Anda di halaman 1dari 6

Nama : RIZQA

NIM : D030416023
Kelas : 3A ALKS

Tugas 2 Bagian B

1. Jelaskan perbedaan antara penghimpun dana pada bank syariah dengan penghimpun
dana pada bank konvensional ?
2. Jelaskan yang dimaksud dengan giro wadiah
3. Jelaskan perbedaan mekanisme transfer antar kantor bank yang sama dengan antar
bank yang berbeda ?
4. Akad wadiah banyak digunakan oleh bank syariah di indonesia untuk instrumen giro.
(a) Jelaskan kelebihan dan kekurangan giro wadiah bagi nasabah !
(b) Analisislah potensi maupun praktik penggunaan akad mudharabah pada giro !
5. Akad mudharabah biasa digunakan untuk tabungan di Indonesia
(a) Jelaskan kelebihan dan kekurangan tabungan mudharabah bagi nasabah !
(b) Analisislah potensi maupun praktik penggunaan akad wadiah pada tabungan !
6. Lihatlah laporan keuangan terakhir salah satu bank syariah pada bagian penyajian dan
pengungkapan untuk menghimpun dana. Lakukanlah check list tingkat kesesuaian
antara yang diterapkan oleh perbankan dengan standar yang relevan dari PAPSI
2013?

Jawaban :
1. perbedaan penghimpunan dari bank syariah dengan penghimpunan dana bank
konvensial adalah sebagai berikut:

Bank Syariah:

Menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dana tersebut


kepada masyarakat lain yang memerlukan berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah.
Masyarakat menghimpun dana di bank syariah agar dapat keuntungan dengan
prinsip bagi hasil jadi kedua pihak mendapatkan keuntungan. Masyarakat yang
menghimpun sana akan mendapatkan imbalan berdasarkan prinsip bagi hasil.
Konsep menghompun dananya terdiri dari al-wadiah (giro), al-mudharabah
(tabungan dan deposito).

Bank Konvensial :

Menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana tersebut


kepada masyarakat lain yang memerlukan. Masyarakat menghimpun dana dibank
untuk mendapatkan keuntungan.

Konsep penghimpunan dana terdiri dari giro,tabungan,dan deposito. Masyarakat


yang menghimpun dana akan mendapatkan imbalan berdasarkan prinsip bunga.

Perbedaan antara kedua bank tersebut adalah bank syariah yaitu


menggunakan bagi hasil,bank syariah tidak menggunakan prinsip bagi hasil, bank
syariah tidak menggunakan prinsip bunga karena tidak sesuai dengan prinsip
ajaran islam. Sedangkan bamk konvensial menggunakan prinsip
pembungaan/bunga sumber pemhimpunan dana bank konvensional yaitu
giro,tabungan, dan deposito. Sedangkan sumber penghimpunan dana pada pada
bank syariah yaitu al-mudharabah dan wadiah.

2. Giro wadiah adalah giro yang dijalankan berdasarkan akad wadiah yakni titipan
murni yang setiap saat dapat diambil jika pemiliknya menghendaki. Sarana
penyimpanan dana dengan pengelolaan berdasarkan prinsip al-wadiah Yad
Dhomanah yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan
cek atau bilyet giro.
3. Mekanisme terjadinya transfer adalah satu kantor bank memindahkan uang ke
rekening nasabah lain di kantor bank yang sama tapi berbeda wilayah atau kantor
cabang lain. Transfer ini terjadi jika kedua bank tersebut mempunyai RAK
(Rekening Antar Kantor).
Transfer bisa dilakukan dalam satu kota, antar kota, dan luar negeri.
Mekanisme transfer dalam kota maupun antar kota sama, satu cabang bisa
langsung mentransfer ke cabang lain melalui RAK. Misalnya A yang merupakan
nasabah Bank BNI Jakarta akan mentransfer uang ke B yang merupakan nasabah
Bank BNI Makasar, maka mekanisme transfer uang tersebut digambarkan oleh
skema berikut ini:

Jika transfer yang dilakukan berbeda bank, maka proses transfer ini harus
melalui roses kriling terlebih dahulu. Contohnya, Siti (Bank Niaga Jakarta) akan
mentransfer uang ke Ahmad (Bank Mandiri Makasar). Mekanismenya sebagai
berikut:
Jadi, jika transfer dilakukan antara bank yang berbeda, maka proses transfer
harus melalui proses kriling.

http://sartikasartikaa.blogspot.co.id/2012/06/transfer.html

4. A. Kelebihan giro wadiah bagi nasabah antara lain :


Usaha dan keuntungan akan dibagi sesuai dari kesepakatan awal.
Jika terjadi kerugian akan itu disebabkan dari pemilik modal maka rugi
tersebut akan ditanggung oleh pemilik, tetapi jika rugi tersebut dilakukan
oleh bank maka ditanggung oleh bank.
Jauh dari perbuatan yang tidak baik
Tetap berpegang teguh pada Al-Quran dan As-Sunnah.
Kekurangan giro wadiah bagi nasabah :
System bagi hasil memerlukan perhitungan yang rumit.
Pemilik modal belum pasti mendapat keuntungan.

Untuk wadiah sebagaimana dijelaskan hanya berupa titipan. Dalam


jangka waktu pendek memang akan menguntungkan. Nasabah biasanya tak
akan dikenakan biaya apa-apa, seperti biaya adm. Namun jika dikaji lebih
mendalam, apabila wadiah ini dilakukan untuk jangka panjang jelas
merugikan. Kenapa tidak, dari waktu ke waktu nilai uang akan mengalami
inflasi. Nilai uang yang tadinya Rp 1000 pada tahun 2001 tidak akan sama
dengan nilai Rp 1000 pada tahun 2016. Sementara meskipun jumlah uang
sama, tetapi nilai uang akan mengalami penurunan.

