Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PENDAHULUAN

TUMOR OTAK

1.1 Definisi Tumor Otak


Tumor adalah adalah suatu pertumbuhan jaringan abnormal yang disebabkan oleh
mutasi DNA di dalam sel. Akumulasi dari mutasi-mutasi tersebut menyebabkan
munculnya tumor. Tumor otak atau glioma adalah sekelompok tumor yang
timbul dalam sistem saraf pusat dan dapat dijumpai beberapa derajat diferensiasi
glia (Liau, 2001). Apabila sel-sel tumor berasal dari jaringan otak itu sendiri,
disebut tumor otak primer dan bila berasal dari organ-organ lain, disebut tumor
otak metastase. (Huff, 2009).

Kerusakan pada jaringan otak secara langsung akan menyebabkan gangguan


fungsional pada sistem saraf pusat, berupa gangguan motorik, sensorik, panca
indera, bahkan kemampuan kognitif. Selain itu efek massa yang ditimbulkan
tumor otak juga akan memberikan masalah serius mengingat tumor berada dalam
rongga tengkorak yang pada orang dewasa merupakan suatu ruang tertutup
dengan ukuran tetap (Wahjoepramono, 2006).

1.2 Etiologi Tumor otak


Sebenarnya, penyebab tumor otak masih belum diketahui tetapi masih ada faktor-
faktor yang perlu ditinjau yaitu:
a. Herediter Sindrom herediter seperti von Recklinghausens Disease, tuberous
sclerosis, retinoblastoma, multiple endocrine neoplasma bisa meningkatkan
resiko tumor otak. Gen yang terlibat bisa dibahagikan pada dua kelas iaitu
tumor suppressor genes dan oncogens. Selain itu, sindroma seperti Turcot
dapat menimbulkan kecenderungan genetik untuk glioma tetapi hanya 2%
( Mehta, 2011).
b. Radiasi Radiasi jenis ionizing radiation bisa menyebabkan tumor otak jenis
neuroepithelial tumors, meningiomas dan nerve sheath tumors. Selain itu,
paparan therhadap sinar X juga dapat meningkatkan risiko tumor otak.(
Keating, 2001).
c. Substansi-substansi Karsinogenik Penyelidikan tentang substansi karsinogen
sudah lama dan luas dilakukan. Kini telah diakui bahwa ada substansi yang
karsinogenik seperti nitrosamides dan nitrosoureas yang bisa menyebabkan
tumor system saraf pusat ( Petrovich, et al., 2003., Mardjono, 2000)
d. Virus Infeksi virus juga dipercayai bisa menyebabkan tumor otak. Contohnya,
virus Epseien-barr. (Kauffman, 2007).
e. Gaya Hidup
Penelitian telah menunjukkan bahwa makanan seperti makanan yang
diawetkan, daging asap atau acar tampaknya berkorelasi dengan peningkatan
risiko tumor otak. Di samping itu, risiko tumor otak menurun ketika individu
makan lebih banyak buah dan sayuran. (Stark-Vance, et al., 2011).
1.3 Pathway
Tumor otak

Oedema otak Peningkatan massa otak Obstruksi cairan


cerebrospinal

Perubahan suplay Kompensasi


darah ke otak
Hidrosefalus
1. Vasokontriksi
pembuluh darah
otak
Nekrosis jaringan 2. Mempercepat
absorbsi cairan
Serebrospinalis

Kehilangan fungsi Kejang


secara akut
Gejala

- Peningkatan tekanan intrakranial


Resiko - Nyeri kepala, mual, muntah provektif,
cidera hipertensi, bardikardi, kesadaran menurun

Operasi / trepanasi

- Resiko terjadinya perdarahan - Kelemahan mobilitas fisik


- Gangguan rasa nyaman - Resiko terjadi peningkatan tekanan
(nyeri) intrakranial
- Resiko terjadi infeksi - Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi
1.4 Diagnosa Nic noc
1.4.1 Diagnosa 1: Nyeri akut (000132)
1.4.1.1 Definisi
Pengalaman sensori dan emosi yang tidak menyenangkan akibat
adanya kerusakan jaringan yang aktual atau potensial, yang tiba-
tiba atau perlahan dengan intensitas ringan sampai berat dengan
akhir yang dapat diantisipasi atau dapat diramalkan dan durasinya
kurang dari enam bulan.

