Anda di halaman 1dari 75

MATA KULIAH

SISTEM KENDALI INDUSTRI

Struktur Organisasi PT.PLN (Persero) dari Pusat sampai Rayon

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sistem Kendali Industri Semester V

Disusun oleh :

Dery Tri Busono


D4 SISTEM KELISTRIKAN 3A
1541150097

PROGRAM STUDI SISTEM KELISTRIKAN


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2017
PT. PLN (Persero)

PLN yang dulu dikenal sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara kini telah berubah
menjadi PT. PLN (Persero) berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 23
Tahun 1994. Inilah Badan Umum Milik Negara, yang diberi kuasa Usaha Kelistrikan Oleh
Pemerintah, sesuai pengertian yang diatur dalam Undang-undang Nomor 15 Tahun 1985,
tentang ketenagalistrikan, yaitu BUMN yang diserahi tugas semata-mata untuk melaksanakan
usaha penyediaan listrik untuk kepentingan umum.

Dengan demikian maka usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum
diselenggarakan oleh PT.PLN (Persero) sebagai Pemegang Kuasa Ketenaga Listrikan
(PKUK) dan pemegang Izin Usaha Ketenagalistrikan dari Pemerintah.

PLN berkewajiban untuk menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum dengan
tetap memperhatikan tujuan perusahaan yaitu menghasilkan keuntungan sesuai dengan
Undang-Undang No. 19/2000.

Kegiatan usaha perusahaan meliputi:

1. Menjalankan usaha penyediaan tenaga listrik yang meliputi kegiatan pembangkitan,


penyaluran, distribusi tenaga listrik, perencanaan dan pembangunan sarana penyedia
tenaga listrik.
2. Menjalankan usaha penunjang dalam penyediaan tenaga listrik meliputi kegiatan
konsultasi pembangunan, pemasangan, pemeliharaan peralatan ketenagalistrikan, dan
pengembangan teknologi peralatan yang menunjang penyediaan tenaga listrik.
3. Menjalankan kegiatan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam dan sumber
energy lainnya untuk kepentingan penyediaan tenaga listrik, melakukan pemberian
jasa operasi dan pengaturan pada pembangkitan, penyaluran, distribusi dan retail
tenaga listrik.
4. Menjalankan kegiatan perindustrian perangkat keras dan perangkat lunak bidang
ketenagalistrikan dan peralantan lain yang terkait dengan tenaga listrik, melakukan
kerja sama dengan badan lain atau pihak lain atau badan penyelenggara bidang
ketenagakelistrikan baik dalam negeri maupun luar negeri di bidang pembangunan,
operasional, telekomunikasi, dan informasi yang berkaitan dengan ketenaga listrikan.
TONGGAK PENTING PLN

Awal abad ke-19 - Beberapa perusahaan asal Belanda yang bergerak di industri gula
dan teh mendirikan pembangkit listrik untuk keperluan pabriknya sendiri.
Tahun 1942-1945 - Pengalihan pengelolaan perusahaan perusahaan Belanda kepada
Jepang, setelah Belanda menyerah kepada pasukan tentara Jepang di awal Perang
Dunia II.
Agustus 1945 - Peralihan pengelolaan perusahaanpengelola listrik kepada pihak
Sekutu, bersamaandengan menyerahnya Jepang pada Perang Dunia II.
27 Oktober 1945 - Pembentukan Jawatan Listrik dan Gas di bawah Departemen
Pekerjaan Umum dan Tenaga oleh Presiden Soekarno dengan kapasitas pembangkit
tenaga listrik sebesar 157,5 MW.
1 Januari 1961 Perubahan nama Jawatan Listrik dan Gas menjadi Badan Pimpinan
Umum Perusahaan Listrik Negara (BPU-PLN) yang bergerak di bidang listrik, gas
dan kokas.
1 Januari 1965 Pembubaran BPU-PLN disertai peresmian 2 perusahaan negara yaitu
Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pengelola tenaga listrik dan Perusahaan Gas
Negara (PGN) sebagai pengelola gas.
Tahun 1972 - Sesuai Peraturan Pemerintah No.17, status Perusahaan Listrik Negara
(PLN) ditetapkan sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara dan sebagai Pemegang
Kuasa Usaha Ketenagalistrikan (PKUK) dengan tugas menyediakan tenaga listrik
bagi kepentingan umum.
Tahun 1994 - Status PLN beralih dari Perusahaan Umum menjadi Perusahaan
(Persero) dan juga sebagai PKUK dalam menyediakan listrik bagi kepentingan umum.
Tahun 2009 Sesuai UU Nomor 30 Tahun 2009, PLN bukan lagi sebagai PKUK
namun ebagai Badan Usaha Milik Negara dengan tugas menyediakan tenaga listrik
bagi kepentingan umum.

SAHAM PERSEROAN
Perseroan merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara dengan badan hukum
berbentuk persero, bersifat terbuka, namun sahamnya tidak terdaftar dan tidak
diperdagangkan di pasar saham Bursa Efek Indonesia.Seluruh saham Perseroan dimiliki oleh
Pemerintah Indonesia. Selama periode pelaporan tidak ada perubahan kepemilikan yang
signifikan terkait dengan kepemilikan saham Perseroan.
VISI, MISI, MOTO DAN STRATEGI UMUM PERUSAHAAN

VISI
Diakui sebagai perusahaan kelas dunia yangbertumbuh kembang, unggul dan
terpercayadengan bertumpu pada potensi insani.

MISI

1. Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yangterkait, berorientasi pada


kepuasan pelanggan,anggota perusahaan dan pemegang saham;
2. Menjadikan tenaga listrik sebagai media untukmeningkatkan kualitas kehidupan
masyarakat.
3. Mengupayakan agar tenaga listrik menjadipendorong kegiatan ekonomi.
4. Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.

MOTTO
Electricity for a Better Life (Listrik untuk kehidupan yang lebih baik).

Nilai Nilai PT. PLN (Persero)

Nilai nilai perusahaan PT. PLN (Persero) yang dapat digunakan sebagai prinsip dalam
menjalankan roda organisasi antara lain :

a. Jujur;

b. Integrasi;

c. Peduli;

d. Pembelajaran;

e. Teladan.
Makna Logo PLN
a. Bentuk Lambang

Bentuk warna dan makna lambang Perusahaan resmi yang digunakan adalah sesuai yang
tercantum pada Lampiran Surat Keputusan Direksi Perusahaan Umum Listrik Negara No. :
031/DIR/76 Tanggal : 1 Juni 1976, mengenai Pembakuan Lambang Perusahaan Umum
Listrik Negara.

b. Elemen elemen Dasar Lambang


1. Bidang Persegi Panjang Vertikal

Menjadi bidang dasar bagi elemen - elemen lambang lainnya, melambangkan bahwa PT PLN
(Persero) merupakan wadah atau organisasi yang terorganisir dengan sempurna. Berwarna
kuning untuk menggambarkan pencerahan, seperti yang diharapkan PLN bahwa listrik
mampu menciptakan pencerahan bagi kehidupan masyarakat. Kuning juga melambangkan
semangat yang menyala - nyala yang dimiliki tiap insan yang berkarya di perusahaan ini.
2. Petir atau Kilat

Melambangkan tenaga listrik yang terkandung di dalamnya sebagai produk jasa utama yang
dihasilkan oleh perusahaan. Selain itu petir pun mengartikan kerja cepat dan tepat para insan
PT PLN (Persero) dalam memberikan solusi terbaik bagi para pelanggannya. Warnanya yang
merah melambangkan kedewasaan PLN sebagai perusahaan listrik pertama di Indonesia dan
kedinamisan gerak laju perusahaan beserta tiap insan perusahaan serta keberanian dalam
menghadapi tantangan perkembangan jaman

3. Tiga Gelombang

Memiliki arti gaya rambat energi listrik yang dialirkan oteh tiga bidang usaha utama yang
digeluti perusahaan yaitu pembangkitan, penyaluran dan distribusi yang seiring sejalan
dengan kerja keras para insan PT PLN (Persero) guna memberikan layanan terbaik bagi
pelanggannya. Diberi warna biru untuk menampilkan kesan konstan (sesuatu yang tetap)
seperti halnya listrik yang tetap diperlukan dalam kehidupan manusia. Di samping itu biru
juga melambangkan keandalan yang dimiliki insan - insan perusahaan dalam memberikan
layanan terbaik bagi para pelanggannya.

Maksud dan Tujuan Utama PT. PLN (Persero)

Maksud dan Tujuan Utama PT. PLN (Persero) antara lain sebagai berikut :

a. Menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum dan sekaligus akumulasi profit
berdasarkan prinsip pengelola perusahaan.
b. Mengusahakan penyedia tenaga listrik dalam jumlah dan mutu yang memadai dengan
tujuan :
1. Meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata serta
mendorong peningkatan kegiatan ekonomi;
2. Mengusahakan keuntungan agar dapat membiayai pengembangan;
3. Merintis kegiatan usaha menyediakan tenaga listrik;
4. Menyelenggarakan usaha usaha lain, menunjang tenaga listrik sesuai dengan
peraturan perundang undangan yang berlaku.

Jenjang Unit Organisasi

Jenjang Unit Organisasi Kantor Distribusi sebagai berikut :

a. Jenjang pertama adalah Kantor Unit induk yang mempunyai peranan, visioner, strategik,
perencanaan komporat, regulaso, supervise dan pengendalian, serta advokasi;
b. Jenjang kedua adalah pelaksana, yaitu Area Pelayanan dan Jaringan (APJ); Area
Pelayanan (AP); Area Jaringan (AJ); Area Penganturan Distribusi (APD); yang
mempunyai peran operasional, perencanaan jangka pendek serta koordinasi tentang
kegiatan rutin pada unit asuhan bawahannya;
c. Jenjang ketiga adalah Sub Unit Pelaksana, yaitu Unit Pelayanan dan Jaringan (UPJ); Unit
Pelayanan (UP); Unit Jaringan (UJ); yang mempunyai peran operasional dan merupakan
unit pelaksana dari unit jenjang kedua.
GRUP USAHA PLN

PLN saat ini memiliki 12 anak usaha dengan kepemilikanmayoritas dan satu anak
usaha dengan kepemilikanminoritas. Bidang usaha anak perusahaan bervariasi,namun pada
intinya bergerak di sektor yang memberikanefek sinergi bagi Perseroan. Bidang usaha anak-
anakperusahaan PLN adalah pembangkit listrik, bidangkeuangan, rancang bangun,
pemasokan batu bara dankonstruksi. Grup usaha PLN saat ini terdiri atas:
BIDANG USAHA

Sesuai Undang-undang No. 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan dan berdasarkan


Anggaran DasarPerusahaan, berikut adalah rangkaian kegiatan usaha Perseroan:
Menjalankan usaha penyediaan tenaga listrik yangmencakup:
- Pembangkitan tenaga listrik.
- Penyaluran tenaga listrik.
- Distribusi tenaga listrik.
- Perencanaan dan pembangunan sarana penyediaantenaga listrik.
- Pengembangan penyediaan tenaga listrik.
- Penjualan tenaga listrik.
Menjalankan usaha penunjang tenaga listrik yang mencakup:
- Konsultasi ketenagalistrikan.
- P embangunan dan pemasangan peralatanketenagalistrikan.
- P emeliharaan peralatan ketenagalistrikan.
- P engembangan teknologi peralatan yangmenunjang penyediaan tenaga listrik.
Kegiatan-kegiatan lainnya mencakup:

- Kegiatan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam dan sumber energi lainnya
untuk kepentingan tenaga listrik.
- Pemberian jasa operasi dan pengaturan (dispatcher) pada pembangkitan, penyaluran,
distribusi dan retail tenaga listrik.
- Kegiatan perindustrian perangkat keras dan lunak di bidang ketenagalistrikan dan
peralatan lainterkait dengan tenaga listrik.
- Kerja sama dengan pihak lain atau badan penyelenggara bidang ketenagalistrikan baik
dari dalam maupun luar negeri di bidang pembangunan, operasional, telekomunikasi
dan informasi terkait dengan ketenagalistrikan.
- Usaha jasa ketenagalistrikan.
Unit Bisnis PLN tersebar di Indonesia, terdiri dari :

PLN Wilayah Operasional Jawa Bali

1. Distribusi DKI Jaya & Tangerang


2. Distribusi Jawa Barat dan Banten
3. Distribusi Jawa Timur
4. Distribusi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta
5. Distribusi Bali
6. P3B Jawa Bali

PLN Wilayah Operasional Indonesia Barat

1. Wilayah Aceh
2. Wilayah Sumatera Utara
3. Wilayah Sumatera Barat
4. Wilayah Sumatra Selatan, Jambi, dan Bengkulu
5. Wilayah Riau dan Kepulauan Riau
6. Wilayah Bangka Belitung
7. Wilayah Lampung
8. Wilayah Kalimantan Barat
9. P3B Sumatra

PLN Wilayah Operasional Indonesia Timur

1. Wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah


2. Wilayah Kalimantan Timur
3. Wilayah Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo
4. Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat
5. Wilayah Nusa Tenggara Barat
6. Wilayah Nusa Tenggara Timur
7. Wilayah Maluku dan Maluku Utara
8. Wilayah Papua dan Papua Barat
PLN Wilayah & Distribusi
1. Wilayah Aceh
2. Wilayah Sumatera Utara
3. Wilayah Sumatera Barat
4. Wilayah Riau dan Kepulauan Riau
5. Wilayah Bangka Belitung
6. Wilayah Sumatra Selatan, Jambi, dan Bengkulu
7. Wilayah Kalimantan Barat
8. Wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah
9. Wilayah Kalimantan Timur
10. Wilayah Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo
11. Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat
12. Wilayah Maluku dan Maluku Utara
13. Wilayah Nusa Tenggara Barat
14. Wilayah Nusa Tenggara Timur
15. Wilayah Papua dan Papua Barat
16. Distribusi DKI Jaya & Tangerang
17. Distribusi Jawa Barat dan Banten
18. Distribusi Jawa Timur
19. Distribusi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta
20. Distribusi Bali
21. Distribusi Lampung

