Anda di halaman 1dari 5

ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN DOPS

Nama : Dewi Ayu Nur Anggraini Tanggal :09 Januari 2017

NPM : 1614901110045 Ruangan : SAFIR (ANAK)

1. Indentitas Klien : An. R


2. Diagnosa medis : Asma
3. Tindakan keperawatan dan rasional : pemberian obat via nebulizer
4. Diagnosa keperawatan :
Ketidakefektifan bersihan jalan nafas b.d sekresi yang tertahan
5. Data
Terdengar suara ronchi basah pada saat bernapas
6. Prinsip tindakan dan rasional
a. Monitor tanda-tanda vital sebelum dan sesudah tindakan, terutama pada klien
yang menggunakan bronchodilator.
Rasional :
TTV sebagai salah satu indicator apakah tindakan yang kita lakukan dapat
mengurangi sesak yang terjadi pada pasien atau tidak.
b. Observasi pengembangan paru dan pasang oksigen setelah pemberian obat
apabila diperlukan.
Rasional :
Pengembangan paru yang tidak maksimal menunjukkan bahwa pasien masih
dalam keadaan sesak, sehingga perlu di berikan O2 yang diharapkan dapat
mengutangi sesak yang pasien rasakan.
c. Prinsip nebulizer adalah mengubah obat (larutan) menjadi aerosol, sehingga
dapat dihirup pasien dengan menggunakan masker atau mouthpiece
Rasional :
Bertujuan untuk memudahkan obat masuk ke saluran nafas dan memudahkan
pengenceraan sekret yang ada di dalam saluran nafas terutama di bronkus.
d. Persiapkan peralatan dan bahan-bahan yang dibutuhkan :
Nebulizer set dan masker
Air steril
Obat yang diperlukan (mentol, ventolin)
Rasional :
Memudahkan dalam melakukan tindakan.
e. Jelaskan kepada klien tentang tujuan prosedur dan langkah-langkah prosedur
yang akan dilaksanakan.
Rasional :
Informed consent bentuk tanggung jawab dan tanggung gugat.
f. Atur posisi klien senyaman mungkin (semifowler)
Rasional :
Posisi nyang menurut pasien nyaman dapat mengurangi sesak yang dirasakan,
g. Jaga pivacy klien
Rasional :
Privacy klien terjaga.
h. Cuci tangan
Rasional :
Mencegah transmisi mikroorganisme
i. Isi nebulizer dengan obat yang dianjurkan dokter dan air steril 4-6 cc dan pilih
tekanan nebulizer yang sesuai.
Rasional :
Mejaga kelembapan mukosa serta memudahkan cairan menguap menjadi
aerosol.
j. Pasangkan masker pada klien lalu hubungkan nebulizer dengan sumber listrik
dan hidupkan nebulizer serta instruksikan klien untuk menghirup uap yang
dihasilkan nebulizer dan bernapas panjang.
Rasional :
Dengan menghirup uap yang berasal dari nebulizer, akan mempercepat kerja
dari obat yang diberikan.
k. Setelah obat yang diberikan telah habis menjadi uap, matikan nebulizer. Lalu
rapikan klien.
Rasional :
Pasien terlihat rapi kembali.
l. Cuci tangan.
Rasional :
Mencegah transmisi mikroorganisme

7. Tujuan tindakan
Sekret menjadi lebih encer dan mudah untuk dikeluarkan.
Pernapasan menjadi lebih lega.
Selaput lendir pada saluran napas menjadi tetap lembap.
Mengobati peradangan pada saluran napas bagian atas.

8. Bahaya yang mungkin terjadi akibat tindakan dan cara pencegahannya


Pemberian obat melalui nebulizer harus disesuaikan dengan kondisi asma klien.
Pemberian yang terlalu lama dan dosis yang terlalu tinggi akan mengakibatkan
kelemahan otot - otot pernafasan yang selanjutnya akan terjadi depresi
pernafasan. Apabila kondisi ini tidak segera ditangani akan meningkatkan resiko
gagal nafas.
Cara pencegahannya :
Perlu pemantauan atau observasi selama proses nebulizer dilakukan dan lebih
hatihati dalam pemberian dosis obat, sesuaikan dengan order yang diberikan
oleh dokter.

9. Analisa sintesa
Penurunanan tingkat kesadaran

Refleks batuk menurun

Pertukaran O2 dan CO2 dimembran kapiler alveolar terganggu

Menstimulasi histamis memproduksi mukus

Akumulasi secret dijalan nafas dan alveoli

Perlu melakukan pemasangan nebulizer

Ekpektorasi sekret yang ada di paru

10. Hasil yang didapat dan maknanya (evaluasi)


Hasil : Sekret bisa keluar
Makna : Jalan nafas menjadi efektif
Pelaihari, 09 Januari 2017

Ners muda,

Dewi Ayu Nur Anggraini

Preceptor Klinik

(..)