Anda di halaman 1dari 15

Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman

Kelas E

Oleh:

Adila Wardono 150510150145


Syifa Nabila 150510150168

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
BANDUNG
2016
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah mengenai
fiksasi nitrogen. Kami mengucapkan terima kasih kepada ibu Oviyanti Mulyani selaku dosen
mata kuliah Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman yang telah memberikan tugas kepada kami
sehingga kami dapat lebih paham akan materi yang di ajarkan dan dibahas, dan telah kami
selesaikan dengan sebaik-baiknya. Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna sebagai
penambah wawasan dan pemahaman lebih jauh mengenai daur nitrogen. Namun kami menyadari
bahwa manusia tidak ada yang sempurna di dunia ini. Oleh karena itu sangatlah penting adanya
kritik dan saran agar kami dapat memperbaiki kesalahan pada makalah yang kami buat untuk
masa yang akan datang.
Semoga makalah yang kami buat dapat dengan mudah dipahami oleh siapapun yang
membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf jika ada kata-kata yang tidak berkenan, atau
terdapat penulisan yang salah.

Jatinangor, 30 September 2016


Penyusun
DAFTAR ISI

BAB 1 PENDAHULUAN 3
BAB 2 ISI
2.1 PENGERTIAN NITROGEN SECARA UMUM 5
2.2 APA ITU FIKSASI NITROGEN 5
2.3 MEKANISME KERJA FIKSASI NITROGEN 8
BAB 3 PENUTUP 14
DAFTAR PUSTAKA 15
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Tumbuhan tingkat tinggi merupakan organisme autotrof yang dapat mensintesa


komponen molekular organik yang dibutuhkannya. Selain itu, tumbuhan tingkat tinggi juga
membutuhkan hara dalam bentuk anorganik dari lingkungan sekitarnya. Hara mineral diabsorpsi
dari tanah oleh akar dan akan bergabung dengan senyawa organik yang esensial untuk
pertumbuhan dan perkembangan. Penggabungan hara mineral dengan senyawa organik
membentuk pigmen, kofaktor enzim, lipid, asam nukleat dan asam amino. Proses inilah yang
disebut dengan asimilasi hara mineral.
Nitrogen merupakan unsur mineral yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah besar.
Nitrogen menyediakan unsur pokok pada banyak komponen sel tumbuhan yaitu asam-asam
amino dan asam nukleat. Selain itu, unsur yang sama pentingnya adalah karbon, hidrogen, dan
oksigen sebagai penyusun protein, asam nukleat, hormon-hormon pertumbuhan, vitamin dan
lain-lain. Nitrogen di dalam tumbuhan berada dalam bentuk asam amino, protein, amida,
klorofil, alkaloid, dan basa nitrogen.

1.2. Rumusan Masalah


beberapa masalah yang akan dibahas dalam makalah ini antara lain;
1. Pengertian nitrogen secara umum
2. Apa itu fiksasi nitrogen
3. Mekanisme kerja fiksasi nitrogen

1.3 Tujuan Penulisan


Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan dari penulisan makalah ini adalah
1. Untuk mengetahui nitrogen secara umum
2. Untuk mengetahui mekanisme fiksasi nitrogen secara mendalam dan komprehensif

BAB 2
ISI
2.1 Pengertian nitrogen secara umum
Nitrogen adalah unsur yang paling berlimpah di atmosfer (78% gas di atmosfer adalah
nitrogen). Meskipun demikian, penggunaan nitrogen pada bidang biologis sangatlah terbatas.
Nitrogen merupakan unsur yang tidak reaktif (sulit bereaksi dengan unsur lain) sehingga dalam
penggunaan nitrogen pada makhluk hidup diperlukan berbagai proses, yaitu diantaranya: fiksasi
nitrogen, mineralisasi, nitrifikasi, denitrifikasi. Siklus nitrogen sendiri adalah suatu proses
konversi senyawa yang mengandung unsur nitrogen menjadi berbagai macam bentuk kimiawi
yang lain. Transformasi ini dapat terjadi secara biologis maupun non-biologis. Siklus nitrogen
secara khusus sangat dibutuhkan dalam ekologi karena ketersediaan nitrogen dapat
mempengaruhi tingkat proses ekosistem kunci, termasuk produksi primer dan dekomposisi.
Aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil, penggunaan pupuk nitrogen buatan, dan
pelepasan nitrogen dalam air limbah telah secara dramatis mengubah siklus nitrogen global.

