Anda di halaman 1dari 7

Latar Belakang

Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi akibat bakteri, dengan cara
membunuh mikroorganisme, menghentikan reproduksi bakteri dan juga membantu sistem
pertahanan alami tubuh untuk mengeliminasi bakteri tersebut.1

Antibiotik harusnya digunakan dengan tepat (rasional) agar memberikan manfaat yang tidak
diragukan lagi. Penggunaan obat secara rasional memiliki empat aspek yaitu pengobatan
yang tepat, dosis yang tepat, lama penggunaan yang tepat dan biaya yang tepat. Ketika
antibiotik digunakan dengan tidak tepat (irrasional) maka dapat menimbulkan kerugian
berupa penurunan efektifitas obat tersebut sehingga kemampuan membunuh kuman
berkurang (resisten) dan dapat membunuh kuman yang baik dan berguna yang ada dalam
tubuh kita, sehingga tempat yang semula ditempati oleh bakteri ini akan diisi oleh bakteri
jahat atau oleh jamur kejadian ini disebut superinfection.

Pemakaian antibiotik sudah lazim digunakan oleh masyarakat, tanpa memahami bagaimana
seharusnya menggunakan antibiotika tersebut, pengobatan dengan antibiotik yang semakin
luas sudah menjadi permasalahan kesehatan global yang menjadi perhatian saat ini. Angka
pemakaian antibiotik yang tidak rasional di Indonesia sangat memprihatinkan, kini banyak
terjadi resistensi mikroba terhadap antibiotik. Menurut WHO, Indonesia menduduki
peringkat ke 8 dari 27 negara di Dunia yang memiliki kejadian resistensi terhadap antibiotik
yang tinggi. Menurut penelitian Hadi (2008) menunjukkan bahwa sekitar 40-62% antibiotik
digunakan secara tidak tepat untuk penyakit-penyakit yang sebenarnya tidak perlu antibiotik
seperti flu, batuk dan diare. (Kemenkes RI. Masalah kebal obat masalah dunia. Depkes.
www.depkes.go.id)

Ada berbagai faktor yang dapat memicu berkembangnya resistensi mikroba terhadap
antibiotik. Salah satunya, kini antibiotik bisa dijual bebas, karena buruknya pengawasan
penjualan antibiotika sehingga sangat mudah didapatkan. Akibatnya, masyarakat lebih bebas
menggunakan antibiotik tanpa mendapatkan informasi tentang penggunaan antibiotik. Selain
itu, kurangnya pengetahuan dan kesadaran tentang antibiotik juga menjadi pemicu terjadinya
resistensi bakteri terhadap antibiotik, sering kali masyarakat (pasien) yang merasa sudah
sembuh tidak menghabiskan semua antibiotik yang sudah diberikan (Kementrian Kesehatan
RI, 2011)
Pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan
penginderaan terhadap objek tertentu. Pengideraan terjadi melalui panca indra manusia, yakni
indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan
manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Hal tersebut dipengaruhi beberapa faktor seperti
tingkat pendidikan, usia, informasi/media massa, sosial budaya, lingkungan dan pengalaman
(Notoatmodjo, 2010). Bertambahnya umur seseorang dapat berpengaruh pada bertambahnya
pengetahuan yang diperoleh, akan tetapi pada umur-umur tertentu menjelang usia lanjut
kemampuan penerimaan atau mengingat suatu pengetahuan akan berkurang. Semakin tua
semakin bijaksana, semakin banyak informasi yang dijumpai sehingga menambah
pengetahuan (Notoatmojo, 2007).

