Anda di halaman 1dari 8

99

ANALISIS PENDAPATAN DAN PRODUKTIVITAS AYAM PETELUR SISTEM


CLOSED HOUSE DENGAN PENGGUNAAN MESIN PAKAN OTOMATIS
DAN MANUAL DI KUWIK FARM, KECAMATAN BADAS, PARE

Frisnanda Mitra Primaditya1), Sri Hidanah2), Soeharsono3),


1)Mahasiswa , 2)Departemen Peternakan, 3)Departemen Anatomi Veteriner,
Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga

ABSTRAK

Objek penelitian adalah tiga kandang tipe tertutup yang menggunakan


mesin pakan otomatis, dan tiga kandang tipe tertutup yang tidak menggunakan
mesin pakan otomatis (manual). Setiap obyek studi ini akan dilakukan penelitian
dengan tujuan untuk mengetahui analisis pendapatan dan produksi telur. Analisis
data untuk menentukan produktivitas ayam petelur, menggunakan model SPSS
Direct Marketing. Analisis pendapatan dihitung dengan metode analisis laba / rugi,
sedangkan produksi telur diamati dengan menggunakan catatan data Rasio
konversi pakan (FCR), Hen-Day (HD), dan Hen-Housed (HH). Hasil analisis rasio
keuntungan / kerugian pada hasil laba / rugi di kandang manual menunjukkan
jumlah 64%, sedangkan di kandang otomatis adalah 66%. Kesimpulan dari rasio
laba / rugi antara kandang manual dan otomatis adalah kandang dengan mesin
makan otomatis, memberikan keuntungan lebih dari kandang manual. Hasil di
kandang nilai produksi telur dengan makan menggunakan mesin pakan otomatis
(hopper), memberikan pengaruh terhadap nilai hasil produksi telur dengan FCR =
2.17, HD = 85,06%, dan HH = 22,7 Kg, daripada nilai hasil produksi telur kandang
pada mesin yang tidak menggunakan pakan otomatis (manual) meliputi: FCR =
2.31, HD = 80,06%, dan HH = 21,4 Kg.

Kata Kunci: Analisis pendapatan, Produksi telur, Mesin pakan otomatis

PENDAHULUAN

Perkembangan jumlah Hampir semua lapisan


penduduk yang selalu meningkat dari masyarakat dapat mengkonsumsi
tahun ke tahun terus diimbangi jenis makanan ini sebagai sumber
dengan kesadaran akan arti penting protein hewani. Cara pengolahannya
peningkatan gizi dalam kehidupan. sangat mudah. Hal ini menjadikan
Hal ini berimplikasi pada pola telur merupakan jenis bahan makanan
konsumsi makanan yang juga akan yang selalu dibutuhkan dan
terus meningkat. Telur ayam dikonsumsi secara luas oleh
merupakan jenis makanan bergizi dan masyarakat. Pada gilirannya
bermanfaat sebagai sumber protein kebutuhan telur juga akan terus
hewani. meningkat. Ayam juga termasuk

AGROVETERINER Vol.3, No.2 Juni 2015


100

hewan yang mudah diternakkan yang di peroleh dapat menjadi tinggi;


dengan modal yang relatif lebih kecil meminimalisir kontak dengan agen
dibandingkan dengan hewan besar atau vector pembawa penyakit dari
lainnya. Produk ayam (telur dan luar kandang; kelembaban dan suhu
daging) dan limbahnya diperlukan dalam kandang yang dapat diatur dan
manusia dalam kehidupan sehari-hari. sistem kandang ini juga memudahkan
Banyaknya kebutuhan atau konsumsi dalam pengambilan telur dan
telur dan daging ayam yang pendistribusian pakan. Kekurangan
diperlukan oleh ratusan juta manusia dari kandang tipe ini bertitik berat
di dunia ini, mengakibatkan pesatnya pada bagian modal awal
perkembangan peternakan ayam baik pembangunan kandang; pembelian
skala kecil dan menengah, maupun alat control panel yang termasuk mahal
industri ayam modern hampir untuk para peternak biasa, dan biaya
diseluruh dunia. perawatan alat-alat tersebut.

