Anda di halaman 1dari 29

59

BAB 3

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

3.1 Sejarah Perusahaan

PT. Suka Sukses Sejati didirikan berdasarkan Akta Pendirian Notaris

Marina Soewana No. 19 Tgl 30 November 2000, dengan Komisaris Merry Eddy,

Direktur Ibnu Holdun. Bentuk badan usaha adalah Perseroan Terbatas.

Mr Billy Hartono Salim adalah pendiri perusahaan, mulai mendirikan

perusahaan jasa distribusi yang kecil pada tahun 1989 dan jaringan untuk produk

kosmetik dan wewangian bernama PT. Asri Karya Perdana Mandiri. Pada tahun

2001, ketika bisnis berkembang, Dia kemudian membangun pabrik sendiri

bernama PT. Kosmetika Alam Pesona Mandiri (KAPM) dan mulai memproduksi

produk perlengkapan mandi seperti mandi Lulur (body scrub), parfum, juga

menjadi pelopor untuk keberhasilan produk Feminin Wash Sabun Sirih . Dengan

jaringan luas dan distribusi pengalaman di lapangan, PT. Vitalis Indonesia juga

ditetapkan sebagai distributor eksklusif.

Pada tahun 2005, dengan visi untuk memasuki pasar global saat itu PT.

Vitalis Indonesia bergabung dengan perusahaan Grup Unza dan membentuk PT.

Unza Vitalis Indonesia. Pada tahun 2007 Didirikan perusahaan baru milik PT.

Victoria Care Indonesia (VCI) dan PT. Suka Sukses Sejati (3S) sebagai distributor

eksklusif Indonesia.

PT. Suka Sukses Sejati adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang

penjualan, yang berlokasi di Jalan Daan Mogot km 11, Jakarta. PT. Suka Sukses

Sejati menjual kosmetik, perlengkapan mandi dan perawatan kesehatan. Dengan

59
60

sekitar 500 pekerja terdiri dari Produksi, R & D dan QC didukung oleh mesin-

mesin produksi terbaru dengan kapasitas produksi tinggi, pabrik bertujuan untuk

memenuhi permintaan pasar dan juga sebagai batu loncatan untuk mencapai visi

masa depan kita. Pada 26 April 2007 PT. Victoria Care Indonesia secara resmi

mengumumkan 1,000 meter persegi pabrik baru di kota Semarang - Jawa Tengah,

dengan sampai Rp 10 juta dalam total investasi. Pabrik juga menerima GMP

(Good Manufacturing Process) sertifikasi dari BPOM untuk memastikan bahwa

setiap produk kami yang diproduksi dan diproses sesuai dengan standar

internasional.

Lokasi PT. Suka Sukses Sejati adalah di Jl. Daan Mogot KM II Jakarta

11710, Jakarta barat, Indonesia. Akta pendirian perusahaan adalah atas nama

direktur utama PT. Suka Sukses Sejati dengan NPWP : 02.040.414.1-038.000 dan

nomor tanggal PKP 27 April 2005

3.1.2 Visi Dan Misi PT. Suka Sukses Sejati

Visi

Untuk menjadi perusahaan terkemuka di bidang kosmetik,

perlengkapan mandi dan perawatan kesehatan di pasar Indonesia.

Misi

Untuk memperluas dan meningkatkan kehidupan manusia dengan

memberikan kualitas tertinggi dalam kosmetik, perlengkapan mandi

dan produk perawatan kesehatan.


61

3.2 Struktur Organisasi PT Suka Sukses Sejati President Director

Internal Secretary
Audit

Sales & FA Director Dir IT


Distr. Dir.

Secretary Application
FA Sr. Manager Development

Secretary
Support

NKAM Regional Regional Mgr East Logistic


Mgr West Manager

KAM 1 BM - SMG Acc Manager Tax Finance HR


BM - JKT 1 Manager manager manager

BM - SBY Billing Staff


KAS 1 BM - JKT 2 Logistic Ass fin man
Supervisor -group
BM - DPS AR Staff HR
KAM 2 BM - BDG Ass tax spv-
manager Ass finance smg
ASM East Accounting manager
BM MDN Staff
KAS 2 TJP
FPM East

Administration ASM West Tax staff HR staff


Fin & Acc Spv Finance
staff
FPM West
Administration

Logistic Spv Gambar 3.1 Struktur Organisasi PT. Suka Sukses Sejati
West

Sumber : PT Suka Sukses Sejati Tahun 2007


Fin & Acc Spv

61
Administration
62

3.3 Uraian Pekerjaan

Tugas dari masing-masing bagian (jobs description) dalam organisasi

diuraikan sebagai berikut :

1. President Director

1. Merumuskan dan menetapkan tujuan (jangka panjang dan jangka pendek),

rencana, dan kebijakan umum perusahaan untuk memberikan arahan dan

pedoman bagi jalannya perusahaan.