PLN Jasa
1. Pusat Pendidikan dan Pelatihan
2. Pusat Enjiniring Ketenagalistrikan
3. Pusat Pemeliharaan Ketenagalistrikan
4. Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan
5. Jasa Sertifikasi
6. Jasa Manajemen Konstruksi
PLN Pembangkitan
1. Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan
2. Pembangktian Sumatera Bagian Utara
3. Pembangkitan Lontar
4. Pembangkitan Tanjung Jati B
5. Unit Pembangkitan Jawa Bali

PLN Penyaluran & Pusat Pengatur Beban


1. Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Jawa Bali (P3B Jawa Bali)
2. Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera (P3B Sumatera)

PLN Unit Induk Proyek (UIP)


1. UIP Pembangkitan Sumatera I (UIP I)
2. UIP Pembangkitan Sumatera II (UIP I)
3. UIP Jaringan Sumatera I (UIP II)
4. UIP Jaringan Sumatera III (UIP III)
5. UIP Transmisi Interkoneksi Sumatera Jawa (UIP IV)
6. UIP Jaringan Jawa Bali I (UIP V)
7. UIP Pembangkitan Hidro Jawa Bali (UIP VI)
8. UIP Jaringan Jawa Bali II (UIP VII)
9. UIP Pembangkitan Thermal Jawa Bali (UIP VIII)
10. UIP Pembangkitan Kalimantan (UIP IX)
11. UIP Jaringan Kalimantan (UIP X)
12. UIP Pembangkitan & Jaringan Nusa Tenggara (UIP XI)
13. UIP Pembangkitan Sulawesi Maluku Papua (UIP XII)
14. UIP Jaringan Sulawesi Maluku Papua (UIP XIII)
15. UIP Pembangkitan & Jaringan Sulawesi Maluku Papua (UIP XIV)
STRUKTUR ORGANISAS
BATASAN WEWENANG TANGGUNG JAWAB PERALATAN DAN JARINGAN
(ASET) PT. PLN (Persero)
PLN Pembangkitan

Memiliki wewenang dan tanggung jawab akan asset (peralatan dan jaringan) mulai dari
konversi energy sampai pada output generator dan trafo step up dari 11kV/ 150 kV.

PLN Penyaluran (Transmisi) P3B

Memiliki wewenang dan tanggung jawab akan asset (peralatan dan jaringan) mulai dari
output trafo step-up 150 kV sampai padaincoming PMT 20 kV di Gardu Induk (substation).

PLN Distribusi

Memiliki wewenang dan tanggung jawab akan asset (peralatan dan jaringan) mulai dari
Outgoing PMT 20 kV di Gardu Induk (substation) sampai pada output MCB KwH meter
pelanggan.
Unit PLN Distribusi (Jawa Timur)

PT.PLN ( PERSERO ) DISTRIBUSI JAWA TIMUR

Kelistrikan untuk kemanfaatan umum mulai ada pada saat Perusahaan Swasta
Belanda yaitu NV. NIGN yang semula bergerak di bidang Gas memperluas usahanya di
bidang listrik untuk kemanfaatan umum. Dengan menyerahnya Pemerintah Belanda kepada
Jepang maka Perusahaan Listrik dan Gas beserta personilnya diambil alih oleh Jepang.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, dilakukan penyerahan Perusahaan-Perusahaan


Listrik dan Gas kepada Pemerintah Republik Indonesia. Kemudian dengan Penetapan
Pemerintah Nomor 1 Tahun 1945 tertanggal 27 Oktober 1945 dibentuk Jawatan Listrik dan
Gas Sumatra, Jawa dan Madura di bawah Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga (
kemudian tanggal 27 Oktober ditetapkan sebagai Hari Listrik Nasional dengan keputusan
Menteri Pertambangan dan Energi RI Nomor 1134/43/MPE/1992).

Peraturan Pemerintah Nomer 18 tahun 1959 tentang "Penentuan Perusahaan Listrik


dan/atau Gas milik Belanda yang dikenakan Nasionalisasi", dimana semua Perusahaan yang
ada di wilayah Indonesia dinyatakan menjadi Perusahaan-Perusahaan dari Perusahaan Listrik
Negara (PLN), antara lain Perusahaan Listrik "ANIEM", N.V.C.A Kantor Pusat di Surabaya.

Seiring dengan itu dan dalam rangka Optimasi Corporate Gain dan penyusunan
organisasinya berdasarkan Value Chain ,sehingga tugas pokok dan susunan seperti yang telah
ditetapkan dengan Keputusan Direksi Perusahaan Umum Listrik Negara Nomor
154.K/023/DIR/1993 perlu disempurnakan lagi disertai perubahan status dan nama menjadi
PT.PLN (Persero) Unit Bisnis Distribusi Jawa Timur yang tertuang pada Keputusan Direksi
PT.PLN (Persero) Nomor 26.K/010/DIR/2001 tanggal 20 Februari 2001.

Keputusan Direksi PT.PLN (Persero) No.120.K/010/2002. Tanggal 27 Agustus 2002


tentang Nama Unit Bisnis di lingkungan PT.PLN (Persero) yang intinya Organisasi dengan
status Unit Bisnis hanya untuk anak Perusahaan PT.PLN (Persero) sedangkan PLN Jawa
Timur menjadi PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur.
Berdasarkan KEPUTUSAN DIREKSI PT.PLN (PERSERO) nomor
012.K/010/DIR/2003 Tanggal 16 Januari 2003,dengan susunan Organisasi :

1. General Manager
2. Bidang yang terdiri atas:

a. Perencanaan
b. Operasi
c. Niaga
d. Keuangan

3. Sumber Daya Manusia dan Organisasi


4. Komunikasi, Hukum, dan Administrasi
5. Audit Internal
6. Area Pelayanan dan Jaringan (APJ)
7. Area Pelayanan (AP)
8. Area Jaringan (AJ)
9. Area Pengatur Distribusi (APD)

Saat ini PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur telah berhasil melayani 7.350.425
pelanggan memakai energi listrik rata rata sebulan 1.152.907.858 kWh, dengan pendapatan
rata rata Rp 974.332.119.601 per bulan, 92,77% terdiri dari kelompok Rumah Tangga yang
memberikan konstribusi pendapatan sebesar 35,13% sedangkan industri sejumlah 0,18%
memberikan pendapatan sebesar 46,83% daya tersambung sebesar 7.568.614.211 VA
pemakaian energi Jawa Timur pada siang hari tertinggi 933 MW pada malam hari 2.151 MW.

Dikelola oleh 4010 orang pegawai PLN Distribusi dan 14 area Pelayanan, 1 Unit
Pengaturan Distribusi, 108 UPPTR, 81 Unit Kantor Jaga 1715 Unit Payment Point. Sarana
kelistrikan terdiri dari jaringan tegangan menengah 27.756,6 Kms, Jaringan Tegangan
Rendah 49.953,5 Kms, Pelanggan Daerah Pelayanan PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa
timur dengan luas 47.922 Km2, yang terdiri dari 29 Kabupaten, 9 Kota Madya, 607
Kecamatan, 8.402 Desa. Tingkat kebocoran sebesar 12,54%, berhasil kembalikan atas energi
yang dipakai secara ilegal berkat Operasi Penerbitan Aliran Listrik (OPAL) rata rata Rp 2
Milyar per bulan.
PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur pada akhir tahun 2003 energi terjual mencapai
15.704.975 MWh dan pendapatan sebesar Rp 7.75 Juta, harga jual per kWh Rp 562,23 susut
9,19% langganan tersambung 6.118.120 langganan daya tersambung 7.813.398 kVA.
Pengembangan Organisasi menambah 3 Area, Area layanan Surabaya Barat, Area Jaringan
Surabaya Barat dan Area Pelayanan Ponorogo. Konstribusi pendapatan keuangan PT. PLN
(Persero) sebesar 25% terhadap kelistrikan Indonesia.

Urutan puncak Pimpinan PLN di Daerah Tingkat I disebut PEMIMPIN sejak Exploitasi
IX (1972) sampai dengan tahun 2001, sedangkan sejak bulan Maret 2001 disebut GENERAL
MANAGER.

Struktur organisasi Unit PLN Distribusi Jawa Timur :

a.
b.
c.
d.
e.
f.
PT PLN (PERSERO) DISTRIBUSI
SEKILAS WILAYAH USAHA PT PLN (Persero) DISTRIBUSI JAWA TIMUR

Wilayah usaha PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur dibagi menjadi beberapa
daerah Pelayanan yang melayani wilayah administrasi propinsi Jawa Timur :

Area Pelayanan & Jaringan Surabaya Selatan,Area Pelayanan & JaringanSurabaya


Utara, Area Pelayanan Surabaya Barat, AreaJaringan Surabaya Barat. Keempat Area
pelayanan tersebut di atas melayani Kota Surabaya.
Area Pelayanan & Jaringan Malang melayani Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten
Malang.
Area Pelayanan & Jaringan Pasuruan melayani Kota Pasuruan, Kota Probolinggo,
Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Probolinggo.
Area Pelayanan & Jaringan Kediri melayani Kota Kediri, Kota Blitar, Kabupaten
Kediri, Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Blitar.
Area Pelayanan & Jaringan Mojokerto melayani Kota Mojokerto, Kabupaten
Jombang, Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Mojokerto.
Area Pelayanan & Jaringan Madiun melayani Kota Madiun, Kabupaten Magetan,
Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Madiun.
Area Pelayanan & Jaringan Jember melayani Kabupaten Jember dan Kabupaten
Lumajang.
Area Pelayanan & Jaringan Bojonegoro melayani Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten
Lamongan dan Kabupaten Tuban.
Area Pelayanan & Jaringan Banyuwangi melayani Kabupaten Banyuwangi.
Area Pelayanan & Jaringan Pamekasan melayani Kabupaten Pamekasan, Kabupaten
Sampang, Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Bangkalan.
Area Pelayanan & Jaringan Situbondo melayani Kabupaten Situbondo dan Kabupaten
Bondowoso.
Area Pelayanan & Jaringan Gresik melayani Kabupaten Gresik sampai Kecamatan
Bawean.
Area Pelayanan & Jaringan Sidoarjo melayani Kabupaten Sidoarjo.
Area Pelayanan & Jaringan Ponorogo melayani Kabupaten Ponorogo, Kabupaten
Trenggalek dan Kabupaten Pacitan
AREA PENGATURAN & DISTRIBUSI (APD) JAWA TIMUR

Struktur Organisasi pada APD JATIM


Kebutuhan pemakaian tenaga listrik bukan hanya dari segi kuantitas dan kontinuitas,
tetapi juga mencakup kebutuhan akan mutu pelayanan. Salah satu usaha PT PLN (Persero)
untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah melakukan perbaikan sarana dan sistem
pengaturan jaringan distribusi tenaga listrik.

Sistem pengaturan jaringan distribusi tenaga listrik dilaksanakan oleh suatu unit
organisasi area di lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi, yaitu Area Pengatur Distribusi
(APD). APD merupakan pusat kegiatan pemantauan dan pengaturan system distribusi yang
dilaksanakan secara terus menerus, real time, cepat dan tepat untuk menjaga agar pelaksanaan
operasi-operasi sistem distribusi yang berdasarkan pada operasi normal, pemadaman
terencana dan pemadaman tidak terencana dapat dilaksanakan dengan baik untuk mencapai
tujuan keandalan penyaluran tenaga listrik dengan memperhatikan mutu.