Di alam, Nitrogen terdapat dalam bentuk senyawa organik seperti urea, protein, dan asam
nukleat atau sebagai senyawa anorganik seperti ammonia, nitrit, dan nitrat. Daur nitrogen adalah
transfer nitrogen dari atmosfir ke dalam tanah. Selain air hujan yang membawa sejumlah
nitrogen, penambahan nitrogen ke dalam tanah terjadi melalui proses fiksasi nitrogen.

2.2 Apa itu fiksasi nitrogen


Fiksasi nitrogen adalah proses biologis, abiotik, atau sintetis dimana nitrogen
(N2 di atmosfer diubah menjadi amonia NH3). Nitrogen Atmosfer atau nitrogen unsur (N2 adalah
relatif inert: itu tidak mudah bereaksi dengan bahan kimia lain untuk membentuk senyawa baru.
Proses fiksasi membebaskan atom nitrogen dari bentuk diatomik mereka (N 2 yang akan
digunakan dengan cara
lain.
Fiksasi nitrogen, alami dan sintetis, sangat penting bagi semua bentuk kehidupan karena
nitrogen diperlukan untuk biosynthesize blok bangunan dasar dari tanaman, hewan dan bentuk
kehidupan lain, misalnya, nukleotida untuk DNA dan RNA dan asam amino untuk protein . Oleh
karena fiksasi nitrogen adalah penting untuk pertanian dan pembuatan pupuk. Ini juga
merupakan proses penting dalam pembuatan bahan peledak (misalnya mesiu, dinamit, TNT, dll)
fiksasi nitrogen terjadi secara alami di udara dengan cara kilat.
Fiksasi nitrogen juga mengacu pada konversi biologis lainnya nitrogen, seperti konversi
kepada nitrogen dioksida . Mikroorganisme yang memperbaiki nitrogen adalah bakteri yang
disebut diazotrophs . Beberapa tanaman yang lebih tinggi, dan beberapa binatang ( rayap ), telah
membentuk asosiasi ( simbiosis ) dengan diazotrophs. Fiksasi nitrogen biologis ditemukan oleh
ahli agronomi Jerman Hermann Hellriegel dan Belanda mikrobiologi Martinus Beijerinck .
Pada umumnya derivat nitrogen sangat penting bagi kebutuhan dasar nutrisi, tetapi dalam
kenyataannya substansi nitrogen adalah hal yang menarik sebagai polutan di lingkungan.
Terjadinya perubahan global di lingkungan oleh adanya interaksi antara nitrogen oksida dengan
ozon di zona atmosfir. Juga adanya perlakuan pemupukan (fertilization treatment) yang
berlebihan dapat mempengaruhi air tanah (soil water), sehingga dapat mempengaruhi kondisi air
minum bagi manusia.
Bentuk atau komponen N di atmosfir dapat berbentuk ammonia (NH3), molekul nitrogen
(N2), dinitrit oksida (N2O), nitrogen oksida (NO), nitrogen dioksida (NO2), asam nitrit (HNO2),
asam nitrat (HNO3), basa amino (R3-N) dan lain-lain dalam bentuk proksisilnitri (Soderlund dan
Rosswall, 1980). Dalam telaah kesuburan tanah proses pengubahan nitrogen dapat dilakukan
dengan berbagai cara, yaitu mineralisasi senyawa nitrogen komplek, amonifikasi, nitrifikasi,
denitrifikasi, dan volatilisasi ammonium (Masud, 1992).
Nitrogen organik diubah menjadi mineral N-amonium oleh mikroorganisasi dan beberapa
hewan yang dapat memproduksi mineral tersebut seperti : protozoa, nematoda, dan cacing tanah.
Serangga tanah, cacing tanah, jamur, bakteri dan aktinbimesetes merupakan biang penting tahap
pertama penguraian senyawa N-organik dalam bahan organic dan senyawa N-kompleks lainnya
(Masud, 1993).
Semua mikroorganisme mampu melakukan fiksasi nitrogen, dan berasosiasi dengan N-
bebas yang berasal dari tumbuhan. Nitrogen dari proses fiksasi merupakan sesuatu yang penting
dan ekonomis yang dilakukan oleh bakteri genus Rhizobium dengan
tumbuhan Leguminosa termasuk Trifollum spp, Gylicene max (soybean), Viciafaba (brand
bean), Vigna sinensis (cow-pea), Piscera sativam (chick-pea), danMedicago sativa (lucerna)
