Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN PRAKTIKUM

LABORATORIUM SISTEM TELEKOMUNIKASI

JUDUL PRAKTIKUM:
FREQUENCY SHIFT KEYIN ( FSK )

GRUP:
4

3D
PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


2016
PEMBUAT LAPORAN : Kelompok 4

NAMA PRAKTIKAN :
1. Lello Nella Rosa (1315030103)
2. Lutfi Aditya Wibowo (1315030104)
3. Maulidia Widhah Azmal (1315030059)
4. Mikha Libert Hasudungan (1315030060)
5. Nadiah Nur Atikah (1315030066)

TGL. SELESAI PRAKTIKUM : 20 Oktober 2016

TGL. PENYERAHAN LAPORAN : 27 Oktober 2016

NILAI :..........

KETERANGAN : ....................................

......................................
FREQUENCY SHIFT KEYING
( FSK )

I. TUJUAN
1. Mengiterprestasikan istilah FSK.
2. Membangun rangkaian untuk modulasi dan demodulasi FSK.
3. Dapat membangun sistem transmisi FSK, mengamati proses modulasi dan
demodulasi, menelusuri pemrosesan sinyal pada masing-masing tingkat dan
menerangkan proses sinyal tersebut.

II. DIAGRAM RANGKAIAN

III. ALAT DAN KOMPONEN

No Alat Jumlah
1. DC power supply + 15V SO 3538-8D 1
2. Function Generator SO 5127-2R 1
3. ASK-FSK-PSK Modulator SO 3537-9F 1
4. FSK Demodulator SO 3537-9K 1
5. Universal Counter HP-5314 A 1
6. Frequency Analyzer SO 3537-6D 1
7. Multimeter Analog Metrix MX 430 1
8. Oscilloscope GW-INSTEK GOS-653G 1
9. BNC to Banana Cable 4
10. Banana to Banana Cable 4
11. Jumper plug-in besar 15

IV. DASAR TEORI

Pada FSK, frekuensi carrier digeser pada dua frekuensi yaitu f1 dan f2. f1
diperuntukan untuk membawa biner 0 dan f2 untuk membawa biner 1. Spectrum
frekuensi pada hard keying akan menghasilkan garis spectrum yang maksimum dan tidak
mengandung frekuensi lengah. Pada soft keying, spectrum frekuensi mengandung sebuah
frekuensi tengah yaitu : fm = ( f1 + f2 )/ 2 amplitude f1 dan f2 berkurang dan frekuensi-
frekuensi diantara f1 dan f2 bertambah. Yang menguntungkan dari soft keying adalah
kenyataan bahwa bandwidth lebih kecil.
Frequency Shift Keying (FSK) atau pengiriman sinyal melalui penggeseran frekuensi.
Metoda ini merupakan suatu bentuk modulasi yang memungkinkan gelombang modulasi
menggeser frekuensi output gelombang pembawa. Pergeseran ini terjadi antara harga-harga
yang telah ditentukan semula dengan gelombang output ang tidak mempunyai fasa terputus-
putus. Dalam proses modulasi ini besarnya frekuensi gelombang pembawa berubah-ubah
sesuai dengan perubahan ada atau tidak adanya sinyal informasi digital.
FSK merupakan metode modulasi yang paling populer. Dalam proses ini gelombang
pembawa digeser ke atas dan ke bawah untuk memperoleh bit 1 dan bit 0. Kondisi ini
masing-masing disebut space dan mark. Keduanya merupakan standar transmisi data yang
sesuai dengan rekomendasi CCITT. FSK juga tidak tergantung pada teknik on-off pemancar,
seperti yang telah ditentukan sejak semula. Kehadiran gelombang pembawa dideteksi untuk
menunjukkan bahwa pemancar telah siap.
Dalam hal penggunaan banyak pemancar (multi transmitter), masingmasingnya dapat
dikenal dengan frekuensinya. Prinsip pendeteksian gelombang pembawa umumnya dipakai
untuk mendeteksi kegagalan sistem bekerja. Bentuk dari modulated Carrier FSK mirip
dengan hasil modulasi FM. Secara konsep, modulasi FSK adalah modulasi FM, hanya disini
tidak ada bermacam-macam variasi /deviasi ataupun frekuensi, yang ada hanya 2
kemungkinan saja, yaitu More atau Less (High atau Low, Mark atau Space). Tentunya untuk
deteksi (pengambilan kembali dari kandungan Carrier atau proses demodulasinya) akan lebih
mudah, kemungkinan kesalahan (error rate) sangat minim/kecil. Umumnya tipe modulasi
FSK dipergunakan untuk komunikasi data dengan Bit Rate (kecepatan transmisi) yang
relative rendah, seperti untuk Telex dan Modem-Data dengan bit rate yang tidak lebih dari
2400 bps (2.4 kbps).

