
F. Pembayaran Kepada Penyedia Jasa
G. Pengawasan Mutu
H. Penyelesaian Perselisihan
- Dokumen-dokumen lain yang di tandatangani oleh kedua belah pihak.
Semua Dokumen diatas merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dan setiap artikel dari tiap
dokumen harus diartikan dalam hubungannya dengan artikel lain dari seluruh dokumen yang saling
berhubungan.

CV. Rancang Alam Engineering 8


Laporan Akhir Pengawasan Pembangunan Embung Pertanian Tanaman Pangan

BAB IV
ADMINISTRASI PROYEK.

4.1. Tinjauan Umum


Administrasi merupakan kegiatan penunjang proyek yang keberadaanya sangat diperlukan pada suatu
proyek. Kegiatan administrasi proyek adalah sebagai berikut :
1) Mengurus serta menyelesaikan kegiatan proyek yang bersifat administratif, keuangan dan umum.
2) Menyiapkan berita acara lapangan dan menyusun dokumentasi.

4.2.Pengadaan Perencana
Kegiatan administrasi tidak terpisahkan dari kegiatan sebelum pembangunan dimulai yaitu proses
pelelangan. Dalam PP Nomor 29 Tahun 2000 dijelaskan secara umum bahwa pengadaan jasa konstruksi dibagi
dalam empat macam dalam hal ini ialah jasa perencanaan yaitu :
1. Pelelangan Umum
Adalah pelelangan yang dilakukan secara terbuka dengan pengumuman secara luas melalui media
massa, sekurangkurangnya pelelangan yang dilakukan secara terbuka dengan pengumuman secara
luas melalui media massa, sekurang-kurangnya 1 (satu) media cetak dan papan pengumuman resmi
untuk umum sehingga masyarakat luas dunia usaha yang berminat dan memenuhi kualifikasi dapat
mengikutinya.
2. Pelelangan Terbatas
Adalah pelelangan untuk pekerjaan tertentu yang diikuti oleh penyedia jasa yang dinyatakan
telah lulus prakualifikasi dan jumlahnya diyakini terbatas dengan pengumuman secara luas melalui
media massa,sekurang-kurangnya 1 (satu) media cetak dan papan pengumuman resmi untuk umum
sehingga masyarakat luas dunia usaha yang berminat dan memenuhi kualifikasi dapat mengikutinya.
3. Pemilihan Langsung
Adalah pengadaan jasa konstruksi tanpa melalui pelelangan umum atau pelelangan
terbatas, yang dilakukan dengan membandingkan sekurang-kurangnya 3 (tiga) penawar dari
penyedia jasa dan dapat dilakukan negosiasi, baik dari segi teknis maupun harga, sehingga
diperoleh harga yang wajar dan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan.
4. Penunjukan Langsung
Adalah pengadaan jasa konstruksi yang dilakukan tanpa melalui pelelangan umum,
pelelangan terbatas, atau pemilihan langsung yang dilakukan hanya terhadap 1 (satu) penyedia jasa
dengan cara melakukan negosiasi baik dari segi teknis maupun harga sehingga diperoleh harga
yang wajar dan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam pembangunan Embung ini diperoleh dengan sistem pelelangan umum. Rekanan pelelangan
pembangunan Embung ini dilampirkan.

4.3.Laporan Kerja

CV. Rancang Alam Engineering 9


Laporan Akhir Pengawasan Pembangunan Embung Pertanian Tanaman Pangan

Laporan kerja adalah suatu penyampaian informasi tertulis kepada pimpinan yang mencakup
perkembangan pekerjaan serta memuat uraian penyimpangan pelaksanaan di lapangan dan perkembangan
baru yang timbul di lapangan.
Fungsi laporan kerja adalah sebagai berikut ini.
1) Laporan kerja disampaikan kepada pimpinan merupakan tanggungjawab yang harus disampaikan oleh
bagian administrasi.
2) Laporan kerja merupakan salah satu sumber informasi yang diperlukan oleh seorang pemimpin.
Bentuk laporan kerja ini terbagi dua macam yaitu laporan kerja kedalam intern dan laporan kerja keluar
ekstern. Untuk laporan kerja kedalam, bagian administrasi melaporkan pada manajer proyek, sedangkan
untuk laporan kerja keluar, misalnya laporan ke pusat, bagian administrasi membuat laporan progress atau
presentasi kerja mingguan dan bulanan bersama site engineer diketahui oleh manajer proyek dan pengawas.
Dari laporan ini pihak proyek melaporkan ke pusat tentang perkembangan proyek, sedangkan dana tambahan
pelaksanaan dikirim berdasarkan laporan presentasi kerja setiap bulan.
Di bawah ini akan diuraikan secara singkat dan jelas mengenai masing-masing jenis pelaporan yang
disampaikan, terdiri dari laporan harian, laporan mingguan dan laporan bulanan.

