Anda di halaman 1dari 6

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI

UNIVERSITAS SEBELAS MARET


FAKULTAS KEDOKTERAN
KELOMPOK MAHASISWA (KEMA) HIPERKES & KK
Sekretariat: Jalan Ir. Sutami 36A Kentingan, Surakarta 57126
Email: kema.hiperkes@gmail.com

PROPOSAL PROGRAM
KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA
2017

Produksi Asesoris sebagai Peluang Usaha Kerajinan Tangan dari Limbah


Konveksi Batik
Bernilai Seni dan Kreatif

NAMA KELOMPOK
a. Ego Bayu Armando (R0016027)
b. Febe Nadia Widyasmara (R0016037)
c. Norma Diantika (R0016073)
d. Rizky Fitriani (R0016091)

D3 HIPERKES DAN KESELAMATAN KERJA


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2017

A. LATAR BELAKANG
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
FAKULTAS KEDOKTERAN
KELOMPOK MAHASISWA (KEMA) HIPERKES & KK
Sekretariat: Jalan Ir. Sutami 36A Kentingan, Surakarta 57126
Email: kema.hiperkes@gmail.com

Saat ini, berbagai wacana telah mengusung batik sebagai bentuk


warisan budaya. Hal ini sejalan dengan pengakuan UNESCO PBB di tahun
2009 yang telah menetapkan batik sebagai salah satu warisan budaya.
Dari situ berbagai varian produk batik mulai banyak dihasilkan oleh
beragam sentra industri skala kecil hingga menengah. Bahkan saat ini, kita semua
bisa melihat batik tidak lagi ditemukan dalam situasi formal, melainkan sudah
menjelma ke dalam produk seperti kaos, sandal batik, tas batik, topi batik hingga
pernak-pernik yang segalanya berciri khaskan batik.
Namun, sisa kain batik yang telah digunakan ternyata dapat kembali
dimanfaatkan. Barangkali kita bisa menyebutnya daur ulang sederhana tanpa
pengolahan teknis dan sejenisnya. Daur ulang disini lebih memfokuskan pada sisa-
sisa kain batik yang tidak lagi terpakai namun dapat dialih fungsikan
pemakaiannya.
Berhubungan karena banyaknya industri batik di Solo dan sekitarnya
membuat kita memunculkan sebuah inisiatif untuk memulai usaha dari
pemanfaatan kain perca dari konveksi kain batik untuk menjadi kerajinan-
kerajinan yang memiliki nilai jual dan juga manfaat yang baik.

B. TUJUAN
Untuk mewadahi sebuah kreatifitas agar dapat tersalurkan dengan
memanfaatkan sisa produksi konveksi batik menjadi produk layak jual
dengan daur ulang sederhana dan juga bisa digunakan sebagai usaha,
Menyelamatkan lingkungan sekitar dari limbah kain batik yang tidak
terpakai, serta Membantu memperbaiki perekonomian masyarakat.

C. MANFAAT
Manfaat yang didapatkan dalam pengelolaan limbah konveksi menjadi
aksesoris yang memiliki daya jual:
1. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan agar dapat
memenuhi kebutuhannya sebagai mahasiswa dengan menjual
hasil aksesoris daur ulang tersebut.
2. Mengurangi pencemaran lingkungan dengan menjadikannya
barang kerajian yang memiliki nilai fungsi dan keindahan.
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
FAKULTAS KEDOKTERAN
KELOMPOK MAHASISWA (KEMA) HIPERKES & KK
Sekretariat: Jalan Ir. Sutami 36A Kentingan, Surakarta 57126
Email: kema.hiperkes@gmail.com

3. Menghemat sumber daya alam dalam pemanfaatan limbah


konveksi sebagai bahan baku.
4. Menambah kreatifitas dan keterampilan melalui penerapan
hasil karya limbah konveksi menjadi aksesoris yang memiliki
nilai jual.
5. Mencegah penyakit dan meningkatkan kebersihan dalam
pengelolaan limbah konveksi.

