Anda di halaman 1dari 6

Praktikum Kimia Organik

PETUNJUK KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM

Sangat penting untuk mengetahui langkah-langkah pencegahan kecelakaan di laboratorium.


Sebelum anda memulai kerja di laboratorium, anda wajib memahami petunjuk-petunjuk
keselamatan kerja di laboratorium.
Berikut ini disampaikan petunjuk keselamatan kerja yang harus diperhatikan jika bekerja di
laboratorium kimia organik

1. Perlindungan mata
Sangat penting untuk mengenakan kaca mata Goggle jika berada di laboratorium kimia
organik, walaupun anda tidak sedang melakukan percobaan, karena rekan anda yang sedang
bekerja mungkin saja melakukan kesalahan. Mengenakan lensa kontak pada saat bekerja di
laboratorium sebaiknya dihindari, karena banyak zat-zat yang mudah menguap yang dapat
berakumulasi pada lensa kontak yang menyebabkan iritasi mata yang serius.

Pada umumnya di laboratorium tersedia pencuci mata yang berguna untuk membersihkan mata
yang terkontaminasi bahan kimia. Jika mata terkena bahan kimia segera cuci engan alat
pencuci mata selama 15 menit dan selama proses pencucian mata harus tetap terbuka. Karena
mata merupakan bagian tubuh yang sangat rentan maka semua kecelakaan pada mata harus
segera diperiksa oleh dokter.

2. Mencegah kebakaran
Di Laboratorium Kimia Organik banyak sekali terdapat zat-zat yang mudah terbakar oleh
karena itu anda harus sangat berhati-hati jika bekerja dengan percobaan yang menggunakan
api. JANGAN SEKALI-KALI MEROKOK DALAM LABORATORIUM. Sebelum
menyalakan api, pastikan bahwa tidak ada zat yang mudah terbakar di sekitar anda dan tidak
ada rekan anda yang sedang bekerja dengan zat yang mudah terbakar, karena uap zat yang
mudah terbakar dapat menyebar di seluruh ruangan. Jika anda harus menggunakan api dan ada
zat yang mudah tebakar di sekitar anda, maka kerjakanlah di tempat lain yang lebih aman
atau dalam lemari asam. Selalu gunakan penangas air atau atau mantel pemanas listrik bila
bekerja dengan eter dan petroleum eter atau bahan-gabah kimia lainnya yang mudah terbakar.

Di laboratorium disediakan tabung pemadam api. Kenali dengan baik lokasi tabung tersebut.

3. Pelarut Organik
Perlu selalu diingat bahwa hampir semua pelarut organik mudah terbakar dan banyak yang
bersifat toksik dan karsinogenik. Kenakan sarung tangan dan masker jika bekerja dengan zat-

RFK-INSTITUT TEKNOLOGI DEL 1


Praktikum Kimia Organik

zat yang demikian. Selalu perhatikan label botol zat dan petunjuk pengamanan yang tertera
pada kemasan sebelum bekerja dengan bahan-bahan kima organik.
Jangan sekali-kali menghirup uap pelarut organik. Jika anda perlu mengidentifikasi aroma
pelarut, lakukan dengan tehnik yang benar, dengan mengibas-ngibaskan tangan anda di atas
botol pelarut yang terbuka, kibaskan ke arah hidung anda, jangan mencium langsung ke arah
permukaan botol.

4. Membawa bahan kimia


Jika akan memindahkan bahan kimia dari satu tempat ke tempat lain, khususnya dari satu
ruangan ke ruangan lain sebaiknya bahan kimia tersebut ditempatkan dalam wadah seperti
ember plastik atau menggunakan troli.

5. Limbah bahan kimia

Jangan membuang sembarangan limbah cair dan limbah padat ke dalam wastafel. Gunakan
tempat pembuangan yang sesuai dengan jenis limbah. Jika anda ragu tanyakan pada asisten.

a. Limbah padat yang tidak berbahaya:


Kertas, sumbat gabus dapat dibuang di tempat sampah biasa.

b. Pecahan gelas
Dibuang ke tempat khusus untuk pecahan gelas

c. Limbah padat :
Dibuang ke tempat khusus limbah padat.

d. Limbah padat anorganik


Padatan seperti alumina dan silica gel dibuang di tempat khusus limbah padat anorganik.

e. Pelarut organik tidak terhalogenasi (non-halogenated solvents):


Pelarut organik seperti dietil eter, heksana dan toluene atau pelarut yang tidak mengandung
halogen harus dibuang ke dalam container khusus untuk non-halogenated solvents.

f. Pelarut terhalogenasi (halogenated solvents)


Zat-zat seperti metilen klorida (diklorometana), kloroform dan karbon tetraklorida adalah
contoh pelarut organik terhalogenasi. Limbah yang mengandung pelarut-pelarut
terhalogenasi dibuang ke dalam kontaniner yang khusus untuk pelarut terhalogenasi.

RFK-INSTITUT TEKNOLOGI DEL 2


Praktikum Kimia Organik

g. Asam dan basa kuat:


Limbah yang berupa asam kuat seperti asam klorida (HCl), asam sulfat (H2SO4) dan asam
nitrat (HNO3) dibuang ke dalam container khusus untuk asam kuat. Basa kuat seperti
natrium hidroksida (NaOH) dan kalium hidroksida (KOH) dibuang dalam container khusus
basa kuat.

h. Larutan dalam air:


Limbah yang berupa larutan dalam air dikumpulkan dalam wadah yang khsus untuk larutan
dalam air (kecuali yang mengandung logam-logam berat).

f. Logam berat:
Banyak ion-ion logam berat seperti merkuri dan kromium bersifat toksik dan harus dibuang
dalam kontainer khusus logam berat.

6. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, jangan pernah mengembalikan zat
yang telah diambil ke dalam botol asalnya (botol stok). Dengan menuang kembali ke
botol asalnya, ada kemungkinan terjadi kontaminasi dan dapat merusak bahan kimia
tersebut, oleh karena itu ambillah bahan kimia dari botol stok secukupnya saja.

7. Jangan pernah melakukan percobaan selain yang ditetapkan oleh asisten dan jangan
bekerja sendirian di laboratortium tanpa pengawasan asisten atau instruktur.

8. Dilarang keras makan dan minum di laboratorium, karena selalu ada kemungkinan
makanan dan minuman terkontaminasi oleh bahan kimia yang berisfat toksik.

9. Selalu kenakan jas lab dan sepatu tertutup selama bekerja di laboratorium.

10. Bagi yang berambut panjang, sebaiknya ranbut diikat ke belakang selama melaksanakan
praktikum.

11. Jika kulit terkena bahan kimia segeralah bilas dengan air mengalir yang banyak, tapi
HINDARI MEMBILAS DENGAN AIR JIKA ANDA TERKENA TUMPAHAN
BROM, FENOL ATAU ASAM SULFAT PEKAT (H2SO4 PEKAT),
Jika terkena fenol, segeralah bilas dengan anti fenol yang disediakan di
laboratorium kemudian setelah beberapa saat, bilas dengan air yang banyak.

RFK-INSTITUT TEKNOLOGI DEL 3


Praktikum Kimia Organik

Jika terkena asam sulfat pekat, laplah bagian tubuh yang terkena asam sulfat pekat
tersebut dengan tissue kering atau lap kering, kemudian setelah beberapa saat, cuci
dengan air sabun dan air yang banyak.
Zat-zat kimia berikut sangat iritan, kecuali jika dalam konsentrasi encer: asam sulfat
(H2SO4), asam nitrat (HNO3), asam hidroklorida (HCl), asam asetat (CH3COOH) dan
larutan kalium hidroksida (KOH) dan natrium hidroksida (NaOH). Berhati-hatilah jika
bekerja dnegan bahan-bahan tersebut.
Dimetilsulfoksida (DMSO), walaupun tidak iritan, tapi cepat sekali terserap oleh kulit.
Berhati- hatilah bila bekerja dengan bahan tersebut.

12. Luka bakar ringan karena kontak dengan benda panas atau api dapat diobati dengan salep
luka bakar. Jika secara tidak sengaja anda menelan bahan kimia, harus segera diperiksa
oleh dokter dan jangan minum air atau minuman lainnya sebelum dilakukan pemeriksaan.

13. Laporkan segera setiap kecelakaan yang terjadi kepada asisten.

RFK-INSTITUT TEKNOLOGI DEL 4


Praktikum Kimia Organik

TATA TERTIB PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK

A. Kehadiran
1. Wajib hadir 10 menit sebelum praktikum dimulai dan bagi yang terlambat tidak ada
perpanjangan waktu untuk tes.
2. Bila salah satu anggota kelompok terlambat atau tidak hadir, maka praktikum tetap berjalan.
3. Jika berhalangan hadir, harus membuat surat ijin atau surat keterangan sakit dan harus
menghubungi asisten. Tidak ada praktikum susulan bagi yang berhalangan hadir. Nilai untuk
topik praktikum tesebut akan digantikan dengan tugas lain yang ditentukan oleh asisten.

B. Praktikum
1. Saat masuk ke laboratorium, praktikan harus sudah mengenakan jas lab.
2. Tas dan barang-barang yang tidak diperlukan selama praktikum diletakkan di tempat yang telah
ditentukan.

3.. Praktikan wajib menjaga kebersihan meja praktikum, bak cuci, dan peralatan praktikum.
4. Baca etiket yang tertera pada botol bahan kimia dengan teliti sebelum menggunakannya
5. Jangan membuang zat yang tidak larut, limbah padat, asam-basa pekat, atau zat yang berbahaya
ke bak cuci.
6. Bersihkan meja praktikum anda setelah praktikum berakhir.

C. Penggunaan Alat dan Bahan


1. Periksalah keutuhan alat sebelum dan setelah praktikum dan laporkan segera pada asisten jika
terdapat kerusakan.
2. Semua alat yang digunakan selama praktikum harus dikembalikan dalam keadaan bersih dan
baik
3. Alat yang rusak atau pecah merupakan tanggung jawab bersama dari seluruh anggota kelompok
dan wajib diganti. Penggantian alat harus diselesaikan pada Week 15 perkuliahan.

RFK-INSTITUT TEKNOLOGI DEL 5


Praktikum Kimia Organik

D. Penilaian
1. Pada setiap praktikum diadakan tes awal dan tes akhir yang wajib diikuti.
2. Jurnal harus dilengkapi dan disiapkan sesuai format yang telah ditentukan dan disiapkan
sebelum praktikum dimulai serta harus diperiksa dan disetujui oleh asisten
3. Laporan praktikum wajib diserahkan di akhir praktikum.

RFK-INSTITUT TEKNOLOGI DEL 6