Berdasarkan permasalahan diatas, penulis tertarik untuk menganalisis mengenai hubungan


usia dengan pengetahuan penggunaan antibiotik pada pasien rawat jalan di Puskesmas
Pelaihari tahun 2017.

http://eprints.ums.ac.id/40067/1/NASKAH%20PUBLIKASI.pdf

http://eprints.ung.ac.id/6100/2/2012-1-48401-821309003-bab1-13082012041044.pdf

Rumusan Masalah
Adakah hubungan usia terhadap tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik pada pasien
rawat jalan Puskesmas Pelaihari bulan April 2017 ?
Tujuan Penelitian
Tujuan umum
Untuk mengetahui apakah ada hubungan usia terhadap tingkat pengetahuan penggunaan
antibiotik pada pasien rawat jalan Puskesmas Pelaihari bulan April 2017
Tujuan khusus
Mengetahui apakah ada hubungan usia remaja terhadap tingkat pengetahuan penggunaan
antibiotik pada pasien rawat jalan Puskesmas Pelaihari bulan April 2017
Mengetahui apakah ada hubungan usia dewasa terhadap tingkat pengetahuan penggunaan
antibiotik pada pasien rawat jalan Puskesmas Pelaihari bulan April 2017

Manfaat Penelitian
Sebagai bahan informasi pihak yang membutuhkan tentang hubungan usia terhadap tingkat
pengetahuan penggunaan antibiotik pada pasien rawat jalan Puskesmas Pelaihari bulan April
2017
Kerangka konsep

Faktor internal

usia
Usia

Jenis kelamin

Pengalaman

Pengetahuan
Penggunaan
antibiotik
Faktor eksternal

Pendidikan

Sosial budaya

Lingkungan

Informasi

: tidak diteliti

: yang diteliti

Hipotesis :

H1 : Ada hubungan antara usia terhadap pengetahuan penggunaan antibiotika pada pasien
rawat jalan Puskesmas Pelaihari bulan April 2017
H0 : Tidak ada hubungan antara antara usia terhadap pengetahuan penggunaan antibiotika
pada pasien rawat jalan Puskesmas Pelaihari bulan April 2017
METODE PENELITIAN`

Penelitian ini bersifat analitik dengan metode cross sectional. Subjek penelitian ini adalah

seluruh pasien rawat jalan Puskesmas Pelaihari yang memenuhi kriteria inklusi yaitu pasien

yang berusia remaja-manula yang pernah menggunakan antibiotik dan bersedia sebagai

responden.

Data penelitian diambil dengan menggunakan kuesioner yang diisi oleh responden.

Kuesioner terdiri dari 10 pertanyaan tentang pengetahuan penggunaan antibiotik. Sampel

yang diambil sebanyak orang dengan cara simple random sampling.

Data yang diolah dengan menggunakan program SPSS dengan uji . penelitian ini

dilakukan di Puskesmas Pelaihari Kabupaten Tanah Laut bulan April-Mei 2017.

A. Rancangan Penelitian

Penelitian ini menggunakan penelitian observasional analitik, dengan desain penelitian cross

sectional. Data didapatkan dengan melakukan wawancara, observasi, dan kuesioner di

tempat penelitian.

B. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat jalan di Puskesmas Pelaihari April

2017 sebanyak 97 balita.

C. Sampel

1. Penentuan besarnya sampel

Jumlah sampel dalam penelitian ini akan dihitung dalam rumus sebagai berikut:

(Notoatmojo, 2005)

n= N
1 + N (d2)

Keterangan :
n= besar sampel
N= besar populasi = 97 orang
d= penyimpangan terhadap populasi atau derajat ketepatan biasanya 0,05

Jadi, n = 97

1 + 97 (0,052)

= 97

1 + 0,24

= 78,2

= 78 orang

2. Penentuan anggota sampel

Penentuan jumlah sampel penelitian menggunakan teknik pengambilan sampel secara

teknik simple random sampling, dengan cara mengundi 97 nama pasien rawat jalan,

diambil 78 nama pasien rawat jalan.

D. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian dilakukan di Puskesmas Pelaihari kabupaten Tanah Laut, provinsi Kalimantan

Selatan pada April 2017.

E. Variabel Penelitian

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

1. Variabel terikat : pengetahuan tentang antibiotik


2. Variabel bebas : usia

1. Toraya NA, Dewi MK, Susanti Y. Hubungan Tingkat Pendidikan dan Status Ekonomi terhadap
TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PENGGUNAAN ANTIBIOTIK. 2015.