Anda di halaman 1dari 5

Soal-soal tentang Syarat menjadi Warga Negara RI dan Penyebab Hilangnya

Kewarganegaraan Indonesia

1. Apakah yang dimaksud dengan pewarganegaraan/ naturalisasi ?


2. Undang-undang manakah yang mengatur tentang Kewarganegaraan republik
Indonesia?
3. Jelaskan pengertian Warga Negara Indonesia berdasarkan UU No 12 tahun 2006 pasal
4!
4. Bagaimana cara memperoleh kewarganegaraan ?
5. Sebutkan asas-asas kelahiran berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006?
6. Pasal berapakah dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 yang mengatur
persyaratan dalam melakukan permohonan pewarganegaraan?
7. Sebutkan syarat-syarat dalam melakukan permohonan pewarganegaraan!
8. Bagaimana prosedur dalam melakukan permohonan pewarganegaraan bagi WNA
yang telah kawin dengan WNI dan ingin menjadi WNI berdasarkan Pasal 19 UU No.
12 Tahun 2006 ?
9. Selain memperoleh kewarganegaraan, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 juga
menjelaskan tentang hilangnya Kewarganegaraan RI dari seseorang. Dijelaskan dalam
pasal berapakah hal tersebut?
10. Bagaimana seseorang dapat kehilangan kewarganegaraannya ?
Kunci Jawaban:

1. Pewarganegaraan (naturalisasi) adalah tata cara bagi orang asing untuk memperoleh
kewarganegaraan Republik Indonesia melalui permohonan.

2. Undang-undang yang mengatur tentang Kewarganegaraan republik Indonesia:


- Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 1958 tentang
Kewarganegaraan Republik Indonesia
- Undang-Undang No 12 Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan Republik
Indonesia

3. Warga Negara Indonesia adalah:


a. Setiap orang yang berdasarkan peraturan perundangan dan/atau berdasarkan
perjanjian pemeirntah RI dengan negara lain sebelum Undang-undang ini berlaku
sudah menjadi WNI.
b. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari ayah dan ibu WNI
c. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari ayah WNI dan ibu WNA.
d. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari ibu WNI dan ayah WNA.
e. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI, tetapi ayahnya
tidak mepunya kewarganegaraan atau hukum asal ayahnya tidak memberiikan
kewarganegaraan pada anak tersebut.
f. Anak yang lahir diluar perkawinan yang sah dari ibu WNI, dan jika ayahnya
WNA maka harusdisertai pengakuan dari ayahnya.
g. Anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 hari setelah ayahnya meninggal dunia
dari perkawinan yang sah dan ayahnya WNI.
h. Anak yang lahir di wilayah RI yang pada waktu lahir tidak jelas status
kewarganegaraan ayah ibunya

4. Cara memperoleh kewarganegaraan yaitu melalui asas kelahiran dan/ atau naturalisasi

5. Adapun asas-asas yang dianut dalam Undang-Undang No 12 Tahun 2006 sebagai


berikut:
a. Asas ius sanguinis (law of the blood) adalah asas yang menentukan
kewarganegaraan seseorang berdasarkan keturunan, bukan berdasarkan negara.
tempat kelahiran.
b. Asas ius soli (law of the soil) secara terbatas adalah asas yang menentukan
kewarganegaraan seseorang berdasarkan negara tempat kelahiran, yang
diberlakukan terbatas bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam
Undang-Undang
c. Asas kewarganegaraan tunggal adalah asas yang menentukan satu
kewarganegaraan bagi setiap orang
d. Asas kewarganegaraan ganda terbatas adalah asas yang menentukan
kewarganegaraan ganda bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur
dalam Undang-Undang.
Undang-Undang ini pada dasarnya tidak mengenal kewarganegaraan ganda
(bipatride) ataupun tanpa kewarganegaraan (apatride). Kewarganegaraan ganda yang
diberikan kepada anak dalam Undang-Undang ini merupakan suatu pengecualian.

6. Pasal 9 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006


7. Permohonan pewarganegaraan dapat diajukan oleh pemohon jika memenuhi
persyaratan sebagai berikut:
a. Telah berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin;
b. Pada waktu mengajukan permohonan sudah bertempat tinggal di wilayah negara
Republik Indonesia paling singkat 5 (lima) tahun berturut-turut atau paling singkat
10 (sepuluh) tahun tidak berturut-turut;
c. Sehat jasmani dan rohani;
d. Dapat berbahasa Indonesia serta mengakui dasar negara Pancasila dan Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
e. Tidak pernah dijatuhi pidana karena melakukan tindak pidana yang diancam
dengan pidana penjara 1 (satu) tahun atau lebih;
f. Jika dengan memperoleh Kewarganegaraan Republik Indonesia, tidak menjadi
berkewarganegaraan ganda;
g. Mempunyai pekerjaan dan/atau berpenghasilan tetap; dan
h. Membayar uang pewarganegaraan ke Kas Negara.

