Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA

ALEL GANDA

Disusun Oleh :
1. Nur Jati Dwipuji Lestari (15304241030)
2. Endriani Putri Taufani (15304241031)
3. Fazha Sefira Cahya Resti (15304241033)
4. Tsamrotul Qolbiyah (15304241034)
5. Leyla Putri Astuti (15304241041)

Kelas : Pendidikan Biologi A 2015


Kelompok :7

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2017

TOPIK IX
ALEL GANDA

A. Tujuan
Mengamati salah satu sifat manusia yang ditentukan oleh pengaruh alel ganda
dan menentukan genotipenya sendiri.

B. Dasar Teori

Alel dapat menunjukkan derajat dominansi dan keresesifan yang berbeda-beda


satu sama lain. Dalam persilangan ercis Mendel, keturunan F1 sesalu terlihat seperti
salah satu dari kedua varietas induk sebab salah satu alel dalam satu alel tersebut
menunjukkan dominansi sempurna terhadap alel yang satu lagi. Dalam situasi
semacam itu, fenotif heterozigot dan homozigot dominan tidak dapat dibedakan.
(Campbell, dkk, 2010)

Alel merupakan bentuk alternatif suatu gen yang terdapat pada lokus (tempat)
tertentu. Individu dengan genotipe AA dikatakan mempunyai alel A, sedang individu
aa mempunyai alel a. Demikian pula individu Aa memiliki dua macam alel, yaitu A
dan a. Jadi, lokus A dapat ditempati oleh sepasang (dua buah) alel, yaitu AA, Aa atau
aa, bergantung kepada genotipe individu yang bersangkutan. (Campbell, dkk, 2010)

Namun, kenyataan yang sebenarnya lebih umum dijumpai adalah bahwa pada
suatu lokus tertentu dimungkinkan munculnya lebih dari hanya dua macam alel,
sehingga lokus tersebut dikatakan memiliki sederetan alel. Fenomena semacam ini
disebut sebagai alel ganda (multiple alleles). (Jusuf, 2001)

Sebuah gen dapat memiliki lebih dari sebuah alel. Alel-alelnya disebut alel
ganda (multiple allele). Sedangkan peristiwa sebuah gen dapat mempunyai lebih dari
satu alel disebut multiple allelomorpy (Henuhili dan Suratsih, 2003). Pada tumbuhan,
hewan, dan manusia dikenal beberapa sifat keturunan yang ditentukan oleh suatu seri
alel ganda. (Hartati dan Karim, 2007)

Pada multiple alelmorfi, terjadi perbedaan sifat pengeksrpesian suatu gen.


Dua gen yang terdapat dalam lokus yang sama akan dapat memunculkan ekspresi
yang berbeda karena adanya interaksi antara kedua gen tersebut. Interaksi tersebut
dapat berupa pemnculan sifat yang dominan pada satu gen(menutupi sifat lain), atau
bercampurnya pemunculan sifat gen yang ada sehingga memunculkan sifat kombinasi
antara gen-gen tersebut/ seimbang. (Jusuf, 2001)
Sebuah gen dapat memiliki lebih dari sebuah alel . Alelalelnya disebut alel
ganda (multiple allele). Sedangkan peristiwa sebuah gen dapat mempunyai lebih dari
satu alel disebut multiple allelomorphy. (Henuhili dan Suratsih ,2003: 44 ).

Pada umumnya satu gen memiliki dua alel alternatifnya. Alel ganda dapat
terjadi sebagai akibat dari mutasi DNA. Mutasi dapat menghasilkan banyak variasi
alel, misalnya gen A bermutasi menjadi a1, a2, dan a3 yang masing-masing
menimbulkan fenotipe yang berbeda. Dengan demikian mutasi gen A dapat
menghasilkan 4 varian yaitu A, a1, a2, dan a3. (http://gatotciptadi.lecture.ub.ac.id)

Alel ganda adalah faktor yang memiliki lebih dari dua macam alel, sekalipun
tidak ada satu pun makhluk diploid yang mempunyai lebih dari dua macam alel untuk
tiap faktor. Sebab timbulnya alel ganda adalah peristiwa mutasi gen. Stanfield (1983)
mengatakan Karena suatu gen dapat berubah menjadi bentuk-bentuk alternatif oleh
proses mutasi, secara teoritis di dalam suatu populasi mungkin dijumpai sejumlah
besar alela. (Corebima, 1997)

