Anda di halaman 1dari 20

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. ANALISIS SITUASI MTs. RIADHUL ULUM AMPENAN

1. Sejarah Singkat Berdirinya Mts Riadhul Ulum Ampenan


Sebelum terbentuknya MTs Riadhul Ulum Ampenan yang tanahnya
selua 20,5 Are Di Jln. Ranggi genep gang dahlia Ampenan di bawah naungan
“Yayasan Pondok Pesantren Riadhul Ulum Ampenan “ adalah dimulai dengan
adanya kegiatan majlis ta’lim berupa pengajian umum yang di pimpin oleh
TGH. Halil Usman pada bulan juli 1979.
Mulai majlis ta’lim itulah bekal berdirinya MTs. Ridhul Ulum
Ampenan ,dimana kegiatan majlis ta’lim dilaksanakan secara rutin dari masjid
ke masjid diwilayah kecamatan Ampenan. Mengingat jumlah jama’ah yang
semakin banyak maka pada tgal 17 juli 1987 para jama’ah majlis ta’lim
sepakat untuk mendirikan yayasan yang berbadan hukum dan mempunyai
lokasi pusat kegiatan.
Selanjutnya pada tahun 1987 tersebut kegiatan majlis ta’lim
dipusatkan di lingkungan sintung, Jln.Ranggi genep ,Gang dahlia Ampenan
dengan membeli tanah seluas 20, 5 are. Pada tahun 1989/1990 majlis ta’lim
dibentuk juga” MTs Riadhul Ulum Ampenan dengan jumlah anggota
sebanyak 1689 orang dengan status terdaftar, Selanjutnya secar berturut- turut
didirikan koprasi pondok pesantren, Diniah dan asuhan keluarga serta
pengembangan masyarakat dibawah naungan yayasan pondok pesantren
riadhul Ulum Ampenen.
Sejak berdirinya MTs .Riadhul Ulum Ampenan sampai sekarang ini
mengalami empat kali pergantian kepala sekolah :
1.Tahun 1989 sampai tahun 1993 : L. Istana Taufik
2.Tahun 1993 sampai tahun 2002 : Drs. L. Hijaz
3.Tahun 2003 sampai tahun 2007 : Daud Yusuf, S.Ag
4.Tahun 2007 samapi tahun 2008 : Roby Hidayat, S.Pd
5.Tahun 2008 sampai sekarang : Drs. Marni Hasan
2

2. Batas Wilayah MTs. Riadhul Ulum Ampenan


• Sebelah utara : Sungai dan Laut
• Sebelah barat : Perkampungan dan Laut
• Sebelah selatan : Perkampungan Sintung Ampenan
♦ Sebelah timur : Perkampungan Sintung Ampenan

3. Situasi Dan Kondisi MTs.Riadhul Ulum


Yang dimaksud dengan situasi dan kondisi sekolah adalah gambaran tentang
sekolah tempat dilaksanakannya PPL-KKN terpadu. Situasi dan kondisi
tersebut antara lain :

1. Profil Madrasah Tsanawiyah Riadhul Ulum

A. MTs. Riadhul Ulum Ampenan


1. Nama Madrasah : MTs. Riadhul Ulum
2. Alamat Madrasah : Jln. Ragi Genep Gg. Dahlia
Ampenan Selatan Kota
Mataram NTB
3. Telepon : (0370) 46180
4. Kode Pos : 83114
5. Daerah : Perkotaan
6. Penerbit Surat Keputusan : SK Kanwil Depag Prop. NTB
Nomor : Wx/1
a/PP.03.2/109/2003
7. Nomor Induk Madrasah : 212257101005
8. Milik Organisasi : Yayasan
9. Status Tanah : Milik Yayasan
10. Status Akreditasi :B
11. Luas Tanah : 250 m²
12. Jumlah Lokal : 5 (lima) lokal
13. Jumlah tenaga pengajar :17 orang
B. Kepala Sekolah
a. Nama kepala Sekoah : Drs. Marni Hasan
b. No Induk Pegawai :
3

c. Jenis kelamin : (Laki-Laki )


d. Agama : Islam
e. Tempat tgl Lahir : Lombok tengah 31 Desember
1964
f Pangkat /Jabatan : Kepala madrasah Riadhul ulum