V. DATA PERCOBAAN
V.1. FSK Hard Keying

F (KHz) B (Hz) 2
2 () =
1. 2
3,7 200/20 U2 = 20 mV
23,7 200/20 U2 = 20 mV
43,7 200/20 U2 = 20 mV
Fc = 63,7 200/20 U2 = 3,5 mV
83,7 200/20 U2 = 20 mV
103,7 200/20 U2 = 20 mV
123,7 200/20 U2 = 20 mV
V.2. FSK Soft Keying

F (KHz) B (Hz) 2
2 () =
1. 2
45,5 200/20 U2 = 19 mV
65,5 200/20 U2 = 1,5 V
Fc = 85,5 200/20 U2 = 20 mV
105,5 200/20 U2 = 1,5 V
125,5 200/20 U2 = 17 mV

V.3. Demodulasi/ Hard Keying


V.4. Demodulasi/ Soft Keying
VI. ANALISA DATA

Pada percobaan ini digunakan gelombang TTL (gelombang kotak/digital) dari


function generator dengan frekuensi 20 KHz. Gelombang ini digunakan sebagai sinyal
keying, yaitu sinyal input/ informasi. Sedangkan untuk gelombang carrier, digunakan
gelombang dari local generator dengan frekuensi carrier sekitar 109 KHz. Secara teori,
sinyal keying akan berfungsi sebagai clock yang mengatur pergantian frekuensi pada
gelombang carrier. Gelombang carrier akan mengeluarkan frekuensi yang berubah-
ubah, yaitu f1 dan f2 secara bergantian. Frekuensi pertama (f1) mewakili bit 1 pada
sinyal keying sedangkan frekuensi kedua (f2) mewakili bit 0 pada sinyal keying. Hal ini
terlihat pada gelombang hasil modulasi. Pada gelombang output terlihat adanya
frekuensi rapat dan renggang yang keluar bergantian. Frekuensi rapat, atau dengan kata
lain frekuensi yang lebih tinggi, menunjukkan bit 1 sedangkan frekuensi renggang
(frekuensi yang lebih rendah) menunjukkan bit 0.
Pada percobaan dengan Hard Keying, sinyal input yang digunakan berupa
gelombang kotak (digital). Sinyal ini memiliki transisi yang cepat dari bit 1 ke bit 0 atau
sebaliknya. Hal ini mempengaruhi perubahan frekuensi gelombang output. Pada
gelombang output terjadi perubahan/pergantian yang cepat antara f1 dan f2. Pada
percobaan dengan Soft Keying, sinyal input dimasukkan ke filter lowpass. Hasilnya,
sinyal ini memiliki transisi yang lambat dari bit 0 ke bit 1 atau sebaliknya. Sinyal input
tersebut tidak lagi memiliki bentuk gelombang kotak, akan tetapi berbentuk seperti sirip
hiu. Hal ini mempengaruhi perubahan/pergantian frekuensi pada gelombang output.
Pada gelombang output, frekuensi f1 dan f2 bergantian perlahan, sehingga terdapat
frekuensi tengah, yaitu frekuensi antara rapat dan renggang.
Pada gelombang output, baik Hard Keying maupun Soft Keying, dilakukan
pengukuran dengan spectrum analyzer untuk mengetahui spectrum frekuensinya. Pada
hasil pengukuran ditemukan adanya level tegangan pada frekuensi carrier dan frekuensi
side band.
Gelombang output kemudian dimasukkan ke rangkaian demodulator. Pada
rangkaian ini gelombang hasil modulasi dimasukkan ke mixer untuk diproses dengan
gelombang dari VCO. Gelombang dari VCO ini merupakan gelombang output mixer
yang dimasukkan ke low pass filter kemudian digunakan kembali. Gelombang output
mixer berbentuk gelombang kotak, sedangkan gelombang yang keluar dari low pass
filter berbentuk seperti sirip hiu. Gelombang dari low pass filter ini kemudian diproses
kembali agar menjadi gelombang TTL (gelombang kotak/digital) , yaitu gelombang
input/informasi seperti semula.