Pada individu diploid, yaitu individu yang tiap kromosomnya terdiri atas
sepasang koromosom homolog, berapapun alel yang ada pada suatu lokus, yang
muncul hanyalah sepasang (dua buah). Secara matematis hubungan antara banyaknya
anggota alel ganda dan banyaknya macam genotipe individu diploid dapat
diformasikan sebagai berikut:

Banyaknya macam genotipe = n (n+1), dimana n adalah banyaknya anggota alel


ganda. (Suryo, 2005)

Salah satu contoh peristiwa dari alel ganda adalah tumbuhnya rambut pada
segmen digitalis tengah jari-jari tangan. Penentuan dominasi pada rambut digitalis
tengah jari tangan adalah sebagai berikut:

H1> H2> H3> H4> H5

Dimana:

H1: Rambut terdapat pada semua jari

H2: Rambut pada jari kelingking, jari manis, dan jari tengah

H3: Rambut pada jari manis dan jari tengah


H4: Rambut hanya pada jari tengah saja

H5: Tidak ada rambut pada semua empat jari (Suryo, 2005)

C. Data
Hasil Kelas
Alel Ganda
Jumlah Persentase
H1 2 5%
H2 7 17,5%
H3 8 20%
H4 5 12,5%
H5 18 45%
Total 40 100%

D. Pembahasan

Pada praktikum yang berjudul Alel Ganda memiliki tujuan untuk mengenal
salah satu sifat manusia yang ditentukan oleh pengaruh alel ganda dan menentukan
genotipnya sendiri. Praktikum dilakukan pada hari Rabu, tanggal 19 April 2017.
Praktikum ini dilakukan dengan cara mengamati rambut-rambut yang berada di jari-
jari tangan masing-masing mahasiswa kelas Pendidikan Biologi A tahun angkatan
2015. Kemudian, menggolonngkannya kedalam 5 golongan, yaitu antara H1, H2, H3,
H4 dan H5 yang telah memiliki kriteria masing-masing.

Alel ganda merupakan suatu peristiwa dimana lokus dalam sebuah kromosom
ditempati oleh lebih dari satu alel atau suatu seri alel. Salah satu contoh dari peristiwa
alel ganda adalah tumbuhnya rambut pada segmen digitalis tengah jari-jari tangan.
Adapaun penentuan dominasi pada rambut digitalis tengah jari-jari tangan adalah
sebagai berikut:

H1 : rambut terdapat pada semua jari


H2 : rambut pada jari kelingking, jari manis, dan jari tengah

H3 : rambut pada jari manis dan jari tengah

H4 : rambut hanya terdapat pada jari manis saja

H5 : tidak ada rambut pada keempat jari

Berdasarkan anggota kelompok, diperoleh hasil bahwa dari 5 orang anggota


kelompok memiliki ciri yang berbeda. Leyla memiliki ciri H2 yaitu rambut pada jari
kelingking, jari manis, dan jari tengah. Jati memiliki ciri H3 yaitu terdapat rambut
pada jari manis dan jari tengah. Fazha memiliki ciri H4 yaitu rambut hanya terdapat
pada jari manis saja. Endri dan Tsamrotul memiliki ciri H5 yaitu tidak terdapat
rambut pada keempat jari.

Berdasarkan data kelas yaitu kelas Pendidikan Biologi A 2015 yang terdiri
dari 40 mahasiswa diperoleh hasil bahwa:

