Anda di halaman 1dari 1

U U

PETUNJUK LETAK PETA DIAGRAM LOKASI 0


06 37’30”
LEGENDA
PETA LINTASAN POLA PENYALURAN
0

UNIVERSITAS GADJAH MADA


07 22’30”
LEGENDA
FAKULTAS TEKNIK 1408-412 1408-421 1408-422 Stasiun Pengamatan 1:25000
Pola Penyaluran
1:25000
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI 0 0.5 1 km = Stasiun pengamatan pada breksi andesit 0 0.5 1 km
A = Pola penyaluran angular
0
370000 371000 372000 373000 374000 SD = Pola penyaluran subdendritik
0
07 30’00” 07 07’30” 370000 371000 372000 373000 374000 Stasiun pengamatan pada breksi polimik
= SP = Pola penyaluran subparalel
14 15 16 Genting 52 38 60
0
13 K.
Gr = Stasiun pengamatan pada batupasir karbonatan K.
Gr
iring
137 51 37 36 35 46 an
do
ng
an
do
ng
Alur Sungai
1408-134 1408-143 1408-144 m
= Stasiun pengamatan pada kontak litologi = Alur sungai kering
GEOLOGI DAERAH TIRIP, BESUKI, GUMELAR 18 Limbangan

K. Lemiring
Urang ng
K.
Le
50 Gumelar K. 45 44 K. Ura
12
441
Wanasari 17 136 = Stasiun pengambilan sampel petrografi = Alur sungai berair
KECAMATAN WADASLINTANG KABUPATEN WONOSOBO 48

9168000
11 49 47 34 39 Sumingkir
SD

9168000
0
53 43

9168000
0 07 37’30”
40

9168000
07 37’30”
PROPINSI JAWA TENGAH 19 54 493
41 42 = Stasiun pengambilan sampel paleontologi
55

et

et
nc
= Batas pola penyaluran
650

nc
666
10 Stasiun measuring section

Ba
=

Ba
Igir Bedali 854

K.

K.
1408-132 1408-141 1408-142 o = Arah aliran sungai
LEMBAR PETA 9 20 135 62 61 58 57
Lintasan Med
on

21 o 56 K.
WADASLINTANG NO PETA 1408 - 143 on 60 59

30
134 Med
g
63 33 Lintasan pada breksi andesit

0
07045’00” 08007’30” K.
Sod
on
= g

0
0
434 on

30
0 0 0 0
109037’30” 109045’00’ 406
109 52’30’ 110 00’00” 109 30’00” 110 15’00” 111 00’00”
22 K. 64 Sod
8 Sikapat Lintasan pada breksi polimik K.
23 Desa Tirip 65 =
Lokasi Daerah Pemetaan ung 521 32 1047
Lintasan pada batupasir karbonatan Temanggung

24
132
133
66 69
K. Temangg
70 K. Sat
= A K.

K. Sat
7

9167000
Karangjambe a
68

9167000
71 b

9167000
9167000
67 G.Sigeni
6 Alur sungai berair (a) - kering (b)
296
31 90 72 715
=
5 131
Jalan utama
SARI
t
K.
Sa
t
91 = K.
Sa
30 92
534
3 4 130
29 395
lo
lo
K.
Ge 93 K.
Ge
73 K.
129
A
35 K. Man
28 0 96 75 Man das gu
r
Maksud Kuliah Kerja Lapangan adalah untuk melakukan penyelidikan dengan mencari data-data geologi di daerah 2 K. Wa
das 94 95 gu
r K. Wa

1 Tirip 74
penelitian dengan metode geologi lapangan. Tujuan Kuliah Kerja Lapangan adalah mengetahui gejala-gejala geologi di 27 128
110 665

650
ur Kesenet
daerah pemetaan pada saat dipetakan, merekonstruksi gejala dan proses geologi di daerah pemetaan dan ng 98