2. Membangun komitmen dalam organisasi, memimpin, mengarahkan, dan

mengawasi pelaksanaan kegiatan perusahaan.

3. Mengevaluasi hasil-hasil yang telah dicapai dan mengambil keputusan

penting yang mempengaruhi perkembangan atau kelangsungan hidup

perusahaan.

4. Memeriksa & mengevaluasi laporan keuangan perusahaan.

2. Internal Auditor

Berada langsung dibawah President Director sehingga bertanggung

jawab langsung atas laporan dan hasil kerjanya kepada President Director.

1. Merencanakan dan melakukan kegiatan pemeriksaan, pengawasan

kegiatan, serta evaluasi terhadap semua kegiatan perusahaan secara

keseluruhan berdasarkan kebijakan, sistem, dan prosedur yang telah

ditetapkan.

2. Melaporkan hasil pemerikasaan yang telah dilakukan kepada President

Director dan mengusulkan tindakan tindakan perbaikan yang diperlukan.

3. Melaksanakan pemeriksaan atau perhitungan fisik uang, faktur, persediaan,

dan aktiva tetap perusahaan secara mendadak.


63

4. Mengecek kecermatan dan keandalan laporan perusahaan yang disajikan

secara wajar dan tepat waktu.

5. Memastikan ketaatan dan pelaksanaan kebijakan dan sistem yang telah

ditetapkan oleh perusahaan telah dijalankan dengan baik sehingga dapat

terhindar dari penyelewengan-penyelewengan yang dapat terjadi.

3. Secretary President Director

Secretary perusahaan yang mendampingi President Director mempunyai

tugas sebagai berikut:

1. Bertanggung jawab langsung kepada President director atas pekerjaannya

2. Memberikan masukan kepada President Director berkaitan dengan

operasionalisasi dan pengembangan usaha perusahaan.

3. Menyelenggarakan penyimpanan dokumen asli perusahaan.

4. Membangun jaringan kerjasama yang saling menguntungkan dengan

berbagai pihak stakeholder

5. Mengupayakan kelancaran pelaksanaan agenda kerja direksi

6. Mengkomunikasikan kebijakan perusahaan dan atau pemerintah kepada

pihak internal dan eksternal.

7. Menyiapkan laporan perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

8. Mengkoordinasi bahan-bahan laporan untuk rapat.

9. Menyiapkan laporan kegiatan sekretaris perusahaan secara benar dan tepat

waktu.

4. Sales & Distribution Director.

1. Memimpin, mengarahkan, dan mengawasi pelaksanaan kegiatan penjualan

dan distribusi.
64

2. Mengevaluasi hasil penjualan yang dicapai dan mengambil keputusan

penting yang mempengaruhi perkembangan dan kelangsungan operasional

penjualan dan distribusinya.

3. Memeriksa pembukuan, surat dan alat bukti lainnya dari kegiatan

operasional penjualan dan distribusi.

5. Secretary Sales & Distribution Director

1. Mengetik laporan untuk director

2. Membuat agenda pertemuan

3. Mengatur rapat intern atau ekstern

4. Membuat notulen rapat

5. Melaksanakan tugas lainnya dari director

6. Regional Manager

1. Regional manager west (untuk bagian barat Indonesia)

2. Regional Manager East (untuk bagian timur Indonesia )

Tugas-tugasnya:

1. Bertanggung jawab langsung kepada director sales dan distribusi.

2. Memimpin tim penjualan dan administrasi secara regional

3. Bertanggungjawab penuh terhadap operasional cabang yang berada

dibawahnya.

4. Menetapkan target penjualan dan laba pada setiap Manager Area yang berada

dibawahnya.

7. BM (Branch Manager )

1. Bertanggung jawab kepada Regional.

2. Memimpin tim penjualan dan administrasi untuk cabangnya.


65

3. Bertanggung jawab penuh terhadap operasional cabang yang dipegangnya.

4. Menetapkan target penjualan dan laba.

8. Financial & accounting Supervisor.

1. Merencanakan, memprioritaskan, menempatkan, dan mereview pekerjaan

dari para staf yang menangani utang piutang, kas atau bank, payroll, dan

pemasukan/pengumpulan data lainnya.

2. Merekomendasikan dan menangani bagian accounting perusahaan.

3. Menyediakan informasi teknis keuangan.

4. Menyediakan analisis kompleks tentang transaksi transaksi accounting.

9. Administration

1. Bertanggung jawab kepada bagian-bagian yang mengepalainya.

2. Mengatur dan mengurus hal-hal yang berhubungan dengan administrasi

penjualan, seperti:

Mengurus penerimaan pesanan

Mencatat setiap transaksi yang dilakukan

Membuat faktur dan surat pengiriman barang

3. Membuat laporan penjualan.

10. Logistic Manager

1. Bertanggung jawab kepada President director

2. Mengontrol persediaan produk yang ada digudang.

3. Memberi informasi persediaan per periode.

4. Bertanggung jawab langsung atas semua jumlah persediaan atau stock yang

dibeli dan mencatat pengeluaran serta saldo terakhir semua persediaan atau

stock yang ada di gudang.