Tugas dan tanggung jawab APD

1. Pengatur tegangan 20 kV di Gardu Induk


2. Pengatur pembebanan trafo Gardu Induk
3. Monitoring pembebanan penyulang 20 kV
4. Pengatur beban sistem bersama-sama dengan PLN P3B
5. Melaksanakan penormalan gangguan penyulang / trafo GI
6. Melaksanakan operasi dan pemeliharaan cell 20 kV GI
7. Merencanakan dan mengembangkan peralatan 20 kV GI
8. Melaksanakan perencanaan pemadaman beban distribusi
9. Melaksanakan operasi dan pemeliharaan peralatan SCADA
10. Merencanakan dan melaksanakan pengembangan sarana SCADA untuk GI-GI /
penyulang yang masih operasi manual
11. Membuat laporan evaluasi pengusahaan / pelaksanaan operasi

Daerah Kerja APD

1. SAPD Timur, yang meliputi daerah : 4. GI Pakis


5. GI Sengkaling
Malang, terdiri dari Gardu Induk :
6. GI Lawang

1. GI Kebon Agung 7. GI Karangkates


2. GI Blimbing 8. GI Turen
3. GI Polehan
Madiun, terdiri dari Gardu Induk :

Pasuruan, terdiri dari Gardu Induk : 1. GI Manisrejo


2. GI Mranggen
1. GI Gondang Wetan
3. GI Magetan
2. GI Bangil
4. GI Ngawi
3. GI Bulu Kandang
5. GI Caruban
4. GI Bumicokro
6. GI Dolopo
5. GI Pier
6. GI Porong Kediri, teridir dari Gardu Induk :
7. GI Pandaan
8. GI Grati 1. GI Banaran
9. GI Probolinggo 2. GI Blitar Baru
10. GI Kraksaan 3. GI Pare
11. GI Paiton 4. GI Tulungagung
12. GI Sukorejo 5. GI Wlingi

Situbondo, terdiri dari Gardu Induk : Mojokerto, teridir dari Gardu Induk :

1. GI Situbondo 1. GI Mojokerto
2. GI Paiton 2. GI Mojoagung
3. GI Bondowoso 3. GI Ngoro
4. GI Ploso
Jember, terdiri dari Gardu Induk : 5. GI Tarik
6. GI Siman
1. GI Jember
7. GI Kertosono
2. GI Tanggul
8. GI Jaya Kertas
3. GI Lumajang
9. GI Nganjuk

Banyuwangi, terdiri dari GArdu Induk :


Bojonegoro, terdiri dari Gardu Induk :

1. GI Banyuwangi
1. GI Bojonegoro
2. GI Genteng
2. GI Babat
3. GI Lamongan
4. GI Tuban
2. SAPD Barat, yang meliputi daerah :
5. GI Mliwang
Ponorogo, terdiri dari Gardu Induk : 1. GI Buduran
2. GI Babadan
1. GI Ponorogo
3. GI Driyorejo
2. GI Pacitan
4. GI Kriyan
3. GI Trenggalek
5. GI Porong
6. GI Balong Bendo
3. SAPD Tengah yang meliputi daerah :
7. GI Kasih Jatim
Surabaya Utara, terdiri dari Gardu Induk : 8. GI Tarik

1. GI Krembangan Pamekasan, terdiri dari Gardu Induk :


2. GI Ujung Lama
3. GI Ujung Baru 1. GI Gili Timur

4. GI Tandes 2. GI Bangkalan

5. GI Kenjeran 3. GI Sampang

6. GI Sawahan 4. GI Pamekasan

7. GI Simpang 5. GI Sumenep

8. GI Kupang
Gresik, terdiri dari Gardu Induk :
9. GI Gembong
10. GI Undaan 1. GI Segoromadu
11. GI Ngagel 2. GI Manyar
12. GI Altaprima 3. GI Altaprima
13. GI Segoromadu 4. GI Cerme
5. GI Lamongan
Surabaya Selatan, terdiri dari Gardu Induk:
6. GI Petrokimia

1. GI Ngagel
Surabaya Barat, teridiri dari Gardu Induk :
2. GI Waru
3. GI Darmo Grand 1. GI Babadan
4. GI Sukolilo 2. GI Darmogrand
5. GI Rungkut 3. GI Driyorejo
6. GI Wonokromo 4. GI Karangpilang
7. GI Tandes 5. GI Krian
8. GI Altaprima 6. GI Waru
7. GI Kasih Jatim
Sidoarjo, terdiri dari Gardu Induk :
Uraian Jabatan APD

a. Asisten Manajer Scada dan Teknologi Informasi

1. Mengelola fungsi sistem informasi, fungsi administrasi scada dan telekomunikasi,


fungsi pengendalian dan pemeliharaan Remote Terminal Unit (RTU), fungsi
pengelolaan dan pemeliharaan Power Supply.
2. Bekerjasama dengan Asisten Manajer Operasi Sistem Distribusi, Asisten Manajer
Keuangan dan SDM, Asisten Manajer Gardu Iduk, Ahli, fungsi terkait di APD untuk
memaksimalkan kinerja APD dan Distribusi, khususnya penekanan susut dan
tunggakan, antara lain upaya Unit Garis Depan untuk program gardu sisipan
(sekaligus untuk perbaikan tegangan dan pemasaran), program analisis susut per
penyulang dan per gardu dan program pengurangan tagihan listrik akibat Tingkat
Mutu Pelayanan (TMP) tidak terpenuhi, program kehumasan, apresiasi dan promosi
pegawai dll.

b. Asisten Manajer Operasi Sistem Distribusi

1. Mengelola fungsi perencanaan operasi distribusi, pengaturan operasi distribusi,


pengusahaan operasi distribusi, serta mengkoordinasikan pengoperasian mobil deteksi
Jaringan Tegangan Menengah (JTM), fungsi pengusahaan jaringan dan gambar,
logistic bekerjasama dengan Ahli dan fungsi terkait di APD untuk memaksimalkan
kinerja APD.
2. Mengkoordinasi pemanfaatan anggaran bersama Asisten Manajer Scada dan
Teknologi Informasi, Asisten Manajer Keuangan dan SDM, Asisten Manajer Gardu
Induk, Ahli, fungsi terkait di APD untuk memaksimalkan kinerja APD dan Distribusi
Jawa Barat & Banten, khususnya penekanan susut dan tunggakan, antara lain upaya
Unit Garis Depan untuk program gardu sisipan (sekaligus untuk perbaikan tegangan
dan pemasaran), program analisis susut per penyulang dan per gardu dan program
pengurangan tagihan listrik akibat TMP tidak terpenuhi), program kehumasan,
apresiasi dan promosi pegawai, dll.

c. Asisten Manajer Keuangan

1. Mengelola fungsi keuangan, bekerjasama dengan Asisten Manajer Scada dan


Teknologi Informasi, Asisten Manajer Operasi Sistem Distribusi, Asisten Manajer
Gardu Induk, Asisten Manajer SDM, Ahli dan fungsi terkait di APD, untuk
memfasilitasi unit garis depan dalam memaksimalkan kinerjanya.
2. Mengkoordinasikan penyediaan likuiditas operasional dan apresiasi dan promosi
pegawai, dll.

d. Asisten Manajer Gardu Induk

1. Mengelola fungsi pengusahaan, perluasan dan pemeliharaan Gardu Induk, fungsi rele
dan meter bekerjasama dengan Ahli dan fungsi terkait di APD untuk memaksimalkan
kinerja APD.
2. Mengkoordinasi pemanfaatan anggaran bersama Asisten Manajer Scada dan
Teknologi Informasi, Asisten Manajer Operasi Sistem Distribusi, Asisten Manajer
Keuangan dan Administrasi, Ahli, fungsi terkait di APD untuk memaksimalkan
kinerja APD dan PT .PLN (Persero) Distribusi, khususnya penekanan susut dan
tunggakan, antara lain upaya Unit Garis Depan untuk program gardu sisipan
(sekaligus untuk perbaikan tegangan dan pemasaran), program analisis susut per
penyulang dan per gardu dan program pengurangan tagihan listrik akibat TMP tidak
terpenuhi, program kehumasan, apresiasi dan promosi pegawai, dll.
AREA PELAYAN&JARINGAN (APJ) MALANG

Struktur Organisasi pada APJ Malang


`
PT PLN (PERSERO) AREA MALANG

MANAJER AREA

Ir. MOH FATKHUL HAKIM

FUNGSIONAL AHLI
ENDRO WICAKSONO EII LINGKUNGAN & K2
PRIJO UTOMO SSII KINERJA
TAUFIK SANTOSO AN KINERJA
AGUS MUSTIANTO SSII MANAJEMEN MUTU
MISTRI AN KINERJA
DJOKO SUHARSONO AN KINERJA
PRIYANTO AN MANAJEMEN MUTU

ASMAN PERENCANAAN DAN EVALUASI ASMAN KONTRUKSI ASMAN JARINGAN ASMAN TRANSAKSI ENERGI ASMAN PELAYANAN & ADMINISTRASI

SUPRIJADI SAID KEDJEL M. ZAINURI ARTIKA HADI WIBAWA MARIA GORETTI INDRAWATI GUNAWAN

HARI WAHYU UTOMO AE PERENCANAAN & EVALUASI SISTEM DIS SUDARMILLAH OF LOGISTIK Spv. Pengendalian Susut Spv. Administrasi Umum
SUNARKO EG EFISIENSI JARINGAN DISTRIBUSI
EG PERENCANAAN & EVALUASI KONSTRUKSI EG PERENCANAAN &
BAMBANG SUTRISNO TRIKORO BUDI PRANYOTO SUGENG PURNOMO FEBRINA M
DIS PENGENDALIAN KONS AGUS WIDODO EG EFISIENSI JARINGAN DISTRIBUSI
SUTRIS HARIYONO AS SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI TEGUH SUPRIYANTO AF LOGISTIK Spv. Pemeliharaan ACHMAD HUSAIN AF PENERTIBAN PEMAKAIAN TENAGA LISTRIK AGUS WAHYONO AF ADMINISTRASI UMUM & K3
SUSENO BASUKI EG PERENCANAAN & EVALUASI SISTEM DIS BAMBANG SISWANTO AT PENYAMBUNGAN FIKIH ZULFIKAR ARIF EFFENDI AE PENGENDALIAN SUSUT & PJU MOCHAMAD ARMANSJAH ACHIJAT AF ADMINISTRASI UMUM & K3
RUDY HARTONO AE PERENCANAAN & EVALUASI ANGGARAN SUPRIYADI AS PENGADAAN WINARTO AF ADMINISTRASI TEKNIK Spv. Transaksi Energi MUKHRODOH AF ADMINISTRASI UMUM & K3
IRSYAM ASRI PUTRA AS SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI JUMADI EG PERENCANAAN & Spv. Operasi EKO SUCAHYONO INDAH CAHYAWATI AF ADMINISTRASI UMUM & K3
PENGENDALIAN KONS
RETNO ARDHANINGRUM AN PENGADAAN SUJOKO DINI ARIANI JE ANDEV PENYALURAN ENERGI MEO JOENTORO AS AKUNTANSI & KEUANGAN
TIANA SAWITRI ROSDIATNA JA PENGADAAN MOCHAMAD CHOIRI AO PELAYANAN TEKNIK IRFAN PRIASUKMANA JF PEMBACAAN METER & METER ELEKTRONIK IGNATIUS DIDIT YULIANTO AF ADMINISTRASI UMUM & K3
NANANG ADITYAWARMAN AO SISTEM PROTEKSI WERDI PRATIWI JF PENGELOLAAN REKENING EMILIA INDIRA MAYASARI AF ADMINISTRASI UMUM & K3
MOCHAMAD NURHIDAYAT AO SISTEM PROTEKSI Spv. Pemeliharaan Meter Transaksi NANIK KUSUMAWATI AF ADMINISTRASI UMUM & K3
SPV. P D K B SAMSUL ARIFIN YUDIANTI AS AKUNTANSI & KEUANGAN
W.H. TOTOK SUMANTRI PRISMA ASMARA YUDHAJT PEMELIHARAAN METER TRANSAKSI ANISSA SEFI ARDHANARESWARI JA AKUNTANSI & KEUANGAN
LAKSANA JAYA EG PREPARATOR PDKB FAUZY AFRIANSYAH JT PEMELIHARAAN METER TRANSAKSI MARIASIH PUSPITA SARI JF ADMINISTRASI UMUM & K3
NUR CHOLIK JE K3 PDKB UMI MAISAROH JF ADMINISTRASI UMUM & K3
ANDRI HIDAYAT JT TEKNISI PDKB ADELINA ANNELIES LAISINA AS AKUNTANSI & KEUANGAN
BUDI HERMANSYAH JE KEPALA REGU PDKB Spv. Pelayanan Pelanggan
MUHAMAD TONI JT TEKNISI PDKB WICAKSONO
NANANG YUDIANTO JT TEKNISI PDKB TANI HARIADI AF ADMINISTRASI PELANGGAN
DWI AHMAD NURKHOLIS JT TEKNISI PDKB IMA WAHYUNI AS PEMASARAN & PELAYANAN PELANGGAN
MUHAMMAD HUSEN JT TEKNISI PDKB BINTI CHOIRIYAH AF ADMINISTRASI PENGELOLAAN PENDAPATAN
ACHMAD SUAIDI JT TEKNISI PDKB
CHITAN ACHMAD TRI WAHYULJTKHARIM
TEKNISI PDKB
ZAENAL FURQON JT TEKNISI PDKB
HENDRO NURWANTO JT TEKNISI PDKB
DANI HERMAWAN JT TEKNISI PDKB
PT PLN (PERSERO) APJ Malang
1. Job Diskripsi
PT.PLN (Persero) Area Pelayanan dan Jaringan berkedudukan atau mempunyai wilayah kerja
di Unit PT.PLN (Persero) Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) existing.
Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab, Manajer Area Pelayanan dan Jaringan
(MAPJ) dibantu oleh Asisten Manajer dan Tenaga Fungsional serta bertanggung jawab kepada
General Manager PT.PLN (Persero) Distribusi.
Produk yang dihasilkan oleh PT. PLN (Persero) Area Pelayanan dan Jaringan Malang adalah
produk yang berhubungan dengan jasa pelayanan masyarakat tentang kebutuhan listrik sehari-hari.
Sumber pasokan listrik sebenarnya berasal dari krian, dan sudah merupakan interkoneksi Jawa-Bali
yang artinya semua pembangkit listrik diwilayah itu sudah memenuhi kebutuhan listriknya. Jasa yang
diproduksi oleh PT. PLN (Persero) Area Pelayanan dan Jaringan Malang antara lain:
a. Pelayanan permintaan penyambungan baru, perubahan daya, dan berhenti sebagai
pelanggan.
b. Pelayanan perubahan nama pelanggan.
c. Perubahan golongan tarif.
d. Pelayanan penyambungan sementara .
e. Pelayanan pembayaran tagihan susulan dari penerbitan tenaga listrik.
f. Pelayanan permintaan pemutusan sementara.
g. Pelayanan pembongkaran sambungan tenaga listrik.
h. Pelayanan pengaduan pelanggan.
i. Pelayanan permintaan angsuran.
j. Pelayanan permintaan reduksi.
k. Pelayanan pembuatan rekening tagihan listrik.
l. Pelayanan mengirimkan rekening listrik.
m. Pelayanan pembayaran rekening tagihan listrik.
Manajer Area Pelayanan dan Jaringan (MAPJ) diangkat dan diberhentikan oleh Direksi
PT.PLN (Persero) dan Asisten Manajer diangkat dan diberhentikan oleh General Manager PT.PLN
(Persero) Distribusi, adapun tugas pokok dan fungsinya adalah sebagai berikut :
Uraian tugas :
a. Manajer Area Pelayanan dan Jaringan
Tugas Pokok:
Bertanggung Jawab atas pelaksanaan pengelolaan usaha ketenagalistrikan secara
efisien dan efektif yang meliputi:

a. Pemasaran dan niaga


b. Perencanaan, pendistribusian energi listrik
c. Keuangan, SDM & Administrasi
d. Membina hubungan kerja kemitraan & komuniskasi yang efektif guna
menjaga citra perusahaan serta mewujudkan Good Coorporate Governance
e. Serta melakukan pembinaan terhadap unit asuhannya.

Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana tersebut diatas, Manajer Area Pelayanan dan
Jaringan mempunyai fungsi :
1. Melakukan koordinasi dengan seluruh manajer bidang dan manajer APD mengenai
rencana dan pelaksanaan pekerjaan APJ
2. Menyusun program kerja dan anggaran sebagai pedoman kerja
3. Mengusulkan PRK Unit sebagai bahan penyusunan RKAP
4. Mengelola fungsi pemasaran dan niaga yang meliputi strategi pemasaran,
peningkatan pelayanan serta Tata Usaha Pelanggan
5. Mengelola fungsi perencanaan yang meliputi perencanaan sistem dan konstruksi
serta sistem teknologi informasi
6. Mengelola fungsi distribusi yang meliputi operasi distribusi dan penetiban,
Pemeliharaan Jaringan, pengendalian pengukuran, serta Logistik
7. Mengelola fungsi keuangan yang meliputi pengendalian anggara dan keuangan,
pengawasan pendapatan serta akuntansi
8. Mengelola SDM dan administrasi yang meliputi SDM dan kesekretariatan
9. Mengevaluasi dan menganalisis semua laporan, baik yang bersifat rutin maupun
berkala
10. Melakukan pembinaan terhadap UPJ
11. Mengelola hubungan dengan mitra kerja, lembaga pemerintahan, swasta, tokoh
masyarakat serta mass media

Hubungan Kerja :
b. Asisten Manajer Pemasaran dan Administrasi
Tugas pokok:

Mengevaluasi kinerja pelayanan


Memonitor dan mengevaluasi Anggaran Investasi-Operasi dan Cash Budget
Memverifikasi seluruh Pembayaran .
Memverifikasi data pendukung untuk penyusunan Laporan Keuangan

Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana tersebut diatas, Asisten Manajer Pemasaran
dan Administrasi mempunyai fungsi :

1. Mengevaluasi kebutuhan & penyerapan anggaran fungsi Pelayanan dan Administrasi


sesuai RKAP
2. Mensupervisi dan memastikan Proses bisnis Pelayanan sesuai ketentuan.
3. Menyusun strategi pengembangan pelayanan pelanggan dan peningkatan pendapatan
(F.I)
4. Memonitor pemeliharaan data arsip Induk langganan / AIL ( F .I )
5. Mengevaluasi Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) sesuai ketentuan
yang berlaku ( F. I )
6. Mengevaluasi proses administrasi pelanggan sesuai Fungsi I, IV, V dan VI
7. Mengevaluasi dan mengendalikan piutang pelanggan ( F.V dan VI )
8. Mengevaluasi data Pendapatan
9. Mengevaluasi data piutang pelanggan ( DPP) yang akurat dan up to date (F.V)
10. Mengevaluasi proses pemutusan sementara, bongkar rampung, piutang ragu-ragu dan
usulan penghapusan piutang (F.VI)
11. Mengkoordinasikan usulan peningkatan sarana dan prasarana pelayanan pelanggan
12. Mengevaluasi pengelolaan tenaga kerja outsourcing.
13. Mengevaluasi pemetaan untuk pengisian FJ dan FTK.
14. Mengevaluasi kebutuhan rencana dan hasil diklat.
15. Memverifikasi pengantar rawat Inap dan rawat jalan Pegawai dan pensiunan.
16. Mengkoordinasikan surat ijin Pegawai
17. Memonitor masa berlakunya asuransi PDKB.
18. Memonitor operasional kendaraan dinas, fasilitas kantor dan pemeliharaan Gedung.
19. Mengkoordinasikan proses pelanggaran disiplin pegawai (SK Tim Investigasi).
20. Memonitor Pelaksanaan Sertijab, kegiatan protokoler
21. Mengevaluasi permintaan perlengkapan K3 / APK, tunjangan kecelakaan kerja,
permohonan SPPD
22. Memonitor dan mengevaluasi laporan Pajak.
23. Memonitor perhitungan dana PPJ, PPN, dan Bea Meterai.
24. Memonitor Kinerja terkait Bagian Pelayanan dan Administrasi.
25. Mengevaluasi Anggaran Investasi, Anggaran Operasi dan Cash Budget
26. Memverifikasi dan validasi terhadap kelengkapan transaksi pembayaran
27. Mensupervisi proses bisnis fungsi Pelayanan dan Administrasi ke Rayon
28. Mengevaluasi pelaporan bulanan pada fungsi Pelayanan dan Administrasi
29. Mengkoordinir usulan Pengembangan karir pegawai.
30. Melaksanakan tugas / kegiatan yang ditetapkan pada cascading KPI atasannya
31. Menyusun Sistem Manajemen Unjuk Kerja setiap semester tahun berjalan
32. Memantau dan membina pencapaian Sasaran Unjuk Kerja Individu bawahannya
33. Membina kompetensi dan karir bawahannya, melalui Diklat Profesi, diklat dan
penjenjangan.

Hubungan Kerja :
c. Asisten Manajer Perencanaan Dan Evaluasi
Tugas Pokoknya adalah Bertanggung jawab atas :

Mengevaluasi usulan kegiatan yang berkaitan dengan Perencanaan.


Mengevaluasi pencapaian target kinerja.

Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana tersebut diatas, Asisten Manajer Perencanaan
Dan Evaluasi mempunyai tugas:

1. Menyusun Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) Rencana Bisnis


Perusahaan (RBP)
2. Menyusun Laporan Manajemen & Laporan Hasil Penilaian Tingkat Kinerja (LPTK)
Area
3. Menyusun usulan Anggaran Investasi (AI) dan Operasi (AO)
4. Menyusun Biaya Pembangkit sistem Isolated
5. Menyusun Prakiraan Beban untuk jangka Menengah dan Panjang
6. Menyusun Master Plan Pengembangan Jaringan Distribusi
7. Melakukan verifikasi dan mengevaluasi usulan pembangunan Lisdes
8. Mengevaluasi dan mengendalikan Program Rencana Kerja (PRK) pekerjaan
Investasi dan Operasi sesuai RKAP, dan realisasi penyerapannya
9. Mengkoordinir dan mengevaluasi pencapaian target Kinerja Perusahaan
10. Mengkoordinasikan rencana perluasan jaringan distribusi dengan bagian terkait
11. Mengevaluasi Kajian Kelayakan Operasi dan Kajian Kelayakan Finansial (KKO,
KKF)
12. Mengevaluasi data neraca energi ( Laporan 12 RB )
13. Mengkoordinasikan Implementasi aplikasi, pemeliharaan peralatan utama (Security
Management, Network, back up) serta optimalisasi teknologi informasi di Area dan
Rayon untuk menunjang kelancaran operasional
14. Mengkoordinasikan kegiatan mapping data induk jaringan (DIJ) dan pelanggan
sesuai dengan Standard Operational Procedure (SOP) untuk menunjang keakuratan
data induk jaringan dan pelanggan di lapangan
15. Melaksanakan tugas / kegiatan yang ditetapkan pada cascading KPI atasannya
16. Menyusun Sistem Manajemen Unjuk Kerja setiap semester tahun berjalan
17. Memantau dan membina pencapaian Sasaran Unjuk Kerja Individu bawahannya
18. Membina kompetensi dan karir bawahannya, melalui Diklat Profesi, diklat dan
penjenjangan

Hubungan Kerja :

d. Asisten Manajer Konstruksi


Tugas Pokoknya adalah Bertanggung jawab atas :

Memverifikasi spesifikasi peralatan dan material

Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana tersebut diatas, Asisten Manajer Konstruksi
mempunyai tugas:

1. Menyiapkan detail rencana pengawasan konstruksi sesuai kontrak sumber dana


SKKI/SKKO/APBN/LOAN maupun Pekerjaan Fihak Ketiga (PFK) yang
memerlukan pembangunan jaringan distribusi baru
2. Mengevaluasi kelayakan teknis Pedoman Rencana Kerja (PRK) Program Pemasaran
dan Non Pemasaran
3. Memverifikasi spesifikasi peralatan dan material yang digunakan memenuhi standar/
desain konstruksi, SPLN / standar teknik lainnya
4. Melaksanakan koordinasi dengan UPI maupun UP untuk pengadaan MDU/ non
MDU untuk pekerjaan konstruksi jaringan Distribusi
5. Melakukan pengelolaan material barang gudang dan persediaan untuk menjaga
kontinuitas penyediaan dan pengamanan material
6. Mengkoordinasikan dan mengoperasikan pelaksanaan PB/PD pelanggan yang
memerlukan penambahan/pengurangan asset jaringan distribusi.
7. Mengkoordinasikan Pemasangan APP dengan Bagian TEL
8. Mengevaluasi berita acara penyambungan
9. Menyiapkan TOR sesuai kaidah pelelangan yang berlaku
10. Mengkoordinasikan pelaksanaan TOR sesuai desain/standar konstruksi dalam
kontrak pembangunan dan rehabilitasi jaringan distribusi
11. Mengkoordinasikan pelaksanaan dan pengendalian konstruksi jaringan distribusi
yang memenuhi kaidah aman dan andal dalam rangka memperoleh sertifikasi laik
operasi (SLO)
12. Mengkoordinasikan pelaksanaan updating Data Induk Jaringan distribusi yang telah
siap dioperasikan dengan bagian perencanaan.
13. Melaksanakan tugas / kegiatan yang ditetapkan pada cascading KPI atasannya
14. Menyusun Sistem Manajemen Unjuk Kerja setiap semester tahun berjalan
15. Memantau dan membina pencapaian Sasaran Unjuk Kerja Individu bawahannya
16. Membina kompetensi dan karir bawahannya, melalui Diklat Profesi, diklat dan
penjenjangan

Hubungan Kerja :

e. Asisten Manajer Jaringan


Tugas Pokoknya adalah Bertanggung jawab atas :
Menyetujui usulan RKAP bidang distribusi
Menyetujui rencana kegiatan PDKB.
Memutuskan, merekomendasi SOP pekerjaan Operasi, Efisiensi, Pemeliharaan,
Pengukuran Jaringan Distribusi dan Pembangkitan Tenaga Listrik.
Menyetujui Progres Fisik dan Progres Penyelesaian pekerjaan pemeliharaan /
pengembangan Jaringan Distribusi yang dilaksanakan Fihak ketiga.
Mengusulkan pengembangan kompetensi dan kenaikan jenjang karier supervisor /
staf.

Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana tersebut diatas, Asisten Manajer Jaringan
mempunyai tugas:

1. Menyusun usulan RKAP bidang jaringan, untuk memenuhi jadwal yang ditetapkan
Kantor Distribusi.
2. Mengatur dan mengendalikan operasi sistem distribusi tenaga listrik, untuk
mencapai standard sistem keandalan dan tingkat mutu pelayanan yang ditetapkan.
3. Mengatur kegiatan pemeliharaan jaringan tenaga listrik untuk meningkatkan
keandalan sistem distribusi tenaga listrik.
4. Mengatur dan mengevaluasi kegiatan pelaksanaan PDKB TM melalui Surat Perintah
Pelaksanaan Pekerjaaan (SP2B) dan Surat Perintah Pengawasan dan Pelaksanaan
Pekerjaan (SP3B) termasuk pengujian peralatan PDKB untuk menekan jumlah dan
lama padam.
5. Mengawasi, mengkoordinir pelaksanaan pekerjaan Pelayanan Teknik.
6. Mengkoordinir penyusunan rencana kerja dan anggaran pemeliharaan fisik jaringan
distribusi dan Pembangkit, proteksi, telekomunikasi dan peralatan pendukungnya
khususnya pemeliharaan preventif, untuk pedoman pelaksanaan kerja tahunan.
7. Memverifikasi dan mengevaluasi kinerja asset Jaringan dan Pembangkit
8. Mengevaluasi SAIDI/SAIFI, gangguan /100kms, gangguan per penyulang, Trafo,
JTR, SR dan APP.
9. Mengevaluasi SFC/SLC, gangguan dan jam operasi pembangkit
10. Mengkoordinasikan pelaksanaan updating DIJ yang telah selesai dioperasikan,
dengan bagian perencanaan.
11. Menentukan prioritas pekerjaan pemeliharaan jaringan ( JTM, GTT, JTR dan SR)
dan pemeliharaan pembangkitan (TO,SO,MO).
12. Mengevaluasi pembebanan gardu distribusi untuk ditindak lanjuti dengan
pemeliharaan.
13. Mengevaluasi hasil sampling pengukuran tegangan jatuh / flicker / harmonisa
(Power Quality) dan besaran listrik lainnya di pelanggan.
14. Memutuskan pemadaman/pemulihan gangguan sifatnya sementara/emergency
15. Membuat target kinerja supervisor, dan fungsional ahli sebagai tolok ukur
keberhasilan kerja.
16. Mengevaluasi kinerja Bagian Jaringan secara berkala, untuk mencapai target kinerja.
17. Melaksanakan tugas / kegiatan yang ditetapkan pada cascading KPI atasannya
18. Menyusun Sistem Manajemen Unjuk Kerja setiap semester tahun berjalan
19. Memantau dan membina pencapaian Sasaran Unjuk Kerja Individu bawahannya
20. Membina kompetensi dan karir bawahannya, melalui Diklat Profesi, diklat dan
penjenjangan.

