Anda di halaman 1dari 27

BAB III

DATA PT PELNI (PERSERO)

III.1 Sejarah Perseroan

PT. Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) disingkat PT. PELNI

(PERSERO) pada awalnya didirikan pada tanggal 28 April 1952, dengan Surat

Keputusan Menteri Perhubungan No. M. 2/1/2 tanggal 19 April 1952 serta

dituangkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 5 tanggal 10 Juni 1952.

Bentuk badan hukum sebagai Perusahaan Perseroan (Persero) sesuai dengan

Undang-Undang No.9 tahun 1969 ditetapkan melalui Anggaran Dasar

Perusahaan yang dituangkan dalam Akte Notaris Soeleman Ardjasasmita, SH

Nomor 31 tanggal 30 Oktober 1975 dan disahkan dengan Keputusan Menteri

Kehakiman No. Y.A.5/281/1 tanggal 17 Mei 1976.

Perubahan terakhir Anggaran Dasar Perusahaan dituangkan dengan Akte

Notaris Imas Fatimah, SH No. 22 tanggal 4 Maret 1998 yang disahkan dengan

Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor C 2-11256 HT. 01.04

tahun 1998 tanggal 13 Agustus 1998 dan diumumkan dalam Tambahan Berita

Negara Republik Indonesia No. 31 tanggal 16 April 1999.

III.2 Visi dan Misi Perusahaan

Visi

Menjadi perusahaan pelayaran yang tangguh dan memiliki jaringan nasional

yang optimal.

Misi

46
1. Mengelola dan mengembangkan angkutan laut guna menjamin aksesbilitas

masyarakat untuk menunjang terwujudnya wawasan nusantara.

2. Meningkatkan kontribusi pendapatan bagi negara, karyawan serta berperan

di dalam pembangunan lingkungan dan pelayanan kepada mayarakat.

3. Menerapkan prinsip-prinsip good corporate governance.

III.3 Bidang usaha

Bidang usaha PT. Pelni (Persero), sesuai dengan yang tercantum dalam

Anggaran Dasar Perusahaan sesuai Akte Notaris Imas Fatimah, SH No. 22

tanggal 4 Maret 1998 adalah sebagai berikut:

1. Pengadaan armada dan kelengkapannya untuk menyelenggarakan

pengangkutan penumpang dan barang jaringan pelayanan berjadwal dan

pelayaran yang melayani potensi pasar.

2. Menjalankan kegiatan keagenan usaha pelayaran.

3. Melakukan kegiatan operasi terminal, perdagangan, rute dan

ekspedisi/forwarding untuk menunjang usaha dok/reparasi kapal.

4. Melakukan kegiatan pemeliharaan kapal dan usaha dok/reparasi kapal.

5. Melakukan kegiatan charter dan broker kapal.

6. Kegiatan jasa konsultasi, pendidikan dan latihan, pelayanan kesehatan yang

berkaitan dengan usaha pelayaran.

Dalam pelaksanaanya kegiatan usaha tersebut dikelompokkan dalam 3 (tiga)

kelompok besar, yaitu:

1. Usaha Perkapalan terdiri dari kapal penumpang, kapal barang, kapal perintis.

2. Usaha Penunjang, terdiri dari keagenan termasuk Flash/Lash Barges.

47
3. Usaha Sampingan, terdiri dari Rumah Sakit Pelni Petamburan, Perbengkelan

Kapal, Rumah Peristirahatan di Cipayung dan Tugu.

Kegiatan usaha PT. Pelni (Persero) tidak sepenuhnya bersifat komersial

(terutama kegiatan usaha perkapalan) karena adanya beban tugas sosial politis

yang merupakan penugasan dari Pemerintah antara lain:

a. PT. Pelni (Persero) sebagai pelaksana angkutan umum (Public Carrier)

harus mampu memberikan pelayanan secara regular yang menjangkau

seluruh kepulauan Nusantara termasuk pelayanan rute-rute perintis, rute

remote area, serta penanganan transportasi pengungsi akibat kasus sosial

politik dan bencana alam.

b. Tarif tiket penumpang diatur dan ditetapkan oleh Pemerintah dan tidak

berdasarkan perhitungan harga pokok produksi PT. Pelni (Persero)

khususnya untuk kelas ekonomi.

c. Untuk melaksanakan tugas Pemerintah tersebut diatas, maka PT. PELNI

diberikan kompesasi Dana Kewajiban Pelayanan Umum. Pada tahun 2005

ini PT. PELNI memperoleh kompensasi sebesar Rp. 360 milyar.

III.4 Struktur Organisasi

Struktur organisasi PT. Pelni (Persero) yang berlaku tahun 2004, ditetapkan

dengan Surat Keputusan Direkai No. 49/HKO.01/DIR/XII-97 tanggal 31

Desember 1997. PT. Pelni (Persero) berkantor Pusat di Jakarta dan dalam

melaksanakan kegiatan usahanya pada tahun 2004 mempunyai cabang-cabang

dengan klasifikasi sebagai berikut:

48
Tabel 3.1 Data Jumlah Cabang PT Pelni (Persero)

Tahun 2005 Tahun 2004 Tahun 2003


Cabang A 4 4 4
Cabang B 11 11 11
Cabang C 17 17 17
Cabang D 24 24 21
Cabang khusus 1 1 1
Sub Cabang 12 12 12
Terminal Poin 83 83 83
Jumlah 152 152 149

Untuk kegiatan usaha sampingan dikelola tersendiri oleh:

- Unit Rumah Sakit PT. Pelni (Persero) Petamburan

- Unit Peristirahatan Cipayung dan Tugu

- Unit Galangan Surya

Tugas dan Wewenang

Direktorat usaha

a. Divisi Kapal Barang

Mengelola pengoperasian serta penempatan kapal barang charter perintis

dalam trayek RLS.

b. Divisi Kapal Penumpang

Mengelola pengoperasian serta penempatan kapal penumpang pada trayek

RLS.

c. Divisi Keagenan dan Penunjang

Mengelola kegiatan mengageni/melayani kapal-kapal pihak ketiga baik

dari prinsipal luar dan dalam negeri dan kegiatan usaha penunjang.

