Anda di halaman 1dari 31

SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN PEMBANGUNAN SUMBER AIR BERSIH SUMUR BOR BERSERTA INSTALASI DI BBI KALIORANG

Pasal 1 LINGKUP PEKERJAAN

1. Pekerjaan Persiapan

2. Pekerjaan Penyediaan Sarana Air Bersih (Sumur Artesis)

3. Pekerjaan Pemeliharaan

Pasal 2 PERINCIAN PEKERJAAN

1. Pekerjaan Persiapan

2. Pekerjaan Tanah

3. Pekerjaan Urugan Pasir

4. Pekerjaan Pasangan Batu Kali 1 PC : 4 Ps

5. Pekerjaan Pasangan Batu Bata 1 PC : 4 Ps

6. Pekerjaan Plesteran 1 PC : 3 Ps + Acian

7. Pekerjaan Beton Bertulang

8. Pekerjaan Pembuatan Sumur Bor

9. Keamanan dan Kesehatan Kerja

10.Pekerjaan Pemeliharaan

11.Lain-lain

Pasal 3 L O K A S I

Pekerjaan yang akan diselenggarakan oleh kontraktor terletak di, Kecamatan Kaliorang

Kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur

Daftar Gambar terlampir

Pasal 4 G A M B A R

Pasal 5 PEKERJAAN PERSIAPAN

1. Kontraktor sebelum melaksanakan pekerjaan terlebih dahulu wajib mendirikan bangunan

kantor/Direksi Keet dan los bahan yang dekat dengan lokasi pekerjaan, bangunan dibuat dari

rangka kayu borneo klas II, dinding tripleks, atap seng gelombang, lantai tanah ditinggikan dan

dipadatkan, sarana sanitasi, air, penerangan dan komplit dengan mebelair perkantoran yang

diperlukan.

2. Papan nama proyek harus dibuat dengan menggunakan bentuk dan ukuran sesuai standar

Kabupaten Kutai Timur sebanyak satu buah ditempatkan pada lokasi yang dapat dibaca untuk

umum.

3. Kontraktor wajib melakukan pengukuran-pengukuran/ pematokan dan pemasangan bowplank

menurut gambar rencana yang disesuaikan dengan keadaan lapangan dengan persetujuan

Pimpinan Pelaksana .

4. Kontraktor harus menyediakan segala peralatan yang dibutuhkan untuk pekerjaan yang tertuang

dalam kontrak ini.

Pasal 6 PEKERJAAN TANAH

1. Galian tanah dilaksanakan untuk semua pekerjaan pondasi batu kali dan pekerjaanground tank.

Kedalaman yang direncanakan sesuai dengan ukuran yang tertera dalamgambar dan petunjuk

Pimpinan Pelaksana.

2. Galian tanah dilaksanakan untuk mendapatkan ketinggian tanah dasar serta kemiringansesuai

dengan gambar kerja.

3. Semua unsur pengganggu yang terdapat dalam pengerjaan galian seperti akar,

tunaspohon, sisa kayu-kayuan dan bekas bongkaran harus disingkirkan dari lokasi.

4. Semua galian harus cukup kuat dan tidak mudah roboh pada bagian yang mudah longsor atau

bagian yang di tunjuk oleh Pimpinan Pelaksana, Kontraktor mengadakan tindakan pencegahan

dengan papan-papan penahan atau cara lain, apabila terjadi sesuatu akibat kelalaian

kontraktor semua resiko menjadi tanggung jawab kontraktor sepenuhnya.

5. Sesudah galian selesai kontraktor harus memberitahukan Pimpinan Pelaksana

terlebihdahulu dan tidak diperkenankan untuk melaksanakan pengurugan sebelum

persetujuanPimpinan Pelaksana .

6. Urugan tanah dilakukan jika ketinggian tanah dasar terlalu rendah dari ketinggianrencana,

ketinggian dari tanah urugan harus mendapat persetujuan dari Pimpinan Pelaksana.

7.

Apabila dilokasi yang akan diurug terdapat lapisan Lumpur/sampah, maka

kontraktor diwajibkan terlebih dahulu membuang lapisan Lumpur/sampah tersebut.

8. Pengurugan hanya boleh dilakukan setelah ada persetujuan Pimpinan Pelaksana,

apabilakontraktor melaksanakan pengurugan kembali sebelum disetujui Pimpinan

Pelaksana,maka semua resiko menjadi tanggung jawab kontraktor.

9. Tanah urug harus bersih dari semua Lumpur, tumbuh-tumbuhan, sampah, dan

harusmemenuhi syarat untuk tanah urug. Pemakaian tanah urug yang memenuhi syarat dapat

disetujui oleh Pimpinan Pelaksana.

Pasal 7 PEKERJAAN URUGAN PASIR

1. Urugan pasir harus dilaksanakan dibawah semua pekerjaan pondasi batu kali dan lantaikerja.

2. Pasir urug harus bersih dari akar-akaran, lumpur dan kotoran kotoran lainnya yang

mudah membusuk dan pasir ini harus tahan terhadap asam, ukuran partikel maximum 20

mm,kemudian dipadatkan oleh alat pemadat vibrator lapis demi lapis sampai ketebalan

yangditetapkan. Sebelum pasir diurug pemborong harus menyerahkan contohnya kepada

Pimpinan Pelaksana.

Pasal 8 PEKERJAAN PASANGAN BATU KALI.

1. Untuk pasangan batu kali, batu yang dipakai mempunyai sisi tajam, keras serta

bersih dari lumpur, mempunyai 3 muka pecahan dan harus mendapat persetujuan

PimpinanPelaksana terlebih dahulu.

2. Pada seluruh pasangan batu kali dipasang terlebih dahulu pasangan batu kosong yaituberupa

pasangan batu kali tanpa adukan, disusun tegak satu persatu dan diisi pasir (aanstamping).

3. Bila pada lubang galian terdapat banyak air genangan disebabkan oleh air tanah maupunair

hujan, maka seluruh pasangan dimulai, setelah terlebih dahulu air yang ada, dipompa hingga

dasar galian menjadi kering. Pemborong diwajibkan mengulangi pekerjaantersebut diatas bila

Pimpinan Pelaksana masih memandang belum kering, dan hal ini menjadi tanggung jawab

pemborong sepenuhnya.

4. Jika pemasangan pondasi terpaksa dihentikan maka ujung penghentian pondasi harusbergerigi

agar pada waktu penyambungan berikutnya terjadi ikatan yang kokoh dansempurna serta

selama pemasangan harus dilindungi terhadap hujan.

5.

Campuran yang dipergunakan untuk pondasi batu kali adalah 1 Pc : 4 Psr dan padaseluruh

bagian dasar pondasi dipakai alas pasir urug setebal 5 - 10 cm.

6. Semen yang digunakan untuk pekerjaan pasangan batu kali harus memenuhi syarat-syarat NI-8

dan mendapat persetujuan dari Pimpinan Pelaksana Selama pengangkutansemen harus

dilindungi terhadap hujan/cuaca serta dilever dalam bungkus asli.

7. Air yang digunakan untuk pengadukan harus bersih, bebas dari zat-zat yang

merusak,mempengaruhi daya ikat semen.

8. Pasir pasang yang digunakan harus bersih, keras tidak berpori awet artinya tidak mudahpecah

atau hancur bebas dari tanah liat dan bahan-bahan lain yang mudah membusukdan

mempengaruhi daya ikat semen. Sebelumnya pemborong menyerahkan contoh pasir yang akan

digunakan kepada Pimpinan Pelaksana untuk mendapatkan persetujuan.

Pasal 9 PEKERJAAN PASANGAN BATU BATA

1. Air, Jenis semen dan pasir yang digunakan sama seperti yang disyaratkan

padapekerjaan pasangan batu kali.

2. Adukan dilaksanakan dengan tenaga manusia atau dengan mesin, adukan dilakukandiatas

landasan yang keras dan bersih dari kotoran tidak boleh memakai adukan yangtelah mulai

mengeras atau dipratali untuk dipakai.

