Anda di halaman 1dari 21

Makalah Ilmu Bahan dan Korosi

Orthorombic Hexagonal Crystal

Disusun oleh:
Adream Bais Jr. / 1506673164
M. Novaldy S. / 1506673151
Bella Novia / 1506673214
Gian Djohan Jr. / 1406569876
Jihan Mutiah / 1506673201
Ahmad Tibrizi / 1406568305
Maria / 1506743706
Natasha Vidi / 1506673220
Nida Fathia / 1506673170
Novy Cendian /1506673196

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK
SEPTEMBER 2017
|1

Daftar Isi
LATAR BELAKANG .................................................................................................................... 2
LANDASAN TEORI ...................................................................................................................... 3
Definisi Kristal ............................................................................................................................ 3
Definisi Unit Cell ........................................................................................................................ 4
Sistem Kristal Ortorombik .......................................................................................................... 5
RUMUS PERHITUNGAN ............................................................................................................. 8
CONTOH SOAL .......................................................................................................................... 16
Contoh Soal 1............................................................................................................................ 16
Contoh Soal 2............................................................................................................................ 17
KESIMPULAN ............................................................................................................................. 19
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................... 20
|2

LATAR BELAKANG

Ilmu bahan dan korosi adalah ilmu yang mempelajari segala jenis material baik itu unsur
berbentuk zat padat maupun cair, yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari maupun
di bidang industri. Peristiwa korosi adalah disintegrasi bahan baku karena bahan kimia atau
reaksi elektrokimia sementara karat adalah jenis korosi.
logam atau metal adalah sebuah unsur kimia yang siap membentuk ion (kation) dan
memiliki ikatan logam, dan kadangkala dikatakan bahwa ia mirip dengan kation di awan
elektron. Metal adalah salah satu dari tiga kelompok unsur yang dibedakan oleh
sifat ionisasi dan ikatan, bersama dengan metaloid dan nonlogam.Setiap bahan logam untuk
peralatan industri kimia sebaiknya digunakan sehemat mungkin, melalui pemilihan bahan
melalui sifat fisik,sifat mekanik,sifat kimia,harga,ketersediaan dan mampu bentuk , melalui
teknologi pengolahan maupun rancangan produknya
Sebagai lulusan sarjana Teknik Kimia, kami harus mengetahui dasar dari ilmu bahan dan
korosi. Lingkup pembelajaran ilmu bahan dan korosi yaitu menjelaskan macam-macam bahan
logam secara umum, menjelaskan penggunaan bahan logam pada pengelasan serta sifat-sifatnya,
memahami pengertian bahan teknik dan mampu mengklasifikasinya, dan yang terakhir
memahami penggunaan bahan teknik tersebut dalam kehidupan sehari-hari maupun industri .
Dengan makalah ini kami sebagai sarjana Teknik Kimia diharapkan mampu memilih
bahan- bahan teknik yang ekonomis untuk perencanaan dan pembuatan alat proses industri kimia
berdasarkan sifat-sifat fisik,kimia dan mekanik bahan dan penjelasan proses terjadinya korosi
serta pengendaliannya berdasarkan sifat fisik, kimia, mekanis dan menghitung biaya pembuatan
peralatan.
Untuk mengetahui sifat fisik dan kimia dari suatu logam kita haruslah mengetahui
kerapatan kandungan kristalnya, untuk mengetahui kerapatan kristal yang perlu kita hitung
adalah BCC dan FCC si kristal tersebut, dengan demikian kita bisa menentukan nilai R pada
setiap kristal yang dicari. Logam besi dan baja memiliki struktur BCC pada suhu kamar.
Kebalikannya pada suhu tinggi besi maupun baja akan membentuk FCC. Makalah ini berisikan
tentang metode menacari kerapatan kristal orthorombik dengan mencari nilai BCC dan FCC
kristal tersebut terlebih dahulu.
|3

