Anda di halaman 1dari 30

BAGIAN I

IDENTITAS BUKU

Judul Buku : Pengantar Manajemen

Pengarang : Ernie Tisnawati Sule

Kurniawan Saefullah

Penerbit : Kencana

Tahun Terbit : 2005

ISBN : 979-3465-75-1-658

Edisi : Cetakan Kedelapan 2015

Tebal Buku : 426 Halaman

Ukuran Buku : 18.5 x 23 cm

Warna Buku :Cokelat Muda

Bahasa Teks : Bahasa Indonesia


BAGIAN II
RINGKASAN ISI BUKU

Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,


dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber
daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang efektif dan efesien.
Manajemen sangat di butuhkan oleh semua organisasi maupun oleh orang banyak
untuk mencapai tujuan yaitu tujuan organisasi dan pribadi, untuk menjaga
keseimbangan diantara tujuan-tujuan yang bertentangan misalnya atasan dengan
bawahan, untuk mencapai efisiensi dan efektifitas karena kinerja suatu perusahaan
dapat diukur dari efisiensi dan efektifitas yang dicapainya.
Buku Pengantar Manajemen ini disusun untuk memberikan teks
pengantar secara lengkap menguraikan beberapa topik penting dalam mempelajari
ilmu Manajemen, baik untuk kepentingan teoritis maupun paraktis.
Sebagai buku teks pengantar, buku ini memberikan panduan
komperehensif bagi mereka yang ingin mengetahui bagaimana Manajemen dapat
dijalankan dalam berbagai bentuk organisasi bisnis maupun profesi, serta bagi
mereka yang sekedar ingin mempelajari ilmu Manajemen untuk kepentingan
pengetahuan. Buku ini juga mengantarkan pembaca untuk mendapatkan topik-
topik yang diperlukan untuk mempelajari ilmu Manajemen lebih lanjut.

BAB I: Konsep Dasar Manajemen Bisnis

A. Pengertian Organisasi dan Manajemen

Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerjasama dalam


struktur dan kordinasi tertentu dalam mencapai serangkaian tujuan
tertentu.
Manajemen adalah Sebuah proses yang dilakukan untuk
mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian
orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya.

B. Manajemen secara Fungsional dan Operasional


Fungsi-fungsi Manajemen adalah serangkaian kegiatan yang
dijalankan dalam manajemen berdasarkan fungsinya masing-masing dan
mengikuti satu tahapan-tahapan tertentu dalam pelaksanaannya. Fungsi
Manajemen terdiri dari empat fungsi yaitu:
1. Perencanaan (Planning)
a. Menetapkan tujuan dan target bisnis
b. Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan tertentu dan target
bisnis tersebut
2. Pengorganisasian (Organizing)
a. Mengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menettapkan tugas,
dan menetapkan prosedur yang diperlukan
b. Kegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengembangan
sumber daya manusia/tenaga kerja
3. Pengarahan dan pengimplementasian (Directing/Leading)
a. Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembibingan, dan
pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara
efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan
b. Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan
4. Pengawasan dan Pengendalian (Controlling)
a. Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target
bisnis sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan
b. Melakukan berbagai alternatife solusi atas berbagai masalah yang
terkait dengan pencapaian tujuan dan target bisnis

C. Fungsi Operasioanl dari Manjemen


Berdasarkan operasionalisasinya, maka manajemen organisasi bisnis
dapat dibedakan secara garis beras menjadi funfsi-fungsi sebagai berikut:
1. Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen Sumber Daya Manusia adalah penerapan manajemen
berdasarkan fungsinya untuk memperoleh sumber daya manusia yang
terbaik bagi bisnis yang dijalankan.
2. Manajemen Produksi
Manajemen Produksi adalah penerapan manajemen berdasarkan
fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar
yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik
produksi yang seefisien mungkin.
3. Manajemen Pemasaran
Manajemen Pemasaran adalah kegiatan manajemen berdasarkan
fungsinya yang pada intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa
sesungguhnya yang dibutuhkan oleh konsumen, dan cara
pemenuhannya dapat diwujudkan
4. Manajemen Keuangan
Manajemen Keuangan adalah kegiatan manajemen berdasarkan
fungsinya yang pada intinya berusaha untuk memastikan bahwa
kegiatan bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara
ekonomis yaitu diukur berdasarkan profit

BAB II: Manajer dalam Kegiatan Manajemen

A. Pengertian Manajer
Manajer adalah individu yang bertanggung jawab secara langsung
untuk memastikan kegiatan dalam sebuah organisasi dijalankan bersama
para anggota dari organisasi
B. Manajer sebagai Pelaksana Manajemen.
Dalam setiap organisasi bisnis, para manajer ini bertugas untuk
memastikan bahwa keseluruhan tujuan yang tekah ditetapkan oleh
organisasi dapat diwujudkan melalui rangkaian kegiatan manajemen,
baik yang bersifat fungsional maupun bersifat operasional, sebagaimana
telah diterangkan pada bab sebelumnya.
Untuk mengimplementasikan kegiatan manajemen tersebut sesuai
dengan fungsinya, maka diperlukan beberapa keahlian manajemen.
Keahlian-keahlian tersebut meliputi sebagai berikut:
a. Keahlian teknis (technical skills)
b. Keahlian berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat (human
realition skills)
c. Keahlian konseptual (conceptual skills)
d. Keahlian dalam pengambilan keputusan (decision making skills)
e. Keahlian dalam mengelola waktu (time management skills)

C. Manajemen sebagai Seni dan Sains


Manajemen sebagai Sains adalah Pendekatan melalui tahapan
sistematis berdasarkan keilmuan dan memerlukan keahlian teknis,
diagnostik dan pengambilan keputusan
Manajemen sebagai Seni Pendekatan melalui intuisi dan perasaan
berdasarkan pengalaman dan memerlukan keahlian konseptual,
kreatifitas dan komunikasi interpersonal

BAB III: Perkembangan Ilmu Manajemen

A. Sejarah Ilmu Manajemen


Sesungguhnya bukti adanya manajemen telah lama ada sejak ribuan
tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan adanya peninggalan fisik
sebagai ciri adanya implementasi ilmu manajemen; seperti Piramida di
Mesir, Bangunan Kabah di Makkah, Tembok Cina, dan lain sebagainya
Peninggalan fisik tersebut menggambarkan adanya aktifitas yang teratur
dan bertahap di masa lalu yang saat ini dinamakan manajemen.