(Rompas,1998).
Menurut Maier, dkk (2000) bakteri dalam genus Rhizobium merupakan bakteri gram
negatif, berbentuk bulat memanjang, yang secara normal mampu memfiksasi nitrogen dari
atmosfer. Umumnya bakteri ini ditemukan pada nodul akar tanaman leguminosae. Morfologi
Rhizobium dikenal sebagai bakteroid. Rhizobium menginfeksi akar leguminoceae melalui ujung-
ujung bulu akar yang tidak berselulose, karena bakteri Rhizobium tidak dapat menghidrolisis
selulose. Rhizobium yang tumbuh dalam bintil akar leguminoceae mengambil nitrogen langsung
dari udara dengan aktifitas bersama sel tanaman dan bakteri, nitrogen itu disusun menjadi
senyawaan nitrogen seperti asam-asam amino dan polipeptida yang ditemukan dalam tumbuh-
tumbuhan, bakteri dan tanak disekitarnya. Baik bakteri maupun legum tidak dapat menambat
nitrogen secara mandiri, bila Rhizobium tidak ada dan nitrogen tidak terdapat dalam tanah legum
tersebut akan mati.
Bakteri Rhizobium hidup dengan menginfeksi akar tanaman legum dan berasosiasi
dengan tanaman tersebut, dengan menambat nitrogen. Suatu sistem berdasar pada infeksi
spesifik pada jenis inang Legum digunakan untuk menggolongkan Rhizobium secara tepat lebih
dari 50 tahun. Kekhususan infeksi mempunyai banyak atraksi praktis yang memperhatikan
aplikasi Teknologi Rhizobium, sungguhpun tidak sempurna sebab banyak strains rhizobia bisa
menginfeksi ke kelompok spesifik lain dan sebab ada bukti persamaan baru dari taxonomic
kimia dan data taxonomic kwantitatip. Tinggal suatu ukuran penting untuk spesiasi genus pada
Manual Bergey Systematic Bacteriology, dengan modifikasi bersama data taxonomic baru
(Jordan 1984).
Tidak hanya bakteri Rhizobium, Azotobacter di dalam tanah berperan dalam pengaturan
siklus nitrogen, y baitu melakukan fiksasi nitrogen dan mengubahnya menjadi Ammonia (NH 3).
Dalam sel bakteri ini terdapat sebuah alat yang berperan dalam biokatalis, yaitu enzim
nitrogenase. Enzim inilah yang berperan dalam mengubah N2 menjadi NH3.
Bakteri ini memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan bakteri lain. Jika kita melihat bentuk
koloninya, misalnya; bentuknya bulat, bening, keruh atau opaque, dan putih, permukaannya
halus mengkilap, tepi rata,dan berlendir. Bentuk sel Azotobacter bermacam-macam, dari bentuk
batang pendek, batang, dan oval serta bentuk yang bermacam-macam, sehingga bakteri ini
dikenal sebagai bakteri dengan bentuk sel pleomorfik. Bakteri ini umumnya Gram negative,
namun spesies tertentu dari bakteri ini Gram variabel. Artinya, pada saat berumur muda bakteri
ini Gram negatif, namun setelah berumur tua akan berubah menjadi Gram positif.
Akhir-akhir ini ditemukan simbiosis asosiasi antara bakteri Azospirillum lipoferum dan
akar tumbuhan termasuk rumput tropikal Digitaria decumbens, juga jenis rumput tropical
Paspalum notatum mampu melakukan fiksasi N bersama-sama bakteri Azotobacter paspalli di
dalam akar (Dobereiner, 1978, dalam Rompas, 1998).
Hasil penelitian tentang fiksasi N ini menunjukkan bahwa ada cukup banyak genera
bakteri yang dapat mem-fiksasi N termasuk spesies dari Bacillus, Clostridium, dan Vibrio. Pada
habitat perairan, cyanobacteria adalah kelompok utama yang melakukan fiksasi N (Anabaena,
Nostoc, Gloeotrichia, Oscillatoria, Lyngbya, dll) Komponen yang berperan dalam fiksasi N di
habitat perairan adalah heterocyst, tapi ada cyanobacteria yg tidak memiliki heterocyst yg juga
dpt fiksasi N. Fiksasi N memerlukan cukup banyak energi dalam bentuk ATP dan koenzim.

