Anda di halaman 1dari 11

Bahan Ajar Fisika XII 2014

Handout 9 : INDUKSI MAGNETIK


Standar : 2. Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam
Kompetensi berbagai penyelesaian masalah dan produk teknologi
Kompetensi : 2.2 Menerapkan induksi magnetik dan gaya magnetik pada
Dasar beberapa produk teknologi

Ringkasan : Medan Magnet


Materi Di sekitar sebuah magnet alam atau kawat berarus listrik terdapat
medan magnet, yaitu daerah di mana terdapat pengaruh gaya
magnet. Medan tersebut dapat digambarkan dengan garis-garis
gaya magnet. Daerah yang memiliki medan magnet kuat
digambarkan dengan garis-garis gaya yang rapat, sedangkan
daerah yang memiliki medan magnet lemah digambarkan dengan
garis-garis gaya yang renggang.
Daerah yang paling kuat pengaruhnya dinamakan kutub magnet.
Untuk sebuah magnet selalu terdapat sebuah kutub Utara dan
sebuah kutub Selatan.
Arah dari garis-garis gaya magnet :
- dari kutub Utara menuju ke kutub Selatan, di luar magnet.
- dari kutub Selatan menuju ke kutub Utara, di dalam magnet.

Medan Magnet, yaitu


U S daerah di mana terdapat
pengaruh gaya magnet

U S U U S S

Kutub-kutub magnet yang sejenis saling tolak menolak, dan kutub-


kutub tidak sejenis saling tarik menarik.

Sifat Kemagnetan Bahan


Sifat kemagnetan suatu bahan ditentukan oleh struktur
mikroskopis bahan tersebut. Berdasarkan responsnya terhadap
medan magnet, bahan dapat dibagi ke dalam tiga kelompok :
(1) Diamagnetik : Bahan yang sedikit ditolak oleh magnet. 92
Misal: seng, emas, bismut, garam dapur, karbon.
(2) Paramagnetik : Bahan yang sedikit dipengaruhi oleh magnet.
Misal: kayu, alumunium, natrium, khrom, platina.

Created By Rizki Donhery | SMAN 1 Sumatera Barat


Bahan Ajar Fisika XII 2014

(3) Ferromagnetik : Bahan yang sangat dipengaruhi oleh magnet.


Misal: nikel, besi, kobalt, alloy.
Bahan yang dipengaruhi oleh medan magnet akan memperkuat
medan magnet tersebut, sedangkan bahan yang ditolak akan
memperlemahnya. Ukuran keefektifan suatu bahan untuk
memperkuat atau memperlemah suatu medan magnet
dinyatakan oleh permeabilitas () :
< o bahan diamagnetik
> o bahan paramagnetik
>>o bahan ferromagmetik
o = 4 10-7 weber = permeabilitas ruang hampa
ampere. meter

Induksi Magnetik
Jumlah total dari garis-garis gaya dinamakan fluks magnet, ,
dengan satuan weber. Induksi magnet, B, adalah besaran vektor
yang bila dihubungkan dengan garis-garis gaya, besarnya dapat
didefinisikan sebagai jumlah garis gaya yang menembus secara
tegak lurus suatu permukaan per satuan luas permukaan
tersebut:

B=
A
dimana :
A
B = induksi magnet (tesla)
= fluks magnet (weber)
A = luas bidang yang ditembus (meter2)
1 tesla (T) = 1 weber/meter2
Arah B di suatu titik di dalam medan magnet menyinggung garis
gaya yang melalui titik tersebut.
Gejala listrik dan magnet berkaitan sangat erat. Kemagnetan tidak
hanya ditimbulkan oleh magnet alam, tetapi juga oleh kawat
konduktor berarus listrik. Pada tahun 1820, seorang ilmuwan
berkebangsaan Denmark, Hans Christian Oersted (1777 - 1851)
menemukan bahwa terjadi penyimpangan pada jarum kompas
ketika didekatkan pada kawat berarus listrik. Hal ini
menunjukkan, arus di dalam sebuah kawat dapat menghasilkan
efek-efek magnetik. Dapat disimpulkan bahwa di sekitar kawat
berarus listrik terdapat medan magnet. Oersted menemukan bahwa
arus listrik menghasilkan medan magnetik. Selanjutnya, secara
teoritis Laplace (1749 - 1827) menyatakan bahwa kuat medan 93
magnetik atau induksi magnetik di sekitar arus listrik:
1. berbanding lurus dengan kuat arus listrik,
2. berbanding lurus dengan panjang kawat penghantar,