4.2.1. Laporan Harian


Laporan harian memuat kegiatan pelaksanaan harian, serta instruksi-instruksi dari pengawas baik
tertulis maupun lisan. Laporan harian diperlukan untuk memperoleh gambaran secara singkat kegiatan harian.
Laporan harian diajukan kepada pihak pemberi tugas setelah disetujui oleh Pengawas.

4.2.2. Laporan Mingguan


Laporan mingguan memuat laporan kegiatan selama satu minggu yang dibuat berdasarkan laporan
harian disamping schedule pekerjaan untuk minggu berikutnya. Laporan mingguan merupakan progress aktual
dibandingkan terhadap progress rencana yang tercantum pada master schedule. Dengan demikian dapat
segera diketahui bila terjadi penyimpangan dan dapat diambil tindakan yang dianggap perlu.

4.2.3. Laporan Bulanan


Laporan bulanan berisi prestasi pelaksana selama satu bulan. Laporan bulanan dilengkapi dengan
progress mingguan pada minggu terakhir bulan yang bersangkutan, kurva kemajuan proyek pada minggu
terakhir yang telah dilaksanakan serta dokumentasi kemajuan proyek.

4.4.Rencana Kerja
Rencana kerja adalah pembagian waktu terinci yang disediakan untuk masing-masing bagian pekerjaan
dari suatu proyek pembangunan dalam jumlah waktu yang sudah direncanakan.
Manfaat dibuatnya rencana kerja yaitu :

CV. Rancang Alam Engineering 10


Laporan Akhir Pengawasan Pembangunan Embung Pertanian Tanaman Pangan

1.Untuk menentukan urutan pekerjaan,


2.Mengetahui volume pekerjaan yang harus diselesaikan dalam satuan waktu tertentu,
3.Mengendalikan waktu pelaksanaan masing-masing bagian pekerjaan,
4.Mengetahui bahan bangunan dan peralatan yang diperlukan di proyek,
5.Mengetahui jumlah dan jenis tenaga kerja yang diperlukan,
6.Sebagai alat koordinasi bagi pimpinan. Dengan menggunakan rencana kerja, pimpinan dapat melakukan
koordinasi segala kegiatan pelaksanaan pekerjaan di lapangan,
7.Sebagai pedoman kerja dan penilaian kemajuan pelaksanaan pekerjaan (prestasi kerja).

4.5.Tenaga Kerja
Tenaga kerja yang terampil dan berpengalaman dalam bidangnya masing-masing sangat
mempengaruhi keberhasilan suatu pekerjaan. Pada proyek pembangunan ruko ini terdapat tiga golongan
tenaga kerja yaitu tenaga kerja ahli, tenaga kerja menengah dan tenaga kerja pelaksana.

CV. Rancang Alam Engineering 11


Laporan Akhir Pengawasan Pembangunan Embung Pertanian Tanaman Pangan

4.4.1 Tenaga kerja ahli


Tenaga kerja ahli merupakan tenaga kerja yang mempunyai pendidikan minimal sarjana pada
bidangnya atau berpengalaman dalam bidang struktur, manajemen dan arsitektur. Tugas tenaga ahli pelaksana
adalah :
1) Mengkoordinasi dan mengawasi pelaksanaan kegiatan konstruksi di lapangan,
2) Menyusun rencana kerja pelaksanaan dan rencana biaya pelaksanaan pekerjaan,
3) Mengevaluasi hasil pelaksanaan pekerjaan,
4) Melaporkan prestasi kerja pada pimpinan.