Direktorat Armada teknik

49
a. Suveyor

Mengelola kegiatan mengendalikan dan pengawasan untuk pekerjaan

kegiatan pelaksanaan perawatan/pemeliharaan kapal baik perbaikan kapal

selama pengoperasian atau docking di galangan.

b. Divisi Nautika

Mengelola kegiatan perusahaan guna tercapainya kesiapsiagaan armada

yang memenuhi persyaratan kelaikan laut serta keamanan berlayar dengan

segala kelengkapannya dari kapal-kapal dari segi nautis.

c. Divisi Teknik

Mengelola kegiatan perusahaan guna tercapainya kesiapsiagaan armada

teknik sesuai dengan persyaratan keselamatan pelayaran dan perlindungan

lingkungan dan pencemaran laut.

Direktorat Keuangan

a. Divisi Akuntansi

Mengelola kegiatan menyusun/menyiapkan laporan keuangan yang

menyangkut seluruh kegiatan perusahaan sesuai dengan prinsip-prinsip

yang berlaku (kegiatan fungsi akuntansi).

b. Divisi Keuangan

Mengelola dana perusahaan yang bersumber dari dalam maupun luar

perusahaan yang berkaitan dengan perencanaan, cara pendanaan dan

pengendalian.

Mengelola pembiayaan kapal milik/charter, kapal keagenan dan flash/lash

barges serta penagihan kepada pemasok.

Direktorat Personalia dan umum

50
a. Divisi Administrasi dan Kepegawaian

Mengelola penyelengaraan administrasi kepegawaian meliputi: recording

dan filling data kepegawaian, cuti, perubahan keluarga, pemberhentian dan

pemensiunan.

b. Divisi Pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM)

Mengelola kegiatan perusahaan dalam penyelengaraan

kesejahteraan/kesehatan, penggajian dan pembinaan melalui pendidikan

dan pelatihan.

Direktorat Utama

a. Satuan Pengawas Intern

Mengelola kegiatan pengawasan dalam lingkungan perusahaan untuk

medeteksi adanya penyimpangan.

b. Biro Perencanaan, Penelitian dan pengembangan

Mengelola kegiatan pengkajian dan penelitian terhadap:

- Kegiatan usaha perusahaan baik operasional maupun non

operasional.

- Kebijakan Pemerintah dalam bidang ekonomi/moneter dan

sebagainya.

- Kebijakan pengembangan organisasi.

Untuk membantu direksi dalam pengembangan usaha peningkatan kinerja

dan usaha perusahaan.

c. Biro Pusat Pengadaan

51
Mengelola kegiatan pengadaan/pembelian kebutuhan perusahaan melalui

pembelian/lelang dalam negeri ataupun impor dan pengamanan

penyimpanan persediaan dan pemakaian/ penggunaan persediaan.

d. Biro Direksi

Mengelola kegiatan ketatalaksanaan/kesekretariatan, ketertiban dan

pengamanan kearsipan perusahaan, kegiatan bidang hubungan masyarakat

serta pendataan pelaporan berkala.

e. Biro Hukum, Asuransi dan Klaim

Mengelola kegiatan pengurusan, tindakan pengamanan dan tanggung jawab

yang menyangkut aspek hukum serta dampaknya atas setiap kebijakan dan

kegiatan perusahaan, peleyanan yang menyangkut aspek hukum, asuransi

dan klaim, penyusunan anggaran investasi perusahaan dan persiapan tender

serta mewakili perusahaan dimuka pengadilan.

52
Gambar 3.1 Struktur Organisasi PT Pelni (Persero)
III.4.2 Susunan Pengurus

Susunan pengurus PT. Pelni (Persero) tahun 2005 yaitu sebagai berikut:

Komisaris

Komisaris Utama : Ir. Tjuk Sukardiman, Msi

Komisaris : Laksda (Purn) TNI Setio Rahardjo

Komisaris : Ir. Harry Susetyo Nugroho, MBA

Komisaris : Kalalo Nugroho, SH

Direksi

Direktur Utama : Drs. Isnoor Haryanto, Ak

Direktur Usaha : Dra. Jussabella Sahea, MM

Direktur Armada : Capt. Tjahyo Widono

Direktur Keuangan : Agus Sumitro, SE, MM

Direktur Personalia & Umum : Ir. Basri Nasiran, MBA

Direktur Utama dan Direktur Personalia dan Umum diangkat dengan

Keputusan Meneg PBUMN nomor: KEP-113/M-PBUMN/1999 tanggal 1

Februari 1999 sedangkan Direktur Usaha, Direktur Armada dan Direktur

Keuangan diangkat dengan Keputusan Menteri Keuangan nomor:

218/KMK.05/2001 tanggal 27 April 2001.

54
III.4.3 Permodalan PT Pelni (Persero)

Sesuai dengan Anggaran Dasar PT. Pelni (Persero) dalam Akte Notaris

Imas, SH No. 22, tanggal 4 Maret 1998 susunan permodalan PT. Pelni

(Persero) adalah sebagai berikut:

Modal Dasar

436.000 lembar saham @ Rp 1.000.000 = Rp 1.436.000.000.000,00.

Modal Ditempatkan 359.000 lembar saham @ Rp 1.000.000 =

Rp 359.000.000.000,00.

Modal Disetor

100 % modal ditempatkan, disetor oleh Negara Republik Indonesia Rp

359.000.000.000,00 yang berasal dari:

Penambahan Penyetoran Modal Negara Republik Indonesia sesuai PP No. 40

tahun 1992 sebesar Rp 309.000.000.000,00.

Konversi Cadangan Umum perseroan sebagaimana Risalah RUPS-LS

tanggal 14 Januari 1998 sebesar Rp 40.000.000.000,00.

III.4.4 Anak Perusahaan

PT. Pelni (Persero) dalam tahun 2004 mempunyai penyertaan saham pada

perusahaan-perusahaan sebagai berikut:

PT. Sarana Bandar Nasional (PT. SBN)

PT. SBN didirikan pada tanggal 31 Maret 1986 dengan Akte Notaris

Soeleman Ardjasasmita, SH No. 59 tanggal 31 Maret 1986 dan telah disahkan

55
dengan keputusan Menteri Kehakiman RI No. 02-1932 HT 01.01 tahun 1987

tanggal 5 Maret 1987. Perubahan terakhir anggaran dasar dilakukan dengan

Akte Notaris Imas Fatimah, SH No. 17 tanggal 12 Agustus 1998. Kegiatan

usaha PT. SBN sesuai anggaran dasar perusahaan adalah sebagai berikut:

1. Menyelenggarakan bongkar muat barang dari dan ke Kapal.

2. Melaksanakan bongkar muat container.

3. Melaksanakan angkutan bandar yaitu mengangkut barang untuk dimuat ke

kapal atau dari kapal ke gudang penyimpanan.