Ampenan
C. Keberadaan Gedung MTs. Riadhul Ulum Ampenan terdiri dari :
• 3 lokal ruang belajar dengan ukuran 7 x 7 m2
• 1 lokal kantor
• 1 lokal perpustakaan
• 1 lokal TK
• Perumahan Guru+Penjaga Madrasah
• Musholla
• Kantin
• 2 buah kamar wc
• Tempat parkir
• Lapangan olah raga
D. Keadaan Gedung Sekolah MTs. Riadhul Ulum
a. Ruang Belajar
Ruang belajar MTs. Riadhul Ulum memiliki 3 ruang yang terdiri dari :
• Kelas I : satu ruangan
• Kelas II : satu ruangan
• Kelas III : satu ruangan
b. Ruang Kepala Madrasah
Ruang Kepala Madrasah sangat sederhana dan bersebelahan
dengan Ruang Guru. Ruangan ini juga merangkap Ruang Wakil
Kepala Madrasah yang ditata dengan sedemikian rupa. Perabotan yang
ada diruangan ini terdiri dari Sofa dan Meja tamu, Lemari Piala, Jam
Dinding, dll.
c. Ruang Guru
4

Ruangan ini merupakan ruangan yang sangat sederhana, yang


hanya mempunyai fasilitas : 4 Pasang Meja dan Kursi, 5 Kursi Tamu,
beberapa papan struktur organisasi, dan Lemari penyimpanan piala, dll
d. Ruang Tata Usaha (TU)
Ruangan ini juga sangat sederhana dan bersebelahan dengan
ruang Kepala Madrasah serta memiliki fasilitas yang kurang memadai.
Hanya ada Komputer, Telepon, Kipas Angin, Lemari Arsip, dan 2
Pasang Meja dan Kursi didalamnya.
e. Ruang Bimbingan dan Konseling (BK)
Ruangan ini bersebelahan dengan ruang TU. Didalam ruangan
ini tidak memiliki fasilitas yang lengkap, hanya ada 2 Meja, 2 Kursi,
satu meja untuk tempat penyimpanan TV, dan 1 dispenser beserta
gallon air didalamnya.
f. Ruang Perpustakaan
Ruang Perpustakaan sangat sederhana dan sempit, ruang ini
sering digunakan sebagai tempat Rapat Guru, kadang-kadang sebagai
tempat penerimaan tamu. Selain itu, ruangan ini juga merupakan
tempat penyimpanan Alat-Alat Peraga IPA,hasil karya siswa berupa
kaligrafi,1 buah meja panjang, dan beberapa kursi kursi plastik yang
kadang di pergunakan untuk tempat baca guru dan siswa.
g. Ruang Klinik
Ruang Klinik letaknya bersebelahan dengan ruang guru. Yang
ada meliputi : 1 tempat tidur, lemmari obat, dan 1 meja.
1. Ruangan penunjang lainnya
• Mushalla
Ruangan ini terletak di belakang Madrasah Tsanawiah
Riadhul Ulum Ampenan atau sebelah Barat ruangan Perpustakaan
dan Ruang Guru Dengan keadaan atau kondisi yang kurang baik.
• Kantin
Kantin Madrasah terletak bersebelahan dengan kelas VIII
dan berada dalam kondisi yang baik tapi sekarang belum berfungsi
sepenuhnya.
• Bak tempat wudhu
5

Bak ini terletak di belakang KLS VIII,dan di depan kantin


sekolah yaitu tepatnya di sumur bagian utara musholla.
• 2 (dua) buah kamar mandi dan WC yang terletak di belakang
Madrasah atau sebelah selatan mushallah dengan kondisi yang baik
dimana satu WC dan Kamar Mandi digunakan untuk siswa dan
satunya lagi untuk guru.
• Kebun
kebun ini terletak disebelah selatan kantin,yang di tanami
dengan beberapa tanaman berupa: Ubi kayu,cabe, kemangi, dan
beberapa tanaman abiotik hidup,dll.
Dengan adanya ruangan penunjang ini, maka proses belajar
megajar di MTs. Riadhul Ulum dapat berlangsung dengan baik,
sehingga dapat tercipta generasi masa depan sesuai dengan yang
diharapkan.