B. Tiga Kelompok Pemikiran dalam Ilmu Manajemen


1. Perspektif Manajemen Klasik
a. Kelompok Manajemen Ilmiah atau Saintifik
Perusahaan manufaktur, Bank Umum, Perusahaan Asuransi,
Perusahaan Ritel, dll
b. Kelompok Manajemen Administrasi
2. Perspektif Manajemen Perilaku
a. Studi Howthorne
b. Teori Relasi Manusia
c. Teori Perilaku Kontemporer
3. Perspektif Manajemen Kuantitatif
a. Kelompok Manajemen Sains
b. Kelompok Manajemen Operasi

C. Kontributor Ilmu Manajemen Modern (Modern Management Guru)


Sebagai penutup dari bab ini, berikut ini akan diuraikan berbagai
tokoh manajemen yang telah memberikan kontribusi keilmuan maupun
praktiknya dalam dunia manajemen modern. Tokoh-tokoh manajemen ini
sering kali dinamakan sebagai management guru. Tokoh-tokoh tersebut
adalah:
1. John Aldair
Teori leadership theory dan effective leadership. Salah satu
konstribusinya adalah action-centered.
2. Igor Ansoff
Tokoh Manajemen strategis (strategic management), teori Ansoff
Matrix
3. Chris Argyris
Tokoh yang pertama kali mengenalkan konsep learning organization.
Kontribusinya adalah single loop & double loop learning
4. Chester Barnard
Teori organizational behavior and executive behavior
Selain tokoh-tokoh yang disebutkan diatas, masih banyak lagi tokoh-
tokoh di masa lalu dan saat ini yang belum dicantumkan namun
kontribusinya tak diragukan lagi dalam manajemen modern. Hali ini
karena manajemen adalah salah satu cabang ilmu sosial yang
perkembangannya pesat seiring dengan perkembangan dalam kehidupan
manusia.

BAB IV: Lingkungan dan Budaya Organisasi

A. Lingkungan dan Organisasi Bisnis


Organisasi berada dalam sebuah lingkungan. Lingkungan dapat
menjadi faktor pendukung maupun penghambat organisasi. Kegiatan
organisasi akan merubah lingkungan, dan juga sebaliknya, lingkungan
akan mendorong perubahan pada organisasi. Lingkungan organisasi
dapat dibagi dua yaitu:
a. Lingkungan internal, yaitu lingkungan yang terkait dengan eksistensi
sebuah organisasi. Yang termasuk kedalam lingkungan internal yaitu:
Pemilik, Tim Manajemen, Para Anggota atau Pekerja, Lingkungan
Fisik Organisasi.
b. Lingkungan eksternal, yaitu lingkungan yang terkait dengan kegiatan
operasional organisasi dan bagaimana kegiatan operasionalnya dapat
bertahan. Yang termasuk kedalam lingkungan eksternal yaitu:
Pelanggan, Pesaing, Pemasok, Partner Strategis, Pemerintah, dan
Masyarakt umum.
B. Lingkungan Internasional dan Kegiatan Bisnis
Lingkungan Internasional merupakan lingkungan yang lebih luas
dari sebuah Negara yang pada praktinya akan mempengaruhi kegiatan
perusahaan, terutama perusahaan yang melakukan kegiatan bisnis
internasional.
Agar faktor internasional dan bisnis dapat diarahkan menjadi
peluang bagi organisasi bisnis, maka perusahaan perlu emikirkan
bagaimana agar kegiatan bisnisnya tidak hanya berhasil di lingkungan
lokal negaranya tetapi diperluas ke Negara-negara lain. Ada beberapa
bentuk kegiatan bisnis internasional yang dapat dipilih oleh organisasi
bisnis antara lain, yaitu:
a. Pasar Produk (product market) melalui Ekspor dan Impor barang atau
jasa
b. Lisensi (licensing)
c. Partner Strategis (strategic partner)
d. Investasi Langsung (direct investment) melalui diantaranya berupa
pendirian anak cabang perusahaan di berbagai negara (subsidiaries).
Perusahaan yang menjalankan bisnis internasional perlu
memperhatikan beberapa hal terkait dengan kegiatan bisnis internasional
antara lain:
a. Kontrol Perdagangan Internasional
contoh: Tariff dan Quota
b. Komunitas Ekonomi Internasional
contoh: Uni Eropa, WTO, AFTA,NAFTA, dll
c. Perbedaan budaya antar Negara
contoh: Cross Cultural Management, Simbol dan Bahasa, dll

C. Budaya Organisasi dan Kegiatan Bisnis


Budaya Organisasi merupakan Nilai-nilai dan norma yang dianut
dan dijalankan oleh sebuah organisasi terkait dengan lingkungan di mana
organisasi tersebut menjalankan kegiatannya.
Pada dasarnya para manajer perlu memahami budaya organisasi apa
yang dianut saat ini, diyakini oleh lingkungan saat ini, dan kemudian
perlu memiliki keyakinan untuk mempertahankan dan atau mengubah
budaya tersebut sesuai dengan tujuan organisasi yang ingin dicapai dalam
jangka panjang.