9166000
26 127 Ma
Kedawung K. K. Mangur

9166000

9166000
mengevaluasi potensi geologi di daerah pemetaan, sehingga dapat memberikan kontribusi dalam kebijaksanaan 97

50
Dadapgede 99 Fragmen batupasir

9166000
0
25 100 76 769
101 K. Bajang

K. Ge
125

K. Ge
daerah. K. Bajang
111 K.
126 Kalisalak Andesit Sa

blong
Oleh: K. t

blong
Daerah pemetaan berada di Desa Tirip, Besuki dan Gumelar, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo, Bukit Baris Sa
t Desa Besuki

700
357
123
SP
250
Pripinsi Jawa Tengah. Fisiografi daerah ini merupakan zona Pegunungan Serayu Selatan dan termasuk Cekungan 124 119 102 106
112 77
Karangnangka
ERICK PRIM PUTRA 107

K.
Jawa Tengah Selatan. Pola penyaluran yang berkembang berupa angular, subdendritik dan subparalel. Morfologi dibagi 103 105

Ja
K.
122
600

ti
300

Ja
118 108 109

450
ti
78
03/ 167419/ TK/ 28546 menjadi pegunungan berlereng landai, pegunungan berlereng curam dan pegunungan berlereng sangat curam. 25
0
113
Kemutuk
Stratigrafi daerah ini juga dibagi menjadi satuan batupasir karbonatan, breksi polimik dan breksi andesit. Sejarah geologi 104
79 K. Geblo
g K. Geblo
g

121 114
daerah pemetaan dimulai pada Miosen Tengah (N12-N14) dengan pengendapan satuan batupasir karbonatan yang 86 379
116 117 Kenampakan kontak
115 80
bersamaan dengan kegiatan gunung api (bawah laut). Akhir Miosen Tengah sampai awal Pliosen (N14-N15) terbentuk 530 941
ketidakselarasan antara

9165000
Sipait

55

9165000
YOGYAKARTA 87

9165000
0
9165000
Selatri satuan breksi andesit (A)

750
endapan breksi polimik yang menjari dengan batupasir karbonatan. Kemudian diendapkan satuan breksi andesit yang 400
Kenampakan bentuk lembah berupa dengan tingkat erosi
JANUARI berumur Pliosen Tengah yang menumpang secara tidak selaras di atas breksi polimik dan batupasir karbonatan.
Daerah ini dikontrol oleh sesar turun berumur Plio-Pleistosen, sesar geser kiri berumur Pleistosen dan kekar. Potensi
120 88
K.
Ke
mu
85 84 83
81
G. Rawacacing B dengan batupasir
karbonatan (B).
K.
Ke
mu
tuk
vertikal lebih kecil daripada horizontal. Kamera menghadap ke arah
selatan dari STA 130
2007 geologi berupa batuan, endapan lepas berukuran pasir-bongkah, air dan tanah. Bencana geologi berupa gerakan Ngigir
tuk
89 800
Kamera menghadap ke
317 82 Besuki G. Bengkuk arah barat dari STA 3
massa jenis longsoran dan jatuhan serta erosi permukaan. 370000 371000 372000 373000 374000
370000 371000 372000 373000 374000

U U
ANALISA KEKAR PETA GEOLOGI Satuan Litologi
LEGENDA
KOLOM GEOMORFOLOGI PETA GEOMORFOLOGI LEGENDA

1:25000
Satuan Geomorfologi
Bidirectional System pada Diagram Rose c = Satuan breksi andesit (c) 1:25000
STA 101 0 0.5 1 km Ketidakselarasan Satuan Geomofologi Satuan Pegunungan Satuan Pegunungan Satuan Pegunungan 0 0.5 1 km
= Satuan pegunungan berlereng sangat curam
0 370000 371000 372000 373000 374000 b = Satuan breksi polimik (b) 370000 371000 372000 373000 374000
N 326 E 60 Unsur Geomofologi Berlereng Curam Berlereng Landai Berlereng Sangat Curam = Satuan pegunungan berlereng curam
0 0 0 60
a 0
= Satuan batupasir karbonatan (a) = Satuan pegunungan berlereng landai
0
13
Analisa kekar pada STA 101 15
Genting
25 H H Genting
0 (meter) (meter)
menghasilkan gaya utama 14 A’
Gumelar 1000 1000 Gumelar
dengan arah relatif pada barat 441
Wanasari 0 10
0
Struktur Geologi 441
Wanasari = Kelurusan
0
Sumingkir
laut-tenggara (N 326 0 E atau N 12 14 0 0
Sumingkir
Limbangan 22 = Kekar gerus Limbangan