VII. KESIMPULAN
Sinyal Keying (Sinyal Informasi) berfungsi sebagai clock yang mengatur pergantian
frekuensi f1 dan f2 pada sinyal carrier, sehingga frekuensi f1 mewakili bit 1
sedangkan f2 mewakili bit 0.
Pada Hard Keying, sinyal informasi memiliki transisi yang cepat dari bit 1 ke 0 atau
sebaliknya, sehingga pada gelombang output terjaadi pergantian frekuensi f1 dan f2
dengan cepat.

VIII. REFERENSI
Pada Soft Keying, sinyal informasi memiliki transisi yang lambat dari bit 1 ke 0 atau
sebaliknya, sehingga pada gelombang output terjaadi pergantian frekuensi f1 dan f2 yang
lambat dan terdapat frekuensi tengah, yaitu frekeunsi antara f1 dan f2

Modulasi Digital
Modulasi digital merupakan proses penumpangan sinyal digital (bit stream) ke
dalam sinyal carrier. Modulasi digital sebetulnya adalah proses mengubah-ubah
karakteristik dan sifat gelombang pembawa (carrier) sedemikian rupa sehingga bentuk
hasilnya (modulated carrier) memeiliki ciri-ciri dari bit-bit (0 atau 1) yang
dikandungnya. Berarti dengan mengamati modulated carriernya, kita bisa mengetahui
urutan bitnya disertai clock (timing, sinkronisasi).
Melalui proses modulasi digital sinyal-sinyal digital setiap tingkatan dapat
dikirim ke penerima dengan baik. Untuk pengiriman ini dapat digunakan media
transmisi fisik (logam atau optik) atau non fisik (gelombang-gelombang radio).
Pada dasarnya dikenal 3 prinsip atau sistem modulasi digital yaitu: ASK, FSK,
dan PSK

Frequency Shift Keying


Frequency Shift Keying (FSK) atau pengiriman sinyal melalui penggeseran
frekuensi. Metoda ini merupakan suatu bentuk modulasi yang memungkinkan
gelombang modulasi menggeser frekuensi output gelombang pembawa. Pergeseran
ini terjadi antara harga-harga yang telah ditentukan semula dengan gelombang output
yang tidak mempunyai fasa terputus-putus.
Dalam proses modulasi ini besarnya frekuensi gelombang pembawa berubah-
ubah sesuai dengan perubahan ada atau tidak adanya sinyal informasi digital.
FSK merupakan metode modulasi yang paling populer. Dalam proses ini
gelombang pembawa digeser ke atas dan ke bawah untuk memperoleh bit 1 dan bit 0.
Kondisi ini masing-masing disebut space dan mark. Keduanya merupakan standar
transmisi data yang sesuai dengan rekomendasi CCITT.