Hubungan Kerja :

e. Asisten Manajer Transaksi Energi Listrik


Tugas Pokoknya adalah Bertanggung jawab atas :

Merekomendasikan hasil baca meter pelanggan untuk pembuatan rekening.


Merekomendasikan SOP untuk pengoperasian AMR.
Merekomendasikan usulan penetapan SKKO/SKKI
Merekomendasikan / memverifikasi hasil baca Incoming GI / PCT untuk transaksi
TSA/PSA.
Menetapkan kelayakan APP yang terpasang di Pelanggan dan menanda-tangani berita
acara hasil pengujian / komisioning dan setting proteksi / pembatas daya untuk relay
pelanggan.

Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana tersebut diatas, Asisten Manajer Jaringan
mempunyai tugas:

1. Mengkoordinasikan pelaksanaan manajemen baca meter


2. Mengevaluasi proses billing dan rekapitulasi penjualan
3. Melakukan koordinasi dengan penanggung jawab AP2T (Aplikasi Pelayanan
Pelanggan Terpusat) terkait dengan proses billing.
4. Menyusun usulan biaya operasi dan investasi serta data pendukung RKAP terkait
dengan Treansaksi Enerji Listrik.
5. Memonitoring dan mengendalikan realisasi penggunaan anggara SKKI/SKKO yang
terbit terkait dengan pekerjaan Transaksi Enerji Listrik.
6. Mengkoordinasikan kegiatan operasional, pemeliharaan peralatan dan out AMR serta
jaringan komunikasi datanya.
7. Mengevaluasi hasil pembacaan AMR pelanggan dan incoming / outgoing Gardu
Induk, GTT serta PCT.
8. Memonitoring pelanggan / pembangkit terkait nilai pemakaian energi (IPP)
9. Mengkoordinasikan pemasangan maupun pemeliharaan APP dan sistem AMR
10. Mengevaluasi rencana pekerjaan pemeliharaan APP (tera ulang, meter rumah kotak
APP, relay pembatas dan CT/PT pengukuran) di pelanggan secara berkala.
11. Mengevaluasi hasil sampling APP dari hasil peneraan Metrologi dan hasil ulang fihak
ketiga.
12. Mengevaluasi hasil pengujian fungsi dan material alat pengukur, pembatas
kelengkapannya (CT/PT dan relay).
13. Memonitoring manajemen APP, segel dan AMR.
14. Memverifikasi kegiatan Wiring dan Setting APP
15. Mengevaluasi kegiatan Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL).
16. Memonitoring pelaksanaan ISO untuk manajemen APP dan AMR.
17. Mengevaluasi hasil ukur (kwh, kvarh, beban kosiden) PSA/TSA terurai dengan
Region
18. Mengevaluasi laporan kegiatan pengukuran energi pelanggan potensial secara
berkala.
19. Memverifikasi data penertiban PJU.
20. Memonitoring pelaksanaan Perintah Kerja yang terbit.
21. Mengkoordinasikan dengan instansi Kepolisian untuk kegiatan P2TL
22. Melaksanakan tugas / kegiatan yang ditetapkan pada cascading KPI atasannya
23. Menyusun Sistem Manajemen Unjuk Kerja setiap semester tahun berjalan
24. Memantau dan membina pencapaian Sasaran Unjuk Kerja Individu bawahannya
25. Membina kompetensi dan karir bawahannya, melalui Diklat Profesi, diklat dan
penjenjangan.

Hubungan Kerja :

Gambaran Lokasi PLN Persero APJ Malang

Lokasi PLN Persero APJ Malang terletak di Jalan Jendral Basuki Rahmad No. 100
Malang 65111. APJ atau Area Pelayanan dan Jaringan Malang memiliki 14 Unit Pelayanan
dan Jaringan atau disingkat UPJ.

Tabel Lokasi PLN Persero UPJ Malang

Nama Unit Alamat

Unit Pelayanan dan Jaringan Lawang Jl. Pungkur Argo No 2 Lawang

Unit Pelayanan dan Jaringan Bululawang Jl. Raya Bululawang

Unit Pelayanan dan Jaringan Batu Jl. Trunojoyo No. 14 Batu

Unit Pelayanan dan Jaringan Singosari Jl. Kertanegara No. 7 Singosari


Unit Pelayanan dan Jaringan Kepanjen Jl. Panji 2 Kepanjen

Unit Pelayanan dan Jaringan Tumpang Jl. Raya Tulus Ayu Tumpang

Unit Pelayanan dan Jaringan Gondanglegi Jl. P. Diponegoro 16 Gondanglegi

Unit Pelayanan dan Jaringan Ngantang Jl. Raya Ngantang

Unit Pelayanan dan Jaringan Dinoyo Jl. MT. Haryono 189 Malang

Unit Pelayanan dan Jaringan Blimbing Jl. Raya Mangliawan Malang

Unit Pelayanan dan Jaringan Kota Jl. Basuki Rahmat 100 Malang

Unit Pelayanan dan Jaringan Kebonagung Jl. Satsui Tubun No 28 Malang

Unit Pelayanan dan Jaringan Dampit Jl. Gunung Jati 11 Ds. Dampit

Jl. Basuki Rahmat Krg.kates No. 9


Unit Pelayanan dan Jaringan Suberpucung
Suberpucung
UPJ (Unit Pelayanan Jaringan)

Secara garis besar PT. PLN Rayon Dampit terdiri dari dua fungsi utama, yaitu Unit
Pelayanan dan Unit Jaringan.

Kegiatan operasional PT. PLN (Persero) Rayon Dampit meliputi Pelayanan gangguan
listrik, penyediaan aliran listrik, pelayanan produksi pasang aliran listrik, serta melakukan
penagihan kepada pelanggan atas pemakaian daya dan energi listrik yang merupakan piutang
usaha (piutang listrik) bagi perusahaan.

Visi :

Menjadi pengelola distribusi tenaga listrik yang efisien, andal dan berkualitas dengan
pelayanan ekselen

Misi :

1. Mengelola distribusi tenaga listrik yang berorientasi pada kepuasan pelanggan dan
anggota perusahaan
2. Mendistribusikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan
masyarakat dan menjadi pendorong kegiatan ekonomi
3. Mengelola distribusi tenaga listrik yang aman terhadap lingkungan
Struktur Organisasi PT. PLN (Persero) Rayon Dampit

MANAJER RAYON DAMPIT (PLT)

M SABARILYAS

ANIK MASRUROH AN KINERJA RAYON

Spv. Administrasi (PLT) Spv. Teknik


RIZKY APRIlLIANI R SUDARNO
FATATUL MUSTAQILAH JA PELAYANAN PELANGGAN HARDIANTO JT PEMELIHARAAN DISTRIBUSI
Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi Pada PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan dan
Jaringan (UPJ)

PT.PLN (Persero) Unit Pelayanan dan Jaringan berkedudukan atau mempunyai


wilayah kerja di eks PT.PLN (Persero) Unit Pelayanan (UP) atau eks PT.PLN (Persero) Unit
Pelayanan dan Jaringan (UPJ) eksisting.
Dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab, Manajer Unit Pelayanan dan Jaringan
(MUPJ) dibantu oleh Supervisor / Tenaga Fungsional serta bertanggung jawab kepada
Manajer Area Pelayanan dan Jaringan (MAPJ).
Manajer Unit Pelayanan dan Jaringan (MUPJ) diangkat dan diberhentikan oleh
General Manager dan Supervisor diangkat dan diberhentikan oleh Manajer Area Pelayanan
dan Jaringan (MAPJ), adapun tugas pokok dan fungsinya adalah sebagai berikut :
a. Manajer Unit Pelayanan dan Jaringan (MUPJ)
Tugas pokok:

Mewakili perusahaan baik didalam maupun diluar pengadilan


Mewakili perusahaan berhubungan dengan pihak internal dan eksternal
Menandatangani produk hukum / kontrak (SPK , SPJBTL , dll )
Menyetujui pembayaran
Menerbitkan SK pegawai sesuai kewenangan.
Menetapkan target kinerja sub unit pelaksana

Untuk melaksanakan tanggung jawab sebagaimana disebutkan diatas, Manajer Unit


Pelayanan dan Jaringan mempunyai tugas sebagai berikut :

1. Mengkoordinasikan tugas untuk mencapai target kinerja perusahaan.


2. Mengkoordinasikan pengelolaan Pelayanan pelanggan, pengelolaan rekening,
Operasi dan pemeliharaan tenaga listrik, Pengendalian losses,Pembangkit serta
Keuangan dan administrasi.
3. Mengkoordinasikan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) sesuai kewenangannya
untuk memenuhi target dan citra perusahaan.
4. Memonitoring pelaksanaan sosialisasi K3 untuk keselamatan dan keamanan dalam
bekerja.
5. Memonitoring pelaksanaan Action Plan strategi pencapaian target kinerja perusahaan.
6. Memonitoring dan mengendalikan operasi dan pemeliharaan jaringan distribusi untuk
mempertahankan keandalan pasokan energi tenaga listrik.
7. Mengevaluasi dan bertanggung jawab atas updating data pelanggan (PDPJ) untuk
ketertiban administrasi pelanggan.
8. Memonitoring dan mengevaluasi penerimaan dan pengeluaran dana imprest untuk
kelancaran operasional perusahaan.
9. Memonitoring dan mengevaluasi atas piutang lancar menjadi piutang ragu-ragu dan
pengusulan penghapusannya ke Area untuk pengendalian manajemen dalam
pengambilan keputusan
10. Mengevaluasi penagihan kembali piutang ragu-ragu maupun piutang yang telah
dihapuskan untuk meningkatkan pendapatan.
11. Mengkoordinasikan penandatanganan produk hukum sesuai dengan kewenangannya.
12. Mengkoordinasikan dan mempertanggungjawabkan permasalahan hukum yang terjadi
di wilayah kerjanya.
13. Mengkoordinasikan kegiatan perusahaan baik di dalam maupun di luar pengadilan.
14. Mengkoordinasikan kewenangan lain sesuai dengan Surat Kuasa dari Manajer Area
15. Mengevaluasi pelaksanaan kontrak kerja sama dengan pihak ketiga untuk menjaga
agar pekerjaan dilaksanakan sesuai kontrak
16. Memonitoring dan mengevaluasi Listrik Pra Bayar
17. Memonitoring dan mengevaluasi penyelesaian klaim, tuntutan ganti rugi / santunan
atas terjadinya kecelakaan ketenagalistrikan yang dialami masyarakat untuk citra
perusahaan yang baik di masyarakat
18. Memonitoring dan mengevaluasi pelaksanaan dan hasil Penertiban Pemakaian Tenaga
Listrik (P2TL) untuk menekan losses
19. Memonitoring dan mengevaluasi atas penyusunan dan pencapaian Tingkat Mutu
Pelayanan (TMP) untuk menentukan target tingkat pelayanan kepada pelanggan.
20. Melaksanakan tugas / kegiatan yang ditetapkan pada cascading KPI atasannya
21. Menyusun Sistem Manajemen Unjuk Kerja setiap semester tahun berjalan
22. Memantau dan membina pencapaian Sasaran Unjuk Kerja Individu bawahannya
23. Membina kompetensi dan karir bawahannya, melalui Diklat Profesi dan diklat
penjenjangan.
24. Menyusun laporan rutin sesuai bidang tugasnya.
Hubungan Kerja :

b. Ahli Kinerja Rayon


Tugas pokok:

Mengevaluasi dan menganalisa serta mendukung pencapaian kinerja Rayon sesuai


target yang telah ditetapkan Area

Untuk melaksanakan tanggung jawab sebagaimana disebutkan diatas, Ahli Kinerja Rayon
mempunyai fungsi sebagai berikut :

1. Mengkoordinasikan laporan kinerja Rayon bersama Supervisor terkait


2. Melakukan konseling dan validasi data lintas fungsi
3. Mengevaluasi kwh jual / pemakaian Tenaga Listrik Pelanggan
4. Mengevaluasi kwh beli / kwh produksi
5. Mengevaluasi susut
6. Mengevaluasi Tingkat Mutu Pelayanan dan Kepuasan Pelanggan
7. Melaksanakan tugas / kegiatan yang ditetapkan pada cascading KPI atasannya.
8. Menyusun Sistem Manajemen Unjuk Kerja setiap semester tahun berjalan.
9. Menyusun laporan rutin sesuai bidang tugasnya

Hubungan Kerja :
c. Supervisor Administrasi

Tugas pokok:

Memastikan hasil kinerja baca meter outsourcing.