9168000
34

9168000
9168000

9168000
493 a

1460 E). Gaya utama ini juga 0


750 750 493 b
= Alur sungai kering (a) - berair (b)
20 Igir Bedali
666
650 0
= Jurus dan kemiringan perlapisan batuan Igir Bedali 650

menghasilkan beberapa jenis 854 22


a
Profil Geomorfologi 666
854 = Batas satuan geomorfologi
= Sesar turun (a) - diperkirakan (b) SV =SH 500 500 A’
struktur geologi seperti Sesar 22
0
b A K. Medono = Arah sayatan geomorfologi
a
= Sesar geser kiri (a) - diperkirakan (b) 1 : 25000
30

Turun Tirip. A A

30
0 0
0

16 38

0
0

0
434 b
30

406 250 250

0
15 434

30
0
35 Sikapat
= Kelurusan (sesar diperkirakan) 406

0
8
Desa Tirip 1047
A’
Desa Tirip Sikapat
521 = Arah sayatan geologi I 521 1047
0 A B’
17 0 Karangjambe = Arah sayatan geologi II
28 B Karangjambe
b Pelamparan (%) 48,5 42,3 9,15

9167000
9167000

9167000

9167000
G.Sigeni a = Alur sungai berair (a) - alur sungai kering (b) G.Sigeni
296
715 a 296
0 0 b = Batas tegas satuan batuan (a) - batas diperkirakan (b) Kelerengan (%) 30-70 7-15 > 70 715

15 9
0 534
A A’

Ketinggian
534
N 146 E 0
21 0 15
0
Titik Tertinggi 700 637 1047

(meter)
11 395
395
0
STA 128 N 15 E Analisa kekar pada STA 128 B 9
0 0
35 Titik Terendah 275 202 600
0
35

menghasilkan gaya utama Tirip Beda Tinggi 425 435 447 Tirip
dengan arah relatif pada timur 26
0
25
0 665
665 A
650

Kesenet Kesenet
laut - barat daya (N 15 0 E atau

650
Dadapgede Kedawung
Sudut Lereng (...0) 16-35 4-8 35-55
Kedawung
50

N 195 0E). Gaya utama ini juga B

9166000
9166000
9166000

50
0

0 769 Dadapgede

9166000
Pola Penyaluran Subparalel, angular, subdendritik Angular, subparalel, subdendritik

0
22
0 5 Subparalel, subdendritik 769

menghasilkan beberapa jenis 0


4 Kalisalak Kalisalak
struktur geologi seperti Sesar 15
0 Bukit Baris Desa Besuki Cermin sesar Keterbikuan Sedang Lemah Kuat - sedang Bukit Baris Desa Besuki C
700

250 357 0

700
250 357
46 0
Geser Kiri Kali Medono. . 45 Karangnangka Litologi Breksi andesit, batupasir Batupasir karbonatan, breksi andesit, Breksi andesit Karangnangka
300 600
600
450

300

karbonatan Breksi polimik

450
Kemutuk
25
Kemutuk
0
0 25
11 0

46
0
0
Struktur Geologi Kekar, sesar Kekar, sesar Kekar
0 379 0 41
8 25 530 941 379
Sipait Proses Eksogenik Pelapukan, transportasi, erosi Pelapukan, erosi, transportasi Pelapukan Sipait 530 941
55