BAB V: Tanggung Jawab Sosial dan Etika Manajemen

A. Tanggung Jawab Sosial dari Organisasi


Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social
Responsibility adalah bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan
eksternal perusahaan melalui berbagai kegiatan yang dilakukan dalam
rangka penjagaan lingkungan, norma masyarakat, partisipasi
pembangunan, serta berbagai bentuk tanggung jawab sosial lainnya.
Alasan mengenai mengapa perusahaan perlu memiliki tanggung
jawab sosial karena masih terdapat pro dan kontra antara lain :
a. Pandangan Kelompok yang Protes terhadap tanggung jawab sosial dari
Organisasi Bisnis yaitu:
1. Kegiatan bisnis seringkali menimbulkan masalah, oleh karena itu
sudah semestinyalah perusahaan bertanggung jawab atas apa yang
telah dilakukannya
2. Perusahaan adalah bagian dari lingkungan sosial masyarakat, oleh
karena itu sudah semestinya ikut berpartisipasi dan bertanggung
jawab atas apa yang terjadi di masyarakat
b. Pandangan Kelompok yang Kontra terhadap tanggung jawab sosial
dari:
Organisasi Bisnis yaitu:
1. Perusahaan tidak memiliki ahli yang mengkhususkan dalam bidang
sosial dan kemasyarakatan, oleh karena itu sulit bagi perusahaan
untuk ikut bertanggung jawab
2. Perusahaan yang ikut berpartisipasi dan bertanggung jawab dalam
lingkungan sosial masyarakat justru akan memiliki kekuatan untuk
mengontrol masyarakat, dan itu indikasi yang kurang baik secara
Sosial
3. Akan banyak terdapat konflik kepentingan di masyarakat jika
perusahaan terlibat dalam aktifitas sosial

B. Konsep Dasar Etika Manajemen


Etika adakah pandangan , keyakinan dan nilai akan sesuatu yang
baik dan buruk, benar dan salah. Etika Manajemen adalah standar
kelayakan pengelolaan organisasi yang memenuhi kriteria etika.

C. Mendorong Pelaksanaan Etika dalam Manajemen


Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa etika manajemen sebagai bahan
dari tanggung jawab sosial perusahaan perlu untuk diwujudkan di masa-
masa mendatang. Ada beberapa hal yang mungkin dapat dilakukan
tersebut, antara lainnya:
1. Pelatihan Etika (Ethics Training)
2. Advokasi Etika (Ethical Advocates)
3. Keterlibatan Publik dalam Etika Manajemen Perusahaan

BAB VI: Fungsi Perencanaan dan Pengambilan Keputusan

A. Konsep Dasar Perencanaan dalam Manajemen


Perencanaan atau Planning adalah sebuah proses yang dimulai dari
penetapan tujuan organisasi, menentukan strategi untuk pencapaian
tujuan organisasi tersebut secara menyeluruh, serta merumuskan sistem
perencanaan yang menyeluruh untuk mengintegrasikan dan
mengkordinasikan seluruh pekerjaan organisasi hingga tercapainya
tujuan organisasi.
Perencanaan dapat dilihat dari 3 hal, yaitu:
Dari sisi proses, fungsi perencanaan adalah proses dasar yang digunakan
untuk memilih tujuan dan menentukan bagaimana tujuan tersebut akan
dicapai.
Dari sisi fungsi manajemen, perencanaan adalah fungsi dimana
pimpinan menggunakan pengaruh atas wewenangnya untuk menentukan
atau merubah tujuan dan kegiatan organisasi.
Dari sisi pengambilan keputusan, perencanaan merupakan
pengambilan keputusan untuk jangka waktu yang panjang atau yang akan
datang mengenai apa yang akan dilakukan, bagaimana melakukannya,
bilamana dan siapa yang akan melakukannya, dimana keputusan yang
diambil belum tentu sesuai hingga implementasi perencaan tersebut
dibuktikan di kemudian hari.

B. Melakukan Perencanaan (Planning Process)


Proses perencanaan melibatkan dua elemen penting, yaitu tujuan
(goals) dan rencana (plan).
1. Tujuan (Goals) pada dasarnya adalah hasil akhir yang diharapkan
dapat diraih atau dicapai oleh individu, kelompok atau seluruh
organisasi. Adapun jenis-jenis tujuan yaitu:
a. Berdasarkan jumlah
Tujuan tunggal (single goals) dan Tujuan yang banyak (multiple goals)
b. Berdasarkan Kejelasan
Tujuan yang dinyatakan (stated goals) dan rujuan yang aktual atau
nyata (real goals)
c. Berdasarkan Keluasan dan Waktu Pencapaian
Tujuan Strategis (strategic goals), Tujuan Taktis (tactical goals), dan
Tujuan Operasional (operational goals)

2. Rencana (Plans) adalah segala bentuk konsep dan dokumentasi yang


menggambarkan bagaimana tujuan akan dicapai dan bagaimana
sumber daya perusahaan akan dialokasikan, penjadualan dari proses
pencapaian tujuan, hingga segala hal yang terkait dengan pencapaian
tujuan. Adapun Jenis-jenis Rencana yaitu:
a. Berdasarkan Keluasan dan Waktu Pencapaian
Rencana Strategis (Jangka Panjang), Rencana Taktis (jangka
Menengah) dan Rencana Operasional (Jangka Pendek)
b. Berdasarkan Kejelasan Rencana Spesifik (Specific Plans) Rencana
Direktif (Directive Plan)
c. Berdasarkan Frekuensi Penggunaan
Rencana Sekali Pakai (single-use plans), dan Rencana yang
dipergunakan secara terus-menerus (standing)