2. Keadaan Pegawai, Pengolahan Sekolah Serta Fungsi Dan Tugas Sekolah


Secara garis besarnya adalah sebagai lembaga pendidikan yang
melaksanakan pendidikan formal sessuai dengan jenis, jenjang, dan sifat
sekolah tersebut. Dalam melaksankan fungsi dan tugas sekolah dipimpin oleh
kepala Madrasah.
Adapun fungsi dan tugas Madrasah di MTs.Riadhul Ulum Ampenan
adalah sebagai berikut :

1. Kepala Madrasah
Kepala Madrasah berfungsi sebagai administrator dan supervior,
tugasnya adalah bertanggungjawab kepada Madrasah yang dipimpin,
Menyusun perencanaan, Mengorganisasikan segala jenis kegiatan,
Mengarahkan kegiatan, Mengadakan Rapat dan Mengambil Keputusan,
Mengatur Administrasi, OSIS, dan Mengatur proses belajar mengajar.

2. Wakil Kepala Madrasah


Tugas wakil kepala Madrasah adalah membantu kegiatan belajar
mengajar, mengurus absen guru dan TU, mengurus masalah siswa dan
masalah surat-surat. Wakil kepala Madrasah membantu apa yang tidak
6

diselesaikan oleh kepala Madrasah dan menggantikan untuk sementara waktu


kedudukan kepala Madrasah apabila kepala Madrasah berhalangan. Selain itu
wakil kepala Madrasah juga bertugas untuk menyerahkan laporan mengenai
kelangsungan kegiatan belajar mengajar setiap hari.
• Wakil Kepala Madrasah urusan sarana dan prasarana dengan tugas :
a. Merencanakan kebutuhan prasarana untuk menunjang proses
belajar mengajar.
b. Mengatur pemanfaatan sarana dan prasarana
c. Mengelola perawatan, perbaikan dan pengisian
d. Mengatur pembukuan dan mengatur laporannya.
• Wakil Kepala Madrasah urusan humas dengan tugas :
a. Mengatur dan mengembangkan hubungan dengan komite
Madrasah dan peran komite Madrasah
b. Menyelenggarakan bakti sosial, karya wisata serta pameran
hasil pendidikan.
c. Menyusun laporan

3. Keadaan Guru Pengajar


Jumlah tenaga pengajar di MTs. Riadhul Ulum Ampenan pada tahun
2007 yang berstatus guru sebanyak 19 orang, yaitu guru tetap yang diangkat
yayasan. Yang lainnya ada 2 orang guru yang diperbantukan DIKNAS, 15
orang guru tidak tetap yang berasal dari sekolah lain dan berstatus guru honor.
Selain itu masih ada 1 tenaga usaha dan 1 tenaga pustakawati.
Guru pengajar bertanggung jawab kepada kepala sekolah dan bertugas
melaksanakan proses belajar mangajar di kelas secara efektif dan efisien.
Tugas dan tanggung jawabnya meliputi :
a. Membuat program pengajaran dan rencana kegiatan belajar
mengajar semester dan tahunan.
Melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
c. Melaksanakan kegiatan belajar, semester dan tahunan.
d. Mengisi daftar nilai siswa dan melaksanakan analisis hasil
evaluasi belajar.
7

4. Wali Kelas
Wali Kelas membantu kepala Madrasah dalam kegiatan sebagai
berikut :
a. Mengelola kelas

b. Menyusun statistik bulanan siswa


c. Menyelenggarakan administrasi siswa
d. Mengisi daftar nilai siswa
e. Membuat catatan khusus siswa
f. Mengisi buku laporan pendidikan siswa

5. Bimbingan / penyuluhan (Bimbingan Konseling BP/BK)


BP/BK berfungsi sebagai berikut :
a. Menyusun program kegiatan BP/BK memotivasi dan
mengkoordinasi pelaksanaan program BP/BK
b. Melayani siswa dalam usaha memecahkan masalah yang
dihadapi serta berkoordinasi dengan wali kelas untuk mencari
penyelesaian.
Dan orang – orang dilibatkan dalam kegiatan ini adalah kepala Madrasah ,
wakil kepala Madrasah, dan guru pamong.

6. Pengurus Perpustakaan
Dengan tugas-tugas sebagai berikut :
a. Perencanaan pengadaan buku / bahan perpustakaan
b. Pengurusan pelayanan perpustakaan
c. Penyimpanan buku-buku perpustakaan dan
d. Menyusun pelaksanaan kegiatan perpustakaan secara berkala.

