Anda di halaman 1dari 3

Selasa, 19 Mei 2015 | 17:13:00 WIB

Pabrik Semen Padang yang ramah lingkungan. Berbagai upaya dilakukan Semen Padang untuk mengurangi emisi debu.
Bahkan perusahaan menggelontorkan anggaran mencapai 174 miliar, agar perusahaan ini beroperasi ramah lingkungan

SEBAGAI bukti keseriusan dalam mengatasi emisi debu sebagai dampak operasional pabrik, PT Semen Padang
menggelontorkan dana mencapai Rp174 miliar. Dana sebesar itu dialokasikan untuk program pengendalian emisi
cerobong utama, pengendalian emisi "fugitive", dan program penghijauan di area pabrik (green belt). Beberapa
kegiatan ditargetkan siap pada 2015, dan sebagian lagi rampung pada Maret 2016.

"Kami sangat komit dalam mengatasi persoalan emisi debu. Mudah-mudahan dengan komitmen ini, dapat
menghasilkan lingkungan yang sehat, dan nyaman," jelas Direktur Utama PT Semen Padang Benny Wendry, pada
silaturrahmi dengan warga lingkungan sekitar perusahaan itu, di Wisma Indarung, Padang, 13 Mei 2015.

Silaturrahmi dengan masyarakat lingkungan merupakan kegiatan rutin manajemen Semen Padang dalam rangka
menyerap aspirasi, meminimalisir miskomunikasi serta mensosialisasikan program-program perusahaan.

Hadir pada kesempatan itu, Camat Lubuk Kilangan Syafwan, jajaran KAN Lubuk Kilangan, KAN Pauh, LPM
Indarung, Warga Perumahan Palimo, warga Dangau Teduh, dan warga Perumnas Indarung.

Tujuan kegiatan pengendalian emisi yang dilakukan Semen Padang itu adalah untuk mengatasi pencemaran
lingkungan sekitar, pemenuhan standar baku mutu pengelolaan lingkungan dan target pencapaian emisi debu 50
mg/Nm, dan upaya mencapai proper hijau dari posisi saat ini, proper biru.

Program pengendalian emisi cerobong Utama dilakukan PT Semen Padang melalui perbaikan Electrostatic
Precipitator Rawmill, Coal mill, cooler dan cement mill, Perbaikan Gas Conditioning Tower (GCT), upgarding
supporting Equipment terkait emisi, dan penambahan peralatan dedusting untuk kondisi emergency. Selanjutnya
juga dilakukan pengendalian emisi fugitive (emisi yang secara teknis tidak dapat melewati cerobong, ventilasi atau
sistem pembuangan emisi yang setara) melalui perbaikan dan rekondisi Jet Pulse Filter. Semen Padang juga
melakukan program penghijauan di area Green Belt pabrik, melakukan perbaikan SOP operasi pabrik, dan
kerjasama dengan group di Semen Indonesia dalam pengendalian Emisi.

Program pengendalian debu dilaksanakan PT Semen Padang di semua pabrik. Di Pabrik Indarung II/III program ini
meliputi kegiatan peningkatan performa ESP Kiln Indarung II/III dengan item pekerjaaan, antara lain, penggantian
sistem kontrol field P11A3 dan P21A3 ESP Indarung II (ditargetkan selesai Agustus 2015), Retrofit GCT Indarung II
dan III (penggantian Nozzle serta spray lance) yang ditargetkan rampung Desember 2015, penggantian 4 field
Collecting Plate (ditargetkan rampung Januari 2016), Discharge Electrode, Dumping resistor dan rapping system
(ditargetkan rampung Desember 2015), Penggantian pompa GCT, dan Penambahan compressor GCT (ditargetkan
rampung Desember 2015). Di Indarung II/III juga ada Penambahan Chamber Baru ESP Kiln Indarung III (ditargetkan
selesai Agustus 2015), dan kegiatan penggantian dan retrofit Jet Pulse Filter (JPF) yang ditargetkan rampung
Oktober 2015. Program pengendalian emisi debu di Pabrik Indarung II dan III ini memerlukan investasi sebesar Rp
49 miliar.