B. Analisi potensi maupun praktik penggunaan akad mudharabah pada giro


Giro mudharabah merupakan instrumen penghimpunan dana melalui
produk giro yang menggunakan akad mudharabah. Giro mudharabah harus
mengikuti fatwa DSN tentang mudharabah.
Akuntansi giro mudharabah pada prinsipnya sama dengan akuntansi giro
wadiah. Pembeda antara akuntansi giro mudharabah dengan giro wadiah
adalah dalam hal intesif yang diterima oleh nasabah. Adapun intensif yang
diterima giro mudharabah adalah bagi hasil dalam persentase tertentu yang
harus dibayar oleh bank secara periodik sesuai dengan tingkat keuntungan
bank syariah.

5. A. Kelebihan dan kekurangan tabungan mudharabah bagi nasabah

pada mudharabah biasanya nasabah akan dibebankan dengan biaya


administrasi bulanan. Artinya saldo nasabah akan dipotong setiap bulan, sama
seperti bank konvensional. Jadi apakah rugi? benar, jika dibandingkan
dengan wadiah rugi dalam hal ini, pada wadiah saldo tetap, tak ada
pemotongan biaya administrasi.

Namun pada tabungan mudharabah, uang akan berkembang. Uang


tersebut akan bertambah sesuai pembagian hasil dari keuntungan usaha-usaha
yang dilakukan bank. Pilihan ini cocok pastinya untuk jenis menyimpan uang
dalam jangka panjang.

B. Analis potensi maupun praktik penggunaan akad wadiah pada tabungan

Akuntansi tabungan wadiah pada prinsipnya sama dengan akuntansi


tabungan mudharabah. Perbedaan akuntansi tabungan wadiah dengan
tabungan mudharabah adalah dalam hal insentif yang diterima oleh nasabah.
Insentif yang diberikan kepada nasabah tabungan mudharabah disebut dengan
hak pihak ketiga atas bagi hasil yang dihitung dalam persentase tertentu yang
harus dibayar oleh bank secara periodik sesuai dengan tingkat keuntungan
bank syariah. Adapun nasabah tabungan wadiah, menerima insentif dalam
bentuk bonus wadiah yang bersifat sukarela dan tidak disyaratkan dimuka.
http://petunjukonlene.blogspot.co.id/2016/09/kelebihan-dan-kekurangan-
mudharababah.html

6. Berikut laporaan keuangan bank Mandiri syariah


Check list yang termasuk dalam pengungkapan dan penyajian penghimpun dana

Penyajian transaksi penghimpun dana


Penyajian akun yang berkaitan dengan transaksi penghimpunan dana didasarkan
pada akad yang digunakan. Berdasarkan PAPSI 2013 (h.5.13), terdapat beberapa
akun yang berkaitan dengan penghimpunan dana dengan akad mudharabah
disajikan sebagi berikut :
1. Dana mudharabah disajikan sebagai dana syirkah temporer dengan
memisahkan antara dana mudharabah yang berasal dari bank dan yang berasal
dari bukan bank.
2. Bagi hasil dana mudharabah yang sudah diperhitungkan dan telah jatuh tempo
tetapi belum diserahkan kepada nasabah disajikan dalam pos kewajiban
segera.
3. Bagi hasil dana mudharabah yang sudah diperhitungkan pada akhir periode
tetapi belum jatuh tempo disajikan dalam pos bagi hasil yang belum
dibagikan.

Untuk penghimpunan dengan skema wadiah, PAPSI 2013 (h. 11.2)


menyatakan bahwa saldo simpanan wadiah disajikan sebesar jumlah nominalnya
untuk masing-masing bentuk simpanan.

Pengungkapan Transaksi Penghimpunan Dana

Berdasarkan PAPSI 2013 (h. 5.14-15), untuk dana yang dihimpun dengan
skema mudharabah harus mengungkapkan antara lain:

1. Isi kesepakatan utama akad mudharabah berupa porsi dana dan pembagian
hasil usaha
2. Rincian dana mudharabah yang diterima berdasarkan:
a. Jenis mudharabah (mudharabah mutlaqah dan mudharabah
muqayadah)
b. Pemilik dana mudharabah (bank dan bukan bank)
c. Jenis mata uang dana mudharabah (rupiah dan valuta asing)
3. Rincian dana mudharabah yang disalurkan berdasarkan:
a. Sumber dana mudharabah yang berasal dari mudharabah mutlaqah dan
mudharabah muqayadah
b. Penerima dana mudharabah: bank dan bukan bank syariah
c. Jenis mata uang yang digunakan: Rupiah dan valuta asing
4. Pihak-pihak ynag berelasi, baik nasabah (pemilik dana, shahibul mal) atau
nasabah penerima penyaluran dana mudharabah
5. Jumlah simpanan yang diblokir untuk tujuan tertentu antara lain sebagai
jaminan pembiayaan dan atau transaksi perbankan syariah lainnya
Untuk penghimpunan dengan skema wadiah, PAPSI 2013 (h. 11.2)
menyebutkan hal-hal yang harus diungkapkan antara lain:
1. Rincian simpanan mengenai:
a. Jumlah dan jenis simpanan, termasuk pihak berelasi
b. Jumlah simpanan yang diblokir untuk tujuan tertentu
2. Pemberian fasilitas istimewa kepada penyimpan