D. PROGRAM KEWIRAUSAHAAN
1. Nama Program :
Produksi Asesoris sebagai Peluang Usaha Kerajinan Tangan dari
Limbah Konveksi Batik Bernilai Seni dan Kreatif

2. Deskripsi dari Program :


Dari masukan dan ide yang sudah kami sepakati,
kelompok kami mengambil satu gagasan yaitu memanfaatkan
limbah konveksi batik atau perca. Produk yang kami buat berupa
asesories yaitu seperti kalung, bros, dan kantong kecil dengan
memanfaatkan kreatifitas dan kesenangan masing-masing.
Kalung dari batik ini memiliki bahan baku 100% dari kain
batik bahkan kaitannya pun dibuat simpul dengan kain batik.
Modelnya pun beragam ada yang berbentuk bulat dan bunga
dari sejauh ini yang kami buat.
Bros kami membuat bentuk bunga saja berbahan kain
batik dengan penambahan mainan berupa mutiara dan bulu
merak untuk mempercantik tampilan dari bros itu sendiri.
Kantong kami membuat bentuk burung dan kotak biasa.
Ukurannya kecil biasanya untuk menyimpan uang logam. Bahan
dasarnya batik ditambahi dengan kain flanel sebagai asesoris
untuk mempercantik tampilan tas agar memikat hati pembeli
atau sebagai pelengkap misalnya penambahan sayap dan
moncong hidup pada gambar anjing dan lain-lain.
Produk ini dibuat sebagai metode untuk mengurangi
limbah kain yang semakin hari semakin mencemari lingkungan
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
FAKULTAS KEDOKTERAN
KELOMPOK MAHASISWA (KEMA) HIPERKES & KK
Sekretariat: Jalan Ir. Sutami 36A Kentingan, Surakarta 57126
Email: kema.hiperkes@gmail.com

konveksi dikarenakan kain sangat sulit terurai jika ditimbun


dalam tanah serta kepedulian dari kami jika debu kain dapat
menyebabkan kanker paru-paru.

3. Target Pemasaran :
Masyarakat luas dengan rentang usia antara 15-30 tahun.

4. Tenggat Waktu Pelaksanaan :


1 Minggu masa pembuatan per produk

5. Rancangan Anggaran Dana :


ALAT
Lem Tembak @1pcs Rp 20.000
Gunting @1pcs Rp 5.000

BAHAN
Kain perca batik @1kg Rp 5.000
Lem bakar @1pcs Rp 3.000
Kain franel @30*30cm Rp 6.000
Peniti bros @1dosin Rp 12.000
Rp 34.000

TOTAL Rp59.000
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
FAKULTAS KEDOKTERAN
KELOMPOK MAHASISWA (KEMA) HIPERKES & KK
Sekretariat: Jalan Ir. Sutami 36A Kentingan, Surakarta 57126
Email: kema.hiperkes@gmail.com

6. Data Anggota :
No. Nama NIM Tugas
1. Febe Nadia Widyasmara R0016037 Produksi dan Penanggung
Jawab
2. Ego Bayu Armando R0016027 Iklan dan pemasaran produk
3. Norma Diantika R0016073 Iklan dan pemasaran produk
4. Rizki Fitriani R0016091 Iklan dan pemasaran produk

E. PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa usaha batik tidak hanya
untuk menjaga warisan budaya, tetapi juga bisa menciptakan berbagai peluang
usaha. Berdasarkan penjelasan diatas ternyata sisa-sisa kain batik juga bisa
digunakan untuk membuat kerajinan yang berbeda dan sangat menarik. Misalnya,
dapat dibuat menjadi berbagai macam aksesoris seperti :kalung, bros, dan
kantung kecil. Selain dapat menjadi peluang usaha, dengan mendaur ulang sisa
batik juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, dan juga
bisa menarik masyarakat untuk tetap menggunakan produk berbahan batik demi
menjaga warisan budaya daerah.
B. Saran
Masyarakat harus lebih bisa menciptakan peluang yang ada di sekitar,
yaitu dengan cara memanfaatkan limbah-limbah yang lebih bisa bermanfaat jika
diolah kembali. Dengan berwirausaha juga bisa meningkatkan pendapatan dan
juga bisa memberikan lapanganpe kerjaan bagi orang-orang yang membutuhkan.
Mengingat saat ini tingkat pengangguran di Indonesia saat ini cukup tinggi, maka
harus bisa dikurangi dengan cara berwirausaha.

Lampiran 1
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
FAKULTAS KEDOKTERAN
KELOMPOK MAHASISWA (KEMA) HIPERKES & KK
Sekretariat: Jalan Ir. Sutami 36A Kentingan, Surakarta 57126
Email: kema.hiperkes@gmail.com