Anda di halaman 1dari 32

LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA

EKSPRESI GEN YANG DITENTUKAN OLEH


JENIS KELAMIN

DISUSUN OLEH KELOMPOK 5:

NUR JATI DWIPUJI LESTARI 15304241030

ENDRIANI PUTRI TAUFANI 15304241031

FAZHA SEFIRA CAHYA RESTI 15304241033

TSAMROTUL QOLBIYAH 14304241034

LEYLA PUTRI ASTUTI 15304241041

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2017
A. Tujuan
Mengetahui ekspresi gen autosom yang menampakan fenotipnya ditentukan oleh jenis
kelamin

B. Dasar Teori

Gen adalah sepotong DNA yang menyandikan rantai polipeptida dan RNA. Tidak
semua gen diekspresikan secara tepat dalam bentuk rantai polipeptida. Beberapa gen
menyandikan beberapa jenis RNA tranfer dan gen lain menyandi berbagai jenis RNA
ribosomal. Gen yang menyandi polipeptida dan RNA dikenal sebagai gen struktural. Gen ini
menentukan struktur beberapa produk akhir gen, seperti suatu enzim atau RNA yang stabil.
DNA juga mengandung segmen atau urutan lain yang hanya menjalankan fungsi pengaturan
(regulasi). Beberapa diantara segmen pengatur menyusun isyarat yang menunjukkan awal
dan akhir gen struktural, yang lain berpartisipasi dalam memulai atau mengakhiri proses
transkripsi gen struktural. Jadi kromosom mengandung gen struktural dan urutan pengatur
(Lehninger, 1994: 135).

Perubahan genotip yang berhubungan dengan differensiasi atau fungsi sex akan
berakibat terjadinya penyimpangan sedikit ataupun banyak dari jenis kelamin yang normal.
Genotip di sini berarti keadaan gen yang tidak terlihat maupun keadaan kromosom yang
dapat dilihat. Kromosom X tidak hanya membawa gen untuk menentukan jenis kelamin, akan
tetapi juga membawa gen-gen lain yang pola ekspresi sangat berkaitan dengan kromosom X.
Sebagai contoh gen hemofilia dan buta warna terkait dengan kromosom X. Gen- gen yang
demikian disebut dengan gen-gen terpaut sex atau sex linkage.

Kromosom seks terutama kromosom X, memiliki gen-gen untuk banyak karakter


yang tidak berkaitan dengan seks. Pada manusia, istilah terpaut seks biasanya menunjuk pada
karakter-karakter yang terpaut kromosom X. Jika suatu sifat terpaut seks disebabkan oleh alel
resesif, maka seorang anak perempuan akan memperlihatkan fenotipenya hanya jika dia
merupakan homozigot. Karena anak laki-laki hanya memiliki satu lokus, istilah homozigot
dan heterozigot tidak memiliki arti untuk menggambarkan gen-gen terpaut seks (Campbell,
Neil. 999: 286-287).
Pada umumnya gen-gen terpaut ini berlokasi pada kromosom X, sehingga wanita
akan mempunyai dua kali peluang lebih besar untuk menerima gen-gen karena wanita
menerima dua kromosom X dari kedua orang tuanya. Adapun wanita mempunyai peluang
lebih besar untuk menerima gen-gen terpaut sex, peluang untuk mengekspresikan gen-gen
tersebut tergantung pada sifat dominan-resesif gen itu. Jika gen terpaut bersifat dominan,
maka ekspresi gen akan lebih besar muncul pada wanita. Sebaliknya jika gen tersebut bersifat
resesif, maka ekspresi gen akan lebih besar muncul pada pria.

Terdapat pewarisan sifat yang dipengaruhi oleh jenis kelamin. Dominansi gen yang
mewariskan sifat tertentu tergantung jenis kelamin. Pada manusia,sifat-sifatyang dipengaruhi
oleh jenis kelamin ini contohnya penjang jari telunjuk.Telah diketahui bahwa individu itu
memiliki dua macam kromosom, yaitu autosom dan seks kromosom. Oleh karena individu
betina dan jantan biasanya mempunyai autosom yang sama, maka sifat keturunan yang
ditentukan oleh gen pada autosom diwariskan dari orang tua kepada anak-anaknya tanpa
membedakan seks (Suryo, 2005).

Walaupun banyak perbedaan anatomis dan fisiologis antara perempuan dan laki-laki,
dasar kromosomal penentuan jenis kelamin cukup sederhana. Pada manusia dan mamalia
lain, ada dua macam kromosom seks, disimbolkan X dan Y. Kromosom Y jauh lebih kecil
daripada kromosom X. Seseorang yang mewarisi dua kromosom X, satu dari masing-masing
orang tua, biasanya berkembang menjadi perempuan. Laki-laki berkembang dari zigot yang
mengandung kromosom X dan satu kromosom Y (Campbell, dkk., 2008).

Selain gen-gen yang terdapat pada kromosom kelamin dikenal pula gen-gen yang
dipengaruhi oleh jenis kelamin. Sifat akan tampak dikedua jenis kelamin, tetapi salah satu
jenis kelamin menampakkan ekspresi yang lebih besar dibandingkan dengan jenis kelamin
lainnya. keadaan yang demikian disebut dengan sex influence genes atau biasa disebut
dengan gen yang dipengaruhi jenis kelamin. Ekspresi dari beberapa gen yang diketahui
terletak di autosom dapat dibatasi atau dipengaruhi oleh seks dari seseorang yang
memilikinya. Ada banyak contoh sifat keturunan yang ditentukan oleh gen autosomal yang
ekspresinya dipengaruhi oleh seks. Sifat itu tampak pada kedua macam seks, tetapi pada
salah satu seks ekspresinya lebih besar daripada untuk seks lainnya (Suryo, 2005).
Semua jenis keturunan atau kejadian yang diterangkan di muka ditentukan oleh gen
yang terdapat pada autosom. Selain gen-gen dikenal pula gen-gen yang demikian ini disebut
gen-gen terangkai kelamin. Peristiwa dinamakan rangkai kelamin atau dalam inggrisnya
disebut Sex Lingkage. Biasanya gen dominan memperlihatkan pengaruhnya pada individu
laki-laki atau jantan maupun perempuan atau betina. Baru dalam keadaan homozigot resesif
pengaruh dominan itu tidak akan menampakkan diri dalam fenotif. Apabila kita meletakkan
tangan kanan atau kanan kiri pada suatu alas yang terdapat suatu garis mendatar sedemikian
rupa sehingga ujung jari manis menyentuh garis tersebut, maka kita dapat ketahui apakah jari
telunjuk kita akan lebih panjang atau apakah lebih pendek dari jari manis. Pada kebanyakan
orang jari telunjuk tidak akan mencapai garis tersebut yang mengidentifikasi bahwa suatu
individu-individu mungkin mempunyai kandungan gen absolute yang sama ketidakaktifan
kromosom menciptakan sub populasi dengan membedakan kandungan gen aktif (Kimball,
2005).