LANDASAN TEORI

Definisi Kristal
Sistem kristal adalah suatu set point groups di mana point groups ini sendiri dan space
group pasangannya membentuk suatu sistem kisi. Dari 32 point group yang ada dalam tiga
dimensi, kebanyakan terdapat hanya satu sistem kisi, di mana sistem kristal dan dan sistem
kisinya mempunyai nama yang sama. Namun, ada dua sistem kisi yang terdiri dari lima point
group, yaitu rhombohedral dan heksagonal. Hal ini disebabkan kedua sistem kisi
menunjukkan threefold rotational symmetry. Point group ini termasuk dalam sistem kristal
trigonal. Total ada tujuh sistem kristal: triklinik, monoklinik, ortorombik, tetragonal, trigonal,
heksagonal, dan kubik.

Suatu keluarga kristal ditentukan oleh kisi dan point groups. Keluarga kristal ini dibentuk
dengan cara menggabungkan sistem kristal yang mempunyai space groups terhubung
dengan sistem kisi sederhana. Dalam kondisi tiga dimensi, keluarga kristal terlihat identik
terhadap sistem kristal, kecuali sistem kristal heksagonal dan trigonal, yang digabungkan
pada satu keluarga kristal heksagonal. Toal ada enam keluarga kristal: trikilik, monoklinik,
ortorombik, tetragonal, heksagonal, dan kubik.

Spasi yang kurang dari dimensi tiga mempunyai nilai yang sama pada sistem kristal,
keluarga kristal, dan sistem kisinya. Dalam spasi dimensi nol dan satu, hanya terdapat satu
sistem kristal, dalam dimensi dua, terdapat empat sistem kristal: oblique, rectangular,
square, dan hexagonal.
|4

Definisi Unit Cell

Gambar 1. Tipe Unit Sel

Unit sel dari suatu mineral adalah unit terkecil yang sudah tidak bisa dibagi lagi dari
mineral yang memiliki bentuk simetri dan sifat dari mineral tersebut, merupakan sekelompok
kecil atom, dari empat hingga seribu, yang memiliki geometri tetap relatif terhadap satu sama
lain. atom-atom tersebut diatur dalam "kotak" dengan sisi sejajar disebut unit cell yang
diperbanyak oleh gerakan translasi sederhana untuk membentuk kristal. atom-atom mungkin
berada di sudut, di tepi, dipermukaan, atau seluruhnya tertutup di dalam box, dan setiap sel
dalam kristal identik. ini adalah apa yang dimaksud dengan "ordered internal arrangement"
dalam definisi dari mineral. ( Joe Smyth , University of Colorado)
|5

Sistem Kristal Ortorombik

Gambar 2. Kisi Ortorombik Bravais

Dikatakan ortorombik karena sistem ini mempunyai tiga sumbu simetri yang saling tegak
lurus satu sama lain. Tetapi ketiga sumbu ini mempunyai panjang yang berbeda-beda. Sumbu-
sumbu simetri ini diberi tanda huruf a, b, dan c dengan parameter sumbu a<b<c. Sumbu a disebut
sumbu brakia, sumbu b disebut sumbu makro, dan sumbu c disebut sumbu vertikal. Sistem
kristal ini memiliki pusat simetri yang merupakan titik pertemuan antara bidang dan sumbu
simetri yang ada pada sistem kristal tersebut.Sistem kristal ini juga mempunyai 3 bidang simetri
karena jika banguntersebut dibagi oleh sumbu simetri akan menghasilkan 2 bagian yang sama
besarnya. Sistem kristal ini mempunyai 1 simetri putar 2-fold pada ketiga sumbunya yaitu
apabila diputar berdasar sumbu a, b, c akan menunjukkan 2 kenampakanyang sama. Berdasar
contoh di atas, maka sistem kristal ini digolongkan dalam kelasdypiramidal dengan Herman
maugin Symbol 2/m 2/m 2/m. Beberapa contoh mineral yang mempunyai sistem kristal
ortorombik kelas dypiramidal adalah phurcalite, chesterite, epsomite.
|6

