Anda di halaman 1dari 4

KEINGINAN ALLAH YANG TERUTAMA

Tuhan tidak lalai menepati janjiNya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai
kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia mengkehendaki supaya jangan ada yang
binasa, melainkan supaya semua ornag berbalik dan bertobat. (2 Pet. 3:9).

Kita bersyukur atas segala berkat dan pimpinan Tuhan pastinya masih menyertai kita.
Saudara, seandainya ada dosa kesayangan yang dipelihara sepanjang tahun ini, biarlah itu lepas
dari diri kita.

Saudara, untuk dapat memperbaiki diri kita dalam hal kerohanian untuk masa mendatang,
ada satu hal yang perlu kita ketahui, yakni mencari tahu apakah “Keinginan Allah Yang
Terutama” dari dirimu.

Untuk itu saya mengajak saudara membuka kembali Alkitab saudara agar kita dapat
membaca ulang apa yang Rasul Petrus tuliskan dalam bukunya 2 Petrus 3:9:

a. Tuhan tidak lalai menepati janjiNya


b. Sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian
c. Tetapi Ia sabar terhadap kamu
d. Karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa
e. Melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.
Dari ayat di atas kita akan membahas lima hal:

A. TUHAN TIDAK LALAI MENEPATI JANJINYA

Alkitab mencatat beribu-ribu janji yang diberikan kepada manusia oleh Allah. Dimulai
dengan janji untuk menyelamatkan manusia dalam Kejadian 3:15. Salah satu janji Allah yang
paling saya senangi ialah janji bahwa “Ia akan datang lagi dalam Yohanes 14:1-3.

Janji-janji Allah yang dituliskan di Alkitab adalah janji-janji yang pasti dan harus
ditepati. Berbeda dengan janji manusia, maka janji yang keluar dari mulut Allah ialah suatu suatu
janji yang tidak perlu dikhawatirkan lagi kebenarnya.

Saudara, ada beberapa hal yang menggembirakan dalam janji Allah yang terdapat dalam
Yohanes 14:1-3 itu. Disana disebutkan bahwa Ia akan datang kembali ke dunia ini untuk
menjemput umatNya. Dia juga datang untuk membinasakan orang berdosa, yakni orang-orang
yang tidak mau bertobat dari melakukan dosa. Disamping itu Ia juga akan memulihkan surga di
atas dunia.

Alkitab telah mencerikan bahwa tanda-tanda kedatanganNya itu sudah dekat dalam
Matius psl. 24.
B. WALAUPUN ADA YANG MENGANGGAPNYA SEBAGAI KELALAIAN:

Rasul Paulus dalam 2 Petrus 3:4 memberikan alasan


mengapa orang-orang berkata bahwa Tuhan lalai menepati janjiNya. Mengapa sampai ucapan ini
keluar dari mulut manusia.

Saudaraku, tidak lain ialah oleh karena mereka sudah tersabit dengan dunia; karena sifat
manusia yang tidak mau tahu.

Keterlambatan kedatangan Kristus bukanlah karena kelalaianNya melainkan hanyalah


untuk memberi kesempatan kepada manusia, agar manusia itu berhenti dari berbuat dosa.

C. TETAPI IA SABAR TERHADAP KAMU

Musa dikenal sebagai orang yang sabar di atas permukaan dunia ini. Tetapi jauh lebih
sabar lagi Tuhan kita. Tuhan itu amat sabar. Bahkan Ia sabar terhadap kesabaran kita.

Alkitab mencatat kesabaran Tuhan dalam Matius 23:37 sama seperti induk ayam
mengumpulkan anaknya.

Kesabaran Tuhan nyata dalam kesabaran Yesus pada saat Dia disiksa, Ia tidak melawan
malahan Ia masih mengatakan “Ya Bapa ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang
mereka perbuat” Lukas 23:34.
Tuhan sangat mengasihi kita, Ia sabar untuk mendidik kita. Ia mengetahui ketidaktahuan
kita.
Masih jelas dalam ingatan kita tentang kisah “Anak yang Hilang” dalam Lukas 15:11-32.