2.3 Mekanisme kerja fiksasi nitrogen


Fiksasi nitrogen merupakan pembentukan nitrogen dalam bentuk terikat, terjadi di
dalam tanah oleh bakteri. Jenis bakteri pengikat nitrogen terefisien bersifat simbiotik, dapat
mengikat protein jika bekerjasama dengan akar tumbuhan polong dan rumpun tropik. Fiksasi
nitrogen berlangsung dengan bantuan kompleks enzim nitrogenase. Reaksinya adalah sebagai
berikut:

N2 + 6e 2NH3 (DG0 = +150 kkal/mol = +630 kJ/mol)

Fiksasi N dilakukan oleh beberapa bakteri yang hidup bebas maupun bersimbiosis dengan
akar tanaman, misal: Clostridium pasteuranium, Klebisella, Rhodobacter, Rhizobium. Fiksasi N
diatur oleh sistem operon gen yang rumit, termasuk gen nif. Fiksasi berlangsung apabila di
lingkungan konsentrasi ammonia menurun/rendah.
Proses reduksi N2 menjadi NH4+ disebut fiksasi (penambatan) nitrogen yang hanya
dilakukan oleh mikroorganisme prokariota. Pemfiksasi N2 utama adalah bakteri tanha yang hidup
bebas, cyanobakteri (ganggang hijau-biru) yang bebas hidup pada permukaan tanah atau dalam
air, cyanobakteri dalam asosiasi simbiosi dengan jamur dalam lumut kerak atau dengan paku,
lumut hati dan lumut jantung serta bakteri atau mikroba lain yang berasosiasi secara simbiosis
dengan akar terutama tumbuhan polong-polongan.
Kira-kira 15% dari hampir 20.000 spesies dari familia Fabaceae (Leguminosae) telah
diamati mengenai fiksasi N2 dan kira-kira 90% mempunyai bintil akar tempat fiksasi
berlangsung. Tumbuhan bukan polong-polongan yang melakukan fiksasi N2 antara lain adalah
dari genera Alnus, Myrica, dan /Casuarina.
Mikroorganisme yang berperan dalam akar bnyak spesies telah diidenifikasi. Pada
beberapa pohon tropika adalah cyanobakteri, tetapi pada sebagian besar spesies yang
melaksanakan proses ini adalah organism seperti aktinomycetes (bakteri berfilamen). Pada
polong-polongan yang berperan adalah spesies bakteri dari Rhizobium . Satu spesies Rhizobium
tertentu biasanya efektif hanya pada satu spesies polong-polongan. Rhizobuim adalah bakteri
aerob yang bertahn sebagai saprofit dalam tanah hingga menginfeksi akar rambut atau merusak
sel epidermis (lihat gambar dibawah). Respon rambut akar oleh invasi Rhizobium biasanya
adalah mengelilingi bakteri dengan struktur seperti benang yang disebut benang infeksi,
walaupun benang sperti itu tidak terdeteksi pada beberapa potong-potongan.
Benang infeksi terdiri atas perlengkungan dan pemanjangan membran plasma sel yang
diinvasi, bersama-sama dengan selulosa yang baru dibentuk pada bagian sebelah dalam membran
tersebut. Bakteri termultiplikasi dalam benang yang memanjang kearah dalam dan menembus
melalui dan diantara sel-sel korteks.
Dalam sel-sel korteks bagian dalam bakteri dilepaskan kedalam sitoplasma dan memacu
beberapa sel (terutama sel-sel tetraploid) untuk membelah. Pembelahan ini menyebabkan
jaringan-jaringan berpoliferasi akhirnya membentuk bintil akar matang yang terutama terbentuk
darii sel-sel tetraploid yang mengandung bakteri dan beberapa sel diploid tanpa bakteri. Setiap
bakteri yang membesar dan tidak membesar disebut bakteroid. Biasanya bakteroid terdapat
dalam kelompok didalam sitoplasma., setiap kelompok dikelilingi membran yang disebut
membran peribakteroid. Antara membran peribakteroid dan kelompok bakteroid terdapat satu
daerah yang disebut ruang peribakteroid. Disebelah luar ruang peribakteroid dlam sitoplasma
tumbuhan terdapat protein yang disebut leghemoglobin. Molekul ini merah karena satu gugus
hem melekat sebagai gugus prostetik ke protein globin. Leghemoglobin memberi warna merah
muda pada bintil akar polong-polongan. Diperkirakan leghemoglobin mengangkut O 2
menginaktifkan enzim yang mengkatalisis fiksasi terkontrol. Terlalu banyak O 2 menginaktifkan
enzim yang mengkatalisis fiksasi N2, namun O2 penting bagi respirasi bakteroid.

