Anda di halaman 1dari 2

2.

5 Macam-macam Data Penelitian

Dengan adanya penelitian, maka memudahkan peneliti untuk mendapatkan data yang
valid. Untuk mendapatkan data yang valid, seorang peneliti harus mengtahui macam-macam data
peneliti terlebih dahulu. Macam-macam data yang dapat diperoleh yaitu diperoleh dengan
menggunakan instrument dengan menggunakan skala nominal, kontinum, ordinal, interval dan
ratio. Di bawah ini merupakan bagan dari macam data dalam penelitian.

Kualitatif

mMacam Data Diskrit

Kuantitatif Ordinal

Kontinum Interval

Ratio

Macam-macam data dapat dibagi menjadi 2 (dua) yaitu data kualitatif dan data kuantitaif.
Data kualitatif adalah data yang dapat dinyatakan dalam bentuk kata, kalimat serta gambar.
Sedangkan, data kuantitatif adalah data yang dinyatakan dalam bentuk angka atau dapat dengan
data kualitatif yang diangkakan. Misalnya, (scoring : baik sekali = 4, baik = 3, kurang baik = 2,
dan tidak baik = 1).

Data kuantitatif dapat dibagi menjadi 2 (dua), yaitu diskrit/nominal dan data kontinum.
Data diskrit/nominal adalah data yang dapat digolong-golongkan secara terpisah, secara diskrit
atau kategori. Data ini didapat dari hasil menjumlahkan. Contohnya, di dalam suatu kelas
terdapat 60 mahasiswa, yang terdiri dari 40 pria dan 20 wanita, contoh lainnya di dalam suatu
perkumpulan terdapat 100 orang yang berasal dari Jawa dan 150 orang yang berasal dari Bali,
dan masih banyak contoh lainnya.
Data kontinum adalah data yang bervariasi menurut tingkatan dan data ini diperoleh dari
hasil pengukuran. Data kontinum dapat dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu data ordinal, data interval
dan data ratio. Data ordinal adalah data yang bentuknya seperti peringkat atau rangking.
Contohnya peringkat I, II, dan III. Jika data ini dinyatakan dalam skala, maka jarak satu data
dengan data yang lainnya tidak sama.

I II III IV V

90 87 75 70 60

Data Interval adalah data yang jaraknya sama tetapi tidak memiliki nilai nol (0) atau dapat
disebut absolute atau mutlak. Contohnya skala dalam thermometer, terdapat angka 00C, nilai
tersebut tetap ada nilainya. Data interval dapat diubah menjadi data ordinal (peringkat). Jika data
interval terdapat nilai minus (-) tetap ada nilainya.

-1 0 1 2 3 4 5 6 7 8

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Data ratio adalah data yang jaraknya sama dan memiliki nilai nol (0) mutlak. Contoh data rati
adalah berat, panjang, lebar dan volume. Misalkan berat 0 kg berarti tidak ada bobotnya dan jika
panjang 0 m berarti tidak ada panjangnya. Dalam hal ini data ratio dapat diubah menjadi data
interval dan ordinal. Data ini juga dapat dijumlahkan atau dibuat perkalian secara aljabar.
Penjumlahan dalam data interval berbeda dengan data ratio.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10