66

5. Melakukan pengiriman barang.

6. Membuat laporan persediaan barang.

11. Logistic Supervisor

1. Mengevaluasi proses dan administrasi internal gudang.

2. Mengkoordinasi kegiatan penjualan dan transaksi keluar masuk barang.

3. Menerapkan solusi penyelesaian yang menyangkut masalah-masalah

administrasi dan operasional gudang dan logistic.

4. Membuat laporan bulanan inventori gudang dan logistic (distribusi).

5. Membuat perencanaan operasional gudang dan logistic.

12. FA Director (Financial & Accounting Director)

1. Merencanakan, merumuskan, dan menetapkan tujuan, strategi, dan kebijakan

umum di divisi Finance dan Accounting yang sesuai dengan tujuan dan

strategi perusahaan.

2. Mengkoordinasi dan mengawasi kegiatan pemrosesan data-data akuntansi

hingga menghasilkan informasi keuangan dan analisa laporan keuangan

secara akurat, menyeluruh, tepat waktu, dan sesuai dengan pernyataan

Standart Akuntansi Keuangan (PSAK), peraturan pajak.

3. Mengkoordinasi dan mengawasi kegiatan keuangan meliputi penerimaan,

pengeluaran uang, dan penggunaan sumber daya.

4. Mengkoordinasi dan mengawasi kegiatan pengembangan sumber daya

manusia yang mencakup penerimaan dan penyeleksian karyawan,

administrasi personalia, keamanan umum, dan anggaran kerumahtanggaan

perusahaan.
67

5. Mengevaluasi hasil-hasil yang telah dicapai di bagiannya dan penyebab

penyimpangan dan memastikan efektivitas tindakan koreksi yang diambil..

13. Accounting Manager

1. Memimpin, mengkoordinasi, mengarahkan, mengawasi, dan mengevaluasi

kegiatan pemrosesan data akuntansi hingga menghasilkan laporang

keuangan yang sesuai dengan PSAK.

2. Menyediakan informasi keuangan yang tepat isi dan tepat waktu bagi semua

tingkat management yang memerlukan sesuai dengan ketelitian yang

disyaratkan.

3. Mengkoordinasi dan mengawasi staf-staf yang berada dibawahnya dalam

mengumpulkan, mengolah, dan menghasilkan laporan keuangan.

4. Mengembangkan sistem analisa biaya produksi dan analisa varian yang

dapat dijadikan dasar dalam peningkatan efisiensi dan efektivitas produksi.

5. Mengukur prestasi kerja fungsi-fungsi yang berada di bawahnya sesuai

dengan strategi, visi, misi perusahaan serta kebijakan manajemen.

14. Tax Manager

1. Memimpin, mengkoordinasi, mengarahkan, mengawasi, dan mengevaluasi

kegiatan pemrosesan data akuntansi hingga menghasilkan laporan keuangan

yang sesuai dengan PSAK.

2. Melakukan perhitungan pajak perusahaan.

3. Membuat laporan pajak yang diperlukan.


68

15. HR Manager

1. Mengelola, mengkoordinasi, dan menyelaraskan seluruh aktivitas yang

berhubungan dengan SDM termasuk juga administrasi penggajian.

2. Memimpin dan mengawasi kegiatan perekrutan karyawan baru.

3. Pemimpin dan mengawasi pelatihan rutin terhadap karyawan dalam

mengenalkan penggunaan teknologi baru yang diterapkan perusahaan.

4. Bertanggungjawab atas pengadaan pelatihan mengenai product knowledge

kepada karyawan baru.

5. Mensosialisasi kebijakan baru dari perusahaan.

6. Memberhentikan karyawan yang bermasalah.

16. HR Supervisor

1. Membantu dan mendukung HR manager dalam bekerja.

2. Memastikan kerja karyawan telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab

masing-masing.

3. Membuat laporan tentang karyawan dan administrasi personalia.

4. Mengawasi dan memastikan pelatihan karyawan telah berjalan sesuai

dengan tujuan pelatihan.

17. HR staff

1. Membantu dan mendukung HR supervisor dalam bekerja.

2. Bertanggung jawab dalam hal merekrut karyawan baru, administrasi

personalia.

3. Mengawasi pelatihan karyawan.


69

18. Accounting Staff

1. Bertanggung jawab untuk melaksanakan fungsi-fungsi administratif yang

diberikan kepada keluarga klien perusahaan, koordinasi layanan yang

disampaikan kepada klien perusahaan, dan keseluruhan bantuan administrasi

dan operasi perusahaan.

2. Menjaga pembukuan dan catatan akuntansi perusahaan.

3. Membuat dan mempertahankan analisis arus kas, neraca, dan laporan laba

rugi perusahaan.