Gambar 1. Bakteri yang menginfeksi akar tumbuhan


Fikasi N2 terjadi langsung didalam bakteroid. Tumbuhan inang menyediakan karbohidrat
bagi bakteroid yang mengoksidasinya untuk memperoleh energi. Karbohidrat ini mula-mula
dibentuk didaun selama fotosintesis dan kemudian diangkut melalui floem ke bintil akar. Sukrosa
merupakan karbohidrat yang paling umum dan banyak diangkut, seperti misalnya dalam polong-
polongan. Beberapa elektron dan ATP yang diperloleh selama oksidasi dalam bakteroid
digunakan untuk mereduksi N2 menjadi NH4.
Gambar 2. Akar kacang kedelai yang telah terinfeksi Rhizobium japonicum

Biokimia dan Fisiologi Fiksasi Nitrogen

Reaksi penambatan nitrogen secara keseluruhan adalah sebagai berikut, :

N2+ 8 e- + 16Mg ATP +16H2O2NH3 + H2 + 16Mg ATP + 16 Pi + 8H+

Enzim yang diperlukan adalah enzim nitrogenase


Tahapannya adalah sebagai berikut, :

1. Respirasi karbohidrat pada bakteroid menyebabkan reduksi NAD menjadi NADH atau
NADP menjadi NADPH. Oksidasi piruvat selama respirasi menyebabkan reduksi
flavodoksin.
2. Kemudian Flavoduksin, NADH atau NADPH mereduksi feredoksin.Nitrogenase
menerima elektron dari flavodoksin tereduksi, feredoksin atau bahan pereduksi efektif
lainnya saat mengkatalisis penambatan N2. Netrogenase terdiri dari dua protein yang
berlainan, yaitu protein Fe dan Protein Fe-Mo. Protein Fe mengandung 4 atom besi
sementara protein Fe-Mo mempunyai atom molibdenum dan 28 atom besi.
Baik molebdenun ataupun besi menjadi tereduksi, kemudian dioksidasi saat nitrogenase
menerima elektron dari feredoksin dan mengangkutnya ke N2 untuk membentuk NH4.
NH4 diangkut keluar dari bakteroid dan digunakan oleh tumbuhan inang. Di sitosol, yang
mengandung bakteroid (bagian luar membran peribakteroid) NH4 diubah menjadi
glutamin, asam glutamat, asparagin, dan ureida (alantoin dan asam alantoat).