Saudara, di daerah Timur keinginan untuk meminta pembagian warisan sementara


orangtuanya masih hidup
adalah aib yang sangat besar bagi keluarga. Itu berarati ia menghendaki agar bapanya cepat mati.

Begitulah hal yang dilakukan anak oleh anak bungsu yang hilang itu. Setelah ia
mendapatkan haknya, segala uang dan harta benda itu dihambur-hamburkannya dengan berfoya-
foya. Akhirnya secara perlahan-lahan uang itupun habis, sehingga ia bekerja sebagai gembala
babi, yakni suatu pekerjaan yang paling rendah dan hina bagi seorang Yahudi. Dia terancam mati
kelaparan dan akhirnya memutuskan untuk pulang kampung.

Jelas sekali bahwa anak yang bungsu itu telah mencoreng arang di wajah bapaknya, dia
telah membuat malu bapaknya, dia telah menghabiskan harta bapaknya. Tetapi di emperan
rumah sana bapaknya masih saja sabar menunggunya.

Karena sejahat-jahatnya anak itu, dia tetaplah anaknya. Cinta si bapak terhadap anaknya
tidak dapat dilunturkan oleh kenakalan anaknya. Ayahnya masih saja tetap sabar menunggunya.
Demikian pula dengan Allah. Ia tetap saja sabar menunggu kita unatuk datang kembali
kepadaNya. Cinta Allah kepada kita tidak akan lekang oleh kejahatan yang kita miliki.

D. KARENA IA MENGHENDAKI JANGAN ADA YANG BINASA:

Tidak ada lain, keinginan Allah yang terutama ialah “Bahwa Ia tidak menghendaki kita
binasa”.

Tuhan tidak lalai menepati janjiNya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai
kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia tidak menghendaki kita binasa melainkan
semua orang berbalik dan bertobat.

Saudaraku, Ia telah pergi untuk menyediakan tempat bagi kita semua dan akan datang
lagi menjemput kita. Ia ingin agar kita bersatu semua dan hidup bersama-sama. Tuhan rindu agar
Firman-Nya dalam Mazmur 133:1

Karena indahlah dan manisnya jika saudara bersaudara itu duduk dengan rukun, dan ini
akan segera terwujud.

E. MELAINKAN SUPAYA SEMUA ORANG BERBALIK DAN BERTOBAT:

Kata “semua” di sini berarti semua umat:


- jangan seperti Yudas, yang tidak mau menggabungkan diri dengan rombongan
murid-murid itu untuk mengikut Yesus.

Kata “semua” di sini juga berarai seluruh anggota keluarga:

- jangan seperti Kain, anak Adam yang memilih untuk tidak mengikuti orangtuanya
untuk setia kepada Allah.

- Jangan seperti istri Lot, yang tidak mau seirama dengan suami dan anak-anaknya
mengikuti perintah malaikat, oleh karena hatinya yang diikat oleh harta kekayaan
di rumahnya yang di bumi hanguskan api dari Surga.

- Jangan seperti keluarga Akhan, yang seluruhnya dengan sengaja menentang


Musa, wakil Allah itu.

Tetapi harus seperti keluarga Nuh, yang semuanya serentak mengikuti nasehat dan petunjuk serta
firman Allah.

Saudaraku, syarat untuk tidak binasa, syarat untuk dapat hidup bersama Allah dalam
kerajaan Surga cukup sederhana, dan dapat dilakukan oleh semua orang, kalau dia mau, yakni:

a. mengakui dosanya (1 Yohanes 1:9)

b. jangan berbuat dosa lagi (Yohanes 8:11)


Saudaraku, biarlah kita datang sekarang kepada Allah. Meninggalkan segala dosa-dosa
kita termasuk yang terkecil sekalipun. Bahkan tahun 1990 yang sebentar lagi kita masuki
menjadi satu tahun pembaharuan dalam hidup kerohanian kita.

Saudaraku, jangan lagi tunda untuk datang kepadaNya dan meninggalkan kesalahanmu.
Sebab satu detik terlalu terlambat saudara, sebab mungkin hari esok tidak akan pernah tiba.

Agar saudara mengetahui betapa ruginya menunda.