4. Melakukan penyewaan alat-alat bongkar muat.

5. Menyelenggarakan depo container freight station (CPS).

PT. Pelita Indonesia Djaja Corporation (PT. PIDC)

PT. PIDC didirikan pada tanggal 29 September 1969 dengan Akte Notaris

Djojo Mulyadi, SH No. 3 tanggal 29 September 1969, dan disahkan dengan

penetapan Menteri Kehakiman Republik Indonesia tanggal 9 Desember 1969.

Perubahan terakhir Anggaran Dasar Perusahaan dilakukan dengan Akte Notaris

SP. Henny Singgih, SH No. 21 tanggal 10 April 2001.

Kegiatan usaha PT. PIDC sesuai dengan anggaran dasar, meliputi usaha

jasa/perdagangan umum, keagenan, perwakilan, kontraktor, angkutan umum,

percetakan, pertanian, pertambangan, real estate dan industri.

Kepemilikan modal diperoleh PT Pelni (Persero) atas dasar PP Nomor:16

tahun 1984 tentang pengalihan kepemilikan penguasaan modal negara RI dalam

PT PIDC kepada PT Pelni (Persero) yang dilakukan melalui RUPS tanggal 6

Oktober 1999 dan dikukuhkan dengan perubahan anggaran dasar pada Akte

56
Notaris SP Henny Singgih, SH No. 21 tanggal 10 April 2001 dengan permodalan

sebagai berikut:

Modal Dasar Rp 2.010.000.000

Modal Ditempatkan/Disetor Rp 2.010.000.000

Kepemilikan modal adalah sebagai berikut:

PT. Pelni (Persero) Rp 2.000.000.000

Yayasan Kesehatan Pensiunan PT. Pelni Rp 10.000.000

PT. PIDC berkantor pusat di Jakarta dan mempunyai cabang utama di

Tanjung Priok dan Surabaya. Disamping itu PT PIDC mempunyai anak

perusahaan yaitu PT Pelita Bandar Nasional (PBN) yang berusaha dibidang

bongkar muat.

Program Dana Pensiun Pegawai

Dalam rangka memberikan kesinambungan penghasilan dan jaminan

kesehatan bagi pegawai purna bakti dan keluarganya, PT. Pelni (Persero) telah

mendirikan Yayasan Dana Pensiun PT. Pelni (YDPP) dengan Akte Notaris

Bebasa Daeng Lalo, SH No. 1 tanggal 1 April 1974 untuk mengelola

pembayaran pensiunan pegawai dan pembayaran biaya kesehatan pegawai

pensiun. Pembentukan dana yayasan tersebut telah mendapat persetujuan dari

Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan Surat No.

B.7473/DJ01/II.5/12/1974 tanggal 1 Desember 1974.

Sehubungan dengan Undang-Undang No. 1 tahun 1992 tentang Dana

Pensiun, maka untuk mengelola pelayanan kesehatan kepada para pensiunan

dipisahkan dari Dana Pensiun dan dibentuk Yayasan Kesehatan Pensiunan PT.

57
Pelni (YKPP) dengan SK Direktur Utama No.89/HK 1.01/UT/IX-1996 tanggal 3

September 1996. Sedangkan untuk mengelola dana pensiun pegawai dilakukan

oleh Dana Pensiun Pegawai PT. Pelni (Persero) yang peraturannya terakhir

ditetapkan sesuai SK Direksi PT. Pelni (Persero) No.17/HKU.01/DIR/II-2003

tanggal 20 Februari 2003 dan disahkan dengan Keputusan Menteri Keuangan

Republik Indonesia No. Kep-073/KM.6/2003 tanggal 14 Maret 2003. Ketentuan

pokok program dana pensiun yaitu:

Program Pensiun Manfaat Pasti

Peserta membayar iuran yang besarnya 5% dari penghasilan dasar pensiun

dipotong langsung dari gaji

Perusahaan membayar iuran yang besarnya ditetapkan berdasarkan

perhitungan Aktuaria

Berdasarkan perhitungan Akturia per 31 Desember 2003; Iuran Normal dan

Iuran Tambahan untuk tahun 2004 yang harus disetor sampai ada perhitungan

baru sebesar Rp 1.040.341.544,00 per bulan atau Rp 12.484.098.528,00 per

tahun. Ketentuan pokok iuran Y K P P adalah sebagai berikut:

Pegawai membayar iuran sebesar 2% dari gaji pokok, dipotong dari gaji

Perusahaan membayar iuran sebesar 3% dari gaji pokok seluruh pegawai

terakhir setiap bulan

58
III.5. Laporan Keuangan PT Pelni (Persero) Periode 2003-2005

Soejatna, Mulyana & Rekan melalui laporan Auditor Independen Nomor

042/SMR/LAI-PELNI/V/06, tanggal 24 Mei 2005, menyatakan laporan

keuangan menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi

keuangan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) tanggal 31 Desember 2005

dan hasil usaha, serta arus kas untuk tahun berakhir pada tanggal-tanggal tersebut

sesuai dengan prinsip yang berlaku umum di Indonesia.

59
Tabel 3.2 Neraca PT Pelni (Persero)

U R A I A N 31 Desember 2005 31 Desember 2004 31 Desember 2003


Rp. Rp. Rp.
AKTIVA
AKTIVA LANCAR
- Kas dan Bank 56.864.111.359,13 38.757.137.173,87 52.831.892.863,11
- Deposito Berjangka 202.901.250.000,00 151.696.250.000,00 157.463.550.000,00
- Surat - surat Berharga 18.260.000.000,00 1.380.907.683,70 3.569.484.885,15
- Piutang Usaha 51.570.085.911,04 30.931.403.908,14 32.455.390.794,08
- Penyisihan Piutang Usaha (5.934.163.207,23) (4.934.462.756,19) (4.660.127.368,41)
- Piutang Lain - lain 1.889.508.062,45 4.406.709.798,68 1.304.255.029,78
- Penyisihan Piutang Lain - lain (423.700.772,50) (430.357.964,33) (780.329.226,86)
- Piutang Pegawai 836.584.673,49 829.942.755,74 783.776.422,74
- Uang Muka Pajak 383.979.991,00 345.853.459,00 1.865.665.055,32
- Uang Muka Dibayar 21.041.085.845,00 2.612.409.010,00 7.201.136.207,07
- R / K Dengan Pihak Ketiga 30.845.707.956,28 27.813.078.229,88 24.179.636.000,49
- Persediaan 192.082.422.295,69 207.104.636.060,03 170.122.738.376,87
- Biaya Dibayar Dimuka 34.446.167.618,06 22.047.777.889,42 18.826.395.679,18
- Pendapatan Masih Harus Diterima 16.210.807.187,66 16.210.807.187,66 34.424.771.859,46
JUMLAH AKTIVA LANCAR 621.385.530.697,22 498.772.092.435,60 499.588.236.577,98