8. Adapun prosedur permohonan pewarganegaraan bagi WNA yang telah kawin dengan
WNI dan ingin menjadi WNI berdasarkan Pasal 19 UU No. 12 Tahun 2006 tentang
Kewarganegaraan Republik Indonesia bahwa WNA yang bersangkutan harus:
a. Mengajukan pernyataan ke pejabat/Menteri Hukum dan HAM untuk menjadi
WNI
b. Memberikan surat pernyataan bahwa dia telah tinggal di Indonesia 5 tahun
berturut-turut atau 10 tahun tidak berturut-turut
c. Pernyataan bahwa bila mendapat kewarganegaraan Indonesia tidak menjadi
dwikewarganegaraan (Kewarganegaraan ganda).
Permohonan pewarganegaraan diajukan di Indonesia oleh pemohon secara tertulis
dalam bahasa Indonesia di atas kertas bermeterai cukup kepada presiden melalui
menteri dan diajukan kepada pejabat yang wilayah kerjanya meliputi tempat
tinggal pemohon. Pemohon melampirkan pernyataan yang memuat: nama
Iengkap, tempat dan tanggal lahir, alamat tempat tinggal dan kewarganegaraan
pemohon, dan nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, serta kewarganegaraan
suami atau isteri pemohon. Adapun permohonan harus dilampiri:
1) Fotokopi kutipan akte kelahiran pemohon yang disahkan oleh pejabat yang
berwenang
2) Fotokopi kartu tanda penduduk atau swat keterangan tempat tinggal
pemohon yang disahkan oleh pejabat yang berwenang
3) Fotokopi kutipan akte kelahiran dari Kartu Tanda Penduduk (KTP) Warga
Negara Indonesia (WNI) suami atau isteri pemohon yang disahkan oIeh
pejabat yang berwenang
4) Fotokopi kutipan akte perkawinan/buku nikah pemohon dan suami atau
isteri yang disahkan oleh pejabat yang berwenang
5) Surat keterangan dari kantor imigrasi di tempat tinggal Pemohon yang
menerangkan bahwa Pemohon telah bertempat tinggal di Indonesia paling
singkat lima tahun berturut-turut atau paling singkat 10 tahun tidak
berturut turut
6) Surat keterangan catatan kepolisian dari kepolisian di tempat tinggal
Pemohon
7) Surat keterangan dari perwakilan negara pemohon yang menerangkan
bahwa setelah pemohon memperoleh kewarganegaraan Republik
Indonesia, ia kehilangan kewarganegaraan negara yang bersangkutan
8) Pernyataan tertulis bahwa pemohon akan setia kepada Negara Kesatuan
Republik Indonesia, Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945, dan akan membelanya dengan sungguh-sungguh
serta akan menjalankan kewajiban yang dibebankan negara sebagai Warga
Negara Indonesia dengan tulus dan ikhlas
9) Pas foto pemohon terbaru berwarna ukuran 4x6 cm sebanyak enam lembar

9. Pasal 23 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006

10. Pasal 23 UU RI No. 12 tahun 2006 tentang kewarganegaraan mengatur sebab-sebab


kehilangan kewarganegaraan Indonesia, yaitu sbb;
a. Memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri
b. Tidak menolak atau tidak melepaskan kewarganegaraan lain, sedangkan orang
yang bersangkutan mendapat kesempatan untuk itu
c. Dinyatakan hilang kewarganegaraannya oleh Presiden atas permohonannya
sendiri, apabila yang bersangkutan sudah berusia 18 tahun atau sudah kawin.,
bertempat tinggal di luar negeri, dan dengan dinyatakan hilang kewarganegaraan
RI tidak menjadi tanpa kewarganegaraan
d. Masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu oleh presiden
e. Secara sukarela masuk dalam dinas negara asing, yang jabatan dalam dinas
semacam itu di Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan hanya
dapat dijabat oleh WNI
f. Secara suka rela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara
asing atau bagian dari negara asing tersebut
g. Tidak diwajibkan tetapi turut serta dalam pemilihan sesuatu yang bersifat
ketatanegaraan untuk suatu negara asing
h. Mempunyai paspor atau surat yang bersifat paspor dari negara asing atau surat
yang dapat diartikan sebagai tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dari
negara lain atas namanya
i. Bertempat tinggal diluar NKRI selama 5 tahun terus menerus bukan dalam rangka
dinas negara, tanpa alasan yang sah dan dengan sengaja tidak menyatakan
keinginannya untuk tetap menjadi WNI kepada perwakilan RI yang wilayah
kerjanya meliputi tempat tinggal yang bersangkutan.