Anda di halaman 1dari 3

Manfaat proyek

Pabrik ini didirikan di Pati, Jawa Tengah bermanfaat dalam meningkatkan nilai tambah dari ubi kayu
yang dapat meningkatkan pendapatan maupun kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat
daerah Pati. Selain itu, pabrik ini dapat memberikan kepastian pasar bagi petani ubi kayu sehingga
akan meningkatkan produktivitas ubi kayu itu sendiri. Tak hanya itu, petani juga dapat mempelajari
standar mutu yang dibutuhkan oleh ubi kayu sehingga dapat menghasilkan ubi kayu yang baik
dengan harga jual yang lebih baik pula.

Feasibility

Pembangunan pabrik ini dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa aspek, yaitu ketersediaan
bahan baku, pangsa pasar, teknologi, sumber daya manusia, dan kondisi sosial budaya masyarakat.

a. Ketersediaan Bahan Baku

Pembangunan pabrik gula invert ini akan dilakukan di daerah Pati, Jawa Tengah. Provinsi Jawa
Tengah merupakan provinsi dengan peringkat nomer 2 se-Indonesia dalam hal penghasil ubi kayu
berdasarkan data dari Kementrian Pertanian Republik Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat sebagai
berikut:

Meskipun Lampung menghasilkan lebih banyak ubi kayu dibandingkan dengan Jawa Tengah, Jawa
Tengah tetap dinilai sebagai daerah yang memiliki potensi lebih baik jika didirikan pabrik. Hal
tersebut terbukti dengan pusat kegiatan industri yang ada di pulau jawa. Selain itu pulau jawa
memiliki kondisi infrastruktur yang lebih baik dibandingkan dengan Lampung.

Sedangkan data yang dimiliki oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah menunjukkan
bahwa produktivitas ubi kayu terbanyak ada di Kabupaten Pati.

Meskipun Wonogiri memiliki nilai produk dan luas lahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan Pati,
Pati tetap dinilai lebih berpotensi dibandingkan dengan Wonogiri. Pada dasarnya produksi adalah
pengubahan bahan dari sumber menjadi hasil yang diinginkan konsumen. Sedangkan produktivitas
sendiri adalah konsep yang menggambarkan hubungan antara yang diproduksi dengan sumber
berupa jumlah tenaga kerja, modal, tanah, energi, dsb yang dimanfaatkan untuk menghasilkan suatu
hasil. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa Wonogiri memiliki sumber daya melimpah
berupa umbi kayu, namun belum dapat termanfaatkan dengan baik. Hal ini dapat disebabkan oleh
kurangnya tenaga kerja, modal, dsb. Jika pabrik akan didirikan di Wonogiri, maka kemungkinan besar
pengeluaran cost perusahaan akan semakin besar karena membutuhkan tenaga kerja dari luar
Wonogiri, perbaikan infrastruktur, dsb.

b. Pangsa Pasar
Pemasaran dari gula invert ini sendiri ditunjukkan pada pasar industri yang membutuhkan
pemanis berupa gula invert dalam komposisi produknya. Industri sendiri lebih banyak
berada di daerah Jawa. Maka dari itu, pendirian pabrik gula invert di Jawa Tengah
merupakan peluang yang baik. ((tolong tambahin))
c. Teknologi
((gatau tolong tambahin))
d. Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia yang dimiliki oleh Pati sendiri cukup banyak sehingga dapat
diberdayakan dalam produksi gula invert. Kurangnya tenaga ahli dalam bidang ini dapat
diatasi dengan dilakukannya pelatihan dalam meningkatkan kemampuan dari sumber daya
manusia yang ada.
e. Kondisi Sosial Budaya Masyarakat
Kondisi sosial budaya masyarakat Pati sendiri dinilai cukup mendukung dalam
pengembangan pabrik gula invert ini. Terutama dari petani ubi kayu sendiri yang
mendapatkan pasar tetap jika didirikan industri gula invert. Selain itu, perilaku masyarakat
Jawa yang cenderung rajin dan senang mempelajari hal baru juga cukup mendukung
pendirian pabrik ini.