Created By Rizki Donhery | SMAN 1 Sumatera Barat


Bahan Ajar Fisika XII 2014

3. berbanding terbalik dengan kuadrat jarak suatu titik dari


kawat penghantar tersebut,
4. arah induksi magnet tersebut tegak lurus dengan bidang yang
dilalui arus listrik.
Pada tahun 1820 oleh Biot (1774 - 1862) i
teori tersebut disempurnakan dengan
perhitungan yang didasarkan pada
rumus Ampere (1775 - 1836) yang dinyatakan B
dalam persamaan:

dengan:
i = kuat arus listrik yang mengalir dalam kawat (A),
dl = elemen panjang kawat penghantar,
r = jarak titik terhadap kawat (m),
dB = elemen kuat medan magnetik (Wb/m2),
k = konstanta yang memenuhi hubungan,

1. Induksi magnetik di sekitar kawat panjang dan lurus


Pada jarak a dari kawat panjang dan lurus yang berarus i terdapat
induksi magnet yang besarnya:
i
B= o i
2 a
dengan :
o = permeabilitas ruang hampa a
= 4 10 Wb/A.m
-7

i = arus listrik

Arah medan magnet atau garis gaya magnet di sekitar kawat


mengikuti kaidah gerakan sekrup (kaidah tangan kanan). Arah B
di suatu titik di sekitar kawat menyinggung garis gaya yang
melalui titik tersebut.
B
i

B B i
B

(a) Arah-arah B dan i dilihat dari samping (b) Arah-arah B dan i dilihat
dari atas
Keterangan :
= arah tegak lurus masuk bidang kertas / menjauhi mata. 94
= arah tegak lurus keluar bidang kertas / menuju mata.

Created By Rizki Donhery | SMAN 1 Sumatera Barat


Bahan Ajar Fisika XII 2014

2. Induksi magnetik di sekitar kawat melingkar


Pada titik yang berjarak b dari pusat lingkaran kawat, berjejari a
dan berarus i, terdapat induksi magnet yang besarnya :
N i a sin
B= o 2 2
2 (a b )
dengan b
N = jumlah lilitan kawat/bagian lingkaran
a
a = jari-jari lingkaran
Sehingga untuk titik di pusat lingkaran kawat i
(di mana b = 0, sin = sin 90o = 1) , didapat:
Ni
B= o
2a

3. Induksi magnetik pada Solenoida


Kawat melingkar berarus listrik dengan jumlah lilitan yang
banyak disebut Solenoida.
Induksi magnetik di pusat solenoida : L
o N i
B=
L
Induksi magnetik di tepi solenoida : i
Ni
B= 1 o
2 L

4. Induksi magnetik pada Toroida


Lilitan kawat solenoida yang dibentuk
menjadi melingkar disebut Toroida.
r
Induksi magnetik di sumbu toroida
berjari-jari r adalah :
Ni
B= o
2r i

Contoh Soal : 1. Sebuah kumparan kawat melingkar berjari-jari 10 cm memiliki


40 lilitan. Jika arus listrik yang mengalir dalam kumparan
tersebut 8 ampere, berapakah induksi magnetik yang terjadi di
pusat kumparan?

Diketahui: i = 8 A
r = 10 cm = 0,1 m
N = 40
Ditanya: B ... ? 95
Jawab:

Created By Rizki Donhery | SMAN 1 Sumatera Barat


Bahan Ajar Fisika XII 2014

2. Suatu solenoida yang panjangnya 2 m memiliki 800 lilitan dan


jari-jari 2 cm. Jika solenoida dialiri arus 0,5 A, tentukan
induksi magnetik:
a. di pusat solenoida,
b. di ujung solenoida.
Penyelesaian:
L=2m
N = 800
i = 0,5 A
a. B di pusat solenoida

b. B di ujung solenoida

Tugas : Tugas dikerjakan di kertas double folio dan dikumpulkan paling lambat
Terstruktur 1 minggu Terhitung Mulai Tanggal tugas diberikan.