1.4.1.2 Batasan karakteristik


Subjektif
Mengungkapkan secara verbal atau melaporkan nyeri dengan
isyarat
Objektif
Posisi untuk menghindari nyeri, perubahan tonus otot, respons
autonomik, perubahan selera makan, perilaku distraksi, perilaku
ekspresif, wajah topeng, perilaku menjaga atau sikap melindungi,
focus menyempit, bukti nyeri dapat diamati,berfokus pada diri
sendiri dan gangguan tidur.

1.4.1.3 Faktor yang berhubungan


Agen-agen penyebab cedera (misalnya biologis, kimia, fisik, dan
psikologis).

1.4.2 Diagnosa 2: Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer (00204)


1.4.2.1 Definisi
Penurunan sirkulasi darah perifer yang dapat mengganggu
kesehatan.
1.4.2.2 Batasan karakteristik
Bruit femoral
Edema
Indeks ankle-brakhial <0,90
Kelambatan penyembuhan luka perifer
Klaudikasi intermitten
Nyeri ekstremitas
Parastesia
Pemendekan jarak bebas nyeri yang ditempuh dalam uji
berjalan 6menit
Penurunan nadi perifer
Perubahan fungsi motorik
Perubahan karakteristik kulit (mis., warna, kelembaban,
kuku, sesasi, suhu)
Waktu pengisian kapiler >3detik
Warna kulit pucat saat elevasi
Warna tidak kembali ketungkai 1 menit setelah tungkai
diturunkan.

1.4.2.3 Faktor yang berhubungan


Diabetes mellitus
Gaya hidup kurang gerak
Hipertensi
Kurang pengetahuan tentang faktor pemberat (mis.,
merokok, gaya hidup monoton, trauma, obesitas, asupan
garam, immobilitas).
Kurang pengetahuan tentang penyakit
Merokok

1.4.3 Diagnosa 3 : Resiko Infeksi


1.4.3.1 Definisi : Rentan mengalami invasi dan multiplikasi organism
patogenik yang dapat menganggu kesehatan
1.4.3.2 Faktor resiko
Kurang pengetahuan untuk menghindari patogen
Malnutrisi
Obesitas
Penyakit kronis
Prosedur infasif
Pertahanan tubuh primer tidak adekuat :
- Gangguan integritas kulit
- Gangguan peristaltis
- Merokok
- Pecah ketuban dini
- Perubahan PH sekresi
Pertahanan tubuh sekunder tidak adekuat :
- Imunosupresi
- Leucopenia
- Penurunan hemoglobin
- Vaksinasi tidak adekuat
Terpajan pada wabah
Daftar Pustaka

Huff, Ropper, JS., 2009. Neoplasm, Brain. Available from:


http://emedicine.medscape.com/article/779664-overview.
[Accesed 02 July 2017].

Nurarif A, dan Kusuma H. (2013). Aplikasi Asuhan Keperawatan


Berdasarkan Diagnosis Medis & Nanda NIC NOC, Edisi
Revisi jilid 1 & 2.

Nurjannah, Intansari. 2016. ISDA Intans Screening Diagnoses Assesment.


Yogyakarta : MOCO Media.

Wahjoepramono, E.J., 2006. Tumor Otak. 1-5. Jakarta. Fakultas


Kedokteran Universitas Pelita Harapan Lippo Karawaci.

Banjarmasin, Juli 2017

Preseptor akademik, Preseptor klinik,

(.................................................................) (......................................................)