Kenampakan morfologi pegunungan berlereng landai (C),


9165000

55
0
9165000

Selatri
750

9165000
0
Selatri

9165000

750
400

9
0
Penggunaan Lahan Perkebunan, pemukiman, Pertanian, perkebunan, Perkebunan
400
pegunungan berlereng curam (B) dan pegunungan berlereng
0 G. Rawacacing G. Rawacacing sangat curam (A) di bagian timur wilayah pemetaan dengan
16 A’ Kenampakan cermin sesar pada sesar kiri Kalisalak yang memotong pertanian, penambangan pemukiman, penambangan
Ngigir Besuki 800 tingkat keterbikuan kuat. Kamera menghadap ke arah timur dari
317
G. Bengkuk breksi andesit. Kamera menghadap ke arah barat daya dari STA 95. Ngigir Besuki G. Bengkuk 800

0 Bencana Geologi Gerakan massa, erosi Gerakan massa, erosi Gerakan massa 317
STA 3
N 195 E 370000 371000 B’ 372000 373000 374000 370000 371000 372000 373000 374000

KOLOM STRATIGRAFI PETA GEOLOGI LINGKUNGAN LEGENDA


KOLOM GEOLOGI LINGKUNGAN
PROFIL GEOLOGI I
PROFIL GEOLOGI 0
1:25000
0.5 1 km
Satuan Geologi Lingkungan
= Satuan geologi lingkungan I (GL.I) Ciri Litologi Potensi Sumber Daya Geologi Penggunaan Lahan
Skala Vertikal = Skala Horizontal Lingkungan Pengendapan 370000 371000 372000 373000 374000 Satuan Potensi
H Skala 1 : 25000 H = Satuan geologi lingkungan II (GL.II) Morfologi
Geologi
Tebal (m)

Bencana
Sedimen
Formasi

Struktur

Sifat Fisik &


Sampel
Zaman

Zonasi

Non Marine
Transitional
(meter) Kolom Neritic Bathyal Genting
60
Litologi Air Tanah Bahan Sekarang Pengembangan
Kode

0
(meter) Lingkungan Geologi
Kala

Abyssal
Satuan Deskripsi K. = Satuan geologi lingkungan III (GL.III) Keteknikan Galian
Litologi Fosil Gr

Middle
Upper

Lower
Upper
Middle
an
Batuan

Lower
do

G. Rawacacing Gumelar
ng
= Satuan geologi lingkungan IV (GL.IV)

K. Lemiring
ng
Ura
K.
441
Wanasari
1000 1000 Sumingkir

9168000
A’ Limbangan Segar-Lapuk

9168000
Sesar geser kiri Kali Medono Sesar geser kiri Kalisalak 493
Warna segar abu-abu gelap-coklat kehitaman. Warna Igir Bedali Potensi Geologi Pegunungan Ringan, Sungai Gerakan Perkebunan, Perkebunan
lapuk coklat kemerah-merahan. Tekstur klastik. Fragmen Tanah
650
750 666
Berlereng Aliran Massa

et
750 = Daerah potensi sumber daya air Sangat Hutan & Hutan

nc
K. Medono K. Wadas K. Sat berukuran kerikil-bongkah berbentuk angular-subrounded, 854
GL I Breksi Andesit Lapukan

Ba
Satuan Sangat Kompak- Kering & Breksi Tipe Semak Penambangan

K.
46 kemas terbuka, sortasi buruk. Fragmen terdiri dari andesit o

Sesar turun Kedawung


Breksi on
= Lokasi gerakan massa Curam Kompak, Basah Breksi Andesit Andesit Jatuhan Belukar
N 18 - N 21

porfiri yang sangat melimpah berwarna abu-abu gelap, Med


Tersier (Neogen)

500 500 Andesit K.