Apakah sebenarnya yang diberikan pada anak-anak itu sehingga merekapun


mempunyai beberapa sifat seperti orang tuanya? Yang diwariska adalah berupa gen, gen lah
yang bertanggung jawab atas turunnnya sifat-sifat tersebut. Gen-gen yang berhubungan
langsung dengan kromosom ini bisa diturunkan melalui gen autosom maupun gen gonosom
(Nio,1990).

Pada pasangan yang menyumbangkan kromoson Y diam kepada keturunannya yang


laki-laki, jadi fenotif anak laki-lakinya akan secara langsung mencerminkan konstitusi
genetik salah satu dari dua kromosom X nya. Penelitian mengenai pewarisan pautan seks
pada manusia telah menunjukkkan dengan melimpah bahwa pola transmisi gen pada manusia
mengikuti pola-pola yang pertama kali dikenal dengan lalat (Goodenough,1984).

Beberapa sifat yang diwariskan yang ditentukan oleh gen autosomal ekspresinya ada
yang dipengaruhi oleh jenis kelamin. Sifat tersebut dapat terlihat pada kedua jenis kelamin
tetapi pada salah satu jenis kelamin ekspresinya lebih sering dibandingkan jenis kelamin
lainnya. Kepala botak, panjang pendeknya jari telunjuk merupakan contoh dari kasus ini. Jari
telunjuk yang lebih pendek bersifat dominan pada laki laki dan bersifat resesif pada
perempuan. Suatu penelitian menyebutkan bahwa panjang jari dipengaruhi kadar testosteron
ketika bayi masih dalam kandungan, namun panjang pendeknya jari telunjuk 70% adalah
pengaruh gen. Jadi faktor genetik lebih berpengaruh dalam menentukan panjang jari daripada
faktor hormon. Ukuran jari telunjuk dan jari manis sudah terbentuk sebelum seseorang
dilahirkan dan tidak akan berubah sepanjang hidupnya. (Widianti, 2014)

Telah diketahui bahwa individu itu memiliki dua macam kromosom, yaitu autosom
dan seks kromosom. Oleh karena individu betina dan jantan biasanya mempunyai autosom
yang sama, maka sifat keturunan yang ditentukan oleh gen pada autosom diwariskan dari
orang tua kepada anak-anaknya tanpa membedakan seks (Suryo, 2005).

Walaupun banyak perbedaan anatomis dan fisiologis antara perempuan dan laki-laki,
dasar kromosomal penentuan jenis kelamin cukup sederhana. Pada manusia dan mamalia
lain, ada dua macam kromosom seks, disimbolkan X dan Y. Kromosom Y jauh lebih kecil
daripada kromosom X. Seseorang yang mewarisi dua kromosom X, satu dari masing-masing
orang tua, biasanya berkembang menjadi perempuan. Laki-laki berkembang dari zigot yang
mengandung kromosom X dan satu kromosom Y. (Campbell, dkk., 2008)

Selain gen-gen yang terdapat pada kromosom kelamin dikenal pula gen-gen yang
dipengaruhi oleh jenis kelamin. Sifat akan tampak dikedua jenis kelamin, tetapi salah satu
jenis kelamin menampakkan ekspresi yang lebih besar dibandingkan dengan jenis kelamin
lainnya. keadaan yang demikian disebut dengan sex influence genes atau biasa disebut
dengan gen yang dipengaruhi jenis kelamin. Ekspresi dari beberapa gen yang diketahui
terletak di autosom dapat dibatasi atau dipengaruhi oleh seks dari seseorang yang
memilikinya. Ada banyak contoh sifat keturunan yang ditentukan oleh gen autosomal yang
ekspresinya dipengaruhi oleh seks. Sifat itu tampak pada kedua macam seks, tetapi pada
salah satu seks ekspresinya lebih besar daripada untuk seks lainnya. (Suryo, 2005)

Gen merupakan segmen DNA, bahwa DNA adalah suatu polomer yang terdiri dari
empat monomer yang berbeda yang dinamakan nukleotida. Penurunan sifat sifat herediter
memiliki basis molekuler yaitu replekasi persis DNA, dan menghasilkan salinan-salinan gen
yang dapat diteruskan dari orangtua ke keturunananya. (Champbell, 2008)

Apabila kita meletakkan tangan kanan atau kiri pada suatu alat dimana terdapat
sebuah garis mendatar yang sedemikian rupa sehingga ujung jari manis menyentuh garis
tersebut, maka dapat kita katahui apakah jari telunjuk kita akan lebih panjang atau lebih
pendek dari jari manis. Pada kebanyakan orang, jari telunjuk tida akan mencapai garis itu,
berarti bahwa jari telunjuk lebih pendek dari jari manis. Jari telunjuk lebih pendek disebabkan
oleh gen yang dominan pada laki-laki dan resesif pada perempuan. (Suryo, 2005)
Kecuali gen yang terangkai kromosom kelamin dikenal pula gen gen yang
dipengaruhi oleh seks dan gen gen yang dibatasi seks. Maka kita akan mengenal sesuatu
sifat yang disebabkan oleh gen gen yang dipengaruhi seks (seks influrnced genes).
(Hartati,2006)