3. Campuran yang dipergunakan untuk pasangan batu bata adalah 1 PC : 4 Psr.

4. Sebelum dipasang batu bata harus direndam dalam air sehingga jenuh air.

Pekerjaandinding bata harus dipatok dan dibangun sesuai ukuran, ketebalan dan tinggi seperti

yang tercantum dalam gambar rencana, bata dipasang dengan sisi tegak dan datar setebal 1

cm, tiap tahap pemasangan dinding bata tidak boleh dilaksanakan lebih tinggidari 100 cm,

semua siar dinding dikeruk sedalam 0,50 cm untuk menjamin melekatnyaplesteran pada

dinding.

5. Dinding dan pasangan bata lainnya selama pemasangan harus dilindungi terhadap hujan.

Pasal 10 PEKERJAAN PLESTERAN

1. Pekerjaan

plesteran

dikerjakan

pada

semua

dinding

bagian

luar

maupun

dalam

2.

2. Air, Semen dan Pasir (yang telah diayak) yang dipakai untuk pekerjaan plesteran adalahsama

yang telah disyaratkan pada pekerjaan pasangan batu kali

3. Semua dinding yang akan diplester harus disikat dengan sikat kaku untuk menyingkirkanbahan-

bahan yan menempel dipermukaan, kemudian disiram air dengan sempurna.

4. Pekerjaan plesteran tidak boleh dimulai sebelum dinding pasangan bata telah betul-

betulkering.

5. Perbaikan bidang-bidang plesteran baik bidang yang baru dibongkar atau diperbaiki lagi,maupun

bidang lama yang direhabilitasi harus dikerjakan sedemikian rupa sehinggasambungan

plesteran benar-benar merupakan satu bidang rata, tidak retak dan terjadiikatan

yang benar-benar kuat.

6. Plesteran diratakan dengan acian semen dan digosok hingga halus.

Pasal 11 PEKERJAAN BETON BERTULANG

1. Semua pekerjaan beton harus memenuhi persyaratan Peraturan Beton Indonesia (PBI)1971 NI

2 sebagai persyaratan minimum.

2. Air yang digunakan sama dengan yang disyaratkan pada pekerjaan pasangan batu kali.

3. Jenis semen yang digunakan sama seperti yang disyaratkan pada pekerjaan pasanganbatu kali.

4. Agregat kasar harus keras tidak berpori, awet artinya tidak pecah atau hancur

olehpengaruh cuaca. Tidak boleh mengandung lumpur atau zat-zat yang merusak

beton. Agregat halus harus terdiri dari butir-butir tajam dan keras, tidak

mengandung lumpur danbahan-bahan yang mengurangi kekuatan beton.

5. Mutu beton yang digunakan adalah K.175 standard Peraturan Beton Indonesia

(PBI)1971.

6. Pengujian beton dilakukan sesuai dengan seksi 4.7. dari Peraturan Beton Indonesia

(PBI)1971, termasuk pengujian slump maupun kekuatan beton jika memenuhi slump yang

ditetapkan maka harus disingkirkan keluar lapangan kerja dan semua resiko menjadi tanggung

jawab pemborong. Pengujian slump harus memenuhi syarat-syarat yang tercantum di bawah

ini :

Slump (cm)

Slump (cm) Minimum

Minimum

Maksimum Dinding dan plat pondasi 12.50

Maksimum Dinding dan plat pondasi 12.50

Plat, balok, kolom dan dinding 15

Plat, balok, kolom dan dinding 15

Pengerasan jalan

7.50

5

7.50

5

Kecuali ditetapkan lain oleh Pimpinan Pelaksana mengingat cuaca, cara transportasi dan lain- lain.

7. Jika hasil pengujian kekuatan beton tidak memenuhi syarat maka harus dijalankanprosedur

koreksi yang tercantum pada Peraturan Beton Indonesia (PBI) 1971.dan biayaperbaikan yang timbul karenanya menjadi tanggung jawab pemborong.

8. Semua beton harus diaduk dengan menggunakan mesin adukan beton dengan kapasitas tidak kurang dari 250 ltr.

9. Jika adukan tidak menurut campuran rencana yang ditetapkan maka adukan

tersebutharus disingkirkan segera dari lapangan kerja oleh pemborong. 10.Pengecoran tidak diizinkan dimulai sebelum cetakan dan pembesian dari bagian-bagian konstruksi bersangkutan selesai dilaksanakan seluruhnya dan izin untuk pengecoran dikeluarkan oleh Pimpinan Pelaksana. 11.Tidak diperkenankan mengecor dalam cuaca hujan terkecuali dilakukan tindakan- tindakan pencegahan/pengamanan oleh pemborong yang disetujui oleh Pimpinan Pelaksana. 12.Semua kotoran dan benda-benda lepas harus disingkirkan sebelum pengecoran dilaksanakan dan juga bidang cetakan yang bersentuh dengan beton harus dibasahi dengan air bersih segera sebelum pengecoran. 13.Pemadatan beton dilakukan dengan mesin penggetar (Thriller) dan ditusuk-tusuk dengan stick agar terhindar dari lubang-lubang yang tidak terisi pada pengecoran. 14.Semua pekerjaan penulangan besi harus memenuhi persyaratan dan syarat-syarat dalamPeraturan Beton Indonesia (PBI) 1971 NI-2 mutu tulangan yang dipakai U.24. 15.Penulangan harus bersih dari minyak, kotoran cat, karat atau bahan-bahan yang merusaklainnya. 16.Detail pembengkokan besi beserta toleransinya harus sesuai dengan yang disyaratkan pada Peraturan Beton Indonesia (PBI) 1971. 17.Besi beton harus ditumpuk lepas dari tanah dan tidak boleh ditempatkan pada udara terbuka terlalu lama.

18. Kawat pengikat harus terbuat dari baja lunak dengan diameter 1 mm dan harus diikat kuat pada

posisinya yang tepat, sehingga mencegah lepas pada waktu pengecoran.

19.Cetakan beton harus memakai kayu berkualitas baik atau kayu lapis yang tebalnya tergantung

kepada kualitas dan jarak dari tumpuan cetakan.

20.Cetakan beton harus dibuat cukup kuat sehingga tidak terjadi getaran yang

merusak maupun perubahan yang berarti, karena adukan beton dan tekanan lainnya.

21.Sebelum pengecoran dimulai bentuk bekasting ukuran-ukuran dan penulangan harus mendapat

persetujuan Pimpinan Pelaksana.

22.Selama 7 (tujuh) hari setelah pengecoran, beton harus dijaga kelembabannya

dengandigenangi air dan ditutup karung basah terus-menerus.

23. Pembongkaran cetakan beton dilaksanakan setelah beton hampir 27 hari, pembongkaran

dilakukan setiap bagian pekerjaan beton harus mendapat persetujuan dari Pimpinan Pelaksana.

Pasal 12 PEKERJAAN PEMBUATAN SUMUR BOR

1. Pendahuluan

Uraian dan syarat teknis dibawah ini dimaksudkan untuk memberikan keterangan

kepadakontraktor tentang gambaran secara umum mengenai macam pekerjaan, jumlah

pekerjaanyang akan dilaksanakan, bahan-bahan yang harus digunakan untuk dapat

menghasilkansumur bor yang sesuai dengan rencana yang dikehendaki.

2. Personil dan Peralatan Pemboran

Kontraktor harus menyediakan peralatan pemboran yang lengkap dan tenaga-tenaga yang

cakap dan berpengalaman untuk menggunakan peralatan bor dan perlengkapan lainnya.

Didalam penawaran harus dilampiri keterangan-keterangan mengenai :

a. Daftar pengalaman dari Kontraktor mengenai sumur dalam dan sumur dangkal yang pernah

dikerjakan mencakup kedalaman, diameter, jumlah sumur yang pernah dikerjakan dan

spesifikasi teknis sumur lainnya.

b. Nama personil dan pengalamannya yang akan bertanggung jawab dalam pekerjaan

yangakan dilaksanakan. Tenaga Site Engineer minimal STM Teknik yang memiliki SKK

Pelaksana Pengeboran Air Tanah dengan 3 (Tiga) tahun pengalaman dalam pemboran air

tanah.

c. Merk alat bor dan modelnya, serta alat bantu lainnya yang akan dipakai dalam pekerjaan ini

termasuk pompa lumpur, pompa testing, compressor, logger dan lain-lain.