C. Penyelesaian Masalah dan Pengambilan Keputusan


Masalah pada dasarnya adalah penyimpangan atau ketidaksesuain
dari apa yang semestinya terjadi atau tercapai. Keputusan pada dasarnya
merupakan proses memilih satu penyelesaian dari beberapa alternative
yang ada.
Lingkungan adalah salah satu faktor yang akan mempengaruhi
seseorang ataupun sebuah organisasi dalam pengambilan keputusan.
Secara umum, informasi yang terkait dengan lingkungan dapat dibagi
menjadi tiga keadaan yaitu:
1. Keputusan pada saat Keadaan yang pasti (certainty)
2. Keputusan pada saat Keadaan yang tidak pasti (uncertainty)
3. Keputusan pada saat Keadaan mengandung resiko (risky condition)
Adapun proses pengambilan keputusan sebagaimana berikut:
Tahap Pertama: INVESTIGASI SITUASI. Terdiri dari tiga proses
yaitu, Identifikasi Masalah, Diagnosa Penyebab, Identifikasi Tujuan
dari Keputusan yang akan diambil
Tahap Kedua: PENENTUAN ALTERNATIF. Terdiri dari dua
proses yaitu, Identifikasi berbagai altenatif keputusan, Evaluasi
belum dilakukan pada tahap ini
Tahap Ketiga: IMPLEMENTASI DAN PENGAWASAN. Terdiri
dari tiga proses yaitu, Rencana Implementasi Impelementasi dari
Rencana yang telah dibuat Pengawasan terhadap langkah
implementasi
Tahap Keempat: PENILAIAN ALTERNATIF DAN PENENTUAN
KEPUTUSAN. Terdiri dari dua proses yaitu, Evaluasi dan Penilaian
alternatif yang ada Penentuan Alternatif yang terbaik

BAB VII: Manajemen Strategis Perusahaan

A. Konsep Dasar Manajemen Strategis


Strategi adalah rencana komprehensif untuk mencapai tujuan
organisasi. Secara umum, sebuah strategi memiliki komponen-komponen
strategi yang senantiasa dipertimbangkan dalam menentukan strategi
yang akan dilaksanakan. Ketiga komponen tersebut ialah:
1. Kompetensi yang berbeda (distinctive competence)
2. Ruang lingkup (scope)
3. Distribusi sumber daya (resource deployment)
Strategi dapat dibagi menjadi dua jenis dilihat dari tingkatannya,
yaitu:
1. Strategi pada tingkat perusahaan (corporate-level strategy)
2. Kedua strategi pada tingkat bisnis (bisnis-level strategy)
3. Strategi pada tingkat fungsional (functional level strategy)

B. Melakukan Manajemen Strategis


Untuk melakukan strategi, dilakukan proses penyusunan strategi
yang pada dasarnya terdiri dari tiga fase, yaitu Penilaian Keperluan
Penyusunan Strategi, Analisis Situasi, Pemilihan Strategi.
Jika penyusunan strategi telah diketahui prinsipnya secara umum,
maka proses manajemen strategisnya dapat dibagi dua secara garis
besarnya, yaitu Perencanaan strategi (strategic implemention), dan
Implementasi strategi (strategic implementation)

BAB VIII: Desain dan Struktur Organisasi

A. Konsep Dasar Pengorganisasian


Dalam fungsi pengorganisasian, manajer mengalokasikan
keseluruhan sumber daya organisasi sesuai dengan rencana yang telah
dibuat berdasarkan suatu kerangka kerja organisasi tertentu.
Kerangka kerja tersebut dinamakan sebagai Desain Organisasi.
Bentuk Spesifik dari kerangka kerja organisasi dinamakan dengan
Struktur Organisasi. Stuktur Organisasi pada dasarnya merupakan desain
organisasi dimana manajer melakukan alokasi sumber daya organisasi,
terutama yang terkait dengan pembagian kerja dan sumber daya yang
dimiliki organisasi, serta bagaimana keseluruhan kerja tersebut dapat
dikordinasikan dan dikomunikasikan.

B. Empat Pilar dalam Pengorganisasian


Pilar Pertama : pembagian kerja (division of work)
Pilar Kedua : Pengelompokan Pekerjaan (Departmentalization)
Pilar Ketiga : penentuan relasi antar bagian dalam organisasi (hierarchy)
Pilar Keempat : penentuan mekanisme untuk mengintegrasikan aktifitas
antar bagian dalam organisasi atau koordinasi
(coordination)

C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Struktur Organisasi


Sebagaimana diterangkan sebelumnya, desain dan struktur organisasi
sangat bersifat situasional. Terdapat empat faktor yang mempengaruhi
struktur organisasi, yaitu faktor strategi, skala perusahaan, teknologi,
serta lingkungan.
D. Beberapa Pendekatan dalam Proses Departementalisasi
Departementalisasi merupakan proses penentuan bagian-bagian
dalam organisasi yang akan bertanggung jawab dalam melakukan
bermacam jenis pekerjaan yang telah dikategorikan berdasarkan faktor-
faktor tertentu. Dalam proses departementalisasi ada beberapa
pendekatan yang bisa digunakan oleh organisasi, yaitu:
1. Pendekatan berdasarkan Fungsional
2. Pendekatan berdasarkan Produk
3. Pendekatan berdasarkan Pelanggan
4. Pendekatan berdasrkan Pelanggan
5. Pendekatan berdasarkan Geografis
6. Pendekatan berdasrkan Matriks