4. Memelihara catatan pembukuan dan akuntansi untuk entitas perusahaan.

5. Mengkoordinasikan penagihan.

6. Membuat dan menjaga sistem pengingat untuk melacak arus kas kewajiban.

7. Membantu dalam menciptakan dan memelihara sistem penyimpanan

dokumen-dokumen perusahaan.

19. Director IT

1. Rencana dan menerapkan penambahan, penghapusan dan modifikasi utama

untuk infrastruktur pendukung seluruh perusahaan dalam koordinasi dengan

kepemimpinan perusahaan.

2. Mengawasi pelaksanaan keamanan jaringan.

3. Mengantisipasi kebutuhan jaringan masa depan, mengidentifikasi solusi

proaktif untuk memuaskan kebutuhan.

4. Mengawasi perencanaan dan pengelolaan sistem telepon perusahaan dan

seluruh perusahaan mengelola usaha upgrade.

5. Mengawasi pelatihan dan pemeliharaan Lab. IT.


70

6. Mengawasi semua yang berhubungan dengan TI, pembelian dan penggunaan

anggaran; bekerja dengan Akuntansi untuk mengembangkan anggaran.

7. Memegang tanggung jawab untuk perencanaan dan penjadwalan kapasitas

negosiasi vendor yang berhubungan dengan TI.

8. Membantu perusahaan dalam hal TI, karyawan, dan sumber daya komputer.

9. Membantu perusahaan dalam hal jaringan dan merekomendasikan produk-

produk dan teknologi baru.

3.4 Gambaran Sistem yang Berjalan

3.4.1 Uraian proses bisnis Perusahaan

Proses bisnis pada PT. Suka Sukses Sejati terjadi ketika barang

datang dari pabrik. Barang tersebut dikirim ke tujuh cabang kantor PT.

Victoria care Group. Setelah itu adanya permintaan dari pelanggan.

Pelanggan dapat memesan melalui salesman yang menawarkan langsung

ke toko-toko dan pelanggan juga dapat memesan langsung melalui

telepon atau mengirim fax ke PT. Suka Sukses Sejati.

Bagian penjualan yang menerima purchase order dan purchase

order tersebut diberikan kepada sales manager. Sales manager akan

memeriksa order size, order item, discount, bonus promo, dan lain-lain

pada purchase order tersebut. Jika purchase order tersebut tidak disetujui

oleh sales manager maka akan dilakukan konfirmasi order. Jika purchase

order tersebut disetujui maka bagian persediaan atau billing akan

membuat dua rangkap surat order berupa rangkap untuk gudang

menyiapkan barang dan rangkap untuk arsip.


71

Surat order akan diserahkan kepada sales manager lagi untuk

memeriksa surat order tersebut, yang diperiksa adalah mencocokkan

surat order dengan purchase order kemudian Sales Manager akan

menandatangani surat order pada kolom diperiksa. Jika surat order

tidak disetujui oleh sales manager maka billing harus merevisi kembali

surat order tersebut, jika surat order tersebut disetujui maka bagian

finance manager akan memeriksa piutang pelanggan apakah faktur

tersebut telah jatuh tempo sesuai dengan yang telah ditentukan, plafond,

discount dan TOP. Jika piutang pelanggan tersebut telah melewati batas

yang ditentukan dan hal-hal lain yang tidak sesuai maka finance manager

akan mengkonfirmasi hal tersebut ke outlet, jika outlet tidak menyetujui

juga maka finance manager akan mengembalikan surat order tersebut

kepada sales manager, dan sales manager akan melakukan negosiasi

dengan outlet, jika hasilnya tidak sepakat maka sales manager akan

membatalkan surat order tersebut.

Jika piutang pelanggan yang diperiksa tidak ada masalah dan

tidak melewati batas yang telah ditentukan maka bagian gudang akan

membuat order pengeluaran barang (OPB), menyiapkan barang tersebut

dengan mengisi OPB sesuai barang yang ada pada kolom dikeluarkan

dan melihat IK no.IK/SLS/003, kemudian bagian billing akan mencetak

faktur penjualan tersebut untuk bagian account receivable, arsip billing,

accounting dan outlet. Kemudian finance manager akan menandatangani

faktur penjualan tersebut. Bagian gudang akan mengecek pengeluaran

barang yang berdasarkan pada faktur penjualan, kemudian akan memuat


72

dan mengirim barang tersebut kepada pelanggan. Setelah pengiriman

barang, bagian pengiriman akan menyerahkan faktur kepada bagian

piutang untuk melakukan pencatatan piutang.

Pelanggan dapat melakukan retur barang jika barang tersebut

cacat atau barang di kirim tidak sesuai dengan yang di pesan.