3. Pekerjaan Persiapan Yang termasuk dalam pekerjaan persiapan adalah seperti yang tercantum dalam spesifikasi teknis umum, dimulai dari persiapan pekerjaan sampai terselesaikannya pekerjaan pemboran. Kontraktor bertanggung jawab dan menanggung semua biaya/resiko yang diakibatkan oleh semua kecelakaan, pencurian dan lain-lain. Pada pekerjaan persiapan Kontraktor harus mempersiapkan semua peralatan dan bangunankerja lainnya sehingga selalu dalam kondisi siap pakai, mencakup semua persiapan peralatan, alat-alat bantu, jalan masuk, pengurugan plat form/lantai kerja dan lain-lain. Pos ini juga termasuk pekerjaan pembersihan lapangan setelah pekerjaan pemboran selesai secara keseluruhan.

4. P e m b o r a n

S u m u r

U j i

P r o d u k s i

a. Umum Pemboran akan dilaksanakan dengan maksud untuk penyelidikan potensi air tanah,termasuk kondisi geologi/hidrogelogi dan test kapasitas debit serta kualitas air,

b. Volume PekerjaanPekerjaan pembuatan sumur bor dengan perincian sesuai dengan Bill Of Quantities(BOQ)

c. Lokasi PemboranPerkiraan sementara lokasi sumur bor dapat, dilihat pada lampiran gambar. Penentuan lokasi sumur secara pasti akan ditentukan kemudian oleh pihak Pemberi Tugas, kemudian lokasi tersebut akan ditunjukkan di lapangan oleh direksi/tenaga Ahli.

d. Cara Pelaksanaan Kontraktor akan memilih cara-cara pemboran sesuai kondisi geologi daerahnya. Pemilihan metoda dan kontrolnya yang menjadi tanggung jawab kontraktor. Untuk daerah yang terdiri dari formasi batu gamping sangat dianjurkan agar menggunakan sistem air flush tetapi sebelum memulai pekerjaan, agar prosedur tersebut disetujui terlebih dahulu oleh Pemberi Tugas. Semua bahan-bahan penunjang yang diperlukan disediakan sendiri oleh Kontraktor dan harus memenuhi persyaratan teknis yang telah ditentukan pembiayaannya sudah termasuk dalam biaya pemboran per meter.

e. Urutan-urutan Pelaksanaan :

ii.

Bor Pilot Hole dengan diameter minimum 150 mm Selama pemboran pihak kontraktor harus melakukan hal-hal sebagai berikut:

Pengambilan cutting pemboran tiap interval kedalaman 1 meter. Deskripsi cutting/core yang; disajikan dalam bore log. Pengamatan kecepatan penetrasi pemboran untuk tiap penurunan 1 meter stangbor. Catat ketinggian muka air pada setiap hari sebelum pekerjaan dimulai pada pagihari dan setelah pekerjaan ditentukan pada sore hari. Mengamati dan mencatat besaran EC, pada setiap lapisan yang diduga sebagaia kuifer.

iii. Segera setelah selesai pilot hole sesuai spesifikasi teknis lakukan logging.

iv. Pasang temporary pump casing

v. Lakukan pump out test

vi. Kirimkan kepada Pemberi Tugas, hasil-hasil :

Deskripsi cutting pemboran berikut contohnya. Data-data pump out test, berikut hasil test contoh air dan laboratorium Hasil logging/grafik

vii. Tunggu keputusan tentang kelanjutan pekerjaan apakah sumur langsung direaming,pindah atau berhenti (stop).

viii. Kedalaman pemboran disesuaikan dengan hasil Geolistrik

5. K e m i r i n g a n / Deviasi Radial deviasi dari pusat lubang bor secara teoritis dari sumur vertikal adalah tidak lebih dari 0,5 % selaras dengan kedalaman. Kemiringan ini akan ditest dengan sistem plumbness .

6. P e r a l a t a n dan Material Semua peralatan dan material adalah mengikuti standard SII atau yang sederajat.

7. D r i l l i n g R i g s / A l a t B o r Kontraktor harus menyediakan peralatan yang sesuai dengan spesifikasi teknis yang diminta. Adapun batasan-batasan teknis secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Untuk mesin bor putar atau Hydraulic Rotary harus mempunyai kapasitas berkemampuan membor sampai dengan diameter 500 mm / 20 inchi pada kedalaman 200meter. Jika peralatan yang dipakai :

b. Untuk rotary percussion perlu disediakan alat Down the hole hammer, diameter minimum150 mm/6 inchi kedalaman 200 m. c. Untuk coring, melalui bar harus mempunyai kapasitas minimum berkemampuan membor dengan diameter maksimum 100 mm/4 inch pada kedalaman 150 m. Sistem pemborandapat dilakukan dengan menggunakan core barel, jenis double tube atau menggunakan triple tube dengan sistem wire line sampling . Untuk semua alat bor diatas harus mampu mengangkat beban seberat 4500 kg (hoistingcapasity). Untuk setiap sumur harus disediakan 1 (satu) unit yang terdiri 1 (satu) drillingrigs dan pompa lumpur. Sebelum mobilisasi akan dilakukan pemeriksaan unit Rig peralatan. Mengingat hampir semua lokasi pemboran mempunyai lahan sempit maka tiap penyangga/ tackel yang digunakan adalah jenis box bukan Tripod.

8. P o m p a L u m p u r d a n K o m p r e s o r Sebagai penunjang utama drilling rigs kontraktor harus pula menyediakan pompa lumpur untuk pompa sirkulasi atau kompresor untuk sistem air air flush . Pompa lumpur harusbertipe piston kapasitas pompa adalah 600l/min pada 24 Kg/cm2 didalam penyediaanpompa lumpur dilapangan harus diperhitungakan panjang sirkulasi dan lubang bor ke bak lumpur, sehingga dipertimbangkan bahwa sample cutting yang diperoleh cukup bias mewakili penetrasi kedalamannya, dan juga efek perembesan kedalam lubang bor. Kontraktor harus menyediakan pada setiap drilling unit alat pengetesan lumpur pemboran seperti :

Mud balance / timbangan lumpur, Marsh furnel (ukuran untuk density/viscosity), pH indikator paper (kertas pHI) dan sebagainya. Mixer (pengaduk) lumpur bor Wall building tester Sand content laser set Stop wacth Alat ukur EC meter Kantong plastik untuk contoh cor Kotak contoh cutting Kotak untuk contoh core

Jerigen untuk contoh air Demi kelancaran pekerjaan kontraktor diwajibkan menyediakan lumpur cadangan yangdiperhitungkan sesuai kebutuhan dan waktu gantinya. Bila pemboran dengan air flush makakontraktor harus menyediakan kompresor dengan kapasitas 650 cfm pada 12 bar.

9 . S t a n g

B o r

/

Dr r i l l

R o d ,

P e m b e r a t

/

Co l l a r

d a n

S t a b i l i z e r

Semua alat bantu tersebut harus berstandar API atau lainnya yang setara stang bor/drill rod,adalah 89 m/3,5 inch. Dalam pelaksanaannya harus digunakan drill collar dan stabilisator untuk mencegah kemungkinan tidak lurus lubang bor, sehingga akan

merugikan pihakkontraktor sendiri.

10.

P i p a

K o n d u k t o r

/

S u r f a c e

C a s i n g

/

P i p a

P e l i n d u n g

Untuk sistem bor putar pemakaian pipa konduktor untuk mencegah runtuhnya lubang bor adalah sangat penting. Pipa konduktor ini harus dipasang dalam keadaan yang normalminimum 12 m sebagai pengaman, pada kondisi-kondisi khusus mungkin perlu lebih dalamlagi.

1 1 . L u m p u r

P e m bo r a n

Cara sirkulasi dengan lumpur atau udara mungkin akan dipakai tergantung pada pertimbangan teknis dan kondisi geologi daerahnya. Pemilihan jenis lumpur harus mendapat persetujuan dari Pemberi Tugas. Kontraktor akan memilih macam atau jenis lumpur pemboran yang sesuai dengan kondisi daerahnya/formasi geologinya. Kontraktor harus selalu memonitor densitas dan viskositas lumpur pemboran tersebut yang dituangkan

dalam laporanharian. Disarankan untuk menggunakan bentonite yang berkualitas baik. Syarat untuk larutan pemboran adalah harus mempunyai kualitas yang baik dan tidak dapat hilang fungsinya dalam selang waktu tertentu/hancur sendiri dengan viskositas ± 15 centi poise (40 detik). Penggunaan bahan kimia tambahan seperti mika atau toxic tidak diijinkan, karena sumur ini adalah untuk kepentingan air minum. Bila terjadi water losses , agar segera dicatat dan diukur serta diatasi pada tingkat awal harus diatasi oleh Kontraktor. Penggunaan lumpur pemboran atau material lainnya sudah masuk kedalam biaya per meter pemboran. Untuk ini Kontraktor hatus betul-betul mempelajari kondisi geologi bawah permukaan secara teliti untuk mencegah kemungkinan salah perhitungan.