Gen dominan biasanya memperlihatkan pengaruhnya pada individu laki-laki/jantan


maupun perempuan/betina. Baru dalam keadaan homozigotik resesif, pengaruh dominan itu
tidak akan menempatkan diri dalam fenotip. Disisni adapun gen-gen yang dominansinya
bergantung dari jenis kelamin individu. Salah satunya adalah panjang jari telunjuk. Apabila
kita meletakkan tangan kanan atau kiri kita pada suatu alas dimana terdapat seuah garis
mendatar demikian rupa sehingga ujung jari manis menyentuh garis tersebut, maka dapat kita
ketahui, apakah jari telunjuk kita akan lebih panjang atu lebih pendek dari pada jari
manis.Gen yang dipengaruhi oleh jenis kelamin adalah gen autosomal yang membedakan
antara laki-laki dan perempuan karena dipengaruhi factor lingkungan internal yakni
perbedaan kadar hormon kelamin antara laki-laki dan perumpuan. Sifat yang ditunkan oleh
gen dikenal sebagai sifat (karakter) menurun yang dipengaruhi oleh jenis kelamin. Salah satu
contoh sifat menurun pada manusia yang dipengaruhi oleh jenis kelamin adalah panjang jari
telunjuk (Agus dan Sjafaraenan, 2013).

Gen terpengaruh kelamin (Sex influenced genes) ialah gen yang memperlihatkan
perbdaan ekspresi antara individu jantan dan betina akibat pengaruh hormon kelamin. sebagai
contoh gen yang terpengaruh kelamin adalah gen autosomal B yang mengatur kebotakan
pada manusia. Gen B dominan pada pria tetapi resesif pada wanita. Sebaliknya gen b
dominan pada wanita tetati resesif pada pria. Akibatnya pria heterozigot akan mengalami
kebotakan, sedang wanita heterozigot akan normal. Untuk dapat mengalami kebotakan
seorang wanita harus mempunyai gen B dalam keadaan homozigot. Selain mempengaruhi
perbedaan ekspresi gen diantara jenis kelamin jug adapt membatasi ekspresi gen pada salah
satu jenis kelamin. gen yang hanya bias diekspresikan pada salah satu jenis kelamin
dinamakan gen yang terbatasi kelamin (sex limited genes) (Susanto, 2011).
Biasanya pengaruh dari gen dominan tampak baik pada laki-laki maupun perempuan.
tetapi adakalanya ekspresi gen itu tidak sama kuatnya untuk kedua macam seks. Ada sifat-
sifat yang terutama terdapat pada laki-laki dan tidak pada perempuan, seperti kebotakan yang
sepintas menyerupai pautan Y dalam pola pemindahannya. Akan tetapi, sifat-sifat ini
sebenarnya ditentukan oleh gen-gen autosomal, tetapi ekspresinya dipengaruhi oleh hormon-
hormon seks. (Pai, 1992: 60)

Kebotakan (Bald)
Jika B merupakan gen yang menentukan kepala botak dan alelnya b menentukan
kepala berambut normal, maka pengaruh jenis kelamin itu demikian rupa sehingga gen B itu
dominan pada laki-laki tetapi resesif pada perempuan.
Genotip Laki-Laki Perempuan
BB Botak Botak
Bb Botak Tidak botak
Bb Tidak botak Tidak botak

Andaikata seorang laki-laki berkepala botak kawin dengan seorang perempuan tidak botak
(kedua-duanya homozigot), maka semua anak laki-lakinya akan botak, sedangkan semua
anak perempuannya tidak botak (Suryo, 1992: 151).

Panjang jari telunjuk

Apabila kita meletakkan tangan kanan atau kiri kita pada suatu alas dimana terdapat
sebuah garis mendatar demikian rupa sehingga ujung jari manis meyentuh garis tersebut
maka dapat kita ketahui apakah jari telunjuk kita akan lenih panjang ataukah lebih pendek
daripada jari manis. Pada kebanyakan orang, ujung jari telunjuk tidak akan mencapai garis
itu, berarti bahwa jari telunjuk lebih pendek daripada jari manis (Suryo, 1992: 153).

Pewarisan sifat panjang jari telunjuk dipengaruhi oleh jenis kelamin. Jika kita
meletakkan tangan diatas kertas yang telah diberi garis, sehingga ujung jari manis kita
menyentuh garis tersebut, maka akan diketahui apakah jari telunjuk kita lebih pendek atau
lebih panjang dari jari manis. Umumnya kita memiliki jari telunjuk yang lebih pendek dari
jari manis. Sifat jari telunjuk pendek pada laki-laki disebabkan oleh gen dominan, sedangkan
pada perempuan disebabkan oleh gen resesif. Beikut ini tabel tabel genotip dan fenotip jari
telunjuk pendek pada laki-laki dan perempuan.
Genotip Fenotip

Laki-laki Perempuan

TT Telunjuk pendek Telunjuk pendek

Tt Telunjuk pendek Telunjuk panjang

Tt Telunjuk panjang Telunjuk panjang

(Made Parmawati, 2015:8)


C. Data Pengamatan

Perempuan dengan telunjuk pendek

Orang tua
No Nama Fenotip Genotip
Bapak Ibu
1 RizkiNurfaizah TelunjukPendek TT TT, Tt TT, Tt
2 SeptiSetia N TelunjukPendek TT TT, Tt TT, Tt
3 OktasiaSuryaningtyas TelunjukPendek TT TT, Tt TT, Tt
4 TsamrotulQolbiyah TelunjukPendek TT TT, Tt TT, Tt
5 NurussaniFafi R TelunjukPendek TT TT, Tt TT, Tt
6 FazhaSefiraCahya R TelunjukPendek TT TT, Tt TT, Tt
7 ArwindinaCahya T TelunjukPendek TT TT, Tt TT, Tt
8 NurJatiDwipuji L TelunjukPendek TT TT, Tt TT, Tt
9 DeacitaraHanestyka TelunjukPendek TT TT, Tt TT, Tt
10 YuniPrastiwi M TelunjukPendek TT TT, Tt TT, Tt
11 AnisaRatihPratiwi TelunjukPendek TT TT, Tt TT, Tt
12 Sandy Payudan TelunjukPendek TT TT, Tt TT, Tt
13 RisaAmbarwati TelunjukPendek TT TT, Tt TT, Tt
14 SitiMutmainah TelunjukPendek TT TT, Tt TT, Tt
15 DwiArifiani N P TelunjukPendek TT TT, Tt TT, Tt
16 CantyaNawang K TelunjukPendek TT TT, Tt TT, Tt
17 UmiMualifah TelunjukPendek TT TT, Tt TT, Tt
18 KunthiSarimurti TelunjukPendek TT TT, Tt TT, Tt
19 HardiniLarasati TelunjukPendek TT TT, Tt TT, Tt
20 LatifahKesi N P TelunjukPendek TT TT, Tt TT, Tt
21 SitiFaridatulLaelia TelunjukPendek TT TT, Tt TT, Tt
22 DettySafitri TelunjukPendek TT TT, Tt TT, Tt
23 MelatiAstriaJayanti TelunjukPendek TT TT, Tt TT, Tt
24 SilmiKapah TelunjukPendek TT TT, Tt TT, Tt
25 Leyla PutriAstuti TelunjukPendek TT TT, Tt TT, Tt
Perempuan dengan telunjuk panjang