Untuk Indarung IV, dilakukan kegiatan peningkatan performa ESP dan GCT Rawmill, dengan rincian kegiatan, yaitu
pemasangan Air lock GCT III B dan III C, pemasangan Screw Conveyor pendamping pada ESP Rawmill III B,
peningkatan kapasitas pengumpanan air GCT III C, peningkatan performa pompa GCT, pemasangan jalur by pass
alat transport ESP, penggantian Inner part EP Collecting Plate, dan discharge Electrode dan rapping system. Selain
itu juga peningkatan performa ESP Coalmill, dengan kegiatan, penggantian Inner part EP Collecting Plate, Discharge
Electrode dan rapping system Penambahan heater dan knocker di hopper ESP. Juga ada kegiatan peningkatan
performa ESP Cooler melalui pemasangan inner part extend chamber, kegiatan penambahan peralatan dedusting
untuk kondisi emergency dengan penambahan BHF coalmill, penambahan dan retrofit Jet Pulse Filter (JPF),
perbaikan metode kerja (SOP) pemeliharaan alat transport dust ESP, dan Perbaikan SOP pengoperasian Kiln dan
ESP. Program Pengendalian Emisi Debu di Pabrik Indarung IV memerlukan investasi sebesar Rp 76 miliar.

Untuk Indarung V, dilakukan program peningkatan performa ESP dan GCT Rawmill dengan item kegiatan,
penggantian Nozzle GCT Indarung V, penggantian Hose dan Water GCT Indarung V, penggantian Compensator
GCT Indarung V, perbaikan Cleaning Elbow GCT Indarung V, penggantian Inner part EP Rawmill meliputi
penggantian Collecting Plate, discharge electrode, dumping resistor dan rapping system, dan pembuatan screen inlet
EP rawmill.

Di Indarung V juga ada Program peningkatan performa ESP Coalmill dengan kegiatan penggantian Inner part EP
Coal mill meliputi penggantian Collecting Plate, Discharge Electrode. Peningkatan performa ESP cooler dengan
kegiatan pembuatan screen inlet EP cooler, penambahan peralatan dedusting untuk kondisi emergency dengan
penambahan BHF coalmill dan Retrofit Jet Pulse Filter (JPF). Program Pengendalian Emisi Debu di Pabrik Indarung
V memerlukan investasi sebesar Rp 48 miliar.

Semen Padang juga melakukan kegiatan penghijauan di area Green Belt, dengan menetapkan lokasi di sisi Barat
dan Utara pabrik. Kegiatan berupa penanaman pohon, dan

pemindahan sebagian pohon yang sudah rapat dari green belt di timur dan selatan pabrik. Untuk kegiatan ini
dialokasikan dana Rp 1 miliar.

Benny Wendry mengatakan, Semen Padang juga melakukan program kegiatan peningkatan HKR dengan mengatasi
kebocoran, menjaga efektifitas Autonomous Maintenance, dan mengurangi emisi debu fugitif dengan penambahan
dan retrofit Jet Pulse Filter.

Di samping itu dilakukan perbaikan SOP pemeliharaan alat transport dust ESP, dengan kegiatan perubahan
interlocking ESP untuk menunjang proses pemeliharaan perubahan schedule preventive maintenance.

Perbaikan SOP pengoperasian Kiln dan ESP dengan kegiatan, perubahan SOP feeding kiln, perubahan SOP start
coalmill, perubahan SOP operasional Kiln saat Rawmill dan coalmill Stop, dan perubahan SOP operasional Kiln (ESP
stop 1 menit, Kiln distop.

Semen Padang juga Kerjasama dengan group dalam pengendalian Emisi. Di antara kegiatan itu adalah dengan
melakukan tinjauan lapangan, diskusi dan sharing GCT dan EP bersama Tim dari Semen Indonesia pada 26 27
Maret 2015. Rekomendasi yang disampaikan secara umum telah dilakukan secara rutin, dan beberapa rekomendasi
tidak bisa dilaksanakan terkait safety
"Semen Padang beroperasi sesuai standar lingkungan," tukas Benny Wendry.

Camat Lubukkilangan Syafwan menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian PT Semen Padang pada lingkungan.
"Alhamdulillah PT Semen Padang telah menunjukkan kepedulian pada lingkungan. Untuk itu, mari sama-sama kita
jaga perusahaan ini," ucapnya. (*)