30
sedikit fragmen berwarna merah muda akibat proses Keras-Agak

0
A = Lokasi penambangan batu

0
pelapukan. Fragmen lain yang dijumpai adalah 434

30
Pliosen

406 g
on Keras
750
Peniron

250 ? ? 250 batulempung berwarna abu-abu tua kecoklatan dan


Desa Tirip K.
Sod Sikapat
allochemic sandstone berwarna putih. Matriks tersusun 521 1047
atas batupasir tuffan. Terdapat sisipan perselingan
batupasir tuffan dan tuff dengan ketebalan 6 meter.
K. Temangg
ung
= Batas satuan geologi lingkungan
0 0 83 Perkebunan,
K. Sat
Sungai Tanah Pemukiman,
Breksi Andesit, Lapuk Ringan- Aliran

9167000

9167000
Warna segar abu-abu gelap. Warna lapuk coklat- Foraminifera Plangtonik G.Sigeni Lapukan
296 Pegunungan Tinggi, Agak Gerakan Pertanian
merah kecoklatan. Tekstur klastik. Fragmen Globigerina falconensis (Blow) 715 Batupasir Kering & Breksi Andesit, Breksi Massa Tipe
H H Globigerina venezuelana (Hedberg) Berlereng Tufaan, Tuff Kompak-Agak Basah Hutan & Perkebunan,
PROFIL GEOLOGI II berukuran kerikil-bongkah berbentuk angular-
subrounded, kemas terbuka, sortasi buruk. Fragmen Globigerinoides immaturus (Leroy) t
Curam Lepas, Lunak- Batupasir Andesit Jatuhan & Semak Pertanian &
(meter) (meter) Satuan terdiri dari andesit hornblenda yang melimpah
Globigerinoides quadrilobatus (D’orbigny) K.
Sa 534
GL II tufaan, Tuff
Globoquadrina altispira (D’ orbigny) Keras Longsor Belukar Hutan
120
N14 - N 15

Breksi berwarna abu-abu hingga hitam keabu-abuan, Globoquadrina dubia (Cushman & Jarvis)
395
Halang

lo
Polimik struktur masif dan gradasi normal. Fragmen lain Globorotalia mayeri (cushman & Ellisor) Ge
Sesar geser kiri Kali Medono K. Mahkota Longsor
Akhir

K.
150

35
122 berupa batulempung berwarna abu-abu tua Globorotalia menardii (D’orbigny) 0 Man
gu
500 500 kecoklat-coklatan cukup melimpah, packstone Orbulina bilobata (D’orbigny)
Tirip K. Wa
das r
K. Medono B’ berwarna putih cukup melimpah, napal dan tuff. Orbulina universa (D’orbigny) Tanah
B 126 Matriks tersusun atas batupasir berupa feldsphatic Praeorbulina transitoria (Blow) 665 Arah Gerakan Breksi Andesit Lapukan
Tersier (Neogen)

650
Kesenet Gerakan
250 ? ? 250 greywacke. Terdapat perselingan batupasir Foraminifera Bentonik Breksi Polimik, Breksi Andesit Breksi Massa Tipe Perkebunan,
110 Amphistegina auclandica (D’ Orbigny) Pegunungan Lapuk Ringan-
9166000

karbonatan berukuran pasir kasar-sangat halus. Kedawung


Miocene

50
?
K. Mangur
Batupasir

9166000
Astacolus crepidulus (Fichtel emoil)
Sungai Breksi Polimik, Andesit Jatuhan & Pertanian,

0
769
Bulimina aculeata (D’orbigny) Dadapgede Berlereng Karbonatan, Tinggi, Agak Perkebunan,
0 K. Bajang
Batupasir

K. Ge
0 Tersusun oleh batupasir karbonatan (allochemic Bulimina tuxpamensis (Cole) Kalisalak K. Landai Napal, Kompak- Aliran Breksi Longsor Pemukiman, Pertanian, &
sandstone ) . Warna segar abu-abu sampai coklat Bolivinoides delicatules (Cushman) Bukit Baris Sa
Desa Besuki GL III Basah & Karbonatan, Polimik,

blong
t
132 kehitaman, warna lapuk abu-abu kehitaman-putih Siphonina tenuicarinata (Blow & Cushman) Material (Soil) Longsoran Batulempung Lepas, Lunak- Hutan & Pemukiman

700
357
Napal,
250

kecoklatan. Ukuran butir pasir halus-kasar dengan sedikit Keras Kering Semak
Karangnangka Kalkarenit Batulempung,
N 12 - N 14

Satuan
Penosogan

lanau-lempung, bentuk butir subrounded-subangular, Foraminifera Plangtonik Belukar


K.