3.4.2 Sistem aplikasi yang digunakan

Sistem yang sedang dijalankan PT. Suka Sukses Sejati

dikembangkan pada tahun 2007. Sistem ini menggunakan aplikasi

Sss. Sistem yang berjalan di Windows Server 2003, languange

program VB6 SP5 dan database menggunakan MS SQL 2005,

dan untuk laporan yang dihasilkan menggunakan Crystal Report

9. Modul-modul yang digunakan oleh PT. Suka Sukses Sejati

antara lain :

1. Modul accounting

2. Modul finance

3. Modul inventory

4. Modul master

5. Modul sales

6. Modul laporan analisa

3.4.2.1 Konfigurasi komputer atau jaringan

a. Hardware

Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan staff

dari HRD PT. Suka Sukses Sejati hardware yang

digunakan adalah sebagai berikut:


73

1. Desktop = 49 unit

2. Server = 3 unit

3. Notebook = 18 unit

4. Printer = 31 unit

5. Scanner = 2 unit

6. Mesin fax = 2 unit

7. Switch = 1 unit

8. Modem = 2 unit

9. Ups = 21 unit

10. Projector = 2 unit

b. Software

Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan staff

dari HRD PT. Suka Sukses Sejati software yang

digunakan adalah sebagai berikut :

1. 3S (System Suka Sejati)

2. Windows Server 2003

3. VB6 SP5

4. Ms SQL 2005

5. Crystal Report 9

6. Software server
74

c) Topologi jaringan Local Area Network (LAN)

Gambar 3.2 Topologi jaringan LAN

74
Sumber : PT. Suka Sukses Sejati
75

3.5 Data yang dapat diperoleh untuk evaluasi investasi SI/TI

Penulis memperoleh data dari hasil wawancara dan dari kuesioner

penulis pada manajemen PT. Suka Sukses Sejati serta beberapa staff yang terkait.

Dari data yang telah penulis peroleh, maka penulis memperoleh data data untuk

domain keuangan, domain bisnis, domain teknologi.

3.5.1 Data Keuangan

A. Data untuk analisis Cost Benefit

Teknik tradisional cost benefit analysis merupakan sarana

mengukur keuangan yang umum dalam menilai dan menentukan hasil

dari keuntungan investasi teknologi informasi secara langsung.

Keuntungan investasi yang diukur dalam hal ini adalah keuntungan dari

pengurangan biaya operasional perusahaan sejak investasi teknologi

informasi diimplementasikan. Berdasarkan hasil studi dokumentasi yang

penulis dapatkan dari PT. Suka Sukses Sejati maka diperoleh data data

seperti biaya investasi awal, biaya berjalan, biaya operasional.

Dibawah ini adalah perincian detail atas setiap unit biaya-biaya

dan perbandingan biaya-biaya tersebut setiap tahunnya dari 2007 sampai

dengan Maret 2010. Adapun pengertian dari Biaya investasi awal adalah

biaya pengembangan investasi teknologi informasi yang terdiri dari

biaya pembelian perangkat keras (hardware) dan biaya pembelian

perangkat lunak (software).


76

No. Keterangan Unit Harga Total

1. Biaya Perangkat Hardware

Desktop 49 Rp4.000.000 Rp196.000.000

Server 3 Rp20.000.000 Rp60.000.000

Notebook 18 Rp6.000.000 Rp108.000.000

Printer 31 Rp1.500.000 Rp46.500.000

Scanner 2 Rp1.000.000 Rp2.000.000

Mesin Fax 2 Rp750.000 Rp1.500.000

Ups 21 Rp1.250.000 Rp26.250.000

Projector 2 Rp6.000.000 Rp12.000.000

Meja komputer untuk server 3 Rp1.500.000 Rp4.500.000

2. Biaya Network

Menara 1 Rp35.000.000 Rp35.000.000

Switch 1 Rp3.000.000 Rp3.000.000

Wireless 5 Rp500.000 Rp2.500.000

Modem 2 Rp300.000 Rp600.000

3. Biaya Pembelian dan Insallasi Software

Software Windows 47 Rp1.500.000 Rp70.500.000

Software Office 21 Rp2.500.000 Rp52.500.000

Aplikas 3S 1 Rp12.500.000 Rp12.500.000

Software Database SQL 1 Rp. 7.700.000 Rp. 7.700.000

Total
Rp.641.050.000

Tabel 3.1 Daftar biaya investasi awal


Sumber : PT. Suka Sukses Sejati
77

a. Biaya berjalan

Biaya berjalan investasi teknologi informasi ini merupakan

biaya yang telah dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendukung

kegiatan operasional dari penerapan teknologi informasi. Biaya

berjalan pada tahun 2007 sampai dengan Maret 2010 dapat dilihat

dalam tabel dibawah ini :

No. Keterangan 2007 2008 2009 2010

1 Biaya maintenance Rp 5.000.000 Rp 3.500.000 Rp 3.325.000 Rp 3.941.667


Jaringan LAN
2 Tinta Printer Rp 6.500.000 Rp 6.800.000 Rp 6.000.000 Rp.6.433.333

3 Biaya Internet Rp 20.000.000 Rp 21.000.000 Rp 17.000.000 Rp.19.333.333

Total Rp31.500.000 Rp31.300.000 Rp26.325.000 Rp29.708.333

Tabel 3.2 Daftar biaya berjalan


Sumber : PT. Suka Sukses Sejati

b. Biaya operasional

Biaya operasional adalah biaya biaya yang terjadi

berhubungan dengan operasional perusahaan yang berkaitan dengan

digunakannya aplikasi sistem informasi.