FSK juga tidak tergantung pada teknik on-off pemancar, seperti yang telah
ditentukan sejak semula. Kehadiran gelombang pembawa dideteksi untuk
menunjukkan bahwa pemancar telah siap.
Dalam hal penggunaan banyak pemancar (multi transmitter), masing-
masingnya dapat dikenal dengan frekuensinya. Prinsip pendeteksian gelombang
pembawa umumnya dipakai untuk mendeteksi kegagalan sistem bekerja.
Bentuk dari modulated Carrier FSK mirip dengan hasil modulasi FM. Secara
konsep, modulasi FSK adalah modulasi FM, hanya disini tidak ada bermacam-macam
variasi /deviasi ataupun frekuensi, yang ada hanya 2 kemungkinan saja, yaitu More
atau Less (High atau Low, Mark atau Space). Tentunya untuk deteksi (pengambilan
kembali dari kandungan Carrier atau proses demodulasinya) akan lebih mudah,
kemungkinan kesalahan (error rate) sangat minim/kecil.
Umumnya tipe modulasi FSK dipergunakan untuk komunikasi data dengan Bit
Rate (kecepatan transmisi) yang relative rendah, seperti untuk Telex dan Modem-Data
dengan bit rate yang tidak lebih dari 2400 bps (2.4 kbps).
Pada modulasi FSK (diterjemahkan sebagai penguncian penggeseran
frekuensi), sinyal pemodulasi yang berupa sinyal digital digunakan untuk memodulasi
frekuensi sinyal pembawa sinusoidal. Jika sinyal informasi mempunyai logika 0
maka sistem akan mentransmisikan suatu frekuensi tertentu misalnya f1, sedangkan

jika sinyal informasi mempunyai logika 1 maka sistem akan mentransmisikan suatu
frekuensi yang lain, misalnya f2. Dengan demikian, sinyal FSK yang ditransmisikan

adalah sinyal sinusoidal dengan amplitudo konstan, tetapi dengan frekuensi berbeda
sesuai dengan arus data (sinyal pemodulasi). Berikut ilustrasi jenis modulasi FSK,
dengan mentransmisikan frekuensi tinggi untuk arus data logika 1 dan frekuensi
rendah untuk arus data logika 0.
Bit 1 frekuensi tinggi (f2)

Bit 0 frekuensi rendah (f1)

FSK seperti yang telah dibahas di atas biasa disebur Bynary FSK. Dalam
perkembangannya, FSK berkembang menjadi M-ary FSK. Dalam M-ary FSK, ada
n
sejumlah M sandi, setiap sandi tersusun atas n bit ( M = 2 ) dan dinyatakan dengan
sebuah frekuensi tertentu, sehingga ada sejumlah M frekuensi yang berbeda yang
digunakan.
Misal:
2
n = 2 maka jumlah sandi = M = 2 = 4
Maka:
arus data 00 dinyatakan dengan frekuensi a
arus data 01 dinyatakan dengan frekuensi b
arus data 10 dinyatakan dengan frekuensi c
arus data 11 dinyatakan dengan frekuensi d

Frequency Shift Keying adalah suatu proses modulasi sinyal analog menjadi
sinyal digital. Modulasi sinyal dibagi menjadi dua macam yaitu :

Modulasi sinyal digital


Modulasi sinyal analog
Menurut fungsinya perangkat FSK dibagi menjadi dua jenis yaitu :

FSK modulator (mengubah sinyal digital menjadi sinyal sinus)


FSK demodulator (mengubah sinyal sinus menjadi sinyal digital)

Rangkaian modulator FSK

Data digital yang dikirimkan secara serial oleh mikrokontroler sebelum


diteruskan ke pemancar harus dimodulasikan atau diubah parameternya dari
parameter tegangan menjadi frekuensi. Modulator FSK akan mengubah data yang
dikirimkan mikrokontroler menjadi sinyal sinusiodal dengan frekuensi yang
bergantung pada data dari mikrokontroler. Nilai frekuensi yang dihasilkan bergantung
pada nilai R1, R2 dan nilai C yang merupakan komponen eksternal yang harus
ditambahkan pada IC XR-2206. Nilai frekuensi yang dihasilkan akan sesuai dengan
persamaan f1 = 1/(R1.C) dan f2 = 1/(R2.C), f1 merupakan frekuensi yang dihasilkan
pada saat input berupa data logika high, sedangkan f2 merupakan frekuensi yang
dihasilkan pada saat input berupa data logika low (Exar, 1997).