Unit sel dispesifikasi menurut panjang relative dari tiap ujung sel dan sudut diantaranya.
Volume dari unit sel dapat dihitung dengan mengevaluasi triple product a (b c), di mana a, b,
c merupakan vector kisi. Properti dari keluarga kristal ditunjukkan pada table berikut:

Tabel 1. Properti Keluarga Kristal

Sistem Kristal Hexagonal

Sistem ini mempunyai 4 sumbu kristal, dimana sumbu c tegak lurus terhadap ketiga
sumbu lainnya. Sumbu a, b, dan d masing-masing membentuk sudut 120 terhadap satu sama
lain. Sambu a, b, dan d memiliki panjang sama. Sedangkan panjang c berbeda, dapat lebih
panjang atau lebih pendek (umumnya lebih panjang).

Pada kondisi sebenarnya, sistem kristal Hexagonal memiliki axial ratio (perbandingan
sumbu) a = b = d c , yang artinya panjang sumbu a sama dengan sumbu b dan sama dengan
sumbu d, tapi tidak sama dengan sumbu c. Dan juga memiliki sudut kristalografi = = 90 ;
= 120. Hal ini berarti, pada sistem ini, sudut dan saling tegak lurus dan membentuk sudut
120 terhadap sumbu .

Gambar 3. Illustrasi Kristal Hexagonal


|7

Pada penggambaran dengan menggunakan proyeksi orthogonal, sistem Hexagonal


memiliki perbandingan sumbu a : b : c = 1 : 3 : 6. Artinya, pada sumbu a ditarik garis dengan
nilai 1, pada sumbu b ditarik garis dengan nilai 3, dan sumbu c ditarik garis dengan nilai 6 (nilai
bukan patokan, hanya perbandingan). Dan sudut antar sumbunya a+^b = 20 ; d^b+= 40. Hal
ini menjelaskan bahwa antara sumbu a+ memiliki nilai 20 terhadap sumbu b dan sumbu d
membentuk sudut 40 terhadap sumbu b+.
|8

RUMUS PERHITUNGAN
Orthorombic

Kerapatan struktur dapat diartikan sebagai fraksi volum maksimum dari struktur kristal
yang dapat ditempati oleh atom tanpa saling tumpang tindih. Secara matematis, kerapatan dapat
dituliskan sebagai:

() = = (1)

Seperti yang sudah diketahui, ortorombik memiliki tiga sumbu dengan panjang yang
berbeda-beda. Sumbu-sumbu simetri ini diberi tanda huruf a, b, dan c dengan parameter sumbu
a<b<c. Oleh karena itu, kerapatan dari struktur kristal ortorombik ini akan dipengaruhi oleh tiga
parameter yaitu a, b, dan c.
Selain tiga parameter dari ukuran cell, yaitu panjang a, b, dan c, kerapatan juga bergantung
pada jari-jari atom (R). Dimana, R dapat disubstitusi menjadi persamaan yang di dalamnya
mengandung parameter a, b, dan c.
1. Simple Orthorombic

Gambar 4. Orthorombik Simpel


Pada setiap titik sudut terdapat masing-masing 1/8 atom sehingga jumlah atom pada
simple ortorombik adalah:
1
= ( 8) = 1 (2)
8
Nilai APF
4 3
(3 )
= = (3)

Dengan n adalah jumlah atom maka,
|9

4 4
1 (3 3 ) (3 3 )
= =

Gambar 5. Segitiga Orthorombik Simpel


2 = 2 + 2 (4)
2 = (2 + 2 ) + 2
(2)2 = (2 + 2 ) + 2

Sehingga nilai R adalah


2 + 2 + 2
=
4

2. Body Centered Orthorombic

Gambar 6. Orthorombik Body Centered


Pada setiap titik sudut terdapat masing-masing 1/8 atom dan satu buah atom di
tengah, sehingga jumlah atom pada body centered ortorombik adalah:
1
= ( 8) + 1 = 2
8
Nilai APF
| 10