INVESTASI JANGKA PANJANG


- Obligasi 0,00 0,00 0,00
- Penyertaan Modal 9.076.849.867,75 6.826.769.991,56 8.779.823.463,99
JUMLAH INVESTASI JK. PANJANG 9.076.849.867,75 6.826.769.991,56 8.779.823.463,99

AKTIVA PAJAK TANGGUHAN 0,00 0,00 0,00


AKTIVA TETAP
- Armada Niaga 6.081.175.198.796,34 6.158.574.630.843,60 5.113.458.465.335,40
- Alat Produksi Lainnya 51.408.505.597,88 50.135.017.095,88 51.283.873.414,08
- Tanah 20.350.526.349,00 20.381.026.349,00 20.332.663.146,78
- Bangunan 203.206.558.535,30 203.152.808.446,30 183.088.888.370,86
- Kendaraan Bermotor 19.638.368.771,00 19.446.997.271,00 20.460.837.771,00
- Inventaris Kantor 80.769.206.340,00 77.453.913.552,50 74.776.643.572,50
Akumulasi Penyusutan Aktiva Tetap (1.928.215.482.585,31) (1.727.021.150.451,91) (1.463.991.088.616,61)
- NILAI BUKU AKTIVA TETAP 4.528.332.881.804,21 4.802.123.243.106,37 3.999.410.282.994,01

AKTIVA SEWA GUNA USAHA


AKTIVA SEWA GUNA USAHA 14.029.955.280,00 14.029.955.280,00 242.196.462.981,62
- Akumulasi Penyusutan Aktiva SGU (11.500.588.545,00) (10.799.090.781,00) (35.195.908.863,61)
NILAI BUKU AKTIVA SGU 2.529.366.735,00 3.230.864.499,00 207.000.554.118,01

AKTIVA DALAM PENYELESAIAN 421.172.150,00 48.000.000,00 15.764.914.596,53

AKTIVA LAIN - LAIN


- Biaya Ditangguhkan 81.867.767.090,07 124.238.519.651,07 164.234.195.184,27
- Uang Jaminan Dibayar 85.355.760,00 95.725.760,00 1.192.682.760,00
- Tanah & Bangunan Digunakan Pihak III 27.000.000,00 27.000.000,00 48.007.425,00
- Aktiva Tak Dapat Digunakan 3.102.683.702,07 2.810.784.313,20 832.484.240,00
- Akum. Peny. Aktiva Tak Dapat Digunakan (2.259.056.634,00) (2.301.537.413,00) (311.394.171,00)
- Aktiva yang di Scrap 1.475.000.000,00 1.475.000.000,00 2.225.000.000,00
- Akum. Peny. Aktiva yang di Scraped (1.474.999.900,00) (1.474.999.900,00) (2.224.999.800,00)
JUMLAH AKTIVA LAIN - LAIN 82.823.750.018,14 124.870.492.411,27 165.995.975.638,27
JUMLAH AKTIVA 5.244.569.551.272,32 5.435.871.462.443,80 4.896.539.787.388,79

60
Tabel 3.3 Neraca (lanjutan) PT Pelni (Persero)

31 Desember 2005 31 Desember 2004 31 Desember 2003


U R A I A N
Rp. Rp. Rp.
UTANG LANCAR
- Utang Usaha 67,273,232,260.92 80,720,214,823.21 168,801,921,261.04
- Utang Pajak 6,810,171,308.14 7,006,644,588.08 5,660,652,112.38
- Utang Jangka Pendek Jatuh Tempo 177,634,351,471.04 140,158,645,546.25 103,768,081,701.67
- Utang Lain - lain 45,465,813,179.65 29,764,212,029.20 31,691,326,521.69
- Uang Muka dan Jaminan Diterima 15,525,598,900.54 20,934,972,899.44 14,445,721,752.10
- R / K Dengan Pihak Ketiga 11,861,805,619.69 14,198,988,522.05 11,221,256,097.35
- Biaya Yang Masih Harus Dibayar 18,868,295,174.58 16,547,335,402.50 19,458,248,092.05
- Pendapatan Diterima Dimuka 12,094,440,633.00 5,660,210,002.00 5,126,631,182.00
JUMLAH UTANG JANGKA PENDEK 355,533,708,547.56 314,991,223,812.73 360,173,838,720.28

KEWAJIBAN PAJAK TANGGUHAN 0.00 0.00 0.00

UTANG JANGKA PANJANG


- Utang SGU Jangka Panjang 9,051,183,807.35 30,414,467,364.29 139,798,470,296.66
- Utang Suku Cadang (KFW) 387,898,172,134.72 452,922,322,021.08 163,933,497,870.10
JUMLAH UTANG JANGKA PANJANG 396,949,355,942.07 483,336,789,385.37 303,731,968,166.76

EKUITAS
- Modal Ditempatkan dan Disetor 359,000,000,000.00 359,000,000,000.00 359,000,000,000.00
- Cadangan 28,959,168,139.69 28,959,168,139.69 28,959,168,139.69
- Penyertaan Modal Pemerintah 5,140,195,341,847.33 5,153,647,721,469.33 4,491,924,833,469.33
5,528,154,509,987.02 5,541,606,889,609.02 4,879,884,001,609.02
- Laba Belum Dibagi :
Laba ( Rugi ) s/d Tahun Lalu (924,495,313,626.56) (652,561,344,680.42) (264,709,173,642.13)
Laba ( Rugi ) s/d Tahun Berjalan :
Laba ( Rugi ) PT. Pelni (133,937,317,717.20) (254,860,365,784.02) (385,590,670,929.13)
Laba ( Rugi ) Anak Perusahaan 6,116,088,139.42 3,358,270,101.12 3,049,823,463.99