1. Terdapat sebanyak dua (2) orang yang memiliki ciri H1 atau sebesar
5% mahasiswa yang memiliki ciri rambut terdapat pada semua jari.
Pada ciri H1 kemungkinan genotip yang dapat terjadi adalah H1H1,
H1H2. H1H3, H1H4, atau HIH5. Sifat ini dikendalikan oleh 4 alel
dominan dan 1 alel resesif.
2. Terdapat sebanyak 7 orang mahasiswa yang memiliki ciri H2 atau
sebesar 17,5% mahasiswa yang memiliki ciri rambut pada jari
kelingking, jari manis, dan jari tengah. Pada ciri H2 kemungkinan
genotip yang dapat terjadi adalah H2H2, H2H3, H2H4, atau H2H5.
Sifat ini dikendalikan oleh 3 alel dominan dan 1 alel resesif.
3. Terdapat sebanyak 8 orang mahasiswa yang memiliki ciri H3 atau
sebesar 20 % mahasiswa yang memiliki ciri rambut pada jari manis
dan jari tengah. Pada ciri H3 kemungkinan genotip yang dapat terjadi
adalah H3H3, H3H4, atau H3H5.sifat ini dikendalikan oleh 2 alel dominan
dan 2 alel resesif.
4. Terdapat sebanyak 5 orang mahasiwa yang memiliki ciri H4 atau
sebesar 12,5% mahasiwa yang memiliki ciri rambut terdapat hanya
pada jari manis saja. pada ciri H4 kemungkinan genotip yang dapat
terjadi adalah H4H4 atau H4H5. Hal ini dikarenakan fenotip tersebut
dikendalikan oleh 1 alel saja sedangkan 3 alel yang lainnya bersifat
resesif).
5. Terdapat sebanyak 18 orang mahasiswa yang memiliki ciri H5 atau
sebesar 45% mahasiswa yang memiliki ciri tidak ada rambut pada
keempat jarinya. Pada ciri H5 ini hanya akan mempunyai genototip
H5H5. Hal ini menunjukkan ketiadaan gen dominan yang
mengendalikan sifat adanya rambut pada keempat digitalis tersebut.
Hal ini terkait dari pewarisan sifat induknya (hereditas).

Berdasarkan data hasil pengamatan diketahui bahwa frekuensi tidak adanya rambut pada
segmen digitalis kedua dari semua jari (H5) paling banyak ditemukan dibandingkan frekuensi
pada H1, H2, H3, dan H4. Dengan demikian, seri alel ganda H5 bersifat dominan
dibandingkan tipe seri alel ganda yang lainnya.Jadi, apabila diurutkan menjadi H5 > H3 > H2 > H4 >
H1. Hal ini menunjukkan ketiadaan gen dominan yang mengendalikan sifat adanya rambut pada
keempat digitalis tersebut. Hal ini terkait dari pewarisan sifat induknya (hereditas).
Rambut yang tumbuh pada ruas kedua jari-jari tangan tidak dipengaruhi oleh adanya
faktor lingkungan atau faktor luar.

Masing-masing dari ciri tersebut baik H1, H2, H3, H4, dan H5 diturunkan oleh
orangtuanya. Perbedaan fenotip tersebut menunjukkan bahwa telah terjadi peristiwa
dimana lokus dalam suatu kromosom ditempati oleh lebih dari satu alel atau suatu seri
alel. Pengaruh penempatan alel yang berbeda pada lokus tersebut akan menyebabkan
perbedaan fenotip. Dua gen yang terdapat pada lokus yang sama dapat memunculkan
ekspresi gen yang berbeda karena adanya interaksi antara kedua gen tersebut.
Misalnya, pada lokus A ditempati oleh sepasang alel yaitu AA, Aa, atau aa tergantung
pada genotip individu yang bersangkutan. Adanya interaksi tersebut dapat berupa
timbulnya sifat yang dominan pada suatu gen atau bercampurnya pemunculan sifat
gen yang ada sehingga menimbulkan sifat kombinasi antara gen-gen tersebut.
E. Kesimpulan

Dari hasil analisis pengamatan yang dilakukan oleh mahasiswa kelas


Pendidikan Biologi A tahun angkatan 2015, urutan dominansi yang dimiliki oleh
mereka yaitu H5 > H3 > H2 > H4 > H1. Dimana yang paling banyak dialami oleh mereka adalah
tidak ada rambut pada keempat jari (H5). Hal ini dikarenakan ketiadaan gen dominan
yang mengendalikan sifat adanya rambut pada keempat digitalis tersebut. Kejadian seperti ini
di akibatkan oleh adanya alel ganda yang bersifat turun temurun dari orangtua
masing-masing mahasiswa, dan genotip pada masing-masing sifat dominansi yaitu :

a. H1 = H1H1, H1H2. H1H3, H1H4, atau HIH5.


b. H2 = H2H2, H2H3, H2H4, atau H2H5.
c. H3 = H3H3, H3H4, atau H3H5.
d. H4 = H4H4 atau H4H5.
e. H5 = H5H5.

