Anda di halaman 1dari 3

Berikut sebuah contoh penilitian yang menggunakan metode pengambilan sampel random

sederhana, yaitu penelitian yang dilakukan Hanging (2006) yang berjudul Hasil Survey Blogger
2005. Dengan Teknik Random Sampling adalah sebagai berikut :

Contoh Aplikasi Sample Random Sederhana untuk Survei Para Blogger

Sebuah survey dilakukan mengenai kebiasaan orang dalam membuat blog. Data profil blogger
yang berjumlah 303 responden diambil sampel secara acak dan hanya mengambil separuh dari
data yang telah lolos verifikasi, yaitu sebanyak 151 responden.

Dari hasil survey tersebut yang menarik adalah ternyata sebanyak 56,95% blogger berjenis
kelamin perempuan dan 43,05% laki-laki. Kebanyakan blogger memiliki tingkat pendidikan
sarjana (58,94%), SMA (17,22%), Diploma (13,25%) dan Pascasarjana (10,6%). Sesuai dengan
tingkat pendidikan, sebesar 27,15% adalah para blogger yang sudah bekerja dengan penghasilan
anata Rp. 1.500.000,00 Rp. 3.000.000,00, dan 21,85% berpenghasilam di atas 5 juta.

Kota Jakarta merupakan lokasi tempat para bloggertinggal, sebanyak 35,76% dari lotal blogger
berdomisili di ibukota Indonesia ini, menyusul kemudian kota Surabaya sebanyak 7,95%. Hasil
survey pun menunjukan bahwa 60% blogger mengunakan internet setiap harinya, 21%
menggunakan internet 5-6 kali setiap minggunya. Hasil berikutnya menunjukan bahwa blogger
mania menggunakan akses internet lebih dari tujuh jam per hari (31,79%), 3-4 jam sebanyak 27%
dan 1-2 jam 20%.

Sebagaian besar blogger ternyata memanfaatkan fasilitas akses internet dari kantor (40%),
khususnya untuk blogger yang sudah bekerja dan sebagian besar blogger yang berdomisili di
Jakarta, Bogor, Bekasi. Sedangkan untuk kota-kota yang memiliki jumlah mahasiswa/ pelajar
ataupun kota-kota yang masih jarang terdapat akses internet, para blogger mengakses melalui
rumah mereka sendu=iri (29%) ataupun warnet (18%).

Suatu blog umumnyamemiliki tema tertentu, 52,40% blogger menulis blog bertema diarycurhat,
31,97% menulis tema lainnya. Dalam penelitian yang dilakukan Adi Onggoboyo, curhat
merupakan isi tulisan yang paling banyak di-posting oleh blogger 27,48%, renungan /refleksi
21,23%, dan ide-ide pemikiran 14,69%.
Sampel Sistematis (Sytematic Sampling)

Cara pemilihannya hamper sama dengan pemilihan hamper sama dengan penelitian random
sederhana hanya saja terdapat perbedaan pada cara pemilihan elemen untuk menjadi sampel
merupakan sampel pemilihan sistematis . dalam pemilihan sistematis, seluruh elemen yang ada
pada unit pemilihan sampel diberi nomer urut mulai dari nomor 1. Jika N adalah jumlah populasi
sedangkan n adalah jumlah ampel , maka peneliti akan memilih setiap elemen yang berbeda nomor
b untuk sampel.

Contohnya saja dari populasi 2.000 (N) penelitian akan memilih sampel sebesar 25% atau sama
dengan 200 (n), nilai b sama dengan 2.000/500 atau sama dengan 4. Sampel pertama ditentukan
secara random dan dilanjutkan dengan sampel berikutnya berturut turut setiap nomor dengan
interval 4 (Kuncoro,2009:131).

Adapun beberapa kelebihan dan kelemahan dari pemilihan sampel sistematis adalah sebagai
berikut (Kuncoro,2009:131):

Kelebihan :

1. Apabila nomor urut elemen disusun berdasarkan kriteria tertentu (misalnya besarnya
indeks prestasi mahasiswa, besarnya penjualan tahunan untuj pedagang atau perusahaan),
elemn yang terpilih menjadi sampel secara otomatis sudah mewakili setiap suara yang ada
dalam populasi;
2. Prosedur pemilihan sampel sangat mudah;
3. Unit pemilihan sampel hanya satu macam;
4. Kesalahan klasifikasi dapat dihindarkan.

Kelemahan desain pemilihan sistematis adalah apabila nomor urut elemen berdasarkan lokasi atau
variable lain yang tidak ada hubungannnya dengan kriteria stratifikasi penelitian, dengan sampel
yang sama akan mempunyai tingkat akurasi yang lebih rendah dari pada sampel random
stratifikasi.
Contoh Aplikasi Metode Sampel Sistematis Tentang LOS DIY

Dalam rangka mengetaahui bagaimana & sejauh mana tanggapan masyarakat terhadap
keberadaan Lembaga Ombusman Swasta (LOS) DIY, Litbang LOS DIY menyelenggarakan jejak
pendapat atau polling yang dilakukan pada tanggal 24-26 Agustus2006. sebanyak 100 responden
berusia > 17 th yg tinggal di Yogyakarta berhasil dihubungi melalui telepon. Responden dipilih
secara acak dengan metode systematic sampling dari buku petunjuk
telepon dengan tingkat kepercayaan 90%, konsekuensi sampling
error jejak pendapat adalah 8,25%. Mengingat pemilik telepon yg tercatat di buku petunjuk
telepon tidak identik dengan keseluruhan karakteristik masyarat. Yogyakarta, makahasil penelitian
ini tidak bermaksud mengklaim representasi seluruh masyarakat pemilik telepon di
Yogyakarta.Hasil pollling menunjukan bahwa sebagain besar masyarajat. Yogyakarta tidak
mengetahui keberadaan OLS. Mereka yang tidak tahu keberadaan OLS DIY mencapai
66%. Sementara yang tahu hanya 34%. Artinya, maksimum keseluruhan pendapat populasi (
pemilik telepon yang tercatat pada buku petunjuk telepon) diperkirakan sebesar 8,25%. Mengingat
pemilik telepon yang tercantum dalam buku petunjuk telepon tidak identic dengan keseluruhan
karakteristik masyarakat di Yogyakarta, maka hasil penelitian ini tidak bermaksud mengklaim
representasi seluurh masyarakat pemilik telepon di Yogyakarta.