Tujuan perkembangan usaha Usaha peternakan ayam


peternakan ayam petelur adalah petelur baik sebagai usaha yang
untuk memenuhi kebutuhan pangan bersifat komersil (utama) maupun
dan gizi masyarakat pada sektor sebagai usaha sambilan serta
rumah tangga oleh pihak konsumen. peternakan yang bersifat mandiri
Tujuan yang ingin dicapai oleh pihak maupun kemitraan dengan tipe
produsen dalam mengusahakan kandang closed house system maupun
peternakan ayam petelur adalah open house system, seluruhnya
untuk mendapatkan keuntungan guna tentunya berorientasi pada
mencukupi kebutuhan hidup dan pencapaian keuntungan yang
meningkatkan usahanya. Jatinom maksimal. Untuk itu diperlukan
Indah merupakan sebuah perusahaan sebuah perhitungan yang matang dan
yang bergerak di bidang peternakan analisa ekonomi yang tepat guna
ayam petelur dengan pola mandiri. mengetahui efisiensi usaha yang telah
Peternakan ayam petelur yang terletak didirikannya agar memperoleh hasil
di daerah Pare, kecamatan Badas, desa yang maksimal, serta mendapatkan
Kuwik ini menggunakan tipe performance produktivitas dari hasil
kandang closed house. berupa telur yang optimal pula
sehingga untuk kedepannya agar bisa
Kandang tipe Closed House, deterapkan bagi para peternak
merupakan tipe kandang yang khususnya ayam petelur.
tertutup dan mempunyai pengaturan
ventilasi udara yang baik dengan Peternakan yang sudah
bantuan control panel otomatis. dikatakan cukup maju dan
Kandang tipe tersebut mempunyai berkembang dapat ditinjau dari segi
kelebihan dan kekurangan. aspek finansialnya. Penelitian ini akan
Kelebihannya antara lain: ternak tidak memberikan gambaran tentang
mudah stress akibat perubahan suhu perbandingan antara kandang yang
yang ekstrim dari luar kandang, menggunakan mesin pakan otomatis
sehingga tingkat produktivitas telur dengan yang tidak menggunakan

AGROVETERINER Vol.3, No.2 Juni 2015


101

mesin pakan tersebut dalam analisa closed house yang tidak menggunakan
pendapatan dan produksi telur. mesin pakan otomatis (manual).
Masing-masing objek
METODE PENELITIAN penelitian tersebut akan dilakukan
penelitian dengan tujuan untuk
Penelitian dilakukan di mengetahui analisis pendapatan dan
peternakan ayam petelur Kuwik tingkat produksi telur berupa nilai
farm daerah desa Kuwik, kecamatan Feed Conversion Ratio (FCR), Hen-
Badas, Pare, Jawa timur. Waktu Day (HD), dan Hen-Housed (HH) dari
melakukan survey ke lokasi tiap kandang dengan metode
peternakan pada bulan Januari 2014. pemberian pakan yang berbeda
Data yang diperoleh dari peternakan tersebut.
yaitu selama 1 tahun masa produksi
ayam bertelur dengan fluktuasi harga ANALISIS DATA
pada tahun 2013.
Data kuantitatif digunakan
Pendekatan penelitian untuk mendeskripsikan analisis usaha
berfokus pada hubungan antara dua meliputi analisis pendapatan biaya
atau lebih variabel. Metode survey produksi dan nilai produktivitas ayam
yang digunakan adalah secara petelur. Selanjutnya data tersebut di
kuantitatif untuk mendapatkan analisis dengan menggunakan SPSS
korelasi antara beberapa variabel yang Direct Marketing.
kemudian dilakukan deskriptif
analitis yaitu suatu prosedur HASIL DAN PEMBAHASAN
pemecahan masalah dengan
menggambarkan keadaan objek Tabel 5.1. Rata-rata produksi telur
penelitian pada saat sekarang, (FCR dan Hen-day) pada kandang
berdasarkan penemuan fakta-fakta manual dan Kandang otomatis pada
atau keadaan yang sebenarnya. umur pemeliaharaan 25 minggu 82
minggu di Kuwik farm.
Pengambilan sampel
menggunakan metode purposive Jenis FCR Hen Hen
sampling. Peneliti mengambil jumlah Kandang Day (%) Housed
populasi dari usaha peternakan ayam (Kg)
petelur pada peternakan tersebut Manual 2,31 80,06 21,4
dengan pertimbangan sesuai dengan
karakteristik kandang closed house Otomatis 2,17 85,06 22,7
yang memakai alat pemberian pakan
otomatis dengan yang tidak.