4.4.2 Tenaga kerja menengah


Tenaga kerja menengah yang bekerja pada proyek ini adalah tenaga lulusan sarjana muda atau yang
sederajat dan cukup berpengalaman dalam bidangnya. Tenaga kerja menengah dibagi dua golongan,yaitu:
1. Tenaga kerja teknik
Tenaga kerja teknik merupakan tenaga pelaksana yang mengelola dan mengatur kegiatan pekerjaan di
lokasi proyek. Adapun tugas dari tenaga kerja teknik adalah :
1). Membuat gambar kerja.
2). Melaksanakan pengukuran.
3). Mengontrol hasil pekerjaan.
4). Mengatur penempatan peralatan dan material.
5). Menetapkan jumlah tenaga kerja pada setiap bagian berdasarkan bobot pekerjaan.
2. Tenaga administrasi
Tenaga administrasi bertugas melaksanakan pekerjaan administrasi, yaitu :
1). Menyelenggarakan surat menyurat.
2). Membuat dan mengatur pembukuan proyek.
3). Membuat rekapitulasi gaji karyawan dan upah kerja.

CV. Rancang Alam Engineering 12


Laporan Akhir Pengawasan Pembangunan Embung Pertanian Tanaman Pangan

4.4.3 Tenaga kerja pelaksana


Tenaga kerja pelaksana bertugas melaksanakan tiap bagian pekerjaan pembangunan seperti
menghitung banyaknya kebutuhan material, merakit tulangan, membuat bekisting, melakukan pengecoran dan
lain-lain.

4.6.Waktu dan Upah Kerja


Pekerjaan yang dilakukan dinilai berhasil apabila telah sesuai dengan tujuan yang diharapkan (sesuai
rencana). Setiap pekerjaan memerlukan disiplin kerja dari semua unsur proyek sehingga efisiensi kerja dan
waktu dapat tercapai. Tenaga kerja juga mendapatkan haknya untuk menerima upah hasil dari pekerjaannya,
sehingga besarnya gaji yang diterima harus sesuai dengan yang telah ditetapkan dan dibayarkan tepat waktu.

CV. Rancang Alam Engineering 13


Laporan Akhir Pengawasan Pembangunan Embung Pertanian Tanaman Pangan

4.6.1. Waktu Kerja


Waktu kerja pada proyek pembangunan Embung ini adalah:
1. Jam kerja biasa
Jumlah hari kerja dalam 1 minggu adalah 7 hari, sedangkan jumlah jam kerja dalam 1 hari
adalah 8 jam, kelebihan jam kerja tersebut dianggap sebagai jam lembur. Perincian jam kerja biasa
adalah sebagai berikut :
1. Pukul 07.00 12.00 WIB adalah jam bekerja.
2. Pukul 12.00 13.00 WIB adalah jam istirahat.
3. Pukul 13.00 16.00 WIB adalah jam bekerja.
2. Jam kerja lembur
Jam kerja lembur dihitung apabila pekerjaan dilakukan sampai melebihi jam kerja biasa. Jam
kerja lembur dilakukan apabila ada pekerjaan yang menuntut harus segera diselesaikan agar target
bagian pekerjaan tersebut tercapai.

4.6.2. Upah Kerja


Pembayaran upah tenaga kerja adalah sebagai berikut :
1. Tenaga kerja tetap, pembayaran upah dilaksanakan setiap akhir bulan.
Tenaga kerja honorer, pembayaran upah dilaksanakan setiap minggu.

CV. Rancang Alam Engineering 14


REKAPITULASI DATA DAN GAMBARAN PROYEK

NO. & TANGGAL KONTRAK


NO NAMA PAKET KEGIATAN NILAI KONTRAK PENYEDIA JASA KETERANGAN
KONTRAK AWAL KONTRAK ADDENDUM

Pembangunan Embun Desa Baik Dan Sesuai


1. - CV. Dharma Usaha Persada
Kiara Sari Kecamatan Sukajaya Volume
Baik Dan Sesuai
Pembangunan Embun Desa Volume
2. - CV. Wiguna Karya
Cikutamahi Kecamatan Cariu

Pembangunan Embun Desa Baik Dan Sesuai


3. Sekarwangi Kecamatan Tanjung - CV. Adi Madani Volume
Sari
Pembangunan Embun Desa Baik Dan Sesuai
4. Buana Jaya Kecamatan Tanjung - CV. Nirwana Serosa Volume
Sari
Pembangunan Embun Desa Baik Dan Sesuai
5. Tanjung Rasa Kecamatan - CV. Makmur HMC Volume
Tanjung Sari
BAB V
KINERJA KONSULTAN SUPERVISI

