Anda di halaman 1dari 6

Hari, tanggal : Selasa, 2 Mei 2017

Pukul : 09:30 12:30

Tempat : Laboratorium Energi dan Elektrifikasi Pertanian

LAPORAN MATA KULIAH

ENERGI DAN LISTRIK PERTANIAN

RADIASI SURYA

Disusun oleh:

Dyah Ayu Nurshita (F14140031)

Dosen :

Lilis Sucahyo, S.Tp, M.Si

DEPARTEMEN TEKNIK MESIN DAN BIOSISTEM

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2017
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Energi surya adalah salah satu energi alternatif yang mempunyai potensi
yang cukup besar. Energi surya yang berasal dari radiasi matahari dapat
digunakan sebagai energi alternatif pengganti sumber energi yang masih ada.
Radiasi surya merupakan radiasi yang dipancarkan oleh matahari setelah
mengalami berbagai proses diterima oleh permukaan bumi hanya sebagian kecil.
Radiasi yang diterima di permukaan bumi nilainya bervariasi terhadap letak
lintang serta keadaan atmosfer ditempat tersebut, faktor ketinggian tempat juga
berpengaruh terhadap penerimaan radiasi. Radiasi matahari yang diterima di
puncak atmosfer bumi hanya sebesar 1360 W/m dan rata-rata setengah nilai
tersebut diterima dipermukaan bumi setelah mengalami proses pemantulan dan
penyerapan awan (Handoko 1993)
Meskipun hanya sebagian kecil radiasi yang dipancarkan matahari
diterima di permukaan bumi, namun radiasi surya merupakan sumber energi
utama untuk proses-proses fisika atmosfer di bumi kita(Handoko 1993)
Lama penyinaran Matahari(LPM) merupakan salah satu unsur klimatologi
yang perlu dipantau secara berkelanjutan karena dapat mengindikasikan terjadinya
perubahan iklim. Lama penyinaran matahari juga berpengaruh terhadap aktivitas
makhluk hidup di bumi. Selain berpengaruh terhadap aktivitas secara langsung
manfaat cahaya matahari juga sebagai energi terbaruka untuk mengatasi krisis
energi khususnya minyak bumi (Hamdi 2014).

TUJUAN

Pada praktikum kali ini untuk mengukur radiasi surya dan menguji model
pendugaan radiasi surya sinusoidal.
METODELOGI

WAKTU DAN TEMAT


Praktikum dilaksanakan hari Selasa tanggal 4 April 2017 Laboratorium
Energi dan Elektrifikasi Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Institut
Pertanian Bogor mulai pukul 09:30 12:30WIB.

ALAT DAN BAHAN

Alat digunakan pada praktikum kali ini adalah pyranometer, multimeter,


mistar, dan alat tulis.

PROSEDUR PERCOBAAN

Siapkan alat yang diperlukan, atur posisi pyranometer dengan kemringan


60 menghadap utara dan lainnya horizontal. Siapkan multimeter untuk mengukur
radiasi yang dipancarkan, lalu sambungkan dengan pyranometer. Catatlah hasil
pengukuran setiap 10 menit.

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL

Tabel 1 Data hasil pengukuran Radiasi Surya

Radiasi (mV) Radiasi (kW/m2) Radiasi (w/m2)


No Waktu
0C 6C 0C 6C 0C 6C

1 09.50 3,9 5,7 0,78 0,814285714 780 814,29

2 10.00 4,2 5,9 0,84 0,842857143 840 842,86

3 10.10 4,3 6 0,86 0,857142857 860 857,14


4 10.20 4,4 6 0,88 0,857142857 880 857,14

5 10.30 4,6 6,7 0,92 0,957142857 920 957,14

6 10.40 5,1 7,5 1,02 1,071428571 1020 1071,43

7 10.50 4,7 6,8 0,94 0,971428571 940 971,43

8 11.00 5,1 7,1 1,02 1,014285714 1020 1014,29

9 11.10 4,7 7 0,94 1 940 1000,00

10 11.20 4,6 6,4 0,92 0,914285714 920 914,29

Tabel 2 Data hasil pendugaan radiasi sinusoidal

sin(pi)(- mutlak (sin(pi)(- I


(-8)/8 mV I Pendugaan (%)
waktu 8)/8) 8)/8)) (W/m^2)