1 2 . P e n c a t at a n

Ti ng g i

M u k a

A i r

( St a t i c

W a t e r

L e v e l )

Kontraktor harus menyediakan alat pengukur tinggi muka air yang khusus (elektronis) dengan ketelitian 1 cm dan selalu berada di lapangan selama aktivitas pekerjaan berlangsung. Tinggi muka air harus selalu dicatat sebelum memulai pekerjaan pemboran dan setelah selesai pemboran setiap hari dan dibuatkan grafiknya. Bila keadaannya positif artesis, maka yang diukur adalah tinggi titik matinya air atau debitnya dilaksanakan setiap hari juga biaya dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah masuk dalam pos pembuatan pilot hole.

1 3 . A l a t

P a n ci n g

Kontraktor harus menyediakan 1 set lengkap alat pemancing (topper) termasuk hydraulic jack yang sesuai sehingga tidak banyak waktu yang terbuang untuk menunggu, apabila suatuwaktu diperlukan. Ketidak tersediaan peralatan ini di lapangan menjadi resiko kontraktor.

1 4 . P e n y e m e n a n

( ce m e n t i n g)

Pada kondisi tertentu pengawas teknis lapangan mungkin memerintahkan penyemenan, missal untuk keperluan penanggulangan runtuhan/caving lapisan aquifer yang payau

(asin), dan formasi water losses. Pembungkus semen dibuat dengan campuran 1 zak semen ± 25 lt air, pada keadaan tertentu diperlukan penambahan cement add . Pos ini sudah termasuk dalam pekerjaan lubang bor.

1 5 . S a m p l i n g Contoh hasil pemboran/drill cutting sampling dan coring sampling perlu diambil pada setiap meter kemajuan pemboran perubahan lapisan batuan. Kontraktor harus menyediakan dilokasi pemboran peralatan yang cocok untuk mengambil sampling. Untuk drill coring sampling, core yang dihasilkan minimum 75% dan setiap sample dimasukkan kedalam kotak yang telah disediakan oleh kontraktor diberi identitas seperti diatas. Untuk drill cutting sampling, cutting yang diambil setiap contohnya adalah 1 kg terbagi menjadi 2 contoh sebanyak 0,5 kg contoh cutting dicuci & dikeringkan, dan 0,5 kg lagi cukup dikeringkan saja.

1 6 . P u m p

O ut

T e st

Prosedur pelaksanaan pump out adalah sebagai berikut :

Dilakukan setelah selesai pekerjaan pilot hole dan logging. Konstruksi test :

cassing diameter 150 mm sepanjang 40 m (temporary) casing), untuk rumah/ pelindung pompa. Lamanya pemompaan 24 jam dan data-data dicatat seperti pekerjaan pumping test.

Pompa selam (submersible pump) diameter

4 .

Kapasitas pemompaan minimum 2,5 l/detik (long period) dengan recovery test 8 jam.

Alat monitor draw down digunakan SWL control khusus.

1 7 . C o nt o h

Ai r

Pemberi tugas mengintruksikan pada kontraktor untuk pengambilan contoh air dari lubang bor untuk diteliti di laboratorium. Banyaknya contoh air adalah 5 liter pada saat pumping testberjalan konstan 20 menit, dan 5 liter lagi pada saat pumping test akan berakhir. Analisa air harus merupakan analisa lengkap.

1 8 . J a d w a l

d a r i

K o n t r ak t o r ,

K o n s t r u k si

d a n

K o n t r o l

L u m p ur

Kontraktor harus mengirimkan jadwal program sementara dari rencana aktivitas pekerjaanpemboran & pengadaan bahan-bahan. Program ini sangat diperlukan apakah pada suatusaat dipandang perlu untuk dilakukan perubahan konstruksi dari pemberi tugas dalam hal- hal lain.

1 9 . L a p o r a n,

D i a gr am

D a t a

Lo g

Kontraktor harus selalu membuat dan menyimpan laporan harian disetiap lokasi pemboran. Usulan bentuk laporan harus segera dikirimkan pada Pemberi Tugas untuk mendapat persetujuan. Laporan harian harus ditandatangani oleh boremaster yang disetujui oleh supervisor atau pemberi tugas. Laporan mingguan setelah disetujui oleh supervisor harus diserahkan ke kantor proyek untuk diperiksa oleh direksi/Tenaga Ahli. Atas perintahdireksi/tenaga ahli, supervisor sewaktu-waktu dapat menghentikan aktivitas di lapangan untuk keperluan konsultasi, Laporan harus mencakup data- data teknis dan administrasi seperti :

Teknis dan administrasi seperti :

Hari/tanggal Cuaca Nama operator/struktur organisasi lapangan Peralatan yang dipakai

Kecepatan putar

Jenis lapisan tanah yang ditembus

Tinggi muka air/SWL

Diameter dan type mats bor K

Tekanan pemboran dan kompresor

Jenis lumpur pemboran, warna, losses dsb.

Formasi geologi

Laporan pump out test

Nama site engineer

Dsb Yang terpenting adalah ketelitian dari pencatatan data-data diatas, untuk itu kontraktor harus menjaga buku laporan-laporan tersebut. Tidak lebih dari 1 minggu setelah penyelesaiankonstruksi sumur bor, kontraktor harus segera menyerahkan laporan yang berisi :

Log deskripsi lapisan batuan

Data-data pumping test

Hasil geophysical logging

Evaluasi teknis konstruksi sumur Penetrasi mata bor Data tinggi muka air

Kesimpulan dan saran pengambilan air

Gambaran umum keadaan hidrogeologi daerahnya

Foto-foto dokumentasi proyek Dsb Skala dari log diagram adalah 1 : 100 atau 1 : 500 dan dikirimkan sebanyak 5 copy kepada Pemberi Tugas yang pendistribusiannya akan ditentukan kemudian.

2 0 . P r e st a s i

P e k e r j a a n

Hanya pekerjaan yang sempurna sesuai spesifikasi teknis yang ada dapat diterima olehPemberi Tugas.Pemberi Tugas mungkin akan menolak seluruhnya atau sebagian

pekerjaan apabila terjadihal-hal sebagai berikut :

Sampling yang tidak sempurna tidak ada deskripsi batuan/lapisan geologi. Final diameter terlalu kecil.

Kedalaman pengeboran yang dicapai tidak sesuai persyaratan teknis.

Terjadi kelongsoran atau penyumbatan pada lubang sumur bor.

Pumping test dilaksanakan sebelum development sumur sempurna.

Air yang keluar tidak bersih/jernih dan berpasir dengan sand content test 0,05

ml/l air.

Terjadi kecerobohan dalam konstruksi sumur misalnya dalam pengelasan dan

pelurusanpenyambungan.

Material yang dipasang tidak sesuai dengan persyaratan teknis yang ada.

Terjadi kemiringan pada sumbu lubang sumur melewati batas yang ditetukan

Tidak mengikuti instruksi Pemberi Tugas, sepanjang tidak menyimpang dari

spesifikasiteknis dan dokumen tender.

Tidak memakai tenaga-tenaga professional sesuai dengan pengarahan teknis yang ada.

dsb.

Bila diperhatikan bahwa lubang sumur bor tersebut tidak diterima, maka

kontraktor harus menutup sumur tersebut dengan cara penyemenan, untuk ini

cara dan metodanya akan diberikan oleh Pemberi Tugas sesuai kondisi lapangan. Resiko

dari pekerjaan ini adalah ada pada pihak kontraktor.