1. Suatu bidang berbentuk lingkaran yang jari-jarinya 5 cm


ditembus oleh garis-garis gaya sebesar 2 x 10-5 weber. Di
sebuah titik yang ada di bidang tersebut ada medan magnet
sebesar ....
A. 8 militesla
B. 5 militesla
C. 4 militesla
D. 2 militesla
E. 1 militesla

2. Z
10 cm

20 cm

B = 0,5 T
Y
37

Sebuah loop kawat empat persegi panjang berukuran


96
(20 cm x 10 cm) diletakkan di dalam medan magnet B = 0,5 T
seperti pada gambar. Jumlah garis gaya yang menembus loop
tersebut adalah .

Created By Rizki Donhery | SMAN 1 Sumatera Barat


Bahan Ajar Fisika XII 2014

A. 6x10-3 Wb
B. 6x10-2 Wb
C. 6x10-1 Wb
D. 6 Wb
E. 60 Wb

3. Kawat panjang membentang pada ketinggian 10 meter dari


permukaan tanah. Jika kawat dialiri arus 6 A ke arah utara,
maka besar induksi magnet tepat 4 meter di atas tanah adalah
....
A. 1,2 x 107 T
B. 1,5 x 107 T
C. 2 x 107 T
D. 3 x 107 T
E. 6 x 107 T

4. Dua kawat lurus panjang sejajar dialiri arus yang sama 10 A


dan searah terpisah sejauh 15 cm. Jika kedua kawat mengarah
ke utara, maka induksi magnet di titik P yang terletak 10 cm
dari kawat pertama dan 5 cm dari kawat kedua adalah ....
A. 2x10-5 T ke bawah
B. 2x10-5 T ke atas
C. 5x10-5 T ke bawah
D. 5x10-5 T ke atas
E. 16x10-5 T ke bawah

5. Dua kawat lurus panjang sejajar yang dialiri arus berlawanan


arah terpisah sejauh 3 cm. Resultan induksi magnet dari
kedua kawat akan bernilai nol pada titik yang berjarak ....
dari i2.
A. 1,5 cm
B. 3,5 cm i1 = 3 A
i2 = 5 A
C. 4,5 cm
D. 7,5 cm
E. 9,5 cm 3 cm

6. Dua kawat panjang sejajar A dan B masing-masing dialiri


arus 4A dan 6A dengan arah berlawanan. Jika jarak kedua
kawat tersebut 1 meter, maka letak titik yang kuat medan
magnet nol berada pada jarak X cm dari kawat A. Nilai X 97
adalah ....
A. 20 cm
B. 40 cm

Created By Rizki Donhery | SMAN 1 Sumatera Barat


Bahan Ajar Fisika XII 2014

C. 50 cm
D. 60 cm
E. 80 cm

7. Perhatikan gambar !

40 cm
A B
Jika arus listrik yang mengalir di kawat A adalah 6 ampere
dan letak titik yang induksi magnetnya nol adalah 30 cm dari
kawat A, maka arus listrik yag mengalir di kawat B adalah .
A. 1 ampere
B. 2 ampere
C. 3 ampere
D. 4 ampere
E. 5 ampere

8. Dua kawat panjang dialiri arus, seperti tampak pada gambar.


D

30 cm 30 cm


C 30 cm E

Jika arus iC = iD = 6A, maka besar induksi magnet di titik E


akibat kawat C dan D adalah .
A. 4 3 x106T
B. 4 x 106T
C. 2 3 x106T
D. 2 2 x106T
E. 2x106T

9. Perhatikan gambar !
50 cm
q

50 cm

98
p Z
Kawat P dan q dialiri arus sama besar. Jika induksi magnet
oleh arus pada kawat q di titik z adalah B, maka induksi

Created By Rizki Donhery | SMAN 1 Sumatera Barat


Bahan Ajar Fisika XII 2014

magnet di titik z akibat kawat p dan q adalah ....