78

No Keterangan 2007 2008 2009 2010


1 Gaji Devisi IT Rp 90.000.000 Rp 110.000.000 Rp 125.000.000 RP. 108.333.333
Listrik karena
2 penggunaan komputer Rp 7.800.000 Rp 10.000.000 Rp 13.500.000 Rp. 10.433.333
Total Rp97.800.000 Rp 120.000.000 Rp 138.500.000 Rp. 118.766.666

Tabel 3.3 Daftar Biaya Operasional


Sumber : PT. Suka Sukses Sejati

B. Data untuk value linking

Berdasarkan hasil wawancara dengan para staff pada PT.Suka

Sukses Sejati, setelah menggunakan teknologi informasi terjadi

peningkatan performa dari karyawan yang menggunakan sistem tersebut.

Seperti pada bagian account receivable sebelum menggunakan teknologi

informasi sering terlambat untuk menagih hutang kepada para pelanggan

dan sangat berpengaruh terhadap tingkat pendapatan yang diterima

perusahaan.

C. Data untuk value acceleration

Value acceleration menghitung perbandingan percepatan dalam

mengerjakan tugas dengan menggunakan teknologi informasi yang

diterapkan oleh perusahaan dengan yang sebelumnya tanpa

menggunakan teknologi informasi. Berdasarkan hasil wawancara yang

dilakukan dengan staff accounting, sebelum menggunakan teknologi

informasi, karyawan pada bagiannya dapat menghabiskan waktu 6 jam

lembur dalam satu minggu. Setelah menggunakan teknologi informasi,

waktu lembur tersebut berkurang menjadi hanya 2 jam per minggu.


79

D. Data untuk value restructuring

Sejalan dengan adanya investasi teknologi informasi, maka akan

memberikan pengaruh terhadap tingkat produktifitas sebagai pengaruh

akibat terjadinya restrukturisasi atau perubahan fungsi suatu pekerjaan

atau fungsi suatu departemen sebagai dampak penerapan suatu teknologi

informasi. Berdasarkan hasil wawancara pada staff produksi, dengan

adanya penerapan teknologi informasi perusahaan mengalami suatu

peningkatan produktivitas yang cukup signifikan hingga 25% pertahun.

3.5.2 Domain Bisnis

Penilaian faktor domain bisnis pada PT. Suka Sukses Sejati

didasarkan pada hasil kuesioner kuesioner yang dibagikan dan diisi

oleh pihak manajemen PT. Suka Sukses Sejati. Penilaian ini ditujukan

untuk mengevaluasi kesesuaian antara aplikasi 3S dengan kondisi pada

perusahaan.

Kuesioner yang dievaluasi pada subbab domain bisnis, yaitu:

Strategic Match, Competitive Advantage, Management Information

Support, Competitive Response, dan Projecy or Organizational Risk.

Pada penilaian faktor domain bisnis, empat elemen pertama bernilai

positif dan menambah nilai dari sistem. Project or Organizational Risk

mempunyai resiko negatif dan mengurangi nilai dari sistem.

Hasil dari jawaban seluruh responden dapat dilihat dari tabel 3.5

pada tabel ini dihitung skor rata-rata yang diberikan oleh responden
80

sejumlah 5 orang dan dilakukan pembulatan untuk skor yang nilainya

berupa desimal.

Faktor - Factor Skor Responden


Domain Bisnis 1 2 3 4 5 Total Skor
Strategic Match 4 3 3 4 5 19
Competitive Advantage 2 3 1 2 1 9
Management Information
Support 4 4 3 2 5 18
Competitive Response 1 2 1 4 3 11
Project or Organizational -3 -3 1 1 1 -3
Tabel 3.4 Skor Responden dari Domain Bisnis
Sumber : Kuesioner

3.5.2.1 Data yang berkisar dengan strategi (Strategic Match)

Berdasarkan hasil kuisioner yang dibagikan, diperoleh

hasil bahwa penggunaan komputer dan jaringan serta aplikasi

yang diimplementasikan oleh PT. Suka Sukses Sejati mendapat

total skor sebesar 19. Hal ini berarti IT berperan penting dalam

membantu perusahaan mencapai tujuan melalui strategi-strategi

bisnis yang telah ditetapkan oleh manajemen. Selain itu teknologi

informasi juga membantu perusahaan memperkirakan rencana-

rencana ke depan berdasarkan laporan yang dihasilkan dalam

jangka waktu yang cepat.