4 3
(3 )
= =

Dengan n adalah jumlah atom maka,
4 8
2 (3 3 ) (3 3 )
= =

Gambar 7. Segitiga Orthorombik Body Centered


2 = 2 + 2
2 = (2 + 2 ) + 2
(4)2 = (2 + 2 ) + 2

Sehingga nilai R adalah


2 + 2 + 2
=
16

3. Base Centered Orthorombic

Gambar 8. Orthorombik Base Centered


| 11

Pada setiap titik sudut terdapat masing-masing 1/8 atom dan terdapat masing-
masing atom pada bagian tengah dari sisi alas dan tutup, sehingga jumlah atom pada
body centered ortorombik adalah:
1 1
= ( 8) + ( 2) = 2
8 2
Nilai APF
4 3
(3 )
= =

Dengan n adalah jumlah atom maka,
4 8
2 (3 3 ) (3 3 )
= =

Gambar 9. Segitiga Orthorombik Base Centered


2 = 2 + 2
2 = (2 + 2 ) + 2
(2)2 = (2 + 2 ) + 2

Sehingga nilai R adalah


2 + 2 + 2
=
4

Selain itu
2 = 2 + 2
(4)2 = (2 + 2 )
| 12

Sehingga nilai R adalah


2 + 2
=
16

4. Face Centered Orthorombic

Gambar 10. Orthorombik Face Centered


Pada setiap titik sudut terdapat masing-masing 1/8 atom dan terdapat masing-
masing atom pada semua sisi, sehingga jumlah atom pada body centered ortorombik
adalah:
1 1
= ( 8) + ( 6) = 4
8 2
Nilai APF
4 3
(3 )
= =

Dengan n adalah jumlah atom maka,
4 16
4 (3 3 ) ( 3 3 )
= =

| 13

Gambar 11. Segitiga Orthorombik Face Centered


2 = 2 + 2
(4)2 = (2 + 2 )

Sehingga nilai R adalah


2 + 2
=
16

2 = 2 + 2
(4)2 = (2 + 2 + 2 )

Sehingga nilai R adalah


2 + 2 + 2
=
16

2 = 2 + 2
(4)2 = ( 2 + 2 )

Sehingga nilai R adalah


2 + 2
=
16
| 14

Hexagonal

Kerapatan dari struktur kristal hexagonal bergantung pada parameter a (pada bagian alas
hexagonal) dan parameter c (pada bagian tinggi hexagonal). Kerapatan struktur kristal sendiri
dapat diartikan sebagai fraksi volum maksimum dari struktur tersebut yang dapat ditempati oleh
atom tanpa saling tumpang tindih. Oleh sebab itu, kerapatan dapat dituliskan sebagai berikut:


() = =

Pada closed pack hexagonal, terdapat masing-masing 1/6 atom pada setiap titik sudut (12 titik), 2
buah atom pada pada bagian alas dan tutup hexagonal, dan tiga buah atom di tengah, sehingga
berjumlah 6 atom per unit. Kerapatan sel jenis ini sangat bergantung pada rasio c/a.

Gambar 12. Struktur hexagonal closed pack


Sumber: Verna M. K., Physics for Engineers

Tiga atom dalam yang berada di bagian tengah hexagonal membentuk segitiga sama sisi dengan
besar sisinya adalah a, sama dengan panjang sisi pinggir dari unit sel Hexagonal. Atom-atom ni
terletak secara simetris, dimana garis normal dari atom-atom face centered bertemu pada titik
tengah segitiga yang dibentuk. Jarak antara atom face-centered dengan ketiga atom tersebut sama
dengan A dan B, dan ketiga atom bagian dalam, yaitu M, N, dan P. AO merupakan garis normal
dari segitiga sama sisi dengan O sebagai titik tengah. Maka:
2
=
3
| 15