A. 4 B
B. 2 2 B
C. 2 B
D. 2 B
E. nol

10. Perhatikan gambar !

P
P=4 cm
o
120 i

Jika arus pada loop kawat sebesar 6 A, maka induksi magnet


di titik P sebesar ....
A. x 105 T
B. 1,5 x 105 T
C. 2 x 105 T
D. 2,5 x 105 T
E. 3 x 105 T

11. Seutas kawat tipis dililit melingkar diameter 2 meter. Jika


kawat dialiri arus 3A dan jumlah lilitan 9 lilitan, maka induksi
magnetik di pusat lingkaran adalah ....
A. 1,4 x 106T
B. 2,7 x 106T
C. 5,4 x106T
D. 6,0 x106T
E. 8,1 x106T

12. Suatu kawat dibentuk loop seperti pada gambar.


i=6A
r2
P
r1

Jika r1 = 5 cm dan r2 = 2 cm, maka besar induksi magnet


di titik P adalah .
A. 1,5 x 10 -5 T
B. 2,5 x 10 -5 T
99
C. 3,9 x 10 -5 T
D. 4,2 x 10 -5 T
E. 5,1 x 10 -5 T

Created By Rizki Donhery | SMAN 1 Sumatera Barat


Bahan Ajar Fisika XII 2014

13. Sebuah kawat berarus listrik i = 2 A dibentuk seperti pada


gambar.

i C

Kawat luar berjari-jari 20 cm. Kawat dalam yang berjari-jari


10 cm dililit dua kali. Induksi magnet di titik pusat kedua
lingkaran (titik C) adalah ....
A. 10-5 Wb/m2
B. 8 10-6 Wb/m2
C. 6 10-6 Wb/m2
D. 2 10-6 Wb/m2
E. 0

14. Perhatikan gambar.


i

a
P
i a

Medan magnet di titik P akibat pengaruh 2 buah kawat adalah


....
0i 0i 0i
A.
4a 2a 2a
0i 0i 0i
B.
2a 2a 2a
0i 0i
C.
4a 2a
0i 0i
D.
2a 2a
0i 0i
E.
2a 2a

15. Sebuah kawat melingkar horizontal berjari-jari 10 cm dialiri


6
arus A. Pada jarak 20 cm dari pusat lingkaran, sebuah

kawat lurus panjang vertikal dialiri arus 5 A. Kuat medan
magnet pada pusat lingkaran adalah .
100
A. 24 T
B. 17 T
C. 13 T

Created By Rizki Donhery | SMAN 1 Sumatera Barat


Bahan Ajar Fisika XII 2014

D. 10 T
E. 7 T

16.
8 cm

10A

6 cm

Pada Gambar di atas, besarnya induksi magnetik di titik P


adalah ....
A. 256 10-8 T
B. 128 10-8 T
C. 256 10-7 T
D. 128 10-7 T
E. 64 10-7 T

17. Sebuah solenoida sepanjang 40 cm. mempunyai 1000 lilitan


dan luas penampang 20 cm2. Jika solenoida dialiri arus 5 A,
maka banyaknya garis-garis gaya magnet di dalam solenoida
adalah .
A. 1,34 x 10-5 weber
B. 3,14 x 10-5 weber
C. 4,31 x 10-5 weber
D. 6,28 x 10-5 weber
E. 9,42 x 10-5 weber

18. Sebuah Solenoida dengan N lilitan dialiri arus 1,5 A sehingga


induksi magnetik di ujung solenoida x 104 Wb/m2. Jika
panjang solenoida 30 cm, maka harga N adalah ....
A. 100
B. 200
C. 300
D. 400
E. 500

19. Sebuah solenoida panjangnya 20 cm dan bergaris tengah


4 cm, terdiri dari 400 lilitan kawat. Solenoida dialiri arus 101
sebesar 3A. Jika o = permeabilitas ruang hampa, maka harga
fluks magnet di pusat solenoida tersebut adalah ....

Created By Rizki Donhery | SMAN 1 Sumatera Barat


Bahan Ajar Fisika XII 2014

A. 1,2 o weber
B. 2,4 o weber
C. 3,6 o weber
D. 4,4 o weber
E. 5,2 o weber

20. Sebuah Solenoida mempunyai 1000 lilitan dan panjangnya


20 cm dialiri arus 5 A. Jika induksi magnet di pusat solenoida
2x101T, maka permeabilitas medium di dalam Solenoida
adalah ....
A. 1 x 106 Wb/Am
B. 2 x 106 Wb/Am
C. 4 x 106 Wb/Am
D. 6 x 106 Wb/Am
E. 8 x 106 Wb/Am

102

Created By Rizki Donhery | SMAN 1 Sumatera Barat