Menyiapkan Laporan piutang pelanggan.
Memastikan ketetapan layanan sesuai batas kewenangan manajemen setempat.
Mengesahkan koreksi rekening dan rekening susulan
Mengesahkan reduksi rekeningn listrik akibat kesalahan baca meter
Memastikan bukti pembayaran sesuai dengan jumlah yang ditetapkan
Mengolah permintaan dropping ke Area
Memastikan biaya operasional dan pemakaian material Rayon
Melaksanakan klasifikasi bukti kwitansi

Untuk melaksanakan tanggung jawab sebagaimana disebutkan diatas, Supervisor


Administrasi mempunyai fungsi sebagai berikut :

4. Menyiapkan data daftar tunggu.


5. Mengolah penjualan energi dan peningkatan pendapatan.
6. Melaksanakan perhitungan Proyeksi Penjualan Energi Listrik.
7. Melaksanakan sosialisasi dan promosi produk2 PLN.
8. Melaksanakan proses administrasi Penyambungan Baru, Perubahan Daya dan
Penyambungan Sementara.
9. Melaksanakan penyelesaian tagihan lain-lain (P2TL, Kurang Tagih).
10. Melaksanakan Penerbitan SIP / SPJBTL.
11. Melaksanakan pemeliharaan PK penyambungan dan hasil mutasi PDL
12. Memonitor DPM dan memelihara RBM.
13. Mengevaluasi data hasil pembacaan meter dan memproses menjadi rekening.
14. Memonitor pengendalian baca meter dan menindak lanjuti LBKB.
15. Melaksanakan pembinaan petugas Pembaca meter.
16. Melaksanakan Administrasi Piutang Pelanggan Lancar
17. Melaksanakan pengendalian saldo piutang
18. Melaksanakan legalisasi rekening TNI / Polri
19. Melaksanakan penagihan rekening PEMDA
20. Memonitor pengelolaan surat surat masuk dan keluar sesuai TLSK.
21. Melaksanakan administrasi pengadaan & pendistribusian ATK.
22. Mengolah administrasi SDM yang meliputi : absensi pegawai, penilaian kinerja
pegawai.
23. Mengolah rumah tangga kantor dan kendaraan, serta membantu pelaksanaan kegiatan
kehumasan.
24. Melaksanakan pengendalian Kas Imprest setiap hari.
25. Melakasanakan verifikasi dan validasi bukti-bukti penerimaan dan pengeluaran dana
imprest, sesuai kode akun.
26. Melaksanakan Inventarisasi piutang, material dan aktiva tetap bersama-sama dengan
Tim Inventarisasi Area
27. Melaksanakan tugas / kegiatan yang ditetapkan pada cascading KPI atasannya.
28. Menyusun Sistem Manajemen Unjuk Kerja setiap semester tahun berjalan.
29. Memantau dan membina pencapaian Sasaran Unjuk Kerja Individu bawahannya
30. Membina kompetensi dan karir bawahannya, melalui Diklat Profesi dan diklat
penjenjangan.
31. Menyusun laporan rutin sesuai bidang tugasnya.

Hubungan Kerja :

d. Supervisor Teknik

Tugas Pokok:

Menyiapkan SOP operasi dan manuver jaringan distribusi.


Memastikan jadwal dan kelayakan penyambungan,
Menyiapkan jadwal pemadaman pemeliharaan terencana
Menyiapkan rencana pengendalian dan penekanan susut
Menyiapkan rencana pemutusan sementara dan penyambungan kembali karena
pemutusan dan permintaan pelanggan

Untuk melaksanakan tanggung jawab sebagaimana disebutkan diatas, Supervisor Teknik


mempunyai fungsi sebagai berikut :

1. Mengevaluasi penekanan gangguan penyulang, trafo,JTR, dan SR, APP


2. Melaksanakan Pengoperasian Penyulang
3. Memonitor Pemeliharaan GTT dan JTR Gardu Distribusi terpadu dan tuntas (Gadis
Patas)
4. Memonitor Pelaksanaan Pelayanan Teknik ( JTM, GTT, JTR & SR APP )
5. Melaksanakan penormalan gangguan penyulang
6. Memonitor Pelaksanaan Pengukuran Beban Gardu Trafo, Tegangan Ujung
7. Memastikan perhitungan susut kWh di Jaringan Distribusi per Penyulang.
8. Melaksanakan program penekanan susut kWh disisi jaringan sesuai peta susut.
9. Menyiapkan data usulan Pengembangan Jaringan
10. Memonitor pembangunan jaringan
11. Melakukan survey & evaluasi kelayakan teknis
12. Melaksanakan Pembongkaran rampung SR APP
13. Melaksanakan Pemutusan sementara dan penyambungan kembali karena permintaan
Pelanggan
14. Melaksanakan program penekanan susut kWh sesuai peta susut dan di Titik Transaksi
15. Melaksanakan program pendataan dan penertiban PJU ilegal secara
swakelola,outsourching maupun bekerja sama dengan instansi terkait.
16. Memonitor pelaksanaan kegiatan P2TL
17. Memonitor pelaksanaan up dating validasi data pelanggan dalam penghitungan losses
per penyulang.
18. Memonitor pelaksanaan penyambungan PB, PD, ex P2TL dan Multiguna
19. Melaksanakan tugas / kegiatan yang ditetapkan pada cascading KPI atasannya
20. Menyusun Sistem Manajemen Unjuk Kerja setiap semester tahun berjalan
21. Memantau dan membina pencapaian Sasaran Unjuk Kerja Individu bawahannya
22. Membina kompetensi dan karir bawahannya, melalui Diklat Profesi dan diklat
penjenjangan.
23. Menyusun laporan rutin sesuai bidang tugasnya.
Single Line Diagram Penyulang Rayon Dampit
Penyulang Dampit
Penyulang Tirtoydo
Mekanisme Transaksi Energi Listrik

Transaksi Energi Listrik Yang diterapkan di PT.PLN (Persero) mulai dari Pembangkit sampai
Pelanggan

Dengan Pola Transaksi Single Buyer

Pembangkit Transmisi Distribusi Pelanggan

A B C

A Kesepakatan/ Perjanjian pembelian Tenaga Listrik (PPA)

B Kesepakatan/ Perjanjian transfer Penjualan Tenaga Listrik (PSA)

C Tarif Tenaga Listrik (TDL)


NERACA ENERGI
Transaksi Energi Listrik Pada Penyulang Yang Lintas Rayon

Untuk rayon yang memiliki penyulang hingga melintasi rayon lain maka diperlukan
AP (Alat Pengukur) yang berfungsi untuk mengukur energi yang digunakan oleh rayon lain
yang menggunakan penyulang tersebut. Dalam hal ini diperlukan PCT ( Potential Current
Transformer) untuk menurunkan tegangan dan arus agar bisa dibaca oleh kWh meter.

Contoh :

Rayon A
Rayon B

PCT dan LBS

Pada gambar diatas dapat dilihat penyulang dari rayon A melintasi hingga rayon B,
disini rayon B menggunakan energy dari penyulang rayon A. Untuk menghitung berapa
energi yang digunakan maka diperlukan PCT agar energi nya dapat terbaca oleh kWh meter.

Kondisi seperti ini bisa murni pemakaian atau hanya manuver saja. Untuk murni
pemakaian maka LBS pada perbatasan pada kondisi NC ( Normally Close) tapi kalau untuk
manuver LBS pada kondis NO (Normally Open) dan akan menutup saat diperlukan manuver
ke rayon B.
Kinerja Rayon Dampit

Dalam Hal Teknik

Target dari Rayon Dampit

Indikator Satuan Target Real


Kali gangguan/
Kali 20 0,071
1000 Pelanggan
SAIDI (menit/plg/thn) 230 0,05318
SAIFI (kali/plg/thn) 4,72 0,21285
Gangguan
% 1 0
Trafo/ Aset
Gangguan
Penyulang/ 100 Kali 10 0
kms
Susut % 9,99 15,36
COP Hari 0,55 0,78

Rekap perhitungan SAIDI dan SAIFI

Data SAIDI RAYON DAMPIT Th. 2013


SAIDI SAIDI
Bulan
(jam/tahun) (menit/tahun)
februari 1.884142
maret 2.12722
april 0.007685
mei 0.002307
juni 0.0002
juli 0.0117
agustus 0.00273
september 0.05318279
oktober 0.00194
november 0.25165
Desember 0.18672
total 4.52947679 271.7686074

Perhitungan SAIDI SAIFI

Total panjang seluruh penyulang :


rayon Dampit = 72,408 + 239,756 = 312,164 ms = 312,7 kms
Panjang penyulang dampit = 72,408 ms = 72,4 kms
Panjang penyulang Tirtuyudo = 239,756 ms = 239,7 kms
Total jumlah pelanggan seluruh penyulang (satu UPJ Dampit)= 55,316 Pelanggan.

Berdasarkan perhitungan SAIDI Th. 2013 didapatkan Total SAIDI Rayon Dampit adalah
261 menit/tahun= 4,33 jam/tahun. Sedangkan Target SAIDI dari APJ Malang sebesar 230
menit/tahun = 3,83 jam/tahun.

Dengan demikian, SAIDI di rayon Dampit belum mencapai target.

Perhitungan pada bulan Desember 2013 :