Objek penelitian yang akan


diteliti adalah tiga kandang closed
house yang menggunakan mesin
pakan otomatis, dan tiga kandang

AGROVETERINER Vol.3, No.2 Juni 2015


102

Tabel 5.2. Laporan Finansial pada Tabel 5.4. Hasil pendapatan rata-rata
kandang manual pada umur (dalam milyar rupiah) dari telur dan
pemeliharaan 25 minggu 82 minggu ayam afkir pada kandang manual dan
di Kuwik farm. kandang otomatis dengan umur
pemeliharaan 25 minggu 82 minggu
di Kuwik farm.
Biaya tetap Jumlah (Rp)
Tanah 123.200.000
Ayam 338.800.000
Kandang 231.000.000 Kandang Manual Otomatis
Peralatan 267.000.000
Telur Rp.6,93693 M Rp.8,77734 M
Total 960.000.000
Ayam
Afkir Rp.0,31878 M Rp.0,337665 M
Biaya variable Jumlah
Total Rp.7,25571 M Rp.9,15399 M
Pakan 1.565.256.000
Listrik dan air 27.489.000 Tabel 5.5. Hasil analisis finansial
Obat dan vaksin 15.253.700 menggunakan ratio laba/rugi pada
Total 1.607.998.700 kandang manual dan kandang
otomatis dengan umur pemeliharaan
25 minggu 82 minggu di Kuwik
Tabel 5.3. Laporan Finansial pada farm.
kandang otomatis pada umur
pemeliharaan 25 minggu82 minggu Ratio Kandang 66 %
di Kuwik farm. Laba/Rugi Otomatis Closed
House
Kandang 64 %
Biaya tetap Jumlah (Rp)
Manual Closed
Tanah 125.550.000 House
Ayam 409.200.000
Kandang 279.000.000 Dari tabel 5.1 terdapat hasil
Peralatan 372.000.000 rata- rata dari nilai FCR, Hen Day,
Total 1.185.750.000 dan Hen House. Pada nilai FCR,
tampak pada kandang otomatis yang
menggunakan mesin pakan otomatis
Biaya variabel Jumlah
(hopper) menghasilkan nilai rata-rata
Pakan 1.800.480.000 FCR = 2,17 yang menunjukkan nilai
Listrik dan air 30.690.000 yang lebih kecil daripada kandang
Obat dan vaksin 23.380.200 yang tidak menggunakan mesin
Total 1.854.550.200 pakan otomatis (hopper) atau manual
dengan nilai FCR = 2,31. FCR adalah
nilai konversi pakan yang berarti
perbandingan jumlah pakan yang

AGROVETERINER Vol.3, No.2 Juni 2015


103

dihabiskan dengan total jumlah telur efisiensi penggunaan pakan dengan


(kg). kandang yang menggunakan pakan
otomatis (hopper). Maka nilai Hen-Day
Semakin kecil nilainya maka nya juga akan mengikuti dengan baik
nilai FCR berarti semakin efisien pula (Gerzilov, 2012).
jumlah pakan yang di konsumsi
sehingga berpengaruh dalam jumlah Hen-House adalah jumlah
produksi telur (Gerzilov, 2012). Hal ini produksi telur dalam jangka waktu
disebabkan pada jenis kandang yang tertentu yang didasarkan pada jumlah
menggunakan mesin pakan otomatis ayam pada awal mula ayam
dapat menurunkan tingkat stress berproduksi telur. Hasil data
ayam yang disebabkan oleh para recording pada tabel 5.1 menunjukkan
pekerja atau anak kandang dalam bahwa kandang otomatis mempunyai
pemberian pakan. Faktor-faktor nilai sebanyak 22,7 Kg. Hal ini berarti
penyebab stress pada ayam pada rata-rata per ekor ayam mampu
umumnya dipengaruhi oleh : suhu menghasilkan telur sebanyak 22,7 Kg
yang terlalu ekstrim, populasi yang dalam 1 periode masa pemeliharaan.
padat, ketakutan terhadap orang Lebih banyak nilai nya daripada
disekitar kandang. Faktor-faktor stress kandang manual yang hanya
pada ayam petelur tersebut dapat sebanyak 21,4 Kg. Pemberian pakan
berdampak langsung terhadap tingkat ayam dengan penggunaan mesin
produktivitas telur (Gunawan, 2004 ; pakan otomatis (hopper) bisa
Fanatico, 2007). Kandang yang menghemat pakan, rata-rata mencapai
menggunakan mesin pakan otomatis 2 3 gram/ekor/hari dibandingkan
berpengaruh terhadap pakan yang di pemberian pakan secara manual pakai
keluarkan oleh mesin pakan dapat gayung, karena pakan yang
menyebabkan tidak banyak pakan tercecer/terbuang hampir tidak ada.
yang berlebih atau terbuang, karena
pengeluaran pakan secara otomatis di Data yang diamati untuk
keluarkan oleh mesin (Robert, 2001). menganalisis hasil pendapatan pada
Kuwik farm meliputi biaya tetap dan
Data recording pada tabel 5.1 biaya variabel pada tabel 5.2. Biaya
menunjukkan bahwa hasil rata-rata tetap meliputi : harga tanah, ayam,
nilai persentase Hen-day dari kandang, dan peralatan. Biaya
kandang otomatis adalah 85,06 %, variabel meliputi : harga pakan, listrik
lebih tinggi dibandingkan dengan & air, dan obat & vaksin. Hasil
kandang manual dengan nilai laporan finansial pada kandang
persentase sebanyak 80,06 %. Rata- manual dan otomatis, biaya variabel
rata persentase nilai Hen-Day layer berupa harga pakan merupakan yang
berkisar 80 % selama masa hidup paling besar kebutuhannya. Karena
ayam. Hal ini berhubungan dengan pada peternakan ayam, kebutuhan
nilai FCR pada kandang otomatis pakan merupakan yang paling utama
yang lebih baik dibandingkan dengan sekitar 80% dari total biaya produksi
kandang manual yang nilai FCR nya (Faiqoh, 2011).
lebih besar, dikarenakan semakin