600
Tengah

Batupasir kemas tertutup, tersusun oleh mineral-mineral plagioklas, 300


Kalkarenit
Ja
450

Globigerinoides sicanus (De Stefani)

450
ti

Karbonatan piroksen, mineral opak dan fosil foraminifera. Struktur Globigerinoides bolli (Blow) 0
25
Kemutuk
berlapis, laminasi, slump structure dan gradasi normal dari Globoquadrina dehinscens (Blow & Banner)
Tanah
g
butiran berukuran kerikil-pasir sedang. Di beberapa tempat Orbulina universa (D’orbigny) K. Geblo
37 Pulleniatina primalis (Blow & Banner)
Batupasir Lapukan Endapan Gerakan
Karbonatan, Lapuk Ringan-
berselingan dengan batugamping kristalin (kalkarenit)
Sphaeroidinellopsis disjuncta (Finlay) 379
dengan ketebalan 10-30 cm. Selain itu terdapat Sipait 530 941
Tinggi, Agak Sungai Batupasir Pasir Massa Pertanian,
Foraminifera Bentonik

55
perselingan napal, batupasir tuffan (tufaceous feldspathic Napal, Karbonatan, Lepas -

9165000
0
Aliran
9165000

Selatri Pegunungan Batulempung Kompak-Agak Jatuhan, Perkebunan, Pertanian

750
137 Bulimina Velascoensis (Cushman)
graywacke) dan tuff halus-kasar berwarna putih-putih

KOLOM KESEBANDINGAN
400
Dentalina leguminiformis (Batch)
Berlereng Lepas, Lunak- Basah Napal,Batulem Bongkah Erosi Pemukiman
kecoklatan yang umumnya berada pada bagian atas Rectuvigerina mexicana (Cushman)
K. G. Rawacacing GL IV Landai
Kalkarenit pung Breksi Permukaan
Breksi Polimik Agak Keras
satuan. Ke
mu
tuk Kenampakan gerakan massa berupa longsoran di Kalkarenit Polimik
Ngigir Besuki 800 desa Wanasri, kamera menghadap ke arah barat Breksi Polimik
Blow Kolom Stratigrafi Keterangan: Gradasi Normal Laminasi-Perlapisan Sejajar Sampel Petrografi Sampel Paleontologi 317 G. Bengkuk laut dari STA 11
Letter Kebumen
Age Zonation Daerah Tirip, Besuki, Gumelar 370000 371000 372000 373000 374000
Classification Suyanto (1976)
(1969) dan sekitarnya
Kecamatan Wadaslintang
N 23
Q Kabupaten Wonosobo Serayu Valley BC
QUARTENARY N 22 (Erick Prim Putra, 2006)
N 21
3rd Breccia
PLIOCENE N 20

N 19

N 18

N 17
Tgh
SEJARAH GEOLOGI KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA
LATE
! Anonim, 1982, Foraminifera Padani, II edition, Agip, S.P.A., 106 hal.
N 16
3rd Marl Tuff Daerah pemetaan dibagi menjadi tiga satuan geomorfologi yaitu: satuan pegunungan
N 15
Tf - 3 Sejarah geologi daerah pemetaan dimulai pada kala Miosen Tengah (N12-N14) dengan pengendapan berlereng sangat curam, satuan pegunungan berlereng curam, satuan pegunungan berlereng Asikin, S., dkk., 1992, Geologi Lembar Banyumas, Departemen Pertambangan dan Energi, Direktorat Jenderal Geologi dan Sumberdaya
N 14
2nd BC Mineral, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung, Indonesia.
N 13
satuan batupasir karbonatan. Pengendapan ini terjadi pada lingkungan lower-middle bathyal. Proses landai Billings, M.P., 1958, Structural Geology, 3rd ed., Prentice Hill of India Provate Ltd., New Delhi, 414 hal.
pengendapan dikontrol oleh mekanisme arus turbid pada cekungan dekat dengan lereng bawah laut yang ! Pola penyaluran di daerah pemetaan berupa angular, subdendritik dan subparallel yang
MIOCENE