7. Keadaan Siswa
MTs. Riadhul ulum ampenan pada tahun ajaran 2009 sampai bulan
Mei 2010, memiliki siswa sebanyak 54 orang dengan jumlah ruang kelas
sebanyak 3 ruangan. Kelas I berjumlah 14 siswa, kelas II 23 siswa, dan kelas
III 17 siswa.
8

3. Sarana Dan Prasarana


Adapun sarana dan prasarana penunjang di MTs. Riadhul Ulum Ampenan
adalah :
a. Alat-alat peraga IPA
Berbagai alat peraga khususnya untuk mata pelajaran IPA telah
diadakan di Madrasah. Alat-alat ini untuk sementara ditempatkan diruang
perpustakaan.
b. Televisi
Satu unint pesawat televisi yang dalam kondisi yan sangat baik
ditempatkan juga diruag BK. Televisi ini bisa membantu menambah
pengetahuan dan wawasan siswa serta memberikan hiburan pada saat jam-
jam istirahat siswa.
c. Lapangan olah raga
Halaman Madrasah juga sekaligus juga merupakan lapangan olah
raga. Sempitnya lapangan ini menyeabkan terkadang praktek olah raga
diadakan di luar lingkungan Madrasah.
d. Sumur
Dihalaman belakang Madrasah terdapat 2 sumur yang bisa
dimanfaatkan oleh siswa dan guru untuk menunjang kegiatan-kegiatan
Madrasah.
e. Bak sampah permanen
Letak bak sampah permanen berada di belakang musholla yang
dapat dimanfaatkan oleh sejumlah guru, siswa dan yang lainnya sebagai
tempat pembuangan sampah untuk menjaga kebersihan Madrasah dan
sebagai sarana untuk menggali kepedulian terhadap arti kebersihan.
f. Kantin
Kantin Madrasah terletak di belakang Madrasah yang bersebelahan
dengan ruang belajar kelas VIII. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh
pihak sekolah sebagai salah satu bentuk koperasi sekolah di MTs. Riadhul
Ulum Ampenan, selain itu dapat dirasakan oleh guru dan siswa disaat jam
istirahat tiba.
9

g. Musholla
Ruangan ini terletak di belakang sekolah madrasah tsanawiah
riadhul ulum ampenan atau sebelah barat ruangan perpustakaan dan ruang
guru dengan keadaan atau kondisi yang baik.

4. Potensi MTs.Riadhul Ulum


a. Potensi guru
Guru-guru di MTs. Riadhul Ulum Ampenan memiliki jenjang
pendidikan yang berbeda-beda, 10 orang berjenjang pendidikan S1, 1
orang berjenjang Pendidikan Diploma, dan 7 orang berjenjang
pendidikan SMA/Sederajat. Secara umum, guru-guru MTs. Riadhul
Ulum Ampenan memiliki kemampuan yang potensial
untuk bisa mengajar dan mendidik siswa sehingga diharapkan
mereka bisa menjadi lebih baik dimasa yang akan datang.
b. Potensi gedung
Sebagian besar bangunan gedung di MTs. Riadhul Ulum
Ampenan merupakan bangunan yang sederhana dan meiliki kapasitas
yang cukup untuk siswa, guru, dan pegawai Madrasah. Hanya saja, ada
beberapa bangunan yang membutuhkan perbaikan-perbaikan, seperti
bangunan perumahan tempat tinggal guru, mushola dan penjaga
sekolah.
c. Potensi siswa
Dari 54 orang siswa di MTs. Riadhul Ulum Ampenan, sebagian
besarnya berasal dari kalangan menengah kebawah, dan bertempat
tinggal jauh dari sekolah. Akan tetapi hal ini tidak menyurutkan
semangat mereka untuk belajar dan meningkatkan prestasi, baik
prestasi akademik maupun non akademik
d. Pembagian tugas kelas
Pembagian tugas kelas dimaksud agar proses belajar mengajar
dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Pembagian tugas kelas yang
10

dilaksanakan meliputi: ketertiban, kebersihan, keamanan,


kekeluargaan, dan keindahan.

