Anda di halaman 1dari 164

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
1. Pengertian Kurikulum
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan
mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai
pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan
pendidikan tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, ada dua dimensi
kurikulum, yang pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi,
dan bahan pelajaran, sedangkan yang kedua adalah cara yang digunakan untuk
kegiatan pembelajaran. Kurikulum 2013 yang diberlakukan mulai tahun ajaran
2013/2014 memenuhi kedua dimensi tersebut.
2. Rasionalisasi
Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan faktor-faktor sebagai berikut:
a. Tantangan Internal
Tantangan internal antara lain terkait dengan kondisi pendidikan dikaitkan
dengan tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 (delapan) Standar
Nasional Pendidikan yang meliputi standar isi, standar proses, standar
kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar
sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan
standar penilaian pendidikan.
Tantangan internal lainnya terkait dengan perkembangan penduduk
Indonesia dilihat dari pertumbuhan penduduk usia produktif. Saat ini
jumlah penduduk Indonesia usia produktif (15-64 tahun) lebih banyak dari
usia tidak produktif (anak-anak berusia 0-14 tahun dan orang tua berusia
65 tahun ke atas). Jumlah penduduk usia produktif ini akan mencapai
puncaknya pada tahun 2020-2035 pada saat angkanya mencapai 70%. Oleh
sebab itu tantangan besar yang dihadapi adalah bagaimana mengupayakan
agar sumberdaya manusia usia produktif yang melimpah ini dapat
ditransformasikan menjadi sumberdaya manusia yang memiliki
kompetensi dan keterampilan melalui pendidikan agar tidak menjadi
beban.

1
b. Tantangan Eksternal
Tantangan eksternal antara lain terkait dengan arus globalisasi dan berbagai
isu yang terkait dengan masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi dan
informasi, kebangkitan industri kreatif dan budaya, dan perkembangan
pendidikan di tingkat internasional. Arus globalisasi akan menggeser pola
hidup masyarakat dari agraris dan perniagaan tradisional menjadi
masyarakat industri dan perdagangan modern seperti dapat terlihat di
World Trade Organization (WTO), Association of Southeast Asian Nations
(ASEAN) Community, Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), dan
ASEAN Free Trade Area (AFTA). Tantangan eksternal juga terkait dengan
pergeseran kekuatan ekonomi dunia, pengaruh dan imbas teknosains serta
mutu, investasi, dan transformasi bidang pendidikan. Keikutsertaan
Indonesia di dalam studi International Trends in International Mathematics
and Science Study (TIMSS) dan Program for International Student
Assessment (PISA) sejak tahun 1999 juga menunjukkan bahwa capaian
anak-anak Indonesia tidak menggembirakan dalam beberapa kali laporan
yang dikeluarkan TIMSS dan PISA. Hal ini disebabkan antara lain
banyaknya materi uji yang ditanyakan di TIMSS dan PISA tidak terdapat
dalam kurikulum Indonesia.
c. Penyempurnaan Pola Pikir
Kurikulum 2013 dikembangkan dengan penyempurnaan pola pikir sebagai
berikut:
1) Penguatan pola pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Peserta
didik harus memiliki pilihan-pilihan terhadap materi yang dipelajari
dan gaya belajarnya (learning style) untuk memiliki kompetensi yang
sama;
2) Penguatan pola pembelajaran interaktif (interaktif guru-peserta didik-
masyarakat-lingkungan alam, sumber/media lainnya);
3) Penguatan pola pembelajaran secara jejaring (peserta didik dapat
menimba ilmu dari siapa saja dan dari mana saja yang dapat dihubungi
serta diperoleh melalui internet);
4) Penguatan pembelajaran aktif-mencari (pembelajaran siswa aktif
mencari semakin diperkuat dengan pendekatan pembelajaran saintifik);
5) Penguatan pola belajar sendiri dan kelompok (berbasis tim);
6) Penguatan pembelajaran berbasis multimedia;

2
7) Penguatan pola pembelajaran berbasis klasikal-massal dengan tetap
memperhatikan pengembangan potensi khusus yang dimiliki setiap
peserta didik;
8) Penguatan pola pembelajaran ilmu pengetahuan jamak
(multidisciplines); dan
9) Penguatan pola pembelajaran kritis.
d. Penguatan Tata Kelola Kurikulum
Kurikulum 2013 dilakukan penguatan tata kelola sebagai berikut:
1) Penguatan tata kerja guru lebih bersifat kolaboratif;
2) Penguatan manajeman sekolah melalui penguatan kemampuan
manajemen kepala sekolah sebagai pimpinan kependidikan
(educational leader); dan
3) Penguatan sarana dan prasarana untuk kepentingan manajemen dan
proses pembelajaran.
e. Penguatan Materi
Penguatan materi dilakukan dengan cara pengurangan materi yang tidak
relevan serta pendalaman dan perluasan materi yang relevan bagi peserta
didik.
3. Karakteristik Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 dirancang dengan karakteristik sebagai berikut:
a. Mengembangkan keseimbangan antara sikap spiritual dan sosial,
pengetahuan, dan keterampilan, serta menerapkannya dalam berbagai
situasi di sekolah dan masyarakat;
b. Menempatkan sekolah sebagai bagian dari masyarakat yang memberikan
pengalaman belajar, agar peserta didik mampu menerapkan apa yang
dipelajari di sekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai
sumber belajar;
c. Memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai sikap,
pengetahuan, dan keterampilan;
d. Mengembangkan kompetensi yang dinyatakan dalam bentuk kompetensi
inti kelas yang dirinci lebih lanjut dalam kompetensi dasar mata pelajaran;
e. Mengembangkan kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasi
(organizing elements) kompetensi dasar. Semua kompetensi dasar dan
proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang
dinyatakan dalam kompetensi inti;

3
Mengembangkan kompetensi dasar berdasar pada prinsip akumulatif, saling
memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antar-mata pelajaran
dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal).
4. Tujuan Kurikulum
Kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar
memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman,
produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia.

B. PENGEMBANGAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN


1. Acuan Konseptual
a. Peningkatan Iman, Takwa, dan Akhlak Mulia
Iman, takwa, dan akhlak mulia menjadi dasar pengembangan kepribadian
peserta didik secara utuh. KTSP disusun agar semua mata pelajaran dapat
meningkatkan iman, takwa, dan akhlak mulia.
b. Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama
Kurikulum dikembangkan untuk memelihara dan meningkatkan toleransi
dan kerukunan interumat dan antarumat beragama.
c. Persatuan Nasional dan Nilai-Nilai Kebangsaan
Kurikulum diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan
kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan penting bagi upaya
memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka NKRI. Oleh
karena itu, kurikulum harus menumbuhkembangkan wawasan dan sikap
kebangsaan serta persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa
dalam wilayah NKRI.
d. Peningkatan Potensi, Kecerdasan, Bakat, dan Minat sesuai dengan Tingkat
Perkembangan dan Kemampuan Peserta Didik
Pendidikan merupakan proses holistik/sistemik dan sistematik untuk
meningkatkan harkat dan martabat manusia yang memungkinkan potensi
diri (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) berkembang secara optimal.
Sejalan dengan itu, kurikulum disusun dengan memperhatikan potensi,
bakat, minat, serta tingkat perkembangan kecerdasan; intelektual,
emosional, sosial, spritual, dan kinestetik peserta didik.

4
e. Kesetaraan Warga Negara Memperoleh Pendidikan Bermutu
Kurikulum diarahkan kepada pengembangan sikap, pengetahuan, dan
keterampilan yang holistik dan berkeadilan dengan memperhatikan
kesetaraan warga negara memperoleh pendidikan bermutu.
f. Kebutuhan Kompetensi Masa Depan
Kompetensi peserta didik yang diperlukan antara lain berpikir kritis dan
membuat keputusan, memecahkan masalah yang kompleks secara lintas
bidang keilmuan, berpikir kreatif dan kewirausahaan, berkomunikasi dan
berkolaborasi, menggunakan pengetahuan kesempatan secara inovatif,
mengelola keuangan, kesehatan, dan tanggung jawab warga negara.
g. Tuntutan Dunia Kerja
Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya
pribadi peserta didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai
kecakapan hidup. Oleh sebab itu, kurikulum perlu mengembangkan jiwa
kewirausahaan dan kecakapan hidup untuk membekali peserta didik dalam
melanjutkan studi dan/atau memasuki dunia kerja. Terlebih bagi peserta
didik pada satuan pendidikan kejuruan dan peserta didik yang tidak
melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
h. Perkembangan Ipteks
Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa
masyarakat berbasis pengetahuan di mana Ipteks sangat berperan sebagai
penggerak utama perubahan. Pendidikan harus terus menerus melakukan
penyesuaian terhadap perkembangan Ipteks sehingga tetap relevan dan
kontekstual dengan perubahan. Oleh karena itu, kurikulum harus
dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan
perkembangan Ipteks.
i. Keragaman Potensi dan Karakteristik Daerah serta Lingkungan
Daerah memiliki keragaman potensi, kebutuhan, tantangan, dan
karakteristik lingkungan. Masing-masing daerah memerlukan pendidikan
yang sesuai dengan karakteristik daerah dan pengalaman hidup sehari-hari.
Oleh karena itu, kurikulum perlu memuat keragaman tersebut untuk
menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan
daerah dan lingkungan.

5
j. Tuntutan Pembangunan Daerah dan Nasional
Dalam era otonomi dan desentralisasi, kurikulum adalah salah satu media
pengikat dan pengembang keutuhan bangsa yang dapat mendorong
partisipasi masyarakat dengan tetap mengedepankan wawasan nasional.
Untuk itu, kurikulum perlu memperhatikan keseimbangan antara
kepentingan daerah dan nasional.
k. Dinamika Perkembangan Global
Kurikulum dikembangkan untuk meningkatkan kemandirian, baik pada
individu maupun bangsa, yang sangat penting ketika dunia digerakkan oleh
pasar bebas. Pergaulan antarbangsa yang semakin dekat memerlukan
individu yang mandiri dan mampu bersaing serta mempunyai kemampuan
untuk hidup berdampingan dengan bangsa lain.
l. Kondisi Sosial Budaya Masyarakat Setempat
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial
budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman
budaya. Penghayatan dan apresiasi pada budaya setempat ditumbuh-
kembangkan terlebih dahulu sebelum mempelajari budaya dari daerah dan
bangsa lain.
m. Karakteristik Satuan Pendidikan
Kurikulum dikembangkan sesuai dengan kondisi dan ciri khas satuan
pendidikan.
2. Prinsip Pengembangan
Prinsip pengembangan KTSP:
a. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta
didik dan lingkungannya pada masa kini dan yang akan datang.
Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik
memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar
menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi
warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung
pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik
disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan
peserta didik serta tuntutan lingkungan pada masa kini dan yang akan
datang. Memiliki posisi sentral berarti bahwa kegiatan pembelajaran harus
berpusat pada peserta didik.

6
b. Belajar sepanjang hayat
Kurikulum diarahkan pada proses pengembangan, pembudayaan, dan
pemberdayaan kemampuan peserta didik untuk belajar sepanjang hayat.
Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan
formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan kondisi dan
tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan
manusia seutuhnya.
c. Menyeluruh dan berkesinambungan
Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi (sikap,
pengetahuan, dan keterampilan) bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran
yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarjenjang
pendidikan.
3. Prosedur Operasional
Prosedur operasional pengembangan KTSP sekurang-kurangnya meliputi:
a. Analisis mencakup:
1) Analisis ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai
Kurikulum;
2) Analisis kebutuhan peserta didik, satuan pendidikan, dan lingkungan;
dan
3) Analisis ketersediaan sumber daya pendidikan.
b. Penyusunan mencakup:
1) Perumusan visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan;
2) Pengorganisasian muatan kurikuler satuan pendidikan;
3) Pengaturan beban belajar peserta didik dan beban kerja pendidik
tingkat kelas;
4) Penyusunan kalender pendidikan satuan pendidikan;
5) Penyusunan silabus muatan atau mata pelajaran muatan lokal; dan
6) Penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran setiap muatan
pembelajaran.
c. Penetapan dilakukan kepala sekolah/madrasah berdasarkan hasil rapat
dewan pendidik satuan pendidikan dengan melibatkan komite
sekolah/madrasah.
d. Pengesahan dilakukan oleh pemerintah daerah sesuai dengan
kewenangannya.

7
C. KERANGKA DASAR KURIKULUM
1. Landasan Filosofis
Landasan filosofis dalam pengembangan kurikulum menentukan kualitas
peserta didik yang akan dicapai kurikulum, sumber dan isi dari kurikulum,
proses pembelajaran, posisi peserta didik, penilaian hasil belajar, hubungan
peserta didik dengan masyarakat dan lingkungan alam di sekitarnya.
Kurikulum 2013 dikembangkan dengan landasan filosofis yang memberikan
dasar bagi pengembangan seluruh potensi peserta didik menjadi manusia
Indonesia berkualitas yang tercantum dalam tujuan pendidikan nasional. Pada
dasarnya tidak ada satupun filosofi pendidikan yang dapat digunakan secara
spesifik untuk pengembangan kurikulum yang dapat menghasilkan manusia
yang berkualitas. Berdasarkan hal tersebut, Kurikulum 2013 dikembangkan
menggunakan filosofi sebagai berikut.
a. Pendidikan berakar pada budaya bangsa untuk membangun kehidupan
bangsa masa kini dan masa mendatang. Pandangan ini menjadikan
Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan budaya bangsa Indonesia
yang beragam, diarahkan untuk membangun kehidupan masa kini, dan
untuk membangun dasar bagi kehidupan bangsa yang lebih baik di masa
depan. Mempersiapkan peserta didik untuk kehidupan masa depan selalu
menjadi kepedulian kurikulum, hal ini mengandung makna bahwa
kurikulum adalah rancangan pendidikan untuk mempersiapkan kehidupan
generasi muda bangsa. Dengan demikian, tugas mempersiapkan generasi
muda bangsa menjadi tugas utama suatu kurikulum. Untuk mempersiapkan
kehidupan masa kini dan masa depan peserta didik, Kurikulum 2013
mengembangkan pengalaman belajar yang memberikan kesempatan luas
bagi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diperlukan bagi
kehidupan di masa kini dan masa depan, dan pada waktu bersamaan tetap
mengembangkan kemampuan mereka sebagai pewaris budaya bangsa dan
orang yang peduli terhadap permasalahan masyarakat dan bangsa masa
kini.
b. Peserta didik adalah pewaris budaya bangsa yang kreatif. Menurut
pandangan filosofi ini, prestasi bangsa di berbagai bidang kehidupan di
masa lampau adalah sesuatu yang harus termuat dalam isi kurikulum untuk
dipelajari peserta didik. Proses pendidikan adalah suatu proses yang
memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi

8
dirinya menjadi kemampuan berpikir rasional dan kecemerlangan
akademik dengan memberikan makna terhadap apa yang dilihat, didengar,
dibaca, dipelajari dari warisan budaya berdasarkan makna yang ditentukan
oleh lensa budayanya dan sesuai dengan tingkat kematangan psikologis
serta kematangan fisik peserta didik. Selain mengembangkan kemampuan
berpikir rasional dan cemerlang dalam akademik, Kurikulum 2013
memposisikan keunggulan budaya tersebut dipelajari untuk menimbulkan
rasa bangga, diaplikasikan dan dimanifestasikan dalam kehidupan pribadi,
dalam interaksi sosial di masyarakat sekitarnya, dan dalam kehidupan
berbangsa masa kini.
c. Pendidikan ditujukan untuk mengembangkan kecerdasan intelektual dan
kecemerlangan akademik melalui pendidikan disiplin ilmu. Filosofi ini
menentukan bahwa isi kurikulum adalah disiplin ilmu dan pembelajaran
adalah pembelajaran disiplin ilmu (essentialism). Filosofi ini bertujuan
untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan kecemerlangan
akademik.
d. Pendidikan untuk membangun kehidupan masa kini dan masa depan yang
lebih baik dari masa lalu dengan berbagai kemampuan intelektual,
kemampuan berkomunikasi, sikap sosial, kepedulian, dan berpartisipasi
untuk membangun kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik
(experimentalism and social reconstructivism). Dengan filosofi ini,
Kurikulum 2013 bermaksud untuk mengembangkan potensi peserta didik
menjadi kemampuan dalam berpikir reflektif bagi penyelesaian masalah
sosial di masyarakat, dan untuk membangun kehidupan masyarakat
demokratis yang lebih baik.
Dengan demikian, Kurikulum 2013 menggunakan filosofi sebagaimana
di atas dalam mengembangkan kehidupan individu peserta didik dalam
beragama, seni, kreativitas, berkomunikasi, nilai dan berbagai dimensi
inteligensi yang sesuai dengan diri seorang peserta didik dan diperlukan
masyarakat, bangsa dan umat manusia.
2. Landasan Sisiologis
Kurikulum 2013 dikembangkan atas dasar adanya kebutuhan akan perubahan
rancangan dan proses pendidikan dalam rangka memenuhi dinamika
kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara, sebagaimana termaktub dalam
tujuan pendidikan nasional. Dewasa ini perkembangan pendidikan di Indonesia

9
tidak bisa dilepaskan dari perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan
seni. Perubahan ini dimungkinkan karena berkembangnya tuntutan baru dalam
masyarakat, dunia kerja, dan dunia ilmu pengetahuan yang berimplikasi pada
tuntutan perubahan kurikulum secara terus menerus. Hal itu dimaksudkan agar
pendidikan selalu dapat menjawab tuntutan perubahan sesuai dengan
jamannya. Dengan demikian keluaran pendidikan akan mampu memberikan
kontribusi secara optimal dalam upaya membangun masyarakat berbasis
pengetahuan (knowledge-based society).
3. Landasan Psikopedagogis
Kurikulum 2013 dimaksudkan untuk memenuhi tuntutan perwujudan konsepsi
pendidikan yang bersumbu pada perkembangan peserta didik beserta konteks
kehidupannya sebagaimana dimaknai dalam konsepsi pedagogik transformatif.
Konsepsi ini menuntut bahwa kurikulum harus didudukkan sebagai wahana
pendewasaan peserta didik sesuai dengan perkembangan psikologisnya dan
mendapatkan perlakuan pedagogis sesuai dengan konteks lingkungan dan
jamannya. Kebutuhan ini terutama menjadi prioritas dalam merancang
kurikulum untuk jenjang pendidikan menengah khususnya SMK. Oleh karena
itu implementasi pendidikan di SMK yang selama ini lebih menekankan pada
pengetahuan, perlu dikembangkan menjadi kurikulum yang menekankan pada
proses pembangunan sikap, pengetahuan, dan keterampilan kejuruan peserta
didik melalui berbagai pendekatan yang mencerdaskan, mendidik dan
memandirikan. Penguasaan substansi mata pelajaran tidak lagi ditekankan
pada pemahaman konsep yang steril dari kehidupan masyarakat melainkan
pembangunan pengetahuan melalui pembelajaran otentik. Dengan demikian
kurikulum dan pembelajaran selain mencerminkan muatan pengetahuan
sebagai bagian dari peradaban manusia, juga mewujudkan proses
pembudayaan peserta didik sepanjang hayat.
4. Landasan Teoritis
Kurikulum 2013 dikembangkan atas teori pendidikan berdasarkan standar
(standard-based education), dan teori kurikulum berbasis kompetensi
(competency-based curriculum). Pendidikan berdasarkan standar menetapkan
adanya standar nasional sebagai kualitas minimal warganegara yang dirinci
menjadi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar
pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar
pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.

10
Kurikulum berbasis kompetensi dirancang untuk memberikan pengalaman
belajar seluas-luasnya bagi peserta didik dalam mengembangkan kemampuan
untuk bersikap, berpengetahuan, berketerampilan, dan bertindak.
Kurikulum 2013 menganut: (1) pembelajaan yang dilakukan guru (taught
curriculum) dalam bentuk proses yang dikembangkan berupa kegiatan
pembelajaran di sekolah, kelas, dan masyarakat; dan (2) pengalaman belajar
langsung peserta didik (learned-curriculum) sesuai dengan latar belakang,
karakteristik, dan kemampuan awal peserta didik. Pengalaman belajar
langsung individual peserta didik menjadi hasil belajar bagi dirinya, sedangkan
hasil belajar seluruh peserta didik menjadi hasil kurikulum.
5. Landasan Yuridis
Landasan yuridis Kurikulum 2013 adalah:
a. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
b. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional;
c. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan
Jangka Panjang Nasional, beserta segala ketentuan yang dituangkan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional; dan Peraturan
Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun
2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005
tentang Standar Nasional Pendidikan.
d. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional;
e. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 32 tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan
Pemerinah RI Nomor 19 Tahun 2005 dan Peraturan Pemerintah Nomor 13
Tahun 2015 tentang Perubahan kedua atas Peraturan Pemerintah RI Nomor
19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
f. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayan RI Nomor 60 Tahun 2014
tentang Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan;
g. Peraturan Menteri pendidikan Dan Kebudayaan RI Nomor 61 Tahun 2014
tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan;

11
h. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI Nomor 62 Tahun 2014
tentang kegiatan esktrakurikuler pada pendidikan Dasar dan Menengah;
i. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI Nomor 63 Tahun 2014
tentang Kepramukaan sebagai esktrakurikuler Wajib;
j. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI Nomor 64 Tahun 2014
tentang Peminatan pada Pendidikan Menengah;
k. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI Nomor 79 Tahun 2014
tentang Muatan Lokal Kurikulum 2013;
l. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayan RI Nomor 160 Tahun 2014
tentang Pemberlakuan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013;
m. Peraturan menteri Pendidikan Dan kebudayaan RI Nomor 20 Tahun 2016
tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah;
n. Peraturan meneteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI Nomor 21 Tahun 2016
tentang Standar ISI Pendidikan Dasar Dan Menengah;
o. Peraturan Meneteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI Nomor 22 Tahun 2016
tentang Standar Proses Pendidikan Dasar Dan Menengah;
p. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI Nomor 23 Tahun 2016
tentang Standar Penilaian Pendidikan;
q. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI Nomor 24 Tahun 2016
tentang Kompetensi INTI dan Kompetensi dasar Pelajaran Pada Kurikulum
2013 pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan menengah;
r. Keputusan Direktur jendral Pendidikan Dasar Dan Menengah Nomor
4678/D/KEP/MK/2016 tentang Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah
Kejuruan;
s. Surat Edaran Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Nomor
8275/D5.3/KR/2016 tentang Pemberlakuan Spektrum Keahlian
Pendidikan Menengah Kejuruan pada Tahun Pelajaran 2017/2018 Peserta
didik kelas
t. Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Dasar Dan Menengah Nomor
130/D/KEP/KR/2017 tentang Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah
Kejuruan;

12
BAB II
VISI, MISI DAN TUJUAN PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN

A. TUJUAN PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN


Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan
untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahklak mulia, serta
keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai
dengan kejuruannya.
1. Visi dan Misi SMK SIANG SURABAYA
a. Visi SMK SIANG SURABAYA
Terwujudnya SMK SIANG Surabaya sebagai lembaga diklat kejuruan
yang mampu mencetak tenaga trampil profesional dan berkualitas, siap
bersaing di pasar kerja serta mampu membangun usaha mandiri di
bidangnya dengan berdasarkan Pancasila.
b. Misi SMK SIANG SURABAYA
1) Meningkatkan kedisplin dalam melaksanakan tugas pada seluruh
komponen sekolah;
2) Meningkatkan kegiatan Diklat Kejuruan yang mengacu pada pasar
kerja;
3) Mengembangkan kegiatan Diklat Kejuruan kearah pelayanan
masyarakat;
4) Meningkatkan kemampuan managerial dalam setiap kegiatan;
5) Meningkatkan TRI CITA SMK SIANG : SEHAT, DISIPLIN,
TERAMPIL
2. Tujuan SMK SIANG SURABAYA
a. Menghantarkan generasi muda khususnya lulusan SMK SIANG untuk
memperoleh kehidupan yang lebih baik dan lebih mapan dimasa depan / di
era globalisasi.
b. Menyiapkan tenaga trampil sesuai kebutuhan pasar kerja / usaha mandiri.
c. Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap SMK SIANG Surabaya.
d. Meningkatkan nama baik sekolah melalui lulusannya.

13
3. Profil Lulusan
a. SKL Pendidikan Menengah
1) Dimensi Sikap
Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap:
a) Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME,
b) Berkarakter, jujur, dan peduli,
c) Bertanggung jawab,
d) Pembelajar sejati sepanjang hayat, dan
e) Sehat jasmani dan rohani sesuai dengan perkembangan anak di
lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam
sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan internasional.
2) Dimensi Pengetahuan
Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakog-
nitif pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks berkenaan
dengan:
a) Ilmu pengetahuan;
b) Teknologi;
c) Seni;
d) Budaya dan;
e) Humaniora.
Mampu mengaitkan pengetahuan di atas dalam konteks diri sendiri,
keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa,
negara, serta kawasan regional dan internasional.
i. Faktual:
Pengetahuan teknis dan spesifik, detail dan kompleks berkenaan
dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait
dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara,
kawasan regional, dan internasional.
ii. Konseptual:
Terminologi/istilah dan klasifikasi, kategori, prinsip, generalisasi,
teori, model, dan struktur yang digunakan terkait dengan
pengetahuan teknis dan spesifik, detail dan kompleks berkenaan
dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait
dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara,
kawasan regional, dan internasional.

14
iii. Prosedural:
Pengetahuan tentang cara melakukan sesuatu atau kegiatan yang
terkait dengan pengetahuan teknis, spesifik, algoritma, metode, dan
kriteria untuk menentukan prosedur yang sesuai berkenaan dengan
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya, terkait dengan
masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan
regional, dan internasional.
iv. Metakognitif:
Pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri sendiri dan
menggunakannya dalam mempelajari pengetahuan teknis, detail,
spesifik, kompleks, kontekstual dan kondisional berkenaan dengan
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan
masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan
regional, dan internasional.
3) Dimensi Ketrampilan
Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak:
a) Kreatif,
b) Produktif,
c) Kritis,
d) Mandiri,
e) Kolaboratif, dan
f) Komunikatif.
Melalui pendekatan ilmiah sebagai pengembangan dari yang dipelajari di
satuan pendidikan dan sumber lain secara mandiri.
b. SKL Pendidikan Menengah Kejuruan
Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Menengah Kejuruan adalah kriteria
mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap,
pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan bidang dan lingkup kerja.
Dalam merumuskan SKL PMK dimulai dengan menentukan profil lulusan
PMK, sebagai berikut.
1) Beriman, bertakwa, dan berbudi-pekerti luhur;
2) Memiliki sikap mental yang kuat untuk mengembangkan diri secara
berkelanjutan;
3) Menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni serta memiliki
keterampilan sesuai dengan kebutuhan pembangunan;

15
4) Memiliki kemampuan produktif sesuai dengan bidang keahliannya baik
untuk bekerja pada pihak lain atau berwirausaha, dan
5) Berkontribusi dalam pengembangan industri Indonesia yang kompetitif
menghadapi pasar global.
i. Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Menengah Kejuruan Dimensi Sikap
Berperilaku yang mencerminkan sikap:
a. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME;
b. Jujur, disiplin, empati, dan pembelajar sejati sepanjang hayat;
c. Bangga dan cinta tanah air, bangga pada profesinya, dan berbudaya
nasional;
d. Memelihara kesehatan jasmani, rohani, dan lingkungan;
e. Berpikir kritis, kreatif, beretika-kerja, bekerja sama, berkomunikasi, dan
bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab
membimbing orang lain sesuai bidang dan lingkup kerja dalam konteks diri
sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat, bangsa, negara, dan industri
lingkup lokal, nasional, regional, dan internasional.
ii. Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Menengah Kejuruan Dimensi
Pengetahuan
Berfikir secara faktual, konseptual, operasional dasar, prinsip, dan
metakognitif sesuai denganbidang dan lingkup kerjapada tingkat teknis,
spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan:
a. Ilmu pengetahuan,
b. Teknologi,
c. Seni,
d. Budaya, dan
e. Humaniora.
Dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat lokal, nasional, regional, dan
internasional.
iii. Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Menengah Kejuruan Dimensi
Keterampilan
Bertindak produktif, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif dalam:
1) Melaksanakan tugas dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur
kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai
dengan bidang kerja, dan

16
2) Menampilkan kinerja mandiri dengan pengawasan langsung atasan
berdasarkan kuantitas dan kualitas terukur sesuai standar kompetensi kerja,
dan dapat diberi tugas membimbing orang lain.
4. Deskripsi KKNI Level 2
Deskripsi Jenjang Kualifikasi 2 KKNI:
a. Mampu melaksanakan satu tugas spesifik, dengan menggunakan alat, dan
informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan, serta menunjukkan
kinerja dengan mutu yang terukur, di bawah pengawasan langsung
atasannya;
b. Memiliki pengetahuan operasional dasar dan pengetahuan faktual bidang
kerja yang spesifik, sehingga mampu memilih pemecahan yang tersedia
terhadap masalah yang lazim timbul;
c. Bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung
jawab membimbing orang lain.

B. DESKRIPSI STANDAR KOMPETENSI PMK 3 BERDASARKAN KI


Kompetensi Inti :
1. Sikap Spritual (KI-1) :
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Sikap Sosial (KI-2) :
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong
royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan
proaktif melalui keteladanan, pemberian nasehat, penguatan, pembiasaan, dan
pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai
bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Pengetahuan (KI-3) :
Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang
pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai
dengan bidang dan lingkup kerja pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan
kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari
keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan

17
internasional.
4. Keterampilan (KI-4) :
a. Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan
prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah
sederhana sesuai dengan bidang kerja.
b. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang
terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.
c. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara
efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan
solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di
bawah pengawasan langsung.
d. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru,
membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami, dalam ranah konkret
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

18
BAB III
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A. STRUKTUR KURIKULUM SMKS SIANG 1 STM SIANG SURABAYA


Bidang Keahlian : Teknologi dan Rekayasa
Program Keahlian : Teknik Otomotif
Kompetensi Keahlian : Teknik Kendaraan Ringan Otomotif
Teknik dan Bisnis Sepeda Motor

MATA PELAJARAN ALOKASI


WAKTU
A. Muatan Nasional
1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 318
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 212
3. Bahasa Indonesia 354
4. Matematika 424
5. Sejarah Indonesia 108
6. Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lainnya 352
B. Muatan Kewilayahan
7. Seni Budaya 108
8. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 144
9. Bahasa Jawa 192
C. Muatan Peminatan Kejuruan
C1. Dasar Bidang Keahlian
10. Simulasi dan Komunikasi Digital 108
11. Fisika 108
12 Kimia 108
C2. Dasar Program Keahlian
13. Gambar Teknik Otomotif 144
14 Teknologi Dasar Otomotif 144
15 Pekerjaan Dasar Otomotif 180
C3. Kompetensi Keahlian : Teknik Kendaraan Ringan Otomotif
16. Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan 594

19
17 Pemeliharaan Sasis dan Pemindah Tenaga Kendaraan Ringan 560
18 Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan 560
19 Produk Kreatif dan Kewirausahaan 350
Jumlah C (C1, C2, dan C3) 2.856
Total 4.876
C3. Kompetensi Keahlian : Teknik dan Bisnis Sepeda Motor

16. Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor 594


17. Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor 560
18. Pemeliharaan Listrik Sepeda Motor 560
19. Produk Kreatif dan Kewirausahaan 350
Jumlah C (C1, C2, dan C3) 2.856
Total 4.876

20
Bidang Keahlian : Teknologi dan Rekayasa
Program Keahlian : Teknik Otomotif
Kompetensi Keahlian : Teknik Kendaraan Ringan Otomotif
Teknik dan Bisnis Sepeda Motor

KELAS
MATA PELAJARAN X XI XII
1 2 1 2 1 2
A. Muatan Nasional
1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3 3 3 3
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2 2 2 2 2
3. Bahasa Indonesia 4 4 3 3 3 3
4. Matematika 4 4 4 4 4 4
5. Sejarah Indonesia 3 3 - - - -
6. Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lainnya 3 3 3 3 4 4
B. Muatan Kewilayahan

7. Seni Budaya 3 3 - - - -
8. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 2 2 2 2 - -
9 Bahasa Jawa 2 2 2 2 2 2
C. Muatan Peminatan Kejuruan

C1. Dasar Bidang Keahlian

10. Simulasi dan Komunikasi Digital 3 3 - - - -


11 Fisika 4 4 - - - -
12 Kimia 3 3 - - - -
C2. Dasar Program Keahlian

13. Gambar Teknik Otomotif 4 4 - - - -


14. Teknologi Dasar Otomotif 4 4 - - - -
15. Pekerjaan Dasar Otomotif 5 5 - - - -
C3. Kompetensi Keahlian : Teknik Kendaraan Ringan Otomotif

16. Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan - - 8 8 9 9

17. Pemeliharaan Sasis dan Pemindah Tenaga - - 8 8 8 8


Kendaraan Ringan
18. Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan - - 8 8 8 8
19. Produk Kreatif dan Kewirausahaan - - 5 5 5 5
C3. Kompetensi Keahlian : Teknik dan Bisnis Sepeda Motor

21
16. Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor - - 8 8 9 9
17. Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor - - 8 8 8 8
18. Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda Motor - - 8 8 8 8
19. Produk Kreatif dan Kewirausahaan - - 5 5 5 5

B. MUATAN KURIKULUM
1. Muatan Nasional
a. Pendidikan agama dan budi pekerti
b. Pendidikan pancasila dan kewarganegaraan
c. Bahasa Indonesia
d. Matematika
e. Sejarah Indonesia
f. Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lainnya
2. Muatan Kewilayahan
a. Seni Budaya
b. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
c. Bahasa Jawa
3. Muatan Peminatan Kejuruan
C1. Dasar Bidang Keahlian
a. Simulasi dan Komunikasi Digital
b. Fisika
c. Kimia
C2. Dasar Program Keahlian
a. Gambar Teknik Otomotif
b. Teknologi Dasar Otomotif
c. Pekerjaan Dasar Otomotif
C3. Kompetensi Keahlian : Teknik Kendaraan Ringan Otomotif
a. Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
b. Pemeliharaan Sasis dan Pemindah Tenaga Kendaraan Ringan
c. Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan
d. Produk Kreatif dan Kewirausahaan
C3. Kompetensi Keahlian : Teknik dan Bisnis Sepeda Motor
a. Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor
b. Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor

22
c. Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda Motor
d. Produk Kreatif dan Kewirausahaan

C. STANDAR ISI MATA PELAJARAN


1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
a. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Tingkat Ruang
Kompetensi
Kompetensi Lingkup Materi
Tingkat Pendidikan Menghayati nilai-nilai Alquran dan Hadis
Menengah (Kelas X- rukun iman. Ayat-ayat Alquran pilih-
XII) Meyakini kebenaran an dan hadis terkait: Q.S.
dan berpegang teguh Al Anfal (8) : 72); Q.S.
kepada Al-Quran, Al- Hujurat (49) : 12; dan
Hadis, dan Ijtihad QS Al-Hujurat (49) : 10;
sebagai pedoman hi- Q.S. Al-Isra (17) : 32,
dup dan hukum Islam. dan Q.S. An Nur (24) : 2,
Berpakaian sesuai de- Q.S. Al- Maidah (5) : 48;
ngan ketentuan syariat Q.S. Az-Zumar (39): dan
Islam dalam kehidup- Q.S. At-Taubah (9): 105,
an sehari-hari. Q.S. Yunus (10): 40-41
Memahami dan me- dan Q.S. Al- Maidah (5)
nerapkan ketentuan : 32.
syariat Islam dalam Bacaan ayat-ayat Al-
penyelenggaraan jena- Quran pilihan.
zah, khotbah, tabligh, Hafalan ayat-ayat Al-
dan dakwah di masya- Quran pilihan.
rakat. Kandungan ayat-ayat Al-
Memahami manfaat Quran pilihan dan hadis
dan menunjukkan pe- terkait.
rilaku sesuai dengan Perilaku yang mencer-
akhlakul karimah yang minkan pemahaman ter-
mencerminkan hadap ayat-ayat Alquran
kesadaran beriman. pilihan dan hadis terkait.
Menganalisis dan me-
mahami makna As- Aqidah
maul Husna, rukun Iman kepada malaikat-
iman, surah dan ayat malaikat Allah SWT.
pilihan serta hadis Asmaul Husna: al-
yang terkait. Kariim, al- Mumin, al-
Memahami dan me- Wakiil, al-Matiin, al-
nelaah substansi dan Jaami, al-Adl, dan al-
strategi dakwah Akhiir.

23
Rasulullah saw. di Iman kepada kitab-kitab
Mekah dan di Madi- Allah SWT.
nah dan perkemba- Iman kepada rasul-rasul
ngan Islam pada masa Allah SWT.
kejayaan dan masa
modern (1800-seka- Akhlak dan Budi Pekerti
rang). Berpakaian Islami
Menelaah dan mem- Jujur dan perilaku yang
presentasikan prinsip- mencerminkan sifat ju-
prinsip, praktik eko- jur.
nomi dalam Islam. Hormat dan patuh ke-
Membaca dan men- pada orangtua dan guru
demonstrasikan ha- serta perilaku yang men-
palan surah dan ayat cerminkan sifat hormat
pilihan sesuai dengan dan patuh.
kaidah tajwid dan Perilaku kontrol diri
makhrajul huruf de- (mujahadah an nafs),
ngan lancar. prasangka baik (hus-
Meneladani dan men- nuzzhan), persau-daraan
ceritakan tokoh-tokoh (ukhuwah).
teladan dalam sema- Perilaku menghindari
ngat mencari ilmu. diri dari pergaulan bebas
Menyajikan dalil ten- dan perbuatan zina.
tang ketentuan dan Semangat menuntut
pengelolaan wakaf. ilmu, menerapkan dan
Mendeskripsikan ba- menyampaikannya ke-
haya perilaku tindak pada sesama.
kekerasan dalam ke- Sikap luhur budi, kokoh
hidupan. pen-dirian, pemberi rasa
aman, tawakal dan peri-
laku adil.
Sikap tangguh dan
menegakkan kebenaran.

Fiqih
Kebenaran hukum Islam.
Sumber hukum Islam.
Taat kepada hukum
Islam.
Berpakaian sesuai de-
ngan ketentuan syariat
Islam dalam kehidupan
sehari-hari.
Ketentuan dan pengelo-
laan wakaf.

24
Ketentuan penyelengga-
raan jenazah.
Ketentuan pelaksanaan
khotbah, tabligh dan
dakwah di masyarakat.
Prinsip-prinsip dan prak-
tik ekonomi dalam
Islam.
Sejarah Peradaban Islam.
Substansi dan strategi
dakwah Rasulullah saw.
di Mekah dan Madinah.
Sikap tangguh dan
sema-ngat menegakkan
kebe-naran.
Sikap semangat ukhuw-
wah Islamiyah.
Perkembangan peradab-
an Islam pada masa
kejayaan dan masa
modern (1800-
sekarang).
Sikap semangat menum-
buhkembangkan ilmu
pengetahuan dan kerja
keras.
Perilaku kreatif, inova-
tif, dan produktif.
Menghayati dan Alquran dan Hadis
memahami makna nilai- Ayat-ayat Alquran pili-
nilai keimanan dari han dan hadis terkait.
rukun iman. Bacaan ayat-ayat Al-
Menerapkan ketentuan Quran pilihan: Q.S. Ali
syariat Islam dalam Imran (3): 190-191, dan
kehidupan sehari- hari. Q.S. Ali Imran (3): 159,
Menunjukkan perilaku Q.S. Luqman (31): 13-
akhlakul karimah yang 14 dan Q.S. Al-Baqarah
mencerminkan (2): 83.
kesadaran beriman Hafalan ayat-ayat Al-
kepada Hari Akhir dan Quran pilihan.
kepada Qadha dan Kandungan ayat-ayat
Qadar Allah SWT. Al-Quran pilihan dan
Menganalisis surah dan hadis terkait.
ayat pilihan dan hadis Perilaku yang mencer-
terkait. minkan pemahaman ter-

25
Memahami dan hadap ayat-ayat Al-
menyajikan hikmah dan Quran pilihan dan hadis
manfaat saling terkait.
menasihati dan berbuat
baik (ihsan) dalam Aqidah
kehidupan. Nilai-nilai iman kepada
Memahami ketentuan Hari Akhir dan perilaku
dan memperagakan tata yang mencerminkan
cara pernikahan dalam iman kepada Hari
Islam, hak dan Akhir.
kedudukan wanita Nilai-nilai iman kepada
dalam keluarga, Qadha dan Qadar serta
pembagian waris perilaku yang mencer-
berdasarkan hukum minkan iman kepada
Islam. Qadha dan Qadar.
Membaca dan
mendemonstrasikan Akhlak dan Budi Pekerti
surah dan ayat pilihan Jujur dan perilaku yang
sesuai dengan kaidah mencerminkan sifat ju-
tajwid, makhrajul huruf, jur.
dan dengan tartil dan Hormat dan patuh kepa-
lancar. da orang tua dan guru
Menganalisis dan serta perilaku yang men-
mendeskripsikan cerminkan sifat hormat
strategi dakwah dan dan patuh.
perkembangan Islam di Hikmah dan manfaat
Indonesia, dan faktor- saling menasehati dan
faktor kemajuan dan berbuat baik (ihsan).
kemunduran peradaban Perilaku kompetitif da-
Islam di dunia. lam kebaikan dan kerja
keras.
Sikap toleran, rukun dan
menghindarkan diri dari
tindak kekerasan.
Perilaku kreatif, inova-
tif, dan produktif.

Fiqih
Ketentuan syariat Islam
dalam melaksanakan
pernikahan dan perawa-
tan jenazah.
Prinsip dan praktik eko-
nomi Islam.

26
Hak dan kedudukan wa-
nita dalam keluarga.
Ketentuan syariat Islam
dalam melakukan pem-
bagian harta warisan.
Khotbah, tabligh dan
dakwah.