N 12
Tf
Boggs, S.Jr., 1987, Principles of Sedimentology and Stratigraphy, Merril Publishing Company, Columbus, 784 hal.
MIDDLE N 11 curam bersamaan dengan kegiatan gunung api (bawah laut), ditandai munculnya sedimen volkaniklastik dipengaruhi oleh litologi dan struktur geologi. Bolli, H.M., Saunders, J.B. & Perch-Nielsen, K., 1985, Plankton Stratigraphy Vol. 1, Cambridge University Press, Cambridge, 599 hal.
N10
Tf 1-2
berupa batupasir tufaan dan tuff. Genang laut terus berlangsung sehingga pada akhir Miosen Tengah sampai ! Stratigrafi daerah pemetaan dibagi menjadi tiga satuan yaitu (dari tua-muda) yaitu satuan Dessaunettes, J.R., 1977, Cataloque of Landforms For Indonesia, Working Paper, Soil Research Institude, Bogor, 111 hal.
N 9 awal Pliosen (N14-N15) terbentuk endapan breksi polimik yang menjari dengan batupasir karbonatan. batupasir karbonatan berumur Middle Miocene-Late Middle Miocene (N12-N14) yang Djoehanah, S., dkk.,1993, Karakteristik Perubahan Litologi, Biostratigrafi, dan Model Sedimentasi dari Formasi Waturanda, Penosogan
Penosogan
N 8 Pengendapan ini terjadi pada lingkungan middle-upper bathyal. Mekanisme pengendapan yang cepat diendapkan di lingkungan laut dalam (lower-middle bathyal), satuan breksi polimik berumur dan Halang, Proceeding of 22nd Annual Convention of The Indonesian Association of Geologists, Puslitbang, LIPI, hal 1076-1090. KOLOM PENGESAHAN
Karnawati, D., 2005, Bencana Alam Gerakan Massa Tanah di Indonesia dan Upaya Penanggulangannya, Jurusan Teknik Geologi
N 7
mengakibatkan sortasi yang buruk. Late Middle Miocene-Early Late Miocene (N14-N15) yang diendapkan di laut dalam (middle- Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 232 hal.
EARLY N 6
Daerah pemetaan mengalami pengangkatan selama Pliosen Awal setelah terbentuknya breksi polimik upper bathyal) dan menjari dengan batupasir karbonatan di bagian atas dan satuan breksi Kennett, J.P. & Srinivasan, M.S., 1983, Neogene Planktonic Foraminifera, a Phylogenetic Atlas, Hutchinson Ross Publishing Company,
N 5 Tc - 5 Waturanda
tersebut sehingga proses pengendapan berhenti dan terbentuk bidang ketidakselarasan. Kemudian andesit berumur Pliocene yang diendapkan di lingkungan darat. 354 hal. Yogyakarta, Januari 2007
!
N 4
Tc diendapkan satuan breksi andesit yang Pliosen Tengah pada lingkungan darat dan menumpang diatas bidang Struktur geologi yang mengontrol daerah pemetaan berupa kekar gerus, sesar turun Kali Kerr, P.F., 1977, Optical Mineralogy, 4th ed., Mc Graw-Hill, Inc., United States of America, 492 hal. Menyetujui,
P 22 (N 3) Clay Breccia
ketidakselarasan pada breksi polimik dan batupasir karbonatan. Kegiatan gunung api masih terjadi selama Salak, sesar turun Kedawung, sesar turun Kali Medono dengan gaya utama berarah barat Pettijohn, F.J., 1975, Sedimentary Rock 3rd ed., Harper and Raw Publication., New York, 628 hal.