Pasal 13 PENYEDIAAN DAN INSTALASI PIPA-PIPA DAN PIPA SARINGAN UNTUK KONSTRUKSI SUMUR BOR

1. Umum

Maksud dari pekerjaan-pekerjaan pemboran ini adalah seperti telah dijelaskan dimuka, yaitu

bila hasilnya sesuai perencanaan yang ada akan langsung dipakai sebagai sumur produksi,

sehingga dalam pekerjaan ini termasuk instalasi pipa-pipa, pipa saringan, gravel pack dan lain-

lain secara teknis sehingga siap untuk dilanjutkan dengan instalasi pompa. Setelah

penyelesaian konstruksi sumur, bibir sumur harus ditutup rapat sehingga aman terhadap

kemungkinan-kemungkinan dirusak oleh pihak lain. Disyaratkan dengan sistem las listrik.

Kecerobohan dari pelaksanaan ini adalah menjadi tanggung jawab kontraktor.

2. Konstruksi s u m u r

Untuk sempurnanya konstruksi sumur bor harus terdiri dari bahan-bahan :

- pipa jambang (pump house cassing) jenis pipa PVC

- pipa buta (blind pipe cassing) jenis pipa PVC

- pipa saringan (screen) jenis pipa PVC

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan pada kelurusan sumur maka harus dipasang

centralizers . Harus dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran-kotoran hasil pemboran tanpa merusak kestabilan dan lubang bor tersebut. Penyambungan pipa jambang dan pipa buta saringan harus dengan lem PVC dibantu pengaman, sepanjang saringan ke ujung-ujung pipa buta. Kelurusan dari pipa jambang ini harus betul-betul lurus karena akan bertindak sebagai rumah pompa. Pada tiap penyambungan dipasang plot pengaman (Centering Guide). 3. Bahan-bahan / Material

a. Diameter Diameter dari pipa-pipa dan saringan yang akan dikonstruksi adalah sebagai berikut :

1. Pipa jambang (Pump hose casing) minimum diameter dalam adalah 150 mm atausesuai dalam BOQ.

2. Pipa buta/blind pipe, termasuk pipa kotoran minimum diameter dalam 150 mm atausesuai dalam BOQ.

3. Pipa saringan/screen, diameter 150 mm atau sesuai dalam BOQ.

4. Pipa pengaman sementara (temporary surface casing) dari bahan GIP

mediumdengan diameter 200 mm.

b. Pipa-pipa Jambang & Pipa Buta/Pipa Naik Bahan dari pipa-pipa jambang, pipa buta dan screen adalah pipa PVC klas AW ABU dengan

standard yang berlaku, atau yang sederajat yang umum dipakai untuk konstruksi sumur bor. Penggunaan material yang lain sebagai alternatif mungkin akan dipertimbangkan oleh Direksi/tenaga ahli tergantung dari keadaan material-material yang dimaksud adalah seperti syntetic pile fibre glass atau yang lainnya.

c. Pipa Saringan (Screen) Type dari pipa saringan atau screen adalah jenis pipa PVC klas AW ABU yang

dengan dasar pembacaan well logging.

padabeberapa bagian diberi lubang bor/gergaji

Kontraktor harus menjamin kuat tekan dan kualitas dari pipa saringan (screen).

d. Batu Kerikil/ Gravel for filter Packing Harus dari bahan-bahan yang mempunyai kuat tekanan/ compressive strength baik, min. 200kg/cm2 mempunyai kebundaran yang baik, berukuran rata-rata

sama. Bahan-bahan yang pipih, batu lunak, gamping atau yang mudah hancur,

tidak dibenarkan untuk dipakai.

Diameter rata-rata gravel adalah diameter 0,5 4 mm tergantung dari lubang

bukaansaringan yang dipakai dari hasil sieve analysis. Untuk ini akan

ditentukan kemudian oleh Pemberi Tugas. Sebelum dikirim ke lokasi proyek

Kontraktor harus mengirimkan terlebih dahulu contohnya untuk mendapat

persetujuan dari Pemberi Tugas dan Konsultan. Gravel pack harus dicuci sampai bersih

dimasukkan ke dalam lubang antara pipa-pipa dan lubangbor dengan pipa pengantar dan

dihitung jumlah yang disetorkan sesuai realisasi.

e. Penyemenan Pipa-pipa & Pengamanan Sumur

Lubang antara pipa jambang dan lubang pipa bor harus disemen sampai bagian atas

dariposisi penyetopan gravel pack, tentang kedalaman ini akan ditentukan kemudian

sesuaidengan kondisi geologi lapangan. Antara gravel pack & semen harus diisi dengan

lapisan clayball dengan tebal 1 meter. Pipa jambang harus minimal ± 60 cm diatas lantai

dasar.Komposisi grouting semen adalah 1 portland semen : 2 pasir : 3 air.

Pasal 14 PEMBERSIHAN DAN PENGURASAN SUMUR

1. Maksud

Pembersihan lubang sumur bor yang telah dikontruksi adalah merupakan pekerjaan

yangterpenting dalam pembuatan sumur bor. Dimaksudkan untuk mengeluarkan segala kotoran-

kotoran dan sisa lumpur yang tertinggal di dalam lubang bor, penyumbatan lapisan

aquifer oleh lumpur pemboran dll.

Selain itu yang terpenting adalah membersihkan open-area dari pipa

saringan/screen, gravelpack dll. Kesempurnaan dari pembuatan sumur bor adalah

sangat tergantung dari pelaksanaan pekerjaan ini.

2. Prosedur

Cara-cara yang dipakai untuk pekerjaan pembersihan dan pengurasan sumur harus sesuaidengan

metoda pemboran yang dilaksanakan, termasuk dipertimbangkan dengan macamlumpur

pemboran, sifat karakteristik lapisan aquifer dan sebagainya.Untuk pemboran

dengan metoda rotary , cara-cara berikut harus diikuti :

Sirkulasi lumpur dengan air bersih untuk dibersihkan dari pecahan-pecahan batuan hasil

pemboran.

High velocity jetting dengan menggunakan air bersih dan bubukan larutan liquifer ataubahan kimia lain seperti STTP, calgon dsb sebanyak 5 gr/l air bersih, bahan kimia yang akan dipakai harus disetujui oleh Direksi/Tenaga Ahli. Pembilasan sumur dengan air bersih, kemudian lakukan over pumping sampai air bersihdan kandungan pasir lebih kecil dari 0,10 gr pasir per meter kubik. Kontraktor harus menyediakan sarana peralatan yang dilakukan seperti pompa piston kompresor atau peralatan lain yang diperlukan untuk metoda diatas. Selama pembersihan sumur berlangsung mungkin diperlukan penambahan gravel-pack, hal ini bisa menggunakanpipa penyalur diantara pipa jambang dan lubang bor. Sebelum dilaksanakan metoda pembersihan sumur, tinggi muka air harus selalu diukur. Kontraktor harus bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pembersihan sumur ini dandiawasi oleh Tenaga Ahli yang berpengalaman (geilogist, drilling engineer) untuk melakukan pengecekan setiap saat. Pos ini seluruhnya masuk kedalam pos pembangunan, lamanya pekerjaan adalah sampai air dalam sumur betul-betul jernih sesuai persyaratan diatas dan disetujui oleh Pemberi Tugasdan Tenaga Ahli/Direksi.

3. Peralatan Untuk Metoda Pembersihan Sumur

Kontraktor harus

pekerjaanberlangsung dan siap dilapangan. Persyaratan dari peralatan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Untuk jetting dengan minimum 4 nozzelPeralatan ini disesuaikan dengan diameter pipa saringan/ screen . Prinsipnya besar nozzle diatur sehingga mampu memberikan kecepatan air 50 m/dt.

selama

mempunyai

peralatan

yang

sesuai

spesifikasi

teknis

2. Pompa untuk sirkulasi dan High velocity jetting sesuai dengan pompa lumpur, harusbertipe piston dan mempunyai kapasitas minimum 600 1/min (160 CPM) pada tekanan 24kg/cm2 (2500 Kpa/350 psi).

3. Pompa untuk development secara air lift (air lift pump) dengan kapasitas yang sesuai.

4. Kompresor dengan kapasitas minimum 300 l/det pada 1.750 Kpa.

5. Pengukur untuk air yang keluar selama development secara air lift .

Pasal 15 GEOFISIKA LUBANG BOR

1. Umum

Geofisika lubang sumur dilakukan sumur-sumur explorasi atau Pilot Hole sumur uji,

uji produksi.