3.5.2.2 Data kemampuan bersaing (Competitive Advantage)

Dari hasil wawancara, bagi PT. Suka Sukses Sejati

penggunaan dan pengimplementasian teknologi informasi yang

baik merupakan salah satu faktor penting penunjang kinerja

perusahaan yang nantinya akan menunjang perusahaan agar

mampu bersaing dengan para kompetitornya di masa yang akan


81

datang. Karena PT. Suka Sukses Sejati melihat bahwa penerapan

teknologi informasi dalam perusahaan mereka merupakan salah

satu penunjang kinerja bisnis perusahaan di samping faktor -

faktor lain dalam perusahaan yang dapat menunjang kinerja

seperti besarnya biaya yang dapat dikurangi, diferensiasi produk,

cost avoidance dan sebagainya. Adapun dari kuesioner diperoleh

total skor 9. Hal ini berarti IT cukup menunjang kinerja bisnis

perusahaan.

3.5.2.3 Dukungan sistem informasi manajemen

Dari hasil wawancara, tujuan perusahaan menggunakan

teknologi informasi adalah agar perusahaan mampu memperoleh

informasi dengan cepat dan akurat guna membantu managerial

menciptakan suatu keputusan strategis yang dapat

menguntungkan perusahaan baik dalam jangka waktu pendek

maupun jangka waktu panjang ke depan.

Adapun dari kuesioner diperoleh total skor sebesar 18. Hal

ini berarti dukungan sistem informasi sangat penting dalam

kegiatan bisnis perusahaan.

3.5.2.4 Respon dalam persaingan (Competitive Response)

Dari hasil wawancara, sebelum menggunakan teknologi

informasi untuk menunjang proses bisnisnya, perusahaan masih

menggunakan sistem manual dalam melaksanakan semua kegiatan

operasionalnya. Penggunaan sistem yang manual ini sangatlah


82

menghambat kegiatan operasionalnya, dan tidak jarang sangat

menghambat respon yang diberikan baik pada supplier maupun

pada customer mereka.

Manajemen berpendapat bahwa hendaknya perusahaan

dapat merespon kebutuhan pelanggan secara cepat dan yang selalu

berubah ubah setiap waktu guna meningkatkan kepuasan

pelanggan. Adapun dari kuesioner diperoleh total skor sebesar 11.

3.5.2.5 Resiko resiko proyek yang dihadapi (Project Risk)

Project or Organizational Risk berfokus pada tingkat

dimana sebuah perusahaan mampu membawa perusahaan yang

dibutuhkan oleh proyek sistem informasi manajemen. Evaluasi ini

memperhatikan pengguna dari area bisnis perusahaan, bukan area

teknis perusahaan. Adapun dari kuesioner diperoleh total skor

sebesar -3.

3.5.3 Domain Teknologi

Penilaian faktor domain teknologi pada PT.Suka Sukses

Sejati didasarkan pada hasil kuesioner kuesioner yang dibagikan

dan diisi oleh pihak karyawan PT.Suka Sukses Sejati. Penilaian

ini ditujukan untuk seluruh karyawan yang berinteraksi langsung

dengan sistem atau pihak yang terlibat dalam pengembangan

aplikasi 3S. Beberapa nilai dan resiko dari domain teknologi

adalah Strategic IS Architecture, Definitional Uncertainty,

Technical Uncertainty, IS Infrastructure Risk. Dalam faktor


83

domain teknologi ada 3 domain yang negatif, dimana elemen

negatif ini merefleksikan resiko teknologi. Hanya 1 elemen,

Strategic IS Architecture yang bernilai positif dan menambah

nilai dari suatu sistem.

Hasil dari jawaban seluruh koresponden dapat dilihat pada

tabel 3.6. Pada tabel ini dihitung skor rata-rata yang diberikan oleh

responden sejumlah 5 orang dan dilakukan pembulatan untuk skor

yang nilainya desimal.

Faktor - Factor Skor Responden Total


Domain Teknologi 1 2 3 4 5 Skor
Strategic IS Architecture 4 3 3 4 5 19
Definitional Uncertainty 2 3 1 2 1 9
Technical Uncertainty
A. Keterampilan yang
dibutuhkan 1 2 1 4 3 11
B. Ketergantungan perangkat
keras -3 -3 1 1 1 -3
C. Ketergantungan Piranti Lunak -1 0 -1 -1 -1 -4
D. Piranti Lunak Aplikasi -3 0 -1 -1 -1 -6
IS Infrastructure Risk -2 -1 -3 -2 -2 -10

Tabel 3.5 Skor Responden dari Domain Teknologi


Sumber : Kuesioner

3.5.3.1 Data terkait arsiktektur TI

Strategic IS architecture ini mengevaluasi derajat dimana

implementasi teknologi informasi disesuaikan dengan kebutuhan

dari sistem informasi perusahaan. Berdasarkan hasil

quiestionnaire yang dibagikan, diperoleh hasil bahwa investasi

teknologi informasi yang dilaksanakan, dibangun dengan


84

perencanaan dan memiliki payoff hasil yang rendah. Adapun

dari kuesioner diperoleh total skor sebesar 10.