(1,052,316,543,204.34) (904,063,440,363.32) (647,250,021,107.27)

JUMLAH EKUITAS 4,475,837,966,782.69 4,637,543,449,245.70 4,232,633,980,501.75

JUMLAH KEWAJIBAN DAN MODAL 5,244,569,551,272.32 5,435,871,462,443.80 4,896,539,787,388.79

61
Tabel 3.4 Laporan Laba Rugi PT Pelni (Persero)

U R A I A N 2005 2004 2003

HASIL USAHA
Usaha Perkapalan Rp 931,985,427,409.74 Rp 830,854,447,871.14 Rp 1,054,854,018,163.85
Usaha Penunjang Rp 7,540,772,647.45 Rp 14,365,663,573.00 Rp 28,251,558,254.00
Usaha Sampingan Rp 135,703,273,003.00 Rp 139,480,560,185.27 Rp 124,862,276,426.33
Penghasilan PSO Rp 350,740,000,000.00 Rp 217,360,000,000.00 Rp 80,000,000,000.00
Jumlah Hasil Usaha Rp 1,425,969,473,060.19 Rp 1,200,208,720,629.41 Rp 1,287,967,852,844.18

BIAYA USAHA
Usaha Perkapalan Rp 1,371,006,842,201.20 Rp 1,100,196,778,386.60 Rp 1,408,070,672,480.78
Usaha Penunjang Rp 2,116,696,857.00 Rp 7,044,596,058.00 Rp 17,970,807,925.15
Usaha Sampingan Rp 104,315,346,762.00 Rp 112,712,428,208.00 Rp 103,580,238,341.00
Jumlah Biaya Usaha Rp 1,477,438,885,820.20 Rp 1,218,419,023,548.60 Rp 1,529,621,718,746.93

LABA USAHA KOTOR Rp (51,469,412,760.01) Rp (18,210,302,919.19) Rp (241,653,865,902.75)

BIAYA USAHA TIDAK LANGSUNG


Biaya Overhead Rp (115,287,820,355.00) Rp (125,563,246,350.00) Rp (139,679,152,440.23)
LABA (RUGI) USAHA BERSIH Rp (166,757,233,115.01) Rp (143,773,549,269.19) Rp (381,333,018,342.98)

PENDAPATAN DAN BIAYA DILUAR USAHA


Pendapatan Diluar Usaha Rp 75,802,854,059.94 Rp 38,845,777,193.99 Rp 65,022,629,371.46
Biaya Diluar Usaha Rp (42,537,594,064.33) Rp (149,029,194,555.84) Rp (68,026,336,233.70)

Laba Diluar Usaha Rp 33,265,259,995.61 Rp (110,183,417,361.85) Rp (3,003,706,862.24)

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN Rp (133,491,973,119.40) Rp (253,956,966,631.04) Rp (384,336,725,205.22)

LABA PERUSAHAAN ANAK Rp 6,116,088,139.42 Rp 3,358,270,101.12 Rp 3,033,436,687.88

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN Rp (127,375,884,979.98) Rp (250,598,696,529.92) Rp (381,303,288,517.34)

PAJAK PENGHASILAN
Pajak Kini Rp - Rp - Rp -
Beban (Penghasilan) Pajak Tangguhan Rp - Rp - Rp -
Rp - Rp - Rp -

LABA (RUGI) SETELAH PAJAK PENGHASILAN Rp (127,375,884,979.98) Rp (250,598,696,529.92) Rp (381,303,288,517.34)

62
Tabel 3.5 Laporan Perubahan Modal PT Pelni (Persero)
Modal ditempatkan Cadangan Penyertaan Modal Laba Jumlah
Uraian
dan Disetor Umum Pemerintah Ditahan Ekuitas

Saldo per 31 Desember 2002 Rp 360,756,250,000 Rp 44,387,189,576 Rp 4,491,924,833,469 Rp (260,538,585,511) Rp 4,636,529,687,535

Pembagian laba tahun 2002 Rp - Rp 871,495,649 Rp - Rp (6,189,495,649) Rp 5,318,000,000


Laba bersih tahun 2003 Rp - Rp - Rp - Rp (382,557,234,241) Rp (382,557,234,241)
Pengurangan/penambahan Tahun Berjalan Rp - Rp - Rp - Rp - Rp -
Hak Kepemilikan Minoritas Rp (32,500,000) Rp (82,985,107) Rp - Rp 341,653,864 Rp 226,168,757
Pengaruh penerapan Pajak Tangguhan Rp - Rp - Rp - Rp - Rp -
Koresi Rp (1,723,750,000) Rp (724,097,751) Rp - Rp (206,820,689) Rp (2,654,668,440)

Saldo per 31 Desember 2003 Rp 359,000,000,000 Rp 44,451,602,367 Rp 4,491,924,833,469 Rp (649,150,482,226) Rp 4,256,861,953,610

Pembagian laba tahun 2003 Rp - Rp 120,671,904 Rp - Rp (3,387,757,427) Rp (3,267,085,523)


Laba bersih tahun 2004 Rp - Rp - Rp - Rp (251,502,095,683) Rp (251,502,095,683)
Pengurangan/penambahan Tahun Berjalan Rp - Rp - Rp 661,722,888,000 Rp - Rp 661,722,888,000
Hak Kepemilikan Minoritas Rp - Rp 5,976,917 Rp - Rp 1,873,905 Rp 7,850,822
Pengaruh penerapan Pajak Tangguhan Rp - Rp - Rp - Rp - Rp -
Penambahan (Koresi) Rp - Rp - Rp (41,378,932) Rp (41,378,932)

Saldo per 31 Desember 2004 Rp 359,000,000,000 Rp 44,578,251,188 Rp 5,153,647,721,469 Rp (904,079,840,363) Rp 4,663,782,132,294

Pembagian laba tahun 2004 Rp - Rp 2,382,451,678 Rp - Rp (3,882,451,678) Rp (1,500,000,000)


Laba bersih tahun 2005 Rp - Rp - Rp - Rp (127,828,252,852) Rp (127,828,252,852)
Pengurangan/penambahan Tahun Berjalan Rp - Rp - Rp (13,452,379,622) Rp - Rp (13,452,379,622)
Hak Kepemilikan Minoritas Rp - Rp (12,706,409) Rp - Rp 23,175,932 Rp 10,469,523