Sejarah Peradaban Islam


Sikap semangat melaku-
kan penelitian di bidang
ilmu pengetahuan seba-
gai implementasi dari
pemahaman dan per-
kembangan Islam di du-
nia.
Strategi dakwah dan
perkembangan Islam di
Indonesia.
Faktor-faktor kemajuan
dan kemunduran per-
adaban Islam di dunia.

b. Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti


Tingkat Ruang Lingkup
Kompetensi
Kompetensi Materi
Tingkat Pendidikan Menjelaskan Allah se- Allah Tritunggal dan
Menengah (Kelas X-XII) bagai pembaharu mela- karya-Nya
lui Roh Kudus. Allah sebagai pembaharu
Menerapkan nilai-nilai kehidupan melalui Roh
kristiani dalam kehidup- Kudus.
an moderen. Kebudayaan dan IPTEK
Menganalisis nilai de- sebagai anugerah Tuhan.
mokrasi, multikultural-
isme dan HAM sebagai Nilai-nilai Kristiani
anugerah Allah. Menjadi manusia dewasa
Mewujudkan demokra- dalam iman.
si, keadilan dan HAM Makna kesetiaan.
serta perdamaian. Keadilan dan kasih.
Pertemanan, persahabat-
an, dan berpacaran.
Nilai kristiani dalam ke-
luarga dan masyarakat.

27
Keluarga dan modern-
isasi.
Keluarga dan sekolah se-
bagai lembaga pendidik-
an utama.

Allah Tritunggal dan


karya-Nya
Demokrasi sebagai anu-
gerah Allah.
Hak asasi manusia
(HAM) dalam perspektif
iman Kristen.
Multikulturalisme.

Nilai-nilai kristiani
Keadilan gender.
Proaktif dalam mewu-
judkan demokrasi dan
HAM.
Turut memperjuangkan
keadilan.
Menjadi pembawa damai
sejahtera.

c. Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti


Tingkat Ruang
Kompetensi
Kompetensi Lingkup Materi
Tingkat Pendidikan Memahami dan mensyu- Pribadi Peserta Didik
Menengah (Kelas X-XII) kuri diri dengan segala Laki-laki dan perempuan
kemampuan dan keter- saling melengkapi.
batasannya. Suara hati.
Memahami dan meng-
hayati jati diri sebagai Yesus Kristus
perempuan atau laki-laki Yesus sebagai juru
yang saling melengkapi selamat, sahabat, dan
dan sederajat. idola.
Memiliki sikap saling Tritunggal Maha Kudus.
menghargai sebagai se-
sama manusia yang di- Gereja
ciptakan sebagai citra Gereja yang terbuka.
Allah yang bersaudara Sifat-sifat gereja sebagai
satu sama lain. dasar kerasulan.
Tugas pokok gereja.

28
Mampu mematuhi suara Hierarki Gereja.
hati dan bertindak secara
benar serta tepat. Masyarakat
Memahami dan bangga Sikap kritis terhadap
akan Yesus Kristus yang kemajuan teknologi.
mewartakan dan mem- Hak asasi manusia.
perjuangkan Kerajaan Penghormatan terhadap
Allah sampai me- kehidupan.
ngorbankan hidup-Nya.
Mensyukuri dan mene-
ladani pengorbanan
Kristus dalam memper-
juangkan Kerajaan
Allah.
Memahami dan percaya
akan Yesus Kristus
sebagai Juru Selamat,
sahabat dan idola.
Meyakini dan mengha-
yati ajaran Yesus ten-
tang Allah Tritunggal
dan Roh Kudus.
Memahami dan meng-
hayati Gereja sebagai
umat Allah yang ter-
buka.
Memahami sifat-sifat
Gereja sebagai dasar
kerasulan.
Memahami dan melak-
sanakan tugas pokok
Gereja sebagai murid
Yesus Kristus.
Memahami dan meng-
hormati fungsi dan pe-
ranan hierarki.
Menyadari dan terlibat
dalam panggilan Gereja
di dunia.
Memahami, menghargai
dan memperjuangkan
hak asasi manusia.
Memahami dan meng-
hormati kehidupan.

29
Bersikap kritis terhadap
perkembangan teknologi
dan ideologi dalam ma-
syarakat.
Meyakini bahwa dirinya
harus melaksanakan
panggilan hidupnya se-
bagai umat Allah
(Gereja).
Mensyukuri panggilan
hidupnya sebagai umat
Allah.
Menerima ajaran Yesus
tentang nilai-nilai kea-
dilan, kejujuran, kebe-
naran, perdamaian dan
keutuhan ciptaan, serta
menerapkannya dalam
hidup sehari-hari.
Sebagai anggota Gereja
menerima, menghormati
dan mensyukuri kemaje-
mukan bangsa Indonesia
sebagai anugerah Allah.
Memiliki sikap terbuka
terhadap umat beragama
lain.
Mengamalkan imannya
dengan berperan aktif
dalam membangun
bangsa dan Negara
Indonesia.

d. Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti


Tingkat Ruang
Kompetensi
Kompetensi Lingkup Materi
Tingkat Pendidikan Menumbuhkan / mem- Doa/salam Om Swas-
Menengah (Kelas X- bangun kepercayaan tyastu, Doa mulai belajar,
XII) terhadap doa/mantram Doa makan, Doa bangun
dan pengucapan salam. pagi, Doa memulai kegi-
Menghargai dan toleran atan, Doa memohon ke-
terhadap sesama manu- sembuhan.
sia dan mahluk ciptaan Salam Parama santih Om
Tuhan. santih santih Santih Om.

30
Berperilaku jujur terha- Bhakti dan hormat pada
dap sesama dan mahluk orangtua, guru di seko-
lain. lah.
Menjaga kelestarian Teman-teman di sekolah.
lingkungan rumah dan Lingkungan sekolah dan
sekolah serta lingkung- rumah.
an secara umum. Kejujuran (Satya).
Memahami dan meng- Hakikat dan nilai-nilai
hayati ajaran tentang: Yaja yang terkandung
Yadnya dalam Rama- dalam kitab Ramayana.
yana dan Mahabharata, Ajaran Upaveda sebagai
ajaran Upaweda, haki- tuntunan hidup.
kat Padewasan (wari- Hakikat padewasan (wa-
ga), Darsana, Catur riga) dalam kehidupan
Asrama, Catur Warna, umat Hindu.
ajaran Yoga, Catur Ajaran Darsana dalam
Marga, Wibhuti Marga, agama Hindu.
Manawdharmasastra Ajaran Catur
sebagai kitab hukum
Hindu, ajaran Prawerti Asrama
dan Niwerti, Catur Perilaku gotong royong
Purushartha, Grihastha dan kerjasama, serta ber-
berikut Wiwaha Hindu. interaksi secara efektif
Memberi analisis ten- dengan menjalankan aja-
tang berbagai penyim- ran Catur Warna sesuai
pangan implementasi sastra Hindu.
ajaran Grhastha Asrama Grhastha Asrama dan
dan prinsip prinsip Wiwaha Samskara.
wiwaha samskara.
Pengertian dan pelaksa-
Mempraktekkan ajaran naan Yoga menurut Sas-
Yoga Asanas. tra Hindu.
Menyajikan contoh-
Hakikat dan nilai-nilai
contoh riil implementasi Yaja yang terkandung
yadnya dalam Ramaya-
dalam kitab Mahabha-
na dan Mahabharata. rata.
Menyajikan contoh da-
Ajaran Catur Marga se-
lam kehidupan tentang bagai jalan berhubungan
implementasi ajaran : dengan Sang Hyang
Catur Marga, Prawerti
Widhi.
dan Niwerti.
Ajaran Wibuthi Marga
dalam kehidupan.
Kitab Manawa Dharma
Sastra sebagai kitab
hukum Hindu.

31
Nilai-nilai ajaran Niwerti
dan Prawerti Marga da-
lam kehidupan.
Hakikat ajaran Catur
Purusarta dalam kehidu-
pan sehari- hari.
Perilaku bertanggung ja-
wab, peduli, santun dan
cinta damai, untuk men-
ciptakan keluarga yang
rukun bahagia dan sejah-
tera sesuai ajaran wi-
waha.
Menumbuhkan / mem- Doa/salam Om Swas-
bangun kepercayaan tyastu, Doa mulai belajar,
terhadap doa/mantram Doa makan, Doa bangun
dan pengucapan salam. pagi, Doa memulai
Menghargai dan toleran kegiatan, Doa memohon
terhadap sesama manu- kesembuhan.
sia dan mahluk ciptaan Salam Parama santih Om
Tuhan. santih santih Santih Om.
Berperilaku jujur terha- Bhakti dan hormat pada
dap sesama dan mahluk orangtua, guru di
lain. sekolah.
Menjaga kelestarian Teman-teman di sekolah.
ling-kungan rumah dan Lingkungan sekolah dan
sekolah serta lingkung- rumah.
an secara umum. Kejujuran (Satya).
Memahami dan meng- Ajaran Moksha dalam
hayati ajaran tentang : Susastra Veda.
Moksha, Weda sebagai Sumber-sumber Hukum
sumber hukum Hindu, Hindu dalam Susastra
Tri Purusha, Ajaran Veda.
Disiplin dalam Dasa Kebudayaan Prasejarah
Yama dan Dasa Niyama dan Sejarah, teori-teori
Bratha, Yantra Tantra- masuknya agama Hindu
Mantra, Nawa Wida di Indonesia.
Bhakti, Astangga Yoga. Ajaran Yantra, Tantra
Memberi analisis terha- dan Mantra.
dap perkembangan seja- Ajaran Nawa Widha
rah masuknya agama Bhakti.
Hindu ke Indonesia. Ajaran Tri Purusha.
Menunjukkan contoh Sikap disiplin, peduli dan
tentang perilaku disiplin bertanggung jawab sesu-
sebagai implementasi

32
ajaran Dasa Yama Dasa ai dengan Ajaran Dasa
Niyama Bratha, imple- Yama Bratha.
mentasi ajaran Nawa Sikap disiplin, peduli dan
Widha Bhakti. bertanggung jawab sesu-
ai dengan Ajaran Dasa
Nyama Bratha.
Contoh-contoh perbuat-
an disiplin sebagai imple-
mentasi ajaran Dasa
Yama dan Niyama
Bratha.

e. Pendidikan Agama Budha dan Budi Pekerti


Tingkat Ruang
Kompetensi
Kompetensi Lingkup Materi
Tingkat Pendidikan Merumuskan peranan Keyakinan (Saddha)
Menengah (Kelas X-XII) agama dalam kehidupan Agama, Tujuan Hidup,
sehari-hari. dan Perlindungan.
Mendeskripsikan berba- Agama Buddha dan
gai fenomena kehidup- IPTEK.
an sesuai proses kerja Hukum tertib kosmis
hukum kebenaran dan (niyama).
tertib kosmis (niyama). Hukum Kebenaran.
Merumuskan puja ter- Puja dan doa.
kait dengan budaya.
Mendeskripsikan seja- Kitab Suci Tripitaka
rah dan penulisan kitab Sejarah penulisan Tripi-
suci Tripitaka. taka.
Memahami aspek dan
prinsip-prinsip sila. Perilaku/moral (Sila)
Aspek-aspek dan klasifi-
kasi sila.
Prinsip-prinsip normatif
dan kriteria baik dan
buruk perbuatan.
Mendeskripsikan alam Keyakinan (Saddha)
semesta dan alam kehi- Alam semesta dan alam
dupan. kehidupan.
Menganalisis masalah-
masalah sosial ditinjau Perilaku/moral (Sila)
dari agama Buddha. Masalah sosial dalam
Mendeskripsikan dan agama Buddha.
mempraktikkan medita- Meditasi (Samadhi)
si pandangan terang.

33
Meditasi pandangan te-
rang.

f. Pendidikan Agama Konghucu dan Budi Pekerti


Tingkat Ruang
Kompetensi
Kompetensi Lingkup Materi
Tingkat Pendidikan Kemampuan memaha- Keimanan
Menengah (Kelas X-XII) mi kebesaran dan keku- Penyebutan nama Tuhan.
asaan Tian atas hidup Sifat - sifat kebajikan
dan kehidupan di dunia Tuhan.
ini. Jalan Suci dan Hukum
Kemampuan memaha- Suci.
mi hakikat dan sifat da-
sar manusia. Tuhan
Kemampuan memaha- Kehendak bebas.
mi hakikat dan makna Prinsip hukum alam.
ibadah. Menentukan kualitas hi-
Kemampuan memaha- dup.
mi makna dan mem-
praktikkan persembah- Perilaku Junzi
yangan kepada Tian. Konsep dasar Yin Yang.
Kemampuan menjelas- Manusia makhluk termu-
kan karya dan nilai ke- lia.
teladanan para nabi dan Sifat dasar manusia.
raja suci. Mengapa manusia ber-
Kemampuan menjelas- buat jahat.
kan sejarah masuknya
agama Khonghucu, Tata Ibadah
perkembangan, dan ek- Lagu-lagu rohani.
sistensi agama Khong- Hakikat dan makna iba-
hucu di Indonesia. dah.
Kemampuan mengenal Pokok-pokok peribadah-
tempat ibadah umat an umat Khonghucu.
Khonghucu.
Ji Si (sembahyang).
Kemampuan memaha-
Gong Jing (hormat -
mi makna perbedaan,
sujud).
dan mengembangkan
Qi Dao syukur- harap.
sikap toleransi dan
Mo Shi (diam memaha-
kerukunan.
mi).
Kemampuan memaha-
mi pembinaan diri se-
Tata Ibadah
bagai kewajiban pokok
Macam-macam sembah-
setiap manusia.
yang kepada Tuhan.
Kemampuan memaha-
mi dan mengamalkan

34
Xiao (laku bakti) seba- Sembahyang Jin Tian
gai pokok kebajikan. Gong, Duan Yang,
Kemampuan menjelas- Zhong Qiu, dan Dong
kan dan melakukan Zhi.
upacara (sembahyang)
kepada para Suci (Shen Sejarah Suci
Ming). Wahyu He Tu, Wahyu
Kemampuan memaha- Liu Tu, Wahyu Luo Shu,
mi Nabi Kongzi seba- Wahyu Dan Shu, Wahyu
gai Tian Zi Mu Duo. Yu Shu.
Kemampuan menjelas-
kan dan menerapkan Sejarah Suci
prinsip-prinsip moral Istilah asli agama
yang diajarkan Mengzi. Khonghucu.
Kemampuan memaha- Nabi besar penyempurna
mi dan melakukan Ru Jiao.
upacara-upacara per- Agama Khonghucu di
sembahyangan kepada Indonesia.
leluhur. Agama Khonghucu di
Kemampuan menjelas- era Reformasi.
kan makna Cinta kasih
dan kebenaran serta Tata Ibadah
mempraktikkannya. Tempat-tempat ibadah
Melaksanakan upacara umat Khonghucu.
sembahyang kepada Sejarah makna dan fung-
para suci (Shenming) si kelenteng.
di kelenteng. Macam dan jenis kelen-
Merumuskan sikap dan teng
tindakan yang harus Tradisi - tradisi dalam
dilakukan untuk me- kelenteng.
ngembangkan agama
Khonghucu ke depan. Perilaku Junzi
Menceritakan pengala- Filosofi Yin Yang.
man spiritual akan Perbedaan yang men-
kebesaran dan kekuasa- dasari.
an Tian. Naluri menolak perbeda-
Mempraktikkan per- an.
buatan menolong orang Toleransi.
sebagai bentuk ibadah Toleransi dalam perbe-
nyata. daan.
Mempraktikkan latihan Kerukunan dalam per-
pernafasan untuk men- bedaan.
jaga kesehatan badan
dan rohani (Jing Zhuo).

35
Mempraktekkan peri- Perilaku Junzi
laku cinta kasih dan ke- Makna pentingnya pem-
benaran yang berman- binaan diri.
faat mempererat per- Pembinaan diri kewajib-
saudaraan dan persaha- an pokok setiap manusia.
batan. Proses pembinaan diri.

Perilaku Junzi
Makna dan arti kata
Xiao.
Xiao sebagai pokok
kebajikan.
Bakti kepada orangtua.
Akhir laku bakti.

Tata Ibadah
Sembahyang Jing He
Ping.
Hari persaudaraan.
Tata cara sembahyang
Jing He Ping.
Bakti sosial pada hari
persaudaraan.

Sejarah Suci
Nenek moyang Nabi
Kongzi.
Abad kelahiran Nabi
Kongzi.
Kiprah Nabi Kongzi di
Negeri Lu.
Nabi Kongzi sebagai Mu
Duo Tian.
Simbol suci Nabi
Kongzi.
Nama gelar Nabi
Kongzi.
Akhir kehidupan Nabi
Kongzi.

Perilaku Junzi
Masa awal kehidupan
Mengzi.
Kehidupan profesional
Mengzi.

36
Prinsip - prinsip Morali-
tas.
Cara mengajar.

Tata Ibadah
Dasar iman sembahyang
kepada leluhur.
Saat-saat sembahyang
kepada leluhur.
Sembahyang Chu Yi dan
Shi Wu.
Sembahyang Qing Ming.
Sembahyang hari wafat
leluhur (Zu Ji).
Sembahyang menjelang
penutupan tahun (Chu
Xi).
Sembahyang Zhong
Yuan.

Perilaku Junzi
Ren berdasarkan termi-
nologi karakter huruf.
Ayat suci tentang ren.
Makna cinta kasih.
Pengamalan sikap cinta
kasih.
Arti Yi berdasarkan ka-
rakter.
Benih kebenaran.
Yi sebagai jalan (sela-
mat) bagi manusia.
Yi, dalam hidup kedunia-
wian.
Rasa tidak suka itu benih
kebenaran.
Berpegang teguh pada
kebenaran.
Kemampuan menjelas- Kitab Suci
kan (secara umum) isi Makna Kitab Suci.
dari kitab yang pokok Sejarah perkembangan
(Si Shu) dan isi kitab kitab suci agama
yang mendasari (Wu Khonghucu.
Jing). Si Shu kitab yang pokok.

37
Kemampuan memaha- Wu Jing kitab yang
mi makna dan penerap- mendasari.
an sikap Zhong Shu
(Satya dan tepa selira). Perilaku Junzi
Kemampuan memaha- Karakteristik dan pelak-
mi pentingnya pendi- sanaan sikap huruf
dikan dan belajar Zhong.
dalam menggenapi ko- Karakteristik huruf Shu
drat suci kemanusiaan. dan pengamalan sikap
Kemampuan memaha- dan laku tepa selira
mi makna dan menja- (Shu).
lankan sikap hidup
Tengah Sempurna. Perilaku Junzi
Kemampuan menjelas- Tujuan Belajar.
kan makna agamis Xin Konsep dasar belajar dan
Chun (tahun baru penerapannya.
Kongzi-li) dan kaitan- Belajar sebagai proses
nya dengan tradisi dan pembinaan diri.
budaya. Metodologi belajar.
Kemampuan memaha- Belajar berarti praktik.
mi dan menerapkan si- Perilaku Junzi
kap dan karakter Junzi. Definisi Zhong (tengah)
Menunjukkan sikap tengah sempurna.
orang yang suka bela- Jalan suci sulit terlaksa-
jar. na.
Melaksanakan ajaran Misi utama ajaran
Zhongshu (tepa selira) Khonghucu.
dalam kehidupan nya-
ta. Tata Ibadah
Melaksanakan hidup Lagu-lagu rohani.
Tengah Sempurna da- Peredaran empat musim.
lam kehidupan nyata Mengenal sistem pe-
(Zhong Yung). nanggalan.
Menjelaskan makna Penentuan awal Tahun
Tahun Baru Kongzi-li Kalender Kongzi-li.
dari ajaran agama
Penentuan jatuhnya
Khonghucu.
Tahun Baru Kongzi- li.
Memahami makna
Makna Tahun Baru
Junzi sebagai cita- cita
Kongzi-li di Indonesia.
umat agama Khong-
Budaya dan tradisi yang
hucu menjadi orang
mengikuti Tahun Baru
suci dan bijak.
Kongzi- li.
Tahun Baru Kongzi-li di
Indonesia.

38
Perilaku Junzi.
Arti dan makna Junzi,
prinsip utama Junzi, pri-
badi Junzi.

2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan


Tingkat Ruang
Kompetensi
Kompetensi Lingkup Materi
Tingkat Pendidikan Menganalisis, dan me- Dinamika kasus - kasus
Menengah (Kelas X-XII) nyajikan kasus - kasus pelanggaran HAM beser-
pelanggaran HAM yang ta penanganannya secara
tidak sesuai dengan adil.
nilai- nilai Pancasila. Nilai dan moral yang
Menyajikan bentuk dan terkandung dalam pasal-
kedaulatan negara ber- pasal Undang - Undang
dasarkan Undang- Dasar Negara Republik
Undang Dasar Negara Indonesia Tahun 1945.
Republik Semangat mengatasi an-
Indonesia
Tahun 1945. caman untuk memba-
Menunjukkan sikap po- ngun integrasi nasional
sitif terhadap NKRI dalam bingkai Bhinneka
dilihat dari konteks geo- Tunggal Ika.
politik. Dinamika kehidupan ber-
Berinteraksi dengan te- bangsa dan bernegara se-
man dan orang lain ber- suai konsep NKRI dan
dasarkan prinsip saling geopolitik Indonesia.
menghormati, dan
menghargai dalam ke-
beragaman suku, aga-
ma, ras, budaya dan
gender.
Mengamalkan dengan
dasar: kesadaran nilai,
moral, norma, prinsip,
spirit dan tanggung ja-
wab keseluruhan entitas
kehidupan yang berke-
adaban.
Menunjukkan sikap po- Nilai ideal, instrumental,
sitif terhadap nilai fun- dan praksis sila - sila
damental, instrumental, Pancasila.
dan praksis sila - sila Dinamika pelaksanaan
Pancasila. pasal-pasal yang menga-
Menganalisis pengelo- tur tentang keuangan ne-
laan kekuasaan Negara

39
sesuai dengan Undang- gara dan kekuasaan keha-
Undang Dasar Negara kiman.
Republik Indonesia Dinamika pengelolaan
Tahun 1945. dan penyalahgunaan we-
Menganalisis strategi wenang oleh pejabat
yang diterapkan Indo- negara serta penanga-
nesia dalam menyele- nannya (Kolusi, Korupsi,
saikan ancaman dalam dan Nepotisme).
bingkai Bhinneka Tung- Strategi yang diterapkan
gal Ika. dalam memperkokoh
Menganalisis penye- persatuan dengan bingkai
lenggaraan Negara da- Bhinneka Tunggal Ika.
lam konsep NKRI dan Dinamika penyelengga-
konsep Negara federal. raan negara dalam kon-
Mengamalkan (dengan sep NKRI dan konsep
dasar: kesadaran nilai, Negara federal.
moral, norma, prinsip,
spirit dan tanggung
jawab) makna kehi-
dupan berbangsa dan
bernegara Indonesia
yang berkeadaban.

3. Bahasa Indonesia
Tingkat Ruang
Kompetensi
Kompetensi Lingkup Materi
Tingkat Pendidikan Memiliki perilaku jujur, Bentuk teks genre cerita
Menengah (Kelas X-XII) tanggung jawab, peduli, (teks anekdot, pantun, ce-
responsif dan santun rita ulang), faktual (la-
dalam menggunakan poran hasil observasi,
bahasa Indonesia untuk eksposisi, prosedur kom-
menanggapi fenomena pleks, eksplanasi kom-
alam dan sosial. pleks), dan tanggapan
Mengenal konteks bu- (teks negosiasi dan reviu
daya dan konteks sosial, film/drama).
satuan kebahasaan, ser- Struktur teks bergenre
ta unsur paralinguistik cerita (teks anekdot, pan-
dalam penyajian teks. tun, cerita ulang), faktual
Memahami bentuk, (laporan hasil observasi,
struktur, dan kaidah teks prosedur kompleks, eks-
dalam genre cerita, fak- planasi kompleks), dan
tual, dan tanggapan. tanggapan (teks nego-
Membandingkan dan siasi dan reviu film/dra-
menganalisis teks dalam ma).

40
genre cerita, faktual, Konteks budaya dan
dan tanggapan. situasi yang melatarbe-
Mengklasifikasi teks lakangi lahirnya sebuah
dalam genre cerita, fak- teks.
tual, dan tanggapan. Satuan bahasa pemben-
Memilih teks sesuai de- tuk teks: bunyi bahasa,
ngan genre untuk meng- fonem, suku kata, morf,
ungkapkan gagasan. kata, kelas kata, diksi,
Menemukan makna teks frasa.
dalam genre faktual, Penanda kebahasaan da-
tanggapan, dan cerita. lam teks.
Menyajikan teks dalam Paralinguistik (lafal, ke-
genre faktual, tanggap- lantangan, intonasi, tem-
an, dan cerita secara po, gestur, dan mimik).
lisan dan tulis dan me-
nyuntingnya.
Mengabstraksi teks da-
lam genre faktual, tang-
gapan, dan cerita secara
lisan dan tulis.
Mengalihkan teks da-
lam genre faktual, tang-
gapan, dan cerita secara
lisan dan tulis ke dalam
bentuk lain.
Memiliki sikap jujur, Bentuk teks genre cerita
disiplin, dan peduli da- (teks cerita sejarah, no-
lam menanggapi feno- vel), faktual (berita), dan
mena alam dan sosial. tanggapan (teks iklan,
Mengenal konteks bu- editorial/opini).
daya dan konteks sosial, Struktur dan fitur bahasa
satuan kebahasaan, ser- teks genre cerita (teks
ta unsur paralinguistik anekdot, pantun, cerita
dalam penyajian teks. ulang ), faktual ( laporan
Memahami bentuk, hasil observasi, prosedur
struktur, dan kaidah teks kompleks, eksplanasi
dalam genre cerita, fak- kompleks), dan tanggap-
tual, dan tanggapan. an (teks negosiasi).
Membandingkan dan Konteks budaya dan si-
menganalisis teks dalam tuasi yang melatarbela-
genre cerita, faktual, kangi lahirnya sebuah
dan tanggapan. teks.
Menemukan makna teks Satuan bahasa pemben-
dalam genre faktual, tuk teks: klausa, kalimat
tanggapan, dan cerita.

41
Mengklasifikasi teks inti, kalimat tunggal, ka-
dalam genre cerita, fak- limat majemuk.
tual, dan tanggapan. Penanda kebahasaan da-
Memilih teks dalam lam teks.
genre faktual, tanggap- Paralinguistik (lafal, ke-
an, dan cerita untuk me- lantangan, intonasi, tem-
ngungkapkan gagasan. po, gestur, dan mimik).
Menyajikan teks dalam
genre faktual, tanggap-
an, dan cerita secara li-
san dan tulis dan me-
nyuntingnya.
Mengabstraksi teks da-
lam genre faktual, tang-
gapan, dan cerita secara
lisan dan tulis.
Mengalihkan teks da-
lam genre faktual, tang-
gapan, dan cerita secara
lisan dan tulis ke dalam
bentuk lain.

4. Matematika
Tingkat Ruang
Kompetensi
Kompetensi Lingkup Materi
Tingkat Pendidikan Menunjukkan sikap lo Bilangan Real.
Menengah (Kelas X-XII) gis, kritis, analitis, krea- Aljabar.
tif, cermat dan teliti, Geometri dan Transfor-
bertanggung jawab, res- masi.
ponsif, dan tidak mudah Dasar - dasar Trigonome-
menyerah dalam meme- tri.
cahkan masalah. Limit fungsi Aljabar.
Memiliki rasa ingin ta- Matriks.
hu, percaya diri, sema- Kombinatorika.
ngat belajar yang kon- Statistika dan Peluang.
tinu, pemikiran reflek- Turunan Fungsi Aljabar.
tif, dan ketertarikan pa-
Program Linear.
da matematika.
Memiliki rasa percaya
pada daya dan kegunaan
matematika, serta sikap
kritis yang terbentuk
melalui pengalaman
belajar.

42
Memiliki sikap terbuka,
objektif, dan menghar-
gai karya teman dalam
interaksi kelompok mau
pun aktivitas sehari-
hari.
Memiliki kemampuan
mengkomunikasikan
gagasan matematika de-
ngan jelas dan efektif.
Menjelaskan pola dan
menggunakannya untuk
melakukan prediksi dan
kecenderungan jangka
panjang; menggunakan-
nya untuk memprediksi
kecenderungan (trend)
atau memeriksa kesa-
hihan argumen.
Mengutarakan dan
menggali sifat - sifat
fungsi pangkat dan lo-
garitma, dengan me-
manfaatkan hubungan
saling inverse kedua-
nya.
Mengenal dan menggu-
nakan sifat- sifat aljabar
dalam menyelesaikan
masalah system persa-
maan dan pertidaksama-
an, dibantu dengan tek-
nik geometri, dan mem-
berikan tafsiran geome-
trinya.
Memahami dan meng-
gunakan konsep operasi
aljabar fungsi termasuk
komposisi.
Menggunakan sifat-
sifat transformasi untuk
menyelidiki keseba-
ngunan dan kekongru-
enan dan menggunakan-
nya untuk memahami

43
perbandingan trigono-
metri.
Memanfaatkan pende-
katan koordinat dalam
menyelesaikan masalah
geometri (dan juga alja-
bar pada umumnya).
Menggunakan konsep
limit untuk memahami
kecenderungan fungsi
dan menghampiri fung-
si.
Menggunakan konsep
turunan untuk mema-
hami kecenderungan
dalam laju perubahan
serta menggunakannya
dalam pemodelan.
Memberi estimasi de-
ngan menggunakan per-
hitungan mental dan
sifat-sifat aljabar dan
data statistik.
Pemanfaatan rasio dan
proporsi dalam menye-
derhanakan (scaling)
masalah, mengestimasi
dan menghitung peru-
bahan rasio (turunan).
Membandingkan dan
menilai keefektifan ber-
bagai metoda penyajian
data.
Memahami dan meng-
gunakan berbagai tek-
nik menghitung, dengan
prinsip perkalian seba-
gai prinsip perkalian
sentral.
Memahami konsep pe-
luang yang didasarkan
frekuensi relatif; me-
manfaatkan teknik kom-
binatorika dalam me-
nentukan peluang.

44
Menentukan strategi pe-
nyelesaian masalah
yang efektif, mengeva-
luasi hasil, dan melaku-
kan perumuman.
Menunjukkan sikap lo- Bilangan Real.
gis, kritis, analitis, krea- Aljabar.
tif, cermat dan teliti, Geometri Ruang.
bertanggung jawab, res- Bunga majemuk, Angsu-
ponsif, dan tidak mudah ran, Anuitas.
menyerah dalam meme- Pertumbuhan, dan Pelu-
cahkan masalah. ruhan.
Memiliki rasa ingin ta- Matriks dan Vektor.
hu, percaya diri, sema- Induksi matematika
ngat belajar yang konti- Integral.
nu, pemikiran reflektif
Logika.
dan ketertarikan pada
matematika.
Memiliki rasa percaya
pada daya dan kegunaan
matematika, serta sikap
kritis yang terbentuk
melalui pengalaman be-
lajar.
Memiliki sikap terbuka,
objektif, dan menghar-
gai karya teman dalam
interaksi kelompok mau
pun aktivitas sehari-
hari.
Memiliki kemampuan
mengkomunikasikan
gagasan matematika de-
ngan jelas dan efektif.
Menggunakan pola un-
tuk menjelaskan kecen-
derungan jangka pan-
jang dan menggunakan-
nya dalam konteks du-
nia nyata, dan meman-
faatkannya dalam pe-
mecahan masalah atau
berargumentasi.
Memahami konsep ma-
triks dan operasinya dan

45
menggunakannya da-
lam pemecahan masa-
lah.
Menganalisis sifat- sifat
sederhana dari bangun
ruang seperti diagonal
ruang, diagonal bidang,
dan bidang diagonal.
Menggunakan konsep
integral untuk memaha-
mi masalah akumulasi
dan menghampirinya,
dengan penerapan mi-
salnya pada masalah lu-
as dan volume.
Menggunakan hubung-
an turunan dan integral.
Memberi estimasi de-
ngan menggunakan per-
hitungan mental dan
sifat-sifat aljabar, visu-
alisasi geometris dan
data statistik.
Pemanfaatan rasio dan
proporsi untuk menye-
derhanakan kompleksi-
tas perhitungan, dan
mengestimasi.
Mengevaluasi penyaji-
an data dengan cara
membandingkan penya-
jian data, statistik, dan
data aktual.
Menentukan strategi pe-
nyelesaian masalah
yang efektif, mengeva-
luasi hasil, dan melaku-
kan perumuman.

5. Sejarah Indonesia
Tingkat Ruang
Kompetensi
Kompetensi Lingkup Materi
Tingkat Pendidikan Memahami nilai-nilai Prinsip dasar ilmu seja-
Menengah (Kelas X-XII) yang terkandung dalam rah.
suatu peristiwa sejarah. Zaman Kuno.

46
Meneladani kepemim- Zaman Pertengahan.
pinan tokoh sejarah da- Zaman Pergerakan Dae-
lam kehidupan masa rah.
kini. Zaman Modern.
Membangun semangat Tokoh sejarah
kebangsaan, persatuan,
dan kesatuan.
Menganalisis peristiwa
sejarah berdasarkan hu-
bungan sebab- akibat.
Menulis cerita sejarah.
Mengamalkan ketelada- Demokrasi Liberal.
nan dari tokoh sejarah Demokrasi Terpimpin.
dalam kehidupan masa Orde Baru.
kini. Reformasi.
Menunjukkan sikap pe- Indonesia dalam Konteks
duli terhadap benda- pergaulan dunia.
benda peninggalan seja-
rah.
Mengevaluasi suatu pe-
ristiwa sejarah berdasar-
kan kesahihan sumber
dan penafsiran penulis-
nya.
Melakukan penelitian
sederhana tentang suatu
peristiwa sejarah.
Menulis cerita sejarah.

6. Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lainnya


Tingkat Ruang
Kompetensi
Kompetensi Lingkup Materi
Tingkat Pendidikan Mengidentifikasi fung- Teks-teks: iklan, re-
Menengah (Kelas X-XII) si sosial, struktur teks count, naratif, ekspla-
dan unsur kebahasaan nasi, report, deskriptif,
dari teks agak panjang proverb, riddle, lagu,
dalam kehidupan dan brosur, leaflet, banner,
kegiatan siswa sehari- pamphlet, factual report,
hari. biografi, eksposisi horta-
Komunikasi interper- tory, puisi, dalam wacana
sonal, transaksional, interpersonal, transaksi-
dan fungsional tentang onal, dan fungsional pa-
diri sendiri, keluarga, da tataran literasi infor-
orang lain, dan objek masional.
kongkrit dan imajinatif,

47
yang terdekat dengan Struktur teks interper-
kehidupan dan kegiatan sonal, transaksional, dan
siswa sehari-hari di ru- fungsional.
mah, sekolah, dan ma- Keterampilan mende-
syarakat, serta terkait ngarkan, berbicara,
dengan mata pelajaran membaca, dan menulis
lain. teks interpersonal, tran-
Menyusun teks lisan saksional, dan fungsional
dan tulis, agak panjang yang tercakup.
dengan menggunakan Unsur-unsur kebahasaan.
struktur teks dan unsur Frasa kompleks.
kebahasaan secara aku- Modalitas: alternatif
rat dan berterima. pembeda lebih samar sa-
Menyunting teks tulis, tu dengan yang lainnya.
agak panjang dengan
menggunakan struktur
teks dan unsur kebaha-
saan.
Menggunakan unsur
kebahasaan secara aku-
rat, berterima, dan lan-
car secara spontan.
Mengidentifikasi fung-
si sosial, struktur teks
dan unsur kebahasaan
dari teks, agak panjang
dalam kehidupan dan
kegiatan siswa sehari-
hari.
Komunikasi interper-
sonal, transaksional,
dan fungsional tentang
diri sendiri, keluarga,
orang lain, dan objek
kongkrit dan imajinatif,
yang terdekat dengan
kehidupan dan kegiatan
siswa sehari-hari di
rumah, sekolah, dan
masyarakat, serta ter-
kait dengan mata pela-
jaran lain dan dunia
kerja.
Menyusun teks lisan
dan tulis, agak panjang
dengan menggunakan

48
struktur teks dan unsur
kebahasaan secara aku-
rat dan berterima.
Menyunting teks tulis,
agak panjang dengan
menggunakan struktur
teks dan unsur kebaha-
saan.
Menggunakan unsur
kebahasaan secara aku-
rat, berterima, dan lan-
car secara spontan.

7. Seni Budaya
Tingkat Ruang
Kompetensi
Kompetensi Lingkup Materi
Tingkat Pendidikan Menunjukkan perilaku Apresiasi dan kreasi kar-
Menengah (Kelas X-XII) rasa ingin tahu, peduli ya seni rupa (seni rupa
lingkungan, kerjasama, dua dan tiga dimensi, kri-
jujur, percaya diri, dan tik seni rupa, dan pamer-
mandiri dalam berkarya an seni rupa).
seni budaya. Apresiasi dan kreasi kar-
Memahami keberagam- ya seni musik (gubahan
an dan nilai estetis karya lagu dan musik, kritik
seni budaya. musik, dan pertunjukan
Membandingkan ma- musik).
sing- masing karya seni Apresiasi dan kreasi kar-
dan nilai seni budaya ya seni tari (penciptaan
untuk menemukan / ke- tari, kritik tari, dan per-
nali/merasakan keunik- tunjukan tari).
an / keindahan serta ni- Apresiasi dan kreasi seni
lai estetis. teater (rancangan karya
Menerapkan dan memo- teater, kritik teater, dan
difikasi konsep, teknik, pertunjukan teater).
prosedur, bahan, media Apresiasi dan kreasi kar-
dalam proses berkarya ya seni rupa dua dan tiga
seni budaya. dimensi, kritik seni rupa
Menganalisis konsep, dan pameran seni rupa.
teknik, prosedur, bahan,
media dalam proses ber-
karya seni budaya.
Menganalisis keberaga-
man dan keunikan karya
seni budaya.

49
Menyajikan hasil ana-
lisis dalam bentuk karya
dan telaah seni budaya
yang bernilai estetis.
Menunjukkan perilaku Apresiasi dan kreasi kar-
rasa ingin tahu, peduli ya seni musik (musik
lingkungan, kerjasama, kreasi, kritik musik, dan
jujur, percaya diri, dan pertunjukan musik).
mandiri dalam berkarya Apresiasi dan kreasi kar-
seni budaya. ya seni tari (Kreasi tari
Menunjukkan kebera- sesuai iringan, kritik tari
gaman dan nilai estetis dan pertunjukan tari).
karya seni budaya. Apresiasi dan kreasi kar-
Membandingkan ma- ya seni teater (naskah te-
sing-masing karya dan ater, kritik seni teater,
nilai seni budaya untuk dan pertunjukan seni
menemukenali / mera- teater).
sakan keunikan/nilai es-
tetis.
Mencipta karya seni bu-
daya yang orisinal.
Mengevaluasi kebera-
gaman dan keunikan
kreasi karya seni.
Menyajikan hasil evalu-
asi dalam bentuk karya
dan telaah seni budaya
original yang bernilai
estetis.

8. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan


Tingkat Ruang
Kompetensi
Kompetensi Lingkup Materi
Tingkat Pendidikan Menganalisis dan mem- Aktivitas fisik olahraga
Menengah (Kelas X-XII) perbaiki kesalahan vari- permainan dan atletik
asi dan kombinasi kete- Pemainan bola besar, se-
rampilan gerak salah sa- pak bola, bola voli, bola
tu permainan dan olah- basket.
raga. Permainan bola kecil,
Menganalisis variasi, dan atletik: softball, bulu
kombinasi dan memper- tangkis, tenis meja.
baiki kesalahan kete-
rampilan olahraga bela- Aktivitas fisik gerakan ja-
diri. lan cepat, lari, lompat, dan

50
Menganalisis konsep lempar atau permainan tra-
dan mempraktikkan la- disional sejenis.
tihan, pengukuran kom- Menguasai aktivitas fisik
ponen kebugaran jasma- beladiri: pencak silat,
ni. karate, taekwondo atau
Menganalisis dan mem- beladiri tradisional seje-
praktikkan rangkaian nis.
keterampilan senam Menguasai rangkaian ak-
lantai. tivitas fisik melalui: lati-
Menganalisis dan mem- han pengembangan ke-
praktikkan variasi dan kuatan, daya tahan, ke-
kombinasi keterampilan lentukan, kecepatan, dan
rangkaian gerak ritmik. koordinasi.
Menganalisis dan mem- Menguasai aktivitas fisik
perbaiki kesalahan kete- rangkaian : senam lantai
rampilan tiga gaya re- dan senam alat.
nang yang berbeda dan Menguasai rangkaian ge-
penyelamatan aktivitas rakan aktivitas fisik rit-
di air. mik: senam aerobik dan
Memiliki perilaku hidup SKJ secara harmonis.
sehat dalam memilih Menguasai gerakan akti-
makanan dan minuman vitas fisik di air: renang
dan menghindari diri gaya bebas, gaya pung-
dari tindakan merugikan gung, gaya dada dan pe-
diri sendiri. nyelamatan dalam aktivi-
Mengamalkan perilaku tas air.
sportif, bertanggung ja-
wab, menghargai perbe-
daan, toleransi, bekerja
sama, disiplin, dan me- Kesehatan
nerima kekalahan de- Makanan dan minuman
ngan sikap positif dan sehat, pencegahan dan
mengekspresikan keme- penanggulangan penya-
nangan dengan wajar. kit, bahaya penggunaa
NARKOBA dan psiko-
tropika serta upaya pen-
cegahan dan penanggu-
langan nya, dampak seks
bebas, cara mencegah
HIV dan AIDS serta cara
penanggulangan nya.
Menganalisis dan mem- Menguasai gerakan akti-
perbaiki kesalahan vari- vitas fisik melalui per-
asi dan kombinasi kete- mainan, atletik dan olah-
rampilan gerak salah raga.

