Anda di halaman 1dari 12

SPACE TRUSS ACTIVE STRUCTURE SYSTEM

DEFINISI

Sistem Vector Active adalah sistem pendek, lurus dan solid dimana pengalihan kekuatan
dipengaruhi vector (yaitu partisi multiarah) sehingga pembebanan terbagi merata ke segala
tumpuan.

Space Truss Active Structure System adalah susunan elemen-elemen linear yang
membentuk segitiga atau kombinasi segitiga yang secara keseluruhan membentuk volume 3
dimensi (ruang). Bentuk dasar pembentuk Space Truss adalah limas (tetrahedron). Sering disebut
juga sebagai Space Frame.

Space Frame atau sistem rangka ruang adalah sistem struktur rangka tiga dimensi yang
membentang 2 arah, di mana batang-batangnya hanya mengalami gaya tekan atau tarik saja.
Beban-beban yang ada akan ditransformasikan kedalam gaya tekan dan tarik.. Space Truss
biasanya digunakan dalam struktur yang memiliki bentang panjang tanpa penyangga.

KEUNGGULAN

1. Ringan
2. Diproduksi di pabrik bentuk dan ukuran
3. sesuai standar minimalisasi error
4. Mudah ditransportasikan
5. Murah
6. Rigid
7. Indah
8. Bisa digunakan untuk bermacam-macam
9. Bentuk bervariasi = flat, dome, lengkung, free form, dll
Jenis-jenis Node pada Space Truss (rangka ruang)

Node pada Space Truss dikembangkan oleh setiap perusahaan konsultan dan fabrikasi.
Pioneer dari node Space Truss adalah Merosistem. Berikut ini beberepa jenis node pada Space
Truss.

1. Merosistem 2. Triodetic

3. Tunica
4. Spherobat

5. Apora Bottle Connection System


Apora Bottle Connection System atau sering disebut Indonesian Space Frame adalah joint
yang terletak pada konektor yang berbentuk botol, dilengkapi dengan pegas dan
sambungan jointnya pun berbentuk bola.

KELEBIHAN SPACE TRUSS

1. Estetika

Space Truss yang terdiri dari pipa-pipa dan bola sebagai penghubung (nodes)
merupakan suatu sistem yang unik, yang indah dibandingkan dengan Sistem
Konvensional.

2. Fleksibel

Dengan sistem desain memakai autocad 3 dimensi, Space Truss dapat didesain
mengikuti bentuk atap yang lengkung, baik lengkung 1 arah maupun 2 arah. Berikut
adalah beberapa variasi desain yang dapat dilakukan dengan Space Truss =

Atap Horizontal

Dinding Vertikal

Atap Miring

Barrel Arch

Pyramid

Dome

Free Form

Dengan beberapa variasi desain tersebut, Space Truss juga dapat diaplikasikan dalam
beberapa struktur bangunan sebagai berikut =

Kanopi
Terminal Bandara

Tribun Stadion

Hangar Pesawat

Hall Olahraga

Masjid/Dome
Ruang Pameran

Pabrik

Tower

Jembatan

3. Presisi

Desain dan produksi komponen Space Truss melalui komputerisasi menjamin ketelitian
hasil fabrikasi. Kemudian pembagian bebannya pun rata/presisi.

4. Lebih Ringan dan Murah untuk Bentang Lebar

Dibandingkan Sistem Konvensional, total berat struktur Space Truss hanya 30% untuk
bentang lebar. Kemudian harganya pun lebih murah.

5. Transport Mudah

Karena pipa-pipa Space Truss biasanya hanya berukuran panjang kurang dari 6 meter,
sehingga mudah diangkut untuk dibawa dari pabrik ke lokasi pembangunan.

6. Mudah dalam Pemasangan

KEUNTUNGAN PEMAKAIAN SPACE TRUSS DENGAN SISTEM MEMBRAN

Adakalanya Space Truss dipadukan dengan Sistem Membran/penutup atap membran.