Saldo per 31 Desember 2005 Rp 359,000,000,000 Rp 46,947,996,457 Rp 5,140,195,341,847 Rp (1,035,767,368,961) Rp 4,521,011,969,343

63
Tabel 3.6 Laporan Arus Kas PT Pelni (Persero)
Tahun
Uraian
2005 2004 2003
Arus kas Dari Aktivitas Operasi
Laba bersih setelah pajak Rp (127.821.520.335) Rp (251.502.095.683) Rp (382.557.234.241)
Penyusutan Aktiva Tetap Rp 266.959.963.631 Rp 247.383.513.675 Rp 227.705.043.863
Penambahan/Penyusutan Aktiva SGU Rp 701.497.764 Rp 203.769.689.619 Rp 9.828.158.072
Penyisihan Piutang Usaha Rp 1.018.420.481 Rp 282.127.101 Rp (92.691.983)
Penyisihan Piutang Lain-lain Rp 10.330.308 Rp 238.325.763 Rp 124.457.813
Pengurangan/Reklassifikasi Penyusutan Akt. Tetap Rp (64.606.612.849) Rp 17.112.755.091 Rp (11.524.063.865)
Pengurangan Aktiva Dalam Penyelesaian - Rp 15.764.914.597 Rp 40.145.427.697
Amortisasi Biaya Ditangguhkan Rp 35.120.665.739 Rp 39.030.472.780 Rp 15.990.652.798
Reklasifikasi Aktiva Tetap Rp 187.361.865 Rp (226.247.907.316) Rp 13.459.994
Penambahan uang jaminan dibayar Rp 10.370.000 Rp 1.096.957.000 Rp (816.801.220)
Penambahan Aktiva tak dapat digunakan/Phk. III Rp (383.427.483) Rp 137.686.049 Rp 1.319.165.075
Penambahan Aktiva Scrap Rp 48.177.691 Rp (48.177.591) Rp 553.124.900
Pengurangan/Penambahan Pajak Tangguhan Rp (141.579.789) Rp 134.056.163 Rp (85.058.766)
Rp 111.103.647.024 Rp 47.152.317.248 Rp (99.396.359.865)
Kenaikan (penurunan) Modal Kerja
Deposito berjangka Rp 147.382.333.250 Rp 3.317.300.000 Rp 12.188.050.000
Surat-surat berharga jangka pendek Rp (16.879.092.316) Rp 2.188.577.201 Rp 37.256.642.044
Piutang Usaha Rp (24.283.948.582) Rp 1.690.215.398 Rp (3.737.554.580)
Piutang lain-lain Rp 2.895.600.635 Rp (4.009.721.120) Rp 6.291.858
Piutang Pegawai Rp (300.453.409) Rp (50.949.429) Rp (180.113.735)
Uang muka Pajak Rp (161.930.868) Rp 1.519.811.596 Rp 9.796.198.650
Uang Muka Dibayar Rp (20.389.357.830) Rp 5.927.030.830 Rp 8.521.544.004
R/K dengan Pihak III Rp (2.814.584.214) Rp (3.877.186.180) Rp (4.018.682.395)
Persediaan Rp 15.025.819.567 Rp (37.080.361.430) Rp 10.960.318.385
Pos Transitoris & Antisipasi Debet Rp (12.710.686.683) Rp 15.582.669.333 Rp 18.929.920.416
Hutang Usaha Rp (10.197.312.009) Rp (88.328.092.721) Rp 32.940.219.785
Hutang Pajak Rp 872.149.033 Rp 1.229.848.233 Rp 16.127.935
Hutang SGU Jangka Pendek Rp 37.475.705.925 Rp 36.390.563.845 Rp (6.219.292.335)
Hutang Lain-lain Rp 15.352.438.218 Rp (1.417.425.962) Rp (1.990.420.096)
Uang Muka Diterima Rp (5.409.373.999) Rp 6.210.602.516 Rp (1.515.859.624)
R/K dengan Pihak III Rp (2.002.215.429) Rp 2.079.594.995 Rp 3.067.322.638
Pos Transitoris & Antisipasi kredit Rp 12.492.889.683 Rp (1.961.586.882) Rp (12.211.393.628)
Rp 136.347.980.973 Rp (60.589.109.778) Rp 103.809.319.322
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi Rp 247.451.627.997 Rp (13.436.792.530) Rp 4.412.959.457
Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
Penambahan Aktiva Tetap Rp (6.604.659.189) Rp (855.536.495.515) Rp (44.658.906.776)
Penambahan Aktiva Dalam Penyelesaian Rp (373.172.150) Rp (48.000.000) Rp (13.567.363.493)
Penambahan Modal Rp (67.604.189) Rp (80.453.870) Rp (1.744.563.602)
Penambahan (Pengurangan) Obligasi Rp (317.345.000) Rp 16.565.865.000 -
Penjualan Aktiva Tetap Rp 77.661.316.564 Rp 14.669.213.206 Rp 18.443.640.588
Penambahan (pengurangan) Hutang Jk. Panjang Rp (86.387.433.443) Rp 179.604.821.219 Rp 57.306.809.236
Penambahan Biaya Ditangguhkan Rp 5.059.550.628 Rp 464.470.925 Rp (11.907.193.174)
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi Rp (11.029.346.779) Rp (644.360.579.035) Rp 3.872.422.779
Arus kas Dari Aktivitas Pendanaan
Pembagian Laba Tahun lalu Rp (3.866.008.263) Rp (19.976.727.454) Rp (6.147.064.634)
Penambahan Cadangan Rp 2.369.745.269 Rp 1.114.694.987 Rp 146.571.554
Penambahan (Pengurangan) PMP Rp (13.452.379.622) Rp 661.722.888.000 -
Koreksi R/L PT. PIDC - - Rp (227.611.758)
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan Rp (14.948.642.616) Rp 642.860.855.533 Rp (6.228.104.838)
Kenaikan/ (Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas Rp 221.473.638.602 Rp (14.936.516.032) Rp 2.057.277.398
SALDO AWAL KAS DAN SETARA KAS Rp 48.135.160.412 Rp 63.071.676.444 Rp 61.014.399.046
SALDO AKHIR KAS DAN SETARA KAS Rp 269.608.799.014 Rp 48.135.160.412 Rp 63.071.676.444

64
KEBIJAKAN AKUNTANSI

1. Sistem Pembukuan

Berdasarkan Instruksi Direktur Utama PT. Pelayaran Nasional Indonesia

(Persero) Nomor : 34/SP/XII/1980 tanggal 11 Desember 1980, pembukuan PT.

Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) dilaksanakan dengan sistem Sentralisasi.

2. Pengakuan Pendapatan dan Biaya

a. Pengakuan Pendapatan

Pendapatan untuk angkutan barang diakui pada saat barang selesai

dimuat ke kapal yang pencatatannya didasarkan atas daftar penghasilan uang

tambang. Pendapatan untuk angkutan penumpang diakui pada saat selesai

embarkasi yang pencatatannya didasarkan atas daftar penghasilan uang

pasasi. Cut-off pada akhir tahun dilakukan berdasarkan berakhirnya Voyage

(Pelayaran reguler) terakhir tahun yang bersangkutan.

Pendapatan Jasa Angkutan Laut perintis diakui sebagai pendapatan

usaha berdasarkan realisasi kontrak antara PT. Pelni (Persero) dengan

Proyek Armada Perintis. Pendapatan Usaha E.M.K.L diakui pada saat

kegiatan selesai dilaksanakan yang pencatatannya didasarkan atas daftar

penghasilan E.M.K.L.

Pendapatan Flash/Lash Barges diakui setelah kegiatan selesai

dilaksanakan yang pencatatannya didasarkan atas Debet Nota yang

disampaikan kepada pemilik flash/lash barges. Pendapatan Usaha

Sampingan diakui pada saat kegiatan usaha sampingan selesai dilaksanakan

yang pencatatannya didasarkan atas bukti (kwitansi) penagihan.

65
Pendapatan Usaha Bongkar Muat diakui setelah pekerjaan/kegiatan

bongkar muat selesai dilaksanakan yang pencatatannya didasarkan atas

Daftar Penghasilan Bongkar Muat.

Apabila pada akhir tahun terdapat kegiatan usaha, tetapi belum dibuatkan

dokumen pendapatan seperti tersebut diatas, maka pendapatan dibukukan

atas dasar Daftar Estimasi Pendapatan yang akan diterima.

b. Pengakuan Biaya

Biaya usaha yang berhubungan langsung dengan kegiatan usaha diakui

atas dasar metode akrual (saat timbulnya kewajiban sejalan dengan

diakuinya pendapatan). Biaya docking diakui pada saat kapal naik ke

galangan dan dibebankan secara proporsional sesuai masa manfaat.

Biaya yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan usaha (biaya

overhead) diakui sejalan dengan periode dimana biaya tersebut memberikan

manfaat.

c. Penyisihan Piutang

Penyisihan piutang dihitung dengan menggunakan metode umur piutang

(aging) yang besarnya ditentukan sbb:

6 bulan - 1 tahun = 5%

1 tahun - 2 tahun = 10 %

2 tahun - 3 tahun = 25 %

3 tahun - 4 tahun = 50 %

4 tahun - 5 tahun = 75 %

66
5 tahun keatas =100 %

dari saldo piutang pada akhir tahun.

Penyisihan piutang diberlakukan terhadap piutang kepada pihak ketiga

sedangkan piutang intern perusahaan seperti kepada pegawai, piutang

kepada Yayasan Dana Pensiunan Pegawai PT. Pelni (YDPP), piutang

pegawai cabang dan lain-lain tidak dilakukan penyisihan piutang.

d. Persediaan

Persediaan dinilai atas dasar harga perolehan dengan methode FIFO

(First In First Out). Pembelian bunker, suku cadang di kapal, air tawar dan

perbekalan penumpang langsung dibukukan sebagai biaya.

Pada akhir tahun buku, saldo persediaan bunker, suku cadang, air tawar

dan perbekalan penumpang yang belum terpakai dibukukan sebagai

persediaan diatas kapal dan mengoreksi biaya yang bersangkutan. Pada awal

tahun berikutnya persediaan ini dibukukan sebagai biaya.

e. Biaya Dibayar Dimuka

Pembelian blanko tiket dibukukan sebagai biaya dan blanko tiket yang

belum terpakai pada akhir tahun buku dibukukan sebagai biaya dibayar

dimuka dan mengoreksi biaya yang bersangkutan. Pada awal tahun

berikutnya biaya dibayar dimuka dibukukan sebagai biaya.

Pemakaian persediaan alat bongkar muat non mekanik yang umurnya

lebih dari satu tahun dicatat sebagai biaya dan pada akhir tahun dinilai

67
kembali berdasarkan kondisi fisiknya untuk disajikan sebagai biaya dibayar

dimuka (PT. SBN).

f. Aktiva tetap dan Penyusutan

Berdasarkan Surat Edaran Direktur Utama PT. Pelni (Persero) Nomor :

02/SE/II/1989 tanggal 6 Pebruari 1989 dan Surat Edaran Direktur Utama PT.

SBN Nomor : 09/Dirut/SBN/II/1988 tanggal 28 Pebruari 1988, ketentuan

pokok pencatatan aktiva tetap adalah sebagai berikut:

1. Pencatatan Aktiva Tetap

Aktiva tetap yang diperoleh dalam bentuk siap pakai, harga

perolehannya dicatat berdasarkan harga beli ditambah biaya-biaya yang

timbul dalam rangka penempatan aktiva tersebut. Aktiva tetap yang

dibangun sendiri, harga perolehannya dicatat berdasarkan seluruh biaya yang

terjadi berkenaan dengan pembangunan aktiva hingga siap dipergunakan.

Aktiva tetap yang diperoleh melalui transaksi pertukaran non moneter,

harga perolehannya dicatat sebagai nilai wajar / layak atau berdasarkaan

bukti / data yang ada. Aktiva yang diperoleh secara gabungan, harga

perolehannya dicatat berdasarkan perbandingan nilai wajar masing-masing.

Aktiva tetap yang diperoleh dari sumbangan, harga perolehannya dicatat

dalam mata uang rupiah taksiran / harga pasar yang layak.

Aktiva tetap yang diperoleh dalam valuta asing, harga perolehannya

dicatat dalam mata uang rupiah dengan kurs tengah pada tanggal aktiva

tersebut diserah terimakan.