51
permainan dan olahraga Pemainan bola besar, se-
dengan koordinasi yang pak bola, bola voli, bola
lebih baik. basket.
Menganalisis variasi, Permainan bola kecil,
kombinasi dan memper- softball, bulutangkis, te-
baiki kesalahan kete- nis meja.
rampilan olahraga bela- Aktivitas fisik gerakan
diri dengan koordinasi jalan cepat, lari, lompat,
yang lebih baik. dan lempar atau permain-
Menganalisis konsep an tradisional sejenis de-
dan mempraktikkan la- ngan baik dan benar.
tihan, pengukuran kom- Menguasai gerakan akti-
ponen kebugaran jasma- vitas fisik beladiri: pen-
ni. cak silat, karate, tae-
Menganalisis dan mem- kwondo atau permainan
praktikkan rangkaian tradisional sejenis.
keterampilan senam Menguasai rangkaian ge-
lantai untuk mengha- rakan aktivitas fisik: la-
silkan koordinasi gerak tihan pengembangan ke-
yang baik. kuatan, daya tahan, ke-
Menganalisis variasi, lentukan, kecepatan, dan
kombinasi dan mempra- koordinasi.
ktikkan keterampilan Menguasai rangkaian ge-
rangkaian aktivitas ge- rakan aktivitas fisik : se-
rak ritmik untuk meng- nam lantai dan senam
hasilkan koordinasi ge- alat dengan baik dan
rak yang baik. benar.
Menganalisis dan mem- Menguasai rangkaian ge-
perbaiki kesalahan kete- rakan aktivitas fisik rit-
rampilan tiga gaya re- mik: senam aerobik dan
nang yang berbeda dan SKJ baik dan benar.
penyelamatan dalam ak- Menguasai gerakan akti-
tivitas air dengan koor- vitas fisik di air: renang
dinasi yang lebih baik. gaya bebas, gaya pung-
Membiasakan pola hi- gung, gaya dada dan pe-
dup sehat secara konsis- nyelamatan dalam aktivi-
ten. tas air.
Menghayati dan meng-
amalkan perilaku spor- Kesehatan
tif, bertanggung jawab, STDS (Sexually Trans-
menghargai perbedaan, mitted Disease), AIDS,
toleransi, bekerja sama, Penyakit Menular Sek-
disiplin, dan menerima sual (PMS).
kekalahan dengan sikap
positif dan mengeks-

52
presikan kemenangan Peraturan perundangan
dengan wajar. berkaitan NARKOBA
dan psikotropika.

9. Fisika (C1)
Tingkat Ruang
Kompetensi
Kompetensi Lingkup Materi
Tingkat Pendidikan Mengembangkan sikap Hakikat fisika dan peng-
Memengah (Kelas X- rasa ingin tahu, jujur, ukuran besaran fisis.
XII) tanggung jawab, logis, Kinematika gerak.
kritis, analitis, dan krea- Dinamika gerak.
tif melalui pembelajaran Elastisitas dan hukum
fisika. Hooke.
Merumuskan permasa- Fluida statik dan dina-
lahan yang berkaitan de- mik.
ngan fenomena fisika Suhu, kalor, gejala pema-
benda, merumuskan hi- nasan global (penyebab,
potesis, mendesain dan dampak, dan solusi pe-
melaksanakan eksperi- mecahan).
men, melakukan pengu- Teori inetik gas.
kuran secara teliti, men- Persamaan gelombang.
catat dan menyajikan
Cahaya dan alat-alat
hasil dalam bentuk tabel
optik.
dan grafik, menyimpul-
Bunyi.
kan, serta melaporkan
hasilnya secara lisan
maupun tertulis.
Menganalisis konsep,
prinsip, dan hukum me-
kanika, fluida, termodi-
namika, dan optik serta
menerapkan metakog-
nisi dalam menjelaskan
fenomena alam dan pe-
nyelesaian masalah ke-
hidupan.
Memodifikasi atau me-
rancang proyek seder-
hana berkaitan dengan
penerapan konsep me-
kanika, fluida, termodi-
namika, gelombang,
atau optik gelombang,
dan optik serta mene-
rapkan metakognisi da-

53
lam menjelaskan feno-
mena alam dan penye-
lesaian masalah kehi-
dupan.
Mengembangkan sikap Rangkaian listrik searah
rasa ingin tahu, jujur, (DC).
tanggung jawab, logis, Rangkaian arus bolak-
kritis, analitis, dan kre- balik (AC).
atif melalui pembelajar- Induksi Faraday.
an fisika. Radiasi elektromagnetik.
Merumuskan permasa- Teknologi digital.
lahan yang berkaitan Konsep dan fenomena
dengan fenomena fisi- kuantum.
ka, merumuskan hipote- Inti atom, radioaktivitas,
sis, mendesain dan me- dan pemanfaatannya da-
laksanakan eksperimen, lam kehidupan.
melakukan pengukuran
secara teliti, mencatat
dan menyajikan hasil
dalam bentuk tabel dan
grafik, menyimpulkan,
serta melaporkan hasil-
nya secara lisan maupun
tertulis.
Menganalisis konsep,
prinsip, dan hukum ke-
listrikan, kemagnetan,
dan fisika modern serta
menerapkan metakog-
nisi dalam menjelaskan
fenomena alam dan pe-
nyelesaian masalah ke-
hidupan.
Menciptakan produk se-
derhana berkaitan de-
ngan penerapan konsep
kelistrikan dan/atau ke-
magnetan.

10. Kimia (C1)


Tingkat Ruang
Kompetensi
Kompetensi Lingkup Materi
Tingkat Pendidikan Merumuskan masalah Materi dan perubahan-
Menengah (Kelas X-XI) dan membuat hipotesis. nya.

54
Membuat rancangan Struktur atom, sistem pe-
dan melakukan perco- riodik dan ikatan kimia.
baan dengan mengguna- Bentuk molekul.
kan beberapa variabel, Larutan elektrolit dan
menggunakan alat-alat larutan non-elektrolit.
dan bahan, mencatat ha- Reaksi oksidasi reduksi
sil pengamatan, mengo- dan bilangan oksidasi.
lah dan menyajikan data Tata nama senyawa anor-
dalam bentuk tabel atau ganik dan organik seder-
grafik, menganalisis, hana.
menginterpretasi data, Stoikiometri.
dan membuat kesimpu- Hidrokarbon dan minyak
lan. bumi.
Membuat laporan tertu- Termokimia.
lis dengan mengguna- Laju reaksi.
kan kaidah penulisan il-
Kesetimbangan kimia.
miah dan tata bahasa
Sifat larutan asam basa
yang benar serta mem-
dan pH larutan.
presentasikan laporan
Hidrolisis.
dengan menggunakan
Larutan penyangga.
teknologi informasi.
Kelarutan dan hasil kali
Memahami dan meng-
kelarutan (Ksp).
analisis konsep, prinsip,
hukum, dan teori kimia Sistem koloid.
serta saling keterkaitan- Sifat koligatif larutan.
nya dan menerapkannya Redoks dan Elektroki-
untuk menyelesaikan mia.
masalah dalam kehidu- Senyawa karbon (halo
pan. alkana, alkanol, alkoksi
Mengembangkan sikap alkana, alkanal, alkanon,
ilmiah: rasa ingin tahu, asam alkanoat, dan alkil
tekun, ulet, jujur, disi- alkanoat).
plin, tanggung jawab, Benzena dan turunannya.
dan peduli melalui ilmu Makromolekul (polimer,
kimia. karbohidrat dan protein).
Metode pemisahan dan
pengukuran.
Penentuan kadar suatu
unsur/senyawa.

11. Gambar Teknik Otomotif (C2)


Tingkat Ruang
Kompetensi
Kompetensi Lingkup Materi
Tingkat Pendidikan Mengamalkan perilaku Jenis, fungsi, dan cara
Menengah (Kelas X-XI) jujur, disiplin, teliti, kri- penggunaan peralatan

55
tis, rasa ingin tahu, ino- dan kelengkapan gambar
vatif dan bertanggung teknik.
jawab dalam menerap- Bentuk, fungsi, dan kom-
kan keahliannya dalam ponen garis.
dunia kerja. Huruf, angka dan etiket
Mengatur tata letak gambar teknik.
gambar manual. Bentuk konstruksi gam-
Menggambar dengan bar teknik.
perangkat lunak. Gambar proyeksi pikto-
Menggambar dan me- rial (3D).
nentukan gambar pro- Gambar proyeksi ortho-
yeksi piktorial dan orto- gonal (2D).
gonal. Konsep dan prosedur
Memahami dasar-dasar gambar potongan.
gambar teknik dan Sistem pemberian ukur-
mempraktikkannya. an.

12. Teknologi Dasar Otomotif (C2)


Tingkat Ruang
Kompetensi
Kompetensi Lingkup Materi
Tingkat Pendidikan Memahami prinsip- Mengidentifikasi potensi
Menengah (Kelas X-XI) prinsip Kesela-matan dan resiko kecelakaan
dan Kesehatan Kerja kerja.
(K3). Menerapkan penggunaan
Mengklasifikasi Alat Alat Pemadam Api
Pemadam Api Ringan Ringan (APAR).
(APAR). Menerapkan prinsip-
Memahami prinsip- prinsip pe-ngendalian
prinsip pengen-dalian kontaminasi.
kontaminasi. Mendemontrasikan
Memahami proses mesin konversi energi.
mesin konversi energi. Mengidentifikasi model-
Memahami cara kerja model engine.
engine 2 dan 4 langkah. Menjelaskan cara kerja
Menerapkan cara engine 2 dan 4 langkah.
penggunaan OMM Melaksanakan proses
(operation maintenance dasar pem-bentukan
ma-nual), service logam.
manual dan part book Menggunakan OMM
sesuai peruntukannya. (operation maintenance
Memahami dasar-dasar manual), service ma-nual
system hidraulik. dan part book sesuai
Memahami dasar-dasar peruntukannya
system pneumatic.

56
Memahami rangkaian Menjelaskan dasar-dasar
kelistrikan sederhana. dan simbol pada system
Memahami dasar-dasar hidraulik.
elektronika sederhana. Menjelaskan dasar-dasar
Memahami dasar-dasar dan simbol pada system
kontrol. pneumatik.
Memahami dasar-dasar Membuat rangkaian
sensor. listrik sederhana.
Mengevaluasi kerja Membuat rangkaian
baterai. elektronika sederhana.
Membuat rangkaian
kontrol sederhana.
Menguji sensor.
Merawat baterai.

13. Pekerjaan Dasar Otomotif (C2)


Tingkat Ruang
Kompetensi
Kompetensi Lingkup Materi
Tingkat Pendidikan Mengklasifikasi jenis- Menggunakan macam-
Menengah (Kelas X-XI) jenis hand tools. macam hand tools.
Mengklasifikasi jenis- Menggunakan macam-
jenis power tools. macam power tools.
Mengklasifikasi jenis- Menggunakan macam-
jenis special service macam special service
tools. tools.
Menerapkan workshop Menggunakan workshop
equipment. equipment.
Menerapkan alat ukur Menggunakan alat-alat
mekanik serta fung- ukur mekanik.
sinya. Menggunakan alal-alat
Menerapkan alat ukur ukur elektrik.
elektrik serta fungsinya Menggunakan alal-alat
Menerapkan alat ukur ukur elektronik.
elektronik serta fung- Menggunakan alat-alat
sinya. ukur hidrolik.
Menerapkan alat ukur Menggunakan alat-alat
hidrolik serta fungsinya. ukur pneumatik.
Menerapkan alat ukur Merawat peralatan
pneumatik serta fung- jacking, blocking dan
sinya. liffting sesuai operation
Menganalisis berbagai manual.
jenis jacking, blocking Mendemonstrasikan
dan lifting. pengangkatan benda ker-
ja.

57
Menerapkan cara pe- Merawat berbagai bea-
ngangkatan benda kerja. ring, seal, gasket dan
Menganalisis berbagai hoses.
bearing, seal, gasket dan Menggunakan treaded,
hoses fastener, sealant dan
Memahami treaded, adhesive.
fasterner, sealant dan
adhesive.

14. Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan (C3-TKRO)


Tingkat Ruang
Kompetensi
Kompetensi Lingkup Materi
Tingkat Pendidikan Menerapkan cara pera Merawat berkala sistem
Menengah (Kelas X-XI) watan sistem utama utama Engine dan
Engine dan mekanisme mekanisme katup.
katup Merawat berkala sistem
Menerapkan cara pera- pelumasan.
watan sistem pelu- Merawat berkala sistem
masan. pendinginan.
Menerapkan cara pera Merawat berkala sistem
watan sistem pendi bahan bakar bensin kon-
nginan. vensional/karburator.
Menerapkan cara pera Merawat berkala sistem
watan sistem bahan bahan bakar bensin
bakar bensin konven injeksi (Electronic Fuel
sional/ karburator. Injection/EFI).
Menerapkan cara Pera Merawat berkala Engine
watan Engine Mana Management System
gement System (EMS). (EMS).
Menerapkan cara pera Merawat berkala sistem
watan sistem bahan bahan bakar diesel
bakar diesel pompa pompa injeksi In-Line.
injeksi In-Line Merawat berkala sistem
Menerapkan cara pera bahan bakar diesel
watan sistem bahan pompa injeksi Rotary.
bakar diesel pompa Merawat berkala sistem
injeksi Rotary. bahan bakar diesel
Menerapkan cara pera Common Rail.
watan sistem bahan Melakukan pemeriksaan
bakar diesel Common hasil perawatan berkala
Rail. mesin kenda-raan.
Mengevaluasi hasil pera Memperbaiki mekanis
watan berkala Mesin me kepala silinder dan
Kendaraan Ringan kelengkapannya

58
Mendiagnosis kerusa Memperbaiki mekanis
kan mekanisme kepala me blok silinder dan
silinder dan keleng kelengkapannya.
kapannya. Memperbaiki sistem pelu
Mendiagnosis kerusa masan
kan mekanisme blok Memperbaiki sistem pen-
silinder dan keleng dinginan.
kapannya. Memperbaiki sistem ba
Mendiagnosis kerusa han bakar bensin kon -
kan sistem pelumasan. vensional/karburator.
Mendiagnosis kerusa Memperbaiki sistem ba
kan sistem pendingi- han bakar bensin injeksi
nan. (Electronic Fuel Injec
Mendiagnosis kerusa tion/EFI).
kan sistem bahan bakar Memperbaiki Engine
bensin konvensional/ Management System
karburator. (EMS).
Mendiagnosis kerusa Memperbaiki sistem
kan sistem bahan bakar bahan bakar diesel pom
bensin injeksi (Electro pa injeksi In-Line.
nic Fuel Injection/EFI). Memperbaiki sistem
Mendiagnosis kerusa bahan bakar diesel pom
kan Engine Manag pa injeksi Rotary.
ement System (EMS). Memperbaiki sistem
Mendiagnosis kerusa bahan bakar diesel
kan sistem ba-han bakar Common Rail.
diesel pompa injeksi In- Melakukan laporan hasil
Line. perbaikan mesin ken
Mendiagnosis kerusa daraan ringan.
kan sistem bahan bakar
diesel pompa injeksi
Rotary.
Mendiagnosis kerusa
kan sistem bahan bakar
diesel Common Rail.
Mengevaluasi hasil per-
baikan mesin kenda
raan ringan.

15. Pemeliharaan Sasis dan Pemindah Tenaga Kendaraan Ringan (C3-TKRO)


Tingkat Ruang
Kompetensi
Kompetensi Lingkup Materi
Tingkat Pendidikan Menerapkan cara pera Merawat berkala ko
Menengah (Kelas X-XI) watan kopling. pling.

59
Menerapkan cara pera Merawat berkala trans
watan transmisi manual. misi manual.
Menerapkan cara pera Merawat berkala trans
watan transmisi oto- misi otomatis.
matis. Merawat berkala poros
Menerapkan cara pera propeller.
watan poros propeller. Merawat berkala Diffe
Menerapkan cara pera rential.
watan Differential. Merawat berkala poros
Menerapkan cara pera roda
watan poros roda. Merawat berkala sistem
Menerapkan cara pera rem konvensional.
watan sistem rem Merawat berkala Anti
konvensional. lock Break System
Menerapkan cara pera (ABS).
watan Anti-lock Break Merawat berkala sistem
System (ABS). suspensi.
Menerapkan cara pera Merawat berkala sistem
watan sistem suspensi. kemudi dan Power
Menerapkan cara pera Steering.
watan sistem kemudi Melaksanakan melepas,
dan Power Steering. memasang dan menyetel
Menerapkan melepas, roda.
memasang dan menye Melaksanakan mem
tel roda. bongkar, memperbaiki
Menerapkan cara mem dan memasang ban luar
bongkar, memperbaiki dan dalam.
dan memasang ban luar Melaksanakan memilih
dan dalam. ban dan pelek untuk
Menerapkan cara memi pemakaian khusus.
lih ban dan pelek untuk Melakukan pengujian
pemakaian khusus. akhir hasil perawatan
Mengevaluasi hasil pera berkala sasis dan pe-
watan berkala sasis dan mindah tenaga.
pemindah tenaga Memperbaiki kopling.
Mendiagnosis kerusa Memperbaiki transmisi
kan kopling. manual.
Mendiagnosis kerusa Memperbaiki transmisi
kan transmisi manual. otomatis.
Mendiagnosis kerusa Memperbaiki poros pro
kan transmisi otomatis. peller.
Mendiagnosis kerusa Memperbaiki differen-
kan poros propeller. tial.
Mendiagnosis kerusa Memperbaiki poros roda.
kan differential.

60
Mendiagnosis kerusa Memperbaiki sistem rem
kan poros roda konven-sional.
Mendiagnosis kerusa Memperbaiki Antilock
kan sistem rem konven Break System (ABS).
sional. Memperbaiki sistem
Mendiagnosis kerusa suspensi.
kan Antilock Break Memperbaiki sistem
System (ABS). kemudi.
Mendiagnosis kerusa Memperbaiki Spooring.
kan sistem suspensi. Memperbaiki Balans Ro
Mendiagnosis kerusa da/Ban.
kan sistem kemudi Merperbaiki Pelek.
Mendiagnosis kerusa Melakukan pengujian
kan Spooring. akhir hasil perbaikan
Mendiagnosis Balans sasis dan pemindah
Roda/Ban tenaga.
Mendiagnosis Pelek.
Mengevaluasi hasil per
baikan sasis dan pemin
dah tenaga.

16. Pemeliharaaan Kelistrikan Kendaraan Ringan (C3-TKRO)


Tingkat Ruang
Kompetensi
Kompetensi Lingkup Materi
Tingkat Pendidikan Menerapkan cara pera Merawat secara berkala
Menengah (Kelas X-XI) watan sistem kelistri sistem kelistrikan.
kan. Memasang perlengkapan
Menerapakan perleng kelistrikan tambahan
kapan kelistrikan tam (asesories).
bahan (asesoris). Merawat secara berkala
Menerapkan cara pera sistem starter.
watan sistem starter. Merawat secara berkala
Menerapkan cara pera sistem pengisian.
watan sistem pengisian. Merawat secara berkala
Menerapkan cara pera sistem pengapian konven
watan sistem pengapian sional.
konvensional. Merawat secara berkala
Menerapkan cara pera sistem pengapian elektro
watan sistem pengapian nik.
elektronik. Merawat berkala sistem
Menerapkan cara pera penerangan dan panel ins
watan sistem penera trumen.
ngan dan panel instru Merawat berkala sistem
ment Air Conditioning (AC).

61
Menerapkan cara pera Merawat berkala sistem
watan sistem Air Con audio.
ditioning (AC). Merawat secara berkala
Menerapkan cara pera sistem pengaman.
watan sistem audio. Melakukan hasil pera-
Menerapkan cara pera watan berkala kelistrikan
watan sistem penga kendaraan ringan.
man. Memperbaiki sistem star
Mengevaluasi hasil pera ter.
watan ber-kala kelistri Memperbaiki sistem pe
kan kendaraan ringan ngisian.
Mendiagnosis kerusa Memperbaiki sistem pe
kan sistem ke-listrikan ngapian konvensional.
dan kelengkapan tamba Memperbaiki sistem pe
han. ngapian elektronik.
Mendiagnosis kerusa Memperbaiki sistem pe
kan sistem starter. nerangan dan panel ins
Mendiagnosis kerusa trument.
kan sistem pengisian. Memperbaiki sistem Air
Mendiagnosis kerusa Conditioning (AC).
kan sistem pengapian Memperbaiki sistem
konvensional. audio.
Mendiagnosis kerusa Memperbaiki sistem
kan sistem pengapian pengaman.
elektronik. Mengelola hasil perba
Mendiagnosis kerusa ikan kelistrikan kenda
kan sistem penerangan raan ringan.
dan panel instrument.
Mendiagnosis kerusa
kan sistem Air Condi
tioning (AC).
Mendiagnosis kerusa
kan sistem audio.
Mendiagnosis kerusa
kan sistem pengaman.
Mengevaluasi hasil per
baikan kelistrikan kenda
raan ringan.

17. Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor (C3-TBSM)


Tingkat Ruang
Kompetensi
Kompetensi Lingkup Materi
Tingkat Pendidikan Memahami prinsip ker- Merawat secara berkala
Menengah (Kelas X-XI) ja mekanisme katup. mekanisme katup.

62
Memahami prinsip ker Merawat secara berkala
ja sistem pelumasan. pada sistem pelumasan.
Memahami prinsip Merawat secara berkala
kerja sistem pendi pada sistem pendi
nginan. nginan.
Memahami prinsip ker Merawat secara berkala
ja sistem pemasukan pada sistem pemasukan
dan pembuangan. dan pembuangan.
Memahami prinsip Merawat secara berkala
kerja sistem bahan ba pada sistem bahan bakar
kar bensin karburator. bensin karburator.
Memahami prinsip ker Merawat secara berkala
ja sistem injeksi ben sin. pada sistem injeksi ben-
Memahami prinsip ker sin.
ja sistem transmisi ma Merawat secara berkala
nual. pada sistem transmisi
Memahami prinsip ma- nual.
kerja sistem transmisi Merawat secara berkala
otomatis. pada sistem transmisi
Menerapkan cara pera otomatis.
watan sistem kopling Merawat berkala sistem
manual. kopling manual.
Menerapkan cara pera Merawat berkala sistem
watan sistem kopling kopling otomatis.
otomatis. Memperbaiki kepala silin
Menganalisis gangguan der dan kelengkapannya.
pada kepala silinder dan Memperbaiki blok silin
kelengkapannya der dan kelengkapannya.
Menganalisis gangguan Memperbaiki sistem pelu
pada blok silinder dan masan.
kelengkapannya. Memperbaiki sistem pen
Menganalisis gangguan dinginan
pada sistem pendi Memperbaiki sistem pe
nginan. masukan dan pembu
Menganalisis gangguan angan.
pada sistem pemasukan Memperbaiki sistem ba-
dan pembuangan han bakar injeksi.
Menganalisis gangguan Memperbaiki sistem kar
pada sistem bahan bakar burator.
injeksi. Memperbaiki kinerja
Menganalisis gangguan pada system transmisi
pada sistem karburator. manual.
Mengevaluasi kerja Memperbaiki sistem
sistem transmisi ma transmisi otomatis.
nual.

63
Menganalisis gangguan Memperbaiki kinerja sis
pada sistem transmisi tem kopling manual.
otomatis. Memperbaiki kinerja sis
Mengevaluasi kinerja tem kopling otomatis.
sistem kopling manual.
Mengevaluasi kinerja
sistem kopling otoma
tis.

18. Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor (C3-TBSM)


Tingkat Ruang
Kompetensi
Kompetensi Lingkup Materi
Tingkat Pendidikan Memahami prinsip ker- Merawat berkala sistem
Menengah (Kelas X-XI) ja sistem rem hidrolik. rem hidrolik.
Memahami prinsip Merawat berkala sistem
kerja sistem rem rem mekanik.
mekanik. Merawat berkala sistem
Memahami prinsip ker rem ABS.
ja sistem rem ABS. Merawat berkala pelek.
Memahami jenis-jenis Merawat berkala ban.
pelek. Merawat berkala sus
Memahami jenis-jenis pensi
ban. Merawat berkala system
Memahami prinsip ker kemudi.
ja suspensi. Merawat berkala rantai
Memahami prinsip ker penggerak roda bela
ja sistem kemudi. kang.
Memahami prinsip ker Mengidentifikasikan je-
ja rantai penggerak roda nis - jenis rangka.
belakang. Memperbaiki sistem rem
Menjabarkan jenis-jenis hidrolik.
rangka. Memperbaiki sistem rem
Menganalisis gangguan mekanik
pada sistem rem hidro Memperbaiki sistem rem
lik. ABS.
Menganalisis gangguan Memperbaiki pelek.
pada sistem rem meka Memperbaiki ban.
nik. Memperbaiki suspensi.
Menganalisis gangguan Memperbaiki system ke
pada sistem rem ABS. mudi.
Menganalisis gangguan Memperbaiki rantai peng
pada pelek. gerak roda belakang.
Menganalisis gangguan Memperbaiki jenis-jenis
pada ban. rangka.

64
Menganalisis gangguan
pada suspensi.
Menganalisis gangguan
pada sistem kemudi.
Menganalisis gangguan
pada rantai penggerak
roda belakang.
Menganalisis gangguan
pada rangka.

19. Pemeliharaan Listrik Sepeda Motor (C3-TBSM)


Tingkat Ruang
Kompetensi
Kompetensi Lingkup Materi
Tingkat Pendidikan Memahami prinsip Merawat berkala sistem
Menengah (Kelas X-XI) kerja sistem pene penerangan.
rangan. Merawat berkala system
Memahami prinsip instrumen dan sinyal.
kerja sistem instrumen Merawat berkala sistem
dan sinyal. starter.
Memahami prinsip ker Merawat berkala sistem
ja sistem pengapian kon pengapian konvensional.
vensional. Merawat berkala sistem
Memahami prinsip ker pengapian elektronik.
ja sistem pengapian Merawat berkala sistem
elektronik. pengisian.
Memahami prinsip ker Merawat sistem penga
ja sistem pengisian. manan.
Memahami prinsip ker Merawat sensor sistem
ja sistem pengamanan. kontrol elektronik injek
Memahami prinsip ker si.
ja sensor sistem kontrol Memperbaiki kinerja sis
elektronik injeksi. tem penerangan.
Mengevaluasi kerja sis Memperbaiki sistem ins
tem penerangan. trumen.
Menganalisis gangguan Memperbaiki sistem si-
pada system instrumen. nyal.
Menganalisis gangguan Memperbaiki sistem star
system sinyal. ter.
Menganalisis gangguan Memperbaiki sistem pe
sistem starter. ngisian.
Menganalisis gangguan Memperbaiki sistem pe
sistem pengisian. ngapian konvensional.
Memperbaiki sistem pe
ngapian elektronik.

65
Menganalisis gangguan Memperbaiki sistem in
sistem pengapian kon- jeksi dan reset kode
vensional. kerusakan.
Menganalisis gangguan Memperbaiki perbaikan
sistem pengapian elek- sistem pengaman.
tronik.
Mengevaluasi indikator
kode kerusakan sistem
injeksi.
Mengevaluasi sistem
pengaman.

D. KOMPETENSI MATA PELAJARAN


1. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan Nasional
(A)
a. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
Kompetensi Inti :
KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2
(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
1. Menghayati dan mengamalkan ajar- 2. Menghayati dan mengamalkan
an agama yang dianutnya. perilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli (gotong royong, kerja
sama, toleran, damai), bertang-
gung jawab, responsif, dan proaktif
melalui keteladanan, pemberian na-
sihat, penguatan, pembiasaan, dan
pengkondisian secara berkesinam-
bungan serta menunjukkan sikap
sebagai bagian dari solusi atas ber-
bagai permasalahan dalam berin-
teraksi secara efektif dengan ling-
kungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cermin-
an bangsa dalam pergaulan dunia.
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
3. Memahami, menerapkan, mengana- 4. Melaksanakan tugas spesifik, de-
lisis dan mengevaluasi tentang pe- ngan menggunakan alat informasi
ngetahuan faktual, konseptual, prose- dan prosedur kerja yang lazim dila-
dural, dan metakognitif sesuai de- kukan serta menyelesaikan masalah
ngan bidang dan lingkup kajian sederhana sesuai dengan lingkup
Pendidikan Agama Islam dan Budi kajian Pendidikan Agama Islam
Pekerti pada tingkat teknis, spesifik, dan Budi Pekerti.
detail dan kompleks berkenaan de- Menunjukkan keterampilan mena-
ngan ilmu pengetahuan, teknologi, lar, mengolah, dan menyaji secara

66
seni, budaya, dan humaniora dalam efektif, kreatif, produktif, kritis,
konteks pengembangan potensi diri mandiri, kolaboratif, komunikatif
sebagai bagian dari keluarga, seko- dan solutif dalam ranah abstrak,
lah, dunia kerja, warga masyarakat terkait dengan pengembangan dari
nasional, regional dan internasional. yang dipelajarinya di sekolah.
Menunjukkan keterampilan mem-
persepsi, kesiapan, meniru, mem-
biasakan gerak, mahir, menjadikan
gerak alami, dalam ranah kongkrit
terkait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah.

Kompetensi Dasar :
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
1.1. Membaca al-Quran dengan 2.1. Menunjukkan perilaku kontrol
meyakini bahwa kontrol diri diri (mujahadah an-nafs), pra-
(mujahadah an-nafs), prasangka sangka baik (husnuzzan), dan per-
baik (husnuzzan), dan persaudaraan saudaraan (ukhuwah) sebagai
(ukhuwah) adalah perintah agama. implementasi perintah QS al-
Anfal (8):72, QS al- Hujurat (49):
10 dan 12 serta Hadis terkait.
1.2. Meyakini bahwa pergaulan bebas 2.2. Menghindarkan diri dari per-
dan zina adalah dilarang agama. gaulan bebas dan perbuatan zina
sebagai pengamalan QS al-Isra
(17): 32, dan QS an-Nur (24): 2,
serta Hadis terkait.
1.3. Meyakini bahwa Allah Maha Mulia, 2.3. Memiliki sikap keluhuran budi;
Maha Memberi Rasa Aman, Maha kokoh pendirian, pemberi rasa
Memelihara, Maha Sempurna aman, tawakal dan adil sebagai
Kekuatan-Nya, Maha Penghimpun, implementasi pemahaman al-
Maha Adil, dan Maha Akhir. Asmau al- Husna: Al-Karim, Al-
Mumin, Al-Wakil, Al- Matin,
Al-Jami, Al-Adl, dan Al-Akhir.

1.4. Meyakini keberadaan malaikat- 2.4. Menunjukkan sikap disiplin, jujur


malaikat Allah swt. dan bertanggung jawab, sebagai
implementasi beriman kepada
malaikat-malaikat Allah swt.
1.5. Terbiasa berpakaian sesuai dengan 2.5. Menunjukkan perilaku berpakai-
syariat Islam. an sesuai dengan syariat Islam.
1.6. Meyakini bahwa jujur adalah ajaran 2.6. Menunjukkan perilaku jujur da-
pokok agama. lam kehidupan sehari-hari.

67
1.7. Meyakini bahwa menuntut ilmu 2.7. Memiliki sikap semangat keil-
adalah perintah Allah dan Rasul- muan sebagai implementasi pe-
Nya. mahaman QS at-Taubah (9): 122
dan Hadis terkait.
1.8. Meyakini al-Quran, Hadis dan 2.8. Menunjukkan perilaku ikhlas dan
ijtihad sebagai sumber hukum Islam. taat beribadah sebagai implemen-
tasi pemahaman terhadap kedu-
dukan al-Quran, Hadis, dan
ijtihad sebagai sumber hukum
Islam.
1.9. Meyakini bahwa haji, zakat dan 2.9. Menunjukkan kepedulian sosial
wakaf adalah perintah Allah dapat sebagai hikmah dari perintah haji,
memberi kemaslahatan bagi indi- zakat, dan wakaf.
vidu dan masyarakat.
1.10. Meyakini kebenaran dakwah Nabi 2.10. Bersikap tangguh dan rela ber-
Muhammad saw di Makkah. korban menegakkan kebenaran
sebagai ibrah dari sejarah stra-
tegi dakwah Nabi di Makkah.
1.11. Meyakini kebenaran dakwah Nabi 2.11. Menunjukkan sikap semangat
Muhammad saw di Madinah. ukhuwah dan kerukunan sebagai
ibrah dari sejarah strategi dakwah
Nabi di Madinah.
1.12. Terbiasa membaca al-Quran de- 2.12. Bersikap taat aturan, tanggung
ngan meyakini bahwa taat pada jawab, kompetitif dalam kebaikan
aturan, kompetisi dalam kebaikan, dan kerja keras sebagai imple-
dan etos kerja sebagai perintah mentasi dari pemahaman QS al
agama. Maidah (5): 48; QS an-Nisa (4):
59; dan QS at-Taubah (9): 105
serta Hadis yang terkait.
1.13. Meyakini bahwa agama mengaja- 2.13. Bersikap toleran, rukun, dan
rkan toleransi, kerukunan, dan menghindarkan diri dari tindak
menghindarkan diri dari tindak kekerasan sebagai implementasi
kekerasan. pemahaman QS Yunus (10): 40-
41 dan QS al- Maidah (5): 32,
serta Hadis terkait.

1.14. Meyakini adanya kitab- kitab suci 2.14. Peduli kepada orang lain dengan
Allah swt. saling menasihati sebagai cermin-
an beriman kepada kitab-kitab
Allah swt.
1.15. Meyakini adanya rasul- rasul Allah 2.15. Menunjukkan perilaku saling me-
swt. nolong sebagai cerminan beriman
kepada rasul-rasul Allah swt.

68
1.16. Meyakini bahwa Islam mengha- 2.16. Menunjukkan sikap syajaah (be-
ruskan umatnya untuk memiliki rani membela kebenaran) dalam
sifat syajaah (berani membela ke- mewujudkan kejujuran.
benaran) dalam mewujudkan keju-
juran.
1.17. Meyakini bahwa hormat dan patuh 2.17. Menunjukkan perilaku hormat
kepada orangtua dan guru sebagai dan patuh kepada orangtua dan
kewajiban agama. guru sebagai implementasi pema-
haman QS al-Isra (17): 23 dan
Hadis terkait.
1.18. Menerapkan penyelenggaraan jena- 2.18. Menunjukkan sikap tanggung ja-
zah sesuai dengan ketentuan syariat wab dan kerja sama dalam penye-
Islam. lenggaraan perawatan jenazah di
masyarakat.
1.19. Menerapkan ketentuan khutbah, 2.19. Menjaga kebersamaan dengan o-
tablig, dan dakwah di masyarakat rang lain dengan saling mena-
sesuai dengan syariat Islam. sihati melalui khutbah, tablig, dan
dakwah.
1.20. Menerapkan prinsip ekonomi dan 2.20. Bekerjasama dalam menegakkan
muamalah sesuai dengan ketentuan prinsip-prinsip dan praktik eko-
syariat Islam. nomi sesuai syariat Islam.
1.21. Mengakui bahwa nilai-nilai Islam 2.21. Bersikap rukun dan kompetitif
dapat mendorong kemajuan per- dalam kebaikan sebagai imple-
kembangan Islam pada masa mentasi nilai-nilai perkembangan
kejayaan. peradaban Islam pada masa
kejayaan.
1.22. Mempertahankan keyakinan yang 2.22. Bersikap rukun dan kompetitif
benar sesuai ajaran Islam dalam dalam kebaikan sebagai imple-
sejarah peradaban Islam pada mentasi nilai-nilai sejarah per-
masa modern. adaban Islam pada masa modern.
1.23. Terbiasa membaca al-Quran seba- 2.23. Bersikap kritis dan demokratis
gai pengamalan dengan meyakini sesuai dengan pesan QS Ali
bahwa agama mengajarkan kepada Imran (3): 190-191 dan 159, serta
umatnya untuk berpikir kritis dan Hadis terkait.
bersikap demokratis.

1.24. Meyakini bahwa agama mewajib- 2.24. Berbuat baik kepada sesama
kan umatnya untuk beribadah dan manusia sesuai dengan perintah
bersyukur kepada Allah serta ber- QS Luqman (31): 13-14 dan QS
buat baik kepada sesama manusia. al-Baqarah (2): 83, serta Hadis
terkait.
1.25. Meyakini terjadinya hari akhir. 2.25. Berperilaku jujur, bertanggung
jawab, dan adil sesuai dengan
keimanan kepada hari akhir.

69
1.26. Meyakini adanya qadha dan qadar 2.26. Bersikap optimis, ikhtiar, dan ta-
Allah swt. wakal sebagai implementasi ber-
iman kepada qadha dan qadar
Allah swt.
1.27. Meyakini bahwa agama mewajib- 2.27. Berperilaku kerja keras, dan ber-
kan umatnya untuk bekerja keras tanggung jawab dalam kehidupan
dan bertanggung jawab dalam kehi- sehari-hari.
dupan sehari-hari.
1.28. Meyakini kebenaran ketentuan pe- 2.28. Menunjukkan sikap bersatu dan
laksanaan pernikahan berdasarkan kebersamaan dalam lingkungan
syariat Islam. masyarakat sebagai implementasi
ketentuan pernikahan dalam
Islam.
1.29. Meyakini kebenaran ketentuan wa- 2.29. Peduli kepada orang lain sebagai
ris berdasarkan syariat Islam. cerminan pelaksanaan ketentuan
waris dalam Islam.
1.30. Meyakini kebenaran ketentuan dak- 2.30. Bersikap moderat dan santun da-
wah berdasarkan syariat Islam da- lam berdakwah dan mengem-
lam memajukan perkembangan bangkan ajaran Islam.
Islam di Indonesia.
1.31. Meyakini kebenaran bahwa dak- 2.31. Menjunjung tinggi kerukunan dan
wah dengan cara damai, Islam di- kedamaian dalam kehidupan
terima oleh masyarakat di Indo- sehari-hari.
nesia.
1.32. Meyakini bahwa islam adalah 2.32. Menjunjung tinggi nilai-nilai
rahmatan lil-alamin yang dapat Islam rahmatanlil-alamin sebagai
memajukan peradaban dunia. pemicu kemajuan peradaban
Islam di masa mendatang.
1.33. Meyakini bahwa kemunduran umat 2.33. Mewaspadai secara bijaksana ter-
Islam di dunia, sebagai bukti pe- hadap penyimpangan ajaran
nyimpangan dari ajaran Islam yang Islam yang berkembang di ma-
benar. syarakat.

70
3.1 Menganalisis QS al-Anfal (8):72, 4.1.1. Membaca QS al-Anfal (8):72, QS
QS al-Hujurat (49):10 dan 12 serta al-Hujurat (49): 10 dan 12, sesuai
hadis tentang kontrol diri dengan kaidah tajwid dan ma-
(mujahadah an-nafs), prasangka kharijul huruf.
baik (husnuzzan), dan persaudaraan 4.1.2. Mendemonstrasikan hafalan QS
(ukhuwah). al-Anfal (8:72), QS al- Hujurat
(49): 10 dan 12 dengan fasih dan
lancar.
4.1.3. Menyajikan keterkaitan antara
kualitas keimanan dengan kontrol
diri (mujahadah an-nafs),
prasangka baik (husnuzzan), dan
persaudaraan (ukhuwah) sesuai
dengan pesan QS al- Anfal (8:72),
QS al-Hujurat (49): 10 dan 12,
serta Hadis terkait.
3.2. Menganalisis QS al-Isra (17): 32, 4.2.1. Membaca QS al-Isra(17):32 dan
dan QS an-Nur (24): 2, serta Hadis QS an-Nur (24):2 sesuai dengan
tentang larangan pergaulan bebas dan kaidah tajwid dan makharijul
perbuatan zina. huruf.
4.2.2. Mendemonstrasikan hafalan QS
al-Isra (17): 32, dan QS an-Nur
(24): 2 dengan fasih dan lancar.
4.2.3. Menyajikan larangan pergaulan
bebas dan perbuatan zina dengan
berbagai kekejian (fahisyah) yang
ditimbulkannya sesuai pesan QS
al-Isra (17): 32, dan QS an-Nur
(24): 2.
3.3. Menganalisis makna al-Asmau al- 4.3. Menyajikan hubungan makna al-
Husna: al-Karim, al-Mumin, al- Asmau al-Husna: al-Karim, al-
Wakil, al-Matin, al-Jami, al-Adl, Mumin, al-Wakil, al-Matin, al-
dan al-Akhir. Jami, al-Adl, dan al-Akhir dengan
perilaku keluhuran budi, kokoh
pendirian, rasa aman, tawakal dan
perilaku adil.
3.4. Menganalisis makna beriman kepada 4.4. Mempresentasikan hubungan mak-
malaikat- malaikat Allah swt. na beriman kepada malaikat-malai-
kat Allah swt dengan perilaku teliti,
disiplin, dan waspada.
3.5. Menerapkan ketentuan berpakaian 4.5. Mempraktikkan tata cara berpakai-
sesuai syariat Islam. an sesuai syariat Islam.
3.6. Memahami manfaat kejujuran dalam 4.6. Melaksanakan perilaku jujur dalam
kehidupan sehari-hari. kehidupan sehari- hari.