BAB IX: Kekuasaan, Kewenangan, Tanggung Jawab dan Delegasi

A. Kekuasaan
Kekuasaan atau power berarti suatu kemampuan untuk
mempengaruhi orang atau merubah orang atau situasi. Kekuasaan dapat
berkonotasi positif maupun negative. Kekuasaan terdiri dari lima faktor
antara lain:
1. Reward Power
kekuasaan yang muncul sebagai akibat dari seseorang yang posisinya
memungkinkan dirinya untuk memberikan penghargaan terhadap
orang-orang yang berada di bawahnya
2. Coercive Power
Kekuasaan untuk memberikan hukuman adalah kebalikan atau sisi
negatif dari reward power
3. Legitimate Power
Legitimate Power atau Kekuasaan yang Sah adalah kekuasaan yang
muncul sebagai akibat dari suatu legitimasi tertentu
4. Expert Power
Kekuasaan yang berdasarkan keahlian atau kepakaran adalah
kekuasaan yang muncul sebagai akibat dari kepakaran atau keahlian
yang dimiliki oleh seseorang
5. Referent Power
kekuasaan yang muncul akibat adanya karakteristik yang diharapkan
oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap seseorang yang
memiliki pengaruh terhadap seseorang atau sekelompok orang tersebut

B. Kewenangan
Kewenangan atau authority merupakan bentuk lain dari kekuasaan
yang sering kali dipergunakan dalam sebuah organisasi. Kewenangan
merupakan kekuasaan formal atau terlegitimasi. Terdapat dua pandangan
mengenai kewenangan formal, yaitu pandanga klasik (classical view) dan
pandangan kewenangan penerimaan (acceptance view).
Kewenangan dalam sebuah organisasi bisa dibedakan menjadi:
kewenangan lini(line authority), kewenangan staf (staff authority), dan
kewenangan fungsional (functional authority)

C. Pelimpahan Wewenang dan Tanggung Jawab (Delegation)


Pelimpahan wewenang adalah proses pengalihan tugas kepada orang
lain yang sah atau terlegitimasi (menurut mekanisme tertentu dalam
organisasi) dalam melakukan berbagai aktifitas yang ditujukan untuk
pencapaian tujuan organisasi yang jika tidak dilimpahkan akan
menghambat proses pencapaian tujuan tersebut.
Adapun manfaat Pelimpahan Wewenang
1. Pelimpahan wewenang memungkinkan sub-bagian atau bawahan
mempelajari sesuatu yang baru dan memperoleh kesempatan untuk
melakukan sesuatu yang baru tersebut
2. Bahwa pelimpahan wewenang mendorong tercapainya keputusan yang
lebih baik dalam berbagai hal
3. Penyelesaian pekerjaan akan dapat dilakukan dengan lebih cepat
sekiranya pelimpahan wewenang tersebut berjalan sebagaimana
mestinya dan diberikan kepada orang yang bertanggung jawab
Adapun Kendala dalam Pelimpahan Wewenang:
1. Kapasitas Staf yang terbatas
2. Kurang bertanggung jawabnya atasan akibat pelimpahan wewenang

Kunci Pelimpahan Wewenang agar Efektif


1. Kepercayaan atasan pada bawahan
2. Komunikasi terbuka antara atasan dengan bawahan
3. Kemampuan manajer dalam memahami tujuan organisasi, tuntutan
pekerjaan, dan kemampuan bawahan

D. Sentralisasi dan Desentralisasi dalam Pengorganisasian

Sentralisasi merujuk kepada cara pengorganisasian dimana keseluruhan


tugas, tanggung jawab, dan perintah dipusatkan dari hirarki yang paling
tinggi untuk kemudian hirarki yang dibawahnya menerjemahkan dalam
bentuk tindak lanjut dari apa yang telah diputuskan dari hirarki yang
tertinggi
Desentralisasi merupakan pelimpahan kewenangan dari hirarki yang
lebih tinggi kepada hirarki yang lebih rendah dalam hal pengambilan
keputusan dan penentuan dengan cara bagaimana kegiatan akan
dijalankan

E. Mendesain Pekerjaan
Proses pembagian kerja dinamakan pula sebagai desain kerja atau
job division. Terdapat tiga pendekatan dalam melakukan desain
pekerjaan, yaitu pendekatan mekanis, pendekatan motivasi, dan
pendekatan biologis. Ketiga pendekatan ini digunakan secara berbeda-
beda untuk berbagai jensi organisasi dan pekerjaan yang berbeda-beda
pula.

BAB X: Manajemen Sumber Daya Manusia

A. Manajemen Sumber Daya Manusia adalah proses serta upaya untuk


merekrut, mengembangkan, memotivasi serta mengevaluasi keseluruhan
sumber daya manusia yang diperlukan perusahaan dalam pencapaian
tujuannya
B. Proses Manajemen Sumber Daya Manusia
Secara garis besar proses manajemenSDM dibagi kedalam lima
bagian fungsi utama yang terdiri dari:
1. Human Resource Planning. Merencanakan kebutuhan dan pemanfaatan
SDM bagi perusahaan.
2. Personnel Procurement: Mencari dan Mendapatkan Sumber Daya
Manusia, termasuk didalamnya rekrutmen, seleksi dan penempatan
serta kontrak tenaga kerja.
3. Personnel Development: Mengembangkan Sumber Daya Manusia,
termasuk didalamnya program orientasi tenaga kerja, pendidikan dan
pelatihan.
4. Personnel Maintenance: Memelihara Sumber Daya Manusia, termasuk
di dalamnya pemberian insentif, jaminan kesehatan dan keselamatan
tenaga kerja, pemberian penghargaan dan lain sebagainya.
5. Personnel Utilization: Memanfaatkan dan mengoptimalkan Sumber
Daya Manusia, termasuk didalamnya promosi, demosi, transfer dan
juga separasi.
Perencanaan Sumber Daya Manusia adalah perencanaan strategis
untuk mendapatkan dan memelihara kualifikasi sumber daya manusia
yang diperlukan bagi organisasi perusahaan dalam mencapai tujuan
perusahaan.
Ada beberapa langklah strategis sehubungan dengan perencanaan SDM
adalah sebgaia berikut:
Langkah pertama: Representasi dan Refleksi dari Rencana Strategis
Perusahaan
Langkah Kedua: Analisa dari Kualifikasi Tugas yang akan diemban oleh
Tenaga Kerja.
Langkah Ketiga: Analisa Ketersediaan Tenaga Kerja
Langkah Keempat: Melakukan Tindakan Inisiatif
Langkah Kelima: Evaluasi dan Modifikasi Tindakan