Rangkaian modulator FSK dapat dilihat pada gambar 1. Pulsa logika high pada
penelitian ini akan setara dengan f1 yaitu sebesar 1100 Hz, oleh karena itu nilai R1
adalah sebesar 27,5 kW dan C sebesar 33nF. Sedangkan data logika low akan setara
dengan f2 sebesar 2200 Hz, sehingga nilai R2 adalah 13,7 kW.
Gambar 1 Rangkaian modulator FSK

Hasil modulasi FSK


Perbandingan hasil modulasi ASK, FSK, dan PSK
Rangkaian demodulator FSK

Frekuquency Shift Keying demodulator merupakan modul perubah bentuk


sinyal sinus menjadi sinyal kotak dengan perbedaan frekuensi antara masukan
frekuensi 1200 Hz dan frekuensi 2200 Hz. FSK demodulator diaplikasikan untuk
pengiriman data serial atau pulsa kotak melalui pemancar radio atau melalui jalur
telepon.

Spesifikasi dari rangkaian FSK demodulator ini, yaitu :

Level TTL input


1200 Hz untuk logika 1
2200 Hz untuk logika 0
Kecepatan maksimal pengiriman data 1200 Bps
Catu Daya Eksternal 12 VDC

Rangkaian demodulator FSK menerima sinyal yang berasal dari receiver.


Seperti pada waktu dipancarkan, sinyal ini berupa sinyal sinusiodal yang berubah-
ubah frekuensinya sesuai dengan data yang dikirimkan. Demodulator akan mengubah
kembali sinyal sinusoidal tersebut menjadi sinyal digital (biner) yang dapat diterima
mikrokontroler melalui pin RxD.
Pengubahan oleh demodulator dilakukan dengan membandingkan dengan
frekuensi tengah (f0). Frekuensi yang lebih besar dari frekuensi tengah akan
menghasilkan output logika high, sedangkan frekuensi input yang kurang dari
frekuensi tengah akan menghasilkan output logika low. Rangkaian demodulator FSK
dapat dilihat pada gambar 2.

Gambar 2 Rangkaian demodulator FSK

Frekuensi tengah ditentukan dengan mengatur besarnya hambatan pada R0 dan


besarnya C0 (kondensator yang terhubung pada pin 13 dan 14 IC XR 2211). Nilai
frekuensi tengah ditentukan berdasarkan nilai kedua frekuensi yang dihasilkan oleh
modulator FSK. Penentuan nilai frekuensi tengah dihitung dengan persamaan:

= 1. 2

Pemilihan nilai R0 dan C0 dilakukan berdasarkan persamaan f0 =1/(R0.C0).


Nilai f1 dan f2 berturut-turut adalah 1100 Hz dan 2200 Hz sehingga didapatkan nilai f0
adalah sebesar 1556 Hz. Berdasarkan nilai f0 ini, ditentukan nilai C sebesar 33 nF dan
R0 sebesar 19,4 kW. Namun demikian, R0 yang digunakan dalam rangkaian adalah
variabel resistor sehingga dapat diubah-ubah nilainya untuk pengesetan (Exar, 1997).
Hasil Demodulasi FSK

IX. DAFTAR PUSTAKA


http://encyclopedia2.thefreedictionary.com/Frequency+Modulation
http://free-books-online.org/computers/data-communication-computers/frequency-
shift-keying-fsk/images/CS601_img_115.jpg
http://gmrt.ncra.tifr.res.in/gmrt_hpage/Images/Systems/fsk.jpg
https://ikabuh.files.wordpress.com/2012/06/tugas-paper-komdig-putu_10009.pdf
http://e-belajarelektronika.com/demodulator-frekuensi-shift-keying-fsk/

X. LAMPIRAN
FSK Hard Keying
Demodulasi/ Hard Keying
Demodulasi/ Soft Keying