71
3.7. Menganalisis kewajiban menuntut 4.7. Menyajikan kewajiban menuntut
ilmu untuk membela agama. ilmu dengan kewajiban membela
agama sesuai perintah QS at-
Taubah (9): 122 dan Hadis.
3.8. Menganalisis kedudukan al-Quran, 4.8. Menentukan suatu hukum berda-
Hadis, dan ijtihad sebagai sumber sarkan al-Quran, Hadis, dan ijtihad
hukum Islam. sebagai sumber hukum Islam.
3.9. Menganalisis tata cara ibadah haji, 4.9. Menyimulasikan tata cara ibadah
zakat, dan wakaf. haji, zakat, dan wakaf.
3.10. Menganalisis substansi, strategi, 4.10. Menyajikan substansi, strategi,
dan penyebab keberhasilan dakwah dan penyebab keberhasilan dak-
Nabi Muhammad saw di Makkah. wah Nabi Muhammad saw di
Makkah.
3.11. Menganalisis strategi, dan keberha- 4.11. Mempresentasikan dan strategi
silan dakwah Nabi Muhammad saw dengan keberhasilan dakwah
di Madinah. Nabi Muhammad saw di
Madinah.
3.12. Menganalisis makna QS al-Maidah 4.12.1. Membaca QS al-Maidah (5): 48;
(5): 48; QS an- Nisa (4): 59, dan QS QS an-Nisa (4): 59, dan QS at-
at-Taubah (9): 105, serta Hadis Taubah (9): 105 sesuai de-ngan
tentang taat pada aturan, kompetisi kaidah tajwid dan makha-
dalam kebaikan, dan etos kerja. rijulhuruf.
4.12.2. Mendemonstrasikan hafalan QS
al-Maidah(5):48; QS an-Nisa
(4):59, dan QS at-Taubah (9):105
dengan fasih dan lancar.
4.12.3. Menyajikan perintah berkom-
petisi dalam kebaikan dan ke-
patuhan terhadap ketentuan Allah
sesuai dengan pesan QS al-
Maidah (5):48; QS an-Nisa
(4):59, dan QS at-Taubah(9):
105.
3.13. Menganalisis makna QS Yunus (10): 4.13.1. Membaca QS Yunus(10):40-41 dan
40-41 dan QS al-Maidah (5): 32, QS al-Maidah(5):32 sesuai dengan
serta Hadis tentang toleransi, rukun, kaidah tajwid dan makharijul
dan menghindarkan diri dari tindak huruf.
kekerasan. 4.13.2. Mendemonstrasikan hafalan QS
Yunus(10):40-41 dan QS al-
Maidah(5):32 dengan fasih dan
lancar.
4.13.3. Mempresentasikan perintah to-
leransi dan kerukunan sesuai pesan
QS Yunus (10):40-41 dan meng-
hindari tindak kekerasan sesuai
pesan QS Al-Maidah(5): 32.

72
3.14. Menganalisis makna iman kepada 4.14. Mempresentasikan keterkaitan
kitab-kitab Allah swt. antara beriman kepada kitab-
kitab suci Allah swt dengan
perilaku sehari-hari.
3.15. Menganalisis makna iman kepada 4.15. Menyajikan hubungan antara
rasul-rasul Allah swt. iman kepada rasul-rasul Allah
swt dengan keteguhan dalam
bertauhid, toleransi, ketaatan,
dan kecintaan kepada Allah.
3.16. Menganalisis makna syajaah (be- 4.16. Menyajikan makna syajaah
rani membela kebenaran) dalam (berani membela kebenaran)
mewujudkan kejujuran. dan upaya mewujudkan kejujur-
an dalam kehidupan sehari-hari.
3.17. Menganalisis perilaku hormat dan 4.17. Menyajikan ketauhidan dalam
patuh kepada orangtua dan guru. beribadah serta hormat dan pa-
tuh kepada orangtua dan guru
sesuai dengan QS al-Isra (17):
23 dan Hadis terkait.
3.18. Mengevaluasi tata cara perawatan 4.18. Menyimulasikan tata cara pera-
jenazah. watan jenazah.
3.19. Menganalisis pelaksanaan khutbah, 4.19. Menyimulasikan tata cara khut-
tablig, dan dakwah. bah, tablig, dan dakwah.
3.20. Menganalisis prinsip-prinsip dan 4.20. Menentukan kegiatan usaha se-
praktik ekonomi dalam Islam. suai dengan prinsip-prinsip dan
praktik ekonomi dalam Islam.

3.21. Menganalisis perkembangan per- 4.21. Menyajikan perkembangan per-


adaban Islam pada masa kejayaan adaban Islam dan faktor- faktor
(Masa Khulafaur RasyidinBani yang mempengaruhinya pada
Umayyah). masa kejayaan (Khulafaur
Rasyidin Bani Umayyah).
3.22. Menganalisis perkembangan Islam 4.22.1. Menyajikan perkembangan per-
pada masa modern (1800- seka- adaban Islam pada masa modern
rang). (1800-sekarang).
4.22.2. Menyajikan prinsip - prinsip
pembaharuan yang sesuai de-
ngan perkembangan peradaban
Islam pada masa modern.

73
3.23. Mengevaluasi makna QS Ali Imran 4.23.1. Membaca QS Ali Imran(3): 190-
(3): 190-191, dan QS Ali Imran (3): 191, dan QS Ali Imran(3): 159
159, serta Hadis tentang berpikir sesuai dengan kaidah tajwid dan
kritis dan bersikap demokratis. makharijul huruf.
4.23.2. Mendemonstrasikan hafalan QS
Ali Imran(3):190-191 dan QS
Ali Imran(3):159 dengan lancar.
4.23.3. Menyajikan sikap kritis dan ciri
orang-orang berakal (ulil albab)
sesuai pesan QS Ali Imran (3):
190-191.
4.23.4. Mempresentasikan demokrasi
dan sikap tidak memaksakan ke-
hendak sesuai pesan QS Ali Im-
ran (3): 159.
3.24. Mengevaluasi makna QS Luqman 4.24.1. Membaca QS Luqman (31): 13-
(31): 13-14 dan QS al-Baqarah (2): 14 dan QS al-Baqarah (2): 83
83, serta Hadis tentang kewajiban sesuai dengan kaidah tajwid dan
beribadah dan bersyukur kepada makharijul huruf.
Allah serta berbuat baik kepada 4.24.2. Mendemonstrasikan hafalan QS
sesama manusia. Luqman (31): 13-14 dan QS al-
Baqarah (2): 83 dengan lancar.
4.24.3. Mempresentasikan kewajiban
beribadah dan bersyukur kepada
Allah serta berbuat baik
terhadap sesama manusia sesuai
pesan QS Luqman (31): 13-14
dan QS al- Baqarah (2): 83.
3.25. Mengevaluasi makna iman kepada 4.25. Menyajikan perilaku jujur, ber-
hari akhir. tanggung jawab, dan adil sebagai
perwujudan iman kepada hari
akhir.
3.26. Mengevaluasi makna iman kepada 4.26. Mempresentasikan makna sikap
qadha dan qadar. optimis, ikhtiar, dan tawakkal se-
bagai perwujudan iman kepada
qadha dan qadar Allah swt.

3.27. Mengevaluasi perilaku bekerja ke- 4.27. Menyajikan perilaku bekerja ke-
ras dan bertanggung jawab dalam ras, jujur, bertanggung jawab, adil,
kehidupan sehari-hari yang ber- dan toleransi dalam kehidupan
kembang di masyarakat. sehari-hari yang berkembang di
masyarakat sebagai wujud ke-
imanan.
3.28. Mengevaluasi ketentuan pernikah- 4.28. Menyajikan prosesi pernikahan
an dalam Islam. dalam Islam.

74
3.29. Mengevaluasi ketentuan waris da- 4.29. Menggunakan ketentuan pembagi-
lam Islam. an waris Islam dalam kehidupan.
3.30. Mengevaluasi strategi dakwah dan 4.30. Menyajikan prinsip-prinsip stra-
perkembangan Islam di Indonesia. tegi dakwah dan perkembangan
Islam di Indonesia.
3.31. Mengevaluasi sejarah perkemba- 4.31. Menyajikan nilai-nilai keteladanan
ngan Islam di Indonesia. tokoh-tokoh dalam sejarah per-
kembangan Islam di Indonesia.
3.32. Mengevaluasi faktor-faktor kema- 4.32. Menyajikan faktor-faktor penentu
juan peradaban Islam di dunia. kemajuan peradaban Islam di
dunia.
3.33. Mengevaluasi faktor-faktor ke- 4.33. Menyajikan faktor-faktor penye-
munduran peradaban Islam di bab kemunduran peradaban Islam
dunia. di dunia.

b. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan


Kompetensi Inti :
KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2
(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
1. Menghayati dan mengamalkan ajar- 2. Menghayati dan mengamalkan
an agama yang dianutnya. perilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli (gotong royong,
kerja sama, toleran, damai), ber-
tanggungjawab, responsif, dan
proaktif melalui keteladanan,
pemberian nasihat, penguatan,
pembiasaan, dan pengkondisian
secara berkesinambungan serta
menunjukkan sikap sebagai bagi-
an dari solusi atas berbagai per-
masalahan dalam berinteraksi se-
cara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam me-
nempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia.
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, menganali- 4. Melaksanakan tugas spesifik de-
sis, dan mengevaluasi tentang penge- ngan menggunakan alat, infor-
tahuan faktual, konseptual, prose- masi, dan prosedur kerja yang la-
dural, dan metakognitif sesuai de- zim dilakukan serta memecahkan
ngan bidang dan lingkup kajian Pen- masalah sesuai dengan bidang ka-
didikan Pancasila dan Kewargane- jian Pendidikan Pancasila dan
garaan pada tingkat teknis, spesifik, Kewarganegaraan.

75
detil, dan kompleks, berkenaan de- Menampilkan kinerja di bawah
ngan ilmu pengetahuan, teknologi, bimbingan dengan mutu dan
seni, budaya, dan humaniora dalam kuantitas yang terukur sesuai de-
konteks pengembangan potensi diri ngan standar kompetensi kerja.
sebagai bagian dari keluarga, seko- Menunjukkan keterampilan mena-
lah, dunia kerja, warga masyarakat lar, mengolah, dan menyaji secara
nasional, regional, dan internasional. efektif, kreatif, produktif, kritis,
mandiri, kolaboratif, komunikatif,
dan solutif dalam ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, ser-
ta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan
langsung.
Menunjukkan keterampilan mem-
persepsi, kesiapan, meniru, mem-
biasakan, gerak mahir, menjadi-
kan gerak alami dalam ranah kon-
kret terkait dengan pengembangan
dari yang dipelajarinya di sekolah,
serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan
langsung.

Kompetensi Dasar :

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


1.1. Menghayati hakikat bangsa dan Ne- 2.1. Responsif terhadap hakikat bangsa
gara sebagai anugerah Tuhan Yang dan Negara.
Maha Esa.
1.2. Mensyukuri fungsi dan peran 2.2. Proaktif melaksanakan fungsi dan
Pancasila dalam kehidupan bangsa peran Pancasila dalam kehidupan
dan negara Indonesia. bangsa dan negara Indonesia.

1.3. Mensyukuri nilai-nilai Pancasila 2.3. Menunjukkan sikap peduli terhadap


dalam praktik penyelenggaraan penerapan nilai-nilai Pancasila da-
pemerintahan Negara sebagai salah lam kehidupan berbangsa dan ber-
satu bentuk pengabdian kepada negara.
Tuhan Yang Maha Esa.

76
1.4. Mengamalkan ketentuan Undang- 2.4. Peduli terhadap penerapan keten-
Undang Dasar Negara Republik tuan Undang-Undang Dasar Negara
Indonesia Tahun 1945 yang menga- Republik Indonesia Tahun 1945
tur tentang wilayah, warga Negara, yang mengatur tentang wilayah,
penduduk, agama dan kepercayaan warga Negara, penduduk, agama
serta pertahanan dan keamanan dan kepercayaan serta pertahanan
sebagai wujud rasa syukur kepada dan keamanan.
Tuhan Yang Maha Esa.
1.5. Menghayati sistem politik Indone- 2.5. Responsif terhadap sistem politik
sia sebagai wujud rasa syukur kepa- Indonesia.
da Tuhan Yang Maha Esa.
1.6. Menghayati nilai-nilai terkait fungsi 2.6. Peduli terhadap fungsi dan kewe-
dan kewenangan lembaga-lembaga nangan lembaga-lembaga negara
negara menurut Undang-Undang menurut Undang- Undang Dasar
Dasar Negara Republik Indonesia Negara Republik Indonesia Tahun
Tahun 1945 sebagai bentuk sikap 1945.
beriman dan bertaqwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa.
1.7. Melaksanakan budaya politik Indo- 2.7. Peduli terhadap budaya politik
nesia sebagai wujud rasa syukur ke- Indonesia.
pada Tuhan Yang Maha Esa.
1.8. Menghayati hubungan pemerintah 2.8. Peduli terhadap hubungan pemerin-
pusat dan daerah menurut Undang- tah pusat dan daerah yang harmonis
Undang Dasar Negara Republik di daerah setempat.
Indonesia Tahun 1945 sebagai
anugerah Tuhan Yang Maha Esa.
1.9. Mensyukuri nilai-nilai yang mem- 2.9. Menunjukkan sikap kerja sama da-
bentuk komitmen integrasi nasional lam rangka mewujudkan komitmen
dalam bingkai Bhinneka Tunggal integrasi nasional dalam bingkai
Ika sebagai wujud syukur kepada Bhinneka Tunggal Ika.
Tuhan yang Maha Esa.
1.10. Bersyukur kepada Tuhan Yang 2.10. Responsif terhadap ancaman ne-
Maha Esa atas nilai-nilai yang gara dan upaya penyelesaiannya
membentuk kesadaran atas anca- di bidang ideologi, politik, eko-
man terhadap negara dan upaya pe- nomi, sosial, budaya, pertahanan,
nyelesaiannya dalam bingkai dan keamanan dalam bingkai
Bhinneka Tunggal Ika. Bhinneka Tunggal Ika.
1.11. Menghayati wawasan nusantara 2.11. Bertanggung-jawab mengem-
dalam konteks Negara Kesatuan bangkan kesadaran akan penting-
Republik Indonesia sebagai anuge- nya wawasan nusantara dalam
rah Tuhan Yang Maha Esa. konteks Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
1.12. Menghayati hak asasi manusia ber- 2.12. Peduli terhadap hak asasi manu-
dasarkan perspektif Pancasila seba- sia berdasarkan perspektif Panca-
gai anugerah Tuhan yang Maha sila dalam kehidupan berbangsa
Esa. dan bernegara.

77
1.13. Mengsyukuri sistem pemerintahan 2.13. Proaktif terhadap sistem pemerin-
di Indonesia sebagai anugerah tahan di Indonesia.
Tuhan Yang Maha Esa.
1.14. Mengamalkan nilai-nilai ke- 2.14. Peduli dalam berdemokrasi
Tuhanan dalam berdemokrasi Pancasila sesuai Undang-
Pancasila sesuai Undang-Undang Undang Dasar Negara Republik
Dasar Negara Republik Indonesia Indonesia Tahun 1945.
Tahun 1945.
1.15. Mengahayati nilai-nilai dalam sis- 2.15. Disiplin terhadap aturan sistem
tem hukum dan peradilan Indonesia hukum dan peradilan sesuai de-
sesuai dengan Undang-Undang ngan Undang-Undang Dasar
Dasar Negara Republik Indonesia Negara Republik Indonesia
Tahun 1945 sebagai rasa syukur Tahun 1945.
kepada Tuhan Yang Maha Esa.
1.16. Mengamalkan nilai-nilai dalam sis- 2.16. Proaktif terhadap sistem perlindu-
tem perlindungan tenaga kerja di ngan tenaga kerja di Indonesia.
Indonesia berlandaskan Ketuhanan
Yang Maha Esa.
1.17. Menghayati nilai-nilai dalam sis- 2.17. Disiplin terhadap aturan sistem
tem hukum dan peradilan Interna- hukum dan peradilan Internasi-
sional sebagai rasa syukur kepada onal.
Tuhan Yang Maha Esa.
1.18. Mensyukuri peran Indonesia dalam 2.18. Toleran dan cinta damai sebagai
mewujudkan perdamaian dunia se- refleksi peran Indonesia dalam
bagai anugerah Tuhan Yang Maha perdamaian dunia dalam hidup
Esa. bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara.
1.19. Bersyukur pada Tuhan Yang Maha 2.19. Responsif terhadap ancaman ne-
Esa atas nilai-nilai yang memben- gara dan strategi mengatasinya
tuk kesadaran akan ancaman terha- berdasarkan asas Bhinneka
dap negara strategi mengatasinya Tunggal Ika.
berdasarkan asas Bhinneka
Tunggal Ika.
1.20. Bersyukur pada Tuhan Yang Maha 2.20. Proaktif dalam menerapkan nilai-
Esa atas nilai-nilai persatuan dan nilai persatuan dan kesatuan
kesatuan bangsa dalam Negara bangsa dalam Negara Kesatuan
Kesatuan Republik Indonesia. Republik Indonesia.
1.21. Menghayati perbedaan sebagai 2.21. Proaktif menghindari pelanggar-
anugerah Tuhan yang Maha Esa da- an hak dan pengingkaran kewa-
lam rangka menghindari pelangga- jiban warga negara dalam kehidu-
ran hak dan pengingkaran kewa- pan berbangsa dan bernegara.
jiban warga negara dalam kehi-
dupan berbangsa dan bernegara.

78
1.22. Mengamalkan perilaku orang ber- 2.22. Berperilaku jujur dalam praktik
iman kepada Tuhan Yang Maha perlindungan dan penegakan hu-
Esa dalam praktik pelindungan dan kum di tengah masyarakat.
penegakan hukum untuk menjamin
keadilan dan kedamaian.
1.23. Melaksanakan pemerintahan sesuai 2.23. Berperilaku jujur dalam pelaksa-
karakteristik good governance de- naan pemerintahan sesuai karak-
ngan berlandaskan nilai-nilai ke- teristik good governance.
Tuhanan Yang Maha Esa.
1.24. Menghayati kemajuan Ilmu penge- 2.24. Bertanggung-jawab dalam me-
tahuan dan teknologi sebagai anu- nyikapi pengaruh kemajuan ilmu
gerah Tuhanan Yang Maha Esa. pengetahuan dan teknologi dalam
bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
1.25. Mensyukuri persatuan dan kesatuan 2.25. Proaktif dalam mengembangkan
bangsa sebagai upaya dalam menja- persatuan dan kesatuan bangsa
ga dan mempertahankan Negara sebagai upaya dalam menjaga dan
Kesatuan Republik Indonesia seba- mempertahanakan Negara Kesa-
gai bentuk pengabdian. tuan Republik Indonesia.
1.26. Menghayati peranan pers di 2.26. Bertanggung-jawab dalam me-
Indonesia dengan berlandaskan nyikapi peranan pers di Indone-
nilai-nilai ketuhanan Yang Maha sia.
Esa.
1.27. Mengamalkan etos kerja masya- 2.27. Peduli terhadap etos kerja masya-
rakat Indonesia dengan berlandas- rakat Indonesia.
kan nilai-nilai ketuhanan Yang
Maha Esa.
3.1. Menganalisis hakikat bangsa dan 4.1. Menyaji hasil analisis hakikat
Negara. bangsa dan Negara.
3.2. Menganalisis fungsi dan peran 4.2. Menyaji hasil analisis fungsi dan
Pancasila dalam kehidupan bangsa peran Pancasila dalam kehidupan
dan negara Indonesia. bangsa dan negara Indonesia.
3.3. Menganalisis nilai-nilai Pancasila 4.3. Menyaji hasil analisis nilai-nilai
dalam kerangka praktik penyeleng- Pancasila dalam kerangka praktik
garaan pemerintahan Negara. penyelenggaraan pemerintahan
negara.
3.4. Menganalisis ketentuan Undang- 4.4. Menyaji hasil analisis tentang ke-
Undang Dasar Negara Republik tentuan Undang-Undang Dasar
Indonesia Tahun 1945 yang meng- Negara Republik Indonesia Tahun
atur tentang wilayah negara, warga 1945 yang mengatur tentang wila-
negara dan penduduk, agama dan yah negara, warga negara dan pen-
kepercayaan, serta pertahanan dan duduk, agama dan kepercayaan,
keamanan. serta pertahanan dan keamanan.
3.5. Menganalisis sistem politik di 4.5. Menyaji hasil analisis tentang sis-
Indonesia. tem politik di Indonesia.

79
3.6. Menganalisis fungsi dan kewena- 4.6. Menyaji hasil analisis tentang
ngan lembaga-lembaga Negara me- fungsi dan kewenangan lembaga-
nurut Undang- Undang Dasar lembaga Negara menurut Undang-
Negara Republik Indonesia Tahun Undang Dasar Negara Republik
1945. Indonesia Tahun 1945.
3.7. Menganalisis budaya politik di 4.7. Menyaji hasil analisis tentang bu-
Indonesia. daya politik di Indonesia.
3.8. Menganalisis hubungan pemerintah 4.8. Menyaji hasil analisis tentang hu-
pusat dan daerah menurut Undang- bungan pemerintah pusat dan pe-
Undang Dasar Negara Republik merintah daerah setempat menurut
Indonesia Tahun 1945. Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945.
3.9. Menganalisis faktor-faktor pem- 4.9. Menyaji hasil analisis tentang
bentuk integrasi nasional dalam faktor-faktor pembentuk integrasi
bingkai Bhinneka Tunggal Ika. nasional dalam bingkai Bhinneka
Tunggal Ika.
3.10. Menganalisis ancaman terhadap ne- 4.10. Menyaji hasil analisis tentang an-
gara dan upaya penyelesaiannya di caman terhadap negara dan upaya
bidang ideologi, politik, ekonomi, penyelesaiannya di bidang Ideo-
sosial, budaya, pertahanan, dan ke- logi, politik, ekonomi, sosial, bu-
amanan dalam bingkai Bhinneka daya, pertahanan, dan keamanan
Tunggal Ika. dalam bingkai Bhineka Tunggal
Ika.
3.11. Menelaah pentingnya Wawasan 4.11. Mempresentasikan hasil telaah ter-
Nusantara dalam konteks Negara kait pentingnya Wawasan Nusan-
Kesatuan Republik Indonesia. tara dalam konteks Negara Kesatu-
an Republik Indonesia.
3.12. Menganalisis pelanggaran hak asasi 4.12. Menyaji hasil analisis pelanggaran
manusia dalam perspektif Pancasila hak asasi manusia dalam pers-
dalam kehidupan berbangsa dan pektif Pancasila dalam kehidupan
bernegara. berbangsa dan bernegara.
3.13. Menganalisis sistem pemerintahan 4.13. Menyaji hasil analisis tentang sis-
di Indonesia. tem pemerintahan di Indonesia.
3.14. Menganalisis sistem dan dinamika 4.14. Menyaji hasil analisis tentang
demokrasi Pancasila sesuai dengan sistem dan dinamika demokrasi
Undang-Undang Dasar Negara Pancasila sesuai dengan Undang-
Republik Indonesia Tahun 1945. Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945.
3.15. Menganalis sistem hukum dan per- 4.15. Menyaji hasil analisis tentang
adilan di Indonesia sesuai dengan sistem hukum dan peradilan di
Undang-Undang Dasar Negara Indonesia sesuai dengan Undang-
Republik Indonesia Tahun 1945. Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945.

80
3.16. Menganalisis sistem perlindungan 4.16. Menyaji hasil analisis tentang sis-
tenaga kerja di Indonesia. tem perlindungan tenaga kerja di
Indonesia.
3.17. Menganalisis sistem hukum dan 4.17. Menyaji hasil analisis tentang sis-
peradilan internasional. tem hukum dan peradilan interna-
sional.
3.18. Mengevaluasi dinamika peran 4.18. Menyaji hasil evaluasi tentang pe-
Indonesia dalam perdamaian dunia ran Indonesia dalam perdamaian
sesuai Undang-Undang Dasar dunia sesuai Undang-Undang
Negara Republik Indonesia Tahun Dasar Negara Republik Indonesia
1945. Tahun 1945.
3.19. Menganalisis kasus-kasus ancaman 4.19. Melakukan penelitian sederhana
terhadap Ideologi, politik, ekonomi, tentang potensi ancaman terhadap
sosial, budaya, pertahanan, dan ke- Ideologi, politik, ekonomi, sosial,
amanan dan strategi mengatasinya budaya, pertahanan, dan keaman-
dalam bingkai Bhinneka Tunggal an dan strategi mengatasinya da-
Ika. lam bingkai Bhinneka Tunggal
Ika.
3.20. Menganalisis faktor pendorong dan 4.20. Menyaji hasil analisis tentang
penghambat persatuan dan kesatu- faktor-faktor pendorong dan peng-
an bangsa dalam Negara Kesatuan hambat persatuan dan kesatuan
Republik Indonesia. bangsa dalam Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
3.21. Menganalisis nilai-nilai Pancasila 4.21. Menyaji hasil analisis tentang
terkait dengan kasus-kasus pelang- nilai-nilai Pancasila terkait dengan
garan hak dan pengingkaran kewa- kasus-kasus pelanggaran hak dan
jiban warga negara dalam kehi- pengingkaran kewajiban warga
dupan berbangsa dan bernegara. negara dalam kehidupan berbang-
sa dan bernegara.

3.22. Mengevaluasi praktik perlindungan 4.22. Mendemonstrasikan praktik per-


dan penegakan hukum untuk men- lindungan dan penegakan hukum
jamin keadilan dan kedamaian. untuk menjamin keadilan dan ke-
damaian.
3.23. Menganalisis pelaksanaan peme- 4.23. Menyaji hasil analisis tentang pe-
rintahan sesuai karakteristik good laksanaan pemerintahan sesuai
governance. karakteristik good governance.
3.24. Menganalisis pengaruh kemajuan 4.24. Menyaji hasil analisis tentang pe-
ilmu pengetahuan dan teknologi ngaruh kemajuan ilmu pengeta-
terhadap bangsa dan negara dalam huan dan teknologi terhadap bang-
bingkai Bhinneka Tunggal Ika. sa dan negara dalam bingkai Bhin-
neka Tunggal Ika.

81
3.25. Mengevaluasi dinamika persatuan 4.25. Menyaji hasil evaluasi tentang di-
dan kesatuan bangsa sebagai upaya namika persatuan dan kesatuan
menjaga dan mempertahankan bangsa sebagai upaya menjaga dan
Negara Kesatuan Republik Indo- mempertahankan Negara Kesatu-
nesia. an Republik Indonesia.
3.26. Mengevaluasi peranan pers di Indo- 4.26. Menyaji hasil evaluasi tentang pe-
nesia. ranan pers di Indonesia.
3.27. Mengevaluasi etos kerja masyara- 4.27. Menyaji hasil evaluasi tentang etos
kat Indonesia. kerja masyarakat Indonesia.

c. Bahasa Indonesia
Kompetensi Inti :
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, mengana- 4. Melaksanakan tugas spesifik de-
lisis, dan mengevaluasi tentang pe- ngan menggunakan alat, informasi,
ngetahuan faktual, konseptual, pro- dan prosedur kerja yang lazim
sedural, dan metakognitif sesuai de- dilakukan serta memecahkan masa-
ngan bidang dan lingkup kajian ba- lah sesuai dengan bidang kajian
hasa Indonesia pada tingkat teknis, Bahasa Indonesia.
spesifik, detil, dan kompleks, berke- Menampilkan kinerja di bawah
naan dengan ilmu pengetahuan, tek- bimbingan dengan mutu dan kuan-
nologi, seni, budaya, dan humaniora titas yang terukur sesuai dengan
dalam konteks pengembangan poten- standar kompetensi kerja.
si diri sebagai bagian dari keluarga, Menunjukkan keterampilan mena-
sekolah, dunia kerja, warga masya- lar, mengolah, dan menyaji secara
rakat nasional, regional, dan interna- efektif, kreatif, produktif, kritis,
sional. mandiri, kolaboratif, komunikatif,
dan solutif dalam ranah abstrak ter-
kait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spe-
sifik di bawah pengawasan lang-
sung.
Menunjukkan keterampilan mem-
persepsi, kesiapan, meniru, mem-
biasakan, gerak mahir, menjadikan
gerak alami dalam ranah konkret
terkait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spe-
sifik di bawah pengawasan lang-
sung.

82
Kompetensi Dasar :
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1. Memahami laporan hasil observasi 4.1. Menyajikan isi teks (intisari) la-
berkaitan dengan bidang pekerjaan poran hasil observasi berkaitan de-
yang dipresentasikan dengan lisan ngan bidang pekerjaan berdasar-
dan tulis. kan interpretasi baik secara lisan
maupun tulis.
3.2. Menganalisis isi dan aspek kebaha- 4.2. Mengonstruksikan teks laporan
saan dari minimal dua teks laporan observasi berkaitan bidang peker-
hasil observasi berkaitan dengan jaan dengan memerhatikan isi dan
bidang pekerjaan. aspek kebahasaan baik lisan
maupun tulis.
3.3. Mendeskripsikan (permasalahan, ar- 4.3. Mengembangkan isi (permasala-
gumentasi, pengetahuan, dan reko- han, argumen, pengetahuan, dan
mendasi) teks eksposisi berkaitan rekomendasi) teks eksposisi berka-
dengan bidang pekerjaan yang dide- itan dengan bidang pekerjaan seca-
ngar dan atau dibaca. ra lisan dan/tulis.
3.4. Menganalisis struktur dan kebaha- 4.4. Mengonstruksikan teks eksposisi
saan teks eksposisi yang berkaitan berkaitan bidang pekerjaan dengan
dengan bidang pekerjaan. memerhatikan isi (permasalahan,
argumen, pengetahuan, dan reko-
mendasi), struktur dan kebahasa-
an.
3.5. Menganalisis teks anekdot dari as- 4.5. Mengonstruksi makna tersirat da-
pek makna tersirat. lam sebuah teks anekdot baik lisan
maupun tulis.
3.6. Mengevaluasi struktur dan kebaha- 4.6. Menciptakan kembali teks anekdot
saan teks anekdot. dengan memerhatikan struktur,
dan kebahasaan baik lisan maupun
tulis.
3.7. Mendeskripsikan nilai-nilai dan isi 4.7. Menceritakan kembali isi cerita
yang terkandung dalam cerita rakyat rakyat (hikayat) yang didengar dan
(hikayat) baik lisan maupun tulis. dibaca.

3.8. Membandingkan nilai-nilai dan ke- 4.8. Mengembangkan cerita rakyat (hi-
bahasaan cerita rakyat dan cerpen. kayat) ke dalam bentuk cerpen de-
ngan memerhatikan isi dan nilai-
nilai.
3.9. Menguraikan butir-butir penting dari 4.9. Menyusun ikhtisar dari dua buku
dua buku nonfiksi (buku pengayaan) nonfiksi (buku pengayaan) dan
dan satu novel. ringkasan dari satu novel yang
dibaca.

83
3.10. Menganalisis pengajuan, penawaran 4.10. Menyampaikan pengajuan, pena-
dan persetujuan dalam teks negosi- waran, persetujuan dan penutup
asi berkaitan dengan bidang peker- dalam teks negosiasi berkaitan de-
jaan lisan maupun tertulis. ngan bidang pekerjaan secara lisan
atau tulis.
3.11. Mengevaluasi isi, struktur (orientasi, 4.11. Mengonstruksikan teks negosiasi
pengajuan, penawaran, persetujuan, berkaitan dengan bidang pekerjaan
penutup) dan kebahasaan teks nego- dengan memerhatikan isi, struktur
siasi berkaitan dengan bidang peker- (orientasi, pengajuan, penawaran,
jaan. persetujuan, penutup) dan kebaha-
saan.
3.12. Menganalisis permasalahan/isu, su- 4.12. Mengonstruksi permasalahan/isu,
dut pandang dan argumen beberapa sudut pandang dan argumen bebe-
pihak dan simpulan dari debat ber- rapa pihak, dan simpulan dari de-
kaitan dengan bidang pekerjaan un- bat berkaitan dengan bidang pe-
tuk menemukan esensi dari debat. kerjaan secara lisan untuk menun-
jukkan esensi dari debat.
3.13. Menganalisis isi debat berkaitan de- 4.13. Mengembangkan permasalahan/
ngan bidang pekerjaan (permasala- isu dari berbagai sudut pandang
han/isu, sudut pandang dan argumen yang dilengkapi argumen dalam
beberapa pihak, dan simpulan). berdebat berkaitan dengan bidang
pekerjaan.
3.14. Menganalisis butir-butir penting 4.14. Menyajikan hal-hal yang dapat di-
yang dapat diteladani dari teks bio- teladani dari tokoh yang terdapat
grafi berkaitan dengan bidang peker- dalam teks biografi berkaitan de-
jaan. ngan bidang pekerjaan yang
dibaca secara tertulis.
3.15. Menganalisis aspek makna dan ke- 4.15. Membuat teks biografi berkaitan
bahasaan dalam teks biografi berkai- dengan bidang pekerjaan baik
tan dengan bidang pekerjaan. lisan maupun tulis.
3.16. Menganalisis suasana, tema, dan 4.16. Mendemonstrasikan (membaca-
makna beberapa puisi yang terkan- kan atau memusikalisasikan) satu
dung dalam antologi puisi yang di- puisi dari antologi puisi atau kum-
perdengarkan atau dibaca. pulan puisi dengan memerhatikan
vokal, ekspresi, dan intonasi (teka-
nan dinamik dan tekanan tempo).
3.17. Menganalisis unsur pembangun 4.17. Menulis puisi dengan memerha-
puisi. tikan unsur pembangunnya (tema,
diksi, gaya bahasa, imaji, struktur,
perwajahan).
3.18. Menganalisis isi dari minimal satu 4.18. Menyajikan replikasi isi buku
buku fiksi dan satu buku nonfiksi ilmiah yang dibaca dalam bentuk
yang sudah dibaca. resensi.

84
3.19. Menganalisis informasi berupa per- 4.19. Merancang pernyataan umum dan
nyataan-pernyataan umum dan tahapan-tahapan dalam teks prose-
tahapan-tahapan dalam teks dur berkaitan bidang pekerjaan de-
prosedur berkaitan dengan bidang ngan organisasi yang tepat secara
pekerjaan. lisan dan tulis.
3.20. Menganalisis struktur dan kebaha- 4.20. Mengembangkan teks prosedur
saan teks prosedur berkaitan dengan berkaitan bidang pekerjaan dengan
bidang pekerjaan. memerhatikan hasil analisis terha-
dap isi, struktur, dan kebahasaan.
3.21. Menganalisis informasi (pengetahu- 4.21. Mengkonstruksi informasi (penge-
an dan urutan kejadian) dalam teks tahuan dan urutan kejadian) dalam
ekplanasi berkaitan dengan bidang teks eksplanasi berkaitan dengan
pekerjaan lisan dan tulis. bidang pekerjaan secara lisan dan
tulis.
3.22. Menganalisis struktur dan kebaha- 4.22. Memproduksi teks eksplanasi ber-
saan teks eksplanasi berkaitan de- kaitan dengan bidang pekerjaan
ngan bidang pekerjaan. secara lisan atau tulis dengan
memerhatikan struktur dan
kebahasaan.
3.23. Menganalisis informasi berupa per- 4.23. Menyusun bagian-bagian penting
masalahan aktual yang disajikan da- dari permasalahan aktual sebagai
lam ceramah berkaitan dengan bi- bahan untuk disajikan dalam cera-
dang pekerjaan. mah berkaitan dengan bidang pe-
kerjaan.
3.24. Menganalisis isi, struktur, dan keba- 4.24. Mengonstruksi ceramah berkaitan
hasaan dalam ceramah berkaitan de- bidang pekerjaan dengan memer-
ngan bidang pekerjaan. hatikan aspek kebahasaan dan
menggunakan struktur yang tepat.
3.25. Mendeskripsikan butir-butir penting 4.25. Menyajikan butir-butir penting
dari satu buku pengayaan (nonfiksi) dari satu buku pengayaan (non-
berkaitan dengan bidang pekerjaan fiksi) berkaitan dengan bidang
yang dibaca. pekerjaan.
3.26. Menemukan butir-butir penting dari 4.26. Menyajikan persamaan dan perbe-
dua buku pengayaan berkaitan de- daan isi dua buku pengayaan ber-
ngan bidang pekerjaan (nonfiksi) kaitan dengan bidang pekerjaan
yang dibaca. (nonfiksi) yang dibaca.
3.27. Menganalisis pesan dari satu buku 4.27. Menyusun ulasan terhadap pesan
fiksi yang dibaca. dari satu buku fiksi yang dibaca.

3.28. Mendeskripsikan informasi penting 4.28. Melengkapi informasi dalam


yang ada dalam proposal kegiatan proposal berkaitan dengan bidang
atau penelitian berkaitan dengan bi- pekerjaan supaya lebih efektif.
dang pekerjaan.

85
3.29. Menganalisis isi, sistematika, dan 4.29. Merancang sebuah proposal karya
kebahasaan suatu proposal berkaitan ilmiah berkaitan bidang pekerjaan
dengan bidang pekerjaan. dengan memerhatikan informasi,
tujuan, dan esensi karya ilmiah
yang diperlukan.
3.30. Menganalisis informasi, tujuan dan 4.30. Merancang informasi, tujuan, dan
esensi sebuah karya ilmiah berkaitan esensi yang harus disajikan dalam
dengan bidang pekerjaan yang karya ilmiah berkaitan dengan bi-
dibaca. dang pekerjaan.
3.31. Menganalisis sistematika dan keba- 4.31. Mengonstruksi sebuah karya ilmi-
hasaan karya ilmiah berkaitan de- ah berkaitan bidang pekerjaan de-
ngan bidang pekerjaan. ngan memerhatikan isi, sistemati-
ka, dan kebahasaan.
3.32. Membandingkan isi berbagai resensi 4.32. Menyajikan isi sebuah resensi ber-
berkaitan dengan bidang pekerjaan kaitan bidang pekerjaan dengan
untuk menemukan sistematika memerhatikan hasil perbandingan
sebuah resensi. beberapa teks resensi.
3.33. Menganalisis kebahasaan resensi da- 4.33. Mengkonstruksi sebuah resensi
lam kumpulan cerpen atau novel dari buku kumpulan cerita pendek
setidaknya dua karya yang berbeda. atau novel yang sudah dibaca.
3.34. Menganalisis alur cerita, babak demi 4.34. Mempertunjukkan salah satu to-
babak, dan konflik dalam drama koh dalam drama yang dibaca atau
yang dibaca atau ditonton. ditonton secara lisan.
3.35. Menganalisis isi dan kebahasaan 4.35. Mendemonstrasikan sebuah nas-
drama yang dibaca atau ditonton. kah drama dengan memerhatikan
isi dan kebahasaan.
3.36. Menganalisis pesan dari dua buku 4.36. Menyusun ulasan terhadap pesan
fiksi (novel dan buku kumpulan dari dua buku kumpulan puisi yang
puisi) yang dibaca. dikaitkan dengan situasi kekinian.
3.37. Mendeskripsikan isi dan sistematika 4.37. Menyajikan simpulan sistematika
surat lamaran pekerjaan yang di- dan unsur-unsur isi surat lamaran
baca. baik secara lisan maupun tulis.
3.38. Menganalisis unsur kebahasaan su- 4.38. Menyusun surat lamaran peker-
rat lamaran pekerjaan. jaan dengan memerhatikan isi, sis-
tematika dan kebahasaan.
3.39. Menganalisis informasi, yang men- 4.39. Mengonstruksi nilai-nilai dari in-
cakup orientasi, rangkaian kejadian formasi cerita sejarah dalam sebu-
yang saling berkaitan, komplikasi ah teks eksplanasi.
dan resolusi, dalam cerita sejarah
lisan atau tulis.
3.40. Menganalisis kebahasaan cerita atau 4.40. Menulis cerita sejarah pribadi de-
novel sejarah. ngan memerhatikan kebahasaan.

86
3.41. Mendeskripsikan informasi (penda- 4.41. Menyeleksi ragam informasi seba-
pat, alternatif solusi dan simpulan gai bahan teks editorial berkaitan
terhadap suatu isu) dalam teks edito- dengan bidang pekerjaan baik se-
rial berkaitan dengan bidang peker- cara lisan maupun tulis.
jaan.
3.42. Menganalisis struktur dan kebahasa- 4.42. Merancang teks editorial berkaitan
an teks editorial berkaitan dengan bi- bidang pekerjaan dengan memer-
dang pekerjaan. hatikan struktur dan kebahasaan
baik secara lisan maupun tulis.
3.43. Menilai isi dua buku fiksi (kumpulan 4.43. Menyusun laporan hasil diskusi
cerita pendek atau kumpulan puisi) buku tentang satu topik baik secara
dan satu buku pengayaan (nonfiksi) lisan maupun tulis.
yang dibaca.
3.44. Menganalisis isi teks iklan sesuai 4.44. Mengonstruksi makna dan tujuan
bidang pekerjaan. isi teks iklan sesuai bidang peker-
jaan.
3.45. Menganalisis struktur dan ciri 4.45. Menyusun teks iklan sesuai bidang
kebahasaan teks iklan sesuai bidang pekerjaan dengan memerhatikan
pekerjaan. struktur dan kebahasaan baik seca-
ra lisan maupun tulis.
3.46. Mengevaluasi informasi, baik fakta 4.46. Menyusun opini dalam bentuk ar-
mau pun opini, dalam sebuah artikel tikel berkaitan dengan bidang pe-
berkaitan dengan bidang pekerjaan kerjaan.
yang dibaca.
3.47. Menganalisis kebahasaan artikel 4.47. Mengonstruksi sebuah artikel ber-
dan/atau buku ilmiah berkaitan de- kaitan bidang pekerjaan dengan
ngan bidang pekerjaan. memerhatikan fakta dan kebaha-
saan.
3.48. Mendeskripsikan isi dan sistematika 4.48. Menyajikan simpulan sistematika
surat dinas berkaitan dengan bidang dan unsur-unsur isi surat dinas ber-
pekerjaan. kaitan dengan bidang pekerjaan
baik secara lisan maupun tulis.
3.49. Menganalisis unsur kebahasaan su- 4.49. Menyusun surat dinas yang
rat dinas yang sesuai bidang peker- berkaitan bidang pekerjaan dengan
jaan. memerhatikan isi, sistematika dan
kebahasaan.
3.50. Menganalisis nilai-nilai yang terda- 4.50. Menulis refleksi tentang nilai-nilai
pat dalam sebuah buku pengayaan yang terkandung dalam sebuah
(nonfiksi) dan satu buku drama buku pengayaan (nonfiksi) dan
(fiksi). satu buku drama (fiksi).