AGROVETERINER Vol.3, No.2 Juni 2015


104

Menurut Ismail dan Utami kandang manual dan otomatis. Hasil


(2013), Kandang sistem otomatis ratio laba/rugi (tabel 5.4) pada
mempunyai harga tanah yang lebih kandang manual menunjukkan
mahal daripada kandang manual, jumlah 64 %, sedangkan pada
dikarenakan pada kandang otomatis kandang otomatis adalah 66%.
mempunyai kapasitas bangunan yang Kesimpulan dari hasil ratio laba/rugi
lebih besar dibandingkan dengan antara kandang yang manual dengan
kandang manual. Terdapat mesin yang otomatis adalah kandang
pakan otomatis dan jumlah kandang dengan mesin pakan otomatis
bateray yang lebih banyak karena memberikan keuntungan yang lebih
jumlah populasi yang banyak daripada kandang yang manual.
daripada kandang yang manual.
KESIMPULAN
Biaya variabel pada pakan,
menunjukkan bahwa kandang dengan Produksi telur pada kandang
sistem otomatis mempunyai biaya yang pemberian pakannya dengan
yang lebih tinggi dibandingkan menggunakan mesin pakan otomatis
dengan kandang manual ( Tabel 5.2 (hopper), berpengaruh terhadap
dan Tabel 5.3) dikarenakan pada produktivitas telur di peternakan
kandang otomatis mempunyai jumlah ayam petelur sistem closed house pada
populasi ayam pada pemberian pakan Kuwik farm, Pare, Kediri. Hasil ratio
yang lebih banyak daripada kandang laba/rugi antara kandang yang
manual. Berdasarkan laporan finansial manual dengan yang otomatis adalah
pada tabel 5.2, kandang otomatis kandang dengan mesin pakan
mempunyai jumlah total biaya otomatis memberikan keuntungan
produksi Rp.1.854.550.200,00. Total yang lebih daripada kandang yang
biaya produksi pada kandang manual manual.
adalah Rp.1.607.998.700,00. Pada
kandang otomatis yang menggunakan DAFTAR PUSTAKA
mesin pakan otomatis (hopper)
mempunyai jumlah total biaya Abun. 2008. Nutrisi Ternak Unggas
produksi yang lebih besar daripada dan Monogastrik. Fakultas
kandang manual yang tidak Peternakan Universitas
menggunakan hopper. Padjajaran. Bogor.