BAB XI: Faktor Individu dalam Organisasi

A. Karakteristik Individu dan Organisasi


Implementasi dari rencana organisasi sangat brgantung kepada
karakteristik individu yang terdapat dala organisai. Oleh karena itu,
perusahaan perlu memahami lebih jauh mengenai karakteristik individu
tersebut termasuk sikap dan perilaku dari setiap individu di perusahaan.
Ada dua konsep yang mendasari mengapa faktor individu perlu unuk
dipelajari dan dipahami sehubung dengan manajemen perusahaan. Dua
konsep itu adalah Kontribusi ialah apa yang dapat diberikan oleh individu
bagi organisasi atau perusahaan. Kompensasi ialah apa yang dapat
diberikan oleh organisasi atau perusahaan bagi individu

B. Mengelola Keragaman dalam Pekerjaan


Keragaman muncul ketika terdapat perbedaan antara satu anggota
organisasi dengan anggota lainnya, antara satu tenaga kerja dengan tenaga
kerja lainnya, Keragaman tersebut dapat berupa keragaman dari uis, suku
bangsa, gender, status dan lain-lainnya. Pandangan atas Keragaman dalam
Organisasi ada dua yaitu Keragaman sebagai keunggulan kompetitif,
Keragaman sebagai sumber konflik
C. Beberapa Isu Seputar Perilaku Individu dalam Organisasi
Setelah kita mengenali bagaimana faktor individu dalam organisasi,
maka perlu kiranya kita mengenali berbagai isu seputar perilaku individu
dalam organisasi dijalankan. Adapun isu seputar perilaku individu dalam
organisasi yaitu Stres.

BAB XII: Motivasi dan Kepemimpinan

A. Pengertian Motivasi
Motivasi adalah sesuatu yang mendorong seseorang untuk
menunjukkan perilaku tertentu. Perilaku yang diharapkan oleh tenaga kerja
di perusahaan tentunya perilaku yang akan mengahsilkan kinerja terbaik
bagi perusahaan bukan sebaliknya. Kinerja terbaik ditentukan oleh tiga
faktor, yaitu (1) motivasi, (2) kemampuan, dan (3) lingkungan pekerjaan.
Terdapat tiga pendekatan dalam memahami motivasi yang telah dikenal
dalam dunia manajemen, yaitu pendekatan tradisional atau dikenal sebagai
traditional model of motivation theory, pendekatan relasi manusia atau
human relation model dan pendekatan sumber daya manusia atau human
resources model.

B. Persepektif Kebutuhan Mengenai Motivasi


Persepektif kebutuhan terkait dengan proses bagaimana motivasi
menjadi prilaku. Terdapat beberapa teori yang terkenal yang mencoba
menjelaskan motivasi dari persepektif kebutuhan yaitu:
1. Teori hirarki kebutuhan (Hierarchy of Needs) dari Abraham Maslow
2. Teori ERG dari Clayton Alderfer
3. Teori tiga kebutuhan dari Atkinson dan McClelland
4. Teori dua faktor (Two-Factor Theory) dari Frederich Herzberg
C. Perspektif Keseimbangan dan Keadilan mengenai Motivasi
Motivasi Individu ditentukan oleh kesesuaian antara:
1. Job Input meliputi Usaha, Kemampuan Keahlian, Loyalitas, Waktu,
Kompetensi
2. Job Rewards meliputi Upah, Kepastian dan Keamanan Kerja, Benefit,
Peluang Karir, Status, Peluang Promosi

D. Persepektif Pengharapan Mengenai Motivasi


4 asumsi dasar (Nadler & Lawler)
1. Perilaku sangat ditentukan oleh kombinasi dari berbagai faktor individu
dan berbagai faktor lingkungan

2. Perilaku individu dalam organisasi senantiasa ditentukan oleh kesadaran


dari keputusan setiap individu.
3. Individu memiliki keragaman kebutuhan, pengharapan dan tujuan.
4. Masing-masing individu cenderung akan berperilaku berdasarkan
pilihan alternatif perilaku yang terkait dengan harapan mereka

E. Konsep Dasar Kepemimpinan


Kepemimpinan ialah proses dalam mengarahkan dan mempengaruhi
para anggota dalam hal berbagai aktifitas yang harus dilakukan. Pada
dasarnya kepemimpinan melewati empat aspek yaitu,
1. pengikut (followers)
2. perbedaan kekuasaan (distribution of powers) antara pemimpin dan
pengikut
3. penggunaan kekuasaan untuk mempengaruhi (power to influence),
4. nilai yang dibangun(leadership value)
BAB XIII: Kelompok Kerja dan Komunikasi dalam Organisasi

A. Konsep dasar mengenai Kelompok Kerja


Kelompok kumpulan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi
dan saling mempengaruhi untuk suatu tujuan tertentu yang dipahami
bersama.
Kelompok kerja ialah kelompok yang disusun oleh organisasi
dengan tujuan untuk menjalankan berbagai pekerjaan yang terkait dengan
pencapaian tujuan organisasi
Secara teoritis maupun praktik, kelompok kerja dibagi dua yaitu,
Kelompok Kerja Formaladalah kelompok kerja yang dibentuk atau
disusun secara resmi oleh manajer dimana kelompok kerja tersebut
diberikan tugas dan pekerjaan yang terkait dengan pencapaian tujuan
organisasi
Kelompok Kerja Informalkelompok kerja disusun atau tersusun
dengan sendirinya ketika beberapa anggota dari organisasi yang
kegiatannya biasanya tidak terkait langsung dengan rencana-rencana rutin
dari organisasi, namun secara tidak langsung akan mempengaruhi kinerja
dari orang-orang dalam organisasi.