87
d. Matematika
Kompetensi Inti :
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, mengana- 4. Melaksanakan tugas spesifik de-
lisis, dan mengevaluasi tentang pe- ngan menggunakan alat, informasi,
ngetahuan faktual, konseptual, pro- dan prosedur kerja yang lazim dila-
sedural, dan metakognitif sesuai de- kukan serta memecahkan masalah
ngan bidang dan lingkup kajian Ma- sesuai dengan bidang kajian Mate-
tematika pada tingkat teknis, spesi- matika. Menampilkan kinerja di
fik, detil, dan kompleks, berkenaan bawah bim-bingan dengan mutu
dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kuantitas yang terukur sesuai
seni, budaya, dan humaniora dalam dengan standar kompetensi kerja.
konteks pengembangan potensi diri Menunjukkan keterampilan mena-
sebagai bagian dari keluarga, seko- lar, mengolah, dan menyaji secara
lah, dunia kerja, warga masyarakat efektif, kreatif, produktif, kritis,
nasional, regional, dan internasional. mandiri, kolaboratif, komunikatif,
dan solutif dalam ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan
langsung.
Menunjukkan keterampilan mem-
persepsi, kesiapan, meniru, mem-
biasakan, gerak mahir, menjadikan
gerak alami dalam ranah konkret
terkait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesi-
fik di bawah pengawasan lang-
sung.

Kompetensi Dasar :
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1. Menerapkan konsep bilangan ber- 4.1. Menyajikan penyelesaian masalah
pangkat, bentuk akar dan logaritma bilangan berpangkat, bntuk akar
dalam menyelesaikan masalah. dan logaritma.
3.2. Menerapkan persamaan dan perti- 4.2. Menyajikan penyelesaian masalah
daksamaan nilai mutlak bentuk yang berkaitan dengan persamaan
linear satu variabel. dan pertidaksamaan nilai mutlak
bentuk linear satu variabel.

88
3.3. Menentukan nilai variabel pada sis- 4.3. Menyelesaikan masalah sistem
tem persamaan linear dua variabel persamaan linier dua variabel.
dalam masalah kontekstual.
3.4. Menentukan nilai maksimum dan 4.4. Menyelesaikan masalah konteks-
minimum permasalahan kontekstu- tual yang berkaitan dengan pro-
al yang berkaitan dengan program gram linear dua variabel.
linear dua variabel.
3.5. Menganalisis barisan dan deret arit- 4.5. Menyelesaikan masalah konteks-
metika. tual yang berkaitan dengan barisan
dan deret aritmatika.
3.6. Menganalisis barisan dan deret geo- 4.6. Menyelesaikan masalah konteks-
metri. tual yang berkaitan dengan barisan
dan deret geometri.
3.7. Menganalisis pertumbuhan, peluru- 4.7. Menyelesaiakan masalah konteks-
han, bunga dan anuitas. tual yang berkaitan dengan per-
tumbuhan, peluruhan, bunga dan
anuitas.
3.8. Menentukan perbandingan trigono- 4.8. Menyelesaikan masalah yang ber-
metri pada segitiga siku-siku. kaitan dengan perbandingan trigo-
nometri pada segitiga siku-siku.
3.9. Menentukan nilai sudut berelasi di- 4.9. Menyelesaikan masalah nilai su-
berbagai kuadran. dut berelasi di berbagai kuadran.
3.10. Menentukan koordinat kartesius 4.10. Menyelesaikan masalah perubah-
menjadi koordinat kutub dan seba- an koordinat kartesius menjadi ko-
liknya. ordinat kutub dan sebaliknya.
3.11. Menerapkan nilai perbandingan tri- 4.11. Menyajikan grafik fungsi trigono-
gonometri pada grafik fungsi tri- metri.
gonometri.
3.12. Menerapkan aturan sinus dan 4.12. Menyelesaikan permasalah kon-
kosinus. tekstual dengan aturan sinus dan
kosinus.
3.13. Menentukan luas segitiga pada tri- 4.13. Menyelesaikan masalah konteks-
gonometri. tual yang berkaitan dengan luas se-
gitiga pada trigonometri.
3.14. Menganalisis nilai sudut dengan ru- 4.14. Menyelesaikan nilai nilai sudut
mus jumlah dan selisih dua sudut. dengan rumus jumlah dan selisih
dua sudut.
3.15. Menerapkan operasi matriks dalam 4.15. Menyelesaikan masalah yang ber-
menyelesaiakan masalah yang ber- kaitan dengan matriks.
kaitan dengan matriks.
3.16. Menetukan nilai determinan, invers 4.16. Menyelesaikan masalah yang ber-
dan tranpos pada ordo 2 x 2 dan kaitan dengan determinan, invers
nilai determinan dan tranpos pada dan tranpose pada ordo 2 x 2 serta
ordo 3 x 3. nilai determinan dan tranpos pada
ordo 3 x 3.

89
3.17. Menentukan nilai besaran vektor 4.17. Menyelesaikan masalah yang ber-
pada dimensi dua. kaitan dengan nilai besaran vektor
pada dimensi dua.
3.18. Menentukan nilai besaran vektor 4.18. Menyelesaikan masalah yang ber-
pada dimensi tiga. kaitan dengan nilai besaran vektor
pada dimensi tiga.
3.19. Menentukan nilai variabel pada 4.19. Menyelesaikan masalah yang ber-
persamaan dan fungsi kuadrat. kaitan dengan persamaan dan
fungsi kuadrat.
3.20. Menganalisis operasi komposisi 4.20. Menyelesaikan masalah operasi
dan operasi invers pada fungsi. komposisi dan operasi invers pada
fungsi.
3.21. Menentukan persamaan lingkaran. 4.21. Menyelesaikan masalah yang ber-
kaitan dengan persamaan ling-
karan.
3.22. Menganalisis masalah kontekstual 4.22. Menyelesaikan masalah konteks-
yang berkaitan dengan logika mate- tual yang berkaitan dengan logika
matika (pernyataan sederhana, ne- matematika (pernyataan sederha-
gasi pernyataan sederhana, pernya- na, negasi pernyataan sederhana,
taan majemuk, negasi pernyataan pernyataan majemuk, negasi per-
majemuk dan penarikan kesim- nyataan majemuk dan penarikan
pulan). kesimpulan).
3.23. Menganalisis titik, garis dan bidang 4.23. Menyajikan penyelesaian masalah
pada geometri dimensi tiga. yang berkaitan dengan jarak antara
titik ke titik, titik ke garis dan garis
ke bidang pada geometri dimensi
tiga.
3.24. Menetukan masalah kontekstual 4.24. Menyelesaikan masalah konteks-
yang berkaitan dengan transformasi tual kontekstual yang berkaitan de-
geometri. ngan geometri.
3.25. Menganalisis kaidah pencacahan, 4.25. Menyajikan penyelesaian masalah
permutasi dan kombinasi pada ma- kontekstual berkaitan dengan kai-
salah kontekstual. dah pencacahan, permutasi dan
kombinasi.
3.26. Menentukan peluang kejadian. 4.26. Menyelesaikan masalah yang ber-
kaitan dengan peluang kejadian.
3.27. Mengevaluasi kajian statistika da- 4.27. Menyelesaikan masalah konteks-
lam masalah kontekstual. tual yang berkaitan dengan kajian
statistika.
3.28. Menganalisis ukuran pemusatan 4.28. Menyelesaikan masalah yang ber-
data tunggal dan data kelompok. kaitan dengan ukuran pemusatan
data tunggal dan data kelompok.

90
3.29. Menganalisis ukuran penyebaran 4.29. Menyelesaikan masalah yang ber-
data tunggal dan data kelompok. kaitan dengan ukuran penyebaran
data tunggal dan data kelompok.
3.30. Menentukan nilai limit fungsi 4.30. Menyelesaikan masalah yang ber-
aljabar. kaitan dengan limit fungsi aljabar.
3.31. Menentukan turunan fungsi aljabar 4.31. Menyelesaikan masalah yang ber-
menggunakan definisi limit fungsi kaitan dengan turunan fungsi alja-
atau sifat sifat turunan fungsi serta bar.
penerapannya.
3.32. Menganalisis keberkaitan turunan 4.32. Menyelesaikan masalah konteks-
pertama fungsi dengan nilai mak- tual yang berkaitan dengan turunan
simum, nilai minimum, dan selang pertama fungsi aljabar.
kemonotonan fungsi, serta kemiri-
ngan garis singgung kurva.
3.33. Menentukan nilai integral tak tentu 4.33. Menyelesaikan masalah yang ber-
dan tertentu fungsi aljabar. kaitan dengan integral tak tentu
dan tertentu fungsi aljabar.
3.34. Menentukan luas permukaan dan 4.34. Menyelesaikan masalah luas per-
volume benda putar dengan meng- mukaan dan volume benda putar
gunakan integral tertentu. dengan menggunakan integral ter-
tentu.

e. Sejarah Indonesia
Kompetensi Inti :
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, mengana- 4. Melaksanakan tugas spesifik de-
lisis, dan mengevaluasi tentang pe- ngan menggunakan alat, informasi,
ngetahuan faktual, konseptual, pro- dan prosedur kerja yang lazim
sedural, dan metakognitif sesuai de- dilakukan serta memecahkan masa-
ngan bidang dan lingkup kajian lah sesuai dengan bidang kajian
Sejarah Indonesia pada tingkat tek- Sejarah Indonesia.
nis, spesifik, detil, dan kompleks, Menampilkan kinerja di bawah
berkenaan dengan ilmu pengeta- bimbingan dengan mutu dan kuan-
huan, teknologi, seni, budaya, dan titas yang terukur sesuai dengan
humaniora dalam konteks pengem- standar kompetensi kerja.
bangan potensi diri sebagai bagian Menunjukkan keterampilan mena-
dari keluarga, sekolah, dunia kerja, lar, mengolah, dan menyaji secara
warga masyarakat nasional, regional, efektif, kreatif, produktif, kritis,
dan internasional. mandiri, kolaboratif, komunikatif,
dan solutif dalam ranah abstrak ter-
kait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta

91
mampu melaksanakan tugas spesi-
fik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mem-
persepsi, kesiapan, meniru, membi-
asakan, gerak mahir, menjadikan
gerak alami dalam ranah konkret
terkait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesi-
fik di bawah pengawasan langsung.

Kompetensi Dasar :
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1. Memahami konsep dasar sejarah 4.1. Menyajikan hasil pemahaman ten-
(berpikir kronologis, diakronik, sin- tang konsep dasar sejarah (berpikir
kronik, ruang dan waktu serta per- kronologis, diakronik, sinkronik,
ubahan dan keberlanjutan). ruang dan waktu serta perubahan
dan keberlanjutan).
3.2. Menganalisis kehidupan manusia 4.2. Menyajikan informasi mengenai
dan hasil-hasil budaya masyarakat manusia dan hasil-hasil budaya
Pra Aksara Indonesia. khususnya masyarakat Pra Aksara
Indonesia.
3.3. Menganalisis berbagai teori tentang 4.3. Mengolah informasi tentang berba-
proses masuknya agama dan kebu- gai teori masuknya agama dan ke-
dayaan Hindu dan Buddha serta pe- budayaan Hindu dan Buddha serta
ngaruhnya terhadap kehidupan ma- pengaruhnya terhadap kehidupan
syarakat Indonesia (pemerintahan, masyarakat Indonesia (pemerin-
budaya). tahan, budaya).
3.4. Menganalisis berbagai teori tentang 4.4. Menyajikan hasil analisis berbagai
proses masuknya agama dan kebu- teori tentang proses masuknya aga-
dayaan Islam serta pengaruhnya ter- ma dan kebudayaan Islam serta pe-
hadap kehidupan masyarakat Indo- ngaruhnya terhadap kehidupan ma-
nesia (ekonomi, pemerintahan, bu- syarakat Indonesia (ekonomi, pe-
daya). merintahan, budaya).
3.5. Menganalisis proses masuk dan per- 4.5. Mengolah informasi tentang proses
kembangan penjajahan bangsa Ero- masuk dan perkembangan penjaja-
pa (Portugis, Spanyol, Belanda, Ing- han bangsa Eropa (Portugis, Spa-
gris) ke Indonesia. nyol, Belanda, Inggris) ke Indone-
sia.
3.6. Menganalisis dampak politik, bud- 4.6. Menalar dampak politik, budaya,
aya, sosial, ekonomi, dan pendidikan sosial, ekonomi, dan pendidikan
pada masa penjajahan bangsa Eropa, pada masa penjajahan bangsa Eropa
lahirnya pergerakan nasional dan lahirnya pergerakan nasional dan
peristiwa sumpah pemuda. peristiwa sumpah pemuda.

92
3.7. Menganalisis peristiwa proklamasi 4.7. Menalar peristiwa proklamasi ke-
kemerdekaan dan pembentukan pe- merdekaan dan pembentukan pe-
merintahan pertama Republik Indo- merintahan pertama Republik Indo-
nesia, serta maknanya bagi kehidu- nesia, serta maknanya bagi kehidu-
pan sosial, budaya, ekonomi, politik, pan sosial, budaya, ekonomi, poli-
dan pendidikan bangsa Indonesia. tik, dan pendidikan bangsa Indone-
sia.
3.8. Menganalisis strategi dan bentuk 4.8. Mengolah informasi tentang stra-
perjuangan bangsa Indonesia dalam tegi dan bentuk perjuangan bangsa
upaya mempertahankan kemerdeka- Indonesia dalam upaya memper-
an dari ancaman Sekutu dan Belan- tahankan kemerdekaan dari anca-
da. man Sekutu dan Belanda.
3.9. Mengevaluasi upaya bangsa Indo- 4.9. Menyajikan hasil kesimpulan ten-
nesia dalam menghadapi ancaman tang upaya bangsa Indonesia da-
disintegrasi bangsa antara lain PKI lam menghadapi ancaman disin-
Madiun 1948, DI/TII, APRA, Andi tegrasi bangsa antara lain PKI
Aziz, RMS, PRRI, Permesta, G-30- Madiun 1948, DI/TII, APRA, Andi
S/PKI. Aziz, RMS, PRRI, Permesta, G-30-
S/PKI.
3.10. Mengevaluasi perkembangan kehi- 4.10. Menyajikan hasil telaah tentang
dupan politik dan ekonomi Bangsa perkembangan kehidupan politik
Indonesia pada masa awal kemerde- dan ekonomi Bangsa Indonesia pa-
kaan sampai dengan masa Demokra- da masa awal kemerdekaan sampai
si Terpimpin. masa Demokrasi Terpimpin.
3.11. Mengevaluasi perkembangan kehi- 4.11. Mengolah informasi tentang per-
dupan politik dan ekonomi Bangsa kembangan kehidupan politik dan
Indonesia pada masa Orde Baru ekonomi Bangsa Indonesia pada
sampai dengan awal Reformasi, ser- masa Orde Baru sampai dengan a-
ta peranan mahasiswa dan pemuda wal Reformasi, serta peranan maha-
dalam perubahan politik dan ketata- siswa dan pemuda dalam perubahan
negaraan Indonesia. politik dan ketatanegaraan Indone-
sia.
3.12. Mengevaluasi peran bangsa Indo- 4.12. Menyajikan hasil telaah tentang
nesia dalam perdamaian dunia antara peran bangsa Indonesia dalam per-
lain KAA, Misi Garuda, Deklarasi damaian dunia antara lain KAA,
Djuanda, Gerakan Non Blok, dan Misi Garuda, Deklarasi Djuanda,
ASEAN, OKI, dan Jakarta Informal Gerakan Non Blok, dan ASEAN,
Meeting. OKI, dan Jakarta Informal
Meeting.

93
3.13. Mengevaluasi kehidupan Bangsa 4.13. Membuat studi evaluasi tentang
Indonesia dalam mengembangkan kehidupan Bangsa Indonesia da-
ilmu pengetahuan dan teknologi pa- lam mengembangkan ilmu penge-
da era kemerdekaan (sejak prokla- tahuan dan teknologi di era kemer-
masi sampai dengan Reformasi). dekaan (sejak proklamasi sampai
dengan Reformasi).

f. Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lainnya


Kompetensi Inti :
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, mengana- 4. Melaksanakan tugas spesifik dengan
lisis, dan mengevaluasi tentang pe- menggunakan alat, informasi, dan
ngetahuan faktual, konseptual, prosedur kerja yang lazim dilakukan
prose-dural dasar, dan metakognitif serta memecahkan masalah sesuai
sesuai dengan bidang dan lingkup dengan bidang kajian Bahasa
kajian Bahasa Inggris pada tingkat Inggris.
teknis, spesifik, detil, dan kompleks, Menampilkan kinerja di bawah bim-
berkenaan dengan ilmu pengeta- bingan dengan mutu dan kuantitas
huan, teknologi, seni, budaya, dan yang terukur sesuai dengan standar
humaniora dalam konteks pengem- kompetensi kerja.
bangan potensi diri sebagai bagian Menunjukkan keterampilan mena-
dari keluarga, sekolah, dunia kerja, lar, mengolah, dan menyaji secara
warga masyarakat nasional, regional, efektif, kreatif, produktif, kritis,
dan internasional. mandiri, kolaboratif, komunikatif,
dan solutif dalam ranah abstrak ter-
kait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik
di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mem-
persepsi, kesiapan, meniru, membia-
sakan, gerak mahir, menjadikan ge-
rak alami dalam ranah konkret ter-
kait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik
di bawah pengawasan langsung.

94
Kompetensi Dasar :

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1. Menganalisis fungsi sosial, struk- 4.1. Menyusun teks interaksi transaksi-
tur teks, dan unsur kebahasaan teks onal lisan dan tulis pendek dan se-
interaksi transaksional lisan dan derhana yang melibatkan tindakan
tulis yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi
memberi dan meminta informasi terkait jati diri, dengan memperha-
terkait jati diri dan hubungan tikan fungsi sosial, struktur teks,
keluarga, sesuai dengan konteks dan unsur kebahasaan yang benar
penggunaannya. (Perhatikan unsur dan sesuai konteks penggunaan-
kebahasaan pronoun: subjective, nya.
objective, possessive).
3.2. Menganalisis fungsi sosial, struk- 4.2. Menyusun teks interaksi inter-
tur teks, dan unsur kebahasaan teks personal lisan dan tulis sederhana
interaksi interpersonal lisan dan yang melibatkan tindakan membe-
tulis yang melibatkan tindakan rikan ucapan selamat bersayap
memberikan ucapan selamat ber- (extended), dan responnya dengan
sayap (extended), dan responnya, memperhatikan fungsi sosial,
sesuai dengan konteks pengguna- struktur teks, dan unsur kebaha-
annya. saan yang benar dan sesuai kon-
teks.
3.3. Menganalisis fungsi sosial, struk- 4.3. Menyusun teks interaksi transaksi-
tur teks, dan unsur kebahasaan teks onal lisan dan tulis pendek dan
interaksi transaksional lisan dan sederhana yang melibatkan tinda-
tulis yang melibatkan tindakan kan memberi dan meminta infor-
memberi dan meminta informasi masi terkait niat melakukan suatu
terkait niat melakukan suatu tindakan/kegiatan, dengan mem-
tindakan/kegiatan, sesuai dengan perhatikan fungsi sosial, struktur
konteks penggunaannya. (Perhati- teks, dan unsur kebahasaan yang
kan unsur kebahasaan be going to, benar dan sesuai konteks penggu-
would like to). naannya.
3.4. Menganalisis fungsi sosial, struk- 4.4. Menyusun teks deskriptif lisan dan
tur teks, dan unsur kebahasaan be- tulis, pendek dan sederhana, ter-
berapa teks deskriptif lisan dan kait orang, benda dan tempat, de-
tulis dengan memberi dan memin- ngan memperhatikan fungsi sosial,
ta informasi pendek dan sederhana struktur teks, dan unsur kebaha-
terkait orang, benda dan tempat se- saan, secara benar dan sesuai
suai dengan konteks penggunaan- konteks.
nya.

95
3.5. Menganalisis fungsi sosial, struk- 4.5. Menyusun teks khusus dalam ben-
tur teks, dan unsur kebahasaan be- tuk pemberitahuan (announce-
berapa teks khusus dalam bentuk ment), lisan dan tulis, pendek dan
pemberitahuan (announcement), sederhana, dengan memperhatikan
dengan memberi dan meminta fungsi sosial, struktur teks, dan
informasi terkait kegiatan seko- unsur kebahasaan, secara benar
lah/tempat kerja, sesuai dengan dan sesuai konteks.
konteks penggunaannya.
3.6. Menganalisis fungsi sosial, struk- 4.6. Menyusun teks interaksi transaksi-
tur teks, dan unsur kebahasaan teks onal, lisan dan tulis, pendek dan
interaksi transaksional lisan dan sederhana, yang melibatkan tinda-
tulis yang melibatkan tindakan kan unsur dan meminta informasi
memberi dan meminta informasi terkait keadaan/tindakan/kegiatan/
terkait keadaan/tindakan/ kegia- kejadian yang dilakukan/terjadi di
tan/ kejadian yang dilakukan/ waktu lampau yang merujuk wak-
terjadi di waktu lampau yang me- tu terjadinya dan kesudahannya,
rujuk waktu terjadinya dan kesu- dengan memperhatikan fungsi
dahannya, sesuai dengan konteks sosial, struktur teks, dan unsur
penggunaannya. (Perhatikan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai
kebahasaan simple past tense vs konteks.
present perfect tense).
3.7. Menganalisis fungsi sosial, struk- 4.7. Menyusun teks recount lisan dan
tur teks, dan unsur kebahasaan be- tulis, pendek dan sederhana, ter-
berapa teks recount lisan dan tulis kait peristiwa/pengalaman, dengan
dengan memberi dan meminta memperhatikan fungsi sosial,
informasi terkait peristiwa/penga- struktur teks, dan unsur kebahasa-
laman sesuai dengan konteks an, secara benar dan sesuai kon-
penggunaannya. teks.
3.8. Menganalisis fungsi sosial, struktur 4.8. Menyajikan teks naratif pendek dan
teks, dan unsur kebahasaan bebe- sederhana terkait legenda rakyat
rapa teks naratif lisan dan tulis de- secara lisan dan tulis dengan mem-
ngan memberi dan meminta infor- perhatikan fungsi social, struktur
masi terkait legenda rakyat seder- teks dan unsur kebahasaan secara
hana, sesuai dengan konteks peng- benar dan sesuai konteks.
gunaannya.
3.9. Menganalisis fungsi social, struk-tur 4.9. Menyusun teks khusus dalam ben-
teks dan unsur kebahasaan be- tuk memo, menu, jadwal dan tanda-
berapa teks khusus dalam bentuk tanda (signs) lisan dan tulis, pendek
memo, menu, schedule dan signs dan sederhana, dengan memperhati-
dengan memberi dan meminta kan fungsi sosial, struktur teks dan
informasi terkait kegiatan sekolah unsur kebahasaan secara benar dan
atau tempat kerja, sesuai dengan sesuai konteks.
konteks penggunaannya di dunia
kerja.

96
3.10. Menerapkan fungsi social, struktur 4.10. Menyusun teks interaksi transaksi-
teks dan unsur kebahasaan teks onal lisan dan tulis yang melibat-
interaksi transaksional lisan dan kan tindakan member dan memin-
tulis yang melibatkan tindakan ta informasi terkait perbandingan
memberi dan meminta informasi kata sifat dengan memperhatikan
terkait perbandingan kata sifat se- fungsi social, struktur teks dan
suai dengan bidang keahlian dan unsur kebahasaan yang benar dan
konteks penggunaannya. sesuai konteks.
3.11. Menganalisis fungsi social, struk- 4.11. Menyusun teks interaksi transak-
tur teks dan unsur kebahasaan teks sional lisan dan tulis, pendek dan
interaksi transaksional lisan dan sederhana, yang melibatkan tinda-
tulis yang melibatkan tindakan kan memberi dan meminta infor-
memberi dan meminta informasi masi tentang petunjuk arah (direc-
tentang petunjuk arah (direction) tion) dengan memperhatikan fung-
sesuai dengan konteks pengguna- si social, struktur teks dan unsur
annya di dunia kerja. kebahasaan yang benar dan sesuai
konteks di dunia kerja.
3.12. Menganalisis fungsi social, struk- 4.12. Menyusun teks interaksi transaksi-
tur teks dan unsur kebahasaan teks onal lisan dan tulis, pendek dan se-
interaksi transaksional yang meli- derhana yang melibatkan tindakan
batkan tindakan memberi dan me- memberi dan meminta informasi
minta informasi terkait kegiatan/ terkait kegiatan/tugas-tugas rutin
tugas-tugas rutin sederhana (sim- sederhana (simple routine tasks)
ple routine tasks) sesuai dengan dengan memperhatikan fungsi
konteks penggunaan di dunia sosial, struktur teks dan unsur
kerja. kebahasaan yang benar dan sesuai
konteks dunia kerja.
3.13. Menganalisis fungsi sosial, struk- 4.13. Menyusun teks interaksi transaksi-
tur teks, dan unsur kebahasaan teks onal, lisan dan tulis, pendek dan
interaksi transaksional lisan dan sederhana, yang melibatkan tinda-
tulis yang melibatkan tindakan kan memberi dan meminta infor-
memberi dan meminta informasi masi terkait saran dan tawaran, de-
terkait saran dan tawaran, sesuai ngan memperhatikan fungsi sosial,
dengan konteks penggunaannya. struktur teks, dan unsur kebahasa-
(Perhatikan unsur kebahasaan an yang benar dan sesuai konteks.
should, can).
3.14. Menganalisis fungsi sosial, struk- 4.14. Menyusun teks interaksi transaksi-
tur teks, dan unsur kebahasaan teks onal, lisan dan tulis, pendek dan
interaksi transaksional lisan dan sederhana, yang melibatkan tinda-
tulis yang melibatkan tindakan kan memberi dan meminta infor-
memberi dan meminta informasi masi terkait pendapat dan pikiran,
terkait pendapat dan pikiran, sesu- dengan memperhatikan fungsi
ai dengan konteks penggunaannya. sosial, struktur teks, dan unsur
(Perhatikan unsur kebahasaan kebahasaan yang benar dan sesuai
Iyhink, I suppose, in my opinion). konteks.

97
3.15. Menerapkan fungsi social, struktur 4.15. Menuliskan kembali teks pesan se-
teks dan unsur kebahasaan teks derhana lewat telephone terkait
interaksi transaksional yang meli- tempat kerja dengan memperhati-
batkan tindakan memberi dan me- kan fungsi sosial, struktur teks dan
minta informasi terkait pesan se- unsur kebahasaan secara benar dan
derhana lewat telephone (taking sesuai konteks dunia kerja.
simple phone message) sesuai de-
ngan konteks penggunaannya di
dunia kerja.
3.16. Menganalisis fungsi sosial, struk- 4.16. Menyusun teks khusus dalam ben-
tur teks, dan unsur kebahasaan be- tuk undangan resmi lisan dan tulis,
berapa teks khusus dalam bentuk terkait kegiatan sekolah/tempat
undangan resmi dengan memberi kerja, dengan memperhatikan
dan meminta informasi terkait ke- fungsi unsur, struktur teks, dan
giatan sekolah/tempat kerja sesuai unsur kebahasaan, secara benar
dengan konteks penggunaannya. dan sesuai konteks.
3.17. Membedakan fungsi sosial, struk- 4.17. Menyusun teks khusus dalam ben-
tur teks, dan unsur kebahasaan be- tuk surat pribadi terkait kegiatan
berapa teks khusus dalam bentuk diri sendiri dan orang sekitarnya,
surat pribadi dengan memberi dan lisan dan tulis, dengan memperha-
menerima informasi terkait kegia- tikan fungsi sosial, struktur teks,
tan diri sendiri dan orang sekitar- dan unsur kebahasaan, secara be-
nya, sesuai dengan konteks peng- nar dan sesuai konteks.
gunaannya.
3.18. Menganalisis fungsi sosial, struk- 4.18. Menyusun teks prosedur, lisan dan
tur teks, dan unsur kebahasaan be- tulis, dalam bentuk manual terkait
berapa teks prosedur lisan dan tulis penggunaan teknologi dan kiat-
dengan memberi dan meminta kiat (tips), dengan memperhatikan
informasi terkait manual penggu- fungsi sosial, struktur teks, dan un-
naan teknologi dan kiat-kiat (tips), sur kebahasaan, secara benar dan
pendek dan sederhana, sesuai de- sesuai konteks.
ngan bidang keahlian dan konteks
penggunaannya.
3.19. Menganalisis fungsi sosial, struk- 4.19. Menyusun teks interaksi transak-
tur teks, dan unsur kebahasaan teks sional lisan dan tulis yang melibat-
interaksi transaksional lisan dan kan tindakan memberi dan memin-
tulis yang melibatkan tindakan ta informasi terkait keadaan/tinda-
memberi dan meminta informasi kan/kejadian tanpa perlu menye-
terkait keadaan/tindakan/kegiatan butkan pelakunya dalam teks il-
tanpa perlu menyebutkan pelaku- miah, dengan memperhatikan
nya dalam teks ilmiah, sesuai de- fungsi social, struktur teks, dan un-
ngan konteks penggunaannya. sur kebahasaan yang benar dan
(Perhatikan unsur kebahasaan sesuai konteks.
passive voice).

98
3.20. Menganalisis fungsi sosial, struk- 4.20. Menyusun teks lisan dan tulis un-
tur teks, dan unsur kebahasaan un- tuk menyatakan dan menanyakan
tuk menyatakan dan menanyakan tentang pengandaian jika terjadi
tentang pengandaian jika terjadi suatu keadaan/kejadian/peristiwa
suatu keadaan/kejadian/peristiwa di waktu yang akan datang, dengan
di waktu yang akan datang, sesuai memperhatikan fungsi sosial,
dengan konteks penggunaannya. struktur teks, dan unsur kebahasa-
an yang benar dan sesuai konteks.
3.21. Menganalisis struktur teks dan un- 4.21. Menyusun teks ilmiah faktual
sur kebahasaan untuk melaksa- (factual report), lisan dan tulis, se-
nakan fungsi sosial teks factual derhana, tentang orang, binatang,
report dengan menyatakan dan benda, gejala dan peristiwa alam
menanyakan tentang teks ilmiah dan sosial, terkait dengan mata
faktual tentang orang, binatang, pelajaran lain.
benda, gejala dan peristiwa alam
dan sosial, sederhana, sesuai de-
ngan konteks pembelajaran di
pelajaran lain.
3.22. Menganalisis fungsi sosial, struk- 4.22. Menyusun teks eksposisi analitis
tur teks, dan unsur kebahasaan be- tulis, terkait isu aktual, dengan
berapa teks eksposisi analitis lisan memperhatikan fungsi sosial,
dan tulis dengan memberi dan me- struktur teks, dan unsur kebahasa-
minta informasi terkait isu aktual, an, secara benar dan sesuai kon-
sesuai dengan konteks pengguna- teks.
annya.
3.23. Menganalisis fungsi social, struk- 4.23. Menyusun teks biografi tokoh li-
tur teks dan unsur kebahasaan pada san dan tulis, pendek dan seder-
teks biografi tokoh sesuai dengan hana, dengan memperhatikan
konteks penggunaannya. fungsi sosial, struktur teks, dan
unsur kebahasaan yang benar dan
sesuai konteks.
3.24. Menganalisis fungsi sosial, struk- 4.24. Menyusun teks interaksi transak-
tur teks, dan unsur kebahasaan teks sional lisan dan tulis yang meli-
interaksi transaksional lisan dan batkan tindakan memberi dan me-
tulis yang melibatkan tindakan minta informasi terkait hubungan
memberi dan meminta informasi sebab akibat, dengan memperha-
terkait hubungan sebab akibat, tikan fungsi social, struktur teks,
sesuai dengan konteks pengguna- dan unsur kebahasaan yang benar
annya. (Perhatikan unsur kebaha- dan sesuai konteks.
saan because of , due to ,
thanks to ).

99
3.25. Menganalisis fungsi sosial, struk- 4.25. Menyusun teks interaksi transak-
tur teks dan unsur kebahasaan teks sional tulis yang melibatkan tinda-
interaksi transaksional yang meli- kan memberi dan meminta infor-
batkan tindakan memberi dan me- masi terkait penulisan laporan se-
minta informasi terkait penulisan derhana dengan memperhatikan
laporan sederhana. fungsi sosial, struktur teks dan un-
sur kebahasaan yang benar dan
sesuai dengan konteks pengguna-
annya di dunia kerja.
3.26. Menganalisis fungsi sosial, struk- 4.26. Menyusun teks interaksi transak-
tur teks dan unsur kebahasaan teks sional lisan yang melibatkan tinda-
interaksi transaksional yang meli- kan memberi dan meminta infor-
batkan tindakan memberi dan me- masi terkait penyajian laporan de-
minta informasi terkait penyajian ngan memperhatikan fungsi sosial,
laporan secara lisan (report struktur teks dan unsur kebahasaan
presentation). yang benar dan sesuai dengan kon-
teks penggunaannya di dunia
kerja.
3.27. Menganalisis fungsi sosial, struk- 4.27. Menyusun teks interaksi inter-
tur teks, dan unsur kebahasaan teks personal lisan dan tulis sederhana
interaksi interpersonal lisan dan yang melibatkan tindakan mena-
tulis yang melibatkan tindakan warkan jasa, dan menanggapinya
menawarkan jasa, serta menang- dengan memperhatikan fungsi so-
gapinya, sesuai dengan konteks sial, struktur teks, dan unsur keba-
penggunaannya. (Perhatikan unsur hasaan yang benar dan sesuai
kebahasaan May I help you? What konteks.
can I do for you? What if ...?)
3.28. Menganalisis fungsi sosial, struk- 4.28. Menyusun teks khusus surat la-
tur teks, dan unsur kebahasaan be- maran kerja, yang memberikan in-
berapa teks khusus dalam bentuk formasi antara lain jati diri, latar
surat lamaran kerja, dengan mem- belakang pendidikan/pengalaman
beri dan meminta informasi terkait kerja, dengan memperhatikan
jati diri, latar belakang pendidi- fungsi sosial, struktur teks, dan un-
kan/pengalaman kerja, sesuai de- sur kebahasaan, secara benar dan
ngan konteks penggunaannya. sesuai konteks.
3.29. Menganalisis fungsi sosial, struk- 4.29. Menyusun teks interaksi transak-
tur teks, dan unsur kebahasaan teks sional lisan yang melibatkan tin-
interaksi transaksional lisan yang dakan memberi dan meminta in-
melibatkan tindakan memberi dan formasi terkait jati diri dalam kon-
meminta informasi terkait jati diri teks pekerjaan (wawancara peker-
dalam konteks pekerjaan (wawan- jaan), dengan memperhatikan
cara pekerjaan). fungsi sosial, struktur teks, dan un-
sur kebahasaan yang benar dan se-
suai konteks penggunaannya di
dunia kerja.

100
3.30. Menganalisis fungsi sosial, struk- 4.30. Menyusun teks lisan dan tulis
tur teks, dan unsur kebahasaan un- untuk menyatakan dan menanya-
tuk menyatakan dan menanyakan kan tentang keharusan, dengan
tentang keharusan, sesuai dengan memperhatikan fungsi sosial,
konteks penggunaannya. struktur teks, dan unsur kebahasa-
an yang benar dan sesuai konteks.
3.31. Menganalisis fungsi sosial, struk- 4.31. Menangkap makna secara kon-
tur teks, dan unsur kebahasaan be- tekstual terkait fungsi sosial, struk-
berapa teks news item lisan dan tu- tur teks, dan unsur kebahasaan teks
lis dengan memberi dan meminta news items lisan dan tulis, dalam
informasi terkait berita sederhana bentuk berita sederhana koran/
dari koran/radio/TV, sesuai de- radio/TV.
ngan konteks penggunaannya.
3.32. Menganalisis fungsi sosial, struk- 4.32. Menyusun teks interaksi transak-
tur teks, dan unsur kebahasaan teks sional lisan dan tulis yang melibat-
interaksi transaksional lisan dan kan tindakan memberi dan memin-
tulis yang melibatkan tindakan ta informasi terkait pengandaian
memberi dan meminta informasi diikuti oleh perintah/saran, dengan
terkait pengandaian diikuti oleh memperhatikan fungsi sosial,
perintah/saran, sesuai dengan bi- struktur teks, dan unsur kebahasa-
dang keahlian dan konteks peng- an yang benar dan sesuai konteks.
gunaannya. (Perhatikan unsur ke-
bahasaan if dengan imperative,
can, should).

2. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan


Kewilayahan (B)
a. Seni Budaya
Kompetensi Inti :
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, mengana- 4. Melaksanakan tugas spesifik de-
lisis, dan mengevaluasi tentang pe- ngan menggunakan alat, informa-
ngetahuan faktual, konseptual, ope- si, dan prosedur kerja yang lazim
rasional dasar, dan metakognitif se- dilakukan serta memecahkan ma-
suai dengan bidang dan lingkup ka- salah sesuai dengan bidang kaji-
jian/kerja Seni Budaya pada tingkat an/kerja Seni Budaya.
teknis, spesifik, detil, dan kom- Menampilkan kinerja di bawah
pleks, berkenaan dengan ilmu pe- bimbingan dengan mutu dan ku-
ngetahuan, teknologi, seni, budaya, antitas yang terukur sesuai dengan
dan humaniora dalam konteks pe- standar kompetensi kerja.
ngembangan potensi diri sebagai Menunjukkan keterampilan me-
bagian dari keluarga, sekolah, dunia nalar, mengolah, dan menyaji se-
cara efektif, kreatif, produktif, kri-

101
kerja, warga masyarakat nasional, tis, mandiri, kolaboratif, komuni-
regional, dan internasional. katif, dan solutif dalam ranah abs-
trak terkait dengan pengembang-
an dari yang dipelajarinya di se-
kolah, serta mampu melaksanakan
tugas spesifik di bawah pengawa-
san langsung.
Menunjukkan keterampilan mem-
persepsi, kesiapan, meniru, mem-
biasakan, gerak mahir, menjadi-
kan gerak alami dalam ranah kon-
kret terkait dengan pengemba-
ngan dari yang dipelajarinya di
sekolah, serta mampu melaksana-
kan tugas spesifik di bawah pe-
ngawasan langsung.

Kompetensi Dasar :
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1. Memahami konsep budaya. 4.1. Mempresentasikan konsep budaya.
3.2. Memahami konsep seni. 4.2. Mempresentasikan konsep seni.
3.3. Memahami konsep keindahan. 4.3. Mempresentasikan konsep kein-
dahan.
3.4. Menganalisis jenis, fungsi dan unsur 4.4. Memilah jenis, fungsi dan unsur se-
seni budaya Nusantara. ni budaya Nusantara.
3.5. Menganalisis perkembangan seni 4.5. Merumuskan perkembangan seni
budaya Nusantara. budaya Nusantara.
3.6. Menerapkan apresiasi seni budaya 4.6. Melaksanakan peniruan karya seni
Nusantara. budaya Nusantara.
3.7. Menerapkan apresiasi seni budaya 4.7. Melaksanakan apresiasi seni buda-
mancanegara. ya mancanegara.
3.8. Menganalisis karya seni budaya Nu- 4.8. Mengembangkan karya seni buda-
santara. ya Nusantara.
3.9. Mengevaluasi karya seni budaya 4.9. Mempresentasikan hasil evaluasi
Nusantara. karya seni budaya Nusantara.
3.10. Merancang karya seni budaya Nu- 4.10. Mengkreasi karya seni budaya
santara. Nusantara.

102
b. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
Kompetensi Inti :
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, mengana- 4. Melaksanakan tugas spesifik dengan
lisis, dan mengevaluasi tentang pe- menggunakan alat, informasi, dan
ngetahuan faktual, konseptual, pro- prosedur kerja yang lazim dilakukan
sedural dasar, dan metakognitif se- serta memecahkan masalah sesuai
suai dengan bidang dan lingkup ka- dengan bidang kajian Pendidikan
jian Pendidikan Jasmani, Olahraga, Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan.
dan Kesehatan pada tingkat teknis, Menampilkan kinerja di bawah bim-
spesifik, detil, dan kompleks, berke- bingan dengan mutu dan kuantitas
naan dengan ilmu pengetahuan, tek- yang terukur sesuai dengan standar
nologi, seni, budaya, dan humaniora kompetensi kerja.
dalam konteks pengembangan po- Menunjukkan keterampilan menalar,
tensi diri sebagai bagian dari kelu- mengolah, dan menyaji secara efek-
arga, sekolah, dunia kerja, warga tif, kreatif, produktif, kritis, mandiri,
masyarakat nasional, regional, dan kolaboratif, komunikatif, dan solutif
internasional. dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajari-
nya di sekolah, serta mampu melak-
sanakan tugas spesifik di bawah pe-
ngawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mem-
persepsi, kesiapan, meniru, membi-
asakan, gerak mahir, menjadikan ge-
rak alami dalam ranah konkret ter-
kait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mam-
pu melaksanakan tugas spesifik di
bawah pengawasan langsung.
Kompetensi Dasar :
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1. Menerapkan teknik dasar salah satu 4.1. Mempraktikan teknik dasar salah
aktifitas olahraga permainan bola satu aktifitas olahraga permainan
besar untuk menghasilkan koordi- bola besar untuk menghasilkan ko-
nasi gerak yang baik. ordinasi gerak yang baik.
3.2. Menerapkan teknik dasar salah satu 4.2. Mempraktikan teknik dasar salah
aktifitas olahraga permainan bola satu aktifitas olahraga permainan
kecil untuk menghasilkan koordi- bola kecil untuk menghasilkan ko-
nasi gerak. ordinasi gerak.
3.3. Menerapkan salah satu keterampi- 4.3. Mempraktikan salah satu keteram-
lan aktifitas atletik untuk mengha- pilan aktifitas atletik untuk meng-
silkan gerak yang efektif. hasilkan gerak yang efektif.