Berikut keuntungan dari perpaduan Space Truss dengan Sistem Membran =
1. Modern

Memberi kesan modern dan bersih

2. Fleksibel

Karena bentuknya yang fleksibel, dapat mengikuti semua bentuk geometri yang ada
baik lengkung dalam 1 arah, lengkung dalam 2 arah atau free form.

3. Estetik

Permukaan yang halus pada bagian luar dan dalam membuat tampak atap dari luar
bangunan maupun dari dalam bangunan mempunyai nilai estetika yang mengesankan.

4. Hemat Energi

Karena dapat menyerap sinar matahari dengan baik. Transparan, namun pada siang
hari di dalam ruangan tidak panas dan tidak diperlukan lampu (meminimalisir
penggunaan pencahayaan buatan).

5. Tahan Lama

Material membran selalu bersih karena mempunyai sifat Self Cleaning dan dapat
dipakai puluhan tahun.

Dalam aplikasinya, Space Truss untuk atap terus dikembangkan menjadi beberapa bentuk
relevan sebagai berikut =

1. Structures Planes
2. Domes

3. Double Pentes

4. Structures Voutees
5. Pyramids et Cones

SPACE TRUSS DAN SPACE FRAME BEDANYA?

Struktur truss jika gaya-gaya luar tersebut dialihkan melalui perilaku aksial pada elemen
1D tersebut, sedangkan frame adalah selain aksial juga memanfaatkan perilaku lentur maupun
geser pada elemen 1D.

Gaya normal (gaya aksial) yakni gaya dalam yang bekerja tegak lurus terhadap penampang
potong atau sejajar dengan sumbu batang. Sementara gaya tangensial (gaya melintang) yakni
gaya dalam yang bekerja sejajar dengan penampang potong atau tegak lurus terhadap sumbu
batang.

Untuk bisa menentukan apakah truss atau frame juga bisa tergantung kepada
konfigurasi geometri bagaimana elemen batang tersebut dipasangkan dalam membentuk struktur.
Jika bisa membentuk suatu rangka yang terdiri dari segitiga-segitiga tertutup maka dimungkinkan
dapat dianalis sebagai struktur truss. Sedangkan jika itu tidak memungkinkan, seperti gable, maka
jelas harus dianalis sebagai struktur frame.

Selain bentuk geometri, maka cara penyambungan dari elemen struktur tersebut juga
cenderung menentukan apalah truss atau frame yang perlu dipilih. Untuk kayu misalnya, paling
sederhana jika dapat dimodelkan sebagai struktur truss saja, karena sambungannya hanya meneri
gaya aksial. Sederhana. Tetapi untuk baja, juga tidak mudah, jika profil bajanya dari profil WF tentu
akan berbeda dengan jika dibuat dari profil pipa.

ANALISIS SPACE TRUSS PADA BENTUK STRUKTUR VELODROME


Contoh = Struktur Velodrome dengan bentang 95 meter pada arah lebar velodrome, dan bentang
69 meter membujur dari depan ke belakang. Struktur velodrome ini berbentuk lengkung yang
terdiri dari 2 layer (bottom layer & top layer) sehingga membentuk sistem Space Truss.
Sistem Struktur rangka ruang atap velodrome mempunyai konfigurasi susunan elemen
batang dalam ruang, dimana sambungan atau titik pertemuan ujung-ujung member dimodelkan
dalam 2 jenis model yakni Rigid Joint dan Joint Sendi. Hal itu dilakukan untuk mengakomodasikan
perilaku sambungan yang digunakan yaitu Apora Bottle Connector System.

ANALISIS PEMBEBANAN
1. Beban Mati Struktur
2. Beban Angin
3. Beban Hujan
4. Beban Gempa
5. Beban Temperatur, diperoleh dari perbedaan temperatur atmosfir dari temperatur ruangan.