Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN KASUS

PELECEHAN SEKSUAL

DISUSUN OLEH:
dr. Itamar Tiani
RSUD Ungaran

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH UNGARAN


KABUPATEN SEMARANG
2017
HALAMAN PENGESAHAN

Nama : dr. Itamar Tiani


Judul portofolio : Pelecehan Seksual
Topik : Mediko-Legal

Ungaran, 7 Juli 2017

PENDAMPING

dr. Widuri dr. Windi Artanti


BAB 1
LAPORAN KASUS

I. IDENTITAS PASIEN
Nama : An. RYF
Usia : 9 tahun
Alamat : Tingkir Lor RT 01/06 Salatiga
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Pekerjaan : Pelajar
Status : Belum Menikah
Tempat, tanggal pemeriksaan: IGD RSUD Ungaran, 18 Juni 2017

II. ANAMNESIS
i. Keluhan Utama
Pasien mengalami pelecehan seksual oleh orang tidak dikenal.
ii. Riwayat Penyakit Sekarang
Pada tanggal 18 Juni 2017 sekitar pukul 09.00 pasien dan sepupu
pasien sedang mandi di tepi sungai dekat rumah neneknya di daerah
Tuntang. Pasien dan sepupu pasien sudah membuka seluruh bajunya
ketika seorang laki-laki tidak dikenal datang lalu menghampiri keduanya.
Tiba-tiba laki-laki tersebut membuka celananya dan memegang
kedua kaki pasien sehingga pasien tidak bisa melarikan diri. Pasien dan
sepupu pasien berteriak-teriak minta tolong dan mencoba untuk
melarikan diri. Menurut cerita pasien, laki-laki tersebut sudah membuka
celana dalamnya, tetapi tidak menggesekkan atau melakukan penetrasi
alat kelaminnya ke alat kelamin pasien.

iii. Riwayat Penyakit Dahulu


a. Riwayat infeksi saluran kemih : disangkal
b. Riwayat pelecehan seksual : disangkal
iv. Riwayat Penyakit Keluarga
a. Riwayat infeksi saluran kemih : disangkal
b. Riwayat pelecehan seksual : disangkal
c. Riwayat penyimpangan seksual : disangkal

v. Riwayat Pekerjaan, Kebiasaan, dan Status Ekonomi


Pasien adalah seorang pelajar kelas 4 SD, sehari-hari pasien tinggal
bersama kedua orang tuanya setelah pindah rumah dari Tingkir ke
Tuntang. Ayah pasien ada pekerja buruh dan ibu pasien adalah pedagang.

III. PEMERIKSAAN FISIK


i. Keadaan umum : baik
ii. Kesadaran : compos mentis
iii. GCS : E4, M6, V5
iv. Vital Sign
a. Tekanan darah : 110/70
b. Nadi : 80x/menit, nadi kuat angkat
c. Suhu : 36,10C
d. SpO2 : 100%
e. RR : 20x/menit
f. BB : 38 kg
v. Status Internus
a. Kepala : mesocpehal
b. Mata : penglihatan kabur (-/-), pandangan ganda (-/-),
oedem palpebra (-/-), conjungtiva anemis (-/-),
sklera ikterik (-/-)
c. Hidung : discharge (-/-), obstruksi (-/-), mukosa hiperemis (-
/-)
d. Mulut : tonsil (T1/T1)
e. Tenggorokan : nyeri telan (-), terasa ada lendir mengalir (-)
f. Telinga : secret (-/-), konka hiperemsi (-/-), penurunan
pendengaran (-/-)
g. Leher : tidak ada deformitas
h. Thorax :
Inspeksi : terdapat 2 buah luka.
Luka pertama berupa vulnus ekskoriasi di
punggung kanan setinggi thoracal IX-X dengan
ukuran 3x2 cm warna kemerahan.
Luka kedua berupa vulnus ekskoriasi dengan jarak
sekitar 1 cm dari batas terluar luka pertama dengan
ukuran 2x1 cm warna kemerahan.
i. Abdomen
Inspeksi : perut datar, defens muscular
Auskultasi : bising usus (+), nyeri tekan (-)
Palpasi : nyeri tekan (-), supel, tidak teraba pembesaran
organ
Perkusi : timpani di seluruh lapang perut
j. Ekstremitas :
Inspeksi : terdapat 5 buah luka.
Luka pertama berupa vulnus ekskoriasi di lengan
kanan dengan jarak sekitar 2 cm dan batas pinggir
bahu kanan dengan ukuran sekitar 1 cm warna
kemerahan.
Luka kedua berupa vulnus ekskoriasi di lengan
kanan pada 1/3 tengah luar lengan kanan dengan
ukuran 4x5 cm warna kemerahan.
Luka ketiga berupa memar di mata kaki kanan
bagian dalam dengan ukuran 3x4 cm warna merah.
Luka keempat berupa memar di 1/3 atas paha
kanan bagian luar dengan ukuran 5x7 cm warna
kemerahan.
Luka kelima tampak luka bekas goresan dengan
ukuran 5x6 cm warna kemerahan.
k. Genitalia : hymen intak, tidak terdapat luka pada genitalia,
perineum dan anus

IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG


18 Juni 2017 15.20
JENIS NILAI
HASIL
PEMERIKSAAN NORMAL
Sekret vagian tidak ditemukan
Bakteri gram:
Bakteri gram negatif
negatif
Bakteri gram negative
positif
Jamur Tidak ditemukan
Trichomonas Tidak ditemukan
Leukosit Tidak ditemukan
Epitel Tidak ditemukan
Clue cell Tidak ditemukan
Lain-lain Tidak ditemukan

V. RESUME
An. RFY berusia 9 tahun telah mengalami pelecehan seksual pada
tanggal 18 Juni 2017 pada pukul 09.00 di daerah Tuntang oleh seorang laki-
laki tidak dikenal.
Pada pemeriksaan fisik, ditemukan beberapa luka pada anggota tubuh
pasien berupa memar dan bekas goresan. Pada pemeriksaan genitalia tidak
ditemukan tanda-tanda kekerasan seksual. Pada pemeriksaan penunjang
berupa apusan secret vagina, tidak ditemukan adanya sperma.

VI. DIAGNOSIS
Multiple VE
VII. TATALAKSANA
Paracetamol 3x500 mg
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Senggama adalah perpaduan antara dua alat kelamin yang berlainan jenis
guna memenuhi kebutuhan seksual. Syarat senggama legal adalah:
1. Ada ijin dari wanita yang disetubuhi.
2. Wanita sudah cukup umur, sehat akal, tidak sedang terikat dalam
perkawinan dengan laki-laki lain dan bukan anggota keluarga terdekat.
Kejahatan seksual menurut kitab undang-undang hukum pidana (KUHP)
adalah:
1. Pasal 285 KUHP tentang perkosaan
2. Pasal 286 KUHP tentang senggama dengan wanita tidak berdaya
3. Pasal 287 KUHP tentang bersenggama dengan wanita dibawah umur
Pasal 287 KUHP tentang bersenggama dengan wanita dibawah umur,
terdapat 2 ayat yaitu:
(1) Barang siapa bersetubuh dengan seorang wanita di luar perkawinan, padahal
diketahuinya atau sepatutnya harus diduganya bahwa umumya belum lima belas
tahun, atau kalau umurnya tidak jelas, bawa belum waktunya untuk dikawin,
diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.

(2) Penuntutan hanya dilakukan atas pengaduan, kecuali jika umur wanita belum
sampai dua belas tahun atau jika ada salah satu hal berdasarkan pasal 291 dan
pasal 294.

Tanda-tanda Senggama:

1. Tanda langsung

a. Robeknya selaput dara akibat penetrasi penis

b. Lecet atau memar akibat gesekan penis

c. Adanya sperma akibat ejakulasi

2. Tanda tidak langsung

a. Terjadi kehamilan
b. Penularan penyakit kelamin