09.50 9,83 0,23 -0,184 0,18 5,7 814,29 841,56 3,35

10.00 10,00 0,25 -0,200 0,20 5,9 842,86 861,21 2,18

10.10 10,17 0,27 -0,217 0,22 6 857,14 880,86 2,77

10.20 10,33 0,29 -0,234 0,23 6 857,14 900,52 5,06

10.30 10,50 0,31 -0,250 0,25 6,7 957,14 920,17 3,86

10.40 10,67 0,33 -0,267 0,27 7,5 1071,43 939,82 12,28

10.50 10,83 0,35 -0,284 0,28 6,8 971,43 959,48 1,23

11.00 11,00 0,38 -0,300 0,30 7,1 1014,29 979,13 3,47

11.10 11,17 0,40 -0,317 0,32 7 1000,00 998,78 0,12

11.20 11,33 0,42 -0,334 0,33 6,4 914,29 1.018,44 11,39


pendugaan
1,200.00
1,000.00
800.00
I duga

600.00
400.00
200.00
0.00
9:36 9:50 10:04 10:19 10:33 10:48 11:02 11:16 11:31
Waktu

Grafik 1 grafik antara I Penduggan dengan waktu

model pendugaan
1200.00

1000.00

800.00
I Ukur

y = 1177.5x + 625.37
600.00
R = 0.4806
400.00

200.00

0.00
0.00 0.05 0.10 0.15 0.20 0.25 0.30 0.35 0.40
sin((-8)/8)

Grafik 2 grafik I Ukur dengan waktu

PEMBAHASAN

Radiasi matahari adalah pancaran energi yang berasal dari proses


thermonuklir yang terjadi di matahari, alat yang digunakan untuk mengukur
radiasi surya adalah pyranometer. Prinsip kerjanya yaitu panjang gelombang
sampai dengan 3.0 microns akan diteruskan ke lempeng logam hitam dan putih.
Lempeng logam hitam akan mengabsorbsi panas radiasi sementara lempeng putih
akan memantulkan radiasi sehingga terjadi perbedaan temperatur diantara kedua
jenis lempeng logam ini. Perbedaan temperatur dari kedua lempeng ini
dihubungkan ke circuit thermojunctions yang mengubah besaran panas menjadi
perbedaan tegangan potensial diantara kedua ujung lempeng.
Sudut yang ditentukan pada praktikum kali ini menggunakan sudut 0 dan
sudut 6. Berdasarkan hasil pengukuran radiasi diperoleh hasil pyranometer
dengan sudut 60 lebih besar daripada pyranometer datar. Hal ini terjadi karena
faktor sudut 6o yang diterapkan pada pyranometer tersebut. Akan tetapi tidak
selalu diperoleh data lebih beasar, terdapat beberapa data di sudut 6 lebih kecil
dari 0. Hal tersebut dipengaruhi oleh penyinaran matahari, keberadaan awan,
cuaca dan lain sebagainya.
Data yang berbeda diperoleh dari lama penyinaran matahari serta
terhalangi atau tidaknya alat pyranometer oleh praktikan atau yang lain. Tetapi
melihat error yang dihasilakn pengukuran radiasi matahari pada kali ini dapat
dinyatakan hampir sempurna karena error rata-rata yang didapat 4%. Nilai error
tertinggi diperoleh pada saat pengukuran pukul 10:40 dengan nilai yang
dihasilkan sebesar 12,28 %.
PENUTUP

SIMPULAN
Pengukuran radiasi matahari diperlukan untuk mengetahui besarnya nilai
radiasi pada suatu tempat. Nilai radiasi matahari di setiap lokasi berbeda-beda
tergantung pada beberapa aspek yaitu nilai koordinat daerah, cuaca, terhalang atau
tidaknya alat penangkap radiasi (pyranometer). Pengambilan data yang presisi dan
akurat akan sulit dilakuakan apabila kondisi cuaca berubah-ubah karena akan
menghasilkan data pendugaan yang tidak akurat.

DAFTAR PUSTAKA
Hamdi Saipul. 2014. Mengenal Lama Penyinaran Matahari Sebagai Salah
Satu Paramater Klimatologi. Dalam: Berita Dirgantara Vol 15 No 1 Hal 7-16.
Handoko.1993. Klimatologi Dasar. Bogor(ID): Fakultas Matematika &
Ilmu Pengetahuan, Institut Pertanian Bogor.