Anda di halaman 1dari 2

Diabetes Pembunuh Maut Usia Lanjut

Kesehatan merupakan anugerah yang tak ternilai dan paling berharga bagi setiap orang di dunia.
Sebanyak apapun kekayaan yang kita miliki tidak akan berarti apabila kondisi tubuh kita sakit.
Demikianlah ungkapan yang cocok bagi kalangan masyarakat saat ini, mengingat maraknya penyakit
mematikan yang menjadi ancaman masyarakat.

Usia lanjut merupakan masa usia di mana banyak terjadi perubahan-perubahan yang menyebabkan
terjadinya kemunduran fungsional pada tubuh. Salah satunya yaitu penurunan produksi dan pengeluaran
hormon yang diatur oleh enzim-enzim. Salah satu hormon yang menurun sekresinya pada usia lanjut
adalah insulin. Hal ini merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya penyakit diabetes mellitus pada
usia lanjut. Namun demikian, beberapa faktor resiko seperti resistansi insulin akibat kurangnya massa
otot dan terjadinya perubahan vaskular, kegemukan akibat kurangnya aktivitas fisik yang tidak diimbangi
dengan asupan makanan yang adekuat, sering mengkonsumsi obat-obatan, faktor genetik, dan
keberadaan penyakit lain yang memperberat diabetes mellitus, juga memegang peran penting.

Penyakit Tidak Menular (PTM) sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat, baik secara lokal, nasional,
regional, dan global. Salah satu PTM yang sedang menjadi tren di masyarakat yakni Diabetes Mellitus
(DM). Di Indonesia, jumlah penderita Diabetes kian meningkat. Keberadaan penyakit ini menjadi
ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Tak jarang, penyakit ini mengharuskan anggota tubuh
penderita diamputasi karena diabetes yang diderita sudah cukup parah. Selain itu, penyakit Diabetes
seringkali menimbulkan penyakit lainnya seperti kebutaan, gagal ginjal, penyakit jantung, hingga stroke.

Diabetes Mellitus (DM) atau disebut diabetes saja merupakan penyakit gangguan metabolic menahun
akibat pankreas tidak mampu memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin
yang diproduksi secara efektif. Insulin adalah sejenis hormon yang di produksi oleh pankreas dan
berfungsi untuk mengendalikan kadar gula dalam darah. Penurunan sekresi insulin biasanya disebabkan
oleh resistensi insulin dan kerusakan sel beta pankreas. Pada penderita penyakit Diabetes mellitus,
tubuh pasien tidak dapat memproduksi atau tidak dapat merespon hormon insulin yang dihasilkan oleh
organ pankreas.

Kekurangan insulin membuat tubuh tidak mampu mengubah glukosa menjadi sumber energi bagi sel.
Sehingga respon yang diterima tubuh adalah rasa lapar dan haus. Namun semakin banyak karbohidrat
yang dimakan, maka akan semakin tinggi penumpukan glukosa dalam darah. Kondisi inilah yang
kemudian disebut sebagai penyakit gula atau penyakit kencing manis atau Diabetes mellitus.

Banyak factor yang menyebabkan seseorang menderita DM, salah satunya adalah faktor keturunan. Akan
tetapi, penderita diabetes seringkali tidak dapat menyadarinya karena gejala awal diabetes memang
tidak begitu terlihat.

Menurut, International Diabetes Federation (IDF,2006) lebih dari 371 orang di dunia yang berusia 20-79
tahun menderita diabetes. Angka ini terus bertambah hingga 3 persen atau sekitar 9 juta orang setiap
tahunnya. Dengan demikian, jumlah penderita DM diperkirakan akan mencapai 542 juta pada tahun
2025, diantaranya 80% penderita terpusat di negara yang penghasilannya kecil dan menengah. Angka
tersebut berada di Asia, terutama India, Cina, Pakistan, dan Indonesia. Angka tersebut menunjukkan
bahwa penderita diabetes didominasi oleh orang dengan usia lanjut (lansia). Organisasi Kesehatan Dunia
(WHO, 2006) menyatakan kasus diabetes di Asia akan naik sampai 90% dalam 20 tahun ke depan. Dirjen
Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) mengatakan bahwa Indonesia sendiri
merupakan Negara urutan ke-7 dengan prevalensi diabetes tertinggi, di bawah China, India, USA, Brazil,
Rusia dan Mexico.

Tingginya angka kasus diabetes sungguh memprihatinkan, mengingat perkembangan zaman sudah maju
dan pola masyarakat telah berubah, hal ini juga menyebabkan pola makan masyarakat tidak teratur.
Selain karena faktor keturunan, kebiasaan memakan makanan cepat saji (junk food) menjadi pilihan bagi
kebanyakan orang saat ini. Selain penyajiannya yang instan, rasa yang enak juga menjadi daya tarik
tersendiri makanan ini. Di balik rasanya yang enak dan penyajiannya yang instan tersembunyi fakta
bahwa junk food mengandung banyak sodium, saturated fat, dan kolesterol sehingga penyakit yang
ditimbulkan juga beragam. Jika dikonsumsi berlebihan, akan menimbulkan penyakit mulai dari yang
ringan hingga penyakit berat seperti darah tinggi, stroke, sakit jantung, diabetes, kanker.

Diabetes sendiri umumnya merupakan salah satu penyakit yang sampai sekarang belum dapat diobati.
Semua orang berpotensi menderita penyakit ini, tak terkecuali pada orang lanjut usia (lansia). Di
Indonesia sendiri, penderita diabetes didominasi oleh lansia. Dan banyak diderita oleh lansia. Selain
karena factor keturunan, tidak menunjukkan gejala awal yang signifikan, pola hidup yang tidak sehat,
masyarakat juga terlihat kurang antusias melakukan pemeriksaan diri terkait risiko gula darah tinggi
secara teratur juga menyebabkan diabetes kebanyakan baru diketahui pada usia lanjut. Usia yang
semakin tua juga menjadi penyebab resistansi insulin berkurang. Dan kebanyakan diderita pasien pada
usia lanjut (lansia). Umumnya luka pada kaki pasien yang diakibatkan oleh diabetes sulit disembuhkan.
Inilah mengapa