B. Manajemen Konflik dalam Konflik Kerja


Secara garis besar konflik dalam suatu organisasi dapat terjadi dalam
berbagai keadaan antara lain:
a. Konflik antar bawahan di bagian yang sama dalam sebuah organisasi
b. Konflik antara bawahan dan pimpinan di bagian yang sama dalam
sebuah organisasi
c. Konflik antar bawahan di bagian yang berbeda dalam sebuah organisasi
d. Konflik antara pimpinan dan bawahan di bagian yang berbeda dalam
sebuah organisasi
e. Konflik antar pimpinan bagian yang berbeda dalam sebuah organisasi.
d. Dan lain sebagainya
Konflik yang terjadi biasanya disebabkan oleh beberapa faktor,
diantaranya faktor komunikasi (communication factors), faktor struktur
tugas maupun struktur organisasi (job structure or organization structure),
faktor yang bersifat personal. (personal factors,) dan faktor lingkungan
(environmental factors).

C. Peran Komunikasi dalam Manajemen Organisasi


Komunikasi ialah proses dimana seseorang berusaha untuk
memberikan pengertian atau pesan kepada orang lain melalui pesan
simbolis. Saatini kemajuan teknologi sudah tidak diragukan lagi
kontribusinya terhadap kehidupan manusia, tidak terkecuali peran
komunikasi dalam organisasi. Terdapat dua hal yang terkait dengan system
teknologi informasi dalam berkomunikasi, yaitu
1. Sistem Informasi Formal meliputi sistem pemroses transaksi
(transaction-processing system), sistem informasi manajemen
(management information system), sistem pendukung pengambilan
keputusan (decision support system), sistem informasi eksekutif
(executive information system), sistem jaringan internal(intranet),
sistem pintar (expert system)
2. Teknologi Informasi yang Personal meliputi Komputer, Mesin
Fotocopy, Telepon Selular, WebCam, dll

BAB XIV: Pengawasan dan Pengendalian Organisasi

A. Konsep Dasar Pengawasan


Pengawasan adalah proses dalam menetapkan ukuran kinerja dan
pengambilan tindakan yang dapat mendukung pencapaian hasil yang
diharapkan sesuai dengan kinerja yang telah ditetapkan tersebut. Adapun
tujuan pengawasan yaitu:
a. Adaptasi lingkungan
b. Meminimalkan kegagalan
c. Meminimumkan biaya
d. Mengantisipasi kompleksitas dari organisasi
Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam pengawasan antara lain:
a. Penetapn standar dan metode penialian kinerja
b. Penilaian kinerja
c. Penilaian tentang terpenuhi nya standar kinerja
d. Pengambilan tindakan koreksi

B. Mempertahankan Fungsi Pengawasan


Fungsi pengawasan dan pengendalian merupakan fungsi penting
dalam manajemen organisasi, khususnya manajemen perusahaan. Terdapat
dua pendekatan dalam mempertahankan fungsi pengawasan. Kedua
pendekatan tersebut terdiri dari system pengawasan tradisional (traditional
control) dan system pengawasan yang berdasarkan komitmen
(commitment-based control system).

BAB XV: Manajemen Operasi dan Produktifitas dalam Organisasi

A. Konsep Dasar Manajemen Operasi


Manajemen Operasi ialah rangkaian proses pengelolaan keseluruhan
sumber daya perusahaan yang dibutuhkan dalam menghasilkan barang
atau jasa yang akan ditawarkan kepada konsumen. Pada dasarnya
manajemen operasi memfokuskan pada pengelolaan 5P dalam operai
perusahaan yaitu: People, Plants, Parts, Processes, dan Planning and
Control System

B. Produktivitas Dalam Organisasi


Produktivitas ialah ukuran sampai sejauh mana sebuah kegiatan
mampu mencapai target kuantitas dan kualitas yang telah ditetapkan.
Beberapa metode bagi peningkatan Produktivitas yaitu:
a. Metode Just in Time (JIT)
b. Metode Desain dan Pengerjaan dengan Bantuan Komputer (CAD &
CAM)
c. Manajemen berbasis Supply Chain

C. Manajemen Jasa
Manajemen Jasa adalah pendekatan keseluruhan dari perusahaan
dalam mewujudkan tercapainya kualitas pelayanan atau jasa sebagaimana
yang diinginkan oleh konsumen, dan merupakan faktor pendorong utama
dalam operasi bisnis. Ada beberapa alas an mengapa manajemen jasa
menjadi penting, diantaranya:
a. Jasa sebagai Keunggulan Kompetitif
b. Jasa sebagai Penentu Jumlah Konsumen
c. Jasa sebagai Penentu Profit

D. Manajemen Perubahan
Perubahan atau change bisa didefenisikan sebagijendela yang
memberikan kepada masa depanuntuk mendatangi anda. Masa depan
tersebut akan anda datangi dengan apa yang anda miliki dan persiapkan,
atau justru masa depan tersebut akan datang kepada anda degan berbagai
bentuk dan kemungkinan yang diluar dugaan. Terdapat enam langkah
dalam melakukan manajemen perubahan yaitu Envisioning, Activating,
Supporting, Installing , Ensuring , dan Recognizing.
Adapun kendala dalam melakukan manajemn perubahan terdapat
dua faktor yaitu Kendala dari Faktor Manusia dan Kendala dari Faktor
Organisasi.
BAB XVI: Manajemen Informasi dan Manajemen Internasional