Genoti Genotip Orang tua


No Nama Fenotip
p Bapak Ibu
1 ChindyMahgiana P TelunjukPanjan Tt, tt TT, Tt, tt TT, Tt, tt
g
2 EndrianiPutri T TelunjukPanjan Tt, tt TT, Tt, tt TT, Tt, tt
g
3 GilangDwiPutriyan TelunjukPanjan Tt, tt TT, Tt, tt TT, Tt, tt
ti g
4 RagilPiluPangesti TelunjukPanjan Tt, tt TT, Tt, tt TT, Tt, tt
g
5 ImisPramestiNur A TelunjukPanjan Tt, tt TT, Tt, tt TT, Tt, tt
g
6 IzdiharRaihanah A TelunjukPanjan Tt, tt TT, Tt, tt TT, Tt, tt
g
7 Diah Lestari TelunjukPanjan Tt, tt TT, Tt, tt TT, Tt, tt
g
8 Masruroh TelunjukPanjan Tt, tt TT, Tt, tt TT, Tt, tt
g
9 NilaSafitri TelunjukPanjan Tt, tt TT, Tt, tt TT, Tt, tt
g
Laki-laki dengan telunjuk pendek

Genoti Orang tua


No Nama Fenotip
p Bapak Ibu
1 Nurhafizh Muslim TelunjukPende TT, Tt TT, Tt TT, Tt
A k
2 Dimas Bayu P TelunjukPende TT, Tt TT, Tt TT, Tt
k
3 Aryasa Yusuf P TelunjukPende TT, Tt TT, Tt TT, Tt
k
4 IhwanNur K TelunjukPende TT, Tt TT, Tt TT, Tt
k

Laki-laki dengan telunjuk panjang

Genoti Orang tua


No Nama Fenotip
p Bapak Ibu
1 WahyuNur R TelunjukPanjan tt Tt, tt Tt, tt
g

Data PengamatanKelompok
Geno Orang tua
No Nama Fenotip
tip Bapak Ibu
1 FazhaSefiraCahya R TelunjukPendek TT TT, Tt TT, Tt
2 Leyla PutriAstuti TelunjukPendek TT TT, Tt TT, Tt
3 EndrianiPutri T TelunjukPanjang Tt, tt TT, Tt, tt TT, Tt, tt
4 TsamrotulQolbiyah TelunjukPendek TT TT, Tt TT, Tt
5 NurJatiDwipuji L TelunjukPendek TT TT, Tt TT, Tt
D. Pembahasan

Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan pada praktikum panjang pendeknya jari
telunjuk didapatkan hasil bahwa dari 39 Mahasiswa Pendidikan Biologi A hasilnya beragam.
Yang memiliki gen bertelunjuk pendek adalah 29 mahasiswa (4 orang mahasiswa laki-laki
genotip (TT/ Tt) dan 10 mahasiswa perempuan genotip (TT) dan yang bertelunjuk panjang 10
mahasiswa (1 mahasiswa laki-laki genotip (tt) dan 9 mahasiswa perempuan genotip (Tt/ tt)).

Berbedanya genotip pada setiap orang dan adanya peranan gen seks pada percobaan
kali ini memberikan gambaran pada kita bahwa tidak hanya gen yang terdapat pada genosom.
Hal ini terjadi sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Gun, G (2006), bahwa terjadilah
aliran informasi genetika yang terdapat dalam setiap sel makhluk hidup yang dikemas dalam
suatu bentuk materi genetik yang dikenal sebagi asam deoksiribonukleat (DNA). Kode
genetik yang ada di dalam DNA menentukan bagaimana protein disusun. Proses ekspresi gen
merupakan aspek yang fundamental dalam setiap organisme. Pernyataan diatas dikuatkan
oleh teori Stansfield (1991), bahwa gen-gen yang mengatur berbagi sifat yang dipengaruhi
seks, dapat terletak pada autosom mana saja atau pada bagian homolog dari kromosom seks.
Ekspresi dominasi atau resesif oleh alel dan lokus-lokus yang dipengaruhi perbedaan
lingkungan internal yang disebabkan oleh hormone seks.

Panjang jari telunjuk dibandingkan dengan jari manis merupakan gen yang
dipengaruhi oleh jenis kelamin. Cara penurunan gen ini sama dengan cara penurunan gen
kepala botak. Jika kita meletakkan tangan diatas kertas yang telah diberi garis, sehingga
ujung jari manis kita menyentuh garis tersebut, maka akan diketahui apakah jari telunjuk kita
lebih pendek atau lebih panjang dari jari manis. Biasanya gen dominan tersebut
memperlihatkan pengaruhnya pada individu laki-laki maupun perempuan.
Akan tetapi, dalam keadaan homozigotik resesif, pengaruh dominan itu tidak akan
menampakkan diri dalam fenotip. Jari telunjuk pendek disebabkan oleh gen yang dominan
pada orang laki-laki (genotip TT atau Tt) dan telunjuk panjang itu gen resesifnya (genotipnya
tt), tetapi pada perempuan telunjuk pendek itu genotipnya hanya TT sedangkan telunjuk
panjang genotipnya Tt atau tt.

Gen yang dipengaruhi oleh gen autosomal merupakan sifat keturunan yang ditentukan
oleh gen pada autosom. Contohnya yaitu pengaruh jenis kelamin terhadap suatu pewarisan
gen, sehingga membedakan antara laki-laki dan perempuan karena dipengaruhi faktor
lingkungan internal yakni perbedaan hormon kelamin antara laki-laki dan perempuan. Namun
pada suatu penelitian menyebutkan bahwa panjang pendek jari telunjuk dipengaruhi oleh gen.