1. Struktur organisasi
a. Wali kelas
b. Ketua kelas
c. Wakil ketua kelas
d. Sekretaris kelas
e. Bendahara
f. Komisaris harian

2. Visi dan Misi MTs Riadhul Ulum Ampenan


VISI MTs. Riadhul Ulum Ampenan :
1. Kreatif, Inovatif, Islami.
MISI MTs. Riadhul Ulum Ampenan
1. Mengembangkan kreatifitas sebagai bekal untuk kecakapan hidup.
2. Mengembangkan serta menyelaraskan pengetahuan di bidang
agama islam, pengetahuan umum dan kecakapan hidup.
3. Mengoptimalkan penerapan nilai-nilai agama islam sebagai
pedoman hidup.
4. Meningkatkan kualitassumber daya manusia
5. Mengoptimalkan nilai-nilai spiritual sebagai sumber
kreatifitasdaslam bertindak

5. Masalah Proses Belajar Mengajar (PBM)

Selama mengikuti praktek mengajar dan kerja di MTs. Riadhul Ulum


Ampenan, kami menemukan beberapa masalah yang terkait dengan proses
belajar mengajar (PBM), antara lain :
• Sebagian besar siswa berasal dari golongan masyarakat
menengah kebawah, sehingga agak sulit bagi mereka menyisihkan
sebagian uang untuk keperluan sekolah seperti membeli buku, baju
seragam, dll.
11

• Sebagian besar siswa agak lambat dalam menerima pelajaran,


sehingga materi pelajaran harus diulang beberapa kali.
• Masih banyak siswa yang kurang memiliki kesadaran tentang
pentingnya arti pendidikan.
• Jauhnya tempat tinggal siswa dari sekolah menyebabkan
mereka sering terlambat datang sekolah.
• Kurangnya sarana dan prasarana penunjang proses belajar
mengajar menyebabkan kami kesulitan dalam menyampaikan materi
pelajaran.
• Banyaknya jam pelajaran yang kosong, sehingga proses belajar
tidak bisa berjalan dengan maksimal.
• Sebagian besar guru di MTs. Riadhul Ulum bekerja di dua atau
lebih instansi, sehingga mereka kesulitan membagi waktu belajar.

B. PERUMUSAN PROGRAM DAN RANCANGAN KEGIATAN PPL

a. Tahap Observasi

Sebelum menyusun dan melaksanakan program, terlebih dahulu kami


melakukan observasi tentang situasi dan kondisi sekolah, baik dari segi fisik
maupun non fisik. Observasi ini dilakukan selama 5 hari pada minggu
pertama kegiatan PPL yaitu dari tanggal 2 Maret sampai dengan tanggal 6
Maret 2010.
b. Tahap Perumusan Program

Dari hasil observasi yang dilakukan selam 5 hari, kami menyusun


program kerja-program kerja yang akan dilakukan, dimana program kerja itu
adalah sebagai berikut :
a. Perumusan program PPL :
1. Penyusunan perangkat persiapan pembelajaran
2. Praktik mengajar terbimbing dan mandiri
3. Menyusun dan mengembangkan alat evaluasi
4. Menerapkan inovasi dan motivasi pembelajaran
5. Mempelajari administrasi guru
6. Kegiatan lain yang menunjang kompetensi mengajar.
12

BAB II
PELAKSANAAN PRAKTEK MENGAJAR

A. PERSIAPAN
1. Untuk pelaksanaan kegiatan PPL di MTs.Riadhul ulum, ada
beberapa hal yang harus dipersiapkan yaitu :
• Membuat RPP dan perangkat pembelajaran lainnya.
• Meminta untuk ditentukan guru pamong.
• Konsultasi program kerja dengan guru pamong
• Mengadakan persiapan tertulis serta persipan setiap kali mengajar.
• Membuat dan menggunakan alat peraga.
• Melakukan latihan mengajar di depan kelas
• Memperhatikan mengenal siswa yang menonjol didalam kelas maupun
di lapangan saat melakukan praktek mengajar.
• Mengadakan wawancara bebas tentang kegemaran, tugas rumah,
persoalan di rumah, persolan di sekolah, perhatian sekolah terhadap
kesulitan siswa.

Untuk menunjang pelaksanaan dan terlaksananya proses belajar mengajar


yang lancar, maka sebelum tampil di depan kelas untuk melakukan kegiatan
pembelajaran perlu diadakan persiapan diri yang lebih matang, seperti penguasaan
materi, penguasaan metode yang tepat dan lain sebagainya.
Untuk itu mahasiswa PPL harus mengetahui bahwa kegiatan mengajar
merupakan kegiatan inti dalam proses belajar mengajar. Kegiatan belajar ini
diklasifikasikan menjadi dua yaitu:
13

1. Pelatihan mengajar dan tugas administrasi lainnya


secara terbimbing.
• Penyusunan perangkat pembelajaran sebelum kegiatan belajar
mengajar dimulai.
Sebelum melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas
mahasiswa PPL di haruskan menyusun perangkat pembelajaran untuk
materi yang akan dipelajari guna memperlancar proses kegiatan belajar
mengajar.