Contoh perhitungan pada salah satu gangguan

SAIDI
SAIFI
SAIDI SAIFI DESEMBER 2013
JUMLAH JAM X LAMA JAM FREKUENSI
No.
PENYEBAB PEMADAMAN PELANGGAN PELANGGAN PADAM RAT A- PADAM RAT A
Kode
PADAM PADAM RAT A (SAIDI) RAT A (SAIFI)
(a) (b) (c) (d) (e) (f)
A PEMADAMAN KARENA GANGGUAN
00 Kelompok sambungan tenaga listrik & APP
01a Pelebur pembatas putus/rusak. Kw h meter rusak 0 0.0000 0.00000 0.00000
01b M C B pembatas rusak. 0 0.0000 0.00000 0.00000
01c Rele dan/atau C B rusak. 0 0.0000 0.00000 0.00000
01d Pelebur putus dan LBS jatuh atau rusak. 0 0.0000 0.00000 0.00000
02 Kerusakan/Gangguan sambungan masuk pelay anan (SM P). 8 1.3333 0.00002 0.00014
03 Kerusakan/Gangguan sambungan luar pelay anan (SLP). 14 2.3333 0.00004 0.00025
04 Gangguan sambungan masuk kabel tanah. 0 0.0000 0.00000 0.00000
05 Jatuhny a pemutus karena asutan motor, pemakaian 0 0.0000 0.00000 0.00000
lebih pelanggan. 0
06a Kubikel APP/komponenny a rusak atau gagal bekerja. 0 0.0000 0.00000 0.00000
06b Kubikel TM bukan pengukuran rusak. 0 0.0000 0.00000 0.00000
06c Kubikel SAC O, AC O rusak. 0 0.0000 0.00000 0.00000
06d C T out door rusak. 0 0.0000 0.00000 0.00000
06e PT out door rusak. 0 0.0000 0.00000 0.00000
07 Kerusakan Konektor. 2 0.3333 0.00001 0.00004
08 Lain-lain. 1 0.1667 0.00000 0.00002
Jumlah 00 25 4.1667 0.00008 0.00045
10 Kelompok jaringan tegangan rendah
11 Pelebur TR putus. 4 1.6667 0.00003 0.00007
12 Gangguan dahan, pohon sehingga pelebur TR putus. 0 0.0000 0.00000 0.00000
13 Gangguan kabel tanah TR . 9 3.7500 0.00000 0.00016
14 Kerusakan papan hubung bagi TR ( al. di gardu ) 0 0.0000 0.00000 0.00000
karena beban lebih, mutu jelek dlsbny a. 0 0.0000
15 Isolator rusak. 0 0.0000 0.00000 0.00000
16 Penghantar TR putus. 0 0.0000 0.00000 0.00000
17 Kerusakan Konektor. 0 0.0000 0.00000 0.00000
18 Jumper SU TR rusak. 385 160.4167 0.00290 0.00696
19 Lain-lain. 0 0.0000 0.00000 0.00000
Jumlah 10 398 165.8333 0.00293 0.00720
20 Kelompok transformator gardu distribusi
21 Pelebur tegangan menengah putus. 211 87.9167 0.00159 0.00381
22 Bulusan akhir (terminal) kabel TM di gardu rusak. 0 0.0000 0.00000 0.00000
23 Kubikel atau komponenny a rusak. 0 0.0000 0.00000 0.00000
24 Transformator rusak. 0 0.0000 0.00000 0.00000
25a Kabel primer trafo rusak. 0 0.0000 0.00000 0.00000
25b Kabel secunder trafo rusak. 0 0.0000 0.00000 0.00000
25c Jamper trafo tiang rusak. 0 0.0000 0.00000 0.00000
25d Lightning arester rusak. 0 0.0000 0.00000 0.00000
26 Isolator trafo rusak. 0 0.0000 0.00000 0.00000
27 PM T/Lastrener terbuka. 0 0.0000 0.00000 0.00000
28 PM T terbuka/pelebur TM putus karena binatang. 0 0.0000 0.00000 0.00000
29 Lain-lain. 0 0.0000 0.00000 0.00000
Jumlah 20 211 87.9167 0.00159 0.00381
30 Kelompok tiang listrik TR dan TM
31 Tiang listrik TR roboh dilanggar kendaraan. 0 0.0000 0.00000 0.00000
32 Tiang listrik TR roboh karena tua. 0 0.0000 0.00000 0.00000
33 Tiang listrik TR roboh karena sebab lain. 0 0.0000 0.00000 0.00000
34 Kerusakan bagian - bagian tiang listrik TR kecuali 0 0.0000 0.00000 0.00000
isolator dan penghantar. 0
35 Tiang listrik TM roboh dilanggar kendaraan. 0 0.0000 0.00000 0.00000
36 Tiang listrik TM roboh karena tua. 0 0.0000 0.00000 0.00000
37 Tiang listrik TM roboh karena sebab lain. 723 301.2500 0.00545 0.01307
38 Kerusakan bagian - bagian tiang listrik TM kecuali 0 0.0000 0.00000 0.00000
isolator dan penghantar. 0
Jumlah 30 723 301.2500 0.00545 0.01307
40 SALURAN UDARA TM (SUTM)
41a Pemutus tegangan menengah terbuka,pelebur 0 0.0000 0.00000 0.00000
tegangan menengah putus karena pohon/dahan. 0
41b Pemutus tegangan menengah terbuka,pelebur tegang- 0 0.0000 0.00000 0.00000
an menengah putus karena binatang dalam gardu. 0
41c Pemutus tegangan menengah terbuka,pelebur tegangan 0 0.0000 0.00000 0.00000
menengah putus karena hujan / petir atau gangguan 0
sementara (intermittent fault y ang lain). 0
41d Pemutus tegangan menengah terbuka,pelebur tegangan 13,026 3256.5000 0.05887 0.23548
menengah putus karena sebab lain. 0
41e Rele bekerja tanpa peny ebab jelas, PM T dapat 0 0.0000 0.00000 0.00000
masuk kembali. 0
42 Komponen SU TM terbakar tetapi pemutus/pelebur 0 0.0000 0.00000 0.00000
tidak bekerja. 0
43 Kerusakan konektor 0 0.0000 0.00000 0.00000
44a SU TM putus. 0 0.0000 0.00000 0.00000
44b Jumper SU TM rusak. 0 0.0000 0.00000 0.00000
44c SU TM lepas dari Isolator. 0 0.0000 0.00000 0.00000
45 Isolator rusak. 13,026 3256.5000 0.05887 0.23548
46 C ut Out rusak. 0 0.0000 0.00000 0.00000
47 Pole Sw itch rusak. 0 0.0000 0.00000 0.00000
48 Lighning arester rusak. 0 0.0000 0.00000 0.00000
49 Lain-lain. 13,026 3256.5000 0.05887 0.23548
Jumlah 40 39,078 9769.5000 0.17661 0.70645
50 Saluran Kabel TM (SKTM)
51 PMT TM terbuka atau Pelebur TM putus karena 0 0.0000 0.00000 0.00000
gangguan kabel. 0
52 PMT TM terbuka atau Pelebur TM putus karena peng- 0 0.0000 0.00000 0.00000
galian y ang tidak sengaja (misdig) oleh PAM dlsb. 0
53 PMT TM terbuka atau Pelebur TM putus karena ke- 0 0.0000 0.00000 0.00000
rusakan bulusan peny ambung (kotak sambung) kabel. 0
54 PMT TM terbuka atau Pelebur TM putus karena 0 0.0000 0.00000 0.00000
kerusakan bulusan akhir (terminal) kabel. 0
55 PMT terbuka/pelebur TM putus karena binatang. 0 0.0000 0.00000 0.00000
56 Rele bekerja karena ikutan (sy mpthetic tripping). 0 0.0000 0.00000 0.00000
57 Rele bekerja karena beban lebih. 0 0.0000 0.00000 0.00000
58 Rele bekerja tanpa peny ebab y ang jelas, PMT 0 0.0000 0.00000 0.00000
dapat masuk kembali. 0
59 Lain-lain. 0 0.0000 0.00000 0.00000
Jumlah 50 0 0.0000 0.00000 0.00000
60 Gangguan transmisi dan gardu induk
61 Padam karena gangguan transmisi 500 kV. 0 0.0000 0.00000 0.00000
62 Padam karena gangguan transmisi 150 kV. 0 0.0000 0.00000 0.00000
63 Padam karena gangguan transmisi 70 kV. 0 0.0000 0.00000 0.00000
64 Pemadaman karena gangguan trafo gardu induk. 0 0.0000 0.00000 0.00000
65 Pemadaman karena kerusakan alat sakel / 0 0.0000 0.00000 0.00000
sw itchgear tegangan 500 atau 150 atau 70 KV. 0
66 Pemadaman karena kerusakan alat sakel / 0 0.0000 0.00000 0.00000
sw itchgear tegangan menengah. 0
67 Pemadaman karena Kendala transmisi ( beban 0 0.0000 0.00000 0.00000
lebih, tegangan turun ). 0
68 Pemadaman karena trafo gardu induk mengalami 0 0.0000 0.00000 0.00000
beban lebih ( ov er load ). 0
69 Lain-lain. 0 0.0000 0.00000 0.00000
Jumlah 60 0 0.0000 0.00000 0.00000
70 Kelompok padamnya sumber tenaga
71 Padam karena gangguan gardu induk pusat pembangkit. 0 0.0000 0.00000 0.00000
72 Padam karena gangguan penggerak mula atau 0 0.0000 0.00000 0.00000
generator pusat pembangkit. 0
73 Padam karena gangguan station serv ice pusat pembangkit. 0 0.0000 0.00000 0.00000
74 Rele pelepas beban bekerja karena gangguan gardu 0 0.0000 0.00000 0.00000
induk pusat pembangkit. 0
75 Rele pelepas beban bekerja karena gangguan penggerak 0 0.0000 0.00000 0.00000
mula atau generator pusat pembangkit. 0
76 Rele pelepas beban bekerja karena gangguan station 0 0.0000 0.00000 0.00000
serv ice pusat pembangkit. 0
77 Pemadaman secara manual karena gangguan gardu induk 0 0.0000 0.00000 0.00000
pusat pembangkit. 0
78 Pemadaman secara manual karena gangguan penggerak 0 0.0000 0.00000 0.00000
mula atau generator pusat pembangkit. 0
79 Pemadaman secara manual karena gangguan station 0 0.0000 0.00000 0.00000
serv ice pusat pembangkit. 0
79a Pemadaman sementara secara manual karena cadangan 0 0.0000 0.00000 0.00000
day a kurang. 0
79b Lain-lain. 0 0.0000 0.00000 0.00000
Jumlah 70 0 0.0000 0.00000 0.00000
80 Kelompok bencana alam
81 Angin kencang. 0 0.0000 0.00000 0.00000
82 H ujan lebat. 0 0.0000 0.00000 0.00000
83 Banjir. 0 0.0000 0.00000 0.00000
84 Tanah longsor. 0 0.0000 0.00000 0.00000
85 Gempa bumi. 0 0.0000 0.00000 0.00000
86 Kebakaran. 0 0.0000 0.00000 0.00000
87 Lain-lain. 0 0.0000 0.00000 0.00000
Jumlah 80 0 0.0000 0.00000 0.00000
SUB JUMLAH A 40,435 10328.6667 0.18665 0.73098
B PEMADAMAN TERENCANA
90 Kelompok Pemadaman terencana
91 Karena pembangunan. 0 0.0000 0.00000 0.00000
92 Karena pemeliharaan. 0 0.0000 0.00000 0.00000
93 Karena pelaksanaan perubahan tegangan menengah. 0 0.0000 0.00000 0.00000
94 Karena pelaksanaan perubahan tegangan rendah. 0 0.0000 0.00000 0.00000
95 Karena pelaksanaan rehabilitasi. 0 0.0000 0.00000 0.00000
96 Karena pelebaran jalan. 0 0.0000 0.00000 0.00000
97 Pemadaman bergilir karena cadangan day a kurang. 0 0.0000 0.00000 0.00000
98 Lain-lain. 0 0.0000 0.00000 0.00000
SUB JUMLAH B 0 0.0000 0.00000 0.00000

JUMLAH A + B 40,435 10328.6667 0.18665 0.73098


JUMLAH TOTAL 40,435 10328.6667 0.18665 0.73098

JUMLAH PELANGGAN 55,316


Keterangan :
- SAIDI = System Average Interruption Duration Index ; SAIFI = System Average Interruption Frequency Index
Jenis Gangguan Pada Penyulang :

KODE PENYEBAB GANGGUAN YANG MEMADAMKAN PENYULANG

A EKSTERNAL

000 GANGGUAN TIDAK DIKETAHUI ( RECLOSE BAIK )


001 GANGGUAN TIDAK DIKETAHUI DAN BERSAMAAN DENGAN SAMBARAN PETIR ( RECLOSE BAIK )
002 GANGGUAN TIDAK DIKETAHUI ( GANGGUAN TETAP , TETAPI SETELAH DITELUSURI DAN DIMASUKKAN BERTAHAP , PENYEBAB TIDAK

100 RANTING POHON MENYENTUH JARINGAN SUTM


101 POHON ROBOH KARENA BERBAGAI SEBAB ( PENEBANGAN , TANAH LONGSOR , POHON TUA )
102 SAMPAH JARINGAN ( BENDA YANG MENEMPEL PADA JARINGAN )
103 RANTING POHON / LAYANG -2 / BENDA LAIN TERBANG MENEMPEL PADA JARINGAN

200 GANGGUAN IML PELANGGAN TEGANGAN MENENGAH


201 BINATANG TERSENTUH JARINGAN
202 KECELAKAAN KERJA EKSTERNAL PLN
203 KECELAKAAN KERJA INTERNAL PLN ( PDKB DAN NON PDKB )
204 JARINGAN SUTM TERSENTUH BANGUNAN TINGGI
205 JARINGAN SUTM TERSENTUH ( KEROBOHAN ) ANTENA TV / TOWER KOMUNIKASI / PAPAN REKLAME / UMBUL-2 / PJU
206 JARINGAN SUTM TERTABRAK KENDARAAN / TERSENTUH KENDARAAN
207 JARINGAN KABEL TANAH TERKENA GANCU PADA SAAT PEKERJAAN PENGGALIAN TANAH
208 JARINGAN SUTM ROBOH KARENA PELAKSANAAN PEKERJAAN PIHAK LAIN ( MISAL : PELEBARAN JALAN , PEMBANGUNAN GORONG-2 )
209 JARINGAN SUTM ROBOH / BERANTAKAN KARENA ANGIN PUTING BELIUNG
210 JARINGAN SUTM TERKENA LEMPARAN BENDA OLEH PIHAK EKSTERNAL

B INTERNAL

300 TAHANAN ISOLASI HANG ISOLATOR BREAKDOWN


301 TAHANAN ISOLASI PIN ISOLATOR BREAKDOWN
302 TAHANAN ISOLASI CUT OUT BREAKDOWN
303 TAHANAN ISOLASI LIGHTNING ARRESTER BREAKDOWN
304 TAHANAN ISOLASI LBS/PGS/AVS BREAKDOWN

400 SAMBUNGAN KONDUKTOR PUTUS ( PADA BERBAGAI TITIK SAMBUNGAN TM )


401 KONDUKTOR PUTUS ( TIDAK PADA SAMBUNGAN ) BUKAN KARENA KEROBOHAN POHON / BENDA LAIN
402 GROUND WIRE PUTUS MENGENAI JARINGAN SUTM
403 IKATAN KONDUKTOR PADA ISOLATOR (BINDING WIRE) LEPAS SEHINGGA KONDUKTOR MENYENTUH TRAVERSE
404 ANDONGAN KONDUKTOR KENDOR SEHINGGA TERJADI GANGGUAN ANTAR FASA / FASA TANAH
405 TRAVERSE MIRING SEHINGGA TERJADI SENTUHAN ANTAR FASA / FASA TANAH
406 TIANG MIRING SEHINGGA TERJADI SENTUHAN ANTAR FASA / FASA TANAH
407 TIANG SISIPAN / TIANG SUTR / KAWAT TRECK SCHOOR / JARINGAN MULTIMEDIA ICON PLUS MENYENTUH JARINGAN
408 TIANG PATAH KARENA TIDAK DAPAT MENAHAN BEBAN MEKANIS
409 TIANG SAMBUNGAN ( VERLING STICK ) PATAH KARENA TIDAK DAPAT MENAHAN BEBAN MEKANIS

500 TERMINASI KABEL TANAH RUSAK


B INTERNAL

300 TAHANAN ISOLASI HANG ISOLATOR BREAKDOWN


301 TAHANAN ISOLASI PIN ISOLATOR BREAKDOWN
302 TAHANAN ISOLASI CUT OUT BREAKDOWN
303 TAHANAN ISOLASI LIGHTNING ARRESTER BREAKDOWN
304 TAHANAN ISOLASI LBS/PGS/AVS BREAKDOWN

400 SAMBUNGAN KONDUKTOR PUTUS ( PADA BERBAGAI TITIK SAMBUNGAN TM )


401 KONDUKTOR PUTUS ( TIDAK PADA SAMBUNGAN ) BUKAN KARENA KEROBOHAN POHON / BENDA LAIN
402 GROUND WIRE PUTUS MENGENAI JARINGAN SUTM
403 IKATAN KONDUKTOR PADA ISOLATOR (BINDING WIRE) LEPAS SEHINGGA KONDUKTOR MENYENTUH TRAVERSE
404 ANDONGAN KONDUKTOR KENDOR SEHINGGA TERJADI GANGGUAN ANTAR FASA / FASA TANAH
405 TRAVERSE MIRING SEHINGGA TERJADI SENTUHAN ANTAR FASA / FASA TANAH
406 TIANG MIRING SEHINGGA TERJADI SENTUHAN ANTAR FASA / FASA TANAH
407 TIANG SISIPAN / TIANG SUTR / KAWAT TRECK SCHOOR / JARINGAN MULTIMEDIA ICON PLUS MENYENTUH JARINGAN
408 TIANG PATAH KARENA TIDAK DAPAT MENAHAN BEBAN MEKANIS
409 TIANG SAMBUNGAN ( VERLING STICK ) PATAH KARENA TIDAK DAPAT MENAHAN BEBAN MEKANIS