Menurut Hansen dan Mowen Emzir. 2010. Metodologi Penelitian


(2009), Analisa laporan finansial Pendidikan.Cetakan ke-4.
menggunakan ratio laba/rugi., PT.Rajagrafindo Persada.
tujuannya untuk melihat apakah Jakarta.
jumlah penerimaan dapat dipengaruhi
oleh perbedaan jenis kandang yang Faiqoh. 2011. Analisis Keuntungan dan
menggunakan mesin pakan otomatis Kelayakan Usaha Peternakan
(hopper) dan tanpa mesin pakan Ayam Petelur PT. Bintang
otomatis (manual), atau karena faktor Sembilan di Kecamatan
biaya modal investasi awal pada tiap Tambakboyo Kabupaten
Tuban.Skripsi. Program Studi

AGROVETERINER Vol.3, No.2 Juni 2015


105

Ilmu Peternakan, Fakultas


Peternakan, Universitas Kamid, R. A. A. 2002. Analisis
Brawijaya. Malang. Kelayakan Usaha Ternak Itik
Petelur pada Kelompok Tani
Fanatico, A. 2007. Poultry House Ternak Branjangan Putih
Management for Alternative Kecamatan Losari Kabupaten
Production. Department of Cirebon. Fakultas Peternakan
Agricultures Rural Business. IPB. Bogor.
United States of America.
Kartasudjana, R. dan E. Suprijatna.
Gerzilov. V, V. D. 2012. Effect Of 2006. Manajemen Ternak
Poultry Housing Systems On Unggas. Penebar Swadaya,
Egg Production. Bulgarian Jakarta.
Journal of Agricultural Science,
18 (No 6), 953-957 Leeson, S. 2008. Production for
commercial poultry nutrition.
Gunawan dan D. T. H. Sihombing. Journal Applied Poultry
2004. Pengaruh Suhu Research (17): 315 322.
Lingkungan TInggi Terhadap
Kondisi dan produktivitas Lelystad, P.V. 2004. Welfare aspects of
Ayam Buras. Institut Pertanian various systems for keeping
Bogor. laying hens. The EFSA Journal
(197): 1-23.
Hansen, D.R. dan M.M. Mowen. 2009.
Akuntansi Manajerial, jilid 1. Murad, A. 2003. Egg Production
Salemba Empat. Jakarta. Performance and Prediction of
Standard Limits for Traits of
Ismail. I. dan H. D. Utami. 2013. Economic Importance in
Analisis Ekonomi Usaha Broiler Breeders. International
Peternakan Broiler pada Journal of Poultry Science 2 (4):
Pola Kemitraan PT. Sinar 275-279. Agricultural
Sarana Sentosa. Universitas University, Peshawar.
Brawijaya. Malang. Pakistan.

Juju, W. 2004. Ilmu Nutrisi Unggas. Pakage, S. 2009. Analisis Kelayakan


Edisi ke-5. UGM. Yogyakarta. Usaha Peternakan Ayam
Petelur Ditinjau dari Aspek
Kabir, F. dan M.T. Haque. 2010. Study Finansial, Ekonomi, Sosial, dan
on production performance of Lingkungan. Fakultas
ISA Brown strain at Krishibid Peternakan Universitas
Firm, Ltd., Trishal, Brawijaya. Malang.
Mymensingh.
BangladeshResearch Parenrengi, S. 2009. Analisis Investasi
Publications Journal 3 (3): 1039 Optimal Pemanfaatan
1044. Sumberdaya Ikan Layang

AGROVETERINER Vol.3, No.2 Juni 2015


106

(Decapterus spp.) di
Kabupaten Pohuwanto
Provinsi Gorontalo, Program
Pascasarjana IPB. Bogor.

Robert. P. 2001. Poultry Housing and


Management in Developing
Country. School of Veterinary
Science, University of
Queensland, Gatton, 4343,
Queensland, Australia

Robinson. S. dan G. Bolla. 2003.


Poultry Keeping on a Smale Scale.
NSW Agriculture 1st Edition.
United States.

Suliyanto. 2010. Studi Kelayakan


Bisnis. PT. Andi Offset.
Yogyakarta.

Sudaryani, T. dan H. Santoso. 2004.


Pembibitan Ayam Ras.
Cetakan ke-8. PT. Penebar
Swadaya. Jakarta.

Warsito, S. H. 2010. Analisis Finansial,


Resiko dan Sensitivitas Usaha
Peternakan Ayam Petelur.
Universitas Brawijaya. Malang.

Widodo, W. 2010. Nutrisi dan Pakan


Unggas Kontekstual. Fakultas
Peternakan. Universitas
Muhammadiyah. Malang.

AGROVETERINER Vol.3, No.2 Juni 2015