• Keterampilan didepan kelas


Keterampilan didepan kelas meliputi kemampuan menggunakan
metode pembelajaran yang disesuaikan dengan materi yang akan
diajarkan dan kondisi kelas pada saat itu serta kesesuaian antara materi
yang diajarkan dengan perangkat yang telah disusun.
2. Pelatihan mengajar dan tugas
administrasi lainnya secara mandiri
Pada tahap ini mahasiswa yang melakukan kegiatan praktek
pengalaman lapangan (PPL) diberikan kebebasan untuk melakukan proses
kegiatan belajar mengajar serta melengkapi kelengkapan dengan
pengawasan dari guru pamong.

B. PELAKSANAAN
Pelaksanaan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) kependidikan berlangsung
selama kurang lebih 2 (bulan) bulan terhitung sejak pelepasan dari Kampus IKIP
Mataram pada tanggal 1 maret 2010 sampai dengan penarikan kembali oleh IKIP
Mataram pada tanggal 1 mei 2010
Lokasi Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) kependidikan dilaksanakan di
MTs. Riadhul Ulum Ampenan :

Opservasi
Setelah melakukan observasi dan penyusunan program, langkah selanjutnya
yaitu pelaksanaan program-program yang sudah direncanakan sebelumnya yaitu
14

mulai tanggal 2 Maret 2010 sampai dengan tanggal 1 Mei 2010. kegiatan ini
melilbatkan mahasiswa PPL-KKN, siswa, guru pamong, dan dosen pembimbing,

Pelaksanaan Program PPL

Setelah melakukan observasi, langkah selanjutnya yaitu melaksanakan


praktek mengajar di lapangan. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 10 Maret
sampai dengan tanggal 29 April 2010. Adapun kegiatan yang dilaksanakan
sebagai berikut :

1. Penyusunan perangkat
pembelajaran
Penyusunan perangkat pembelajaran ini dilaksanakan setiap kali
akan megajar.
2. Praktek mengajar terbimbing dan mandiri.
Praktek mengajar terbimbing dan mandiri ini dilakukan selama
kegiatan PPL berlangsung yaitu mulai minggu ke 2 tanggal 10 Maret
sampai dengan tanggal 29 april 2010.
3. Penerapan inovasi pembelajaran
Penerapan inovasi pembelajaran ini berlangsung setiap kali kegiatan
belajar mengajar berlangsung.
4. Menyusun dan mengembangkan alat evaluasi
Kegiatan ini dilaksanakan setelah menyelesaikan satu pokok
bahasan.
5. Menerapkan motivasi pembelajaran
Kegiatan ini dilaksanakan setiap kegiatan proses belajar mengajar
berlangsung.

Dalam mengadakan proses bealajar mengajar, para mahasiswa PPL harus


memperhatikan rencana bagaimana ia akan mengajar dan metode apa yang
digunakan dalam proses belajar mengajar. Untuk itu mahasiswa perlu
mengadakan pelatihan yaitu :

a. Mengajar terbimbing
15

Mengajar terbimbing ini dilakukan oleh mahasiswa PPL dengan


bimbingan guru pamong, dimana guru pamong secara langsung melihat
kegiatan mahasiswa PPL mengajar di depan kelas atau di lapangan pada waktu
praktek olahraga. Dalam hal ini guru pamong memberikan saran dan masukan
mengenai kekurangan yang ada pada saat mahasiswa PPL mengajar di depan
kelas yang kemudian sebagai bahan perbaikan dalam proses belajar mengajar
berikutnya.
b. Mengajar mandiri
Pelatihan yang dilakukan oleh mahasiswa PPL yang akan tampil di
depan kelas untuk mengadakan proses belajar mengajar dimana guru pamong
memberikan keleluasaan kepada mahasiswa PPL untuk mengoperasikan cara
mengajarnya di depam kelas dengan guru pamong sebagai pembantu.

c. Tahap ujian PPL


Pada tahap ini mahasiswa PPL akan mendapatkan serangkaian ujian
dari guru pamong serta dosen pembimbing. Ujian ini berupa ujian lisan dan
ujian tertulis serta ujian-ujian yang secara tidak langsung diketahui oleh
mahasiswa yang bersangkutan.