Berikut ini tabel tabel genotip dan fenotip jari telunjuk pendek pada laki-laki dan
perempuan.

Genotip Fenotip
Laki-laki Perempuan
TT Telunjuk pendek Telunjuk pendek
Tt Telunjuk pendek Telunjuk panjang
tt Telunjuk panjang Telunjuk panjang

Pada praktikum didapat data mahasiswa Pendidikan Biologi A laki-laki maupun


perempuan yang memiliki jari telunjuk panjang. Adapun mahasiswa laki-laki yang memiliki
jari telunjuk panjang yaitu Wahyu sedangkan mahasiswa perempuan yang memiliki jari
telunjuk panjang yaitu Chindy, Endriani, Gilang, Ragil, Imis, Izdihar, Diah, Nila dan
Masruroh. Pada jari telunjuk panjang perempuan memiliki kemungkinan genotip yaitu Tt
atau tt sedangkan pada jari telunjuk panjang laki-laki memiliki kemungkinan genotip yaitu tt.
Selanjutnya akan dibahas satu persatu mengenai kemungkinan genotip orang tua dari
mahasiswa laki-laki yang memiliki genotip tt, mahasiswa perempuan yang memiliki genotip
Tt, dan tt.

Kemungkinan genotip orang tua dari mahasiswa laki laki dan perempuan bertelunjuk
panjang yang memiliki genotip tt:

1. Kemungkinan yang pertama genotipe orang tua mahasiswa laki-laki maupun


perempuan yang memiliki genotipe tt adalah sebagai berikut.

P : Tt >< tt
(pendek) (panjang)

Gamet : T, t t

F1 : Tt, tt
Jadi, kemungkinan ayah mahasiswa tersebut memiliki genotipe Tt dan ibunya
memiliki genotipe tt. Artinya Ayah dari mahasiswa tersebut memiliki telunjuk
pendek sedangkan Ibunya memiliki telunjuk panjang.

2. Kemungkinan yang kedua genotipe orang tua mahasiswa laki-laki maupun


perempuan yang memiliki genotipe tt adalah sebagai berikut.

P : tt >< Tt
(panjang) (panjang)

Gamet : t T, t

F1 : Tt, tt

Jadi, kemungkinan Ayah mahasiswa tersebut memiliki genotipe tt dan Ibunya


memiliki genotipe Tt. Artinya Ayah dan Ibu dari mahasiswa tersebut memiliki
telunjuk panjang.

3. Kemungkinan yang ketiga genotipe orang tua mahasiswa laki-laki maupun


perempuan yang memiliki genotipe tt adalah sebagai berikut.

P : tt >< tt
(panjang) (panjang)

Gamet : t t

F1 : tt

Jadi, kemungkinan Ayah dan Ibu mahasiswa tersebut memiliki genotipe tt. Artinya
Ayah dan Ibu dari mahasiswa tersebut memiliki telunjuk panjang.
4. Kemungkinan yang keempat genotipe orang tua mahasiswa laki-laki maupun
perempuan yang memiliki genotipe tt adalah sebagai berikut.

P : Tt >< Tt
(pendek) (panjang)

Gamet : T, t T, t

F1 : TT, Tt, tt

Jadi, kemungkinan Ayah dan Ibu mahasiswa tersebut memiliki genotipe Tt. Artinya
Ayah memiliki telunjuk pendek sedangkan Ibu memiliki telunjuk panjang.

Kemungkinan genotip orang tua dari mahasiswa perempuan yang memiliki genotip Tt:
1) Kemungkinan yang pertama genotipe orang tua mahasiswa perempuan yang
memiliki genotipe Tt adalah sebagai berikut.

P : TT >< tt
(pendek) (panjang)

Gamet : T t

F1 : Tt

Jadi, kemungkinan Ayah memiliki genotipe TT dan Ibu mahasiswa tersebut memiliki
genotipe tt. Artinya Ayah memiliki telunjuk pendek sedangkan Ibu memiliki telunjuk
panjang.
2) Kemungkinan yang kedua genotipe orang tua mahasiswa perempuan yang memiliki
genotipe Tt adalah sebagai berikut.

P : TT >< Tt
(pendek) (panjang)

Gamet : T T, t

F1 : TT, Tt

Jadi, kemungkinan Ayah memiliki genotipe TT dan Ibu mahasiswa tersebut memiliki
genotipe Tt. Artinya Ayah memiliki telunjuk pendek sedangkan Ibu memiliki telunjuk
panjang.

3) Kemungkinan yang ketiga genotipe orang tua mahasiswa perempuan yang memiliki
genotipe Tt adalah sebagai berikut.

P : Tt >< TT
(pendek) (pendek)

Gamet : T, t T

F1 : TT, Tt

Jadi, kemungkinan Ayah memiliki genotipe Tt dan Ibu mahasiswa tersebut memiliki
genotipe TT. Artinya Ayah dan Ibu memiliki telunjuk pendek.
4) Kemungkinan yang keempat genotipe orang tua mahasiswa perempuan yang
memiliki genotipe Tt adalah sebagai berikut.

P : Tt >< Tt
(pendek) (panjang)

Gamet : T, t T, t

F1 : TT, Tt, tt

Jadi, kemungkinan Ayah dan Ibu mahasiswa tersebut memiliki genotipe Tt. Artinya
Ayah memiliki telunjuk pendek sedangkan Ibu memiliki telunjuk panjang.

5) Kemungkinan yang kelima genotipe orang tua mahasiswa perempuan yang memiliki
genotipe Tt adalah sebagai berikut.

P : Tt >< tt
(pendek) (panjang)

Gamet : T, t t

F1 : Tt, tt

Jadi kemungkinan Ayah mahasiswa tersebut memiliki genotipe Tt dan Ibu memiliki
genotipe tt. Artinya Ayah memiliki telunjuk pendek sedangkan Ibu memiliki telunjuk
panjang.
6) Kemunginan yang keenam genotipe orang tua mahasiswa perempuan yang memiliki
genotipe Tt adalah sebagai berikut.

