Anda di halaman 1dari 3

Judul Jurnal : Geographic Information System (GIS) modeling approach to determine the fastest

delivery routes
Penulis : Mohammad Abousaeidi, Rosmadi Fauzi, dan Rusnah Muhamad

Meningkatnya permintaan akan pengiriman barang yang mudah rusak seperti sayuran
menjadi permasalahan tersendiri bagi kota-kota besar Kuala Lumpur. Masalah tersebut
adalah masalah terkait distribusinya. Terutama pada faktor kepadatan lalu lintas dan
mobilitas. Kedua faktor tersebut menjadi faktor yang meningkatkan jumlah pengeluaran.
Selain itu, keterlambatan juga menjadi efek bawaan berikutnya karena sayuran
akanberkurang kesegarannya. Ini akan sangat merugikan bagi produsen sayuran segar.
Berdasarkan alasan tersebut, analisis jaringan dan perencanaan rute transportasi
dibutuhkan. Tujuannya untuk menentukan rute tercepat sehingga dapat meminimalkan biaya
dan waktu.(Memon, 2005). Oleh karena itu fokus penelitian ini adalah pada aplikasi analisis
jaringan untuk menentukan rute tercepat dalam hal waktu, untuk memberikan sayuran segar
ke hypermarket yang dipilih sekitar Kuala Lumpur dan Selangor.
Data spasial awal yang dijadikan basis berisi informasi tentang peta dasar (peta
digital) adalah Jaringan jalan dan lapisan transportasi, Penggunaan lahan lapisan, dan
Penduduk. Proses selanjutnya memerlukan persiapan data non-spasial, yang terdiri dari
informasi:
(1) Jumlah dan nama hipermarket dalam penelitian ini
(2) Kecepatan rata-rata untuk setiap rute
(3) Waktu tempuh
(4) Volume mobil
(5) Jarak
Setelah menggabungkan data spasial dan non-spasial dengan bantuan teknologi GIS,
manajemen distribusi dapat dilakukan dan rute yang optimal berdasarkan persyaratan studi
kemudian dapat ditentukan. Kemudian dilanjutkan dengan analisis regresi yang digunakan
dalam penelitian ini untuk menentukan parameter yang mempengaruhi pemilihan rute
sehubungan dengan pengiriman tercepat sayuran segar. Untuk penelitian ini, digunkan tool
eksistensi network analysis dari software ArcGIS untuk memecahkan masalah jaringan yang
kompleks. Hasil akhir dari penelitian ini adalah peta rute tercepat dengan waktu pengiriman
terbaik berdasarkan semua variabel. Temuan utama dari penelitian ini adalah volume mobil,
jarak dari rute, jumlah penumpang pada tiap rute, dan keberadaan unit perumahan adalah
lima variabel yang mempengaruhi wajtu yang dibutuhkan untuk distribusi produk-produk
segar.
Judul Jurnal : Soil lossestimationusingGISandRemotesensingtechniques: Acase of Kogawaters
,Northwestern Ethiopia
Penulis : Habtamu Sewnet Gelagay dan Amare Sewnet Minalehed

Hilangnya tanah oleh aliran air adalah masalah ekologi yang parah dan terus menerus
di DAS Koga. Penggundulan hutan, budidaya yang tidak tepat dan penggembalaan yang tidak
terkendali telah mengakibatkan tanah mengalami percepatan erosi. Informasi terkait kerugian
non tanah sangat penting untuk mendukung produktivitas pertanian dan menejemen sumber
daya alam. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan dan memetakan kehilangan tanah
rata-rata tahunan dengan menggunakan GIS dan teknik penginderaan jauh. Hilangnya tanah
diperkirakan dengan menggunakan model Revised Universal Soil Equation (RUSLE).
Model RUSLE dianalisis dan diintegrasikan dengan menggunakan raster kalkulator
yang merupakan tool ArcGIS 10.1 untuk memperkirakan dan memetakan kehilangan tanah
tahunan hasil penelitian daerah. Variabel pada penelitian ini adalah:
Sifat curah hujan, sifat hujan ini dapat diprediksi dengan persamaan regresi dari data
curah hujan yang ada.
Erodibilitas tanah, variabel ini variabel terkait dengan ketidakmampuan tanah dalam
menerima butiran air hujan.
Panjangnya lereng yang curam, adalah rasio kehilangan tanah per satuan luas dari
lereng dengan panjang 22,13 m dan kemiringan 9%. Panjang lereng
dalam hal ini mewakili jarak antara sumber dan puncak dari proses terbawanya tanah
akibat erosi.
Kegiatan pendukung, adalah rasio kegiatan yang mendukung terjadi erosi pada daerah
DAS. Dapat dikatakan terkait dengan guna lahan yang ada di daerah aliran sungai.
Tutupan dan manajemen, adalah rasio tutupan lahan terkait vegatasi khusus yang ada
di daerah alairan sungai. Ini adalah faktor yang paling mudah berubah dan merupakan
faktor yang paling sering dipertimbangkan dalam rencana konservasi.
Sebagian besar daerah erosi tanah yang terkena dampak secara spasial terletak
dibagian kemiringan curam dari DAS. Sebagian besar daerah erosi tanah dipengaruhi secara
spasial terletak di bagian atas curam kemiringan DAS. Ini adalah daerah di mana jenis
tanahnya adalah Nitosols dan Alisols yang berkarakter erodibilitas tinggi, yaitu dengan nilai
dominan sebesar 0.25. Derajat kemiringan dan panjang bentang yang diikuti oleh erodibilitas
tanah yang tinggi merupakan faktor utama erosi tanah. Konservasi tanah dan air yang
berkelanjutan harus diterapkan pada daerah-daerah wilayah studi yang memiliki topografi
curam dengan kepedulian dan mengenali DAS, masyarakat, dan potensi DAS.
DAFTAR PUSTAKA

Abousaeidi, M. et al. 2015. Geographic Information System (GIS) modeling approach to


determine the fastest delivery routes. University of Malaya. Malaysia.

Gelagay, H. S. dan Minalehed, A. S. 2016. Soil loss estimation using GIS and Remote
Sensing Techniques: Acase of Kogawaters, Northwestern Ethiopia. Ethiopia.