103
3.4. Menerapkan salah satu keteram- 4.4. Mempraktikan salah satu keteram-
pilan aktifitas olahraga beladiri un- pilan aktifitas olahraga beladiri un-
tuk menghasilkan gerak yang efek- tuk menghasilkan gerak yang efek-
tif. tif.
3.5. Menerapkan latihan pengukuran 4.5. Mempraktikan latihan pengukuran
komponen kebugaran jasmani un- komponen kebugaran jasmani un-
tuk kesehatan (daya tahan, kekuat- tuk kesehatan (daya tahan, kekuat-
an, komposisi tubuh, dan kelentur- an, komposisi tubuh, dan kelentur-
an) menggunakan instrumen ter- an) menggunakan instrumen ter-
standar. standar.
3.6. Menerapkan keterampilan rangkai- 4.6. Mempraktikan keterampilan rang-
an gerak dasar aktifitas olahraga se- kaian gerak dasar aktifitas olah-
nam untuk menghasilkan koordi- raga senam lantai untuk mengha-
nasi yang baik. silkan koordinasi yang baik.
3.7. Menerapkan keterampilan gerak 4.7. Mempraktikan hasil analisis gera-
rangkaian aktifitas olahraga senam kan rangkaian aktifitas olahraga
ritmik untuk menghasilkan koordi- senam ritmik untuk menghasilkan
nasi yang baik. koordinasi yang baik.
3.8. Menerapkan keterampilan salah sa- 4.8. Mempraktikan keterampilan salah
tu gaya renang pada aktifitas olah- satu gaya renang pada aktifitas
raga air olahraga air.
3.9. Memahami cara perilaku budaya 4.9. Mempresentasikan cara perilaku
hidup sehat dalam kehidupan budaya hidup sehat dalam kehidu-
sehari-hari. pan sehari-hari.
3.10. Menganalisis teknik dasar salah sa- 4.10. Mempraktikan teknik dasar salah
tu aktifitas olahraga permainan bola satu aktifitas olahraga permainan
besar untuk menghasilkan koordi- bola besar untuk menghasilkan
nasi gerak yang baik. koordinasi gerak yang baik.

3.11. Menganalisis teknik dasar salah sa- 4.11. Mempraktikan teknik dasar salah
tu aktifitas olahraga permainan bola satu aktifitas olahraga permainan
kecil untuk menghasilkan koordi- bola kecil untuk menghasilkan
nasi gerak. koordinasi gerak.
3.12. Menganalisis salah satu keterampi- 4.12. Mempraktikan salah satu keteram-
lan aktifitas atletik untuk mengha- pilan aktifitas atletik untuk meng-
silkan gerak yang efektif. hasilkan gerak yang efektif.
3.13. Menganalisis salah satu keteram- 4.13. Mempraktikan salah satu keteram-
pilan aktifitas olahraga beladiri un- pilan aktifitas olahraga beladiri un-
tuk menghasilkan gerak yang efek- tuk menghasilkan gerak yang efek-
tif. tif.
3.14. Menganalisis latihan pengukuran 4.14. Mempraktikan latihan pengukuran
komponen kebugaran jasmani un- komponen kebugaran jasmani un-
tuk kesehatan (daya tahan, kekuat- tuk kesehatan (daya tahan, kekuat-
an, komposisi tubuh, dan kelentur- an, komposisi tubuh, dan kelentur-
an) menggunakan instrumen ter- an) menggunakan instrumen ter-
standar. standar.

104
3.15. Menganalisis keterampilan rang- 4.15. Mempraktikan keterampilan rang-
kaian gerak dasar aktifitas olahraga kaian gerak dasar aktifitas olah-
senam untuk menghasilkan koor- raga senam untuk menghasilkan
dinasi yang baik. .koordinasi yang baik
3.16. Menerapkan keterampilan gerak 4.16. Mempraktikan hasil analisis gera-
rangkaian aktifitas olahraga senam kan rangkaian aktifitas olahraga
ritmik untuk menghasilkan koordi- senam ritmik untuk menghasilkan
nasi yang baik. koordinasi yang baik.
3.17. Menganalisis keterampilan salah 4.17. Mempraktikan keterampilan salah
satu gaya renang pada aktifitas satu gaya renang pada aktifitas
olahraga air. olahraga air.
3.18. Menganalisis permasalahan cara 4.18. Mempresentasikan permasalahan
perilaku budaya hidup sehat dalam cara perilaku budaya hidup sehat
kehidupan sehari-hari. dalam kehidupan sehari-hari.

c. Bahasa Jawa
Kelas X
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan mengamalkan ajar- 1.1 Menghargai dan mensyukuri ke-
an agama yang dianutnya. beradaan bahasa daerah sebagai
anugerah Tuhan Yang Maha Esa
untuk meningkatan pengetahuan
dan keterampilan berbahasa dae-
rah, serta untuk melestarikan dan
mengembangkan budaya daerah
untuk didayagunakan sebagai upa-
ya pembinaan dan pengembangan
kebudayaan Nasional.
1.2 Mensyukuri anugerah Tuhan akan
keberadaan bahasa daerah dan
menggunakannnya sesuai kaidah
dalam konteks kebhinekaan.
1.3 Mensyukuri anugerah Tuhan akan
keberadaan bahasa daerah dan
menggunakannya sebagai sarana
komunikasi dalam memahami, me-
nerapkan, dan menganalisis infor-
masi lisan dan tulis.
1.4 Mensyukuri anugerah Tuhan akan
keberadaan bahasa daerah dan
menggunakannya sebagai sarana
komunikasi dalam mengolah, me-
nalar, dan menyajikan informasi li-
san dan tulis.

105
2. Menghayati dan mengamalkan peri- 2.1 Menunjukkan sikap tanggung
laku jujur, disiplin, tanggungjawab, jawab, peduli, responsif, dan san-
peduli (gotong royong, kerjasama, tun menggunakan bahasa daerah
toleran, damai), santun, responsif dan dalam teks sastra dan nonsastra,
pro-aktif dan menunjukkan sikap se- wacana beraksara Jawa/carakan
bagai bagian dari solusi atas berbagai Madhur, dengan tema bahasa, sas-
permasalahan dalam berinteraksi se- tra dan budaya daerah.
cara efektif dengan lingkungan sosial 2.2 Menunjukkan perilaku jujur, disi-
dan alam serta dalam menempatkan plin, tanggung jawab, dan pro-aktif
diri sebagai cerminan bangsa dalam menggunakan bahasa daerah da-
pergaulan dunia. lam pelaporan hasil karya sastra
dan nonsastra, wacana beraksara
Jawa/carakan Madhur, dengan
tema bahasa, sastra dan budaya
daerah.
2.3 Menunjukkan perilaku jujur,
tanggung jawab, dan disiplin dalam
menggunakan bahasa daerah un-
tuk menunjukkan tahapan dan lang-
kah kegiatan yang telah ditentukan.
2.4 Menunjukkan perilaku jujur, di-
siplin, peduli, dan santun dalam
menggunakan bahasa daerah da-
lam konteks komunikasi lisan mau-
pun tulis mengenai konflik sosial,
politik, ekonomi, dan kebijakan
publik.
3. Memahami, menerapkan, mengana- 3.1 Mengidentifikasi, memahami, dan
lisis pengetahuan faktual, konsep- menganalisis teks nonsastra (berita,
tual, prosedural berdasarkan rasa artikel, laporan, dan lainnya) secara
ingin tahu tentang ilmu pengetahuan, lisan dan tulis.
teknologi, seni, budaya, dan huma- 3.2 Mengidentifikasi, memahami, dan
niora dengan wawasan kemanusiaan, menganalisis unsur intrinsik mau
kebangsaan, kenegaraan, dan per- pun ekstrinsik teks sastra klasik dan
adaban terkait penyebab fenomena modern secara lisan dan tulis.
dan kejadian, serta menerapkan pe- 3.3 Memahami karakteristik bahasa li-
ngetahuan prosedural pada bidang san dalam kegiatan bermain peran,
kajian yang spesifik sesuai dengan dialog, dan berdiskusi sesuai de-
bakat dan minatnya untuk memecah- ngan tatakrama.
kan masalah. 3.4 Mengidentifikasi, memahami, dan
menganalisis penggunaan bahasa
dalam teks sastra dan nonsastra
secara lisan dan tulis.
3.5 Mengidentifikasi, memahami, dan
menganalisis teks beraksara Jawa/
carakan Madhur sesuai kaidah.

106
3.6 Mengidentifikasi, memahami, dan
menganalisis puisi tradisional atau
modern sesuai dengan karakteris-
tik.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji da- 4.1 Menginterpretasi, menanggapi dan
lam ranah konkrit dan ranah abstrak mengekspresikan teks nonsastra se-
terkait dengan pengembangan dari suai kaidah secara lisan dan tulis.
yang dipelajarinya di sekolah secara 4.2 Menginterpretasi, menanggapi dan
mandiri, dan mampu menggunakan mengekspresikan teks sastra modern
metoda sesuai kaidah keilmuan. dan klasik (wayang / topng
hlng) sesuai kaidah secara lisan
dan tulis.
4.3 Bermain peran, berdialog, atau ber-
diskusi sesuai tatakrama.
4.4 Membandingkan penggunaan baha-
sa dalam teks sastra dan nonsastra
secara lisan dan tulis.
4.5 Menyusun paragraf menggunakan
aksara Jawa/carakan Madhur sesu-
ai kaidah.
4.6 Membaca, mencipta, dan mempubli-
kasikan puisi tradisional atau mo-
dern.

KELAS XI
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
20. Menghayati dan mengamalkan aja- 1.1 Mensyukuri anugerah Tuhan akan
ran agama yang dianutnya. keberadaan bahasa daerah dan meng-
gunakan sesuai kaidah dalam konteks
kebhinekaan.
1.2 Menghargai dan mensyukuri kebera-
daan bahasa Daerah sebagai anuge-rah
Tuhan Yang Maha Esa untuk me-
ningkatan pengetahuan dan keteram-
pilan berbahasa daerah serta melesta-
rikan, mengembangkan budaya dae-
rah sebagai upaya pembinaan dan
pengembangan kebudayaan Nasio-
nal.
1.3 Mensyukuri anugerah Tuhan akan
keberadaan bahasa daerah dan meng-
gunakannya sebagai sarana komuni-
kasi dalam memahami, menerapkan,
dan menganalisis informasi lisan dan
tulisan untuk berbagai keperluan.

107
1.4 Mensyukuri anugerah Tuhan akan
keberadaan bahasa daerah dan meng-
gunakannya sebagai sarana komuni-
kasi dalam mengolah, menalar, dan
menyajikan informasi lisan dan tuli-
san untuk berbagai keperluan.
2. Menghayati dan mengamalkan pe- 2.1 Menunjukkan perilaku tanggung ja-
rilaku jujur, disiplin, tanggung ja- wab, responsif dan imajinatif dalam
wab, peduli (gotong royong, kerja menggunakan bahasa daerah untuk
sama, toleran, damai), santun, res-
berekspresi.
ponsif dan proaktif dan menun-
jukkan sikap sebagai bagian dari 2.2 Menunjukkan perilaku tanggung ja-
solusi atas berbagai permasalahan wab, peduli, dan proaktif dalam
dalam berinteraksi secara efektif menggunakan bahasa daerah untuk
dengan lingkungan sosial dan alam memahami dan menyampaikan per-
serta dalam menempatkan diri se- masalahan.
bagai cerminan bangsa dalam per- 2.3 Menunjukkan perilaku jujur, tang-
gaulan dunia.
gung jawab, dan disiplin dalam
menggunakan bahasa daerah untuk
bercerita ulang.
2.4 Memiliki perilaku peduli, cinta tanah
air, dan semangat kebangsaan atas
karya budaya yang penuh makna.
2.5 Memiliki perilaku demokratis, krea-
tif, dan santun dalam berdebat ten-
tang kasus atau sudut pandang.
2.6 Menunjukkan perilaku jujur, peduli,
santun, dan tanggung jawab dalam
penggunaan bahasa daerah untuk
menyampaikan penjelasan.
3. Memahami, menerapkan, dan 3.1 Mengidentifikasi, memahami, dan
menganalisis pengetahuan faktual, menganalisis teks drama, prosa atau
konseptual, prosedural, dan meta- puisi sesuai kaidah.
kognitif berdasarkan rasa ingin 3.2 Mengidentifikasi, memahami, dan
tahunya tentang ilmu pengetahuan, menganalisis peristiwa budaya daerah
teknologi, seni, budaya, dan huma- sesuai dengan karakteristik.
niora dengan wawasan kemanu- 3.3 Mengidentifikasi, memahami, menga-
siaan, kebangsaan, kenegaraan, nalisis teks pewara atau pidato sesuai
dan peradaban terkait penyebab kaidah.
fenomena dan kejadian, serta 3.4 Mengidentifikasi, memahami, menga-
menerapkan pengetahuan prosedu- nalisis nilai-nilai moral yang terkan-
ral pada bidang kajian yang spe- dung dalam tembang macapat.
sifik sesuai dengan bakat dan mi- 3.5 Mengidentifikasi, memahami, dan
natnya untuk memecahkan masa- menganalisis teks aksara Jawa/carakan
lah. Madhur sesuai kaidah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji 4.1 Menginterpretasi, menanggapi dan
dalam ranah konkrit dan ranah abs- memperagakan teks drama, puisi, dan

108
trak terkait dengan pengembangan prosa sesuai kaidah dengan bahasa
dari yang dipelajarinya di sekolah yang komunikatif.
secara mandiri, bertindak secara 4.2 Menanggapi peristiwa budaya daerah
efektif dan kreatif, serta mampu sesuai dengan karakteristiknya.
menggunakan metoda sesuai 4.3 Menyajikan kegiatan sebagai pewara
kaidah keilmuan. atau berpidato dengan menggunakan
tata krama sesuai dengan konteks
budaya.
4.4 Menginterpretasi nilai-nilai moral
yang terkandung dalam tembang
macapat.
4.5 Membaca cepat teks wacana sastra
atau nonsastra beraksara Jawa/
carakan Madhur.

KELAS XII
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan mengamalkan aja- 1.1 Menghargai dan mensyukuri kebera-
ran agama yang dianutnya. daan bahasa daerah sebagai anugerah
Tuhan Yang Maha Esa untuk mening-
katan pengetahuan dan keterampilan
berbahasa daerah, serta untuk melesta-
rikan dan mengembangkan budaya
daerah untuk didayagunakan sebagai
upaya pembinaan dan pengembangan
kebudayaan Nasional.
1.2 Mensyukuri anugerah Tuhan akan ke-
beradaan bahasa daerah dan menggu-
nakannya sesuai kaidah dan konteks
sosial budaya .
1.3 Mensyukuri anugerah Tuhan akan ke-
beradaan bahasa daerah dan menggu-
nakannya sebagai sarana komunikasi
dalam mengolah, menalar, dan menya-
jikan informasi lisan dan tulis.
2. Menghayati dan mengamalkan pe- 2.1 Mengamalkan perilaku jujur, disiplin,
rilaku jujur, disiplin, tanggung ja- peduli, santun, dan proaktif dalam
wab, peduli (gotong royong, kerja menggunakan bahasa daerah dalam
sama, toleran, damai), santun, res- komunikasi lisan maupun tulis.
ponsif dan proaktif dan menun- 2.2 Mengamalkan perilaku jujur, disiplin,
jukkan sikap sebagai bagian dari dan tanggung jawab dalam menggu-
solusi atas berbagai permasalahan nakan bahasa daerah untuk memaha-
dalam berinteraksi secara efektif mi dan menyusun teks beraksara
dengan lingkungan sosial dan alam Jawa/carakan Madhur.
serta dalam menempatkan diri se-

109
bagai cerminan bangsa dalam per- 2.3 Mengamalkan perilaku jujur, disiplin,
gaulan dunia. dan peduli dalam menggunakan baha-
sa daerah untuk mengapresiasi dan
mengekspresikan karya sastra, seni,
dan budaya daerah.
2.4 Menunjukkan sikap tanggung jawab,
peduli, responsif, dan santun dalam
menggunakan bahasa daerah untuk
membuat teks dengan aksara Jawa/
carakan Madhur.
2.5 Mengamalkan perilaku jujur, peduli,
santun, dan tanggung jawab dalam
penggunaan bahasa Jawa untuk me-
maparkan pendapat menggunakan ba-
hasa daerah.
3. Memahami, menerapkan, menga- 3.1 Mengidentifikasi, memahami, dan
nalisis pengetahuan faktual, kon- menganalisis penggunaan bahasa li-
septual, prosedural berdasarkan ra- san dalam berbagai situasi sesuai tata
sa ingin tahu tentang ilmu pengeta- krama.
huan, teknologi, seni, budaya, dan 3.2 Mengidentifikasi, memahami, dan
humaniora dengan wawasan kema- menganalisis karya fiksi dan nonfiksi
nusiaan, kebangsaan, kenegaraan, secara lisan dan tulis.
dan peradaban terkait fenomena 3.3 Mengidentifikasi, memahami, dan
dan kejadian, serta menerapkan pe- menganalisis seni pertunjukan.
ngetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk meme-
cahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji 4.1 Melakukan simulasi penggunaan ba-
dalam ranah konkrit dan ranah abs- hasa daerah dalam berbagai konteks
trak terkait dengan pengembangan sesuai dengan tatakrama.
dari yang dipelajarinya di sekolah 4.2 Memproduksi dan mempublikasikan
secara mandiri, dan mampu meng- karya fiksi (naskah drama, cerita pen-
gunakan metoda sesuai kaidah dek, karya terjemahan).
keilmuan. 4.3 Menyusun dan mempublikasikan kar-
ya nonfiksi (artikel, laporan, opini,
anekdot, dan atau kritik) sesuai
kaidah.
4.4 Menyajikan seni pertunjukan (musik-
alisasi dan dramatisasi karya sastra).

110
3. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Peminatan
Kejuruan (C)
a. Dasar Bidang Keahlian (C1)
1) Simulasi dan Komunikasi Digital
Kompetensi Inti :
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, mengana- 4. Melaksanakan tugas spesifik de-
lisis, dan mengevaluasi tentang pe- ngan menggunakan alat, informasi,
ngetahuan faktual, konseptual, ope- dan prosedur kerja yang lazim dila-
rasional dasar, dan metakognitif kukan serta memecahkan masalah
sesuai dengan bidang dan lingkup sesuai dengan lingkup Simulasi dan
Simulasi dan Komuniksasi Digital, Komuniksasi Digital, dan Dasar
dan Dasar Bidang Teknologi dan Bidang Teknologi dan Rekayasa.
Rekayasa pada tingkat teknis, spe- Menampilkan kinerja di bawah bim-
sifik, detil, dan kompleks, berkenaan bingan dengan mutu dan kuantitas
dengan ilmu pengetahuan, teknologi, yang terukur sesuai dengan standar
seni, budaya, dan humaniora dalam kompetensi kerja.
konteks pengembangan potensi diri Menunjukkan keterampilan mena-
sebagai bagian dari keluarga, seko- lar, mengolah, dan menyaji secara
lah, dunia kerja, warga masyarakat efektif, kreatif, produktif, kritis,
nasional, regional, dan internasional. mandiri, kolaboratif, komunikatif,
dan solutif dalam ranah abstrak ter-
kait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesi-
fik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mem-
persepsi, kesiapan, meniru, membi-
asakan, gerak mahir, menjadikan
gerak alami dalam ranah konkret
terkait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spe-
sifik di bawah pengawasan lang-
sung.

Kompetensi Dasar :
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1. Menerapkan logika dan algoritma 4.1. Menggunakan fungsi-fungsi perin-
komputer. tah (Command).
3.2. Menerapkan metode peta-minda. 4.2. Membuat peta-minda.

111
3.3. Mengevaluasi paragraf deskriptif, 4.3. Menyusun kembali format doku-
argumentatif, naratif, dan persuasif. men pengolah kata.
3.4. Menerapkan logika dan operasi per- 4.4. Mengoperasikan perangkat lunak
hitungan data. pengolah angka.
3.5. Menganalisis fitur yang tepat untuk 4.5. Membuat slide untuk presentasi.
pembuatan slide.
3.6. Menerapkan teknik presentasi yang 4.6. Melakukan presentasi yang efektif.
efektif.
3.7. Menganalisis pembuatan e- book. 4.7. Membuat e-book dengan perangkat
lunak e-book editor.
3.8. Memahami konsep Kewargaan 4.8. Merumuskan etika Kewargaan
Digital. Digital.
3.9. Menerapkan teknik penelusuran 4.9. Melakukan penelusuran informasi.
Search Engine.
3.10. Menganalisis komunikasi sinkron 4.10. Melakukan komunikasi sinkron dan
dan asinkron dalam jaringan. asinkron dalam jaringan.
3.11. Menganalisis fitur perangkat lunak 4.11. Menggunakan fitur untuk pembe-
pembelajaran kolaboratif daring. lajaran kolaboratif daring (kelas
maya).
3.12. Merancang dokumen tahap pra- 4.12. Membuat dokumen tahap pra-
produksi. produksi.
3.13. Menganalisis produksi video, ani- 4.13. Memroduksi video dan/atau anima-
masi dan/atau musik digital. si dan/atau musik digital.
3.14. Mengevaluasi pasca-produksi vi- 4.14. Membuat laporan hasil pasca-
deo, animasi dan/atau musik digital. produksi.

112
2) Fisika
Kompetensi Inti :
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, mengana- 4. Melaksanakan tugas spesifik de-
lisis, dan mengevaluasi tentang ngan menggunakan alat, informasi,
pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedur kerja yang lazim dila-
operasional dasar, dan metakognitif kukan serta memecahkan masalah
sesuai dengan bidang dan lingkup sesuai dengan lingkup Simulasi dan
Simulasi dan Komuniksasi Digital, Komuniksasi Digital, dan Dasar
dan Dasar Bidang Teknologi dan Bidang Teknologi dan Rekayasa.
Rekayasa pada tingkat teknis, spesi- Menampilkan kinerja di bawah bim-
fik, detil, dan kompleks, berkenaan bingan dengan mutu dan kuantitas
dengan ilmu pengetahuan, teknologi, yang terukur sesuai dengan standar
seni, budaya, dan humaniora dalam kompetensi kerja.
konteks pengembangan potensi diri Menunjukkan keterampilan mena-
sebagai bagian dari keluarga, seko- lar, mengolah, dan menyaji secara
lah, dunia kerja, warga masyarakat efektif, kreatif, produktif, kritis,
nasional, regional, dan internasional. mandiri, kolaboratif, komunikatif,
dan solutif dalam ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesi-
fik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mem-
persepsi, kesiapan, meniru, mem-
biasakan, gerak mahir, menjadikan
gerak alami dalam ranah konkret
terkait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesi-
fik di bawah pengawasan langsung.

Kompetensi Dasar :
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1. Menerapkan prinsip-prinsip peng- 4.1. Melakukan pengukuran besaran fi-
ukuran besaran fisis, angka penting sis dengan menggunakan peralatan
dan notasi ilmiah pada bidang tek- dan teknik yang tepat serta mengi-
nologi dan rekayasa. kuti aturan angka penting.
3.2. Mengevaluasi gerak lurus dan ge- 4.2. Menyajikan hasil percobaan gerak
rak melingkar dengan kelajuan te- lurus dan gerak melingkar dalam
tap atau percepatan tetap dalam ke- bentuk grafik/tabel pada bidang
hidupan sehari- hari. teknologi dan rekayasa.

113
3.3. Menganalisis gerak dan gaya de- 4.3. Menggunakan alat-alat sederhana
ngan menggunakan hukum-hukum yang berhubungan dengan hukum
Newton. Newton tentang gerak.
3.4. Menganalisis hubungan usaha, 4.4. Menyajikan ide/gagasan dampak
energi, daya dan efisiensi. keterbatasan sumber energi bagi
kehidupan dan upaya penanggula-
ngannnya dengan energi terbaru-
kan.
3.5. Menerapkan konsep momentum, 4.5. Mendemonstrasikan berbagai jenis
impuls dan hukum kekekalan mo- tumbukan.
mentum.
3.6. Menerapkan konsep torsi, momen 4.6. Melakukan percobaan sederhana
inersia, dan momentum sudut pada tentang momentum sudut dan rota-
benda tegar dalam bidang teknologi si benda tegar.
dan rekayasa.
3.7. Menganalisis kekuatan bahan dari 4.7. Menyelesaikan masalah teknis da-
sifat elastisitasnya. lam bidang teknologi terkait de-
ngan elastisitas bahan.
3.8. Menerapkan hukum-hukum yang 4.8. Melakukan percobaan sederhana
berkaitan dengan fluida statis dan yang berkaitan dengan hukum-
dinamis. hukum fluida statis dan dinamis.
3.9. Menganalisis getaran, gelombang 4.9. Menyajikan penggunaan gelom-
dan bunyi. bang bunyi dalam teknologi. (Mi-
salnya : dalam pengujian menggu-
nakan Non Distructive Testing).
3.10. Memahami teori bumi dan atmosfer 4.10. Mendiskusikan teori bumi dan
pada teknik geomatika. atmosfer terkait dengan aplikasi
pada teknik geomatika.
3.11. Menganalisis proses pemuaian, per- 4.11. Menggunakan alat sederhana da-
ubahan wujud zat dan perpindahan lam percobaan yang berhubungan
kalor dengan konsep suhu dan dengan kalor.
kalor.
3.12. Menerapkan hukum-hukum termo- 4.12. Menunjukkan cara kerja alat se-
dinamika. derhana yang berhubungan dengan
termodinamika.
3.13. Menerapkan listrik statis dan listrik 4.13. Melakukan percobaan terkait lis-
dinamis. trik statis dan listrik dinamis.
3.14. Menerapkan hukum-hukum ke- 4.14. Mendemonstrasikan percobaan
magnetan dalam persoalan sehari- yang berkaitan dengan konsep ke-
hari. magnetan dan elektromagnet.
3.15. Menganalisis rangkaian listrik arus 4.15. Memecahkan masalah teknologi
bolak balik (AC). yang berkaitan dengan listrik arus
bolak balik (AC).

114
3.16. Menerapkan sifat cermin dan lensa 4.16. Merencanakan pembuatan alat-
pada alatalat optik. alat optik sederhana dengan mene-
rapkan prinsip pemantulan pada
cermin dan pembiasan pada lensa.
3.17. Memahami gejala radioaktivitas 4.17. Menentukan aplikasi radioakti-
yang terkait dengan teknik geo- vitas pada teknik geomatika.
matika.

3) Kimia
Kompetensi Inti:
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, mengana- 4. Melaksanakan tugas spesifik de-
lisis, dan mengevaluasi tentang ngan menggunakan alat, informasi,
pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedur kerja yang lazim dila-
operasional dasar, dan metakognitif kukan serta memecahkan masalah
sesuai dengan bidang dan lingkup sesuai dengan lingkup Simulasi dan
Simulasi dan Komuniksasi Digital, Komuniksasi Digital, dan Dasar
dan Dasar Bidang Teknologi dan Bidang Teknologi dan Rekayasa.
Rekayasa pada tingkat teknis, Menampilkan kinerja di bawah
spesifik, detil, dan kompleks, bimbingan dengan mutu dan
berkenaan dengan ilmu pengetahu- kuantitas yang terukur sesuai
an, teknologi, seni, budaya, dan hu- dengan standar kompetensi kerja.
maniora dalam konteks pengem- Menunjukkan keterampilan mena-
bangan potensi diri sebagai bagian lar, mengolah, dan menyaji secara
dari keluarga, sekolah, dunia kerja, efektif, kreatif, produktif, kritis,
warga masyarakat nasional, regional, mandiri, kolaboratif, komunikatif,
dan internasional. dan solutif dalam ranah abstrak ter-
kait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesi-
fik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mem-
persepsi, kesiapan, meniru, membi-
asakan, gerak mahir, menjadikan
gerak alami dalam ranah konkret
terkait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spe-
sifik di bawah pengawasan lang-
sung.

115
Kompetensi Dasar:
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1. Menganalisis perubahan materi dan 4.1. Melakukan pemisahan campuran
pemisahan campuran dengan ber- melalui praktikum berdasarkan si-
bagai cara. fat fisika dan sifat kimianya.
3.2. Menganalisis lambang unsur, ru- 4.2. Mengintegrasikan penulisan lam-
mus kimia dan persamaan reaksi. bang unsur dengan rumus kimia pa-
da persamaan reaksi kimia berda-
sarkan kasus-kasus dalam kehidu-
pan sehari-hari.
3.3. Mengkorelasikan struktur atom 4.3. Menentukan letak unsur dalam
berdasarkan konfigurasi elektron tabel periodik berdasarkan konfigu-
untuk menentukan letak unsur rasi elektron.
dalam tabel periodik.
3.4. Menganalisis proses pembentukan 4.4. Mengintegrasikan proses pemben-
ikatan kimia pada beberapa se- tukan ikatan kimia pada beberapa
nyawa dalam kehidupan sehari hari. senyawa dalam kehidupan sehari
hari dengan elektron valensi atom
atom penyusunnya.
3.5. Menerapkan hukum-hukum dasar 4.5. Menggunakan hukum-hukum dasar
kimia dalam perhitungan kimia. kimia dalam perhitungan kimia.
3.6. Menganalisis sifat larutan berda- 4.6. Membandingkan sifat sifat larutan
sarkan konsep asam basa dan pH melalui praktikum berdasarkan
larutan (asam kuat dan asam lemah, konsep asam basa dan pH larutan
basa kuat dan basa lemah) dalam (asam kuat dan asam lemah, basa
kehidupan sehari-hari. kuat dan basa lemah) dalam kehidu-
pan sehari-hari.
3.7. Menentukan bilangan oksidasi un- 4.7. Membandingkan antara reaksi oksi-
sur untuk mengidentifikasi reaksi dasi dengan reaksi reduksi berda-
oksidasi dan reduksi. sarkan hasil perhitungan bilangan
oksidasinya.
3.8. Mengevaluasi proses yang terjadi 4.8. Mengintegrasikan antara hasil per-
dalam sel elektrokimia (menghi- hitungan E0 sel dengan proses
tung E0 sel, reaksi reaksi pada sel yang terjadi dalam sel elektrokimia
volta dan sel eletrolisa, proses pela- (menghitung E0 sel, reaksi reaksi
pisan logam) yang digunakan da- pada sel volta dan sel eletrolisa,
lam kehidupan. proses pelapisan logam) reaksi
yang digunakan dalam kehidupan.
3.9. Menganalisis struktur, sifat senya- 4.9. Mengatasi dampak pembakaran se-
wa hidrokarbon serta dampak pem- nyawa hidrokarbon terhadap ling-
bakaran senyawa hidrokarbon kungan dan kesehatan berdasarkan
terhadap lingkungan dan kesehatan hasil analisis struktur, sifat senyawa
serta cara mengatasinya. hidrokarbon.

116
3.10. Menganalisis proses teknik pemi- 4.10. Mempresentasikan proses teknik
sahan fraksi-fraksi minyak bumi pemisahan fraksi-fraksi minyak bu-
serta kegunaannya. mi serta kegunaannya.
3.11. Menganalisis struktur, tata nama, 4.11. Mengintegrasikan kegunaan poli-
sifat, penggolongan dan kegunaan mer dalam kehidupan sehari-hari
polimer. dengan struktur, tata nama, sifat,
penggolongan polimer.

b. Dasar Program Keahlian (C2)


1) Gambar Teknik Otomotif
Kompetensi Inti :
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, mengana- 4. Melaksanakan tugas spesifik de-
lisis, dan mengevaluasi tentang pe- ngan menggunakan alat, informasi,
ngetahuan faktual, konseptual, ope- dan prosedur kerja yang lazim dila-
rasional dasar, dan metakognitif se- kukan serta memecahkan masalah
suai dengan bidang dan lingkup kerja sesuai dengan bidang kerja Dasar-
Dasar- dasar Teknik Otomotif. Pada dasar Teknik Otomotif..
tingkat teknis, spesifik, detil, dan Menampilkan kinerja di bawah
kompleks, berkenaan dengan ilmu bimbingan dengan mutu dan kuan-
pengetahuan, teknologi, seni, buda- titas yang terukur sesuai dengan
ya, dan humaniora dalam konteks standar kompetensi kerja.
pengembangan potensi diri sebagai Menunjukkan keterampilan mena-
bagian dari keluarga, sekolah, dunia lar, mengolah, dan menyaji secara
kerja, warga masyarakat nasional, efektif, kreatif, produktif, kritis,
regional, dan internasional. mandiri, kolaboratif, komunikatif,
dan solutif dalam ranah abstrak ter-
kait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesi-
fik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mem-
persepsi, kesiapan, meniru, mem-
biasakan, gerak mahir, menjadikan
gerak alami dalam ranah konkret
terkait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesi-
fik di bawah pengawasan langsung.

117
Kompetensi Dasar :
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1. Memahami peralatan dan kelengka- 4.1. Memilih peralatan dan kelengka-
pan gambar teknik. pan gambar teknik.
3.2. Memahami garis-garis gambar 4.2. Membedakan garis-garis gambar
teknik sesuai bentuk dan fungsi teknik sesuai bentuk dan fungsi
garis. garis.
3.3. Memahami huruf, angka dan etiket 4.3. Menyajikan huruf, angka dan eti-
gambar teknik. ket gambar teknik.
3.4. Memahami gambar konstruksi geo- 4.4. Mengelompokkan gambar kon-
metris berdasarkan bentuk kon- struksi geometris berdasarkan ben-
struksi. tuk konstruksi.
3.5. Menerapkan sketsa gambar benda 4.5 Menyajikan sketsa gambar benda
3D sesuai aturan proyeksi pictorial. 3D sesuai aturan proyeksi Picto-
rial.
3.6. Menerapkan sketsa gambar benda 4.6 Menyajikan sketsa gambar benda
2D sesuai aturan proyeksi ortho- 2D sesuai aturan proyeksi orthogo-
gonal. nal.
3.7. Menganalisis gambar potongan 4.7 Menyajikan jenis gambar poto-
berdasar jenis potongan. ngan berdasar jenis potongan.
3.8. Menerapkan pembuatan ukuran se- 4.8 Menyajikan ukuran sesuai fungsi
suai fungsi dan pandangan utama dan pandangan utama gambar
gambar teknik. teknik.
3.9. Memahami pemberian ukuran be- 4.9. Menggunakan ukuran berantai, se-
rantai, sejajar, kombinasi, berimpit, jajar, kombinasi, berimpit, koordi-
koordinat dan ukuran khusus. nat dan ukuran khusus.
3.10. Mengevaluasi hasil sketsa gambar 4.10. Menyajikan hasil evaluasi sketsa
benda 2D dan 3D standard proyeksi gambar benda 2D dan 3D standard
orthogonal. proyeksi orthogonal.

2) Teknologi Dasar Otomotif


Kompetensi Inti :
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, mengana- 4. Melaksanakan tugas spesifik de-
lisis, dan mengevaluasi tentang pe- ngan menggunakan alat, informasi,
ngetahuan faktual, konseptual, ope- dan prosedur kerja yang lazim dila-
rasional dasar, dan metakognitif se- kukan serta memecahkan masalah
suai dengan bidang dan lingkup kerja sesuai dengan bidang kerja Dasar-
Dasar- dasar Teknik Otomotif. Pada dasar Teknik Otomotif..
tingkat teknis, spesifik, detil, dan Menampilkan kinerja di bawah
kompleks, berkenaan dengan ilmu bimbingan dengan mutu dan kuan-
pengetahuan, teknologi, seni, buda- titas yang terukur sesuai dengan
ya, dan humaniora dalam konteks standar kompetensi kerja.

118
pengembangan potensi diri sebagai Menunjukkan keterampilan mena-
bagian dari keluarga, sekolah, dunia lar, mengolah, dan menyaji secara
kerja, warga masyarakat nasional, efektif, kreatif, produktif, kritis,
regional, dan internasional. mandiri, kolaboratif, komunikatif,
dan solutif dalam ranah abstrak ter-
kait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesi-
fik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mem-
persepsi, kesiapan, meniru, membi-
asakan, gerak mahir, menjadikan
gerak alami dalam ranah konkret
terkait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesi-
fik di bawah pengawasan langsung.

Kompetensi Dasar :
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1. Memahami prinsip-prinsip Kesela- 4.1. Mengidentifikasi potensi dan resiko
matan dan Kesehatan Kerja (K3). kecelakaan kerja.
3.2. Mengklasifikasi Alat Pemadam 4.2. Menerapkan penggunaan Alat
Api Ringan (APAR). Pemadam Api Ringan (APAR).
3.3. Memahami prinsip-prinsip pengen- 4.3. Menerapkan prinsip-prinsip pe-
dalian kontaminasi. ngendalian kontaminasi.
3.4. Memahami proses mesin konversi 4.4. Mendemontrasikan mesin konversi
energi. energi.
3.5. Memahami klasifikasi engine. 4.5. Mengidentifikasi model-model
engine.
3.6. Memahami cara kerja engine 2 dan 4.6. Menjelaskan cara kerja engine 2
4 langkah. dan 4 langkah.
3.7. Memahami proses dasar pemben- 4.7. Melaksanakan proses dasar pem-
tukan logam. bentukan logam.
3.8. Menerapkan cara penggunaan 4.8. Menggunakan OMM (operation
OMM (operation maintenance ma- maintenance manual), service ma-
nual), service manual dan part book nual dan part book sesuai perun-
sesuai peruntukannya. .tukannya
3.9. Memahami dasar-dasar system 4.9. Menjelaskan dasar-dasar dan sim-
hidraulik. bol pada system hidraulik.
3.10. Memahami dasar-dasar system 4.10. Menjelaskan dasar-dasar dan sim-
pneumatic. bol pada system pneumatik.

119
3.11. Memahami rangkaian kelistrikan 4.11. Membuat rangkaian listrik seder-
sederhana. hana.
3.12. Memahami dasar-dasar elektronika 4.12. Membuat rangkaian elektronika se-
sederhana. derhana.
3.13. Memahami dasar-dasar kontrol. 4.13. Membuat rangkaian kontrol seder-
hana.
3.14. Memahami dasar-dasar sensor. 4.14. Menguji sensor.
3.15. Mengevaluasi kerja baterai. 4.15. Merawat baterai.

3) Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif


Kompetensi Inti:
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, mengana- 4. Melaksanakan tugas spesifik de-
lisis, dan mengevaluasi tentang pe- ngan menggunakan alat, informasi,
ngetahuan faktual, konseptual, ope- dan prosedur kerja yang lazim dila-
rasional dasar, dan metakognitif se- kukan serta memecahkan masalah
suai dengan bidang dan lingkup kerja sesuai dengan bidang kerja Dasar-
Dasar- dasar Teknik Otomotif. Pada dasar Teknik Otomotif.
tingkat teknis, spesifik, detil, dan Menampilkan kinerja di bawah
kompleks, berkenaan dengan ilmu bimbingan dengan mutu dan kuan-
pengetahuan, teknologi, seni, buda- titas yang terukur sesuai dengan
ya, dan humaniora dalam konteks standar kompetensi kerja.
pengembangan potensi diri sebagai Menunjukkan keterampilan mena-
bagian dari keluarga, sekolah, dunia lar, mengolah, dan menyaji secara
kerja, warga masyarakat nasional, efektif, kreatif, produktif, kritis,
regional, dan internasional. mandiri, kolaboratif, komunikatif,
dan solutif dalam ranah abstrak ter-
kait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesi-
fik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mem-
persepsi, kesiapan, meniru, membi-
asakan, gerak mahir, menjadikan
gerak alami dalam ranah konkret
terkait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spe-
sifik di bawah pengawasan lang-
sung.

120
Kompetensi Dasar:
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1. Mengklasifikasi jenis-jenis hand 4.1. Menggunakan macam-macam
tools. hand tools.
3.2. Mengklasifikasi jenis-jenis power 4.2. Menggunakan macam-macam po-
tools. wer tools.
3.3. Mengklasifikasi jenis-jenis special 4.3. Menggunakan macam-macam
service tools. special service tools.
3.4. Menerapkan workshop equipment. 4.4. Menggunakan workshop equip-
ment.
3.5. Menerapkan alat ukur mekanik serta 4.5. Menggunakan alat-alat ukur me-
fungsinya. kanik.
3.6. Menerapkan alat ukur elektrik serta 4.6. Menggunakan alal-alat ukur elek-
fungsinya. trik.
3.7. Menerapkan alat ukur elektronik 4.7 Menggunakan alal-alat ukur elek-
serta fungsinya. tronik.
3.8. Menerapkan alat ukur hidrolik serta 4.8. Menggunakan alat-alat ukur hidro-
fungsinya. lik.
3.9. Menerapkan alat ukur pneumatik 4.9 Menggunakan alat-alat ukur pneu-
serta fungsinya. matik.
3.10. Menganalisis berbagai jenis jacking, 4.10 Merawat peralatan jacking, block-
blocking dan lifting. ing dan liffting sesuai operation
manual.
3.11. Menerapkan cara pengangkatan ben- 4.11. Mendemonstrasikan pengangkat-
da kerja. an benda kerja.
3.12. Menganalisis berbagai bearing, seal, 4.12. Merawat berbagai bearing, seal,
gasket dan hoses. gasket dan hoses.
3.13. Memahami treaded, fasterner, 4.13. Menggunakan treaded, fastener,
sealant dan adhesive. sealant dan adhesive.

c. Kompetensi Keahlian (C3)


a. Kompetensi Keahlian : Teknik Kendaraan Ringan Otomotif
1) Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Kompetensi Inti:
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Menerapkan, menerapkan, mengana- 4. Melaksanakan tugas spesifik dengan
lisis, dan mengevaluasi tentang pe- menggunakan alat, informasi, dan
ngetahuan faktual, konseptual, opera- prosedur kerja yang lazim dilakukan
sional dasar, dan metakognitif sesuai serta memecahkan masalah sesuai
dengan bidang dan lingkup kerja Tek- dengan bidang kerja Teknik Kenda-
nik Kendaraan Ringan Otomotif pada raan Ringan Otomotif.

121
tingkat teknis, spesifik, detil, dan Menampilkan kinerja di bawah bim-
kompleks, berkenaan dengan ilmu pe- bingan dengan mutu dan kuantitas
ngetahuan, teknologi, seni, budaya, yang terukur sesuai dengan standar
dan humaniora dalam konteks pe- kompetensi kerja.
ngembangan potensi diri sebagai ba- Menunjukkan keterampilan menalar,
gian dari keluarga, sekolah, dunia ker- mengolah, dan menyaji secara efek-
ja, warga masyarakat nasional, regio- tif, kreatif, produktif, kritis, mandiri,
nal, dan internasional. kolaboratif, komunikatif, dan solutif
dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelaja-
rinya di sekolah, serta mampu me-
laksanakan tugas spesifik di bawah
pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mem-
persepsi, kesiapan, meniru, membia-
sakan, gerak mahir, menjadikan ge-
rak alami dalam ranah konkret ter-
kait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik
di bawah pengawasan langsung.