68
Suatu aktiva dapat dikelompokkan sebagai aktiva tetap apabila harga

perolehannya diatas Rp 2.500.000,- per satuan, dengan masa manfaat lebih

dari satu tahun, termasuk computer dan televisi yang dipakai diatas kapal.

2. Biaya Pemeliharaan Aktiva Tetap

Biaya pemeliharaan / renovasi / penambahan / penggantian komponen

aktiva tetap yang jumlahnya diatas sepuluh prosen dari harga perolehan

aktiva tetap tersebut atau Rp.100.000.000,00 dan menambah umur ekonomis

atau meningkatkan kapasitas aktiva tetap yang bersangkutan dicatat sebagai

Penambahan harga aktiva tetap (Dikapitalisasi) atau Biaya yang

ditangguhkan.

Biaya pemeliharaan / perbaikan aktiva tetap untuk mempertahankan

umur atau mengembalikan pada kondisi semula dan masa manfaatnya

maksimum satu tahun dicatat sebagai beban dalam tahun buku yang

bersangkutan.

Berdasarkan surat edaran Direktur Keuangan PT. Pelni nomor :

01/SE/K/8/1988 dan Instruksi Direktur Utama PT. SBN Nomor :

08/Ins/DIRUT/IX/1986 tanggal 8 September 1986 penyusutan aktiva tetap

dihitung sebagai berikut

Armada Niaga yang perolehannya sampai dengan tahun 1977

disusutkan dengan metode "declining balance" sebesar 10 % pertahun dari

harga buku.

69
Armada Niaga yang perolehannya mulai tahun 1978 sampai dengan

tahun 1982 (Tipe I dan SI) disusutkan dengan metode "declining balance"

sebesar 5 % per tahun dari harga buku.

Armada Niaga eks PT.PANN (Type Niaga) disusutkan dengan metode

"straight line" sebesar 4 % per tahun dari harga perolehan. Kapal-kapal

perintis disusutkan dengan metode "straight line" yaitu sebesar 12 % per

tahun dari harga perolehan untuk kapal yang pembuatannya tahun 1975 dan

sebesar 7 % per tahun dari harga perolehan untuk kapal yang pembuatannya

tahun 1981.

Kapal sewa guna usaha (Km.Caraka Jaya Niaga III - 1 /III - 4) dan kapal

perolehan tahun 1990 yaitu Teluk Sekar (Mastara) dan Serba Guna II

(Km.Embora) disusutkan dengan metode "Straight Line" sebesar 5 % per

tahun dari harga perolehan.

Alat-alat terapung disusutkan dengan metode "declining balance"

sebesar 10% per tahun dari harga buku.Bangunan disusutkan dengan metode

"Straight line" yaitu bangunan eks PN. PELNI (sampai dengan Oktober

1975) sebesar 8% per tahun dan bangunan baru (yang dibangun mulai

Nopember 1975 keatas) sebesar 2,5 % per tahun dari harga perolehannya.

Alat-alat Mekanik/Peralatan Perbengkelan disusutkan dengan metode

"Declining Balance" sebesar 10% per tahun dari harga buku. Kendaraan

Bermotor disusutkan dengan metode " Straight line " sebesar 20 % per tahun

dari harga perolehan. Inventaris kantor (mesin kantor, perabot

kantor/rumah tangga, peralatan kesehatan) disusutkan dengan metode

"Straight line" sebesar 15% per tahun dari harga perolehan.

70
Tanah dan bangunan yang tidak bisa dimanfaatkan perusahaan karena

digunakan pihak ketiga sejak awal berdirinya PT. Pelni (Persero) (29

Oktober 1975) dinilai sebesar Rp 1.000.000,00 per unit dan tidak disusutkan

serta penyajiannya di neraca dikelompokkan dalam aktiva lain-lain.

Penyusutan aktiva tetap perusahaan anak PT. PIDC, untuk bangunan

disusutkan sebesar 5% dari harga perolehan dan untuk inventaris, peralatan

kerja dan kendaraan bermotor disusutkan 25% dari harga perolehan.

g. Valuta Asing

Transaksi-transaksi dalam valuta asing dijabarkan kedalam mata uang

rupiah dengan kurs pembukuan (kurs standar). Transaksi yang berhubungan

dengan aktiva tetap menggunakan kurs tengah yang berlaku pada tanggal

transaksi.

Saldo perkiraan aktiva dan kewajiban moneter dalam valuta asing pada

tanggal 31 Desember dijabarkan kedalam mata uang rupiah dengan kurs

Bank Indonesia pada tanggal neraca.

Kurs konversi valuta asing utama per 31 Desember 2004 adalah

sebagai berikut:

Tabel 3.7 konversi Valuta Asing

2005 2004 2003


Mata Uang
US Dollar 1.00 Rp 9.830 Rp 9.290 Rp 8.465
EURO 1.00 Rp 11.659 Rp 12.652 Rp 10.643
Singapore 1.00 Rp 5.906 Rp 5.685 Rp 5.585

71
h. Investasi

Investasi dalam bentuk obligasi jangka panjang dicatat berdasarkan nilai

nominal. Investasi dalam bentuk saham/penyertaan pada perusahaan yang

dimaksudkan untuk menguasai manajemen perusahaan anak dilakukan

konsolidasi.

Investasi dalam bentuk saham/penyertaan pada perusahaan yang tidak

dimaksudkan menguasai perusahaan dan hanya minoritas dalam hak suara,

dicatat berdasarkan metode cost.

i. Biaya Ditangguhkan

Biaya ditangguhkan berupa Hak Guna Bangunan diamortisasi sebesar 5

% per tahun dari nilai perolehan. Biaya penyusunan Software pengendalian

inventory dan aplikasi keuangan dan kepegawaian diamortisasi sebesar 20 %

per tahun dari nilai realisasi.

Biaya penggantian suku cadang kapal yang nilainya diatas Rp

100.000.000,00 diamortisasi sesuai masa manfaat.Biaya yang ditangguhkan

berupa biaya pemeliharaan/renovasi gedung/bangunan yang jumlahnya

minimal 10% dari harga perolehan atau Rp 100.000.000,00 dan dapat

menambah kapasitas dan atau mempertahankan umur, diamortisasikan

sebesar 20% setahun atau sesuai sisa umur gedung/bangunan.

72