5.1. STRUKTUR ORGANISASI KONSULTAN SUPERVISI

Untuk menunjang pelaksanaan kegiatan Pengawasan Pembangunan Embung Pertanian Tanaman


Pangan, Pejabat Pembuat Komitmen menunjuk CV. RANCANG ALAM ENGINEERING sebagai
Konsultan Supervisi Paket kegiatan Pengawasan Pembangunan Embung Pertanian Tanaman Pangan.
Dengan diterimanya Surat Perintah Mulai Kerja ( SPMK ) Pengawasan, Staf Konsultan Supervisi
dimobilisasikan ke lapangan sesuai dengan organisasi yang tercantum dalam Kontrak Supervisi.
Personil Konsultan Supervisi dan Pengawas Lapangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura Dan
Perkebunan membantu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan dalam Pengawasan Pelaksanaan Kontruksi
baik kuantitas maupun Kualitas secara terus menerus, sehingga akan didapat hasil akhir yang optimal.

5.2. LINGKUP PEKERJAAN KONSULTAN SUPERVISI

Selama masa kontrak, konsultan Supervisi telah melakukan kegiatan antara lain sebagai berikut :
Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh konsultan Pengawas adalah berpedoman pada ketentuan
yang berlaku serta Gambar Kerja, Perincian Penawaran, Rencana Kerja dan Syarat-Syarat yang
merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan Kontrak Pemborongan Jasa Konstruksi.
A. Lingkup kegiatan tersebut antara lain meliputi:
1. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan
dasar dalam pengawasan pekerjaan dilapangan.
2. Menyusun Fild Engineering kondisi awal dan rekayasa lapangan (penyesuaian rencana
awal dan kondisi/kebutuhan lapangan), sebagai syarat utama tagihan I pekerjaan Konsultan
Pengawas.
3. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas, kuantitas, dan laju pencapaian
volume/realisasi fisik sampai dengan Serah Terima Pekerjaan Konstruksi.
4. Memberhentikan (sementara) Pelaksanaan Pekerjaan yang tidak sesuai/memenuhi spesifikasi.
5. Mengumpulkan data dan informasi dilapangan untuk memecahkan persoalan yang terjadi
selama pelaksanaan konstruksi.
6. Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala dengan Pelaksana kontraktor dan unsur
pengawas, membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan, dengan masukan
hasil rapat-rapat lapangan, laporan harian, mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang
dibuat oleh kontraktor konstruksi.
7. Menyelenggarakan rapat secara berkala dengan PPTK Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura
Dan Perkebunan, dan atau unsur lain yang terkait.
8. Menyusun Laporan Kemajuan Pekerjaan dan perhitungan volume pekerjaan (Back Up Data).
9. Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh kontraktor konstruksi
untuk disahkan oleh PPTK Kegiatan Konstruksi.
10. Meneliti gambar-gambar yang telah sesuai dengan pelaksanaan (As-Built Drawing) sebelum
serah terima pertama.
11. Menyusun laporan secara periodik (Rekapitulasi Pelaksanaan Pekerjaan Mingguan yang
meliputi permasalahan/kendala di lapangan dan resume pekerjaan) kepada PPTK.
B. Data dan Fasilitas Penunjang
1. Untuk melaksanakan tugasnya, Konsultan Pengawas harus mencari sendiri informasi yang
dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Pemimpin Pelaksana Teknik Kegiatan
termasuk melalui Laporan Akhir ini.
2. Informasi pengawas antara lain:
a) Dokumen pelaksanaan yaitu ;
- Gambar-gambar pelaksanaan
- Rencana Kerja dan Syarat-syarat
- Dokumen Kontrak Pelaksanaan/Pemborong.
b) S Curve dari pekerjaan yang dibuat oleh Kontraktor Konstruksi (setelah disetujui).
c) Kerangka Kerja Acuan (KAK) pengawasan.
d) Peraturan-peraturan, standar dan pedoman yang berlaku untuk pekerjaan pengawasan teknis
konstruksi, termasuk petunjuk teknis simak pengawasan mutu pekerjaan, dan lain-lain.
e) Informasi lainnya.