Seperti terlihat proses tersebut memerlukan suatu sumber elektron dan proton serta banyak
molekul ATP. Juga diperlukan suatu kompleks enzim disebut nitrogenase. Jumlah molekul ATP
yang diperlukan untuk menfiksasi tiap N2 belum diketahui, minimum dua untuk setiap enam
elektron yang terlibat nampaknya diperlukan dan pada beberapa kondisi lingkungan mungkin
dua kali lebih banyak diperlukan. Sumber elektron dan proton adalah karbohidrat yang diangkut
dari daun (dan kemudian direspirasi oleh bakteri). Respirasi karbohidrat dalam bakteroid
menyebabkan NAD direduksi menjadi NADH2 (atau NADP menjadi NADPH2), kemudian
NADH2 atau NADPH2 mereduksi ferekdoksin atau protein yang serupa yang sangat efektif dalam
mereduksi N2 menjadi NH4.
Nitrogenase menerima elektron dari feredoksin tereduksi atau zat pereduksi efeksif lain
pada waktu enzim itu mengkatalisis fiksasi N2. Nitrogenase terdiri atas dua protein yang berbeda,
sering disebut komponen I dan II. Komponen I adalah suatu protein Fe-Mo, dengan dua atom
molibdenum dan 28 atom besi. Kedua molibdenum dan besi itu akan tereduksi dan kemudian
dioksidasi pada waktu nitrogenase menerima elektron dan feredoksin dan memindahkannya ke
N2 untuk membentuk NH4. ATP diperlukan pada fiksasi karena berikatan ke komponen II dan
menyebabkan protein berperan sebagai zat pereduksi yang kuat. Komponen II memindahkan
elektron ke komponen I diikuti dengan hidrolisis ATP menjadi ADP. Selanjutnya komponen I
menyempurnakan pemidahan elektron ke N2. Jika elektron dari 8h+ telah diterima, kedua NH4+
yang dihasilkan dilepaskan dari enzim.
NH4+ dipindahkan dari bakteriod sebelum dapat dimetabolisme lebih lanjut dan digunakan
oleh tumbuhan inang. Dalam sitosol sel-sel yang mengandung bakteriod (disebelah luar
membran bakteriod), NH4+ diubah menjadi glutamin, asam glutamat, asparagin, dan banyak
spesies, senyawa-senyawa kaya nitrogen yang disebut ureida. Dua ureida utama dalam polong-
polongan adalah alantoin (C4N4H6O3) dan asam alantoat. Seperti asparagin (C4N2H7O4) kedua
ureida itu mempunyai perbandingan C:N relatif tinggi. Ketiga senyawa ini merupakan bentuk
utama dari nitrogen yang diangkut dari bintil ke bagian lain dari tumbuhan. Asparagin terutama
di angkut dalam tumbuhan polong-polongan asal daerah beriklim sedang, termasuk kacang ercis
dan alfafa, ureida terutama dalam tumbuhan polong-polongan asal tropika misal kacang kedelai
dan berbagai kacang-kacangan lain, sedangkan pada tumbuhan bukan polong-polongan, sitrulin
(satu bentuk ureida lain) merupakan senyawa nitrogen utama yang diangkut dari binti akar.

BAB 3
PENUTUP
Nitrogen merupakan unsur yang sangat penting dan dibutuhkan oleh tumbuhan karena
menyediakan asam-asam amino dan asam nukleat. Atmosfer dialam terdapat kira-kira 78%
(berdasarkan volume). Akan tetapi, Nitrogen tersebut tidak dapat langsung digunakan oleh
tumbuhan dalam proses fisiologisnya. Untuk dapat digunakan oleh tumbuhan, nitrogen harus
melewati beberapa proses yang melibatkan daur biogeokimia yaitu, fiksasi, asimilasi, nitrifikasi
dan denitrifikasi.

DAFTAR PUSTAKA

Pelczar, Michael J.1988.Dasar-dasar Mikrobiologi.Jakarta:Universitas Indonesia.


Salisbury,Frank B,dkk.1992.Fisiologi tumbuhan JILID 2. Bandung: ITB.
Sastramihardja & Siregar. 1996. Fisiologi Tumbuhan. Bandung : ITB
List of Bacterial names with Standing in Nomenclature (LBSN). (2004)
http://www.bacterio.cict.fr/ Dikases 30 september 2016.