Anda di halaman 1dari 14

Mata Pelajaran : Pembuatan Busana (Industri)

Kelas/Semester : XI

Standar Kompetensi : Menguasai dan terampil dalam menjahit saku pada busana
kerja

I. RUANG LINGKUP
A. Kompetensi Dasar
3.9 Menjelaskan teknik menjahit saku pada busana kerja secara industri
4.9 Menjahit saku pada busana kerja secara industri

B. Indikator
3.9.1 Menjelaskan pengertian saku
3.9.2 Menjelaskan macam-macam saku
3.9.3 Menjelaskan teknik menjahit saku passepoille pada busana kerja secara industri
3.9.4 Menjelaskan teknik menjahit saku vest pada busana kerja secara industri
4.9.1 Menjahit saku passepoille pada busana kerja secara industri
4.9.2 Menjahit saku vest pada busana kerja secara industri

C. Materi Pokok
a. Pengertian saku
b. Macam-macam saku
c. Teknik menjahit saku passepoille pada busana kerja secara industri
d. Teknik menjahit saku vest pada busana kerja secara industri

II. TUJUAN
3.9.1.1 Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan
pengertian saku dengan benar
3.9.2.1 Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan
macam-macam saku dengan benar
3.9.3.1 Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan teknik
menjahit saku passepoille pada busana kerja secara industri dengan benar
3.9.4.1 Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan teknik
menjahit saku vest pada busana kerja secara industri dengan benar
4.9.1.1 Disediakan peralatan menjahit peserta didik akan dapat melatih cara menjahit
saku passepoille pada busana kerja secara industri dengan teliti
4.9.2.1 Disediakan peralatan menjahit peserta didik akan dapat melatih cara menjahit
saku vest pada busana kerja secara industri dengan teliti

1
MATERI

a. Pengertian Saku

Saku adalah salah satu bagian dari busana, biasanya di sebut sebagai kantong kecil
rata yang dijahitkan pada busana. Saku berfungsi untuk menyimpan sesuatu dan juga sebagai
hiasan. Pemasangan saku dapat mempengaruhi penampilan busana secara keseluruhan,
Dalam sebuah pakaian, saku memiliki fungsi sebagai pelengkap, artinya saku bisa ada
bisa juga tidak. Namun begitu, terdapat beberapa jenis pakaian yang dibuat dengan
penambahan saku. Misalnya jas, celana panjang, ataupun kemeja.
Fungsi lain dari saku adalah sebagai pemanis. Saku didesain untuk mempercantik
sebuah pakaian. Tak jarang saku pemanis tidak memiliki fungsi sebagai penyimpanan. Hal ini
terlihat misalnya dari ukurannya yang kecil. Contoh lain misalnya pembuatan detail
menyerupai saku.

b. Macam-macam saku
Ada dua macam saku yaitu:
1. Saku luar ( saku tempel )
Saku luar (saku tempel) adalah saku yang dipasang dibagian luar pakaian dengan
disetik pada bagian luar, sehingga bentuknya terlihat dan seolah-olah menempel pada
pakaian. Saku luar biasanya diterapkan pada kemeja dengan bentuk persegi empat atau
persegi lima.

Penerpan saku luar pada busana

2
2. Saku dalam ( saku bobok )
Saku dalam (saku bobok) adalah saku yang terletak pada bagian dalam pakaian.
Bagian luarnya hanya terlihat lubang atau kelepaknya saja. Saku ini bisa dibuat tegak miring,
atau sudut datar.

Ada tiga macam saku dalam (bobok), yaitu:

1. Saku dalam tanpa lajur.

Saku ini biasanya tidak terlihat, dia dibuat pada garis jahit rok atau celana, juga bisa
pada bagian-bagian lain. Selain lurus, bisa juga berbentuk L.

Penerapan saku dalam tanpa lajur pada busana

2. Saku Passepoille
Saku passepoille adalah saku yang pada bagian lubangnya diselesaikan dengan kumai/
bahan serong atau bahan melebar. Saku ini memiliki belahan dua lajur (atas dan bawah),
bagian tengahnya adalah tempat memasukkan tangan. Saku model ini bisa menggunakan
tutup (klep), bisa juga tidak. Biasanya diterapkan pada blus, jas, kemeja, atau celana.

3
Penerapan saku passepoille pada busana

3. Saku Vest
Saku vest adalah saku dalam yang memiliki belahan satu lajur pada bagian mulut, dan
dapat ditambahkan tutup (klep). Model ini biasanya diterapkan pada jas, kemeja, jaket,
ataupun celana.

4
Penerapan saku vest pada busana

5
c. Teknik menjahit

LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT SAKU PASSEPOILLE


1. Siapkan
1 lembar kain saku bisa asahi atau hero dengan ukuran 18cm x 45 cm
2 lembar kain viselin ukuran 10 cm x 16 cm
2 lembar kain bahan utama ukuran 10 cm x 16 cm
2. Tempel kain viselin pada kain bahan utama yang digunakan untuk mulut saku dengan
cara disetrika, setelah itu buatlah tanda kantong dengan menggunakan pensil atau
kapur.

3. Tempel juga kain viselin yang satunya pada bahan utama dibagian yang akan kita
buat saku.

6
4. Tempelkan kain saku, atur ujungnya agar lebih tinggi sekitar 3 cm dari tanda garis
kantong yang ada pada bahan utama dan pastikan posisinya ada di tengah, setelah itu
berikan jarum pentul pada kedua sisinya agar tidak berubah.