C. PENDEKATAN DAN METODOLOGI


Konsultan Pengawas harus membuat uraian kegiatan secara terinci yang sesuai dengan setiap bagian
pekerjaan pengawasan pelaksanaan yang dihadapi dilapangan yang secara garis besar adalah
sebagai berikut:
1. Pekerjaan persiapan
a) Menyusun program kerja, alokasi tenaga dan konsepsi pekerjaan pengawasan
b) Memeriksa dan menyetujui Time Schedule yang diajukan oleh kontraktor konstruksi untuk
selanjutnya diteruskan kepada PPTK untuk mendapat persetujuan.
2. Pekerjaan Teknis Pengawasan Lapangan
a) Melaksanakan pekerjaan pengawasan secara umum, pengawasan lapangan, koordinasi dan
inpeksi kegiatan-kegiatan pembangunan agar pelaksanaan teknis maupun administrasi teknis
yang dilakukan dapat secara terus menerus sampai dengan pekerjaan diserahkan.
b) Mengawasi kebenaran metoda pelaksanaan, ukuran, kualitas dan kuantitas dari bahan atau
komponen bangunan, komposisi campuran, peralatan dan perlengkapan selama pekerjaan
pelaksanaan dilapangan atau ditempat kerja lainnya.
c) Mengawasi kemajuan pelaksanaan dan mengambil tindakan yang tepat dan cepat, agar
batas waktu pelaksanaan minimal sesuai dengan jadual yang ditetapkan.
d) Memberikan masukan pendapat teknis tentang penambahan atau pengurangan pekerjaan
yang dapat mempengaruhi biaya dan waktu pekerjaan serta berpengaruh pada
ketentuan kontrak untuk mendapatkan persetujuan dari Pemimpin Kegiatan.
e) Memberikan petunjuk, perintah sejauh tidak mengenai pengurangan dan penambahan biaya
dan waktu pekerjaan serta tidak menyimpang dari kontrak, setelah mendapat persetujuan
PPTK.
f) Memberhentikan pelaksanaan pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi dalam
dokumen kontrrak, menolak bahan yang tidak memenuhi spesifikasi.
g) Memberikan bantuan dan petunjuk kepada kontraktor konstruksi dalam melakukan
sosialisasi dengan masyarakat dan aparat pemerintah serta mengusahakan perijinan
sehubungan dengan pelaksanaan pembangunan.
h) Memberikan bimbingan / petunjuk kepada kontraktor konstruksi dalam hal tahapan / metoda
pelaksanaan agar hasil pelaksanaan memenuhi spesifikasi yang ditentukan oleh PPTK.
3. Konsultasi
a) Melakukan Konsultasi bersama PPTK untuk membahas segala masalah dan persoalan yang
timbul selama pembangunan.
b) Mengadakan rapat lapangan secara berkala dengan PPTK , sedikitnya dua kali dalam sebulan,
dengan tujuan untuk membicarakan masalah dan persoalan yang timbul dalam pelaksanaan,
untuk kemudian membuat risalah rapat dan mengirimkannya kepada semua pihak yang
bersangkutan, serta sudah diterima paling lambat 1 minggu kemudian.
c) Mengadakan rapat diluar jadwal rutin tersebut apabila dianggap mendesak.

4. Laporan
a) Memberikan laporan dan pendapat teknis administrasi dan teknis teknologis kepada PPTK
mengenai volume, prosentasi dan nilai bobot bagian-bagian pekerjaan yang akan dilaksanakan
oleh kontraktor konstruksi.
b) Melaporkan kemajuan pekerjaan yang nyata dilaksanakan, dan dibandingkan dengan jadwal
yang telah disetujui.
c) Melaporkan hasil pemeriksaan bahan-bahan bangunan yang dipakai, jumlah tenaga kerja dan
alat yang digunakan.
d) Memeriksa gambar-gambar kerja tambahan yang dibuat oleh kontraktor konstruksi terutama
yang mengakibatkan tambah atau berkurangnya pekerjaan, dan juga perhitungan serta
gambar konstruksi yang dibuat oleh pemborong (Shop Drawings).