500 TERMINASI KABEL TANAH RUSAK


501 SAMBUNGAN KABEL TANAH (JOINTING) RUSAK
502 KEGAGALAN ISOLASI KABEL TANAH / KABEL UDARA ( TEMBUS ANTAR FASA ATAU FASA TANAH )
503 GANGGUAN PERALATAN DISTRIBUSI ( TRAFO / KWH EXIM / PMCB / RECLOSER / ( KUBIKEL PLN DI GI / GH / PELANGGAN TM )

600 SIMPATETIK TRIP


601 BERSAMAAN DENGAN PUTUSNYA FUSE CUT OUT JARINGAN DAN SISI HILIR TIDAK DITEMUKAN GANGGUAN
602 BERSAMAAN DENGAN PUTUSNYA FUSE CUT OUT GARDU TRAFO DAN TRAFO DALAM KEADAAN BAIK
603 BERSAMAAN DENGAN PELEPASAN CUT OUT
604 BERSAMAAN DENGAN PELEPASAN LBS
605 BERSAMAAN DENGAN PEMASUKAN CUT OUT , SISI HILIR TIDAK ADA GANGGUAN
606 BERSAMAAN DENGAN PEMASUKAN LBS , SISI HILIR TIDAK ADA GANGGUAN
607 BEBAN OVERLOAD KARENA MANUVER JARINGAN

edisi 2 Januari 2013


CATATAN TIDAK ADA PENYEBAB KARENA " SEBAB LAIN "
JIKA ADA GANGGUAN YANG BELUM ADA KODENYA , AGAR DIMASUKKAN PADA KODE GANGGUAN YANG MENDEKATI .
SELANJUTNYA JENIS GANGGUAN YANG BELUM ADA KODENYA AKAN DITAMBAHKAN ( MOHON INFORMASI JENIS GANGGUAN YANG BE
Pemadan

Definisi Pemadaman

Pemadaman listrik adalah saat terhentinya pasokan aliran listrik ke pelanggan.

Jenis Pemadaman

Secara umum listrik padam dapat disebabkan karena hal-hal sebagai berikut :

1. Pemadaman Terencana :

Pemadaman yang diakibatkan adanya kegiatan yang telah direncanakan oleh PLN yang
mengharuskan terhentinya aliran listrik PLN ke Pelanggan.

a. Penambahan peralatan jaringan.

b. Pemeliharaan Preventif (Preventive Maintenence) pembangkit, penggantian kabel


konduktor (rekonduktoring) transmisi 150 KV, jaringan dan gardu yang sudah dijadwalkan
sebelumnya dengan tujuan justru untuk menjaga keandalan agar tidak terjadi kerusakan
yang lebih fatal.

2. Pemadaman Tidak Terencana (Gangguan)

Adalah pemadaman akibat terjadinya gangguan yang tidak direncanakan. Contoh :

Terganggunya suatu unit pembangkit : gangguan pada sistem pelumasan, sistem pendingin,
generator, boiler pemanas air menjadi uap.

Terganggunya jaringan / transmisi listrik : Saluran Udara Tegangan Tinggi 150 kV tersambar
petir, terkena pohon roboh, tanah longsor, trafo meledak dan lain-lain

Terganggunya instalasi pelanggan karena hubung singkat, kerusakan alat-alat listrik yang
dipakai atau beban lebih besar dari daya tersambung.

Pemadaman yang tidak direncanakan seperti ini memang tidak diberitahukan sebelumnya
karena PLN sendiri baru mengetahui pada saat terjadinya gangguan.

Upaya Pln Dalam Mengatasi Pemadaman Jaringan Distribusi

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Jaringan distribusi PLN telah dilengkapi
peralatan proteksi PLN berupa lighting arrester, pemutus,recloser serta pembumian yang
andal. Dengan peralatan yang ada maka kondisi gangguan akan terdeteksi dan diatasi dengan
cepat.

Pemicu Gangguan Yang Mengakibatkan Pemadaman Tak Terencana

Petir

Jaringan distribusi PLN telah dilengkapi dengan lightning arrester untuk meredam besar arus
listrik yang diakibatkan oleh petir. Akan tetapi jika frekuensi petir yang sangat tinggi tetap
dapat mengakibatkan kerusakan pada fasilitas jaringan listrik PLN.

Pohon

Kondisi jaringan listrik PLN yang ada di Lampung adalah jaringan listrik dengan penghantar
terbuka ( Non Insulated conductor) dan melalui daerah yang terbuka dan panjang. Daerah
terbuka itu tentunya melalui tanaman tumbuh milik masyarakat .

Jika penghantar PLN terkena ranting pohon merupakan salah satu pemicu terjadinya
gangguan. Untuk meminimalisir gangguan maka ranting dan daun pohon yang berada dekat
dengan jaringan PLN harus di pangkas. Pemangkasan ranting atau yang biasa disebut dengan
Pangkas Pohon itu dilakukan minimal tiga bulan sekali. Jarak aman antara jaringan listrik
dengan pohon adalah 2,5 meter.

Akan tetapi, kadang upaya pemangkasan ranting pohon ini menjadi terhambat bila tak
mendapat izin dari pemiliknya. Karena itu, sangat bijak bila anda merelakan ranting pohon
yang dimiliki untuk dipangkas supaya dapat meminimalkan potensi terjadinya gangguan,
demi kepentingan bersama. Pemangkasan ranting ini sebaiknya juga tidak dilakukan sendiri
oleh si pemilik, sebab cukup berbahaya jika ranting yang dipangkas berdekatan dengan
jaringan listrik. Serahkan saja pada petugas pemangkas ranting yang sudah ditunjuk oleh
PLN, untuk itu segeralah lapor ke kantor PLN terdekat bila dirasa pohon-pohon disekitar
rumah anda akan mengganggu jaringan PLN.

Untuk pemangkasan ini tidak akan dipungut biaya lagi dari pemilik pohon. Selain itu ranting
dan daun yang dipotong juga akan dibawa oleh petugas, sehingga halaman rumah Anda akan
tetap bersih. Percayalah, pohon yang telah dipangkas akan membuat pemandangan di
lingkungan rumah Anda tampak lebih rapi. Selain tentunya akan membuat pohon Anda lebih
sehat karena memiliki saat untuk meregenerasi daunnya.
Layang-Layang.

Ketika bermain layang-layang, tak jarang tali layang-layang tersangkut di jaringan listrik
PLN. Meski tampaknya sepele, tapi inilah awal timbulnya bahaya. Tali layang-layang yang
tersangkut di jaringan listrik PLN dapat menjadi penghantar dan menyebabkan terjadinya
arus hubung singkat pada jaringan.

Gangguan listrik yang disebabkan layangan semakin meningkat tiap tahun. Sebagai langkah
tindak lanjut PLN memusnahkan ribuan layang-layang yang menyangkut di Jaringan PLN di
seluruh Lampung.

Akibat Pemadaman

Pemadaman mengakibatkan kerugian baik kepada Pelanggan maupun bagi PLN.

Bagi Pelanggan

Aktivitas masyarakat yang mengalami pemadaman jelas terganggu. Bahkan, permainan


layang-layang juga dapat membahayakan jiwa. Yakni, saat terjadi gesekan antara benang
terutama yang mengandung kawatdengan jaringan listrik. Kondisi akan semakin berbahaya
bila saat itu sedang gerimis ataupun hujan. Sebab dalam keadaan basah benang layang-layang
(meski tidak dari kawat) menjadi penghantar listrik. Nah, ini bisa membahayakan jiwa setiap
pemain layang-layang, entah terbakar, tersengat (kesetrum) hingga meninggal dunia. Peran
orang tua juga sangat penting di sini. Orang tua mesti tahu permainan apa yang biasa
dilakukan anak-anak mereka dan memastikan agenda main mereka bisa berbuah malapetaka.

Bagi PLN

Jelas, akibat kondisi ini PLN mengalami kerugian. Selain tak bisa menjual listrik karena
pemadaman, PLN juga harus mengeluarkan biaya cukup besar untuk perbaikan.

Bila terjadi gangguan di rumah, pelanggan dapat mengontak Contact Center PLN 123
SOP Penormalan Gangguan Penyulang
Bagan Alir Prosedur Pelayanan Gangguan Listrik

Bagan Alur Prosedur Pemulihan Operasional Gangguan Penyulang

Standar : Recovery Time : 3 jam, Respon tanggap 45 menit (Maksimal)


Daftar SOP PLN Rayon Dampit
SOP App &P2tl

1. S O P Pemeliharaan App
2. S O P Penggantian Instalasi App Pengukuran Langsung
3. S O P Penggantian Kwh Meter
4. SOPP2TL
5. S O P P 2 T L Pengukuran Langsung Tegangan Rendah 1 Phasa
6. S O P P 2 T L Pengukuran Langsung Tegangan Rendah 3 Phasa
7. S O P P 2 T L Pengukuran Tidak Langsung Tegangan Rendah 1 Phasa
8. P 2 T L Pengukuran Tegangan Menengah Gardu Pasangan Dalam Tertutup (Kubikel
20 Kv)
9. S O P P 2 T L Pengukuran Tegangan Menengah Pasangan Dalam (Out Door)

SOP Sutr

1. S O P Pemeliharaan / Penggantiantap Konektor Tr


2. S O P Pemeliharaan Jtr Dan Perbaikan Tiang Miring
3. S O P Perbaikan Tiang Miring
4. S O P Pemeliharaan Arde / Sistem Pentanahan
5. S O P Pengoperasian Phb-Tr Baru
6. S O P Pengoperasian Sutr Baru

SOP Sutm

1. S O P Pemeliharaan Jtm Penggantian Pin Post Insulator


2. S O P Pemeliharaan Jtm Penggantian Isolator Tumpu
3. S O P Pemeliharaan / Penggantian Arrester Sutm

SOP Gardu & Trafo Distribusi

1. S O P Penggantian Trafo Distribusi Pada Gardu Tiang/ Portal (Tanpa Tegangan)


2. S O P Pemeliharaan / Instalasi Gardu Distribusi
3. S O P Pemeliharaan / Instalasi Gardu Distribusi Beton
4. S O P Pemeliharaan / Instalasi Gardu Distribusi Portal
5. S O P Penggantian Nh Fuse Di Gardu
6. S O P Pengoperasian Instalasi Kubikel Tm (Tanpa Tegangan)
GOLONGAN TARIF DASAR LISTRIK
GOLONGAN
BATAS
NO TARIF KETERANGAN
DAYA
TR/TM/TT *)

1. S-1/TR 220 VA Golongan tarif untuk keperluan pemakaian sangat kecil.

450 VA s.d. Golongan tarif untuk keperluan pelayanan sosial kecil


2. S-2/TR
200 kVA sampai dengan sedang.

di atas 200
3. S-3/TM Golongan tarif untuk keperluan pelayanan sosial besar.
kVA

450 VA s.d
4. R-1/TR Golongan tarif untuk keperluan rumah tangga kecil.
2.200 VA

3.500 VA
5. R-2/TR s.d.5.500 Golongan tarif untuk keperluan rumah tangga menengah.
VA

6.600 VA
6. R-3/TR Golongan tarif untuk keperluan rumah tangga besar.
ke atas

450 VA s.d.
7. B-1/TR Golongan tarif untuk keperluan bisnis kecil.
5.500 VA

6.600 VA
8. B-2/TR s.d. 200 Golongan tarif untuk keperluan bisnis menengah.
kVA

di atas 200
9. B-3/TM Golongan tarif untuk keperluan bisnis besar.
kVA

450 VA s.d. Golongan tarif untuk keperluan industri kecil/rumah


10. I-1/TR
14 kVA tangga.

11. I-2/TR di atas 14 Golongan tarif untuk keperluan industri sedang.


kVA s.d.
200 kVA

di atas 200
12. I-3/TM Golongan tarif untuk keperluan industri menengah.
kVA

30.000 kVA
13. I-4/TT Golongan tarif untuk keperluan industri besar.
ke atas

450 VA s.d. Golongan tarif untuk keperluan kantor pemerintah kecil


q14. P-1/TR
200 kVA dan sedang.

di atas 200
15. P-2/TM Golongan tarif untuk keperluan kantor pemerintah besar.
kVA

16. P-3/TR Golongan tarif untuk keperluan penerangan jalan umum.

Golongan tarif untuk keperluan traksi diperuntukkan


di atas 200
17. T/TM bagi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Kereta Api
kVA
Indonesia.

Golongan tarif untuk keperluan curah (bulk) untuk


di atas 200
18. C/TM keperluan penjualan secara curah (bulk) kepada
kVA
Pemegang Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik.

Golongan tarif untuk keperluan layanan khusus


diperuntukkan hanya bagi pengguna listrik yang
L/TR, TM,
19. memerlukan pelayanan dengan kualitas khusus dan yang
TT
karena berbagai hal tidak termasuk dalam ketentuan
golongan tarif S, R, B, I dan P.

*) Keterangan :
TR : Tegangan Rendah
TM : Tegangan Menengah
TT : Tegangan Tinggi

Sumber: http://www.pln-jatim.co.id/red/?m=tdl2
1. Tarif Rumah Tangga

2. Tarif Bisnis
4. Tarif Sosial
6. Tarif Industri
8. Tarif Pemerintah &PJU

9. Tarif Curah
11. Tarif Traksi

12. Layanan Khusus