1. KENDALA – KENDALA
Selama kami melaksanakan program pengalaman lapangan (PPL) di MTs.
Riadhul Ulum Ampenan, kami menemui kendala-kendala yang cukup berarti,
sehingga dapat mempengaruhi berlangsungnya PPL, baik faktor intern, maupun
faktor ekstern, adapun kendala-kendalanya berupa :
1. Kendala dari mahasiswa PPL
sendiri
Kendala yang berasal dari mahasiswa PPL adalah keterbatasan
kemampuan, pengetahuan, dan keterapilan khususnya strategi dan
pengelolahan proses belajar mengajar.
a. Kendala dari luar
1) Kemampuan dan kecerdasan siswa yang berbeda-beda, yang
merupakan faktor utama penghambat kegiatan belajar mengajar
(KBM), sehingga menghambat tercapainya ketuntasan belajar siswa.
16

2) Adanya sejumlah siswa yang membuat keributan pada saat kegiatan


belajar mengajar berlangsung atau tidak mau memperhatikan saat guru
memberikan penjelasan materi pelajaran. Kurangnya/ terbatasnya buku
pegangan untuk siswa sehingga siswa kurang mempelajari materi
berikutnya karena buku yang dibagikan dipegang secara bergilir.
3) Jarangnya siswa yang mengulang kembali pelajaran yang sudah
diajarkan, sehingga siswa kurang siap ketika materi akan dilanjutkan.
4) Kurangnya kesadaran siswa terhadap disiplin waktu.
5) Kurangnya kesadaran siswa dalam pemanfaatan buku paket
perpustakaan.
6) Siswa/siswi MTs. Riadhul Ulum Ampenan yang kurang patuh pada
aturan
a. dan tata tertib yang sudah dibuat dan disepakati.
7) Sekolah kurang menyediakan sarana dan alat bantu belajar siswa
sehingga secara tidak langsung menyulitkan mahasiswa PPL dalam
memberikan materi pelajaran yang membutuhkan waktu yang cukup.

CARA MENGATASI KENDALA


Adapun yang menjadi alternatif dalam memecahkan kendala-kendala tersebut
adalah :
1. Untuk kendala yang berasal dari Mahasiswa/guru PPL
 Dalam proses belajar mengajar adalah sebaiknya guru PPL menambah
pengetahuan dengan membaca serta bertanya kepada dosen pembimbing
dan guru pamong serta orang – orang yang sudah berpengalaman dalam
kegiatan belajar mengajar.
 Membaca kembali teori-teori yang didapat dari perkuliahan dan mencoba
menerapkan metode yang tepat untuk dipakai dalam kegiatan belajar
mengajar serta berkonsultasi dengan guru pamong.
 Menyuruh siswa mencatat materi yang akan dipelajari dengan
memanfaatksn buku yang sudah tersedia di perpustakaan.

C. ANALISIS HASIL PELAKSANAAN

1. Hasil Program PPL


17

a. Penyusunan perangkat pembelajaran


Sebelum melaksanakan praktek mengajar dilapangan, terlebih
dahulu kegiatan yang dipersiapkan yaitu penyusunan perangkat
pembelajaran yang dianjurkan oleh guru untuk membuat RPP saja.
RPP ini dibuat setiap mahasiswa akan melaksanakan praktek mengajar
di lapangan. Sebelumnya RPP yang telah dibuat dikonsultasikan
kepada guru pamong masing-masing.
Penyususnan RPP sebelum melaksanakan praktek mengajar
sangat membantu dalam menyampaikan materi dan juga penguasaan
kelas, sehingga praktek mengajar yang dilakukan bisa terorganisir
dengan baik.