Kompetensi Dasar:
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1. Menerapkan cara perawatan sistem 4.1. Merawat berkala sistem utama
utama Engine dan mekanisme katup. Engine dan mekanisme katup.
3.2. Menerapkan cara perawatan sistem 4.2. Merawat berkala sistem pelumas-
pelumasan. an.
3.3. Menerapkan cara perawatan sistem 4.3. Merawat berkala sistem pendi-
pendinginan. nginan.
3.4. Menerapkan cara perawatan sistem 4.4. Merawat berkala sistem bahan
bahan bakar bensin konvensional/ bakar bensin konvensional/karbu-
karburator. rator.
3.5. Menerapkan cara perawatan sistem 4.5. Merawat berkala sistem bahan
bahan bakar bensin injeksi (Elec- bakar bensin injeksi (Electronic
tronic Fuel Injection/EFI). Fuel Injection/EFI).
3.6. Menerapkan cara Perawatan Engine 4.6. Merawat berkala Engine Mana-
Management System (EMS). gement System (EMS).
3.7. Menerapkan cara perawatan sistem 4.7. Merawat berkala sistem bahan
bahan bakar diesel pompa injeksi In- bakar diesel pompa injeksi In-
Line Line.
3.8. Menerapkan cara perawatan sistem 4.8. Merawat berkala sistem bahan
bahan bakar diesel pompa injeksi bakar diesel pompa injeksi Rotary.
Rotary.

122
3.9. Menerapkan cara perawatan sistem 4.9. Merawat berkala sistem bahan
bahan bakar diesel Common Rail. bakar diesel Common Rail.
3.10. Mengevaluasi hasil perawatan 4.10. Melakukan pemeriksaan hasil
berkala Mesin Kendaraan Ringan perawatan berkala mesin kenda-
raan.
3.11. Mendiagnosis kerusakan mekanis- 4.11. Memperbaiki mekanisme kepala
me kepala silinder dan kelengkapan- silinder dan kelengkapannya.
nya.
3.12. Mendiagnosis kerusakan mekanis- 4.12. Memperbaiki mekanisme blok
me blok silinder dan kelengkapan- silinder dan kelengkapannya.
nya.
3.13. Mendiagnosis kerusakan sistem 4.13. Memperbaiki sistem pelumasan
pelumasan.
3.14. Mendiagnosis kerusakan sistem pen- 4.14. Memperbaiki sistem pendinginan.
dinginan.
3.15. Mendiagnosis kerusakan sistem 4.15. Memperbaiki sistem bahan bakar
bahan bakar bensin konvensional/ bensin konvensional/karburator.
karburator.
3.16. Mendiagnosis kerusakan sistem ba- 4.16. Memperbaiki sistem bahan bakar
han bakar bensin injeksi (Electronic bensin injeksi (Electronic Fuel
Fuel Injection/EFI). Injection/EFI).
3.17. Mendiagnosis kerusakan Engine 4.17. Memperbaiki Engine Management
Management System (EMS). System (EMS).
3.18. Mendiagnosis kerusakan sistem ba- 4.18. Memperbaiki sistem bahan bakar
han bakar diesel pompa injeksi In- diesel pompa injeksi In-Line.
Line.
3.19. Mendiagnosis kerusakan sistem 4.19. Memperbaiki sistem bahan bakar
bahan bakar diesel pompa injeksi diesel pompa injeksi Rotary.
Rotary.
3.20. Mendiagnosis kerusakan sistem 4.20. Memperbaiki sistem bahan bakar
bahan bakar diesel Common Rail. diesel Common Rail.
3.21. Mengevaluasi hasil perbaikan mesin 4.21. Melakukan laporan hasil perbai-
kendaraan ringan. kan mesin kendaraan ringan.

2) Pemeliharaan Sasis dan Pemindah Tenaga Kendaraan Ringan


Kompetensi Inti:
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Menerapkan, menerapkan, menga- 4. Melaksanakan tugas spesifik dengan
nalisis, dan mengevaluasi tentang menggunakan alat, informasi, dan
pengetahuan faktual, konseptual, prosedur kerja yang lazim dilakukan
operasional dasar, dan metakognitif serta memecahkan masalah sesuai
sesuai dengan bidang dan lingkup dengan bidang kerja Teknik Kenda-
kerja Teknik Kendaraan Ringan raan Ringan Otomotif.

123
Otomotif pada tingkat teknis, spe- Menampilkan kinerja dibawah bim-
sifik, detil, dan kompleks, berkenaan bingan dengan mutu dan kuantitas
dengan ilmu pengetahuan, teknolo- yang terukur sesuai dengan standar
gi, seni, budaya, dan humaniora da- kompetensi kerja.
lam konteks pengembangan potensi Menunjukkan keterampilan menalar,
diri sebagai bagian dari keluarga, mengolah, dan menyaji secara efek-
sekolah, dunia kerja, warga masya- tif, kreatif, produktif, kritis, mandiri,
rakat nasional, regional, dan interna- kolaboratif, komunikatif, dan solutif
sional. dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelaja-
rinya di sekolah, serta mampu me-
laksanakan tugas spesifik di bawah
pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mem-
persepsi, kesiapan, meniru, membia-
sakan, gerak mahir, menjadikan ge-
rak alami dalam ranah konkret ter-
kait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik
di bawah pengawasan langsung.

Kompetensi Dasar:
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1. Menerapkan cara perawatan ko- 4.1. Merawat berkala kopling.
pling.
3.2. Menerapkan cara perawatan trans- 4.2. Merawat berkala transmisi manu-
misi manual. al.
3.3. Menerapkan cara perawatan trans- 4.3. Merawat berkala transmisi otoma-
misi otomatis. tis.
3.4. Menerapkan cara perawatan poros 4.4. Merawat berkala poros propeler.
propeler.
3.5. Menerapkan cara perawatan Diffe- 4.5. Merawat berkala Differential.
rential.
3.6. Menerapkan cara perawatan poros 4.6. Merawat berkala poros roda.
roda.
3.7. Menerapkan cara perawatan sistem 4.7. Merawat berkala sistem rem kon-
rem konvensional. vensional.
3.8. Menerapkan cara perawatan Anti- 4.8. Merawat berkala Antilock Break
lock Break System (ABS). System (ABS).
3.9. Menerapkan cara perawatan sistem 4.9. Merawat berkala sistem suspense.
suspensi.

124
3.10. Menerapkan cara perawatan sistem 4.10. Merawat berkala sistem kemudi
kemudi dan Power Steering. dan Power Steering.
3.11. Menerapkan melepas, memasang 4.11. Melaksanakan melepas, mema-
dan menyetel roda. sang dan menyetel roda.
3.12. Menerapkan cara membongkar, 4.12. Melaksanakan membongkar,
memperbaiki dan memasang ban memperbaiki dan memasang ban
luar dan dalam. luar dan dalam.
3.13. Menerapkan cara memilih ban dan 4.13. Melaksanakan memilih ban dan
pelek untuk pemakaian khusus. pelek untuk pemakaian khusus.
3.14. Mengevaluasi hasil perawatan ber- 4.14. Melakukan pengujian akhir hasil
kala sasis dan pemindah tenaga. perawatan berkala sasis dan pe-
mindah tenaga.
3.15. Mendiagnosis kerusakan kopling. 4.15. Memperbaiki kopling.
3.16. Mendiagnosis kerusakan transmisi 4.16. Memperbaiki transmisi manual.
manual.
3.17. Mendiagnosis kerusakan transmisi 4.17. Memperbaiki transmisi otomatis.
otomatis.
3.18. Mendiagnosis kerusakan poros 4.18. Memperbaiki poros propeller.
propeller.
3.19. Mendiagnosis kerusakan differen- 4.19. Memperbaiki differential.
tial.
3.20. Mendiagnosis kerusakan poros roda. 4.20. Memperbaiki poros roda.
3.21. Mendiagnosis kerusakan sistem rem 4.21. Memperbaiki sistem rem konven-
konvensional. sional.
3.22. Mendiagnosis kerusakan Antilock 4.22. Memperbaiki Antilock Break
Break System (ABS). System (ABS).
3.23. Mendiagnosis kerusakan sistem 4.23. Memperbaiki sistem suspense.
suspensi.
3.24. Mendiagnosis kerusakan sistem ke- 4.24. Memperbaiki sistem kemudi.
mudi.
3.25. Mendiagnosis kerusakan Spooring. 4.25. Memperbaiki Spooring.
3.26. Mendiagnosis Balans Roda/Ban. 4.26. Memperbaiki Balans Roda/Ban.
3.27. Mendiagnosis Pelek. 4.27. Merperbaiki Pelek.
3.28. Mengevaluasi hasil perbaikan sasis 4.28. Melakukan pengujian akhir hasil
dan pemindah tenaga. perbaikan sasis dan pemindah
tenaga.

125
3) Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan
Kompetensi Inti:
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Menerapkan, menerapkan, menga- 4. Melaksanakan tugas spesifik dengan
nalisis, dan mengevaluasi tentang menggunakan alat, informasi, dan
pengetahuan faktual, konseptual, prosedur kerja yang lazim dilakukan
operasional dasar, dan metakognitif serta memecahkan masalah sesuai
sesuai dengan bidang dan lingkup dengan bidang kerja Teknik Kenda-
kerja Teknik Kendaraan Ringan raan Ringan Otomotif. Menampilkan
Otomotif pada tingkat teknis, spe- kinerja dibawah bimbingan dengan
sifik, detil, dan kompleks, berkenaan mutu dan kuantitas yang terukur
dengan ilmu pengetahuan, teknologi, sesuai dengan standar kompetensi
seni, budaya, dan humaniora dalam kerja.
konteks pengembangan potensi diri Menunjukkan keterampilan menalar,
sebagai bagian dari keluarga, seko- mengolah, dan menyaji secara efek-
lah, dunia kerja, warga masyarakat tif, kreatif, produktif, kritis, mandiri,
nasional, regional, dan internasional. kolaboratif, komunikatif, dan solutif
dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipela-
jarinya di sekolah, serta mampu me-
laksanakan tugas spesifik di bawah
pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mem-
persepsi, kesiapan, meniru, membi-
asakan, gerak mahir, menjadikan ge-
rak alami dalam ranah konkret ter-
kait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mam-
pu melaksanakan tugas spesifik di
bawah pengawasan langsung.

Kompetensi Dasar:
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1. Menerapkan cara perawatan sistem 4.1. Merawat secara berkala sistem
kelistrikan. kelistrikan.
3.2. Menerapakan perlengkapan kelis- 4.2. Memasang perlengkapan kelistri-
trikan tambahan (asesoris). kan tambahan (asesories).
3.3. Menerapkan cara perawatan sistem 4.3. Merawat secara berkala sistem
starter. starter.
3.4. Menerapkan cara perawatan sistem 4.4. Merawat secara berkala sistem
pengisian. pengisian.

126
3.5. Menerapkan cara perawatan sistem 4.5. Merawat secara berkala sistem
pengapian konvensional. pengapian konvensional.
3.6. Menerapkan cara perawatan sistem 4.6. Merawat secara berkala sistem
pengapian elektronik. pengapian elektronik.
3.7. Menerapkan cara perawatan sistem 4.7. Merawat berkala sistem penera-
penerangan dan panel instrument. ngan dan panel instrumen.
3.8. Menerapkan cara perawatan sistem 4.8. Merawat berkala sistem Air Con-
Air Conditioning (AC). ditioning (AC).
3.9. Menerapkan cara perawatan sistem 4.9. Merawat berkala sistem audio.
audio.
3.10. Menerapkan cara perawatan sistem 4.10. Merawat secara berkala sistem pe-
pengaman. ngaman.
3.11. Mengevaluasi hasil perawatan ber- 4.11. Melakukan hasil perawatan berka-
kala kelistrikan kendaraan ringan. la kelistrikan kendaraan ringan.
3.12. Mendiagnosis kerusakan sistem ke- 4.12. Memperbaiki sistem kelistrikan
listrikan dan kelengkapan tambah- dan kelengkapan tambahan.
an.
3.13. Mendiagnosis kerusakan sistem 4.13. Memperbaiki sistem starter.
starter.
3.14. Mendiagnosis kerusakan sistem 4.14. Memperbaiki sistem pengisian.
pengisian.
3.15. Mendiagnosis kerusakan sistem pe- 4.15. Memperbaiki sistem pengapian
ngapian konvensional. konvensional.
3.16. Mendiagnosis kerusakan sistem pe- 4.16. Memperbaiki sistem pengapian
ngapian elektronik. elektronik.
3.17. Mendiagnosis kerusakan sistem pe- 4.17. Memperbaiki sistem penerangan
nerangan dan panel instrument. dan panel instrument.
3.18. Mendiagnosis kerusakan sistem Air 4.18. Memperbaiki sistem Air Condi-
Conditioning (AC). tioning (AC).
3.19. Mendiagnosis kerusakan sistem 4.19. Memperbaiki sistem audio.
audio.
3.20. Mendiagnosis kerusakan sistem 4.20. Memperbaiki sistem pengaman.
pengaman.
3.21. Mengevaluasi hasil perbaikan 4.21. Mengelola hasil perbaikan kelis-
kelistrikan kendaraan ringan. trikan kendaraan ringan.

4) Produk Kreatif dan Kewirausahaan


Kompetensi Inti:
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Menerapkan, menerapkan, menga- 4. Melaksanakan tugas spesifik dengan
nalisis, dan mengevaluasi tentang menggunakan alat, informasi, dan

127
pengetahuan faktual, konseptual, prosedur kerja yang lazim dilakukan
operasional dasar, dan metakognitif serta memecahkan masalah sesuai
sesuai dengan bidang dan lingkup dengan bidang kerja Teknik Kenda-
kerja Teknik Kendaraan Ringan raan Ringan Otomotif. Menampilkan
Otomotif pada tingkat teknis, spesi- kinerja dibawah bimbingan dengan
fik, detil, dan kompleks, berkenaan mutu dan kuantitas yang terukur
dengan ilmu pengetahuan, teknolo- sesuai dengan standar kompetensi
gi, seni, budaya, dan humaniora da- kerja.
lam konteks pengembangan potensi Menunjukkan keterampilan menalar,
diri sebagai bagian dari keluarga, mengolah, dan menyaji secara efek-
sekolah, dunia kerja, warga masya- tif, kreatif, produktif, kritis, mandiri,
rakat nasional, regional, dan interna- kolaboratif, komunikatif, dan solutif
sional. dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajari-
nya di sekolah, serta mampu melak-
sanakan tugas spesifik di bawah pe-
ngawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mem-
persepsi, kesiapan, meniru, membi-
asakan, gerak mahir, menjadikan ge-
rak alami dalam ranah konkret ter-
kait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mam-
pu melaksanakan tugas spesifik di
bawah pengawasan langsung.

Kompetensi Dasar:
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1. Memahami sikap dan perilaku wira- 4.1. Memresentasikan sikap dan perila-
usahawan. ku wirausahawan.
3.2. Menganalisis peluang usaha produk 4.2. Menentukan peluang usaha produk
barang/jasa. barang/jasa.
3.3. Memahami hak atas kekayaan inte- 4.3. Memresentasikan hak atas kekaya-
lektual. an intelektual.
3.4. Menganalisis konsep desain/proto- 4.4. Membuat desain/prototype dan ke-
type dan kemasan produk barang/ masan produk barang/jasa.
jasa.
3.5. Menganalisis proses kerja pembuat- 4.5. Membuat alur dan proses kerja
an prototype produk barang/jasa. pembuatan prototype produk
barang/jasa.
3.6. Menganalisis lembar kerja/ gambar 4.6. Membuat lembar kerja/gambar ker-
kerja untuk pembuatan prototype ja untuk pembuatan prototype pro-
produk barang/jasa. duk barang/jasa.

128
3.7. Menganalisis biaya produksi proto- 4.7. Menghitung biaya produksi proto-
type produk barang/jasa. type produk barang/jasa.
3.8. Menerapkan proses kerja pembuatan 4.8. Membuat prototype produk barang/
prototype produk barang/jasa. jasa.
3.9. Menentukan pengujian kesesuaian 4.9. Menguji prototype produk barang/
fungsi prototype produk barang/jasa. jasa.
3.10. Menganalisis perencanaan produksi 4.10. Membuat perencanaan produksi
massal. massal.
3.11. Menentukan indikator keberhasilan 4.11. Membuat indikator keberhasilan
tahapan produksi massal. tahapan produksi massal.
3.12. Menerapkan proses produksi 4.12. Melakukan produksi massal.
massal.
3.13. Menerapkan metoda perakitan pro- 4.13. Melakukan perakitan produk ba-
duk barang/jasa. rang/jasa.
3.14. Menganalisis prosedur pengujian 4.14. Melakukan pengujian produk ba-
kesesuaian fungsi produk barang/ rang/jasa.
jasa.
3.15. Mengevaluasi kesesuaian hasil pro- 4.15. Melakukan pemeriksaan produk se-
duk dengan rancangan. suai dengan kriteria kelayakan pro-
duk/standar operasional.
3.16. Memahami paparan deskriptif, nara- 4.16. Menyusun paparan deskriptif, nara-
tif, argumentatif, atau persuasif tif, argumentatif, atau persuasif ten-
tentang produk/jasa. tang produk/jasa.
3.17. Menentukan media promosi. 4.17. Membuat media promosi berdasar-
kan segmentasi pasar.
3.18. Menyeleksi strategi pemasaran. 4.18. Melakukan pemasaran.
3.19. Menilai perkembangan usaha. 4.19. Membuat bagan perkembangan
usaha.
3.20. Menentukan standard laporan ke- 4.20. Membuat laporan keuangan.
uangan.

b. Kompetensi Keahlian : Teknik Teknik dan Bisnis Sepeda Motor


1) Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor
Kompetensi Inti:
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, mengana- 4. Melaksanakan tugas spesifik dengan
lisis, dan mengevaluasi tentang pe- menggunakan alat, informasi, dan
ngetahuan faktual, konseptual, ope- prosedur kerja yang lazim dilakukan
rasional dasar, dan metakognitif se- serta memecahkan masalah sesuai
suai dengan bidang dan lingkup kerja dengan bidang kerja Teknik dan
Teknik dan Bisnis Sepeda Motor Bisnis Sepeda Motor . Menampilkan

129
pada tingkat teknis, spesifik, detil, kinerja di bawah bimbingan dengan
dan kompleks, berkenaan dengan mutu dan kuantitas yang terukur
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, sesuai dengan standar kompetensi
budaya, dan humaniora dalam kon- kerja.
teks pengembangan potensi diri se- Menunjukkan keterampilan menalar,
bagai bagian dari keluarga, sekolah, mengolah, dan menyaji secara efek-
dunia kerja, warga masyarakat nasio- tif, kreatif, produktif, kritis, mandiri,
nal, regional, dan internasional. kolaboratif, komunikatif, dan solutif
dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajari-
nya di sekolah, serta mampu melak-
sanakan tugas spesifik di bawah pe-
ngawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mem-
persepsi, kesiapan, meniru, membia-
sakan, gerak mahir, menjadikan ge-
rak alami dalam ranah konkret ter-
kait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik
di bawah pengawasan langsung.

Kompetensi Dasar:
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1. Memahami prinsip kerja meka- 4.1. Merawat secara berkala mekanis-
nisme katup. me katup.
3.2. Memahami prinsip kerja sistem 4.2. Merawat secara berkala pada
pelumasan. sistem pelumasan.
3.3. Memahami prinsip kerja sistem 4.3. Merawat secara berkala pada sis-
pendinginan. tem pendinginan.
3.4. Memahami prinsip kerja sistem 4.4. Merawat secara berkala pada
pemasukan dan pembuangan. sistem pemasukan dan pem-
buangan.
3.5. Memahami prinsip kerja sistem 4.5. Merawat secara berkala pada
bahan bakar bensin karburator. sistem bahan bakar bensin karbu-
rator.
3.6. Memahami prinsip kerja sistem in- 4.6. Merawat secara berkala pada sis-
jeksi bensin. tem injeksi bensin.
3.7. Memahami prinsip kerja sistem 4.7. Merawat secara berkala pada sis-
transmisi manual. tem transmisi manual.
3.8. Memahami prinsip kerja sistem 4.8. Merawat secara berkala pada sis-
transmisi otomatis. tem transmisi otomatis.

130
3.9. Menerapkan cara perawatan sis- 4.9. Merawat berkala sistem kopling
tem kopling manual. manual.
3.10. Menerapkan cara perawatan sis- 4.10. Merawat berkala sistem kopling
tem kopling otomatis. otomatis.
3.11. Menganalisis gangguan pada ke- 4.11. Memperbaiki kepala silinder dan
pala silinder dan kelengkapannya. kelengkapannya.
3.12. Menganalisis gangguan pada blok 4.12. Memperbaiki blok silinder dan
silinder dan kelengkapannya. kelengkapannya.
3.13. Menganalisis gangguan pada 4.13. Memperbaiki sistem pelumasan.
sistem pelumasan.
3.14. Menganalisis gangguan pada sis- 4.14. Memperbaiki sistem pendinginan
tem pendinginan.
3.15. Menganalisis gangguan pada sis- 4.15. Memperbaiki sistem pemasukan
tem pemasukan dan pembuangan. dan pembuangan.
3.16. Menganalisis gangguan pada sis- 4.16. Memperbaiki sistem bahan bakar
tem bahan bakar injeksi. injeksi.
3.17. Menganalisis gangguan pada sis- 4.17. Memperbaiki sistem karburator.
tem karburator.
3.18. Mengevaluasi kerja sistem trans- 4.18. Memperbaiki kinerja pada system
misi manual. transmisi manual.
3.19. Menganalisis gangguan pada sis- 4.19. Memperbaiki sistem transmisi
tem transmisi otomatis. otomatis.
3.20. Mengevaluasi kinerja sistem ko- 4.20. Memperbaiki kinerja sistem ko-
pling manual. pling manual.
3.21. Mengevaluasi kinerja sistem ko- 4.21. Memperbaiki kinerja sistem ko-
pling otomatis. pling otomatis.

2) Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor


Kompetensi Inti:
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, mengana- 4. Melaksanakan tugas spesifik dengan
lisis, dan mengevaluasi tentang pe- menggunakan alat, informasi, dan
ngetahuan faktual, konseptual, ope- prosedur kerja yang lazim dilakukan
rasional dasar, dan metakognitif se- serta memecahkan masalah sesuai
suai dengan bidang dan lingkup kerja dengan bidang kerja Teknik dan
Teknik dan Bisnis Sepeda Motor Bisnis Sepeda Motor . Menampilkan
pada tingkat teknis, spesifik, detil, kinerja di bawah bimbingan dengan
dan kompleks, berkenaan dengan mutu dan kuantitas yang terukur
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, sesuai dengan standar kompetensi
budaya, dan humaniora dalam kon- kerja. Menunjukkan keterampilan
teks pengembangan potensi diri menalar, mengolah, dan menyaji
sebagai bagian dari keluarga, seko- secara efektif, kreatif, produktif,

131
lah, dunia kerja, warga masyarakat kritis, mandiri, kolaboratif, komuni-
nasional, regional, dan internasional. katif, dan solutif dalam ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik
di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mem-
persepsi, kesiapan, meniru, membia-
sakan, gerak mahir, menjadikan ge-
rak alami dalam ranah konkret ter-
kait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik
di bawah pengawasan langsung.

Kompetensi Dasar:
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1. Memahami prinsip kerja sistem rem 4.1. Merawat berkala sistem rem hidro-
hidrolik. lik.
3.2. Memahami prinsip kerja sistem rem 4.2. Merawat berkala sistem rem meka-
mekanik. nik.
3.3. Memahami prinsip kerja sistem rem 4.3. Merawat berkala sistem rem ABS.
ABS.
3.4. Memahami jenis-jenis pelek. 4.4. Merawat berkala pelek.
3.5. Memahami jenis-jenis ban. 4.5. Merawat berkala ban.
3.6. Memahami prinsip kerja suspensi. 4.6. Merawat berkala suspense.
3.7. Memahami prinsip kerja sistem 4.7. Merawat berkala system kemudi.
kemudi.
3.8. Memahami prinsip kerja rantai 4.8. Merawat berkala rantai penggerak
penggerak roda belakang. roda belakang.
3.9. Menjabarkan jenis-jenis rangka. 4.9. Mengidentifikasikan jenis - jenis
rangka.
3.10. Menganalisis gangguan pada sistem 4.10. Memperbaiki sistem rem hidrolik.
rem hidrolik.
3.11. Menganalisis gangguan pada sistem 4.11. Memperbaiki sistem rem mekanik.
rem mekanik.
3.12. Menganalisis gangguan pada sistem 4.12. Memperbaiki sistem rem ABS.
rem ABS.
3.13. Menganalisis gangguan pada pelek. 4.13. Memperbaiki pelek.
3.14. Menganalisis gangguan pada ban. 4.14. Memperbaiki ban.
3.15. Menganalisis gangguan pada sus- 4.15. Memperbaiki suspensi.
pensi.

132
3.16. Menganalisis gangguan pada sistem 4.16. Memperbaiki system kemudi.
kemudi.
3.17. Menganalisis gangguan pada rantai 4.17. Memperbaiki rantai penggerak roda
penggerak roda belakang. belakang.
3.18. Menganalisis gangguan pada rang- 4.18. Memperbaiki jenis-jenis rangka.
ka.

3) Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda Motor


Kompetensi Inti:
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, mengana- 4. Melaksanakan tugas spesifik dengan
lisis, dan mengevaluasi tentang pe- menggunakan alat, informasi, dan
ngetahuan faktual, konseptual, ope- prosedur kerja yang lazim dilakukan
rasional dasar, dan metakognitif serta memecahkan masalah sesuai
sesuai dengan bidang dan lingkup dengan bidang kerja Teknik dan
kerja Teknik dan Bisnis Sepeda Bisnis Sepeda Motor . Menampilkan
Motor pada tingkat teknis, spesifik, kinerja di bawah bimbingan dengan
detil, dan kompleks, berkenaan de- mutu dan kuantitas yang terukur
ngan ilmu pengetahuan, teknologi, sesuai dengan standar kompetensi
seni, budaya, dan humaniora dalam kerja.
konteks pengembangan potensi diri Menunjukkan keterampilan mena-
sebagai bagian dari keluarga, seko- lar, mengolah, dan menyaji secara
lah, dunia kerja, warga masyarakat efektif, kreatif, produktif, kritis,
nasional, regional, dan internasio- mandiri, kolaboratif, komunikatif,
nal. dan solutif dalam ranah abstrak ter-
kait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik
di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mem-
persepsi, kesiapan, meniru, membia-
sakan, gerak mahir, menjadikan ge-
rak alami dalam ranah konkret ter-
kait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik
di bawah pengawasan langsung.

Kompetensi Dasar:
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1. Memahami prinsip kerja sistem 4.1. Merawat berkala sistem penera-
penerangan. ngan.

133
3.2. Memahami prinsip kerja sistem ins- 4.2. Merawat berkala system instrumen
trumen dan sinyal. dan sinyal.
3.3. Memahami prinsip kerja sistem 4.3. Merawat berkala sistem starter.
starter.
3.4. Memahami prinsip kerja sistem pe- 4.4. Merawat berkala sistem pengapian
ngapian konvensional. konvensional.
3.5. Memahami prinsip kerja sistem pe- 4.5. Merawat berkala sistem pengapian
ngapian elektronik. elektronik.
3.6. Memahami prinsip kerja sistem pe- 4.6. Merawat berkala sistem pengisian.
ngisian.
3.7. Memahami prinsip kerja sistem pe- 4.7. Merawat sistem pengamanan.
ngamanan.
3.8. Memahami prinsip kerja sensor sis- 4.8. Merawat sensor sistem kontrol
tem kontrol elektronik injeksi. elektronik injeksi.
3.9. Mengevaluasi kerja system pene- 4.9. Memperbaiki kinerja sistem pene-
rangan. rangan.
3.10. Menganalisis gangguan pada sys- 4.10. Memperbaiki sistem instrumen.
tem instrumen.
3.11. Menganalisis gangguan system 4.11. Memperbaiki sistem sinyal.
sinyal.
3.12. Menganalisis gangguan sistem 4.12. Memperbaiki sistem starter.
starter.
3.13. Menganalisis gangguan sistem pe- 4.13. Memperbaiki sistem pengisian.
ngisian.
3.14. Menganalisis gangguan sistem pe- 4.14. Memperbaiki sistem pengapian
ngapian konvensional. konvensional.
3.15. Menganalisis gangguan sistem pe- 4.15. Memperbaiki sistem pengapian
ngapian elektronik. elektronik.
3.16. Mengevaluasi indikator kode keru- 4.16. Memperbaiki sistem injeksi dan
sakan sistem injeksi. reset kode kerusakan.
3.17. Mengevaluasi sistem pengaman. 4.17. Memperbaiki perbaikan sistem
pengaman.

4) Produk Kreatif dan Kewirausahaan


Kompetensi Inti:
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, mengana- 4. Melaksanakan tugas spesifik dengan
lisis, dan mengevaluasi tentang menggunakan alat, informasi, dan
pengetahuan faktual, konseptual, prosedur kerja yang lazim dilakukan
operasional dasar, dan metakognitif serta memecahkan masalah sesuai de-
sesuai dengan bidang dan lingkup ngan bidang kerja Teknik dan Bisnis
kerja Teknik dan Bisnis Sepeda Sepeda Motor . Menampilkan kinerja
Motor pada tingkat teknis, spesifik, di bawah bimbingan dengan mutu dan

134
detil, dan kompleks, berkenaan de- kuantitas yang terukur sesuai dengan
ngan ilmu pengetahuan, teknologi, standar kompetensi kerja.
seni, budaya, dan humaniora dalam Menunjukkan keterampilan menalar,
konteks pengembangan potensi diri mengolah, dan menyaji secara efektif,
sebagai bagian dari keluarga, seko- kreatif, produktif, kritis, mandiri,
lah, dunia kerja, warga masyarakat kolaboratif, komunikatif, dan solutif
nasional, regional, dan interna- dalam ranah abstrak terkait dengan
sional. pengembangan dari yang dipelajari-
nya di sekolah, serta mampu melaksa-
nakan tugas spesifik di bawah penga-
wasan langsung.
Menunjukkan keterampilan memper-
sepsi, kesiapan, meniru, membiasa-
kan, gerak mahir, menjadikan gerak
alami dalam ranah konkret terkait de-
ngan pengembangan dari yang dipe-
lajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di ba-
wah pengawasan langsung.

Kompetensi Dasar:
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1. Memahami sikap dan perilaku wi- 4.1. Memresentasikan sikap dan perila-
rausahawan. ku wirausahawan.
3.2. Menganalisis peluang usaha produk 4.2. Menentukan peluang usaha produk
barang/jasa. barang/jasa.
3.3. Memahami hak atas kekayaan inte- 4.3. Memresentasikan hak atas kekaya-
lektual. an intelektual.
3.4. Menganalisis konsep desain/proto- 4.4. Membuat desain/prototype dan ke-
type dan kemasan produk barang/ masan produk barang/jasa.
jasa.
3.5. Menganalisis proses kerja pembu- 4.5. Membuat alur dan proses kerja
atan prototype produk barang/jasa. pembuatan prototype produk
barang/jasa.
3.6. Menganalisis lembar kerja/gambar 4.6. Membuat lembar kerja/gambar
kerja untuk pembuatan prototype kerja untuk pembuatan prototype
produk barang/jasa produk barang/jasa.
3.7. Menganalisis biaya produksi proto- 4.7. Menghitung biaya produksi proto-
type produk barang/jasa. type produk barang/jasa.
3.8. Menerapkan proses kerja pembu- 4.8. Membuat prototype produk ba-
atan prototype produk barang/jasa. rang/jasa.
3.9. Menentukan pengujian kesesuaian 4.9. Menguji prototype produk barang/
fungsi prototype produk barang/ jasa.
jasa.

135
3.10. Menganalisis perencanaan produk- 4.10. Membuat perencanaan produksi
si massal. massal.
3.11. Menentukan indikator keberhasilan 4.11. Membuat indikator keberhasilan
tahapan produksi massal. tahapan produksi missal.
3.12. Menerapkan proses produksi 4.12. Melakukan produksi massal.
massal.
3.13. Menerapkan metoda perakitan pro- 4.13. Melakukan perakitan produk ba-
duk barang/jasa. rang/jasa.
3.14. Menganalisis prosedur pengujian 4.14. Melakukan pengujian produk ba-
kesesuaian fungsi produk barang/ rang/jasa.
jasa.
3.15. Mengevaluasi kesesuaian hasil pro- 4.15. Melakukan pemeriksaan produk
duk dengan rancangan. sesuai dengan kriteria kelayakan
produk/standar operasional.
3.16. Memahami paparan deskriptif, na- 4.16. Menyusun paparan deskriptif, na-
ratif, argumentatif, atau persuasif ratif, argumentatif, atau persuasif
tentang produk/jasa. tentang produk/jasa.
3.17. Menentukan media promosi. 4.17. Membuat media promosi berdasar-
kan segmentasi pasar.
3.18. Menyeleksi strategi pemasaran. 4.18. Melakukan pemasaran.
3.19. Menilai perkembangan usaha. 4.19. Membuat bagan perkembangan
usaha.
3.20. Menentukan standard laporan keua- 4.20. Membuat laporan keuangan.
ngan.

E. Program Muatan Lokal ( Muatan Kewilayahan )


1. Jenis Dan Strategi Pelaksanaan Muatan Lokal Yang Dilaksanakan Sesuai
Dengan Kebijakan Daerah ( Peraturan Gubernur Jawa Timur 19 Tahun
2014)
Bahasa daerah diajarkan secara terpisah sebagai mata pelajaran muatan lokal
wajib di seluruh sekolah / madrasah di Jawa Timur, yang meliputi Bahasa Jawa
dan Bahasa Madura. Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah / Sekolah
Menengah Atas Luar Biasa, dan Sekolah Menengah Kejuruan / Madrasah
Aliyah Kejuruan, diberikan mulai kelas X sampai dengan kelas XII.
Pembelajaran bahasa daerah di sekolah / madrasah diberikan minimal 2 jam
pelajaran per minggu.
Strategi pembelajaran bahasa daerah berbasis pada budaya, tata nilai, dan
kearifan local yang berkembang di lingkungan masyarakat untuk menciptakan
Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM).

136
Pembelajaran bahasa daerah antar jenjang pendidikan harus mensinkroni-
sasikan kesinambungan materi, strategi, supaya tidak terjadi tumpang-tindih.
Pembelajaran bahasa daerah diajarkan dengan memperhatikan aspek
pragmatic, atraktif, rekreatif, dan komunikatif.
2. Jenis Dan Strategi Pelaksanaan Muatan Lokal Yang Dilaksanakan Sesuai
Kebutuhan Peserta Didik Dan Karakteristik Sekolah
Startegi pelaksanaan muatan lokal yang dilaksanakan di sekolah adalah Di
SMKS SIANG 1 STM SURABAYA dengan menugaskan guru bahasa daerah
untuk mengajar Bahasa Daerah (Bahasa Jawa) dan tertuang dalam Surat
Keputusan Pembagian Beban Mengajar Tahun 2017-2018 dengan Nomor
Surat : 600/220.VII/436.63/144/2017

F. STRATEGI PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING


1. Fungsi dan Tujuan Bimbingan dan Konseling
a. Fungsi layanan bimbingan dan konseling terdiri dari;
1) Pemahaman yaitu membantu konseli agar memiliki pemahaman yang
lebih baik terhadap dirinya dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan,
budaya, dan norma agama).
2) Fasilitasi yaitu memberikan kemudahan kepada konseli dalam
mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, serasi, selaras
dan seimbang seluruh aspek pribadinya.
3) Penyesuaian yaitu membantu konseli agar dapat menyesuaikan diri
dengan diri sendiri dan dengan lingkungannya secara dinamis
dan konstruktif.
4) Penyaluran yaitu membantu konseli merencanakan pendidikan,
pekerjaan dan karir masa depan, termasuk juga memilih program
peminatan, yang sesuai dengan kemampuan, minat, bakat, keahlian
dan ciri-ciri kepri-badiannya.
5) Adaptasi yaitu membantu para pelaksana pendidikan termasuk kepala
satuan pendidikan, staf administrasi, dan guru mata pelajaran atau guru
kelas untuk menyesuaikan program dan aktivitas pendidikan dengan
latar belakang pendidikan, minat, kemampuan, dan kebutuhan peserta
didik/ konseli.

137
6) Pencegahan yaitu membantu peserta didik/konseli dalam
mengantisipasi berbagai kemungkinan timbulnya masalah dan
berupaya untuk mencegah-nya, supaya peserta didik/konseli tidak
mengalami masalah dalam kehidu-pannya.
7) Perbaikan dan Penyembuhan yaitu membantu peserta didik/konseli
yang bermasalah agar dapat memperbaiki kekeliruan berfikir,
berperasaan, berke-hendak, dan bertindak. Konselor atau guru
bimbingan dan konseling mela-kukan memberikan perlakuan terhadap
konseli supaya memiliki pola fikir yang rasional dan memiliki perasaan
yang tepat, sehingga konseli berkehen-dak merencanakan dan
melaksanakan tindakan yang produktif dan normatif.
8) Pemeliharaan yaitu membantu peserta didik/konseli supaya dapat
menjaga kondisi pribadi yang sehat-normal dan mempertahankan
situasi kondusif yang telah tercipta dalam dirinya.
9) Pengembangan yaitu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif,
yang memfasilitasi perkembangan peserta didik/konseli melalui
pembangunan jejaring yang bersifat kolaboratif.
10) Advokasi yaitu membantu peserta didik/konseli berupa pembelaan
terhadap hak-hak konseli yang mengalami perlakuan diskriminatif.
b. Tujuan layanan bimbingan dan konseling
i. Tujuan umum layanan bimbingan dan konseling adalah membantu
peserta didik/konseli agar dapat mencapai kematangan dan
kemandirian dalam kehidu-pannya serta menjalankan tugas-tugas
perkembangannya yang mencakup aspek pribadi, sosial, belajar,
karir secara utuh dan optimal.
ii. Tujuan khusus layanan bimbingan dan konseling adalah membantu
konseli agar mampu:
1) Memahami dan menerima diri dan lingkungannya;
2) Merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir
dan kehidupannya di masa yang akan datang;
3) Mengembangkan potensinya seoptimal mungkin;
4) Menyesuaikan diri dengan lingkungannya;
5) Mengatasi hambatan atau kesulitan yang dihadapi dalam kehidu-
pannya dan
6) Mengaktualiasikan dirinya secara bertanggung jawab.

138
2. Asas dan Prinsip Bimbingan dan Konseling
a. Asas layanan bimbingan dan konseling
Adapun asas layanan bimbingan dan konseling antara lain :
1) Kerahasiaan yaitu asas layanan yang menuntut konselor atau guru
bim-bingan dan konseling merahasiakan segenap data dan keterangan
tentang peserta didik/konseli, sebagaimana diatur dalam kode etik
bimbingan dan konseling.
2) Kesukarelaan, yaitu asas kesukaan dan kerelaan peserta
didik/konseli mengikuti layanan yang diperlukannya.
3) Keterbukaan yaitu asas layanan konselor atau guru bimbingan dan
kon-seling yang bersifat terbuka dan tidak berpura-pura dalam
memberikan dan menerima informasi.
4) Keaktifan yaitu asas layanan konselor atau guru bimbingan dan
konseling kepada peserta didik/konseli memerlukan keaktifan dari
kedua belah pihak.
5) Kemandirian yaitu asas layanan konselor atau guru bimbingan dan
konse-ling yang merujuk pada tujuan agar peserta didik/ konseli
mampu mengam-bil keputusan pribadi, sosial, belajar, dan karir secara
mandiri.
6) Kekinian yaitu asas layanan konselor atau guru bimbingan dan
konseling yang berorientasi pada perubahan situasi dan kondisi
masyarakatdi tingkat lokal, nasional dan global yang berpengaruh
kuat terhadap kehidupan peser-ta didik/konseli.
7) Kedinamisan yaitu asas layanan konselor atau guru bimbingan dan
konse-ling yang berkembang dan berkelanjutan dalam memandang
tentang hakikat manusia, kondisi-kondisi perubahan perilaku, serta
proses dan teknik bim-bingan dan konseling sejalan perkembangan
ilmu bimbingan dan konseling.
8) Keterpaduan yaitu asas layanan konselor atau guru bimbingan dan
konse-ling yang terpadu antara tujuan bimbingan dan konseling
dengan tujuan pendidikan dan nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi
dan dilestarikan oleh masyarakat.
9) Keharmonisan yaitu asas layanan konselor atau guru bimbingan dan
konseling yang selaras dengan visi dan misi sekolah, nilai dan norma
kehi-dupan yang berlaku di masyarakat.