A. Manajemen Informasi dan Ruang Lingkupnya

Data fakta-fakta atau gambaran mentah/kasar yang memiliki kaitan


atau relasi terhadap sebuah organisasi
Informasi data yang telah diproses untuk kegunaan perencanaan dan
pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi
Adapun syarat-syarat informasi adalah Relevan, Akurat, Lengkap,
Cepat secara periodik.
Manajemen informasi adalah pengelolaan data dimana didalamnya
mencakup proses mencari, menyusun, mengklasifikasikan, serta
menyajikan berbagai data yang terkait dengan kegiatan yang
dilakukan perusahaan sehingga dapat dijadikan landasan dalam
pengambilan keputusan oleh manajemen.
Sistem Informasi Manajemen adalah sebuah sistem yang menyangkut
metoda dan upaya terorganisasi dalam melakukan fungsi
pengumpulan data (baik data-dataa dari dalam dan luar perusahaan)
serta dengan menggunakan komputer data-data yang telah
dikumpulkan tadi diproses untuk menghasilkan dan menyajikan
informasi yang terkini, akurat dan cepat bagi para pengambil
keputusan manajemen.

B. Manjemen Internasional dan Ruang Lingkupnya


Perbedaan perusahaan local dengan perusahaan multinasional,
diantaranya sebagai berikut:
1. Ruang lingkup kegiatan bisnis
2. Penggunaan mata uang yang berbeda
3. Penggunaan sumber daya perusahaan
4. Regulasi bisnis
BAB XVII: Manajemen Usaha Kecil dan Manajemen Organisasi Nirlaba

A. Manajemen Usaha Kecil dan Ruang Lingkupnya


Usaha kecil adalah usaha yang dijalankan oleh sejumlah orang
(dibawah 20 orang) dimana usaha tersebut memiliki kekayaan bersih
maksimal sebesar 200 juta rupiah dan penghasilan tahunan maksimal
sebesar 1 milyar rupiah.
Paling tidak ada beberapa faktor yang harus dimiliki oleh mereka
yang menjalankan atau melakukan manajemen usaha kecil. Faktor-faktor
tersebut adalah Entrepreneurship, Profesionalisme, Inovatif, Keluasan
jaringan usaha, dan Kemampuan adaptif.

B. Manajemen Organisasi Nirlaba


Organisasi Nirbala ialah organisasi yang tujuannya lebih
menekankan kepada pencapaian manfaat bagi para anggota dan
masyarakat daripada aspek keuangan dari organisasi. Manfaat tersebut
dapat berupa manfaat sosial, keagamaan, kesehatan, maupun pendidikan.
Contoh organisasi Nilaba adalah organisasio nonpemerintah (ornop) atau
lembaga swadaya masyarakata(LSM) maupun lembaga sosial lainnya.
BAGIAN III

KOMENTAR

A. Kelebihan Buku
1. Menurut saya buku ini sangat bagus sekali karena materi-materi yang
dibahas di buatnya dengant konsep-konsep dan kata kunci di setiap
materinya yang dibahas
2. Isi buku dan penjelasan dalam buku ini sudah lengkap, karena mengupas
tuntas semuanya dan juga membahasnya semua satu per satu sehingga
pembaca dapat memilah-milah satu per satu dari materi tersebut.
3. Buku ini cocok digunakan untuk mahasiswa sebagai panduan dan pedoman
untuk menambah pengetahuan tentang apa itu Manajemen dan bagaimana
Manajemen Bisnis maupun Manajemen Organisasi
4. Dalam setiap bab telah dibuat indicator yang diharapkan untuk dapat
memahami dari setiap pokok bahasan setiap bab
5. Definisi- definisi dalam setiap pokok pembahasan banyak di buat pengertian
menurut para ahli. Sehingga kita sebagai pembaca dapat lebih mudah
memahami setiap pokok pembahasan yang ada dalam buku ini.

B. Kelemahan Buku
1. Bahasa dan kalimat yang digunakan dalam buku tersebut lumayan susah
untuk dimengerti dan dicerna, kata-katanya tidak begitu mudah untuk
dipahami sehingga pembaca harus lebih serius dan berkonsentrasi saat
membacanya.
2. Dalam buku ini terdapat banyak sekali teori-teori pengelolaan pengajaran,
namun contoh konkrit belum saya temukan. Padahal untuk mengetahui dan
bisa memahami secara mendalam pembaca tentu akan dimudahkan ketika
mereka dibawa kepersoalan yang nyata dan sudah ada contohnya.
Sistematika penyusunannya (langkah-langkah) sudah ada, namun langkah-
langkah saja belum cukup tanpa disodori contoh konkrit.
3. Dibutuhkan catatan kaki dalam buku ini, karena banyak istilah-istilah yang
masih asing dan masih butuh penjelasan.
4. Cover buku kurang menarik, terlalu kalem sehingga kurang bisa
menstimulus para pemilik buku untuk membacanya. Alangkah lebih
baiknya jika cover dibuat menarik sehingga menjadikan para pemilik
bahkan orang yang baru melihatnya tertarik untuk membaca.
5. Dalam penyajian, penulis menggunakan tidak menggunakan jarak spasi yang
sesuai sehingga membuat pembaca menjadi cepat bosan karena tulisan
terlalu rapat-rapat.

C. Kesimpulan

Buku pengantar manajemen karangan Ernie tisnawati sule dan


Kurniawan saefullah dibagi atas enam bagian.Lima bagian pertama merupakan
uraian mengenai teori,perkembanga,serta prinsip dasar penerapan ilmu
manajemen berdasarkan fungsi-fungsinya dalam organisasi,khususnya
organisasi bisnis atau yang lebih dikenal dengan perusahaan.Ada pun yang ke
enam berisi topik-topik seputar manajemen organisasi,dan bagian terakhir pada
buku ini disisipkan beberapa topic seputar manajemen informasi,manajemen
internasional,manajemen usaha kecil,dan manajemen usaha.