Anda di halaman 1dari 3

PENGETAHUAN ADALAH HARTA YANG PALING

BERHARGA
Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu
maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran
Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu. (Hosea 4:6).

Kata “tidak mengenal Allah” dalam ayat ini berarati “tidak mengetahui Allah” atau “tidak
memiliki ‘pengetahuan’ akan Allah”.

Saudara, tidak ada pengetahuan, kata nabio Hosea mengakibatan orang Isreael “binasa”.
Benarlah bahwa pengetahuan itu adalah merupakan harta yang terpenting.

Pada saat ini, kita sebagai seorang Kristen hendaknya mencintai “pengetahuan”.
Pengetahuan itu sangat penting dan dapat mengangkat harkat dan martabat kita.
Tetapi di balik itu saya juga ingin mengingatkan anda, jangan sampai anda lupa kepada
sumber pengetahuan itu. Siapakah sumber pengetahuan itu?
Amsal 2:6 “Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulutNya datang pengetahuan dan
kepandaian.
Sekarang ini begitu banyak orang-orang yang berusaha untuk mencari pengetahuan dan setelah
mendapatkannya mereka lupa kepada sumber pengetahuan itu.

Saudara pernah mendengar nama Charles Darwin? Dia pernah menjadi seorang
mahasiswa kependetaan, kemudian dia berusaha belajar dan belajar. Setelah memiliki banyak
pengetahuan, maka dia menyangkal Allah dengan mengajarkan teori evolusi.

Ada banyak contoh-contoh dari sejarah dan pada zaman kita sekarang ini yang dapat
menjadi pelajaran bagi kita untuk tidak melupakan sumber pengetahuan itu.

Pengetahuan adalah harta yang terbaik. Tetapi memiliki pengetahuan tentang Tuhan
adalah hal yang sangat menyedihkan.

Alkitab memberikan kesaksian bahwa Raja Solaiman adalah manusia yang paling
bijaksana yang pernah hidup di dunia ini. Tidak ada tandingannya, Ia hampir menguasai semua
bidang ilmu. Apa komentarnya mengenai pengetahuan?

Amsal 1:7 “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan... “

Raja Solaiman mengatakan bahwa pengetahuan tanpa Tuhan adalah sia-sia. Setinggi
apapun pengetahuan anda jika di dalam dirimu tidak ada Tuhan, itu adalah sia-sia.
“...segala sesuatu adalah sia-sia...”(Pengkhotbah 1, 2). Pengetahuan adalah harta yang
terbaik tetapi semuanya itu harus dibarengi dengan tingginya Yesus di dalam hatimu. Alkitab
juga mengajarkan agar kita berusaha untuk selalu memikirkan yang terbaik.

Filipi 4:8 “... semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci,
semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut di puji
pikirkanlah semuanya itu”.
Lebih jauh Allah menginginkan agar kita selalu menjadi “yang terbaik”. Ulangan 28:13
“Tuhan akan mengangkat engkau menjadi “kepala” yang bukan menjadi ekor, engkau akan tetap
naik dan bukabn turun”. Allah ingin kita menjadi yang terbaik. Bagaimana caranya? Jawab:
Kejar pengetahuan yang setinggi-tingginya tetapi harus selalu “mendengarkan perintah Tuhan
Allah” (Ulangan 28:13).

Saudara-saudara yang kekasih, dari sejak awal memang Allah menginginkan kita untuk
selalu menjadi yang terbaik. Itu adalah cita–citaNya. Anak-anak Tuhan harus menjadi yang
terbaik di tengah-tengah dunia ini.

Pada saat ini saya ingin mengetengahkan kepada saudara-saudara seorang mengerti
bahwa pengetahuan itu adalah harta yang paling berharga dan juga yang selalu berusaha menjadi
yang terbaik. Orang itu adalah “Yusuf”.

Saudara, Yusuf adalah anak kesayangan dari Yakub dan dia selalu di benci oleh saudara-
saudaranya. Predikat sebagai ‘anak kesayangan’, tidak membuat dia manja. Dia selalu berusaha
untuk belajar dan belajar. Dia juga selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik di antara saudara-
saudaranya dan orang-orang muda pada zamannya.

Pada saat saya mempelajari riwayat hidup Yusuf ini dalam Kejadian 30-50, dari seorang
muda yang sederhana menjadi seorang pemimpin yang ternama, saya dapati beberapa hal yang
positif dalam hidupnya. Saya mau membagi-bagi hal ini kepada kita semua, teristimewa kepada
orang-orang muda para anggota kelas tamatan.

Ada tujuh langkah yang penting yang membuat dia menjadi yang terbaik:

1. Dia disertai oleh Allah (Kejadian 39:2, 3).


2. Dia adalah seorang yang setia/jujur dalam usahanya. (Kejadian 39:5, 6).
3. Dia adalah seorang yang tahan uji (Kejadian 39:7-9)
4. Dia dikasihi oleh Allah (Kejadian 39:21)
5. Keadaan bersahabat dengan dia (Kejadian 40:5,8)
6. Dia menghormati Allah (Kejadian 41:16)
7. Dia diilhami Allah (Kejadian 41:25-36)
Saudara-saudara yang saya kasihi, pengalaman Yusuf menjelaskan kepada kita bahwa,
Pengetahuan yang kita peroleh dan keberhasilan kita menjadi yang terbaik adalah merupakan
karunia Allah. Keberhasilan anda merupakan pemberian Allah. Allahlah yang harus dimuliakan
atas keberhasilan anda ini.

Nasehat saya adalah kejarlah pengetahuan setinggi-tingginya, itulah harta yang paling
berharga dan berusahalah untuk menjadi yang terbaik. Saya ingin mengingatkan anda semua
bahwa pendidikan yang telah anda peroleh sekarang ini adalah merupakan awal dari kehidupan
anda. Pengetahuan anda saat ini belum cukup menghadapi kehidupan yang serba sulit saat ini.
Oleh sebab itu jangan berhenti sampai di sini, masih banyak ilmu yang harus anda raih. Dalam
era globalisasi sekarang ini anda dituntut untuk memiliki ilmu yang setinggi-tingginya dan
menjadi yang terbaik dari semuanya.

Saudara, sebelum saya mengakhiri pembahasan dalam bentuk tulisan ini, saya ingin
memberikan suatu pernyataan:

Orang sukses adalah pelajar seumur hidup. Mereka menyadari, pendidikan tak pernah
berakhir tetapi dimulai di setiap tingkatan kehidupan dan terus berlanjut hingga akhir kehidupan.

Carilah ilmu pengetahuan setinggi-tingginya tetapi jangan sampai melupakan Allah


sumber pengetahuan itu dan usahakanlah untuk selalu menjadi yang terbaik.