139
10) Keahlian yaitu asas layanan konselor atau guru bimbingan dan
konseling berdasarkan atas kaidah-kaidah akademik dan etika
profesional, dimana layanan bimbingan dan konseling hanya dapat
diampu oleh tenaga ahli bim-bingan dan konseling.
11) Tut wuri handayani yaitu suatu asas pendidikan yang mengandung
makna bahwa konselor atau guru bimbingan dan konseling sebagai
pendidik harus memfasilitasi setiap peserta didik/konseli untuk
mencapai tingkat perkemba-ngan yang utuh dan optimal.
b. Prinsip bimbingan dan konseling
Prinsip bimbingan dan konseling antara lain :
1) Bimbingan dan konseling diperuntukkan bagi semua peserta didik/
konseli dan tidak diskriminatif. Prinsip ini berarti bahwa bimbingan
diberi-kan kepada semua peserta didik/konseli, baik yang tidak
bermasalah maupun yang bermasalah; baik pria maupun wanita; baik
anak-anak, remaja, maupun dewasa tanpa diskriminatif.
2) Bimbingan dan konseling sebagai proses individuasi. Setiap peserta
didik bersifat unik (berbeda satu sama lainnya) dan dinamis, dan
melalui bimbi-ngan peserta didik/konseli dibantu untuk menjadi
dirinya sendiri secara utuh.
3) Bimbingan dan konseling menekankan nilai-nilai positif. Bimbingan
dan konseling merupakan upaya memberikan bantuan kepada
konseli untuk membangun pandangan positif dan mengembangkan
nilai-nilai positif yang ada pada dirinya dan lingkungannya.
4) Bimbingan dan konseling merupakan tanggung jawab bersama.
Bimbi-ngan dan konseling bukan hanya tanggung jawab konselor atau
guru bimbingan dan konseling, tetapi tanggung jawab guru-guru dan
pimpinan satuan pendidikan sesuai dengan tugas dan kewenangan
serta peran masing-masing.
5) Pengambilan keputusan merupakan hal yang esensial dalam
bimbingan dan konseling. Bimbingan dan konseling diarahkan untuk
membantu peserta didik/konseli agar dapat melakukan pilihan dan
mengambil keputusan serta merealisasikan keputusannya secara
bertanggung jawab.
6) Bimbingan dan konseling berlangsung dalam berbagai setting
(adegan) kehi-dupan. Pemberian pelayanan bimbingan dan konseling

140
tidak hanya berlang-sung pada satuan pendidikan, tetapi juga di
lingkungan keluarga, perusahaan/industri, lembaga-lembaga pemerin-
tah atau swasta, dan masyarakat pada umumnya.
7) Bimbingan dan konseling merupakan bagian integral dari pendidikan.
Penyelenggaraan bimbingan dan konseling tidak terlepas dari upaya
mewu-judkan tujuan pendidikan nasional.
8) Bimbingan dan konseling dilaksanakan dalam bingkai budaya
Indonesia. Interaksi antar guru bimbingan dan konseling atau konselor
dengan peserta didik harus senantiasa selaras dan serasi dengan nilai-
nilai yang dijunjung tinggi oleh kebudayaan dimana layanan itu
dilaksanakan.
9) Bimbingan dan konseling bersifat fleksibel dan adaptif serta
berkelanjutan. Layanan bimbingan dan konseling harus mempertim-
bangkan situasi dan kondisi serta daya dukung sarana dan prasarana
yang tersedia.
10) Bimbingan dan konseling diselenggarakan oleh tenaga profesional
dan kompeten. Layanan bimbingan dan konseling dilakukan oleh
tenaga pendidik profesional yaitu Konselor atau Guru Bimbingan dan
Konseling yang berkualifikasi akademik Sarjana Pendidikan (S-1)
dalam bidang bimbingan dan konseling dan telah lulus Pendidikan
Profesi Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dari Lembaga
Pendidikan Tinggi Kependidikan yang terakreditasi.
11) Program bimbingan dan konseling disusun berdasarkan hasil analisis
kebutuhan peserta didik/konseli dalam berbagai aspek perkembangan.
12) Program bimbingan dan konseling dievaluasi untuk mengetahui
keberha-silan layanan dan pengembangan program lebih lanjut.

G. KEGIATAN EKSTRA KURIKULER


1. Pengertian Kegiatan Ekstra Kurikuler
Pengertian kegiatan ekstra kurikuler dari beberapa istilah yang terdapat dalam
pedoman ini adalah sebagai berikut :
a. Kegiatan Ekstrakurikuler adalah kegiatan kurikuler yang dilakukan oleh
peserta didik di luar jam belajar kegiatan intrakurikuler dan kegiatan
kokurikuler, di bawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan,

141
bertujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan,
kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal
untuk mendukung pencapaian tujuan pendi-dikan.
b. Kegiatan Ekstrakurikuler wajib adalah kegiatan ekstrakurikuler yang wajib
diselenggarakan oleh satuan pendidikan dan wajib diikuti oleh seluruh
peserta didik.
c. Kegiatan Ekstrakurikuler pilihan adalah kegiatan ekstrakurikuler yang
dapat dikembangkan dan diselenggarakan oleh satuan pendidikan dan
dapat diikuti oleh peserta didik sesuai bakat dan minatnya masing-masing.
2. Bentuk Kegiatan Ekstra Kurikuler
Bentuk Kegiatan Ekstrakurikuler dapat berupa :
a. Krida, misalnya: Kepramukaan, Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS),
Palang Merah Remaja (PMR), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Pasukan
Pengibar Bendera (Paskibra), dan lainnya;
b. Karya ilmiah, misalnya: Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), kegiatan
penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian, dan lainnya;
c. Latihan olah-bakat latihan olah-minat, misalnya: pengembangan bakat
olahraga, seni dan budaya, pecinta alam, jurnalistik, teater, teknologi
informasi dan komunikasi, rekayasa, dan lainnya;
d. Keagamaan, misalnya: pesantren kilat, ceramah keagamaan, baca tulis Al-
Quran, retreat; atau
e. Bentuk kegiatan lainnya.
3. Prinsip Kegiatan Ekstra Kurikuler
Kegiatan Ekstrakurikuler pada satuan pendidikan dikembangkan dengan
prinsip:
a. Partisipasi aktif yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler menuntut
keikutsertaan peserta didik secara penuh sesuai dengan minat dan pilihan
masing-masing; dan
b. Menyenangkan yakni bahwa Kegiatan Ekstrakurikuler dilaksanakan dalam
suasana yang menggembirakan bagi peserta didik.
4. Lingkup Kegiatan Ekstra Kurikuler
Lingkup Kegiatan Ekstrakurikuler meliputi:
a. Individual, yakni Kegiatan Ekstrakurikuler yang diikuti oleh peserta didik
secara perorangan.

142
b. Berkelompok, yakni Kegiatan Ekstrakurikuler yang diikuti oleh peserta
didik secara:
1) Berkelompok dalam satu kelas (klasikal).
2) Berkelompok dalam kelas parallel.
3) Berkelompok antarkelas.
5. Mekanisme Kegiatan Ekstra Kurikuler
a. Pengembangan Kegiatan Ekstrakurikuler
Kegiatan Ekstrakurikuler dikelompokkan menjadi Kegiatan
Ekstrakurikuler wajib dan Kegiatan Ekstrakurikuler pilihan. Dalam
Kurikulum 2013 Pendidikan Kepramukaan merupakan ekstrakurikuler
wajib.
1) Kegiatan Ekstrakurikuler wajib pendidikan kepramukaan
diperuntukan bagi peserta didik SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan
SMK/MAK. Pelaksananannya dapat bekerja sama dengan organisasi
kepramukaan setempat/terdekat dengan mengacu kepada Pedoman
dan Prosedur Operasi Standar Pendidikan Kepramukaan sebagai
Kegiatan Ekstrakurikuler wajib.
2) Kegiatan Ekstrakurikuler pilihan diselenggarakan oleh satuan
pendidikan bagi peserta didik sesuai bakat dan minat peserta didik.
Pengembangan Kegiatan Ekstrakurikuler pilihan di satuan
pendidikan dapat dilakukan melalui tahapan:
a) Analisis sumber daya yang diperlukan dalam penyelenggaraan
kegiatan ekstrakurikuler;
b) Identifikasi kebutuhan, potensi, dan minat peserta didik;
c) Menetapkan bentuk kegiatan yang diselenggarakan;
d) Mengupayakan sumber daya sesuai pilihan peserta didik atau
menya-lurkannya ke satuan pendidikan atau lembaga lainnya;
e) Menyusun Program Kegiatan Ekstrakurikuler.
Satuan pendidikan wajib menyusun program Kegiatan Ekstrakurikuler
yang merupakan bagian dari Rencana Kerja Sekolah. Program Kegiatan
Ekstrakuri-kuler pada satuan pendidikan dikembangkan dengan
mempertimbangkan penggunaan sumber daya bersama yang tersedia
pada gugus/klaster sekolah. Penggunaannya difasilitasi oleh pemerintah
provinsi atau pemerintah kabupaten/kota sesuai dengan kewenangan

143
masing-masing. Program Kegiatan Ekstrakurikuler disosialisasikan
kepada peserta didik dan orangtua/wali pada setiap awal tahun pelajaran.
Sistematika Program Kegiatan Ekstrakurikuler sekurang-kurangnya
memuat:
1) Rasional dan tujuan umum;
2) Deskripsi setiap kegiatan ekstrakurikuler;
3) Pengelolaan;
4) Pendanaan; dan
5) Evaluasi
b. Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler
Penjadwalan Kegiatan Ekstrakurikuler Pilihan dirancang di awal tahun
pelajaran oleh pembina di bawah bimbingan kepala sekolah/madrasah atau
wakil kepala sekolah/madrasah. Jadwal kegiatan ekstrakurikuler diatur
agar tidak mengham-bat pelaksanaan kegiatan intra dan kokurikuler.
c. Penilaian
Kinerja peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler perlu mendapat
penilaian dan dideskripsikan dalam raport. Kriteria keberhasilannya
meliputi proses dan pencapaian kompetensi peserta didik dalam kegiatan
ekstrakurikuler yang dipilihnya. Penilaian dilakukan secara kualitatif.
Peserta didik wajib memperoleh nilai minimal baik pada Pendidikan
Kepra-mukaan pada setiap semesternya. Nilai yang diperoleh pada
Pendidikan Kepramukaan berpengaruh terhadap kenaikan kelas peserta
didik. Bagi peserta didik yang belum mencapai nilai minimal perlu
mendapat bimbingan terus menerus untuk mencapainya.
d. Evaluasi Kegiatan Ekstrakurikuler
Evaluasi kegiatan ekstrakurikuler dilakukan untuk mengukur ketercapaian
tujuan pada setiap indikator yang telah ditetapkan dalam perencanaan
satuan pendidikan.
Satuan pendidikan hendaknya mengevaluasi setiap indikator yang sudah
tercapai maupun yang belum tercapai. Berdasarkan hasil evaluasi, satuan
pendidikan dapat melakukan perbaikan rencana tindak lanjut untuk siklus
kegiatan berikutnya.
e. Daya Dukung
Daya dukung pengembangan dan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler
meliputi:

144
1) Kebijakan Satuan Pendidikan
Pengembangan dan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler merupakan
kewe-nangan dan tanggung jawab penuh dari satuan pendidikan. Oleh
karena itu untuk dapat mengembangkan dan melaksanakan kegiatan
ekstrakurikuler diperlukan kebijakan satuan pendidikan yang
ditetapkan dalam rapat satuan pendidikan dengan melibatkan komite
sekolah/madrasah baik langsung mau pun tidak langsung.
2) Ketersediaan Pembina
Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler harus didukung dengan
ketersediaan pembina. Satuan pendidikan dapat bekerja sama dengan
pihak lain untuk memenuhi kebutuhan pembina.
3) Ketersediaan Sarana dan Prasarana Satuan Pendidikan
Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler memerlukan dukungan berupa
ketersediaan sarana dan prasarana satuan pendidikan. Yang termasuk
sarana satuan pendidikan adalah segala kebutuhan fisik, sosial, dan
kultural yang diperlukan untuk mewujudkan proses pendidikan pada
satuan pendidikan. Selain itu unsur prasarana seperti lahan,
gedung/bangunan, prasarana olah-raga dan prasarana kesenian, serta
prasarana lainnya.
6. Pihak Yang Terlibat
Pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan kegiatan ekstrakurikuler
antara lain:
a. Satuan Pendidikan
Kepala sekolah/madrasah, tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan
pembina ekstrakurikuler, bersama-sama mewujudkan keunggulan dalam
ragam kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan sumber daya yang dimiliki
oleh tiap satuan pendidikan.
b. Komite Sekolah/Madrasah
Sebagai mitra sekolah memberikan dukungan, saran, dan kontrol dalam
mewu-judkan keunggulan ragam kegiatan ekstrakurikuler.
c. Orangtua
Memberikan kepedulian dan komitmen penuh terhadap keberhasilan
kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan.

145
7. Ekstra Kurikuler Wajib
Dalam Kurikulum 2013, pendidikan kepramukaan ditetapkan sebagai kegiatan
ekstrakurikuler wajib. Hal ini mengandung makna bahwa pendidikan
kepramukaan merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang secara sistemik
diperankan sebagai wahana penguatan psikologis-sosial-kultural
(reinfocement) perwujudan sikap dan keterampilan kurikulum 2013 yang
secara psikopedagogis koheren dengan pengembangan sikap dan kecakapan
dalam pendidikan kepramukaan. Dengan demikian pencapaian Kompetensi
Inti Sikap Spiritual (KI-1), Sikap Sosial (KI-2), dan Keterampilan (KI-3)
memperoleh penguatan bermakna (meaningfull learning) melalui fasilitasi
sistemik-adaptif pendidikan kepramukaan di lingkungan satuan pendidikan.
a. Desain Induk Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler
Wajib
Secara konseptual dan programatik, Pendidikan Kepramukaan sebagai
Ekstrakurikuler Wajib dapat digambarkan sebagai berikut :

TUJUAN
DIKNAS
TUJUAN GERAKAN
PRAMUKA GUGUS
DEPAN
SATDIK
GERAKAN
PRAMUKA

KURIKULUM 2013

PENDIDIKAN
KEPRAMUKAAN
Pendidikan
Kepramukaan
sbg kegiatan ekstra
kurikuler wajib

UU No. 20/2003
UU No. 12/2010

Gambar 1. Skema Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib

146
Lokus normatif Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib
dalam Kurikulum 2013, berada pada irisan konseptual-normatif dari
mandat Undang-Undang No. 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan
Nasional dengan Undang-undang No. 12 tahun 2010 Tentang Gerakan
Pramuka. Secara substantif-pedagogis, irisan tersebut menunjukkan
bahwa filosofi dan tujuan Pendidikan Nasional memiliki koherensi dengan
tujuan Gerakan Pramuka, dalam hal bahwa keduanya mengusung
komitmen kuat terhadap penumbuh-kembangan sikap spiritual, sikap
sosial, dan keterampilan/kecakapan sebagai insan dan warga negara
Indonesia dalam konteks nilai dan moral Pancasila.
Secara programatik penyelenggaraan pendidikan kepramukaan dalam
konteks implementasi Kurikulum 2013 dikembangkan Desain Induk Pen-
didikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib sebagai berikut:

Gambar 2. Desain Induk Pendidikan Kepramukaan Sebagai Ekstrakurikuler Wajib Da-


lam Konteks Kurikulum 2013

Desain Induk Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib da-


lam konteks Kurikulum 2013, pada dasarnya berwujud proses aktualisasi dan
penguatan capaian pembelajaran Kurikulum 2013, ranah sikap dalam bingkai

147
KI-1, KI-2, dan ranah keterampilan dalam KI-4, sepanjang yang bersifat
konsisten dan koheren dengan sikap dan kecakapan Kepramukaan. Dengan
demikian terjadi proses saling interaktif dan saling menguatkan (mutually
interactive and reinforcing.)
Secara programatik, Ektrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan diorga-
nisasikan dalam model sebagai berikut:

Tabel 1. Model Ekstralurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan Secara Pro-


gramatik
Pegorganisasian
No. Nama Model Sifat
Kegiatan
1. Model Blok Wajib, setahun sekali, 1. Kolaboratif.
berlaku bagi seluruh 2. Bersifat intramural
peserta didik, terjad- atau ekstramural (di
wal, penilaian umum. luar dan/atau didalam
lingkungan satuan
pendidikan).
2. Model Aktualisasi Wajib, rutin, terjad- 1. Pembina Pramuka.
wal, berlaku untuk se- 2. Bersifat intramural
luruh peserta didik da- (dalam lingkungan
lam setiap kelas, pen- satuan pendidikan).
jadwalan, dan penilai-
an formal.
3. Reguler di Gugus Depan Sukarela, berbasis mi- Sepenuhnya dikelola o-
nat. leh Gugus Depan Pra-
muka pada satuan pen-
didikan.

Secara rinci untuk masing-masing model dapat dideskripsikan sebagai beri-


kut:
1) Model Blok memiliki karakteristik sebagai berikut:
a) Diikuti oleh seluruh siswa.
b) Dilaksanakan pada setiap awal tahun pelajaran.
c) Untuk kelas I, kelas VII dan kelas X diintegrasikan di dalam Masa
Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

148
d) Untuk SD/MI dilaksanakan selama 18 Jam, SMP/MTs dan
SMA/MA/SMK/MAK dilaksanakan selama 36 Jam.
e) Penanggungjawab kegiatan adalah Kepala Sekolah selaku Ketua
Mabigus.
f) Pembina kegiatan adalah Guru Kelas/Guru Mata pelajaran selaku
Pembina Pramuka dan/atau Pembina Pramuka serta dapat dibantu oleh
Pembantu Pembina (Instruktur Muda/Instruktur Pramuka).
2) Model Aktualisasi memiliki karakteristik sebagai berikut:
a) Diikuti oleh seluruh siswa.
b) Dilaksanakan setiap satu minggu satu kali.
c) Setiap satu kali kegiatan dilaksanakan selama 120 menit.
3) Model Reguler memiliki karakteristik sebagai berikut:
a) Diikuti oleh siswa yang berminat mengikuti kegiatan Gerakan Pramuka
di dalam Gugus Depan.
b) Pelaksanaan kegiatan diatur oleh masing-masing Gugus Depan.
b. Muatan Nilai
i. Muatan Nilai Sikap dan Keterampilan dalam Kurikulum 2013
Sesuai dengan landasan filosofis dan kerangka dasarnya, Kurikulum
2013, memiliki karakteristik mengandung muatan sikap spiritual, sikap
sosial, dan keterampilan yang sangat signifikan. Muatan sikap dan
keterampilan dikemas secara generik dalam KI-1, KI-2, dan KI-4.
Masing-masing Muatan Sikap dan Keterampilan dalam Kurikulum
2013 adalah sebagai berikut :

149
1) Beriman 18) Cakap 37) Tekun
2) Kebhinnekatung- 19) Peduli 38) Hati-hati
galikaan 20) Santun kritis 39) Terbuka
3) Toleransi 21) Sopan 40) Bijaksana
4) Kebersamaan 22) Cekatan 41) Bersahaja
5) Syukur 23) Peka 42) Rasa kebangsaan
6) Disiplin 24) Tanggap 43) Estetis
7) Tanggung jawab 25) Komunikatif 44) Gotong royong
8) Percaya diri 26) Mandiri 45) Partisipatif
9) Berani 27) Cermat 46) Imajinatif
10) Cinta tanah air 28) Taat aturan 47) Citra diri
11) Pemaaf 29) Rasa ingin tahu 48) Sadar bahaya
12) Jujur 30) Pantang menyerah 49) Kerja sama
13) Ksatria 31) Berpikir logis 50) Sadar
14) Rela berkorban 32) Kreatif 51) Berbagi
15) Teladan 33) Inovatif 52) Sportif
16) Sadar kewajiban 34) Produktif 53) Cinta tradisi
dan hak 35) Menghargai
17) Demokratis 36) Ilmiah
ii. Muatan Nilai Sikap dan Kecakapan Pendidikan Kepramukaan
Muatan Nilai Sikap dan Kecakapan Pendidikan Kepramukaan yang
terkandung dan dikembangkan dalam Syarat Kecakapan Umum (SKU)
sebagai berikut:
1) Keimanan kepada Tuhan 8) Keberanian
YME 9) Kesetiaan
2) Ketakwaan kepada Tuhan 10) Tolong menolong
YME 11) Bertanggung jawab
3) Kecintaan pada alam 12) Dapat dipercaya
4) Kecintaan kepada sesama 13) Jernih dalam berpikir
manusia 14) Jernih dalam berkata
5) Kecintaan kepada tanah air 15) Jernih dalam berbuat
Indonesia 16) Hemat
6) Kecintaan kepada Bangsa 17) Cermat
Indonesia 18) Bersahaja
7) Kedisiplinan 19) Rajin

150
20) Terampil

c. Pola, Rincian Kegiatan, Metoda, dan Teknik Penerapan


1. Pola dan Rincian Kegiatan Pendidikan Kepramukaan
a. Pola Kegiatan Pendidikan Kepramukaan adalah sebagai berikut.
1) Upacara pembukaan dan penutupan :
a) Perindukan Siaga
b) Pasukan Penggalang
c) Ambalan Penegak
2) Keterampilan Kepramukaan (Scouting Skill)
a) Simpul dan Ikatan (Pioneering)
b) Mendaki Gunung (Mountenering)
c) Peta dan Kompas (Orientering)
d) Berkemah (Camping)
e) Wirausaha
f) Belanegara
g) Teknologi
h) Komunikasi
Catatan: Disesuaikan dengan kondisi di sekolah masing-masing
b. Rincian kegiatan kepramukaan meliputi :
1) Berbaris 16) Cakap motorik
2) Memimpin 17) Kepemimpinan
3) Berdoa 18) Konsentrasi
4) Janji 19) Sportivitas
5) Memberi hormat 20) Simpul dan ikatan
6) Pengarahan 21) Tanda jejak
7) Refleksi 22) Sandi dan isyarat
8) Dinamika kelompok 23) Jelajah
9) Permainan 24) Peta
10) Menghargai teman 25) Kompas
11) Berkomunikasi 26) Memasak
12) Menolong 27) Tenda
13) Berempati 28) PPGD
14) Bersikap adil 29) KIM
15) Cakap berbicara 30) Menaksir

151
31) Halang rintang 34) Lomba
32) TTG 35) Hastakarya
33) Bakti
2. Metoda dan Teknik Penerapan Pendidikan Kepramukaan
a. Metode Pendidikan Kepramukaan mencakup:
1) Pengenalan dan pengamalan kode kehormatan Pramuka
2) Belajar sambil melakukan (Learning by Doing)
3) Sistem kelompok (beregu)
4) Kegiatan di alam terbuka yg mengandung pendidikan yg sesuai
dengan perkembangan rohani dan jasmani peserta didik.
5) Kemitraan dengan anggota Dewasa
6) Sistem tanda kecakapan
7) Sistem satuan terpisah putra dan putri
8) Kiasan dasar
b. Teknik Penerapan Pendidikan Kepramukaan mencakup:
1) Praktik langsung 6) Lagu
2) Permainan 7) Gerak
3) Perjalanan 8) Widya wisata
4) Diskusi 9) Simulasi
5) Produktif 10) Napak tilas
d. Prosedur Pelaksanaan
1) Prosedur Pelaksanaan Model Blok Kurikulum 2013 Pendidikan Kepra-
mukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib:
a) Peserta Didik dibagi dalam beberapa kelompok, setiap kelompok
didampingi oleh seorang Pembina Pramuka dan atau Pembantu
Pembina.
b) Pembina Pramuka melaksanakan Kegiatan Orientasi Pendidikan
Kepramukaan.
c) Guru kelas/Guru Mata Pelajaran yang bukan Pembina Pramuka
membantu pelaksanaan kegiatan Orientasi Pendidikan Kepra-
mukaan.
2) Prosedur Pelaksanaan Model Aktualisasi Kurikulum 2013 Pendidikan
Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib:

152
a) Guru kelas/Guru Mata Pelajaran mengidentifikasi muatan-muatan
pembelajaran yang dapat diaktualisasikan di dalam kegiatan
Kepramukaan.
b) Guru menyerahkan hasil identifikasi muatan-muatan pembelajaran
kepada Pembina Pramuka untuk dapat diaktualisasikan dalam
kegiatan Kepramukaan.
c) Setelah pelaksanaan kegiatan Kepramukaan, Pembina Pramuka
menyampaikan hasil kegiatan kepada Guru kelas/Guru Mata
Pelajaran.
e. Penilaian
1) Penilaian Pendidikan Kepramukaan mencakup hal-hal sebagai berikut:
a) Penilaian dilakukan secara kualitatif.
b) Kriteria keberhasilan lebih ditentukan oleh proses dan keikutsertaan
peserta didik.
c) Peserta didik diwajibkan untuk mendapatkan nilai minimal baik
pada kegiatan ekstrakurikuler wajib pada setiap semester.
d) Nilai yang diperoleh pada kegiatan Pendidikan Kepramukaan
sebagai Ekstrakurikuler Wajib berpengaruh terhadap kenaikan kelas
peserta didik.
e) Bagi peserta didik yang belum mencapai nilai minimal perlu
mendapat bimbingan terus menerus untuk mencapai nilai baik.
2) Teknik Penilaian
a) Teknik penilaian sikap dilakukan melalui observasi, penilaian diri,
dan penilaian antarpeserta didik.
b) Teknik penilaian keterampilan dilakukan melalui demonstrasi
keterampilannya.
3) Media Penilaian:
a) Jurnal/buku harian.
b) Portofolio.
4) Proses penilaian:
a) Proses penilaian dilaksanakan setiap kali latihan dan setiap hari di
dalam proses pembelajaran.
b) Proses penilaian Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler
Wajib menitikberatkan pada ranah nilai sikap. Keterampilan kepra-

153
mukaan merupakan pendukung terhadap penilaian pendidikan
kepramukaan itu sendiri.
c) Proses penilaian sikap dilaksanakan dengan metode observasi.
d) Proses penilaian Keterampilan Kepramukaan disesuaikan dengan
Kompetensi Dasar dari masing-masing Tema dan Matapelajaran
sebagai penguatan yang bermuatan Nilai Sikap dan Keterampilan
dalam Kurikulum 2013.
e) Proses Penilaian dilakukan oleh Teman, Guru Kelas/Guru
Matapelajaran, pemangku kepentingan dan/atau Pembina Pramuka.
f) Rekapitulasi Penilaian dilakukan oleh Guru Kelas/Guru
Matapelajaran selaku Pembina Pramuka.

154
H. PENGATURAN BEBAN BELAJAR
Beban belajar merupakan keseluruhan kegiatan yang harus diikuti peserta didik
dalam satu minggu, satu semester, dan satu tahun pelajaran.
1. Beban belajar di Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan
dinyatakan dalam jam pelajaran per minggu. Beban belajar satu minggu Kelas
X, XI, XII, dan XIII adalah 46 jam pelajaran. Durasi setiap satu jam pelajaran
adalah 45 menit.Kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi
pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai
standar kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh
pendidik dan kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur berupa pendalaman materi
pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai
standard kompetensi, Waktu penyelesaian diatur sendiri oleh peserta didik
maksimal 60% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang
bersangkutan.
2. Beban belajar di Kelas X dan XI dalam satu semester 18 minggu.
3. Beban belajar di kelas XII dan XIII pada semester ganjil 18 minggu.
4. Beban belajar di kelas XII dan XIII pada semester genap paling sedikit 14
minggu dan paling banyak 16 minggu.

Setiap satuan pendidikan SMK/MAK boleh menambah jam belajar per


minggu berdasarkan pertimbangan kebutuhan belajar peserta didik dan/atau
kebutuhan akademik, sosial, budaya, dan faktor lain yang dianggap penting.

I. PERATURAN AKADEMIK
1.Kriteria Ketuntasan Minimal
Nilai semua mata pelajaran pada semester ganjil dan genap telah mencapai
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditentukan oleh pusat atau
sekolah.
a. Ketuntasan belajar sikap (KD pada KI-1 dan KI-2) dari Pusat ditetapkan
dengan SKOR NILAI SIKAP (3) atau predikat Baik (B).
b. Ketuntasan belajar untuk pengetahuan (KI-3) dari pusat ditetapkan dengan
skor rerata paling kecil 75.
c. Ketuntasan belajar untuk keterampilan (KI-4) dari pusat ditetapkan dengan
capaian optimum paling kecil 75.

155
d. KKM untuk Pengetahuan (KI-3) dan Ketrampilan (KI-4) pada SMK
SIANG Surabaya ditetapkan minimal 75 dengan predikat B , apabila
kurang dari 75 maka siswa tersebut wajib menjalani perbaikan atau
remedial.

KKM untuk Pelajaran Ujian Nasional seperti : Bahasa Indonesia,


Matematika, Bahasa Inggris dan pelajaran paket Keahlian ditetapkan
minimal 80 apabila kurang dari 80 maka siswa tersebut wajib menjalani
perbaikan atau remedial, bila perlu melaksanakan bimbingan belajar secara
khusus.
2. Kriteria Kenaikan Kelas
a. Siswa kelas X dinyatakan naik ke Kelas XI jika :
1) Berkepribadian Baik, meliputi aspek kelakuan, kerajinan dan kerapian.
2) Mengikuti seluruh program pembelajaran untuk semua Mata Pelajaran
semester Ganjil dan Genap Tahun Ajaran 2016/2017.
3) Tidak memiliki lebih dari 3 ( tiga ) mata pelajaran yang masing-masing
nilai kompetensi pengetahuan dan/atau kompetensi ketrampilannya di
bawah Kriteria Ketuntasan Minimal ( KKM ).
4) Nilai kompetensi pengetahuan dan/atau kompetensi ketrampilannya
harus mencapai Kriteria Ketuntasan Materi ( KKM ) untuk mata
pelajaran :
a) Pendidikan Agama dan Budi Pekerti.
b) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
c) Mata pelajaran C1 ( Peminatan ) khusus :
i. TITL : Mata Pelajaran Gambar Teknik
ii. TKR : Mata Pelajaran Gambar Teknik
iii. TKJ : Mata Pelajaran Pemrograman Dasar dan Komputer
iv. TSM : Mata Pelajaran Gambar Teknik
d) Mata Pelajaran C2 dan C3 ( Peminatan )
5) Apabila ada mata pelajaran yang tidak mencapai ketuntasan belajar pada
semester ganjil, nilai akhir di ambil dari rerata semester ganjil dan genap
pada tahun pelajaran tersebut.
6) Mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) minimal 75% dari hari
efektif pembelajaran sebagaimana diatur dalam kalender Pendidikan
Kota Surabaya tahun ajaran 2016/2017

156
7) Tidak terlibat tindak kriminal, pengguna/pengedar narkoba.
b. Siswa kelas XI dinyatakan Naik ke kelas XII jika :
1) Berkepribadian Baik, meliputi aspek kelakuan, kerajinan dan kerapian.
2) Mengikuti seluruh program pembelajaran untuk semua Mata Pelajaran
semester Ganjil dan Genap Tahun Ajaran 2017/2018
3) Memperoleh nilai minimal 80 (Baik) pada Penilaian, untuk Mata
Pelajaran Agama dan mata pelajaran yang di UNAS kan.
4) Memperoleh Nilai Raport (NR) rata rata minimal 75 Pada kelompok
Mata Pelajaran Normatif dan Kelompok Mata Pelajaran Adaptif dengan
nilai setiap mata pelajaran minimal 75 dan Nilai Raport minimal 80
untuk kelompok mata pelajaran Produktif;
5) Tidak memiliki lebih dari 3 ( tiga ) mata pelajaran yang tidak tuntas
untuk mata diklat normatif dan adaptif, tuntas 100% untuk mata
pelajaran produktif
6) Mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) minimal 75% dari hari
efektif pembelajaran sebagaimana diatur dalam kalender Pendidikan
Kota Surabaya tahun ajaran 2017/2018
7) Tuntas melaksanakan Praktek Industri di buktikan dengan buku
jurnal/sertifikat. Khusus anak kelas XI yang Praktek Industri di
gelombang II, gelombang III mengingat KBM nya banyak terpotong
untuk kegiatan PI, maka nilai yang dijadikan acuan adalah nilai UAS
Semester I.
8) Tidak terlibat tindak kriminal, pengguna/pengedar narkoba.
3. Kriteria Kelulusan dari Ujian Sekolah
Ujian Sekolah terdiri dari :
1. Ujian sekolah yang di ujikan secara praktek
Mata pelajaran yang diujikan : Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Bahasa
Indonesia, Bahasa Inggris, Seni Budaya, Pendidikan Jasmani (Olah Raga) ,
Prakarya dan Kewirausahaan(KWU) , produktif kejuruan
2. Ujian sekolah teori (USBN dan US) :
a. USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional)
Mata pelajaran yang diujikan : Pendidikan Agama , PPKN, KKPI
(Keterampilan Komputer)
b. US (Ujian Sekolah)

157
Mata pelajaran yang diujikan : Pendidikan Agama dan Budi Pekerti,
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Bahasa
Inggris, Matematika (umum), Sejarah Indonesia , Seni Budaya, Pendidikan
Jasmani (Olah Raga), Prakarya dan Kewirausahaan (KWU), produktif
kejuruan

Lulus US dan USBN dengan ketentuan sebagai berikut:


a. Nilai minimal kelulusan setiap mata pelajaran serendah-rendahnya 55,0
dengan nilai rata-rata untuk semua mata pelajaran, minimal 60,0 yang
diperoleh dari hasil ujian sekolah tulis dan praktik
b.Nilai ujian sekolah(NUS) terdiri atas nilai ujian tulis dan praktek (sesuai
bentuk ujian masing-masing)
c. Bobot ujian tulis dan ujian praktek adalah sama
d.Nilai ujian sekolah (NUS) adalah rata-rata dari ujian tulis dan ujian
praktek

4. Kriteria Kelulusan dari Satuan Pendidikan


Yang dimaksud kelulusan menurut ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 Ayat (1)
adalah bahwa peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan dasar dan
menengah setelah:
a. Menyelesaikan seluruh kompetensi pembelajaran; yang berarti peserta
didik telah dinyatakan tuntas atau kompeten oleh gurunya untuk seluruh
kompetensi pendidikan dan pembelajaran yang diikuti.
b. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata
pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok
kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan
kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan. Berarti peserta
didik memperoleh nilai kepribadian minimal B (baik) atau telah dinyatakan
kompeten untuk mata pelajaran kompetensi normatif.
c. Lulus ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan
teknologi; Berarti telah mengikuti ujian sekolah dan dinyatakan lulus atau
kompeten untuk mata pelajaran yang diujikan. Program produktif tidak
menjadi bagian dari ujian sekolah. Pelaksanaan ujian sekolah mengikuti
ketentuan Permendiknas dan SOP yang diterbitkan oleh Badan Standar
Nasional Pendidikan (BSNP).

158
d. Lulus Ujian Nasional untuk mata pelajaran yang diujikan (Bahasa
Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Ujian Kompetensi Keahlian).
Pelaksanaan Ujian Nasional mengikuti Permendiknas yang dikeluarkan
setiap tahun oleh Depdiknas dan SOP yang dikeluarkan oleh Badan Standar
Nasional Pendidikan (BSNP).

Ke empat persyaratan di atas merupakan urutan prasyarat, artinya kelulusan


bukan semata-mata hanya ditentukan oleh kelulusan ujian nasional; tetapi untuk
bisa mengikuti ujian nasional dan ujian sekolah syarat sebelumnya harus dilalui.
Siswa/i SMK SIANG SURABAYA dinyatakan LULUS apabila :
a. Memiliki rapor semester 1 , 2 , 3 , 4 , 5 dan 6 yang nilainya mencapai KKM
yang telah ditentukan oleh sekolah.
b. Mengikuti ujian teori dan praktek.
c. Telah mengikuti Praktek Kerja Industri (Prakerin) sampai mendapat
sertifikat dan Nilai dari DUDI.
d. Kehadiran minimal 90 % dalam satu tahun pelajaran kelas XII.
e. Nilai Kepribadian minimal B (baik).
f. Memiliki nilai Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan
Ujian Kompetensi Keahlian minimal lulus sesuai ketentuan
Permendiknas yang dikeluarkan setiap tahun oleh Depdiknas dan SOP
yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Penanganan peserta didik yang tidak lulus akan diberi dua solusi : pertama
diarahkan ujian paket C dengan pembinaannya. Kedua mengulangi ke kelas XII
tahun depan, dengan strategi akan dilakukan oleh wali kelas dan BP melalui
pengamatan dan pembinaan ekstra secara khusus.

159
J. DIAGRAM PENCAPAIAN KOMPETENSI KEAHLIAN OTOMOTIF

Gambar 3. Diagram Pencapaian Kompetensi Program Keahlian Teknik Kendaraan Ri-


ngan Otomotif

160
Gambar 4. Diagram Pencapaian Kompetensi Program Keahlian Teknik Dan Bisnis
Sepeda Motor

161
BAB IV
KALENDER PENDIDIKAN

KALENDER PENDIDIKAN SMK SIANG SURABAYA


TAHUN PELAJARAN 2017/2018

TANGGAL
No BULAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31
1 JULI'17 LS2 LU LS2 LS2 LS2 LS2 PPDB PPDB LU PPDB PPDB PPDB DU DU PC LU LOS LOS LOS LOS LOS LOS LU 1 2 3 4 5 6 LU 7
2 AGUSTUS,17 8 9 10 11 12 LU 13 14 15 16 17 18 LU 19 20 21 LHB 22 23 LU 24 25 26 27 28 29 LU 30 31 32 33
3 SEPTEMBER'17 LHB 34 LU 35 36 37 38 39 40 LU UTS UTS UTS UTS 41 42 LU 43 44 45 LHB 46 47 LU 48 49 50 51 52 53
4 OKTOBER'17 LU 54 55 56 57 58 59 LU 60 61 UTS UTS UTS UTS LU 62 63 64 65 66 67 LU 68 69 70 71 72 73 LU 74 75
5 NOPEMBER'17 76 77 78 79 LU 80 81 82 83 84 PRS LU 85 86 87 88 89 90 LU 91 92 93 94 95 96 LU 97 98 99 100
6 DESEMBER'17 LHB 101 LU UAS UAS UAS UAS UAS UAS LU 102 103 104 105 106 PRS LU LS1 LS1 LS1 LS1 LS1 LS1 LU LS1 LS1 LS1 LS1 LS1 LS1 LU
7 JANUARI'18 LHB 1 2 3 4 5 LU 6 7 8 9 10 11 LU 12 13 14 15 16 17 LU 18 19 20 21 22 23 LU 24 25 26
8 PEBRUARI'18 27 28 29 LU 30 31 32 33 34 35 LU UTS UTS UTS UTS LHB 36 LU 37 38 39 40 41 42 LU 43 44 45
9 MARET'18 46 47 48 LU 49 50 51 52 53 54 LU 55 UTS UTS UTS UTS LHB LU 56 57 58 59 60 61 LU 62 63 64 65 LHB 66
10 APRIL'18 LU 67 68 69 70 71 72 LU 73 74 75 76 LHB PRS LU 77 78 79 80 81 82 LU 83 84 85 86 87 88 LU 89
11 MEI'18 LHB 90 91 92 93 LU 94 95 96 LHB 97 98 LU 99 100 LPP LPP LPP 101 LU UAS UAS UAS UAS UAS UAS LU 102 LHB EF EF
12 JUNI'18 EF EF LU 103 104 105 106 107 PRS LU LHR LHR LHR LHR LHB LHB LU LHR LHR LHR LHR LHR LHR LU LS2 LS2 LS2 LS2 LS2 LS2
JULI'18 LU LS2 LS2 LS2 LS2 LS2 LS2 LU LS2 LS2 LS2 LS2 LS2 LS2 LU LU LU

KETERANGAN
LHB : Libur Hari Besar LPP : Libur Permulaan Puasa Semester Ganjil : 106 hari
LU : Libur Umum LHR : Libur Sekitar Hari Raya Semester Genap : 107 hari
LS1 : Libur Semester 1 EF : Hari Efektif Fakultatif Hari Efektif Fakultatif : 4 hari
LS2 : Libur Semester 2 PRS : Pembagian Raport Sisipan / Semester

Libur Hari Besar 1 Januari. 2018 : Tahun Baru Masehi Surabaya, 17 Juli 2017
17 Agustus. 2017 : Proklamasi Kemerdekaan RI 16 Pebruari. 2018 : Tahun Baru Imlek 2569 Kepala SMK SIANG SURABAYA
1 September. 2017 : Hari Raya Idul Adha 17 Maret. 2018 : Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1940
21 September. 2017 : Tahun Baru Hidriyah 1439 H 30 Maret. 2018 : Wafat Isa Al-Masih
1 Desember. 2017 : Maulud Nabi Muhammad SAW 13 April. 2018 : Isro'Miroj 1439 H
25 Desember. 2017 : Hari Raya Natal 1 Mei. 2018 : Hari Buruh Internasional NUR AGUSWAN, ST. MM
10 Mei. 2018 : Kenaikan Isa Almasih
29 Mei. 2018 : Hari Raya Waisak 2572
2 Juni. 2018 : Nuzulul Qur'an
15-16 Juni 2018 : Hari Raya Idhul Fitri 1439 H

162
Kalender Pendidikan
a. Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta
didik selama satu tahun pelajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu
efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.
b. Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal
tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan.
c. Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap
tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan.
d. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi
jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal,
ditambah jumlah jam untuk kegiatan ekstrakurikuler.
e. Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran
terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud. Waktu libur dapat berbentuk jeda
tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan,
hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus.
f. Kalender pendidikan ditetapkan oleh sekolah, apabila ada perubahan sekolah
melaporkan kepada dinas pendidikan.

Alokasi waktu minggu efektif belajar, waktu libur dan kegiatan lainnya tertera
pada Tabel 2 berikut :
Tabel 2. Alokasi Waktu pada Kelender Pendidikan
No Kegiatan Alokasi Waktu Keterangan

1. Minggu efektif Minimum 34 Digunakan untuk kegiatan pembe-


belajar minggu dan lajaran efektif pada setiap satuan
maksimum 36 pendidikan.
minggu
2. Jeda tengah Maksimum 2 Satu minggu setiap semester.
semester minggu
3. Jeda Maksimum 2 Antara semester I dan II.
antarsemester minggu
4. Libur akhir Maksimum 3 Digunakan untuk penyiapan kegia-
tahun pelajaran minggu tan dan administrasi akhir dan awal
tahun pelajaran.
5. Hari libur 2 4 minggu Daerah khusus yang memerlukan
keagamaan libur keagamaan lebih panjang dapat
mengaturnya sendiri tanpa
mengurangi jumlah minggu efektif

163
No Kegiatan Alokasi Waktu Keterangan

belajar dan waktu pembelajaran


efektif.
6. Hari libur Maksimum 2 Disesuaikan dengan Peraturan
umum/nasional minggu Pemerintah.
7. Hari libur Maksimum 1 Untuk satuan pendidikan sesuai
khusus minggu dengan ciri kekhususan masing-
masing.
8. Kegiatan Maksimum 3 Digunakan untuk kegiatan yang
khusus minggu diprogramkan secara khusus oleh
sekolah/madras sekolah/madrasah tanpa mengura-ngi
ah jumlah minggu efektif belajar dan
waktu pembelajaran efektif.

164