F. Diskusi
1. Kalau sepasang sejoli dengan genotipe H3 H1 dan H3 H1 kawin, bagaimanakah
genotipe dan fenotipe keturunannya andaikata mereka mempunyai 4 orang
anak? Dibuat juga diagram persilangannya.
Jawaban :
Sebelumnya kita mengetahui bagaimana penentuan dominansi pada rambut
digitalis tengah jari tangan adalah sebagai berikut.
H1 > H2>H3 > H4> H5
Keterangan:
H1 : Rambut terdapat pada semua jari
H2 : Rambut pada jari kelingking, jari manis dan jari tengah
H3 : Rambut pada jari manis dan jari tengah
H4 : Rambut hanya pada jari manis saja
H5 : Tidak ada rambut pada semua jari

P : H3 H1 x H3 H1
(Rambut pada (Rambut pada
Jari manis dan Jari manis dan
Jari tengah) Jari tengah
F1 :
H3 H1
H3 H3 H3 H3 H1
H1 H3 H1 H1 H1

Fenotip :H3 H3 (1) = Rambut terdapat pada jari manis dan jari tengah
H3 H1 (2) = Rambut terdapat pada semua jari
H1 H1(1) = Rambut terdapat pada semua jari

2. Mungkinkah golongan darah anak sama sekali berbeda dengan golongan darah
kepunyaan orang tua? Berikan buktinya!

Golongan darah ABO ditentukan oleh alel- alel i, IA dan IB. Alel i resesif
terhadap IA dan IB. Alel IA dan IB besifat kodominan, sehingga IB tidak bersifat
dominasi terhadap IA dan sebaliknya. Gen I menghasilkan suatu molekul
protein yang disebut Isoaglutinin yang terdapat pada permukaan sel darah
merah. Orang dengan alel IA dapat mebentuk aglutinogen atau antigen A
dalam eritrosit yang kemudian dapat bereaksi dengan antibodi dan aglutinin
atau zat anti B yang terdapat di dalam serum atau plasma darah. Alel IB dapat
membentuk antigen B dalam eritrosit, dan zat anti-A dalam serum darah.
Orang dengan golongan darah O, mempunyai alel ii, tidak dapat membentuk
antigen-A maupun antigen-B, tetapi mempunyai zat anti-A dan anti-B.
Berikut adalah tabel fenotip dan kemungkinan genotip yang terdapat pada
sistem penggolongan darah ABO
Golongan Darah
Fenotipe Genotipe
O Ii
A IAIA atau IAi
B IBIB atau IBi
AB IAIB
Berdasarkan tabel diatas bila kedua induk merupakan individu yang
membawa sifat i resesif, maka memungkinan memunculkan sifat resesif
kembali pada F1. Sehingga orangtua A dan B kawin atau A dan A kawin atau
B dan B kawin dengan masing masing membawa sifat i resesif maka
memungkinkan munculnya anak dengan golongan darah O.

P : IAi x IBi
(A) (B)
F1 :
IA i
IB IA IB IB
i IA i i

Sehingga :
Golongan darah A = 25%
Golongan darah B = 25%
Golongan darah AB = 25%
Golongan darah O = 25%

3. Dalam sebuah keluarga yang mempunyai 4 orang anak, 2 diantaranya


mempunyai golongan darah B, 1 orang AB dan 1 orang lagi A. Bagaimanakah
kemungkinan fenotip kedua orang tuanya? Jelaskan dengan buktinya!

Kemungkinan fenotip induk adalah fenotip betina AB dan jantan B, atau


sebaliknya.
P : IAIB x IBi
(AB) (B)
F1 :
IA IB
IB IA IB IB IB
i IA i IB
Sehingga:
Golongan darah B = 50% (2 anak)
Golongan darah A = 25% (1 anak)
Golongan darah AB = 25% (1 anak)

G. Daftar Pustaka

Campbell, N.A., J.B. Reece, & L. G. Mitchell. 2010. Biologi. Edisi ke-8. Jakarta:

Erlangga.

Hartati, Karim H. 2007. Penuntun Praktikum Genetika. Makassar: Jurusan Biologi


FMIPA UNM.

Henuhilil, Victoria dan Suratsih. 2003. Genetika. JICA: Universitas Negeri


Yogyakarta.

http://gatotciptadi.lecture.ub.ac.id

Jusuf, Muhammad. 2001. Genetika 1. Jakarta: CV. INFOMEDIKA.

Prawirohartono, Slamet. 1995. Sains Biologi. Jakarta: Bumi Aksara.

Suryo. 2005. Genetika Strata 1. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.


LAMPIRAN