P : tt >< Tt
(panjang) (panjang)

Gamet : t T, t

F1 : Tt, tt

Jadi kemungkinan Ayah mahasiswa tersebut memiliki genotipe tt dan Ibu memiliki
genotipe Tt. Artinya Ayah dan Ibu memiliki telunjuk panjang.

7) Kemungkinan yang ketujuh genotipe orang tua mahasiswa perempuan yang memiliki
genotipe Tt adalah sebagai berikut.

P : tt >< TT
(panjang) (pendek)

Gamet : t T

F1 : Tt

Jadi kemungkinan Ayah mahasiswa tersebut memiliki genotipe tt dan Ibu memiliki
genotipe TT. Artinya Ayah memiliki telunjuk panjang sedangkan Ibu memiliki
telunjuk pendek.
Pembahasan yang selanjutnya adalah mengenai ekspresi gen autosom yang
diperlihatkan pada panjang jari telunjuk pendek. Dalam ekspresi gen tersebut, genotipe antara
telunjuk panjang untuk laki-laki dan untuk perempuan berbeda.

Pada jari tangan manusia, jari telunjuk ditentukan oleh jenis kelamin. Dalam keadaan
heterozigot jari telunjuk yang pendek pada laki-laki mengekspresikan sifat gen dominan,
sedangkan pada perempuan gen resesif.

Genotip Laki-laki Perempuan


TT Telunjuk pendek Telunjuk pendek
Tt Telunjuk pendek Telunjuk panjang
Tt Telunjuk panjang Telunjuk panjang
(Tim Genetika FMIPA UNY, 2012: 19)

Setelah dilakukan praktikum diketahui bahwa dalam kelas Pendidikan Biologi A


terdapat beberapa mahasiswa laki-laki dan perempuan kelas Pendidikan Biologi A 2015 yang
memiliki telunjuk pendek. Dari hasil praktikum tersebut, mampu diketahui kemungkinan
genotipe dari mahasiswa yang memiliki telunjuk pendek. Setelah, diketahui genotipenya kita
dapat menelusuri kemungkinan-kemungkinan ekspresi gen autosom apa saja yang dimiliki
oleh orang tua mahasiswa tersebut.

Adapun mahasiswa laki-laki yang memiliki telunjuk pendek adalah Hafizh, Dimas,
Aryasa dan Ihwan. Jika diketahui seorang laki-laki memiliki telunjuk pendek maka
kemungkinan genotipe yang dimilikinya adalah TT atau Tt sesuai dengan tabel di atas.
Karena telah diketahui genotipe dari mahasiswa laki-laki yang memiliki jari telunjuk pendek
(TT atau Tt) maka kita dapat menelusuri genotipe dan fenotipe dari orang tuanya. Jika
genotipe laki-laki berjari telunjuk pendek tersebut adalah TT, kemungkinan genotipe dan
fenotipe dari orang tuanya adalah sebagai berikut.
Kemungkinan Pertama Kemungkinan Ketiga

TT (Ayah) >< TT (Ibu) TT (Ayah) >< Tt (Ibu)


(telunjuk pendek) (telunjuk pendek) (telunjuk pendek) (telunjuk panjang)

Kemungkinan Kedua Kemungkinan Keempat

Tt (Ayah) >< TT (Ibu) Tt (Ayah) >< Tt (Ibu)


(telunjuk pendek) (telunjuk pendek) (telunjuk pendek) (telunjuk panjang)

a. Kemungkinan pertama genotipe orang tua mahasiswa laki-laki yang memiliki genotipe
TT adalah sebagai berikut.

P : TT (Ayah) >< TT (Ibu)


(telunjuk pendek) (telunjuk pendek)
G : T T
F1 : TT

Jadi, kemungkinan ayah mahasiswa tersebut memiliki genotipe TT dan ibunya


memiliki genotipe TT. Artinya Ayah dan Ibu mahasiswa tersebut, sama-sama memiliki
jari telunjuk pendek.

b. Kemungkinan kedua genotipe orang tua mahasiswa laki-laki yang memiliki genotipe TT
adalah sebagai berikut.

P : Tt (Ayah) >< TT (Ibu)


(telunjuk pendek) (telunjuk pendek)
G : T,t T
F1 : TT,Tt
Jadi, kemungkinan ayah mahasiswa tersebut memiliki genotipe Tt dan ibunya
memiliki genotipe TT. Artinya Ayah dan Ibu mahasiswa tersebut, sama-sama
memiliki jari telunjuk pendek.

c. Kemungkinan ketiga genotipe orang tua mahasiswa laki-laki yang memiliki genotipe TT
adalah sebagai berikut.

P : TT (Ayah) >< Tt (Ibu)


(telunjuk pendek) (telunjuk panjang)
G : T T,t
F1 : TT,Tt

Jadi, kemungkinan ayah mahasiswa tersebut memiliki genotipe TT dan ibunya


memiliki genotipe Tt. Artinya Ayah mahasiswa tersebut memiliki telunjuk pendek tetapi
ibunya memiliki telunjuk panjang.

d. Kemungkinan keempat genotipe orang tua mahasiswa laki-laki yang memiliki genotipe
TT adalah sebagai berikut.

P : Tt (Ayah) >< Tt (Ibu)


(telunjuk pendek) (telunjuk panjang)
G : T,t T,t
F1 : TT, Tt, Tt, tt

Jadi, kemungkinan ayah mahasiswa tersebut memiliki genotipe TT dan ibunya


memiliki genotipe Tt. Artinya Ayah mahasiswa tersebut memiliki telunjuk pendek
tetapi ibunya memiliki telunjuk panjang.
Namun, apabila genotipe dari mahasiswa laki-laki bertelunjuk pendek tersebut adalah
Tt, kemungkinan genotipe dan fenotipe dari orang tuanya adalah sebagai berikut.