Maksud pekerjaan ini adalah untuk memperoleh informasi keadaan fisik lapisan

aquifer, sifatresistivitasnya, spontaneous potensialnya dan gamma ray ,

Geofisika sumur harus dilakukan segera setelah lubang pilot hole selesai

dikerjakan sesuai dalam persyaratan teknis.

2. Cara Pelaksanaan

Cara-cara pengukuran geofisika yang dimaksud adalah :

Reistivity dengan beberapa konfigurasi elektrode (short normal dan long normal)

Spontaneous potensial, serta gamma-ray bor dalam keadaan baik sampai ada

keputusanuntuk dilanjutkan dengan pekerjaan reaming,Hasil dari pekerjaan ini digambarkan

dalam suatu profil grafik atau penampang kolomstandard. Laporan diserahkan kepada

Direksi.

3. Peralatan

Logger harus sesuai dengan untuk pengukuran sampai kedalaman 200 m, disarankandilakukan

dengan automatic graphic recorder . Kontraktor harus menyiapkan tenaga

ahliuntuk pengoperasian alat dan evaluasi datanya.

1. Umum

Pasal 16 PEMOMPAAN UJI

Maksud pekerjaan ini adalah untuk pengujian karakteristik geohidrolik, perhitungan

pemompaan sumur secara aman/ safe yield , ekonomis sumur, mengetahui

kualitas dan kuantitas air dan sebagainya.

2. Prosedur

Pekerjaan ini merupakan pekerjaan yang penting dan sangat membutuhkan ketelitian dalam

pelaksanaannya. Kontraktor harus menyediakan semua peralatan dan tenaga ahli yang

cakapdan berpengalaman dalam menggunakan peralatan yang akan dipakai meliputi banyaknya

air yang dipompa dari dalam sumur, akan diukur dengan alat ukur yang disediakan oleh

kontraktor, tentang jenisnya harus disetujui oleh Pemberi Tugas. Demikian pula kontraktor harus menyediakan set peralatan elektronis untuk mengukur tinggi muka air di dalam sumur secara teliti (S, W, L, Control Khusus). Letak pompa untuk pengetesan sumur sedemikian rupa, sehingga didapatkan hasil yangmaksimum dari sumur yang akan diuji seperti yang ditentukan oleh Pemberi Tugas. Pemompaan uji terdiri dari Step draw down test dan recovery test. Pemberi Tugas pekerjaanakan menentukan lamanya pemompaan uji sampai hasil yang memuaskan.

a. Step draw down test

Kapasitas pemompaan bertahap dari kapasitas 25 %, 50 %, 75 % dari kapasitaspompa (atau 2,6 l/det., 7,5 l/det, dan maksimum pompa). Tiap tahap lamanya 100 menit atau lebih. Prosedur pengukuran :

Sebelum pompa dijalankan, muka air statis didalam sumur harus diukur dan di catat. Pada saat mulai dilakukan pemompaan, maka besarnya debit pemompaan diatur seteliti mungkin sesuai dengan yang dikehendaki. Setelah ditentukan kapasitas pemompaan,muka air dalam sumur akan diukur tiap 1 menit selama 10 menit, tiap 5 menit antara 5 sampai 60 menit, kemudian tiap 10 menit antara 60 sampai 120 menit, atau ditentukankemudian oleh Direksi. Segera setelah tahap pertama pemompaan uji selesai dilakukan, maka kapasitas pemompaan dinaikkan ketahap pemompaan berikutnya dan prosedur pengukuran sama dengan tahap yang pertama tersebut.

b. Long therm constant rate test

1. Kapasitas pemompaan 1 dan 1,5 l/dt, atau tergantung pertimbangan teknis dari hasilstep test maksimum yang dapat dicapai.

2. Lama test 2 x 24 jam.

3. Prosedur pengukuran :

Ukur tinggi muka air didalam sumur, ikuti prosedur sebagai berikut :

untuk waktu 2 jam pertama agar diikuti cara pengukuran tinggi muka air didalam sumur dilakukan tiap selang 30 menit sampai 2 x 24 jam, atau ditentukan kemudian oleh direksi. Waktu pada saat pemompaan dimulai dan jam-jam pada saat dilakukan pengukuran harus dicatat dengan betul dan teliti.

Apabila terjadi kerusakan pompa maka seluruh test ini diulang dari awal dandimulai setelah tinggi muka air kembali semula seperti sebelum dipompa.

3. Recovery test Segera setelah time draw down test dimulai dan pada saat pompa berhenti, makapelaksanaan recovery test dimulai, tahap pengukuran terhadap kambuhnya, sama denganpengukuran Longterm Rate Test, test ini terus dilakukan sampai muka air kembali samaseperti sebelum dimulainya time draw down test diatas atau mendekati minimum 8 jam.

4. Pembuangan air Selama pengetesan sumur, Kontraktor harus membuang air ke dalam saluran pembuangan terdekat atau ke tempat lain yang telah disetujui oleh Pemberi Tugas. Kontraktor harusbertanggung jawab untuk mencegah agar air buangan tidak akan merusak jalan atau kembali kedalam sumur bangunan dan lain-lain secara langsung atau tidak langsung.

5. Pengambilan contoh air

a. Pengambilan contoh air untuk diperiksa di Laboratorium dilakukan sebanyak 2 kali untuk setiap test yang dilakukan (pump out test dan long period pumping test) masing-masingminimum sebanyak 5 liter. Contoh air pertama diambil 20 menit setelah pumping test berjalan, yang kedua diambil sesaat pumping test diakhiri. Contoh air dimasukkan kedalam tempat yang bersih dan tertutup dengan baik. Bahan tempat contoh air sebaiknya dari bahan gelas atau plastik. Tempat contoh air harus jelas tertulis kapan waktu pengambilan, nomor contoh, hari, tanggal, dan lain-lain. Contoh air harus dikirim kelaboratorium yang dirujuk oleh pemerintah dalam waktu 24 jam.

b. Ion-ion besi terlarut, Fe2+, harus ditentukan dengan larutan HCl untuk mencegah oksidasilebih buruk. Untuk hal ini, biasanya air diambil langsung di lapangan sebanyak 96 ml pada tabung 100 ml, kemudian tambahkan 4 ml larutan HCl dan kemudian tutup dengan rapat.

c. Oksidasi terlarut juga harus ditentukan dilapangan.

W

- r

a

- a

u

n

a

-

p

E

H C

- Rasa

 

-

Total bahan-bahan terlarut

- Kekeruhan

 

-

(total dissolved solids)

- K l o r i d a

-

T o t a l

H a r d n e s s

- S u l f a t

K a l s i u m

 

- K a r b o n a t

M a g n e s i u m

- B i k a r b o n a t

S o d i u m

- A l k i l i n i t a s

N i t r a t

- A r s e n i k

- Besi (Fe2+, Fe3+)

-

M a n g a n

A

m

m

o

F l o u r i d n

i

a

- Oksigen terlarut

-

Karbondioksida bebas ( CO 2)

6. Peralatan Pompa yang dipakai adalah dari jenis pompa selang/ submersible dengan kapasitas bias diatur antara 1 1,5 l/dt tekanan dari 80 m .k.a. Diukur dengan mempergunakan bak Thomson (V-notch), atau flowpipe. Selain dari peralatan yang akan dipakai kontraktor disyaratkan menyediakan pompa cadangan bila sewaktu-waktu terjadi gangguan pada saat pemompaan berlangsung. Pompa untuk testing harus dilengkapi non return valve untukmengurangi gangguan pada saat recovery test.

7. Catatan Test Setelah pengetesan sumur, Kontraktor harus menyerahkan catatan tersebut berupa grafikpemompaan (pumping curve) kepada Pemberi Tugas termasuk copy catatan pelaksanaanpekerjaan.Pemberi Tugas berhak menolak seluruh pekerjaan selama pumping ini terjadi hal-hal :

Terjadi gangguan pemompaan/interupsi pemompaan. Air yang keluar pada saat pemompaan tidak konstan. Air yang keluar tidak bersih. Tidak lengkap prosedur pencatatan selama test berlangsung. Pengambilan contoh yang keliru. Dilaksanakan dengan urutan yang tidak sesuai, dengan syarat teknis. Genset yang tidak normal voltasenya (kurang baik).