5. Dibagian depan buat tanda garis saku dengan menggunakan kapur jahit, standar lebar
saku bagian belakang adalah 13 cm, boleh lebih atau kurang.

6. Jahit bahan mulut saku yang ada viselin dan sudah kita tandai ke bahan utama tepat
pada garis kapur pada kedua garisnya, yaitu garis atas dan bawah, dan biarkan garis
yang tengah jangan dijahit, karena yang tengah sebagai garis bantu saat digunting.

7. Gunting bahan mulut saku yang telah terjahit ini dibagian tengahnya, jangan sampai
bahan utama ikut tergunting juga.

8. Lipat kedua ujung hasil guntingan kemudian jahit jarang (jahit lebar-lebar)

7
9. Lipat sekali lagi kemudian jahit jarang kembali

10. Setelah itu gunting kain bahan utama tepat pada bagian tengahnya

11. 1 cm sebelum sampai ke ujung jahitan guntinglah secara bercabang ke kanan dan kiri
tepat sampai ujung jahitan.

12. Masukkan bahan mulut saku kedalam lubang hasil guntingan dan atur agar bentuk
lidah saku pada bagian ujung-ujungnya bagus dan tidak berlipat.

13. Jahitlah bagian ujung guntingan yang ada dibagian dalam agar posisinya tidak
berubah kembali.

8
14. Jahit juga sekeliling lidah saku, jika tidak dijahit maka lidah saku akan terbuka
kembali saat jahitan jarang dilepas

15. Gunting ujung kanan dan kiri potongan bahan utama sedikit agar tidak ikut terjahit
nantinya

16. Lipat sedikit ujung bahan mulut saku bagian bawah lalu jahit ke kain saku

17. Ukur kedalaman saku dimulai dari bagian lidah saku, standar kedalaman saku adalah
16 cm, tapi bisa lebih atau kurang. Kemudian beri tanda dengan kapur.

18. Jahit bahan mulut saku yang satunya diujung kain saku dengan jarak 14 cm dari ujung
kain saku.

9
19. Lipat kain saku tepat ditanda kapur secara terbalik, lalu jahit bagian sisi kiri dan
kanan.

20. Setelah itu balik keluar kain saku tersebut dan rapikan bagian ujung-ujungnya.

21. Jahit sekeliling pinggirannya agar bentuknya bagus dan saku lebih kuat.

LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT SAKU VEST

1. Pertama-tama ambil kain bahan utama yang telah disiapkan untuk membuat saku vest.
Buat persegi panjang ukuran 12 cm x 2 cm pada bagian baik kain. Tandai titik A, B, C
dan D pada ujung-ujung (hanya untuk proses belajar).

10
2. Siapkan kain untuk mulut saku dengan cara menempelkan viselin pada kain 15 cm x 5
cm di bagian buruknya.

3. Buat persegi panjang ukuran 12 cm x 2 cm pada bagian yang sudah ditempeli viselin
pada posisi seperti gambar.Tandai dengan titik 1, 2, 3, 4 di ujung-ujungnya.

4. Satukan kain bahan utama dengan kain mulut saku pada kedua bagian baik kainnya
dengan menyatukan titik A dan 1, B dan 2, C dan 3, D dan 4. Lekatkan semua
bagiannya dengan menggunakan jarum pentul.

5. Jahit keliling persegi (dari titik 1, 2, 3, 4).

11
6. Gunting bagian tengah sesuai tanda garis lurus di bagian tengah dan segitiga di
ujungnya. Bisa menggunakan pendedel atau cutter untuk memulai memotong bagian
tengah, kemudian lanjutkan dengan gunting.

7. Balik kain mulut saku kearah dalam kemudian rapikan.

8. Tarik kain mulut saku bagian bawah dan bentuk mulut saku sesuai dengan lebar mulut
saku (dalam hal ini 2 cm). Gunakan jarum pentul atau jahit jelujur untuk menahan
bentuk mulut saku.

9. Jahit ujung-ujung segitiga dari arah bagian buruk kain sekaligus mengunci bentuk
mulut saku.

10. Untuk hasil maksimal dapat dijelujur terlebih dahulu.

12
11. Setrika mulut saku yang sudah terbentuk agar mendapatkan hasil yang rapi.

12. Setelah selesai membentuk bagian mulut saku, sekarang tempelkan kain saku bagian
dalam yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Ambil kain 20 cm x15 cm jahit dengan
bagian bawah kain mulut saku.

13. Ambil kain ukuran 20 cm x 20 cm jahit dengan bagian atas mulut saku.

14. Obras pada kedua bagian tersebut agar rapi dan tidak bertiras.

13
15. Satukan kain saku bagian atas dan bawah kemudian buat garis untuk membuat wadah
saku dengan ukuran panjang 15 cm dan lebar 12 cm. Pada bagian ujung dinbuat
membulat agar tidak ada kotoran yang terjebak pada saat dicuci.

16. Jahit pada bagian sisi-sisinya. Hasil jadi saku adalah 12 cm x 15 cm atau sesuai
dengan panjang tangan.

17. Rapikan sisinya dengan obras. Bersihkan seluruh untaian benang yang tidak terpakai
atau mengganggu.

14

Beri Nilai