Kemungkinan Pertama Kemungkinan Kelima

TT (Ayah) >< Tt (Ibu) Tt (Ayah) >< Tt (Ibu)


(telunjuk pendek) (telunjuk panjang) (telunjuk pendek) (telunjuk panjang)

Kemungkinan Kedua Kemungkinan Keenam

Tt (Ayah) >< TT (Ibu) Tt (Ayah) >< tt (Ibu)


(telunjuk pendek) (telunjuk pendek) (telunjuk pendek) (telunjuk panjang)

Kemungkinan Ketiga Kemungkinan Ketujuh

tt (Ayah) >< Tt (Ibu) TT (Ayah) >< tt (Ibu)


(telunjuk panjang) (telunjuk panjang) (telunjuk pendek) (telunjuk panjang)

Kemungkinan Keempat

tt (Ayah) >< TT (Ibu)


(telunjuk panjang) (telunjuk pendek)

a. Kemungkinan pertama genotipe orang tua mahasiswa laki-laki yang memiliki genotipe
Tt adalah sebagai berikut.
P : TT (Ayah) >< Tt (Ibu)
(telunjuk pendek) (telunjuk panjang)
G : T T,t
F1 : TT,Tt
Jadi, kemungkinan ayah mahasiswa tersebut memiliki genotipe TT dan ibunya
memiliki genotipe Tt. Artinya Ayah mahasiswa terebut memiliki telunjuk pendek dan
ibunya memiliki telunjuk panjang.

b. Kemungkinan kedua genotipe orang tua mahasiswa laki-laki yang memiliki genotipe Tt
adalah sebagai berikut.

P : Tt (Ayah) >< TT (Ibu)


(telunjuk pendek) (telunjuk pendek)
G : T,t T
F1 : TT,Tt

Jadi, kemungkinan ayah mahasiswa tersebut memiliki genotipe Tt dan ibunya


memiliki genotipe TT. Artinya Ayah dan Ibu mahasiswa tersebut, sama-sama
memiliki jari telunjuk pendek.

c. Kemungkinan ketiga genotipe orang tua mahasiswa laki-laki yang memiliki genotipe Tt
adalah sebagai berikut.

P : tt (Ayah) >< Tt (Ibu)


(telunjuk panjang) (telunjuk panjang)
G : t T,t
F1 : Tt, tt
Jadi, kemungkinan ayah mahasiswa tersebut memiliki genotipe tt dan ibunya
memiliki genotipe Tt. Artinya Ayah dan Ibu mahasiswa tersebut memiliki telunjuk
sama-sama panjang.

d. Kemungkinan keempat genotipe orang tua mahasiswa laki-laki yang memiliki genotipe Tt
adalah sebagai berikut.

P : tt (Ayah) >< TT (Ibu)


(telunjuk panjang) (telunjuk pendek)
G : t T
F1 : Tt
Jadi, kemungkinan ayah mahasiswa tersebut memiliki genotipe tt dan ibunya
memiliki genotipe TT. Artinya Ayah mahasiswa tersebut memiliki telunjuk panjang
tetapi ibunya memiliki telunjuk pendek.

e. Kemungkinan kelima genotipe orang tua mahasiswa laki-laki yang memiliki genotipe Tt
adalah sebagai berikut.

P : Tt (Ayah) >< Tt (Ibu)


(telunjuk pendek) (telunjuk panjang)
G : T,t T,t
F1 : TT, Tt, Tt, tt

Jadi, kemungkinan ayah mahasiswa tersebut memiliki genotipe Tt dan ibunya


memiliki genotipe Tt. Artinya Ayah mahasiswa tersebut memiliki telunjuk pendek
sedangkan ibunya memiliki telunjuk panjang.

f. Kemungkinan keenam genotipe orang tua mahasiswa laki-laki yang memiliki genotipe Tt
adalah sebagai berikut.

P : Tt (Ayah) >< tt (Ibu)


(telunjuk pendek) (telunjuk panjang)
G : T,t t
F1 : Tt, tt

Jadi, kemungkinan ayah mahasiswa tersebut memiliki genotipe Tt dan ibunya


memiliki genotipe tt. Artinya Ayah mahasiswa tersebut memiliki telunjuk pendek
sedangkan ibunya memiliki telunjuk panjang.
g. Kemungkinan ketujuh genotipe orang tua mahasiswa laki-laki yang memiliki genotipe Tt
adalah sebagai berikut.

P : TT (Ayah) >< tt (Ibu)


(telunjuk pendek) (telunjuk panjang)
G : T t
F1 : Tt

Jadi, kemungkinan ayah mahasiswa tersebut memiliki genotipe TT dan ibunya


memiliki genotipe tt. Artinya Ayah mahasiswa tersebut memiliki telunjuk pendek
tetapi ibunya memiliki telunjuk panjang.

Pembahasan selanjutnya adalah mengenai mahasiswa perempuan yang memiliki jari


telunjuk pendek. Adapun mahasiswa yang memiliki telunjuk pendek adalah Rizki, Septi,
Tsam, Fafi, Fazha, Dina, Jati, Oktasia, Dea, Tiwi, Ratih, Sandy, Risa, Mutma, Dwi, Nawang,
Umi, Sari, Dini, Latifah, Lia, Detty, Melati, Silmi dan Leyla. Untuk perempuan diketahui
bahwa genotipe untuk jari telunjuk pendek adalah TT. Berikut merupakan beberapa
kemungkinan dari orang tua mahasiswi yang mempunyai jari telunjuk pendek.

Kemungkinan Pertama Kemungkinan Ketiga

TT (Ayah) >< TT (Ibu) TT (Ayah) >< Tt (Ibu)


(telunjuk pendek) (telunjuk pendek) (telunjuk pendek) (telunjuk panjang)

Kemungkinan Kedua Kemungkinan Keempat

Tt (Ayah) >< TT (Ibu) Tt (Ayah) >< Tt (Ibu)


(telunjuk pendek) (telunjuk pendek) (telunjuk pendek) (telunjuk panjang)
a. Kemungkinan pertama genotipe orang tua mahasiswa perempuan yang memiliki
genotipe TT adalah sebagai berikut.

P : TT (Ayah) >< TT (Ibu)


(telunjuk pendek) (telunjuk pendek)
G : T T
F1 : TT
Jadi, kemungkinan ayah mahasiswa tersebut memiliki genotipe TT dan ibunya
memiliki genotipe TT. Artinya Ayah dan Ibu mahasiswa tersebut, sama-sama memiliki
jari telunjuk pendek.

b. Kemungkinan kedua genotipe orang tua mahasiswa laki-laki yang memiliki genotipe TT
adalah sebagai berikut.