P 21 (N 2)
OLIGOCENE Tc 1-4 Postuma, J.A., 1971, Manual of Planktonic Foraminifera, Elsevier Publishing Company, New York, 420 hal.
P 20 (N 1)
pengendapan satuan ini yang ditunjukkan oleh adanya sisipan batupasir tuffan dan tuff. laut-tenggara. Sesar yang lebih muda berupa sesar geser kiri Kali Medono dan sesar geser
Selley, R.C., 1985, Ancient Sedimentary Environments 3rd ed., Cornell University Press, New York, 317 hal.
P 19
Tcd
Pembentukan struktur di daerah pemetaan secara kronologi dimulai dengan adanya pembentukan Pola kiri Kali Salak serta sesar turun Sikapat dengan gaya utama berarah timur laut-barat daya. Suyanto dan Roskamil, 1976, The Geology and Hidrocarbon Aspects of The South Central Java., Pertamina Unit III, Jakarta, 46 hal.
P 18 Meratus (timur laut-barat daya). Produk rejim tektonik pada kala Miosen (pola Sunda) tidak begitu banyak ! Potensi sumber daya geologi daerah pemetaan berupa bahan galian berupa breksi andesit, Sylvester, G. A., 1984, Wrench Fault Tectonics, The American Association of Petroleum Geologists, Tusla, Oklahoma, USA, 374 hal.
P 16/17
Karangsambung
ditemukan di daerah pemetaan. Pada fase rejim tektonik Plio-Pleistosen terjadi reaktivasi sesar basement yang breksi polimik dan endapan lepas berukuran pasir-bongkah, tanah hasil lapukan breksi Tim EGR, 2006, Buku Panduan Ekskursi Geologi Regional 2006 Geologi Pegunungan Serayu, Jurusan Teknik Geologi FT-UGM, tidak
P 15
Tab berarah barat laut- tenggara menghasilkan pergerakan sesar turun seperti sesar turun Kali Salak, Kedawung andesit, breksi polimik dan batupasir karbonatan yang berseling dengan batulempung, napal diterbitkan, 49 hal.
EOCENE P 14
dan Tirip. Kemudian fase tektonik kedua terjadi pada Pleistosen yang menyebabkan timbulnya sesar mendatar dan kalkarenit serta air yang merupakan aliran permukaan yang digunakan sebagai Van Bemmelen, R.W., 1949, The Geology of Indonesia, Vol. 1 A, Government Printing Office, The Hauge, Amsterdam, 732 hal. Dr. D. Hendra Amijaya Erick Prim Putra
P 13 Older
berjenis sesar geser kiri seperti sesar geser kiri Kali Medono dan Kali Salak serta sesar turun Sikapat. Struktur pemenuhan kebutuhan masyarakat dan irigasi Van Markhoven, dkk., 1986, Cenozoic Cosmopolitan Deep Water Benthic Foraminifera Bull. Centres Rech. Explor. Prod Elf-Aquitaine, NIP. 132230365 03/ 167419/ TK/ 28546
Mem. 11, Pau, France, 421 hal.
PRE-TERTIARY
Complex Luk Ulo berupa sesar geser kiri tersebut merupakan struktur paling muda yang berpengaruh terhadap struktur-struktur ! Bencana geologi daerah pemetaan berupa gerakan tanah tipe jatuhan dan longsor serta erosi Zuidam, R.A. van F.I. van Zuidam-Cancelado, 1979, Terrain Analysis and Classification Using Aerial Photographs. A Geomorphological
sebelumnya. permukaan Approach, International Institute for Aerial Survey and Earth Sience (ITC), Enschede, the Netherlands, 324 hal.