3.5.3.2 Data berkaitan dengan ketidakpastian tujuan perusahaan

Dari hasil kuisioner yang dibagikan kepada karyawan dan

divisi IT, maka diperoleh hasil bahwa investasi teknologi

informasi yang telah dilakukan memiliki prasyarat yang jelas,

spesifikasi yang cukup jelas, area yang ditelaah jelas serta

memiliki probabilitas non rutin yang masuk akal. Adapun dari

kuesioner diperoleh total skor sebesar -8.

3.5.3.3 Ketidakpastian teknologi

Technical uncertainty atau ketidakpastian teknologi

merupakan factor yang digunakan untuk mengetahui kesiapan

dalam melaksanakan investasi teknologi informasi, hal ini

meliputi: keterampilan yang dibutuhkan, ketergantungan

perangkat keras, ketergantungan implementasi aplikasi.

Berdasarkan kuisioner yang telah dibagikan, maka diperoleh hasil

skor 1. Investasi teknologi informasi yang ada dalam hal

keterampilan yang dibutuhkan, kayawan merasa bahwa sistem

yang digunakan sangat mudah dipelajari sehingga tidak

memerlukan keterampilan khusus dalam menggunakannya.

Perangkat keras yang digunakan pada aplikasi sejenis, sehingga

tidak diperlukan perangkat keras khusus untuk divisi divisi

tertentu. Dalam menggunakan perangkat lunak, perusahaan


85

menggunakan piranti lunak yang standar dengan pemograman

yang kompleks. Piranti lunak aplikasi menggunakan program

yang tersedia secara komersil, hanya saja membutuhkan

modifikasi yang agak banyak. Untuk ketergantungan

implementasi aplikasi, hasil yang diperoleh yaitu perusahaan

menggunakan aplikasi dengan ukuran menengah jika

dibandingkan dengan aplikasi yang ada. Adapun dari kuesioner

diperoleh total skor sebesar -5.

3.5.3.4 Resiko terkait infrastruktur SI

Resiko terkait infrastruktur SI ini digunakan untuk

mengetahui seberapa besar resiko yang akan dihadapi organisasi

dengan adanya sistem yang baru. Berdasarkan hasil kuisioner

yang dibagikan kepada karyawan dan divisi IT, maka hasilnya

diperoleh bahwa dibutuhkan sedikit perubahan pada beberapa

investasi berikutnya untuk integrasi lebih lanjut atas investasi

teknologi informasi dengan menggunakan jaringan LAN dan

komputer dari lingkungan sistem informasi. Adapun dari

kuesioner diperoleh total skor sebesar -10.

3.6 Data PT. Suka Sukses Sejati terkait SWOT

Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan direktur PT. Suka Sukses

Sejati, maka diperoleh data mengenai faktor strategi eksternal dan faktor strategis

internal perusahaan, yang terdiri dari :


86

3.6.1 Data faktor strategis eksternal perusahaan

3.6.1.1 Opportunity ( Peluang )

a. Meningkatkan jumlah order.

Ruang lingkup perusahaan yang luas menjadi suatu peluang

usaha yang baik untuk mendukung strategi perusahaan.

b. Mencangkup pasar Nasional.

Pemasaran yang mencangkup pasar nasional karena

perusahaan bergerak dalam hal pemasaran menjadi peluang

yang baik.

3.6.1.2 Threats (Ancaman)

a. Meningkatnya persaingan.

Banyaknya perusahaan lain yang bergerak di bidang yang

sama menjadi salah satu ancaman bagi perusahaan.

b. Produktivitas SDM.

Tingkat produktifitas yang tidak stabil yang di hasilkan oleh

tenaga kerja menjadi ancaman yang cukup besar.

3.6.2 Data faktor strategis internal perusahaan

3.6.2.1 Strengths (Kekuatan)

a. Relasi yang luas.

Relasi yang luas menjadi suatu kekuatan perusahaan untuk

bersaing dengan perusahaan lain.


87

b. Hasil produksi berkualitas tinggi.

Kualitas produk yang dihasilkan menjadi suatu kekuatan

perusahaan dalam mempertahankan strategi perusahaan.

3.6.2.2 Weaknesses (Kelemahan)

a. Target produksi.

Seringnya target produksi yang tidak tercapai menjadi suatu

kelemahan yang dapat menjadi penghambat perusahaan dalam

bersaing dengan perusahaan lain.

b. Prosedur sistem operasional.

Sistem operasional yang berbelit belit menjadi suatu

penghambat dalam meningkatkan efektivitas kerja dan

menjadikan suatu kelemahan bagi perusahaan.