P : Tt (Ayah) >< TT (Ibu)


(telunjuk pendek) (telunjuk pendek)
G : T,t T
F1 : TT,Tt

Jadi, kemungkinan ayah mahasiswa tersebut memiliki genotipe Tt dan ibunya


memiliki genotipe TT. Artinya Ayah dan Ibu mahasiswa tersebut, sama-sama
memiliki jari telunjuk pendek.

c. Kemungkinan ketiga genotipe orang tua mahasiswa laki-laki yang memiliki genotipe TT
adalah sebagai berikut.

P : TT (Ayah) >< Tt (Ibu)


(telunjuk pendek) (telunjuk panjang)
G : T T,t
F1 : TT,Tt

Jadi, kemungkinan ayah mahasiswa tersebut memiliki genotipe TT dan ibunya


memiliki genotipe Tt. Artinya Ayah mahasiswa tersebut memiliki telunjuk pendek
tetapi ibunya memiliki telunjuk panjang.
d. Kemungkinan keempat genotipe orang tua mahasiswa laki-laki yang memiliki genotipe
TT adalah sebagai berikut.

P : Tt (Ayah) >< Tt (Ibu)


(telunjuk pendek) (telunjuk panjang)
G : T,t T,t
F1 : TT, Tt, Tt, tt

Jadi, kemungkinan ayah mahasiswa tersebut memiliki genotipe TT dan ibunya


memiliki genotipe Tt. Artinya Ayah mahasiswa tersebut memiliki telunjuk pendek
tetapi ibunya memiliki telunjuk panjang.
E. Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat diketahui bahwa fenotipe pada ekspresi gen jari
telunjuk panjang dan pendek merupakan ekspresi gen autosom yang ditentukan oleh
jenis kelamin. Maka, jika seseorang mempunyai genotipe Tt ekspresi panjang jari
telunjuknya akan berbeda antara laki-laki dan perempuan. Jika seorang perempuan
maka memiliki telunjuk panjang, sedangkan untuk laki-laki memiliki telunjuk pendek.

F. Diskusi

Menentukan genotip anda apabila:

1. Ayah dan ibu anda mempunyai jari telunjuk pendek


Jawab: Ayah pendek : TT atau Tt sedangkan ibu pendek : TT
jika ayah TT dan ibu TT
P. TT >< TT
GT T
F TT
Maka keturunannya jika laki-laki dan perempuan akan memiliki
telunjuk pendek.

jika ayah Tt dan ibu TT

P. Tt >< TT
G T;t T
F TT , Tt
Maka keturunannya, jika laki-laki maka semua akan memiliki telunjuk
pendek, dan jika perempuannya akan memiliki telunjuk panjang dan
telunjuk pendek.
2. Ayah dan ibu anda mempunyai jari telunjuk panjang
Jawab: ayah panjang : tt dan ibu juga panjang : Tt atau tt

Jika ayah tt dan ibu Tt


P. tt >< Tt
Gt T;t
F Tt , tt
Maka keturunannya jika laki-laki maka akan memiliki telunjuk panjang
dan pendek, dan perempuan akan memiliki telunjuk panjang.

Jika ayah tt dan ibu tt


P. tt >< tt
Gt t
F tt
Maka keturunannya, laki-laki dan perempuan akan memiliki telunjuk
panjang
3. Ayah mempunyai jari telunjuk panjang, ibu mempunyai jari telunjuk pendek
Jawab: ayah panjang : tt sedangkan ibu pendek : TT

Jika ayah tt dan ibu tt


P. tt >< Tt
Gt T;t
F Tt
Maka keturunannya jika laki-laki akan memiliki telunjuk pendek dan
perempuan akan memiliki telunjuk panjang.

4. Ayah mempunyai jari telunjuk pendek, ibu mempunyai jari telunjuk panjang
Jawab: ayah pendek : TT atau Tt sedangkan ibu panjang : Tt atau tt

Jika ayah TT dan ibu Tt


P. TT >< Tt
GT T;t
F TT , Tt
Maka keturunannya jika laki-laki akan memiliki telunjuk pendek dan
perempuan akan memiliki telunjuk panjang.

Jika ayah Tt dan ibu tt


P. Tt >< tt
GT;t t
F Tt , tt
Maka keturunannya jiak laki-laki akan memiliki telunjuk pendek dan
panjang, apabila perempuan akan memiliki telunjuk panjang.

5. Apabila semua anak laki-laki dan perempuan mempunyai jari telunjuk


panjang, bagaimana kemungkinan genotip ayah dan ibu ?
Jawab: anak laki-laki panjang : t, anka perempuan panjang : Tt atau tt
Maka kemungkinan genotip ayah dan ibu yaitu ayah mempunyai
telunjuk pendek heterozigot dan ibu mempunyai telunjuk panjang
homozigot. Hal ini dapat ditunjukkan dengan diagram persilangan
sebagai berikut:
P. Tt >< tt
GT;t t
F Tt , tt

Keterangan:

: Perempuan / laki-laki telunjuk pendek

: Perempuan / laki-laki telunjuk panjang


G. Daftar Pustaka

Agus, Rosana dan Sjafaraenan. 2013. Penuntun Praktikum Genetika. Universitas Hasanuddin.
Makassar.

Campbell, Neil. 1999. Biologi Campbell Jilid I. Kromosom-Kromosom Seks. Jakarta :


Erlangga.

Campbell, Neil A. dkk. 2008. Biologi Edisi Kedelapan Jilid1. Jakarta: Erlangga.
Goodenough, Ursula.1988. Genetika. Jakarta: Erlangga.
Hartati. 2006. Penuntun Praktikum Genetika. Makassar: Jurusan biologi FMIPA UNM.
Kimball, W. John. 2005. Biologi. Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga.

Lehninger, Albert. 1994. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta: Erlangga.

Nio,Tjan Kwiauw. 1990. Genetika Dasar. Bandung: ITB Press.

Pharmawati, Made. 2015. Penuntun Praktikum Genetika. Bali: Universitas Udayana.

Suryo. 1992. Genetika. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Suryo. 2005. Genetika Manusia.Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Widianti, T., Aini H.N. 2014. Petunjuk Praktikum Genetika. Semarang : Jurusan Biologi
FMIPA Unnes.

http://teachingteam.files.com/2010/05/poligen.doc.