Pasal 17 PEMERIKSAAN KEMIRINGAN DAN KELURUSAN SUMUR

1. Umum Semua lubang bor diharuskan terkonstruksi dengan sempurna lurus dan tegak.

Pengecekanpekerjaan ini akan diteliti dengan cara plumbness test, yang sesuai

dengan standar AWWA(1985).

2. Cara Pelaksanaan

Pengecekan

pompapengukuran dilakukan dengan interval tidak lebih dari 5 m. Pelaksanaan pengecekan

harusdiketahui dan diawasi oleh Pemberi Tugas. Pengukuran dicatat setiap enam (6) meter

sampai ke dasar rumah pompa.

pipa jambang/pipa untuk rumah

dari

kelurusan

akan

dilakukan

dari

3. Toleransi Kemiringan sumur tidak lebih dari 0.5%. Apabila terjadi dan kemiringan yang lebih besar

dariyang telah ditentukan, maka kontraktor harus merekonstruksi teknis kembali,

dah hal ituadalah resiko kontraktor.

WELL HEAD DAN SUMUR YANG GAGAL

Well Head harus bertumpu pada apron beton dan pipa casing harus ditutup dengan cara dilas

dan digembok. Detail konstruksi Well Head dapat dilihat pada Lampiran, semua

bagian yang terbuat dari logam harus dicat dengan cat anti-karat.

Jika terjadi sumur yang gagal diproduksi harus diurug kembali sampai ke dasar akuifer paling

atas dan kemudian disumbat dengan semen/beton. Kebocoran antara akuifer harus

diperkecil dengan menempatkan lapisan lempung atau lapisan penyekat lain pada kedalaman

yang diperlukan

Pasal 18 LAPORAN-LAPORAN DAN CATATAN-CATATAN

Kontraktor harus mencatat semua dan setiap kejadian/pekerjaan selama

pemboranberlangsung dicatat dalam log harian pembor serta harus selalu siap jika diperiksa

olehDireksi. Hal-hal yang harus dicatat antara lain :

Aktivitas lapangan.

Adanya keruntuhan pada lubang bor pompa dan sebagainya.

Bahan dan peralatan yang dikirim ke lapangan.

Instruksi-instruksi yang dikeluarkan oleh direksi.

Catatan harian pemboran menyangkut formasi batuan dan penetrasi pemboran

setiapinterval 1 meter.

Jumlah dan jenis peralatan pipa saringan yang ditempatkan pada lubang bor.

Pengukuran muka air (selama pemboran tiap hari sebelum dan sesudah pemboran

sertaselama dilakukan uji pemompaan).Kontraktor harus menyerahkan laporan mingguan

Kejadian-kejadian flowing, water loss dan sebagainya.

kepada Direksi.

Pasal 19 PEMASANGAN POMPA DAN PIPA

1. Pemasangan Pompa a. Pemasangan Pompa hanya dilaksanakan setelah balok-balok lantai-ruang pompa (pumping

house) & pondasi pompa telah mencapai mutu beton yang diijinkan (28 - hari ) atau sesuai

dengan petunjuk Direksi.

Pemasangan pompa tidak diijinkan apabila peralatan bantu yang diperlukan

dalampekerjaan yang dimaksud belum siap ditempat persetujuan.

Kontraktor wajib memberitahukan kepada Direksi pada saat akan melaksanakan setiap

pekerjaan pemasangan untuk mendapatkan persetujuan. Kontraktor harus

melaksanakan pekerjaannya dengan teliti dan benar sesuai dengan petunjuk teknis

pemasangan atau sesuai petunjuk tenaga ahli yang ditunjuk, dan atau sesuai

dengan petunjuk Direksi.

b. Dalam kondisi apapun juga Kontraktor harus mengutamakan keselamatan kerja dan

menghindarkan dari kecelakaan yang dapat terjadi. Segala kerusakan bahan dan peralatan

yang disebabkan oleh cara kerja yang tidak benar selama pemasangannya, menjadi

tanggungan Kontraktor.

c. Perletakan pompa harus benar-benar terletak secara merata pada

pondasi/dudukannyadan dilengkapi dengan seal gasket sesuai dengan petunjuk pabrik

pembuatnya. Pembuatan angkur-angkur dan alat penunjang lainnya harus sesuai dengan

gambar rencana atau petunjuk Direksi. Apabila tidak ditentukan lain, pompa

harus mempunyai jalur pertanahan (grounding) tersendiri sesuai dengan

ketentuan yang berlaku.

2. Pemasangan Pipa

Pemasangan pipa dan accessories harus sesuai dengan gambar rencana dan petunjukDireksi.

Dalam pemasangan valve, meter air dan peralatan lainnya harus dilakukan dengan hati-hati,

sehingga tidak akan mengakibatkan kerusakan pada lapisan pelindung peralatan tersebut, perlatan pipa dan peralatannya harus benar-benar terletak pada dukungannya/bangunan penyangga dengan baik, sehingga tidak ada bagian yang menggantung diatas bangunan penyangga. Prosedur ini terus diikuti sampai tahap terakhir selesai, apabila pompa mengalami kerusakan sewaktu pengetesan sedang berlangsung, maka semua prosedur harus diulangi setelah tinggi muka air kembali ke posisi semula.

PANEL DAYA LISTRIK

1. Sumber listrik berasal dari Genset dan atau / PLN yang berada di lokasi proyek.

2. Pengambilan daya dengan menggunakan panel daya listrik yang harus disediakan dan dipasang oleh kontraktor untuk keperluan pengurusan daya listrik dengan PLN, direksiakan memfasilitasi atas biaya dari pemborong. Shop drawing dari panel tersebut harus diajukan oleh kontraktor untuk mendapat persetujuan dari Direksi.

3. Secara garis besar panel daya listrik tersebut harus dilengkapi dengan incoming dan outgoing circuit breakers dari panas yang berlebihan dengan perhitungan yang aman terhadap beban, kabel listrik.

4. Circuit breakers dan starting device dilengkapi dengan pengatur tegangan symetri 3 phase, overload, indicator tegangan ampere, water level relay, elektroda lengkap dengan kabel, no fuse breaker yang dilengkapi dengan under voltage dan thernol.

5. Box panel terbuat dari plat yang sudah diproteksi terhadap korosif (epoxy coating) dan dicat oven diberi kunci pengaman yang kuat/baik.

6. Apabila sumber daya dari PLN dan genset panel harus dilengkapi dengan charge over, switch yang sesuai dengan daya start genset.

7. Apabila pompa lebih dari satu, dilengkapi dengan panel pembagi.

8. Apabila pompa beroperasi lebih dari satu, maka panel pompa dilengkapi dengan timer internal.

SPESIFIKASI TEKNIS POMPA Pompa Benam Sumur Dalam dan perlengkapannya (Clear Water Submersibel Deepwell Pump)

1.

Pompa

Penggunaan

:

Air Bersih pada temperatur air maksimum 45 derajatcelcius dan dipakai pada sumur dalam dan sumur dangkal.

Kapasitas dan head

:

Lihat Bill of Quantities ( RAB )

Situasi

:

Vertikal

Jenis Pompa

:

Pompa benam bertingkat banyak, sedangkan bentu

Batas kecepatan putar

:

kimpeller sentrifugal atau semi axial/mix flow tidak lebih dari 3000 rpm

Efisiensi

:

Harus tinggi (lebih dari 60%) dan lebar, pada kondisi kerja yang diminta

Katup searah

:

menggunakan ring karet berikut dudukannya

2. Motor B e n a m Jenis

(

Tingkat Proteksi Tingkat Isolasi Tegangan Cos Diameter Putaran poros/rotor Konstruksi Kondisi Sistem Start

S u b m e r s i b l e

m o t o r )

: motor listrik AC, tiga phase squiral cage dan dapat berfungsi dengan baik terbenam dalam air (submersiblemotor) IP 68 (IEC 34.5/144) F atau H (!EC pulb 85) 220/380 Volt, 50 HZ > 0.8Efisiensi : Lebih dari 90% Tidak lebih dari 3000 rpm Batang dinamis pada rotor Terhenti-henti (intermitent S2) Start delta (Y) atau menggunakan auto transformer, untuk motor berkapasitas dibawah 5 KW, dapat digunakan DIRECT ON LINE , (DOL)

:

:

:

:

:

:

:

:

3. M a t e r i a l Rumah impeller

:

Baja tahan karat AISI 316 atau bronze CnSn(pump

Poros pompa dan Motor

:

casing) 5 ZnPb (DIN 1706-2.1096.01)dan impeller Baja tahan karat AISI 316 atau AISI 329

Motor Mur, baut dan ring:

Baja tahan karat AISI 316 atau AISI 329

Motor Casing

:

Baja tahan karat AISI 316 atau Al SI 329

Kabel listrik

:

Bronze atau tungsten karbide atau karbon Bantalan (bearing) keramik

perpipaan, katup sekat (gatevalve), katup searah (check valve), flow meter, manometer dan lain-lain.

b. Pipa naik (raising pipe) harus terbuat dari baja tahan karat sesuai dengan AISI 316dengan ketebalan minimum 4 mm. Flens terbuat dari baja tahan karat sesuai dengan AISI316 sedangkan dimensi flens sesuai dengan NEN 5802 NP.

c. Konstruksi kepala sumur (well head) harus sesuai dengan gambar yang terbuat dari bajatahan karat AISI 316.

d. Elektroda las yang dipakai pada pengelasan bahan baja tahan karat haruslah sesuai.

e. Semua mur, baut dan ring yang dipakai harus terbuat dari baja tahan karat AISI 316.

f. Panjang dan dimensi kabel listrik dapat dilihat dalam Bill of Quantities (RAB).

g. Semua sistem perpipaan yang menggunakan baja tahan karat tidak perlu di coating (dilapisi cat).

SPESIFIKASI SOLAR CELL

Spesifikasi Solar Cell dan perlengkapannya (Clear Water Submersibel Deepwell Pump)

I. Spesifikasi Umum :

1. Waktu Operasi Minimal 12 Jam (dalam 1 hari)

2. Otonomi (Cadangan Operasi) Minimal 3 hari (kondisi tidak ada matahari)

3. Tegangan Operasi Nominal Min 24 V DC

4. Solar Modul Type PolyCristaline/ MonoCristaline

5. Charge Controlier Min 24 V, Minimum 10 Amp

6. Baterai : Deep cycle, Maintenance free

7. Box Baterai : Besi plat galvanized

8. Umur Teknis 6 Tahun (Kondisi Menyala) minimal 12 jam

II. SPESIFIKASI PERANGKAT.

1. PANEL SURYA Panel Surya berfungsi sebagai catudaya yang menghasilkan energi listrik dari energi

matahari. Kapasitas total : 200 WP Spesifikasi Modul Surya 50 WP:

a.

Tegangan Kerja : DC 12 V

b. Tegangan pada daya maks (Vmp) : 17.4 V

c. Tegangan hubung terbuka (Voc) : 21,5 V

d. Arus pada daya maks (Imp) : 2.86 Amp

e. Arus hubung singkat (Isc) : 3.15 Amp

f. Efisiensi : 14 %

g. Umur teknis : 20 tahun

h. Type Cell : Polychristalline

i. Berat bersih : 5.2 kg

j. Panel surya dilengkapi nomor seri produk dan nama pabrikan

k. Sertifikasi TUV, ROHS dan SNI

2. BATERAI. a. Baterai Baterai berfungsi untuk menyimpan energi listrik yang dihasilkan oleh tenaga surya.

Spesifikasi Baterai:

Kapasitas Total Baterai 12 Volt 130Ah Spesifikasi masing-masing baterai :

- Supergel battery, Maintenance free khusus solar cell

- Tegangan Kerja (DC) : 12 V

- Kapasitas : 65 Ah (10 hour rate) to 1.80 V/Cell @ 25 C

- Berat Total : 25 Kg

- Tahanan Internal : 4.96 mikro ohm

- Temperatur Operasi :

o

Operasi maksium : -4 C to 55 C

o

Operasi (rekomendesi) : 15 C to 25 C

o

Penyimpanan : -20 C to 40 C

- Tegangan Float : 2.25 V/Cell @25 C

- Batas arus charging maks : 16.25 A

- Tegangan Equalize : 2.35 V 2.40 V/Cell @25 C

- Self Discharge : 90% setelah penyimpanan 90 hari (25C)

- Material container : ABS (VO Opsional)

- Umur teknis : 4 tahun

- Cycle life :

o 1000 cycle

b. Baterai Control Unit

BCU berfungsi untuk mengatur proses pengisian (charging) dan pemakaian batere (discharging), agar batere berada dalam keadaan aman. BCU ditempatkan di dalam kotak baterai.

- Spesifikasi BCU :

Tegangan Kerja : 12 V

Kapasitas arus masuk/keluar : 20 Ampere

Self Consumtion : < 10 mA

Otomatis beban terputus jika tegangan baterai rendah

Mempunyai tingkat indikator pengisian dan sudah termasuk otomatis sun switch

Dapat

untuk

diprogram

agar

energi

harian yang

digunakan

menyalakan

lampu tidak melebihi dari energi harian yang dihasilkan panel Surya.

c. Kotak Baterai

1. Kotak

rumah pengaman untuk

menempatkan peralatan seperti baterai, BCU (charge controller), dan terminal dengan jenis outdoor agar terlindungi dari cuaca ekstrim dan kriminalitas.

baterai,

merupakan

tempat

atau

2. Kotak utama/baterai terbuat dari bahan non korosif.

3. Pada Kotak Baterai diberi nomor kodefikasi untuk keperluan data base

4. dan memudahkan pemeliharaan, dengan Spesifikasi Kotak Baterai :

-

Bahan

: Besi plat galvanized

-

Ukuran

: disesuaikan dengan volume baterai yang akan disuplai

3. PENGKABELAN Tipe kabel yang

digunakan

NYFGBY 4 X 6 mm2

adalah

Kabel

tenaga

harus

menggunakan

kabel

Pasal 20 JARINGAN PIPA

Kran umum merupakan suatu unit bangunan, hendaknya dibuat dalam ukuran,

ketentuanseperti yang terlihat dalam gambar perencanaan. Selain kran umum sebagai

saranatambahan, dilengkapi pula dengan jaringan perpipaan terbatas.Pemasangan jaringan

perpipaan terbatas ini akan dilakukan oleh kontraktor setelah diperolehgambar

jaringan yang akan disampaikan kemudian.

Pasal 21 KEAMANAN DAN KESEHATAN KERJA

Kontraktor akan memenuhi persyaratan pelaksanaan sesuai dengan ketentuan

Pemerintahselama masa pelaksanaan pekerjaan yang mempengaruhi pekerjaan, keamanan

dankesehatan pekerja atau proyek tersebut. Persyaratan yang ditekankan adalah

semua personilpekerja, pengawas diharuskan menggunakan pakaian atau peralatan pelindung

yang telahdisediakan oleh kontraktor.

Pasal 22 PEKERJAAN PEMELIHARAAN

Kontraktor bertangung jawab atas rusaknya pekerjaan pada masa pemeliharaan,

dimintauntuk segera memperbaiki/mengganti kerusakan tersebut selambat-lambatnya 3 (tiga)

hariterhitung Perintah dari pengaduan dikeluarkan, kerusakan selama masa

pemeliharaansampai serah terima pekerjaan merupakan tanggung jawab kontraktor untuk

menggantinya.

Pasal 23

LAIN-LAIN

1. Penawaran yang diusulkan oleh Kontraktor untuk pembuatan sumur tanah dalam

ini,meliputi pengkabelan, sambungan listrik, box panel dan hal-hal lain agar sumur

dapatberfungsi dengan baik.

2. Hal lain yang belum termasuk dalam ketentuan ini akan dibicarakan pada saat rapatpenjelasan.

3. Bila ada pekerjaan-pekerjaan yang tidak tertuang atau tidak disebutkan dalam pasal

spesifikasi ini maka pekerjaan-pekerjaan tersebut harus dilaksanakan/dikerjakan

sesuai gambar.

4.

Seluruh pelaksanaan pekerjaan harus sesuai dengan gambar.

5. As built drawing, Gambar asli, copynya dibuat rangkap 3 (tiga) di jilid rapih, sesuai ataspersetujuan Pimpinan Pelaksana.

6. Foto dan dokumentasi mulai dari pekerjaan 0%, 25%, 50%, 75% & 100% dibuat masing-masing 4 (empat) rangkap.