Gambar 13. Unit sel HCP


Sumber: Verna M. K., Physics for Engineers

2 3
2 2 2
= = ( ) =
2 2
2 2 3 3
= = =
3 3 2 3
2 2
2 2
= = = 2 ( ) =
2 3 3
22
= = 1.633
3

Pada rasio c/a ini, jarak antar atom di dalam sel terbatas, dan radius dari atom menjadi terbatas
menjadi:


=
2
Maka kerapatannya menjadi

=

4
6 3 3
=
1
6 sin 60
2
4
6 3 (2)3
=
2 3
4
3
= = 0.74048
32 3
| 16

CONTOH SOAL
Contoh Soal 1
Iodin memiliki bentuk unit sel orthorhombik dengan parameter lattice a, b, dan c secara
berurutan 0,479; 0,725; dan 0,987 nm.
a. Apabila atomic packing factor dan jari-jari atom adalah 0,547 dan 0,177 nm. Tentukan
banyaknya atom dalam satu unit sel.
b. Hitunglah densitas teoritis, jika berat atom iodine adalah 126,91 g/mol.

Jawab:
Diketahui:
a = 0,479 nm
b = 0,725 nm
c = 0,987 nm
APF = 0,547 nm
R = 0,177 nm
Mr = 126,91 gr/mol
Ditanya:
a. Banyaknya atom
b. Densitas

Penyelesaian:
a. Atomic packing factor (APF) didefinisakan:
4 3
(3 )
= =

() (0,547)(0,479 0,725 0,987)
= = = 8 /
4 3 4 3
(0,177)
3 3
b. Rumus densitas adalah

massa/unit sel (APF)Mr


= =
volume/unit sel NA (abc)
(8) (126,91)
= = 4,96 /3
(6,02 1023 ) (0,479 0,725 0,987) (109 )3
| 17

Contoh Soal 2
Magnesium sulfat umumnya berbentuk kristal. Secara umum juga disebut garap epsom. MgSO4
memiliki jenis unit sel kristal orthorhombik. Berikut adalah gambar dari MgSO4.

Satu unit sel tersebut mengandung 6 atom. Apabila berat atom relatif MgSO4 adalah 120,368
gr/mol, hitunglah berat jenisnya!
Jawab:
Diketahui:
Jumlah atom = 6 atom/unit sel
a = 5,812
b =7,893
c = 6,506
Mr = 120,368 gr/mol
Ditanya:

Penyelesaian:
Berat jenis dapat diperobel, sbb:
6 120,3676 /
=
6,02 1023 266,1 3

| 18

6 120,3676 /
=
6,02 1023 266,1 1024 3

= 4,508369 g/3
| 19

KESIMPULAN

Unit Kristal dari suatu mineral adalah unit terkecil yang sudah tidak bisa dibagi lagi dari
mineral yang memiliki bentuk simetri dan sifat dari mineral tersebut.
Unit Kristal terdiri dari 6 yaitu Triclinic, Monoclinic, Orthorhombic, Tetragonal,
Hexagonal dan Cubic.
Disebut Kristal ortorombik karena sistem ini mempunyai tiga sumbu simetri yang saling
tegak lurus satu sama lain.
Perhitungan Kristal Ortorombik terdiri dari Simple Orthorombic,Body Centered
Orthorombic, Base Centered Orthorombic, Face Centered Orthorombic.
Simple Orthorombic Body setiap titik sudut terdapat masing-masing 1/8 atom.
Body Centered Orthorombic setiap titik sudut terdapat masing-masing 1/8 atom dan satu
buah atom di tengah.
Base Centered Orthorombic setiap titik sudut terdapat masing-masing 1/8 atom dan
terdapat masing-masing atom pada bagian tengah dari sisi alas dan tutup.
Face Centered Orthorombic setiap titik sudut terdapat masing-masing 1/8 atom dan
terdapat masing-masing atom pada semua sisi.
| 20

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2016. Crystallography Open Database. [Online] Terdapat di:


http://www.crystallography.net/cod/. [Diakses pada 11 September 2016]