Anda di halaman 1dari 2

1.

Pengertian sosiologi hukum

Sosiologi hukum adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara
hukum dengan gejala-gejala sosial lainnya secara empiris analitis.

Menurut Brade Meyer

Sociology af the law Menjadikan hukum sebagai alat pusat penelitian secara
sosiologis yakni sama halnya bagaimana sosiologi meneliti suatu kelompok kecil
lainnya. Tujuan penelitian adalah selain untuk menggambarkan betapa penting arti
hukum bagi masyarakat luas juga untuk menggambarkan proses internalnya hukum.
Sociology in the law Untuk memudahkan fungsi hukumnya, pelaksanaan fungsi
hukum dengan dibantu oleh pengetahuanatau ilmu sosial pada alat-alat hukumnya.
Gejala social lainnya Sosiologi bukan hanya saja mempersoalkan penelitian secara
normatif (dassollen) saja tetapi juga mempersoalkan analisa-analisa normatif didalam
rangka efektifitas hukum agar tujan kepastian hukum dapat tercapai.

2. Tujuan sosiologi hukum


Tujuan untuk mempelajari sosiologi hukum adalah mengetahui bagaimana
tumbuh dan berkembangnya gejala gejala yang ada dalam masyarakat. Dan gejala
gejala tersebut dapat diiliminir dengan ilmu pengetahuan antara lain ilmu Sosiologi
Hukum. Sejak lahir hingga sekarang kita hidup ditengah masyarakat. Kehidupan bersama
itu melahirkan berbagai pengalaman berhubungan dengan orang lain. Di satu pihak kita
membutuhkan kehadiran orang lain dilain pihak kita ingin sendiri dan tidak ingin di
ganggu. Singkatnya, pengalaman hidup bersama orang lain, mulai dari lingkungan
keluarga, sekolah, sampai masyarakat, menyadarkan kita akan persamaan maupun
perbedaan kita dengan orang lain. Kesadaran paling penting yang muncul dari
pengalaman bersama orang lain adalah perubahan masyarakat. Dan disinilah Sosiologi
hukum sangat berperan.
Sosiologi hukum adalah ilmu yang mempelajari fenomena hukum yang bertujuan
untuk memberikan penjelasan terhadap praktik hukum. Artinya menjelaskan mengapa
dan bagaimana praktik-praktik hukum itu terjadi, sebab-sebabnya, faktor-faktor yang
berpengaruh, latar belakang dan sebagainya. Selain itu juga tujuan dalam mempelajari
sosiologi hukum adalah untuk mengetahui bagaimana tumbuh dan berkembanganya
gejala-gejala yang ada dalam masyarakat, yang artinya agar kita dapat menyelidiki
hubungan yang terdapat antara susunan hukum suatu masyarakat dengan berbagai
macam bentuk dan pengaruh apa yang dilakukan oleh pandangan-pandangan religius
yang berlaku dalam masyarakat itu terhadap hukum.

3. Manfaat sosiologi hukum

Manfaat mempelajari Sosilogi Hukum

Hal-hal yang dapat diketahui mempelajari sosiologi hukum


Sosiologi dan falsafah hukum (perencana dan penegak hukum)
Unsur kebudayaan yang mempengaruhi hukum
Golongan masyarakat yang mempengaruhi hukum
Golongan mana yang diuntungkan dan golongan mana yang dirugikan
Mengtahui kesadaran hukum dan dapat diukur frekuensinya
Mengetahui mentalitas dan perilaku penegak hukum
Mengetahui hukum yang dapat mengubah perilaku
Mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap berfungsinya hukum

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kegunaan dari sosiologi hukum adalah
pertama :

1. Dapat diperoleh kemampuan- kemampuan bagi pemahaman terhadap hukum didalam


konteks sosialnya.
2. Penguasaan konsep-konsep sosiologi hukum juga dapat memberikan kemampuan
untuk mengadakan analisis terhadap efektifitas hukum dalam masyarakat baik sebagai
sarana pengendalian sosial maupun sarana mengubah masyrakat agar mencapai
keadaan keadaan tertentu.
3. Sosiologi hukum juga memberi kemungkinan-kemungkinan serta kemampuan untuk
mengadakan efaluasiterhadapefektifitashukumdalammasyrakat.

Kegunaan kegunaan umum tersebut diatas secara rinci dapat dijabarkan sebagai
berikut :

1. Pada taraf organisasidalammasyarakat

Sosiologi hukum dapat mengngkapkan idiologi dan falsafah yang mempengaruhi


perncanaan , pembentukan dan penegakan hukum.
Dapat di identifikasi unsur-unsur kebudayaan mana yang mempengaruhiisi atau
substansi hukum.
Lembaga-lembaga mana yang sangat berpengaruh didalam pembentukan hukumdan
penegakkannya.

2. PadaTarafGolongan dalammasyarakat

Pengungkapan golongan-golongan yang menentukan didalampembentukan


danpenerapanhukum.
Golongan-golongan dalam masyarkat yang beruntung atau sebaliknya malahan
dirugikan dengan adanya hukum-hukum tertentu.

3. Pada taraf Individual

Identifikasi terhadap unsur-unsur hukum yang dapat mengubah perilaku warga


masyarakat.
Kekuatan, kemampuan dan kesungguhan hati dario para
penegakhukumdalammelaksankan fungsinya.
Kepatuhan dari warga masyrakat terhadap hukum baik yang berwujud kaedah-kaedah
yang menyangkut kewajiban- kewajiban,hak-hak, maupun perilaku yangteratur.