b. Praktek mengajar terbimbing dan mandiri


Praktek mengajar terbimbing dan mandiri ini dilaksanakan oleh
mahasiswa di dalam kelas dan didampingi oleh guru pamong masing-
masing. Dalam pelaksanaannya mahasiswa mangajar didepan kelas
dan diperhatikan oleh guru pamong, kemudian cara mengajar akan
dikoreksi oleh guru pamong jika ada salah, baik itu metode maupun
cara mangajar. Selain itu, mahasiswa juga dibimbing oleh guru
pamong masing-masing cara penguasaaan kelas yang baik sesuai
dengan kondisi siswa di MTs. Riadhul Ulum Ampenan.
Praktek mengajar terbimbing yang dilakukan dan didampingi
oleh guru pamong, meruapakan saat dimana mahasiswa akan dinilai
baik dari segi metode mangajar maupun materi yang disampaikan.
Kegaitan ini sangat berguna dalam perbaikan cara mengajar kami,
sehingga diharapkan nantinya mahasiswa PPL bisa menjadi tenaga
pendidik yang profesional.
c. Penerapan inovasi pembelajaran
Hasil dari inovasi pembelajaran yang diterapkan menyebabkan
siswa menjadi lebih tertarik untuk belajar dan bisa menghindarkan
siswa dari kebosanan akibat metode pengajaran yang monoton dan
tidak bervariasi, sehingga proses belajar mengajar berjalan secara
optimal.
18

d. Menyusun dan mengembangkan alat evaluasi


Setelah melaksanakan proses belajar mengajar di kelas,
selanjutnya dilakukan evaluasi, tujuannya yaitu untuk menguji tingkat
kemampuan siswa. Alat evaluasi berupa soal, baik soal subjektif
maupun soal objektif yang diberikan pada siswa pada ulangan harian
dan mid semester. Evaluasi juga dilaksanakan dengan menggunakan
LKS.
Dengan adanya kegiatan ini, maka tingkat pengetahuan dan
penguasaan materi siswa selama proses pembelajaran dikelas dapat
diketahui melalui evaluasi. Sehingga akan kelihatan mana siswa yang
cepat dan mana siswa yang lambat dalam menerima materi pelajaran.

e. Menerapkan motivasi pembelajaran


Untuk mendukung berhasilnya kegiatan belajar mengajar di
kelas, perlu diterapkan berbagai motivasi pembelajaran yang didapat di
bangku kuliah. Motivasi yang dimaksud berupa penggunaan alat
peraga, penggunaan strategi mengajar dan penerapan gaya mengajar
guru untuk menghilangkan kejenuhan siswa dalam menerima materi
pelajaran.
19

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Setelah mahasiswa melakukan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di
MTs. Riadhul Ulum Ampenan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Kegiatan Program Pengalaman Lapangan (PPL) Kependidikan ini merupakan
salah satu sarana pengembangan ilmu pengetahuan yang dimiliki.
2. Melalui program pengalaman lapangan (PPL) kependidikan ini, mahasiswa
PPL sebagai calon pendidik akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan
tambahan yang akan membentuk pola tingkah laku yang profesional sesuai
dengan profesinya.
3. Kegiatan program pengalaman lapangan (PPL) kependidikan dapat dipakai
sebagai standar untuk mengukur kemampuan dan keterampilan seorang guru
dalam proses belajar mengajar.
4. Melalui program pengalaman lapangan (PPL) kependidikan ini. Mahasiswa
PPL dapat mengaplikasikan teori-teori yang diperolehnya dibangku kuliah.
5. Dengan program pengalaman lapangan (PPL) ini mahasiswa PPL dapat
mengetahui apa yang harus dipersiapkan tentunya disesuaikan dengan
karakteristik siswa sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar

B. SARAN – SARAN
20

Selama berlangsungnya PPL, saya dengan senang hati memberikan sedikit


saran-saran untuk dijadikan pertimbangan dimasa yang akan datang, adapun
saran-saran tersebut yaitu :
1. Bagi rekan – rekan yang akan memprogramkan mata kuliah program
pengalaman lapangan (PPL), hendaknya mempunyai persiapan yang matang
dalam mempersiapkan metode mengajar , materi mengajar dan juga
persiapan mental dalam menghadapi siswa dan lingkungan sekolah.
2. Untuk memperlancar proses kegiatan belajar mengajar di kelas, diharapkan
para siswa perlu makin meningkatkan kedisiplinan dan ketaatan serta
kepatuhannya mengikuti tata tertib Madrasah.
3. Para siswa perlu meningkatksn minat dan kegemarannya, khusunya dalam
hal berorganisasi misalnya OSIS, Pramuka, Majelis Taklim, dan sebagainya.
4. Untuk lebih meningkatkan kreatifitas para siswa, sebaiknya di tunjang
dengan sarana dan prasarana yang memadai sehingga hasil proses belajar
mengajar dapat dicapai.
5. Kemajuan yang telah didapat oleh MTs. Riadhul Ulum Ampenan perlu di
pertahankan dan ditingkatkan demi perbaikan kualitas pendidikan dan
prestasi belajar siswa.