D. Sertifikat Pembayaran Bulanan


Seperti dinyatakan dalam dokumen kontrak, nilai kontrak awal dihitung dalam harga satuan. Perkiraan
kuantitas dapat diubah menurut kuantitas pekerjaanyang betul-betul nyata dan diterima dilapangan.
Peninjauan secara berkala terhadap perkiraan kuantitas telah dilakukan selama pelaksanan untuk
menyesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Pada setiap akhir bulan kontraktor menyerahkan
Sertifikat Pembayaran Bulanan ( MC ) bersama data pendukung ( Back Up Data ) kuantitas untuk
setiap jenis pekerjaan yang telah diselesaikan. Setelah MC diperiksa oleh Koordinator Lapangan dan
disetujui, diserahkan ke Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK ) untuk pemeriksaan Jaminan Pemeliharan
kepada Kontraktor dilaksanakan setelah Berita Acara Serah Terima Akhir Pekerjaan diterbitkan.

E. Pembuatan Laporan Bulanan dan Laporan Akhir


Setiap akhir bulan Koordinator Lapangan menyiapkan laporan Bulanan yang mencakup kegiatan
pelaksanaan dan pengawasan serta permasalahan yang dilakukan pada bulan yang dilaporkan.
Laporan Akhir berisi laporan selama masa pelaksanaan pekerjaan dan pengawasan, dilaporkan dan
dibuat setelah pelaksanaan proyek sampai serah Terima Pekerjaan Sementara ( PHO ).

BAB VI
KINERJA KONTRAKTOR PELAKSANA
6.1. STRUKTUR ORGANISASI KONTRAKTOR
Dari Masing-masing Kontraktor Pelaksana yang telah tertera diatas, mempunyai struktur organisai untuk
proyek yang terdiri dari Site manager dan membawahi Pelaksana, Administrasi dan Peralatan
dilapangan. Personil Kontraktor mempunyai kemampuan kerja yang cukup, namum personil apabila
kurang lengkap sehigga administrasi proyek tidak tertangani dengan rapi dan masih terkesan serabutan
kurang profesinal. Yang seyogyanya dengan nilai kontrak fisik yang besar personil seharusnya lengkap
dan memadai.
6.2 PEMBAYARAN KEPADA KONTRAKTOR
Pembayaran kepada Kontraktor dibagi menjadi 3 ( Tiga ) tahapan yaitu :
1. Pembayaran Uang Muka
Pembayaran uang muka sebesar 30 % dari nilai kontrak. Adapun pengembaliannya dilakukan
dengan cara memotong Nilai Sertifikat Bulanan (MC) Sebesar 30 % setiap MC dan pada MC terakhir
pengembalian uang muka harus lunas.
2. Pembayaran Sertifikat Bulanan
Semua pekerjaan yang telah selesai dikerjakan dan telah disetujui oleh Direksi Teknik, dapt
dilakukan penagihan dengan cara mengjukan sertifikat bulanan yang jumlah nilainya sesuai dengan
pekerjaan fisik yang teleh diselesaikan pada bulan bersangkutan.
Pemotongan yang terdapat pada pembayaran bulanan antara lain :
1. Pembayaran sertifikat Bulan Lalu
2. Pengembalian Uang muka Sebesar 30 %
3. Pembayaran Uang Jaminan Pemeliharaan Sebesar 5 %
3. Pembayaran uang Jaminan Pemeliharan
Pembayaran kembali uang jaminan pemeliharaan apabila semuaKewajiban kontraktor selama masa
kontrak dan masa pemeliharaan sudah terpenuhi (selesai). Pembayaran dilakukan stelah Berita
Acara Serah Terima Akhir (FHO) dilaksanakan.
BAB VII
PERUBAHAN KONTRAK DAN ADDENDUM

7.1. UMUM

Pada pasal 16 dalam kontrak Pejabat Pembuat Komitmen berwenang melakukan beberapa perubahan
dalam kontrak, baik penambahan maupun pengurangan volume pekerjaan yang menurut pertimbangan
perlu atau diperlukan sekali, dan berwewenang memerintahkan kontraktor untuk melaksanakannya.
Perubahan elevasi, dimensi dan penambahan atau pengurangan pekerjaan tersebut dapat memenuhi
syarat sesuai dengan spesifikasi yang ada.
LAMPIRAN LAMPIRAN
LAMPIRAN PROGRES KEGIATAN
LAMPIRAN FOTO DOKUMENTASI

Anda mungkin juga menyukai